Hongbin shock. Ia tidak pernah melakukan itu bahkan melihat member seseorang saja tidak pernah. Hongbin benar-benar sangat lugu.
Ia merasa jijik membayangkan dirinya melakukan itu.
Hongbin merinding dan ia memejam matanya sambil menggeleng.
Ia bisa mencium aroma Wonshik.
"Nn...nnnnooo... aa.. aaaanngghhhh nnnggghhhhh"
Wonshik mendorong membernya ke mulut Hongbin tanpa aba-aba.
Ia mendorong dengan paksa dan membuat dirinya mengerang merasakan membernya hangat di mulut Hongbin.
Hongbin perlahan memejam matanya. Pikirannya mengatakan kalau ini tidak baik dan ia harus menghentikan ini segera dan pergi jauh dari Wonshik.
'Wait no. Aku terperangkap'
Wonshik mengerang kuat sambil terus memaksa Hongbin untuk melakukan blow job.
Hongbin merasa terangsang dan ia merintih. Ntah kenapa dia menikmati ini.
'Stop Hongbin! Stop!'
"Shhhhiiittt Binnie... whoooaaa... hmmmmmhhh... tha... that's right... yesss... good... uhhh ... unnnghhhhh... good boy..."
Wonshik mempercepat gerakannya dan menarik kuat rambut Hongbin.
Hongbin merasakan sakit di kepala dan tenggorokannya sekaligus ia merasa geli di tubuhnya terutama di membernya.
Hongbin merintih berbarengan dengan erangan Wonshik yang kuat saat Wonshik ejakulasi di mulutnya.
Hongbin dengan patuh menelan semua membuat Wonshik melihatnya dengan takjub.
Setelah selesai, Hongbin menjilat member Wonshik sampai tidak ada yang tertinggal.
Wonshik menatapnya dengan sangat takjub.
Lalu Hongbin menatap ke atas dengan wajah lugunya.
Wonshik membungkuk dan berbisik ke wajahnya.
"So, you are such a bad bad bad boy... Binnie..." lalu ia tertawa mengejek.
Hongbin merinding mendengar suara Wonshik yang dalam.
Wonshik menyuruh Hongbin pergi, ia memberi Hongbin kunci sekolah.
"Kembalikan padaku besok!"
Hongbin menatapnya dengan wajah sedih.
"Sorry Binnie... aku sibuk hari ini!" Lalu Wonshik pergi meninggalkan Hongbin.
Hongbin tidak percaya ini.
Dia sekarang berbaring di tempat tidur Wonshik. Ia telah memberitahu orang tuanya kalau dia nginap di rumah temannya.
Ia menunggu Wonshik sampai ia tertidur.
Wonshik masuk ke kamarnya dengan seragam yang kusut. Rambutnya juga acak-acakan. Nafasnya bau beer dan tubuhnya bau parfum.
Ia terkejut saat masuk melihat Hongbin yang tidur di tempat tidurnya.
Wonshik melepas sepatu dan mencampakkan seragamnya. Ia menghampiri Hongbin dengan bertelanjang dada.
Ia duduk di samping Hongbin sambil menatap Hongbin. Mulut Wonshik membentuk senyum kecil.
'Cute'
Jarinya menelusuri wajah Hongbin hingga sampai ke bibir Hongbin. Ia teringat yang dilakukan mulut Hongbin tadi sore.
Hongbin bergerak pelan dan membuka matanya.
Hongbin terkejut dan ia spontan duduk.
Ia melihat Wonshik tanpa baju dan pipinya memerah.
"Aku menyuruhmu pulang kan?"
Hongbin gugup.
"Umm... yyea... aku... tadi lelah dan ... uhh... aku... aku pulang"
Hongbin segera berdiri tapi Wonshik menariknya lagi dan ia membungkuk ke Hongbin dengan kedua tangan Hongbin dipegangnya erat di atas kepala Hongbin.
Jantung Hongbin langsung berdegup kencang. Ia tak kuat melihat tatapan Wonshik yang seolah-olah menelanjanginya.
"Aku rasa kau memang ingin bersamaku..." Wonshik memiringkan kepalanya dan mendekati bibir Hongbin.
Mereka bisa merasakan nafas mereka dan membuat Hongbin lemas. Untung saja mereka tidak berdiri, kalau tidak Hongbin bisa saja jatuh.
Wonshik dengan lembut mengelus tangan Hongbin dengan jarinya.
"Tell me Binnie... tell me... you want me..."
Pandangan Hongbin fokus ke mulut Wonshik.
"Admit it! That you want my cock! In your filthy mouth..."
Salah satu tangan Wonshik membuka mulut Hongbin dan memasukkan satu jarinya.
Hongbin dengan patuh mengisapnya dan ia menatap Wonshik dengan mata lugunya.
Wonshik menatap mulut Hongbin yang sangat sexy. Lalu ia menarik kembali jarinya dan membuat Hongbin cemberut.
Tangannya turun ke bawah, ke atas gundukan di celana Hongbin dan mengelusnya pelan, lalu ke belakang, ke lubang Hongbin.
"Oooorrr... you want me... inside... you... hmm? You want me to fuck you? Hmmm...?"
Ia menantang Hongbin dengan nada suaranya yang berat dan parau.
Hongbin langsung memejam matanya dan merintih pelan. Badannya sedikit melengkung ke atas.
Hongbin membayangkan dirinya dengan Wonshik ...
"Uuhhh..."
'Nno! No ssstop Hongbin! Stop! Wonshik... jauhi Wonshik! Bbbut...'
"Aaahhh" erangnya pelan saat Wonshik memegang member Hongbin.
Hongbin menatapnya bingung. Ia bahkan tidak sadar kalau Wonshik sudah menurunkan celananya dan sekarang Wonshik menarik celanannya dan boxernya. Dan dia... membernya berdiri tegak menyentuh perut Wonshik.
Wonshik menatapnya dengan tatapan berat. Wonshik menjilat bibirnya melihat member Hongbin.
Hongbin mencoba menutup membernya tapi Wonshik menampar dan menyingkirkan tangan Hongbin.
"Ah! No please... nnno!... Aaaaaannnggfhhh..."
Hongbin berteriak kuat sambil menarik seprai Wonshik. Hongbin mengigit bibirnya agar ia tidak bising.
Ini pertama kalinya ia merasakan sensasi ini. Ia melihat ke bawah dan..
"Ooohhh Ggggodddddddddddd... aaahhh mmmmffff"
Wonshik memblow job Hongbin dengan mulutnya yang sudah berpengalaman. Ia membuat Hongbin berteriak kuat. Ia yakin, Hongbin belum pernah seperti ini. Itu membuatnya merasa puas. Ia melirik Hongbin yang sedang mengerutkan dahinya, mata yang terpejam kuat, bibirnya...
'Hmm... sexy...' pikirnya.
Ia lalu mencium mulut Hongbin dengan nafsu. Membuat Hongbin terkejut dan mengerang di mulutnya.
Wonshik mencium Hongbin sambil memompa member Hongbin dengan tangannya. Ia mempercepat gerakannya.
Hongbin tidak berhenti mengerang dengan mata yang terpejam. Hingga Hongbin mengerang sangat kuat bersamaan dengan ejakulasinya.
Wonshik tidak tahan mendengar erangan Hongbin hingga ia menggigit bibir Hongbin.
Air mani Hongbin berserakan ke perutnya dan perut Wonshik.
Wonshik belum melepas ciumannya. Ia masih mencium Hongbin dengan lembut sekarang. Hingga ia tidak merasakan mulut Hongbin membalas ciumannya.
Ia lalu menatap Hongbin yang tertidur dengan mulut yang sedikit terbuka.
Wonshik tertawa pelan.
"Tidur?"
Jawabnnya disambut oleh nafas Hongbin yang terdengar teratur dan pelan.
Wonshik lalu berdiri dan mengambil tisu. Lalu ia membersihkan perutnya dan perut Hongbin juga member Hongbin. Setelah itu, ia membuka celananya dan hanya dengan boxernya.
Wonshik naik ke tempat tidur, dan mengambil posisi di samping Hongbin. Ia lalu menyelimuti mereka berdua, dan Wonshik tidur dengan tangannya melingkar di pinggang Hongbin.
Wonshik tersenyum lebar.
Dia benci dengan kata cinta.
Dia tidak mungkin mencintai Hongbin.
Hongbin si lugu.
Dia juga tidak suka memiliki teman ataupun memiliki hubungan.
Tapi ia merasa nyaman di dekat Hongbin.
Ia merasa dirinya tertarik oleh Hongbin.
Dan ia membiarkan dirinya tertarik oleh Hongbin.
