"berlindunglah di belakangku"

Minseok menuruti permintaan namja dingin itu dan bersembunyi di belakangnya. Tak lama kemudian, tak terdengar lagi suara 3 namja menjijikan tadi. Namja ber-aura dingin itu langsung berputar menghadap ke arah Minseok.

"kau bisa pulang dengan aman sekarang. jangan khawatir lagi aku akan mengawasimu dari jauh, jadi pulanglah"

Minseok mengangguk lalu mulai berjalan menuju rumahnya.

"akan ku bunuh kau Chanyeol bila kita berjumpa besok!" Tekad Minseok pada dirinya sendiri.

Namja ber-aura dingin yang membantu Minseok tadi terus memperhatikan Minseok dari jauh. Sebuah senyum tipis terbit dibibirnya yang berada dibalik topeng yang ia kenakan.

"ayo pulang"

Namja itu menoleh setelah mendengar suara lembut yang memanggilnya dan terlihat yeoja mungil yang sedang berdiri disebelahnya dengan tenang.

"baiklah"

[REMAKE] My Husband Is a Samurai Prince

By : hinamoriamusilver (FFn)

Link : www fanfiction net/s/11750334/3/ {hapus spasi ganti titik.}

CHENMIN | BL | Drama | etc.

Summary : Menjalani pertunangan selama 3 hari dan setelah 3 hari tersebut langsung menikah? Itu tindakan yang benar-benar gila! Dan lebih parahnya lagi, orang yang akan kau nikahi tidak kau kenal latar belakangnya!

Disclaimer : ini ff punya hinamoriamusilver aku Cuma ngetranslate dari bahasa malay ke bahasa indo dan ganti cast nya doang. Cast milik tuhan, orangtua dan agensi masing-masing.

WARN! TYPO(s) Everywhere . BL . BxB

.

.

My Husband Is A Samurai Prince

.

.

Chapter 2: Two Kim New Student

-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-.-

6:00 a.m

[Minseok POV]

Mataku terbuka sepenuhnya ketika aku mendengar suara eomma yang memanggil namaku menggunakan high note-nya, lalu aku segera bangun.

"ya~ eommaku sayang… puteramu ini sudah bangun jadi tidak perlu teriak-teriak. Apa eomma tidak malu?" tanyaku sambil tersenyum masam.

"kau terlihat kesal" aku menganggukkan kepalaku.

"ada sesuatu yang ingin kau beritahu pada eomma?" tanya eomma sambil berjalan mendekat dan duduk di samping ranjangku.

"Ya. Waktu aku mau pulang ke rumah semalam, aku dikepung oleh namja menjijikan" kataku sambil menghembuskan nafas.

"sebentar Minseok, bisa bicara dengan benar boleh? Eomma tidak mengerti apa yang kamu katakan sedari tadi" aku melihat kearah eomma dan mengambil nafas.

"eomma ingat bukan, semalam aku keluar karena membeli pena untuk Chanyeol?"

Eommaku mengangguk.

"nah.. Waktu aku mau pulang, aku dikepung oleh 4 orang namja yang menjijikkan, salah seorang dari mereka menarik tanganku untuk mengikuti mereka tapi aku menolak dan mereka mulai menggunakan kekerasan terhadapku"

Tiba-tiba eomma menangkup kedua belah pipiku.

"jadi?! apa kau baik-baik saja? apa kau terluka? yang paling penting apa kau masih perawan?!" Tanya eomma bertubi-tubi. Aku hanya bisa tercengang mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh eomma. Hingga akhirnya memanggil namaku.

"Minseok!"

Tak lama kemudian, wajahku bertukar menjadi semerah tomat matang

"yak! eomma aku masih perawan! Lagi pula ada seorang namja dingin datang membantuku" jawabku.

"syukurlah, jadi siapa namja dingin yang kau sebutkan tadi, Minseok?" sahut eomma.

"aku tidak mengenalinya eomma. dia datang secara tiba-tiba dan membunuh salah seorang dari namja menjijikan itu tepat dihadapanku"

Eomma terdiam sebentar.

"bagaimana dengan wajahnya? apa kau melihatnya?" aku mengelengkan kepalaku.

"Aku tidak melihatnya karena dia memakai topeng yang aku hanya bisa lihat hanya bagian matanya saja. Pakaiannya berwarna hitam dan tangan kanannya memegang sebuah samurai yang panjang"

Kulihat eomma mengangguk.

"sudah pergi mandi. sarapan sudah eomma sediakan dibawah"

Aku menggaruk belakang kepalaku yang sebenarnya tidak gatal.

"eomma aku mungkin trauma dengan kejadian semalam, bagaimana kalau eomma izinkan aku tidak sekolah hari ini?"

Eomma langsung menarik telingaku dengan kuat.

"kalau kau trauma, sudah pasti kau akan menangis ketakutan sekarang dan bukannya memasang wajah kesal plus marah"

aku memasang wajah jengah.

"baiklah!"

.

.

My Husband Is A Samurai Prince

.

.

Mobil yang dikendarai Chanyeol kini berhenti dihadapanku, membuatku bibirku tersenyum.

"Chanyeol~" panggilku dengan lembut dan manja.

"Ada apa chagi~?" Tanya Chanyeol dengan senyuman yang bisa membuat jutaan wanita diluar sana rela mati untuknya.

"chagi peluk~" ucapku manja lalu Chanyeol memelukku dengan mesra sekali.

"chagi~ kau tahu apa yang telah terjadi kepadaku semalam?"

Chanyeol mengelengkan kepalanya.

"Ada apa chagi~ kau terlalu rindu padaku hingga lupa untuk membuat tugas?"

Aku mengelengkan kepala dan Chanyeol mengusap kepalaku dengan lembut.

"tidak, tapi kau maukan tanggung jawab chagi~?" tanyaku lagi.

"tanggung jawab untuk apa chagi?"

Aku langsung mencekik leher Chanyeol dengan menggunakan kedua tanganku sekuat mungkin.

"Kau masih bertanya tanggung jawab untuk apa?! kalau kau tidak menyuruhku membelikan kau pena, pasti tanganku yang cantik ini tidak akan ternodai dengan kotoran yang sangat menjijikkan!"

Chanyeol menepuk bahuku berkali-kali minta dilepas. Melihat wajahnya yang mulai memerah, mau tidak mau aku terpaksa melepaskan cekikanku. Chanyeol membuka mulutnya seluas mungkin untuk menghirup udara segar yang segera masuk ke dalam paru-parunya.

"memangnya kenapa dengan tanganmu? mana mungkin hanya karena membeli pena, tanganmu ternodai dengan kotoran?"

Aku mendengus kasar.

"aku diserang oleh 4 namja yang menjijikkan ketika aku mau pulang ke rumah tahu!"

Wajah Chanyeol terlihat shock lalu melihat kearah wajahku.

"karena.."

Belum sempat aku menghabiskan kalimat yang akan aku ucapkan, Chanyeol langsung memutar tubuhku, meneliti dari ujung kaki hingga ke ujung rambutku lalu bernafas lega.

"hah~ tidak ada luka"

Aku menatap sebal ke arah Chanyeol.

"sudahlah! ayo ke sekolah, aku menagih janjimu!"

Chanyeol menganggukkan kepalanya dan membukakan pintu mobil untukku.

[Minseok POV end]

Minseok melangkah masuk ke dalam kelas tanpa menghiraukan keadaan disekelilingnya. Dia berjalan menuju kearah mejanya lalu duduk dengan sopan dan meletakkan kepalanya ke atas meja.

"satu lagi hari yang membosankan~" keluhnya sambil melihat keluar jendela.

.

.

Bel sudah berbunyi tanda kelas akan dimulai tak lama lagi. 2 menit kemudian, kelas Minseok kini telah dimasuki oleh Park seonsaengnim. Guru sejarah mereka itu masuk bersama dengan seorang namja yang terlihat beraura dingin membuat para wanita yang berada di dalam kelas Minseok terlihat mulai tertarik dengan namja yang berdiri di sebelah Park seonsaengnim tersebut.

"baiklah semuanya. Perkenalkan dia, Kim Jongdae siswa baru, pindahan dari Jepang. Saya harap kalian bisa menjadi teman yang baik untuknya".

Setelah sesi perkenalan yang singkat Jongdae duduk disebelah Minseok karena hanya meja itu saja yang kosong setelah ditinggal siswa yang sebelumnya sudah pindah, Minseok melihat sekilas ke arah Jongdae.

"pasti dia akan menjadi siswa terkenal setelah Chanyeol." ucap Minseok perlahan. Tanpa dia sadari, Jongdae melihatnya sebentar lalu kembali melihat ke depan. Awalnya Minseok tidak menghiraukan kehadiran Jongdae disebelahnya, tapi lama kelamaan Minseok tidak bisa mengalihkan pandangannya dari Jongdae.

'hah~ auranya sangat dingin seperti ice tapi ia sangat mempesona, warna matanya juga enak sekali untuk dilihat, blue ice warna yang sesuai sekali untuk namja sepertinya' batin Minseok lalu tersenyum.

Jongdae yang sadar kalau ia diperhatikan terus oleh namja yang ada disebelah kanannya, langsung menoleh ke arah namja tersebut.

"ada sesuatu yang aneh pada diriku?" tanya Jongdae pada Minseok secara spontan.

"t-tidak aura.."

Minseok menutup mulutnya sendiri.

"aura?" tanya Jongdae.

"B-bukan, ada debu di rambutmu" kata Minseok lalu langsung menghadap kedepan kembali. Jongdae hanya mengangguk lalu mengusap rambutnya untuk menghilangkan debu yang dikatakan Minseok.

'Han Minseok pabbo! kau hampir saja membocorkan kalimat yang mungkin akan memalukan dirimu sendiri!' batinnya.

Ketika Minseok sedang sibuk dengan pemikirannya sendiri, Jongdae mengeluarkan senyum yang sangat tipis melihat tingkah Minseok yang agak lucu menurutnya.

'aura ya? menarik' batin Jongdae.

[Minseok POV]

'Krrriiiinngggg!'

Akhirnya bel untuk istirahat berbunyi! Aku meregangkan tubuhku sebelum bangun dari bangku-ku yang sudah mulai ramai karena para yeoja dari kelasku yang menghampiri meja Jongdae untuk mengajaknya keluar makan bersama.

"sudahku bilang" kataku sambil tersenyum dan melangkah untuk bertemu Chanyeol di kantin tapi langkahku terhenti ketika aku merasa tanganku dipegang oleh seseorang.

"maafkan aku tapi yeoja manis seperti kalian tidak cocok keluar makan bersama namja kaku sepertiku"

Jongdae menunduk hormat dan menarik tanganku keluar dari kelas. Aku bisa mendengar jeritan para yeoja di dalam kelasku. Tak lama kemudian, Jongdae melepaskan pegangannya.

"maaf karena aku menarik tanganmu, aku cuma tidak mau makan bersama mereka semua"

Aku hanya bisa menganggukkan kepalaku.

"panggil saja hyung, kau lebih muda beberapa bulan dariku bukan?"

Sekali lagi aku hanya mengangguk

"apakah hyung mau ikut aku ke kantin?"

Jongdae mengangguk lalu kami berdua mulai melangkah menuju kantin.

'walaupun dingin, dia tetap sopan pada orang yang berada disekelilingnya'

.

.

.

Chanyeol melambaikan tangannya ke arahku untuk lebih memperjelas dimana dia berada.

"ini aku sudah beli makanan yang kau suka"

Aku tersenyum lebar melihat makanan yang terhidang di atas meja. Langsung ku dudukkan bokongku diatas kursi dan mulai makan.

"oh! aku lupa―"

Belum selesai aku berbicara Chanyeol sudah tunduk hormat pada Jongdae cuma caranya agak berbeda dari pada biasanya, Chanyeol menunduk sambil meletakkan tangan kanan ke dada kirinya.

"Park Chanyeol, panggil saja Chanyeol.."

Aneh, Chanyeol tidak langsung mengangkat kepalanya ketika mengenalkan dirinya pada Jongdae.

"salam kenal Chanyeol, Kim Jongdae siswa baru disini"

Ketika Jongdae mulai mengeluarkan suaranya, barulah Chanyeol menegakkan tubuhnya lalu tersenyum

"selamat datang di Diamond High School"

Jongdae hanya menganggukkan kepalanya.

"apa kau tidak mau makan Chanyeol? Apa aku sudah menghabiskan semua uangmu untuk membelikanku makanan?" Tanyaku pada Chanyeol. Chanyeol hanya tertawa pelan.

"tidak, aku sedang menjaga bentuk tubuhku agar tidak naik"

Aku memutar kedua bola mataku malas.

"dasar namja popular, semuanya harus dijaga dengan ketat"

"Jongdae-ssi mau makan sesuatu? Aku akan membelikannya untukmu"

Jongdae yang duduk disebelahku hanya mengelengkan kepala.

"tidak"

Chanyeol mengangguk patuh.

"CHANYEOL OPPA!"

Aku terkejut dan hampir saja sendok yang ku pegang terlempar ke wajah Chanyeol. Lalu aku menoleh kebelakang dan terlihat seorang yeoja bertubuh mungil berlari kearah meja kami bertiga.

"Chanyeol, kau kenal dengan yeoja itu?"

Chanyeol tidak menjawab pertanyaanku, malahan dia langsung berdiri dari kursi yang didudukinya.

"Chanyeol oppa!"

Akhirnya yeoja itu memeluk tubuh Chanyeol dengan kuat. Chanyeol hanya bisa tertawa dan memutar badannya kearah yeoja tersebut. Mereka berdua berpelukan sebentar dan akhirnya Chanyeol melepas pelukannya pada yeoja mungil itu. Aura hitam mulai menguar dari tubuh para fans Chanyeol.

"wah! Chanyeol oppa semakin tinggi saja!"

"kau saja yang tidak tinggi-tinggi"

Yeoja itu merengutkan wajahnya.

"bukan salah Jennie!"

Lalu yeoja mungil itu mengecup pipi kanan Chanyeol dan dibalas dengan usapan lembut dikepalanya, nampaknya nasib yeoja ini akan habis tidak lama lagi karena aku bisa melihat dengan jelas aura hitam yang keluar dari tubuh fans Chanyeol makin menjadi-jadi.

"sebaiknya kalian duduk" kataku pada mereka berdua. Yeoja itu melihat ke arahku, dan... Astaga! Mata itu! Warna mata yang sama dengan yeoja semalam!

"wah! Aku tidak menyangka kita akan bertemu disini"

Aku melihat yeoja purple itu dari atas ke bawah. Seragam yang dikenakannya adalah seragam sekolah ini… jadi..

"Annyeong haseyo~, Jennie imnida! mannaseo bangapseumnida! Jennie adalah siswi baru pindahan dari Jepang"

"APA KAU BERSEKOLAH DISINI?!" tanyaku shock.

"lah? kenapa harus terkejut?" tanya yeoja purple yang bernama Jennie itu.

"i-itu karena aku menganggapmu sadako"

Jennie langsung tertawa sambil menutup mulutnya.

"hahaha… oppa lucu sekali! Mana ada sadako di siang hari atau hantu yang kakinya menginjak tanah"

Aku langsung melihat kearah kaki Jennie, memang betul dia berdiri diatas tanah.

[Minseok POV end]

Jennie menghentikan tawanya lalu duduk disamping Chanyeol.

"tunggu dulu, apa kau baru saja memanggilku oppa?" tanya Minseok dengan wajah kebingungan.

"ya, Jennie memanggil Minseok oppa dengan panggilan oppa" jawab Jennie santai.

"Chanyeol oppa belikan Jennie makanan ya~ lapar~"

Chanyeol langsung berdiri dari kursinya.

"bukannya kita seumuran ya Jennie?"

Sekali lagi Jennie tertawa tapi tidak sekuat yang tadi.

"umur Jennie baru 13 tahun angel oppa, akhir bulan nanti, usia Jennie baru masuk 14 tahun"

Minseok terkejut setelah mendengar penuturan Jennie sedangkan Jongdae disebelahnya hanya diam memperhatikan Jennie.

"t.. tapi ini tahun ke 2"

Jennie tersenyum.

"salahkan otak Jennie karena terlalu Jenius"

Tak lama kemudian, Chanyeol kembali lagi dengan makanan untuk Jennie.

"jadi kau berada dikelas mana?" tanya Chanyeol.

"II-B"

Ah! Itu kelas Minseok dan Jongdae!

"hyung, apa hyung tidak ingin berkenalan dengan Jennie?" tanya Minseok karena sedari tadi Jongdae hanya diam memperhatikan Jennie. Jongdae mengangguk lalu bangkit dari kursinya dan memberi tunduk hormat seperti yang dilakukan oleh Chanyeol kepadanya.

"Annyeong haseyo Jennie, Kim Jongdae imnida. Mannaseo bangapseumnida"

Tanpa Minseok sadari, Jennie tersenyum sinis lalu menunduk hormat dengan tangan kanan di dada kirinya.

"senang bisa berkenalan dengan anda Kim Jongdae-ssi. Nae ileum-eun Kim Jennie imnida. Apakah ini suatu kebetulan?" tanya Jennie yang juga dibalas dengan senyuman sinis oleh Jongdae.

"Tampaknya ini adalah sebuah kebetulan yang menarik".

.

.

.

.

.

Bel tanda bahwa istirahat berakhir sudah berbunyi. Banyak para pelajar yang mulai berlari masuk kedalam kelas masing-masing karena tidak ingin dihukum akibat terlambat masuk kedalam kelas.

"aku akan menjemputmu nanti" Minseok mengangguk.

"bye, Chanyeol oppa~" kata Jennie manja dan mengecup pipi Chanyeol sekali lagi.

"kami pergi dulu" kata Jongdae dan mereka bertiga berjalan meninggalkan Chanyeo, Chanyeol sedikit menunduk hormat ketika Jongdae melewatinya.

"bagus" bisik Jongdae lalu menepuk perlahan bahu kanan Chanyeol pelan. Ketika mereka mulai masuk kedalam kelas, keadaan yang semulanya hening, kini kembali riuh dengan kehadiran Jennie. Para yeoja yang berada di dalam kelas sudah tentu benci melihat Jennie terutama sekali para fans Chanyeol sedangkan para namja memandang takjub ketika melihat kecantikan dan keimutan yang ada pada wajah dan tubuh Jennie.

"ANNYEONG HASEYO YEOROBUN~! JENNIE IMNIDA~" kata Jennie sambil tersenyum ceria dan melihat sekeliling.

"huh~ dimana Jennie mau duduk kalau tidak apa meja kosong untuk Jennie?" Semua namja yang ada di dalam kelas saling mengusir teman sebangky mereka agar Jennie bisa duduk disebelah mereka. Minseok yang melihat kejadian tersebut, tertawa lembut.

'tidakku sangka yeoja mungil dan muda sepertinya bisa mengambil perhatian namja di dalam kelas ini dengan mudahnya' batin Minseok sambil tersenyum melihat Jennie.

"Ah! Jennie tahu!" kata Jennie lalu berjalan kearah meja namja yang duduk didepan meja Minseok.

"ano.. Jaesoo-ssi boleh Jennie duduk disini? Ini karena Jennie suka duduk didekat jendela, tapi kalau Jaesoo-ssi tidak mau, tak apa Jennie tidak memaksa"

Jaesoo, namja yang ditegur oleh Jennie hanya bisa mengangguk.

"tak apa! Jennie bisa duduk disini aku akan minta meja kosong pada petugas sekolah nanti"

Jennie tersenyum.

"terima kasih oppa"

Wajah Jaesoo berubah memerah setelah mendapat kalimat terimakasih dari Jennie.

"ah! Jennie mau bilang kalau umur Jennie lebih muda daripada kalian semua"

Jongdae yang melihat Jennie hanya mengelengkan kepalanya perlahan.

'Bagus sekali.' batin Jongdae lalu melihat kearah Jennie. Jennie yang sadar kalau ia dipandang oleh Jongdae, hanya memberikan sebuah senyuman penuh makna pada Jongdae.

[Jongdae POV]

Akhirnya, kegiatan yang membosankan disekolah berakhir juga! Aku meregangkan tubuhku lalu membereskan buku yang berada diatas meja ke dalam ransel, setelah itu, terdengar pintu kelas diketuk oleh seseorang. Aku melihat Chanyeol sudah berdiri didepan pintu. Minseok yang berada disebelahku langsung membuka mulutnya.

" Tunggu sebentar, Yeol! aku harus membereskan buku-ku!"

Chanyeol masuk kedalam lalu berdiri didepan Minseok atau disebelah Jennie.

"ayo pulang sama-sama!" kata Jennie lalu mengait lengan Chanyeol dengan manja.

"hah~ sifat manjamu tidak berkurang Jennie" kata Chanyeol sambil mengusap lembut kepala Jennie.

"ya, malahan jadi lebih banyak" kataku spontan.

"betul sekali hyung" balas Chanyeol santai.

"kalian aneh"

pandanganku kini tertuju pada Minseok.

"cara kalian berbicara seperti teman yang sudah kenal lama"

Chanyeol hanya bisa tertawa canggung.

"A-ah, tidak kok, aku tahu Jongdae hyung lebih tua daripadaku, bukankah tidak sopan kalau aku tidak memanggil Jongdae hyung?"

Minseok hanya mendengus pelan.

"ayo pulang".

.

.

.

Aku membuka pintu mobil dengan perlahan, menunggu Minseok dan Chanyeol untuk masuk kedalam mobil.

"eh, Jennie tidak pulang?" tanya Minseok. Ternyata hanya dia seorang yang sadar rupanya.

"tidak, Jennie pulang dengan Jongdae oppa, iya kan oppa?"

Aku hanya mengangguk.

"kalau begitu bye~"

Jennie mengangguk lalu mengecup sekilas pipi Chanyeol dan Minseok.

"Sampai bertemu besok"

Setelah mereka pergi, Jennie berputar melihatku yang awalnya menggunakan senyuman yang lembut lalu wajahnya langsung bertukar menjadi datar.

"Arrgghhh! Bagaimana Jennie bisa melakukan tingkah yang paling menjijikan sekali didunia! Bersikap manja dengan sembarang namja itu menjijikkan sekali tuhan!"

Aku hanya bisa tersenyum mendengar keluhan yang keluar dari bibir adik kecilku itu.

"salah kau sendiri bersikap begitu"

Jennie menghentak-hentakkan kakinya.

"oppa ini tidak lucu! apa oppa tidak merasa kasihan pada Jennie?"

Aku hanya tertawa kecil.

"oppa! adikmu ini harus bersifat manja pada semua orang untuk memudahkan aku menganalisis setiap manusia di dalam sekolah ini paham?! apa oppa tidak tahu Jennie sangat jijik kalau harus bermanja dengan manusia secara sembarangan!"

Aku mengangguk sambil tersenyum lagi.

"sudahlah. Ayo sini"

Jennie mendekat lalu aku memeluk tubuh mungil itu dengan erat dan mendaratkan kecupan sayang di pucuk kepalanya berkali-kali.

"Jennie sayang pada oka-san bukan?"

Jennie mengangguk.

"karena oka-sanlah, Jennie sanggup melakukan tugas menjijikkan ini oppa"

Aku tersenyum lalu melepaskan pelukkanku padanya dan mencium dahi mulus Jennie lama.

"sudah, tidak perlu merajuk kau bisa manja-manja pada oppa atau pada Chanyeol kalau kau sudah pulang sekolah."

Jennie tersenyum cerah.

"em! kalau begitu, aku panggil Chanyeol nii-chan saja ketika kita pulang sekolah ya! Jennie sudah lama tidak bermain dengan Chanyeol nii-chan"

Aku pun lagi-lagi hanya bisa tersenyum.

"ya~ tapi ingat jangan sampai mengabaikan oppa kesayanganmu ini ya?"

Jennie mengangguk patuh.

"ayo, oppa belikan kau cake chocolate"

-TBC-

Balasan Review :

Hyera832 : halo juga~ ah, gapapa kok~ kalo aku mah ga bisa ketawa karena awalnya aku gatau arti 'tapak pelupusan' pas aku translate ternyata artinya TPA  ̄ω ̄ yang dipanggil minseok itu jennie atau bukan ya?! *smirk* appa enchen emang gans kok  ̄ω ̄ *smirk (2)* hahaha :v ya kamu benar karena typo adalah sebagian dari seni  ̄ω ̄ makasih atas pengertiannya ╥_╥ AKU PALING SUKA AMA TYPE READER KAYAK KAMU KARENA REVIEWNYA BIKIN SEMANGAT BUAT NGETRANSLATE *pake kepslok + bold heyak :v* makasih reviewnya~

Yeonie21 : ah, gapapa kok ._. Yang penting kamu nya nyempetin waktu buat review fic translate ini :D jennie pasti keren kok :v pastilah~ Chen appa keren  ̄ω ̄ itu mah TYPO. Makasih reviewnya~

Fany Hwang : ah, masa sih? Menurut kamu itu siapa? Ini udah dinext~ makasih reviewnya~

Guest : 5 hari? Aku ga ada bikin perjanjian kalo udah 5 hari bakal update, sebab aku juga punya dunia sendiri di RL. Tapi aku bakal usahain paling lambat updatenya 2 minggu setelah chapter terakhir. Makasih reviewnya~

Guest (2) : ini udah update~ makasih reviewnya~

Guest (3) : ciee yang jatuh cinta sama Jennie  ̄ω ̄ *ekhem*

Guest (4) : seru ya? Ah makasih buat authornim nya kalo gitu  ̄ω ̄ makasih reviewnya~

Guest (5) : ini udah update~ makasih udah mau nunggu~

A/N : Hai~ makasih buat para readers, reviewers, followers dan yang ngefavorite ff ini. Maaf ya, keripik gabisa update cepet, mengingat kehidupan RL keripik ga mungkin keripik tinggalin dan sekarang keripik lagi sakit *cuma demam + sakit tenggorokan + flu + pusing aja sih* tapi itu semua mengganggu, karena keripik ini tipikal orang yang jarang sakit. Tapi pernah sih sakit sampai gabisa ngapa-ngapain, cuma tiduran, makan aja disuapin *itu sekitar 2 minggu yang lalu leukosit keripik lebih dari 10K keping, normalnya mah cuma 5K sampai 7K keping leukosit dalam tubuh manusia, lebih dari 20K udah masuk kategori kanker darah tapi keripik ga kena kanker kok, cuma hampir aja  ̄ω ̄* oke, keripik malah curcol  ̄ω ̄ . Udah ah, LAST!Mind to Review again?

keripik balado

Wo ai ni men~