Pewaris Lima Klan Terbesar

Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto bukan Sasuke

Pairing : SasufemNaru ( SasuSaku, ShikafemNaru, GaafemNaru)

Rated : T(M kalau ada kata-kata yang kasar )

Genre : Romantis, Family

Warning : femnaruto bukan naruko,OC , OOC, Typo berserakan dimana-mana, bahasanya sesuka Author, gaje, tidak sesuai dengan cerita aslinya jadi mohon maklumi

Ket:

"Blabla"Bicara langsung

'Blabla 'Inne

-lokasi atau waktu

.

.

.

.

Chapter 2

-2 Tahun kemudian -

Sudah 2 tahun Naruto dan Sasuke bertunangan namun tidak ada yang berubah sedikit pun yang terlihat, hari ini Universitas Konoha sedikit gempar dan ribut karena mereka mendengar kabar kalau seorang model majalah dewasa akan masuk ke Universitas ini. Mereka ingin melihat seperti apa model itu secara langsung.

Seorang wanita atau mahasiswi baru berambut merah muda usia sekitar 20 tahun berjalan dengan angkuh menuju gedung Universitas, Naruto tak jauh dari tempat itu menatap teliti mahasiswi itu.

"Dia Haruno kan? "Pernyataan Naruto

"Ya, Dia menjadi model dewasa saat lulus dari KIHS Dia angkuh sekali seperti Dia yang paling cantik dan sexy "Kata Ino tak suka

Naruto tersenyum penuh pengertian pada Ino

"Kalau Naru-Sama dalam keadaan tidak menyamar mungkin akan banyak yang memuja Anda"Kata Utakata jujur

"Sekarang pun walau seperti ini Naru-Chan selalu di kelilingi oleh para pemujanya"Kata Ino

"Sudah, kalian ini tak pernah berubah ayo kita kekelas sebelum terlambat "Tegur Naruto

"Ha'i "Respon Mereka

Mereka melanjutkan perjalanan mereka meninggalkan Sakura yang sedang berjalan menghadapi seorang mahasiswa berambut raven yang menatap Sakura dengan ekspresi yang sulit diartikan.

Sai yang kebetulan baru memasuki kampus melihat Sasuke dengan seorang mahasiswi berambut merah jambu sedang berpelukan di samping bangunan kampus.

"Ini harus Aku beritahu ke Hime"Kata Sai tak suka bila Himenya di permainkan

Dengan langkah tergesah Sai mencari kelas dimana Naruto sedang belajar tak lupa Dia menyeret Kiba yang kebetulan Dia temui saat di koridor, Kiba hanya menggerutu tak jelas karena Dia harus melewatkan kelas pertamanya hari ini.

-Atap Universitas -

5 orang berbeda gender sedang berdiri di pembatas atap, ada yang bersandar pada pembatas atap, menatap langit, memainkan Handphone, menatap kebawah atap, memainkan permen karet di mulutnya.

"Jadi Sai kenapa kau menyeret kami kesini dan membuat kami melewatkan kelas pertama kami? "Tanya Naruto serius dengan Handphone yang masih setia di tangannya

"Aku melihat Uchiha itu-"

"Sai bila Kau lupa Aku juga seorang Uchiha "

Belum selesai Sai berbicara sudah dipotong oleh Naruto

"Hehehehe Gomen, Maksudku Sasuke"Ulang Sai

"Kenapa dengannya? "Tanya Ino yang menatap Sai penasaran

Kiba yang menatap langit juga menatap Sai penuh keingintahuan, Utakata yang menatap mahasiswa dan mahasiswi yang berada di bawah juga ikut menatap Sai penasaran.

"Aku melihatnya sedang berpelukan dengan mahasiswi baru yang merupakan model dewasa "Jawab Sai

"Haruno itu Ne? "Pernyataan Naruto "Biarkan saja, pertunangan ini juga tanpa rasa apapun"Kata Naruto pelan

"Dia bodoh bila tidak tertarik padamu Hime"Kata Kiba

Naruto hanya tersenyum lalu batu sapphire nya menatap pemandangan yang dapat membuat hati hancur, namun raut wajahnya tidak menunjukkan ekspresi sedih mungkin ini karena darah dari klan lain membuat nya dapat menyembunyikan emosinya dengan baik.

Ino yang melihat kearah pandangan Naruto segera menutup mulutnya dengan telapak tangannya karena shock, lalu Ino melihat ke Naruto yang hanya tenang tenang saja.

'Emosinya dapat di sembunyikan dengan baik namun mata mu tak bisa berbohong Naru'Batin Ino saat melihat Mata Sapphire Naruto penuh dengan luka

"Minna ayo kita kekantin Aku lapar"Keluh Ino

"Ayo"

Mereka berjalan menuju keluar dari atap, Naruto menatap terakhir kali ke pasangan yang sedang berciuman di bawah sana.

'Sepertinya ini akan segera berakhir'Batin Naruto

.

.

.

-Rumah atau Mansion tradisional -

Naruto memasuki Mansion peninggalan Jiji nya yang sudah lama meninggal dunia, hari ini Dia pulang lebih cepat dari biasanya karena hatinya lagi tak baik.

"Naruto-Sama, Anda pulang"Sambut Seorang Maid senang karena nona mudanya telah pulang

"Ah Mei-San, ya Naru pulang untuk mengunjungi makam Jiji"Kata Naruto

"Apa Saya perlu menyiapkan makanan kesukaan Anda? "Tanya Mei

"Tidak usah, Naru hanya sebentar kok"Jawab Naruto

"Baiklah, Saya kembali ke belakang dulu"Pamit Mei

"Ya"

Naruto berjalan menuju belakang Mansion dimana ada sebuah labirin yang tinggi dan luas dan di tengah labirin itu ada sebuah makam yang dikelilingi oleh bunga-bunga.

"Jiji sepertinya Naru akan kembali ke Amerika secepatnya, walau Naru dapat menyembunyikan emosi Naru namun rasanya begitu sakit bantu Naru untuk melupakannya saat Naru pergi nanti Ne Jiji"Curhat Naruto

"Ternyata Dia sudah berubah begitu banyak tidak seperti waktu masih kecil dulu, apa itu pengaruh lingkungan Ne Jiji? "Kata Naruto

Tap

Tap

Tap

"Ternyata benar kau disini Naru"

Naruto menoleh kebelakangnya dan tersenyum ke arah Jijinya yang lain.

"Kapan Jiji kembali? bukankah Jiji pergi ke paris? "Tanya Naruto sambil menghampiri Jijinya itu

"Baru tadi pagi, apa kau ada masalah? ceritakanlah pada Jiji"Jawabnya

Naruto tersenyum sedih

"Sepertinya dalam waktu dekat ini pertunangan Naru dan Sasuke akan segera berakhir"Kata Naruto

"Kenapa? apa alasannya? "Tanya Jijinya Naruto heran

"Sudah tidak ada tempat di hatinya untuk Naru Jiji"Jawab Naruto singkat

Jijinya Naruto atau bisa kita sebut Uchiha Madara memeluk cucunya itu dengan sayang, Dia telah berjanji akan menjaga dan merawat Naruto seperti cucunya sendiri.

'Gomen Izuna, Aniki membuat cucu tersayang mu bersedih, Aniki benar-benar egois'Batin Madara sedih

.

.

.

Naruto menembus jalanan padat Kota Konoha dengan pandangan fokus kejalanan, Dia tak perlu takut kalau ada yang membahayakannya karena bawahan Jiji-Jijinya berada di sekeliling nya.

Menambah kecepatannya menuju apartemen Dia dan Sasuke namun entah kenapa firasatnya buruk. Mengambil Handphonenya lalu mengetik no darurat.

/Ya Naru? /Suara Orang dari sebelah sana

"Nii-San ada di apartemen kan? "Tanya Naruto lembut

/Ya, bukankah Naru ada di apartemen juga soalnya ada suara wanita di dalam apartemen mu/Jawab Orang itu heran

Deg

"Begitu ya Nii-San, ya sudah selamat malam Nii-San "Kata Naruto mengakhiri pembicaraan

Orang yang di telepon oleh Naruto merasa gelisah dan tak tenang mendengar nada suara Naruto pada saat mengakhiri pembicaraan

"Semoga tidak terjadi sesuatu yang berbahaya "Doanya

-23.00-

Naruto tidak kembali keapartemen nya sekarang Dia berada di sebuah Club malam bernama Uchiwa Club, seorang bartender melayani pesanan minuman Naruto dengan sopan dan hormat.

"Asuma-San tolong satu lagi"

Asuma sang bartender segera menuangkan minuman pesanan Naruto dengan hati-hati

"Apa Hime ada masalah? "Tanya Asuma khawatir

"Sedikit, hanya masalah sepele besok juga selesai"Jawab Naruto sambil meminum minumannya itu

"Apa Hime akan menginap disini malam ini? "Tanya Asuma

"Ya, siapkan kamar yang biasa"Jawab Naruto "Oh tolong beri mereka minuman juga sedari pagi mereka selalu menjaga ku"Kata Naruto sambil menunjuk beberapa orang berpakaian hitam yang tak jauh darinya"Masukan ketagihan ku saja"

"Baik Hime"Respon Asuma lalu memerintahkan bartender lain untuk melayani mereka itu

Asuma menatap prihatin Nona mudanya itu, tapi Dia yakin Nona nya itu pasti akan segera kembali ceria seperti dulu lagi. Jari-jari besar miliknya tak lepas dari Handphone dan mengetik pesan untuk seseorang.

¦Madara-Sama, Hime-Sama berada di Uchiwa Club dan akan menginap disini¦

|Jaga Naru baik-baik |

¦Tentu¦

Itulah kira-kira isi pesan singkat mereka, Asuma menatap Nona nya yang masih asik dengan minumannya.

Dapat Asuma lihat banyak para pria yang menatap lapar Nonanya untung beberapa pengawal setia Nonanya ada selalu menghadang pria-pria itu untuk mendekat.

"Asuma-San menurut mu apa lebih baik Aku kembali ke Amerika saja? "Tanya Naruto yang masih dalam keadaan setengah sadar

"Apapun keputusan Hime kami selalu mendukung "Jawab Asuma yakin

Naruto memberikan senyum tulus untuk Asuma dan di balas senyuman juga oleh Asuma.

"Asuma-San, Naru kekamar dulu"Pamit Naruto

"Ya hati-hati Hime"Balas Asuma "Kawal Hime sampai kekamar dan berjagalah di depan kamar Hime"Perintah Asuma pada salah seorang bawahannya di Club itu.

"Ha'i"

Asuma menatap Naruto yang menuju sebuah kamar yang sudah disiapkan untuknya di ikuti oleh bawahannya agar Himenya tidak di apa-apain oleh pria hidung belang di sini.

.

.

.

-Kamar di Club -

Naruto menghempaskan tubuh kecilnya di atas ranjang dengan kaki menggantung, Sapphire nya menatap kosong pada langit-langit kamar.

Sudut bibit merah nya terangkat membuat sebuah senyuman yang indah namun sedih sekaligus.

"Memalukan"Gumam Naruto lirih

-Mansion Tradisional-

Madara menatap smartphone yang sedari tadi di pegang nya karena ada pesan dari bawahannya yang ada di Club miliknya, Cucu perempuan satu-satunya berada disana seperti ada masalah.

Madara sangat tau watak Cucunya itu, Naruto tidak akan minum-minum kalau tidak ada masalah yang membuatnya sedih, kalau Naruto marah biasanya akan di lampiaskan dengan cara berlatih menembak dan banyak lagi tidak sampai minum-minum.

Madara tidak cemas bila Naruto minum karena Dia sangat tau kalau Naruto itu susah untuk mabuk dan kalau pun mabuk refleks Naruto akan bekerja lebih baik dari biasanya.

"Ternyata memang tidak bisa ya? "Gumam Madara

Dia sudah menebak ini akan terjadi, jadi setelah ini Dia tidak akan ikut campur lagi masalah percintaan cucunya biar cucunya sendiri yang mencari yang tepat untuknya.

"Iruka"Panggil Madara

Iruka yang di panggil datang

"Ya Madara-Sama? "Tanya Iruka

"Kau sudah tau apa masalah yang terjadi kan? "Tanya Madara

Iruka menganggukkan kepala, Dia merupakan manajer dan pengawal Naruto dari Naruti masih kecil jadi Dia selalu tau apa yang terjadi pada Naruto.

"Aku ingin kau mengurus kepindahan Naruto ke amerika dalam waktu dekat ini"Perintah Madara

"Ha'i "Respon Iruka

Iruka pun pamit untuk kembali melanjutkan pekerjaan nya yang tertunda karena Madara memanggilnya tadi.

.

.

.

-Universitas Konoha, 9.00-

Kiba dan Sai sedang berjalan bersama menuju gedung universitas Konoha tapi sebelum memasuki gedung mereka melihat Sasuke dan Sakura keluar dari mobil Sasuke, Kedua Sahabat itu saling pandang lalu segera berlari mencari yang lain.

Naruto baru saja sampai di kampusnya, terlebih dahulu sebelum berangkat Naruto mencari butik dan salon untuk membeli baju dan berdandan.

"Kiba, Sai kalian kenapa? "Tanya Naruto Saat kedua sahabatnya itu berlari melewati nya

Cittttt

Keduanya segera merem kaki mereka lalu segera berbalik dan mereka melihat Naruto sedang berdiri dalam keadaan sehat-sehat saja.

"Naru kau baik-baik saja kan? "Tanya Kiba sambil memutari Naruto,memeriksa apa ada yang lecet

"Kiba Aku baik-baik saja, ada apa sih? "Tanya Naruto heran

"Hime tadi kami melihat Sasuke dan Haruno berangkat bersama"Jawab Sai

Seperkian detik ekspresi Naruto berubah lalu kembali kesemula lagi

"Benarkah? Aku nggak tau soalnya aku menginap di luar"Kata Naruto terkesan polos

"Kau baik-baik saja kan? "Tanya Sai khawatir

Naruto tersenyum menenangkan sambil menganggukkan kepalanya, Sai hanya bisa mematuhi Naruto karena Naruto adalah Tuannya begitu pun dengan Kiba.

Sepasang mata Onyx menatap Naruto yang sedang tersenyum begitu indah ke Sai dan membuat pemilik Iris Onyx itu mengepalkan tangannya tanpa alasan yang jelas.

"Sasuke-Kun kau kenapa? "Tanya Sakura yang langsung menempel pada lengan Sasuke

"Hn"Respon Sasuke datar

.

.

.

-Mansion Senju, Suna-

Di Mansion Senju sedang berkumpul keluarga besar mereka sedang membahas sesuatu yang penting, terlihat dari wajah mereka begitu serius.

"Kalau seperti ini maka Hime tidak bisa untuk tetap di jepang bila Hime tetap disini maka hatinya akan semakin sakit"Kata Tobirama serius

"Kau benar Tobi, kita harus membuat Hime sibuk"Kata Hashirama

"Itu serahkan pada kami"Kata Hagaromo

Keluarga besar yang dimaksud adalah keluarga inti semua, keluarga yang menjadi bagian dari keluarga inti.

-Apartemen -

Naruto sedang menata barang-barang nya kedalam koper yang Dia bawa awal dari keapartemen ini, tekatnya sudah bulat akan pergi dari tempat ini dan meninggalkan semua kenangan nya di tempat ini.

"Saatnya pergi ke Mansion Uchiha "Gumam Naruto saat pekerjaan nya selesai

Mengambil Handphone untuk menghubungi seseorang agar membawa barang-barang nya ke bandara karena Dia mau berangkat sekarang juga.

Dengan langkah pasti Naruto keluar dari kamarnya dan saat di luar Dia melihat pemandangan yang membuat hatinya sakit namun ditutupi oleh wajah tanpa ekspresi nya, disana Sasuke dan Sakura sedang bercumbu dan bermesraan.

Brak

Pintu Apartemen ditutup oleh Naruto yang sudah keluar kedua orang itu tetap acuh dan melanjutkan acara mereka namun dilihat dengan baik-baik sepasang Onyx menatap kepergian Naruto dengan heran.

Ting tong

Ting tong

Bunyi bel membuat mereka menghentikan aktivitas mereka lalu Sasuke membuka pintu Apartemennya saat melihat seorang pria berjas hitam dengan lambang Uchiha di lengannya.

"Kenapa kau kesini? "Tanya Sasuke datar

Orang itu membungkukkan badannya

"Saya di perintahkan oleh Naru-Sama untuk mengambil barang-barang nya"Jawab orang itu

"Untuk apa? "Tanya Sasuke heran

"Saya tidak diberitahukan oleh Naru-Sama alasannya, jadi permisi"Jawab orang itu dan langsung masuk kekamar Naruto yang ternyata tidak dikunci

Drrrr

Drrrr

"Sasuke-Kun Handphone mu berbunyi"Kata Sakura

Sasuke mengambil Handphone nya dan ternyata Tou-Sama nya yang menelponnya

"Ya Tou-Sama? "Tanya Sasuke

/Pertunangan mu telah di batalkan/

"Apa? "

/Naruto membatalkan pertunangan kalian karena Dia akan melanjutkan sekolah di Amerika karena menurutnya Dia lebih nyaman tinggal di Amerika dan juga Dia tidak bisa berhubungan jarak jauh/

Sasuke benar-benar tidak mengerti kenapa Naruto memutuskan pertunangan mereka dengan alasan sepele seperti itu

"Apa Dia masih dirumah? "Tanya Sasuke

/Naru sudah pergi beberapa menit yang lalu/Jawab Fugaku

Lalu Sasuke mematikan sambungannya dan segera melesat keluar dari apartemen nya untuk mencari Naruto.

-Bandara-

Naruto duduk di dalam pesawat pribadi miliknya dengan sebuah majalah di tangannya dan beberapa bodyguard ada di sekitar nya.

"Siapa yang menjemput ku di bandara? "Tanya Naruto entah pada siapa

"Ashura-Sama Hime-Sama "Jawab seorang Bodyguard

"Bukannya Ashura-Nii ada di Paris? "Tanya Naruto heran

"Ashura-Sama kembali ke Amerika kemaren malam"Jawab Bodyguard yang lainnya

"Oh begitu"Gumam Naruto

Sapphire nya menatap keluar dari jendela pesawat yang sudah terbang.

'Semuanya telah berakhir, Aku akan melangkah maju dan menatap kedepan tanpa menoleh kebelakang'Batin Naruto

Seorang pria berambut raven berlari di bandara mencari seseorang yang telah membatalkan pertunangan mereka.

"Cih sial dimana Dia"Gerutu Sasuke

.

.

.

.

.

.

TBC

Oke chapter 2 selesai hehehe

Mungkin untuk fic Uchiha Naruto (adik dari Uchiha Madara sang hantu shinobi ) dan Inilah diriku yang sebenarnya, akan Gami lanjutkan beberapa minggu lagi soalnya lagi cari ending yang cocok agar tidak hancur kaya Album coklat bergaris biru.

Jadi Gami mohon pengertiannya, ini pun Gami lagi dalam rangka pembuatan nya namun masih belum selesai dan masih setengah jalan.

Oh ada yang bertanya Naruto itu keturunan lima klan apa? bila di baca baik-baik maka akan ketahuan klan apa saja itu.

Sampai bertemu di chapter selanjutnya °.*\( ˆoˆ )/*.°