Triying To Love.
Cast :
Jung Yunho
Choi Siwon
Kim Jaejoong
Etc.
Boyslove,mpreg,typos,alur suka-suka.
This is only a fiction,not real.
FF pertama yang dipublish,jadi sangat diharapkan komentar dan saran yang membangun.
Enjoy!
Jaejoong terkejut melihat sosok tegap yang sekarang sedang berdiri tepat dihadapannya. Ia tak menyangka jika Siwon akan pulang secepat ini,lebih cepat dengan apa yang dijanjikan. Dan tentunya ia sangat senang akan hal ini. Jaejoong tersenyum lebar sambil berjalan mendekati Siwon,memeluknya erat. Membuktikan bahwa ia merindukan Siwon,merindukan perhatiannya. Yang selalu membuatnya berdebar padahal ia dan Siwon sudah hampir 5 tahun bersama. Namun,rasa getaran ketika pasangannya mencium masih ada.
Jaejoong tetap memeluk Siwon,kepalanya ia taruh didada Siwon. Mengusap-ngusapkan kepalanya, "Aku sangat merindukanmu," ujar Jaejoong dengan suara manjanya yang membuat Siwon gemas akan tingkah istrinya.
"Aku juga merindukanmu sayang. Kau baik-baik saja bukan?" Siwon membalasnya sambil mengusapkan tangannya dipunggung Jaejoong.
"Seperti yang kau lihat,aku sehat dan-" Jaejoong melepaskan pelukannya,menatap Siwon penuh minat dengan sepasang doe eyesnya.
Mengecup pelan pipi Siwon, "Semakin seksi" lanjutnya dengan wajah yang dibuat semenggoda mungkin. Siwon tertawa akan godaan Jaejoong,inilah yang ia rindukan dari Jaejoong yang membuatnya tak akan pernah bosan berada dirumah dengan Jaejoong. Selalu saja ada tingkah Jaejoong yang membuatnya tertawa dan plus suara cempreng anaknya.
Mereka masih berpelukan untuk melepas rindu,Siwon memainkan rambut basah Jaejoong.
"Pakailah bajumu sayang. Aku ingin segera istirahat dan memelukmu semalaman" Ck,Jaejoong merutuk kesal akan pikiran kotornya.
"Ugh,kau merusak suasana Siwonnie"
Jaejoong menginjak kaki Siwon,dasar suaminya itu memang tak pernah paham. Ia kesal,Siwon tak memberinya Kecupan mungkin? Huh! Sayangnya tak ada satupun yang ia dapat. Lelaki memang tak pernah peka,omelnya dalam hati. Jaejoong-ssi apa kau sadar jika kau juga seorang lelaki.
.
.
.
Matahari mulai menampakan keberadaanya. Melakukan tugas seperti biasanya yaitu menyinari permukaan bumi,cahaya nya yang terang membuat sebagian orang berdecak kesal karena sinarnya yang begitu berkilau menganggu suasana mimpi mereka. Namun ada juga yang menikmati sinar pagi sang surya itu,seperti burung-burung yang berkicauan saling bersahutan diatas awan,mengepakkan sayapnya dengan semangat seolah-olah mereka sedang menikmati indahnya hidup. Udara pagi yang berhembus seirama seakan menyapa pepohonan dan rerumputan.
Begitu pula dengan Siwon,sejak tadi ia sudah terbangun tetapi masih belum beranjak dari tidurnya. Malahan ia terus menyamankan posisinya dan menatap istrinya yang masih terlelap. Bahagia rasanya terbangun dipagi hari dengan kau bisa melihat orang yang kau cintai ada berada disampingmu. Itulah yang juga dirasakan Siwon,ia bahagia.
"Bangun sayang." Siwon menepuk pelan pipi jaejoong dan membuat Jaejoong bangun. Jaejoong ini tipe orang yang sensitif ketika tidur,mudah sekali bangun.
Jaejoong bergerak pelan,matanya masih tertutup dengan bibir yang berujar "Nhh,malas" dan ia pun malah membenarkan selimut dan juga memeluk Siwon. Kepalanya ia gerak-gerakan menentukan posisi yang nyaman.
"Kau harus membuatkanku sarapan,sudah lama kita tidak sarapan bersama," Siwon terus saja mengganggu Jaejoong yang sedang tidur,bangun nanti pasti ia akan mengomel. "Sayang~" panggil Siwon lembut sambil terus mencubit hidung Jaejoong.
"Ugh~ Aku tidak bisa bernafas bodoh!" Omel Jaejoong disertai pukulan dikepala Siwon. "Kau menganggu saja Siwonnie." Jaejoong bangun dari ranjang,ia akan membersihkan wajahnya dan sikat gigi seperti biasa ia harus memasak sarapan. Korban pemukulan tadi tertawa melihat wajah galak istrinya,ia pun menghampiri Jaejoong yang berada dikamar mandi dan dengan usil ia mematikan lampunya. Jaejoong yang sedang cuci muka harus berteriak heboh pasalnya sekarang ini ia sulit melihat mencari wastafel. Karena seluruh wajahnya ditutupi oleh busa-busa sabun.
"SIWON!"
Setidaknya jika lampu menyala ia akan mudah menemukan kran dengan sekali membuka mata,dan kini ia harus mencari saklar terlebih dahulu yang membuat matanya perih terkena cairan sabun.
Siwon berlari keluar kamar dengan tawa puasnya sehabis menjaili Jaejoong,ah ia senang sekali bisa mengerjai Jaejoong. Sebentar lagi pasti ia akan memasang wajah monsternya,kita tunggu saja. Puas tertawa,Siwon masuk ke kamar Changmin. Sama seperti ummanya tadi Changmin pun belum terbangun,matanya masih terpejam dengan bibir yang bergerak lucu.
"Jagoan ayo bangun. Appa sudah pulang" Siwon berbisik,menciumi wajah putranya dengan gemas.
"Appa pulang sayang" Siwon masih terus berbisik disertai dengan tangannya yang menepuk pantat Changmin.
"Humh" Changmin mulai bergerak. Pertama-tama ia meregangkan ototnya,mengangkat tinggi-tinggi kedua tangannya. Membuka mata dengan perlahan,ia belum menyadari jika yang dihadapannya adalah ayahnya.
"Halo Jagoan?" Siwon menyapa Changmin ketika matanya sudah membuka sempurna,Changmin yang masih terlihat ngantuk masih bingung. Namun tak lama ia bersorak girang dan memeluk Siwon.
"Huaaa! Appa sudah pulang~" Changmin langsung terbangun dan memeluk Siwon. Mengecup kedua pipi ayahnya dan dibalas Siwon yang mencium Changmin. Siwon pun menggendong Changmin keluar dari kamarnya. Memutarkan tubuh Changmin yang membuat Changmin berteriak dan tertawa senang.
.
.
.
Suara alarm yang cukup gaduh terdengar diatas meja nakas,suaranya yang memekakan telinga membuat seseorang yang sedang bergelung dengan selimut mau tak mau harus membuka matanya dan mematikan alarm tersebut.
Yunho terbangun karena suara alarm yang sudah diatur dijam weker,dia melihat jam weker dan menghela nafas. Sudah jam 7 pagi,dan ia belum sama sekali bersiap-siap untuk ke kantor. Yunho beranjak dari ranjangnya. Ia berjalan kearah dapur dan meminum air putih untuk membasahi tenggorokannya.
Yunho berpikir sejenak,apakah ia harus membuat sarapan? Tapi ia menggeleng singkat,Yunho masih trauma ketika ia memasak hasil masakannya pun tak layak dimakan. Belum lagi akibat ulahnya counter dapur menjadi berantakan. Lebih baik ia langsung mandi dan pergi ke kantor,ia bisa sarapan di cafe dekat kantornya.
.
.
.
Siwon dan Changmin sudah duduk manis dikursi mereka,mereka sedang menunggu Jaejoong yang memasak sarapan. Changmin terus saja menanyai apapun kepada Ayahnya,membuat Siwon kewalahan menjawabnya dan juga ia jangan sampai salah menjawab pertanyaan anaknya agar tidak salah pemahaman.
"Appa appa! Minnie ingin ke tempat belmain" Rengek Changmin yang beringsut pindah kepangkuan Siwon. Menatap Ayahnya berharap ayahnya menyetujui ajakannya. "Baiklah sayang,kita sarapan dulu. Ok?" Siwon mengangkat tubuh Changmin dan kembali mendudukannya dikursi.
"Oke," Changmin tersenyum senang "Umma ikut?" Tanya Changmin ketika Jaejoong datang menghampiri mereka dengan piring berisi makanan.
"Kau harus ikut sayang," timpal Siwon.
"Tidak mau,aku sedang kesal padamu"
"Aku hanya bercanda sayang,maafkan aku. Cantik?"
"Umma halus ikut. Minnie mau umma dan appa menemani Minnie,"
"Ayolah sayang. Kau boleh marah padaku,jangan membuat Changmin kecewa. Kita pergi bersama-sama."
Jaejoong memang sedang kesal dengan Siwon karena tragedi pematian lampu tadi. Jaejoong harus terbentur wastafel dan juga matanya yang perih akibat sabun cuci muka. Menurut Jaejoong candaan Siwon sangat tidak lucu. Dan ia sangat kesal akan hal itu,Jaejoong menghela nafas untuk meredakan amarahnya.
"Baiklah aku ikut,"
"Kau memang harus ikut,aku takut tak bisa jalan-jalan lagi dengan kau dan Changmin" Siwon tersenyum mengusap kepala Changmin dan melanjutkan sarapan. Jaejoong mengangguk, "Ya. Kau pasti akan sibuk lagi bukan?"
"Kau sudah tahu jawabannya sayang" -hm karena pekerjaan.
.
.
.
Siwon sedang bersiap-siap dikamarnya. Ia akan pergi bersama keluarga kecilnya,membahagiakan anaknya dan istrinya. Jaejoong tiba-tiba masuk kekamar mereka usai memakaikan Changmin tentunya,wajahnya datar dan menghampiri Siwon. Siwon mengerti jika Jaejoongnya ini masih kesal,ia pun menarik tangan Jaejoong dan memeluknya. Mengusap rambutnya dan berbisik minta maaf.
Jaejoong membalas pelukan Siwon. Siwon mendengar isakan lirih yang berasal dari bibir cherry Jaejoong. Matanya sudah berkaca-kaca dengan air mata yang mengumpul dikelopaknya.
"Kau kenapa sayang?" Siwon menangkupkan wajah Jaejoong dengan kedua tangannya. Mengusap air mata kesayangannya. "Maaf.." lirih Jaejoong dengan mata memerah menahan air mata. Jaejoong menyesal karena sudah mendiamkan Siwon sejak pagi,seharusnya ia tersenyum ketika Siwon dirumah. Bukankah ini yang ia inginkan? Ia ingin Siwon pulang bukan? Jaejoong memeluk Siwon lagi.
Siwon menciup sayang kepala istrinya "Sudahlah sayang,jangan menangis lagi. Kau tahu,kau sangat jelek" Siwon menhapus air mata Jaejoong. Mengecup kedua matanya lalu mencium bibir istrinya.
"Aku tetap tampan dalam semua situasi. Ingat itu" Siwon terkekeh, "cepatlah ganti baju,aku tunggu diluar dengan Changmin" Siwon menepuk pelan pantat Jaejoong dan mendapat pukulan tak elitnya.
.
.
.
Mereka bertiga tiba ditaman bermain. Siwon yang pertama kali keluar dari dalam mobilnya. Ia menurunkan Changmin dan langsung menggendongnya Changmin mengoceh yang menunjukan kesenangannya. Siwon melihat Jaejoong mendekatinya dan menggandeng tangannya. Berjalan bersama-sama menuju pintu masuk.
"Appa ayo kita naik itu" baru saja masuk Changmin sudah rewel ingin naik ini itu. Selagi masih bisa dinaiki oleh anak-anak Siwon membolehkannya. Mereka pun menuruti Changmin ingin menaiki mobil balap,mendudukan Changmin dan berkata "Appa diluar pagar itu. Kau tidak boleh menabrak anak lain. Mengerti?" Changmin mengangguk paham,Siwon tersenyum dan keluar dari area permainan.
"Kau ingin naik yang mana sayang?" Tanya Siwon pada Jaejoong. Mereka sedang berada dipagar yang membatasi arena permainan yang sedang dinaiki Changmin.
"Kau pikir aku anak kecil?" Jaejoong mendelik horror kearah Siwon.
"Aku kan hanya menawarkan,tak usah menatapku dengan tatapan penuh cinta begitu sayang"
Jaejoong yang mendengarnya hanya mendengus pelan. Rayuan yang biasa mungkin. Tapi membuat Jaejoong malu,pasalnya Siwon mengatakan itu dengan suara yang bisa terdengar oleh orang-orang disampingnya. Dan karna itu mereka menjadi pusat tatapan orang lain.
Siwon memeluk pinggang Jaejoong mesra,meremas pelan pinggangnya dan mendapatkan cubitan dari Jaejoong.
"Ini ditempat umum Siwon!"
"Panggil aku dengan sebutan manismu sayang"
"Siwonnie" panggil Jaejoong malas. "Pokoknya setelah ini kau harus menepati janji akan mengantarku belanja!"
"Baik nyonya."
.
.
.
Suasana kantor Jung Corp terlihat sepi karena para pegawainya sedang diam terduduk menatap layar komputer untuk menyelesaikan pekerjaannya masing-masing. Itu pun sama halnya dengan yang dilakukan sang atasan,terlihat serius dengan paras tampannya yang memikat menggerakan tangan kirinya pada mouse dan mata musangnya menatap komputer dengan tangan kananya yang masih menanda tangani beberapa map yang berisi dokumen.
Inilah pekerjaan Yunho sehari-hari sibuk dan melelahkan. Namun mau bagaimana lagi,ia harusnya bersyukur bisa menjadi seorang yang dihormati dan disegani. Tapi terkadang Yunho menemui titik jenuh dan terberatnya saat melakukan pekerjaannya,ia kadang lelah. Lelah pikiran dan raganya. Memikirkan bagaimana agar perusahaannya bisa terus stabil,lelah raga karena ia akan menghadiri rapat dan bahkan mengurus cabang lainnya diluar kota maupun luar negeri.
Dan kabar baiknya sebentar lagi nunanya akan menikah,dan calon suaminya pun akan membantunya dalam menghandel sebagian pekerjaannya. Dan ia sangat mengharapkan itu secepatnya,setidaknya pekerjaan nya tak terlalu banyak.
"Yunho!"
Yunho terkejut ketika seseorang masuk dan memanggil namanya,Yunho menatap malas ketika melihat sekretarisnya masuk dengan sangat tidak sopan datang keruangan atasanya tanpa mengetuk pintu. Jangan berpikiran jika sekretarisnya itu wanita muda dengan pakaian minim. Tapi nyatanya seorang yang berdada rata dengan setelan jas hitam dengan wajah ya bisa dibilang cukup tampan.
"Ada apa Yoochun?" Tanya Yunho langsung tanpa mengalihkan tatapannya dari layar komputer.
"Eiei,ayo temani aku makan siang. Sajangnim"
Yunho menoleh kearah Yoochun dengan alis yang menyatu,yang benar saja Yoochun seperti mengajaknya berkencan.
"Kau pikir aku wanita Park Yoochun?" Desis Yunho.
"Ya jika kau merasa" mengangkat bahunya santai dengan mimik wajah mengejek Yunho. Yunho bangun dari kursinya. "Sialan kau Park." Yunho berlalu begitu saja keluar dari ruangannya dengan Yoochun yang berjalan mengikuti dibelakang.
"Ya! Yunho tunggu aku" Yunho terus berjalan dengan tegap,tak perlu memperdulikan si jidat lebar itu.
Yoochun datang menyamai langkahnya dengan rangkulannya pada bahu Yunho membuat Yunho langsung melepaskan tangannya.
"Tidak usah merangkul ku Yoochun" Yunho mendelik kearah Yoochun yang ada disampingnya. "Aish kau ini tidak ada ramah-ramahnya padaku. Aku kan ingin berjalan bersamamu," ujarnya sambil tersenyum menjijikan. oh geez Yoochun! Yunho melihat kearah sekeliling kantornya,takut ada yang mendengar.
Yunho menatap Yoochun dengan arti tatapan diam kau.
"Yaampun,galaknya presdir Jung yang tampan ini."
Dan sukses mendapat geplakan sayang dari Yunho. Yunho segera memasuki mobilnya,tanpa diduga Yoochun pun ikut masuk. "Apa yang kau lakukan?" Tanya Yunho.
"Ikut denganmu," Jawab Yoochun sekenanya,membuat Yunho menggeram sebal. "Jika aku ikut denganmu itu akan membuat uangku tetap berada didompet. Kau pasti akan mentraktirku kan?" Lanjutnya dengan nada bicara penuh percaya diri.
Sekarang Yunho tahu alasan kenapa Yoochun selalu mengajaknya makan siang,karena memang hampir setiap hari Yunho yang membayarnya. Dan bodohnya Yunho sama sekali tak menyadarinya.
Yunho menghela nafas,menghidupkan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Dan lagi-lagi Yoochun membuat Yunho kesal dengan menyalakan musik dan menyanyi dengan suara yang tak sesuai dengan alunan musik. Terpaksa,Yunho menggeplak lagi kepala Yoochun dengan sedikit ancaman agar dia diam duduk manis.
.
.
.
.
Yunho dan Yoochun turun dari mobil hitam milik Yunho dan segera masuk ke restauran. Ini adalah ide Yoochun menyuruh Yunho untuk datang ke restauran yang menurutnya enak dan Yunho menurut saja,malas berdebat dengan Yoochun.
Yunho berjalan lebih dulu,lalu ia pun duduk dengan meja bundar dan 2 kursi. Yaampun benar-benar seperti kencan. Ia geli sendiri melihat wajah Yoochun yang tepat dihadapannya.
Yoochun mengangkat tangannya pada seorang pelayan berseragam putih, "Menu,please" Ujar Yoochun.
"Silahkan Tuan" sapa sang pelayan,dengan sedikit bungkukan badannya tanda hormat. Menyerahkan buku menu berwarna merah maroon.
"Yunho kau ingin pesan apa?" Tanya Yoochun dengan matanya yang masih menatap lapar gambar dibuku menu. "Yang menurutmu enak saja." Jawab Yunho singkat. "Aku kebelakang sebentar" lanjut Yunho dan dijawab hanya dengan anggukan oleh Yoochun.
Yunho berjalan ketoilet ia ingin menuntaskan hasratnya,bagian ini tidak usah dijelaskan secara detail,seharusnya. Setelah selesai, Yunho mencuci tangan. Lalu matanya melihat seorang anak kecil yang sedang berdiri didepan salah satu bilik pintu kamar mandi. Yunho mematikan kran dan mengusap tangannya dengan tisu kemudian menghampiri anak tersebut.
"Hai,nak. Sedang apa disini?" Tanya Yunho lembut sambil mengusap kepala Changmin. Changmin yang memang masih mengingat kejadian dilift itu menatap Yunho dengan tatapan tak bersahabat.
"Sedang menunggu Umma" jawab Changmin membuat Yunho heran. Umma? Inikan toilet pria? Jangan bilang jika ummanya seorang pria? Tidak mungkin. Yunho menggeleng cepat karena tidak percaya dengan ucapan anak kecil ini.
"Huh dasal ahjussi jahat" lanjut Changmin sambil melipat tangannya didada. Yunho tersenyum melihatnya "maafkan ahjussi ne?" Ucap Yunho.
"Siapa namamu?" Tanya Yunho.
"Changmin. Choi Changmin"
"Oh. Senang ber-"
Ucapan Yunho terpotong ketika seseorang keluar dari bilik kamar mandi "Minnie umma sudah selesai" Yunho menatap seseorang yang memanggil dirinya umma itu.
"Kau?" Jaejoong bersuara. Yunho terkejut jika umma yang dimaksud adalah namja galak itu. Yunho ingat jika ia belum tahu nama namja ini. Tanpa basa-basi Yunho langsung menanyakan namanya.
"Siapa namamu?" Tanya Yunho,membuat Jaejoong menatap siaga.
"Apa urusanmu?"
"Hanya ingin tahu saja"
"Kim Jaejoong. Ah ani,Choi Jaejoong. Itu namaku" Jawab Jaejoong cepat ia langsung menarik tangan Changmin dan segera keluar dari kamar mandi. Meninggalkan Yunho yang masih terbengong. Yunho harus mencari tahu tentang incaran hati nya ini,dan juga apa alasannya Changmin memanggilnya Umma yang jelas-jelas jika Jaejoong adalah namja.
Yunho merapikan jas nya,dan berjalan keluar. Ia melihat Yoochun yang sedang menyantap makananya. Ia merasa ia cukup lama karena sampai-sampai makanan pesanan pun sudah tiba.
"Kau ini darimana? Kenapa lama sekali?" Yoochun bertanya dengan mulut penuh. Sekali lagi,tingkah Yoochun yang tak sopan.
"Yoochun cari tahu tentang Kim Jaejoong,aku mau hari ini juga" bukannya menjawab Yunho malah menyuruh tugas lain pada Yoochun.
.
.
.
Yunho sedang membaca berkas yang diberikan Yoochun. Ya benar,itu adalah berkas tentang Kim Jaejoong. Seseorang yang sudah membuat hati Yunho bergetar ketika menatapnya.
Kim Jaejoong.
Umur 25 tahun.
Anak sulung dari pasangan Kim Hankyung dan Kim Heechul mempunyai adik bernama Kim Junsu.
Lulusan Toho University dengan jurusan desainer.
Tahun 2011 telah menikah dengan seorang Pilot bernama Choi Siwon dan membuatnya memakai marga Choi. Telah dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Choi Changmin yang berumur 4 tahun. Changmin adalah anak kandung mereka,Jaejoong seorang Male Pregnancy.
Itulah Salah satu kalimat yang pertama kali dibaca oleh Yunho,sebenarnya masih beberapa lembar mengenai Kim Jaejoong tapi ia malas membacanyq. Entah kenapa tiba-tiba Yunho merasakan jika hatinya tak rela dengan sekelebat kata telah menikah. Ya Tuhan,idamannya telah menikah. Ia tak mungkin kan merusak rumah tangga orang lain,ia tak sejahat itu. Namun dilain sisi ia harus rela melepaskan Jaejoong.
Yunho menyandarkan punggungnya dikursi,memijat pelipisnya. Ia menyukai Jaejoong,mungkin. dan harus menerima kenyataan jika orang yang ia sukai sudah menikah. Ia benci rasa ini,rasa mencintai tapi tidak dapat memiliki. Ia pernah merasakan ini sebelumnya dengan kekasihnya dulu,bukan karena sudah menikah.
Yunho harus mengubur perasaan ini lebih awal ia takut jika rasa ini akan bertambah dan membuatnya sakit hati. Dan lagi ia bertetangga dengan Jaejoong. Mungkin mulai hari ini ia harus siap apa yang akan terjadi kedepannya.
Dan juga. Kim Jaejoong seorang Male pregnancy . Keuntungan yang berlipat jika ia bisa memiliki seorang Kim Jaejoong. Yunho berpikir ia seperti orang jahat yang berencana merebut Jaejoong dari pelukan Suaminya.
"Bagus. Kim Jaejoong,kau membuat rasa cintaku bangkit" Yunho bangun dari duduknya,ia bersiap-siap untuk pulang. Dan berharap ia tidak bertemu dengan Jaejoong ataupun rivalnya Choi Siwon.
.
.
.
Yunho sedang berjalan menuju kamarnya,ia sedang berada didalam lift dan menunggu untuk sampai dilantai tujuannya. Namun tak disangka ketika pintu lift terbuka Yunho disuguhkan pemandangan yang amat sangat menyesakkan.
Bagaimana tidak menyesakkan? Yunho melihat dua orang sedang bermesraan tak tahu situasi dan tempat.
Yunho menginterupsi keduanya. Dan hanya dijawab oleh anggukan minta maaf dari Siwon dan Jaejoong. Mereka berdua masuk kedalam apartemen yang membuat Yunho semakin panas.
Yunho yang berjalan dibelakang mereka pun pura-pura tak peduli. Yang membuat Yunho mengumpat kasar. Disertai tendangan dipintu rumah kedua sejoli itu. Yunho tidak peduli jika itu membuat dentuman keras,yang ia rasakan hanya cemburu yang menghilangkan akal sehatnya.
.
.
.
TBC
Terima kasih banyak yang sudah membaca dan voment dichapter 1. Maaf juga disini Jaejoongnya masih sama Siwon kkk. Jarang-jarang kan ada ff yang Yunho nya dinistain?😂😂
Maklumin ya kalo ada typo,dan chap 2 ini ga diedit sama sekali-_-
Ini ya lanjutannya hahaha. Perlahan-lahan konflik akan keluar kok,ditunggu aja. Berusaha tetap update cepet dan semoga saja idenya ga buyar. Tetap kasih komentarnya ya.
Thank you.
