Trying to love.

Cast :

Jung Yunho

Choi Siwon

Kim Jaejoong

Etc.

Boyslove,Mpreg,typos,alur suka-suka.

This is only a fiction,not real.

Ff pertama yang dipublish,jadi sangat diharapkan komentar dan saran yang membangun.

.

.

.

Enjoy!

Suara tv mengisi suasana hening diruang tengah dengan Jaejoong dan Siwon yang duduk disofa. Siwon sesekali memainkan helaian rambut blonde Jaejoong dan sebaliknya Jaejoong hanya bersandar pada dada Siwon dengan remote tv ditangan kanannya,sedari tadi ia hanya memencet tombol remote bingung ingin menonton apa.

Fiuh.

Jaejoong bosan. Namun tiba-tiba Siwon menarik dagunya membuat Jaejoong mendongak dan menatapnya.

"Saranghae."

Heol? Kenapa tiba-tiba Siwon mengatakan itu? Aneh. Bukannya ia tidak senang tapi menurutnya ini sangat tidak pas. "Kau harus bahagia jika tidak ada aku." Lanjut Siwon yang disambut tatapan bingung oleh Jaejoong.

Ada apa?

Jaejoong menangkup wajah Siwon dengan kedua tangannya,menekannya dan memutar kekanan kekiri.

"Ada apa Siwonnie?" Tanya Jaejoong yang dibalas senyuman oleh Jaejoong. Jaejoong menjadi tak enak hati. Ada apa sebenarnya? "Kenapa kau bicara seperti itu? Tentu aku akan bahagia bersamamu," Jaejoong mencium bibir Siwon pelan,sedikit melumatnya dan dibalas oleh Siwon.

Setelah beberapa kecupan. Siwon langsung memeluk Jaejoong,ia sangat mencintai istrinya. Ia gelisah ketika ia harus pergi jauh meninggalkan keluarganya,ia takut. Takut sekali jika ia tidak ada Jaejoongnya akan diganggu,mengingat Jaejoong sejak dulu menjadi incaran banyak lelaki yang berstatus seme dan ia lebih takut lagi jika seandainya rasa cinta Jaejoong semakin berkurang untuknya. Ia tidak mau.

Siwon mencium lama kening Jaejoong,entahlah kenapa ia bisa berpikiran seperti ini. Menjadi Pilot memanglah cita-citanya sejak kecil dan ia tak mudah begitu saja untuk meninggalkan pekerjaannya yang membuatnya harus latihan keras dan sungguh-sungguh dengan jangka waktu yang tak sedikit.

Isakan lirih terdengar dari bibir cherry Jaejoong.

"Ada apa denganmu Siwonnie? Apa aku berbuat salah? Kenapa kau bicara seperti ini hah? Hiks"

Cerocos Jaejoong dengan airmata yang terus mengalir,Ya Tuhan ia telah membuat istrinya menangis lagi.

"Jawab aku Siwon?!" Jerit Jaejoong karena tak ada satupun kata yang keluar dari bibir tipis Siwon.

Siwon mengusap air mata kekasihnya dengan ibu jari,Siwon senang bahkan bahagia bisa bersama dengan Jaejoong. Selama ini ia dihantui rasa bersalah karena ia terus-terusan meninggalkan Jaejoong.

"Kumohon jangan menangis sayang. Aku hanya takut-" Jawab Siwon disertai dengan ciuman lembut dibibir Jaejoong.

"Aku takut jika rasa cintamu berkurang padaku,kau tahu aku tak bisa setiap waktu bersamamu,mendampingimu,bahkan aku tak bisa memastikan jika kau baik-baik saja atau tidak," Jelas Siwon yang membuat Jaejoong menangis lebih keras,airmatanya pun mulai turun dengan derasnya,hidungnya memerah.

Oh isakan suara tangisnya sangat memilukan.

"Bodoh! Hiks- mana mungkin aku begitu Siwon! Aku mencintaimu- hiks tetap mencintaimu!" Pekik Jaejoong dengan pukulan keras didada Siwon. Jaejoong tak habis pikir kenapa Siwon bisa berpikiran sedangkal itu? Tak tahukah ia sedikit merasa sakit hati ketika Siwon berbicara seolah-olah sedang mengukur rasa cintanya.

"Aku mencintaimu. Ingat itu! Jangan berpikiran hal konyol lagi. Aku benci hiks" Siwon merasa bersalah,seharusnya ia berbicara pelan-pelan agar tidak membuat istrinya sedih. Dan bodohnya ini sudah terjadi,untung saja tidak ada Changmin. Anak itu pasti akan memukulnya karena sudah membuat umma nya nangis ,Changmin memang anak yang sangat possesif.

"Astaga sayang. Maafkan aku sayang-ku" Tangan besarnya menepuk-nepuk punggung Jaejoong supaya membuatnya tenang. "Aku juga mencintaimu,sangat. Jangan menangis lagi,hm?" Siwon tersenyum lebar. Ia lega sekarang,keganduhan dalam hatinya terjawab sudah. Jaejoongnya mencintainya dan akan terus mencintainya.

"Hiks Kau yang membuatku menangis! Hiks. Belikan aku es krim sebagai pertanggung jawaban,"

"Hahaha apapun untukmu nyonya,"

"Aku laki-laki Siwon! Jangan memanggilku nyonya" Jaejoong meninju dada Siwon. Siwon meringis pelan memegangi dadanya dengan memasang wajah semenderita mungkin Jaejoong yang melihatnya merasa geli melihat wajah Siwon yang sedikit... horror? Kkk.

"Jangan memasang wajah seperti itu,kau sangat jelek!"

"Dan kau yang paling tampan," Balas Siwon dengan mencebilkan bibirnya.

"Anak pintar" Jaejoong tersenyum senang mengacak rambut Siwon seperti Siwon adalah anak kecil.

Siwon merogoh saku celananya. Mengambil benda persegi panjang dan menekan beberapa nomor.

"Kau ingin memesan es krim apa?" Tanya Siwon yang sedang menelepon delivery salah satu toko es krim.

Omo! Jaejoong terkejut ah,suaminya memang yang terbaik. Padahal ia hanya bercanda tadi meminta es krim,tapi tak apa ia bisa makan es krim sepuasnya kekeke. Jangan sampai Changmin mengetahui ini bisa-bisa ia hanya mendapat sesuap saja. Anak itu memang sangat rakus dan pelit.

"Aku ingin es krim vanilla 1 cup yang besar. Lalu rasa coklat,stroberi,matcha,emm.. dan rasa cintamu hahaha"

Aigoo. Jaejoong tertawa geli mendengar gombalannya sendiri,Siwon tertawa tertahan mendengarnya.

.

.

.

Dilain tempat, Yunho hari ini sedang ada dirumahnya Ummanya yang bawel itu menyuruhnya pulang hanya untuk mencicipi hasil masakannya,dengan ancaman jika ia tidak datang ia akan dijodohkan dengan putri sulung keluarga Go,kekanakan. Yunho heran ini sudah zaman modern tapi perihal tentang perjodohan ternyata masih ada. Well,ini sangat mengesalkan. Yunho bahkan harus meninggalkan pekerjaannya yang sudah menumpuk itu diatas meja. Kalau bukan ibunya ia tentu sangat malas sungguh.

Sekarang ia sedang disuguhkan dengan beberapa mangkuk berbagai macam isi dan berkuah. Seharusnya ia membawa Yoochun tadi,anak itu kan sangat suka makanan gratis. Mungkin ia bisa membungkusnya untuk diberikan pada Yoochun. Ide bagus.

Tuan muda Jung sepertinya sangat perhatian.

"Makanlah sayang" Nyonya Jung menyendokan kuah sup buatannya dan bersiap akan menyuapkan Yunho. Tapi ditolak oleh Yunho,Ummanya ini keterlaluan apa ia tidak lihat badannya sudah sebesar ini masih ingin menyuapinya. Mau ditaruh dimana wajahnya yang terkenal arogan ini jika ketahuan masih disuapi oleh ummanya.

"Aish umma aku sudah besar!" Geram Yunho,ia pun memasukan sendok itu cepat dengan wajah merengut.

"Nuna dan Jihye dimana?" Tanya Yunho membuka pembicaraan.

"Yun apa kau sudah menemukan calon?" Bukannya menjawab malah mempertanyakan hal lain.

Yunho tersedak dan menatap ummanya.

"Belum," Jawab Yunho singkat sambil terus menyuapkan masakan ummanya. Tak buruk juga rasanya dan ia malah ketagihan kkk.

"Aish sampai kapan kau akan melajang? Kau tahu putri teman umma ada yang menyukaimu"

"Ya hanya menyukai fisik dan uangku. Aku mencari pendamping yang tulus umma dan itu sulit" jelas Yunho sebal,selalu saja membahas tentang ini. Ia bosan dan merasa tersudut. Dan hatinya berkata jika Jaejoong lah jodohnya. Ya dalam mimpi.

"Jangan berbicara seperti itu"

"Sudahlah umma. Umma tak usah repot-repot mencarikanku seorang wanita,aku belum siap membina rumah tangga," Jelas Yunho yang hanya ditanggapi helaan nafas Nyonya Jung.

Sungguh. Ia menyukai seorang lelaki apakah ummanya akan menerima?

"Aku selesai. Tolong bungkuskan untuk Yoochun juga,Umma"

Nyonya Jung mengangguk dan berjalan kedapur,sedangkan Yunho membawa mangkuk bekas sup tadi ke tempat cuci piring. Mengusap bibir sexy-nya dengan selembar tisu dan berjalan menghampiri ummanya untuk mengambil bungkusan sup tadi. Nyonya Jung memberikan paperbag berisi sup itu kepada Yunho.

"Hati-hati dijalan,"

"Ya." Yunho mengecup pipi ummanya dan berlalu keluar,ia harus cepat-cepat ke kantor dan menyelasaikan semua kerjaan yang tertunda. Ia sangat malas jika nanti sampai lembur,perutnya kini sudah terisi penuh. Dan berharap ia bisa dengan semangat mengerjakannya.

Yunho keluar dari mobilnya langkah tegapnya melangkah kedalam kantor suara derap langkahnya sedikit keras mengalun didalam kantor. Ada beberapa karyawan yang menyapanya dan membungkuk hormat. Bahkan Hampir semua wanita yang bekerja disini menatap Yunho tanpa berkedip,oh ayolah siapa yang bisa menolak pesona Jung Yunho? Dengan wajah datar tanpa ekspresi pun Yunho terlihat tampan dan hot. Benar-benar idaman.

Yunho sedang berada didalam lift. Tujuan ia sekarang adalah ruangannya. Dilift ada seorang wanita yang awalnya Yunho berpikir jika wanita itu adalah karyawannya. Namun jika ditatap lebih detail sepertinya bukan. Mana mungkin seorang pegawai memakai dress selutut dengan perhiasan dimana-mana. Yunho tetap memasang wajah datarnya tanpa berniat membuka suara,ia memang orang yang irit bicara dan tidak terlalu suka bersosialisasi.

Wanita tersebut menoleh kearah Yunho. Awalnya Yunho tak peduli namun wanita itu memandang nya dengan tatapan menyebalkan. Wanita menatap Yunho dengan tatapan yang dibuat semenggoda dan semenarik mungkin. Yunho pun menatap balik wanita itu dengan tatapan tajamnya,ia tidak suka jika seseorang menatapnya dengan tatapan menggoda tapi pengecualian untuk Jaejoong akan dengan senang hati ia rela ditatap seperti itu oleh Jaejoong.

Yunho keluar dari lift. Ia berjalan menuju ruangan Yoochun sebentar untuk memberikan sup buatan ummanya tadi tetapi ada seseorang yang beraninya mencekal tanganmya. Yunho berbalik menatap orang yang memegang tangannya itu,wanita tadi.

"Kau kah Jung Yunho?"

Yunho diam. Mata musangnya memperhatikan wajah wanita itu. Bagaimana bisa ia tahu namanya?

"Perkenalkan. Aku Go Ah Ra" wanita itu mengulurkan tangannya didepan Yunho. Yunho sedikit ragu,namun ia pun membalas jabatan tangan wanita bernama Go Ah Ra ini.

"Ya aku Jung Yunho. Senang berkenalan denganmu" Sangat singkat,padat dan jelas. Sebenarnya sih Yunho biasa saja tidak terlalu senang bisa berkenalan dengan wanita ini. Tapi sebagai seorang pria sejati ia harus menghormati seorang wanita.

"Aku sibuk. Permisi" Yunho berlalu begitu saja dari hadapan Ahra.

Ahra tersenyum. Benar apa yang dikatakan ummanya jika Jung Yunho itu sangat tampan dan juga kaya raya. Bagaimanapun caranya ia harus membuat Yunho bertekuk lutut padanya ia harus rajin perawatan agar Yunho mau memandangnya lama-lama. dan sayangnya itu tidak mungkin. Yunho lebih dulu telah menetapkan isi hatinya pada seorang Kim Jaejoong. Kim Jaejoong istri orang lain.

.

.

.

Sekarang Jaejoong sedang berada didalam mobil bersama Changmin. Ia habis menjemput Changmin lalu mengajaknya pulang namun Changmin malah menyuruhnya berhenti sebentar direstoran. Jaejoong menuruti saja kemauan Changmin,bisa gawat jika nanti Changmin akan menangis dan Jaejoong pusing jika harus mendengar jeritan Changmin yang bisa membuat telinganya berdengung.

"Umma ayo kita duduk disitu" Changmin menarik ummanya ke meja yang berada diujung dekat jendela dan ya dekat tempat es krim.

Dasar,ia sangat tahu tabiat Changmin yang menyukai semua makanan. Ia memilih tempat ini agar ia bisa bulak-balik mengambil es krim sesukanya.

"Cepat pesan makananmu sayang. Jangan sampai kita pulang larut malam" Ujar Jaejoong. Ia harus mengirim pesan terlebih pada Siwon jika mereka sedang berada direstoran.

"Umma aku mau ini" tunjuknya pada salah satu gambar dan langsung dicatat oleh pelayan. "Ini juga umma! Dan ini 2 ne" ucapnya.

"Jangan banyak-banyak minnie,nanti tidak habis"

"Uhhh bukankah umma sendili yang selalu mengatakan pada Min makanlah yang banyak agal cepat besal."

Skakmat.

Jaejoong berasa sedang berbicara dengan orang dewasa,pintar sekali menjawab. Namun memang benar jika ia selalu mengatakan itu pada Changmin,benar-benar anak ini.

"Umma?"

"Hmm?"

Changmin mempoutkan bibirnya ketika ummanya malah sibuk dengan handphonenya. Padahal ia ingin bercerita.

"Umma!" Teriakan Changmin membuat seisi restoran menoleh. Lebih-lebih mereka mungkin akan heran jika ia seorang namja dipanggil umma.

"Kecilkan suaramu Changmin!"

"Huh umma saja yang tidak mendengal. Minnie ingin belcelita"

Jaejoong menaruh handphone nya dan menatap Changmin.

"Cerita apa?" Tanya Jaejoong yang mencondongkan badannya kearah Changmin siap mendengarkan ceritanya.

"Tadi Kyu bilang jika Min sangat tampan~ Min senang sekali" Hm. Jaejoong memutar bola matanya,dia kira apa ceritanya yang ia kira Changmin akan bercerita hal serius. Tapi ternyata hanya ini.

Jaejoong kembali menegakkan punggungnya. Dan menjawab Changmin sebal.

"Itu namanya bukan cerita Minnie" Jaejoong mencubit bibir Changmin lalu menariknya ke depan.

"Mm-mm.. Umma!"

Jaejoong tertawa ketika melihat wajah kesal Changmin,bibirnya pun memerah karena cubitannya. Ia ingin mencubitnya lagi tapi kekasih sejati Changmin datang.

"Yeay! Makanan datang~" seketika Changmin lupa dengan ceritanya. Makanan memang selalu mengalihkan perhatian Changmin.

Jaejoonh tidak jadi mencubitnya. Ia pun sibuk menyuapi Changmin. Changmin terus berceloteh padahal ia sedari tadi bilang jangan berbicara ketika makan. Tapi mirisnya itu hanya berlaku sebentar saja lalu Changmin memulai dongeng barunya.

"Umma ayo makan. Umma terlihat kulus" Changmin menghampiri Jaejoong dan menyuapkan nasi pada Jaejoong. Jaejoong terharu dibuatnya. Ia tersenyum dan terus memakan suapan Changmin.

.

.

.

Yunho masih berada diruangannya. Ia sedang merapihkan kertas-kertas penuh tulisan yang tak mungkin dimengerti orang biasa,harus berpendidikan dan mempunyai logika tinggi. Sebenarnya masih ada pekerjaan yang belum selesai tetapi Yunho sudah lelah dan merindukan suasana kamarnya. Ia akan langsung tidur dan terbangun setelahnya untuk melanjutkan kerjaannya.

Yoochun tiba-tiba masuk dan menghampiri Yunho dengan senyuman yang menurut dirinya manis. Yunho sudah tahu pasti Yoochun akan meminta sesuatu,terlihat dari senyumannya.

"Ada apa?"

"Antarkan aku pulang. Mobilku sedang dibawa si dungu Choi Seunhyun."

Nahkan,benar perkiraannya.

"Malas. Kau seperti seorang gadis perawan saja meminta diantar,kau pria Yoochun" Tolak Yunho tegas,sudah tahu ia baru akan pulang. Sudah dipastikan bukan jika ia lelah dan ingin istirahat. Mengemudi juga butuh tenaga,apalagi rumah Yoochun sangat berbanding terbalik dengan arah rumahnya.

Yoochun mencebir. Ia tak mungkin kan akan merengek-rengek pada Yunho? Ya itu memang memalukan.

"Aku pulang." Pamit Yunho

"Ck,kau tega sekali Yunho"

"Oh iya Yoochun. Selidiki seorang wanita bernama Go Ah Ra. Lalu setelahnya cari tahu kenapa wanita itu bisa datang kesini tanpa ada kepentingan sama sekali"

"Siapa itu Go Ah Ra?"

"Kau akan tahu jika sudah selesai menyelidikan"

Benar juga. Tidak ada gunanya ia bertanya.

Yoochun pulang terpaksa diantar supir taksi. Hah,uang kencannya berkurang. Yunho malas jika ia mengantarkan Yoochun karena memang arah jalan menuju rumahnya itu lawan arah dengan rumah Yunho dan Yunho tidak mau lama-lama didalam mobil.

Awas saja si Jung itu tega-teganya meninggalkannya dikantor sendirian. Salah kau sendiri Yoochun-ssi meminta sesuatu seenak jidat luasmu itu luasmu itu. Yunho mampir sebentar ke supermarket,ia akan membeli beberapa kaleng minuman untuk menemaninya begadang nanti. Beberapa cup ramen juga dibelinya,hanya tinggal menuangkan air panas dan bumbu tak sulit bukan?

Yunho langsung membayar dan melanjutkan perjalanannya menuju apartement. Ia tetap fokus dengan jalanan didepannya. Seharian ini ia belum melihat Jaejoong sama sekali ia ingin melihat tatapannya Jaejoong. Ah ia merindukan istri orang lain,bajingan.

.

.

.

Siwon sedang menunggu Jaejoong pulang sambil menonton televisi.

Ini sudah jam 8 malam,kenapa belum pulang juga? Siwon ingin berbicara sesuatu pada Jaejoong. Ya tentang jadwal pekerjaannya kini,ia berharap jika Jaejoong tidak marah nanti.

Tak lama suara pintu terbuka dengan teriakan bocah kecil. Siwon merindukan anaknya. Ia pun bangun langsung memeluk Changmin.

"Darimana saja hm? Kau malah meninggalkan Appa. Bukankah kita akan bermain bersama?" Tanya Siwon pada Changmin yang dibalas dengan kecupan singkat dipipinya.

"Mian appa,besok saja kita belmain. Ok?"

"Ok" Siwon mencium anaknya gemas,inilah anak pertama yang sangat dinanti-nantikan oleh Siwon dan Jaejoong. Kandungan Jaejoong sempat terancam gugur dulu karena memang Jaejoong adalah orang yang tak mau diam dan selalu meminta menemaninya pergi

Siwon menghampiri istrinya yang sedang duduk disofa,ia menurunkan Changmin dan mencium mesra istrinya.

"Aku kira kau kemana," Ujar Siwon.

"Ya kau mengira ku akan selingkuhkan Siwon?" Ketus Jaejoong.

"Tadinya,tapi sekarang tidak"

"Akan aku tendang kau berani menuduhku seperti itu"

Yaampun. Galak sekali bukan? Jaejoong menatap Siwon tajam. Tapi Siwon malah mengecupi bibirnya berkali-kali tak peduli jika Changmin masih ada disekitar mereka.

"Umma Min mau susu" Ucap Changmin sambil menarik-narik baju bagian bawah Jaejoong.

Jaejoong menoleh kearah Changmin.

"Masuklah kekamar duluan. Umma akan ganti baju sebentar" jawab Jaejoong sambil tersenyum.

Jaejoong masuk kekamar terlebih dahulu untuk berganti pakaian dengan baju tidur.

"Kembalilah kesini setelah Changmin tertidur. Aku ingin memberi tahu sesuatu sayang." Teriak Siwon ketika Jaejoong sedang berada didapur membuat sebotol susu untuk Changmin.

"Ya Siwonnie."

Jaejoong masuk kekamar Changmin dengan botol susu ditangannya. Ia pun ikut berbaring dan menyerahkan botol susu kearah Changmin.

"Umma aku ingin mendengar dongeng"

"Dongeng apa?"

"Pangeran kodok. Ayo umma bacakan" Jaejoong mengambil buku dongeng ia menyandarkan punggungnya dikepala ranjang. Mulai membacakan kalimat demi kalimat cerita tersebut,tangan yang satunya ia gunakan untuk mengusap kepala Changmin. Tak lama,hanya butuh selembar bacaan dongeng Changmin sudah tertidur. Changmin memang jika perutnya sudah kenyang pasti akan tertidur.

Jaejoong bangun dari tempat tidur Changmin. Menarik selimut dan menyelimuti putranya sampai dada. Lalu Mengecup kedua pipi Changmin. Sekarang ia akan menemui Siwon diruang tengah.

Jaejoong membuat minuman terlebih dahulu,ia pun menyerahkan mug nya kepada Siwon. Siwon tersenyum dan menepuk-nepuk tempat kosong yang disampingnya menyuruh untuk duduk.

"Kemarilah"

Jaejoong duduk disamping Siwon. Meminum minumannya sambil menatap Siwon.

"Kau ingin bicara apa?" Tanya Jaejoong. "Bicaralah," Jaejoong menyandarkan kepalanya didada bidang Siwon.

"Aku mendapatkan tugas," Kata Siwon.

"Tugas apa?"

"Aku terpilih sebagai pengajar calon pilot di Jepang,"

Siwon mulai menjelaskan intinya dan membuat Jaejoong langsung bangun dan menatap Siwon.

"Berapa lama?"

"Aku belum bisa memastikan. Ya kurang lebih 4-5 bulan" Jaejoong menaruh mug nya dimeja,ia menatap Siwon tak percaya.

"Apa kau gila?! Kau bahkan baru pulang SIWON!" Jaejoong sedikit berteriak. Ia bahkan baru bertemu Siwon 2 hari yang lalu dan kini Siwon harus pergi lagi. Jaejoong ingin menangis. Kenapa semakin lama Ia semakin susah bertemu dengan Siwon,padahal sebelum menikah ia masih bisa bertemu walau hanya seminggu sekali. Siwon masih mencintainya kan? Siwon tidak punya simpanan kan? Siwon hanya miliknya kan?

Jaejoong menangis "kenapa lama sekali hm?"

"Aku tak bisa menolak sayang. Karena ini berhubungan dengan negara lain. Maaf," Siwon memeluk Jaejoong. Mengusap sayang Jaejoong. Ia bisa saja menolaknya,tapi ia tahu jika konsekuensinya yang berat. Karena memang ia dipilih langsung oleh pihak Jepang.

"Kau tak sayang padaku hm? Kita bahkan baru bertemu sebentar" Jaejoong menangis pilu Siwon pun memeluk semakin erat. Ia merasa menjadi pengecut selalu membuat orang yang dicintainya menangis.

"Bukan begitu sayang. Bukan," Siwon meneteskan airmatanya.

"Maaf kan aku. Maaf"

Jaejoong mengusap air matanya,ia bangun dan berdiri dihadapan Siwon. "Pergi saja sana hiks,"

"Tidak usah kembali."

.

.

.

TBC

Halo salam kenal semuanya. Makasih banyak yang dichapter sebelumnya sudah voment🙏

Makasih juga yang udah kasih saran jadi makin semangat bikinnya. Makasih sekali lagi.

Segini aja ya chap 3 nya makin gaje kan-_-. Mungkin chap 4 akan update sedikit lebih lama karena sibuk Hahaha🔫

See you.

Thank You.