Hongbin mulai gelisah. Suara-suara itu membuat Hongbin terangsang. Ia melirik ke Wonshik dengan hati-hati. Ia melihat Wonshik menonton dengan santai, ia meminum spritenya dan makan kacang. Seolah-olah ia sedang menonton film action di bioskop.

'How can he... omg! Pasti dia sering... ohhhhh God!'

Hongbin mengipas-ngipas wajahnya. Ia merasa "hot". "Hot" luar dalam.

Wonshik tertawa mengejek.

"Kau boleh lepas pakaianmu. Kalau kau mau!" Ia memakan kacang sambil melihat Hongbin dan menyunggingkan senyum nakalnya.

Mata Hongbin langsung membelalak menatap Wonshik. Wajahnya memerah.

Wonshik tertawa kuat.

Hongbin dengan kesal mengambil sprite nya dan meminumnya.

Wonshik menguatkan volume film itu.

Hongbin tersedak dan Wonshik tertawa kuat melihat Hongbin.

Hongbin mencoba mengambil remote tv tapi Wonshik dengan cepat mengambilnya dan mengangkatnya setinggi mungkin hingga Hongbin tidak dapat mengambilnya.

Hongbin menatapnya dengan kesal. Lalu ia mencoba meraih remote itu tapi Wonshik dengan cepat menyembunyikan remote itu di belakang punggungnya, sehingga Hongbin reflex memeluk Wonshik.

Wonshik sudah merencanakan ini dan ia langsung mendorong tubuh Hongbin di sofa, dan ia di atas Hongbin. Hongbin shock dan makin shock saat bibir Wonshik menciumnya dengan ganas.

Hongbin merintih. Suara rintihan dari film itu semakin membuat Hongbin terangsang.

Wonshik menggesekkan tubuhnya ke Hongbin dan keduanya mengerang.

Tangan Wonshik masuk ke dalam sweaternya dan mengelus perut Hongbin. Hongbin merintih lagi. Wonshik menyukai suara Hongbin seperti itu. Lalu tangannya menarik sweater Hongbin dari tubuhnya.

Hongbin menggigit bibirnya. Ia tidak pernah seperti ini. Hongbin segera menutup dadanya dengan tangannya.

Wonshik juga melepas kaosnya dan ia tersenyum nakal pada Hongbin.

Dengan pelan ia menarik tangan Hongbin, dan Hongbin membuang muka ke arah tv Wonshik.

"Kau suka filmnya?"

Hongbin kaget dan hanya diam, pandangannya fokus ke tv. Ia melihat adegan di film itu.

"You want that, Binnie? I can do that to you... now... Bin-ah..." bisik Wonshik dengan menggoda.

Hongbin memejam matanya dan ia gemetaran.

'Oh Hongbin stop! Kau harus keluar! Sekaraaaangg!

"Nnghhhhh" rintih Hongbin.

Wonshik menjilat telinga Hongbin dan menggigitnya pelan, lalu lidahnya menelusuri leher Hongbin, membuat rintihan Hongbin semakin kuat.

Wonshik tau kalau Hongbin tak berdaya dibuatnya. Ia tak pernah menyetubuhi laki-laki sebelumnya. Apalagi bersama dengan orang yang tidak berpengalaman alias masih lugu. Tapi ntah kenapa dia tertarik dengan Hongbin sejak pertama kali ia melihatnya. Hongbin dengan mata yang besar dan bulat, bibir pink yang sexy dan sinis, pipi yang memerah setiap Wonshik melihatnya, gerakan yang canggung. Ooh betapa Wonshik menyukai semua tentang Hongbin. Ia tak peduli kata-kata ayahnya. Dia juga tidak bermaksud mendekati Hongbin tapi, Hongbinlah yang mendekati dirinya dan dia kehilangan kontrol. Awalnya dia ingin membuat Hongbin takut padanya agar Hongbin tidak mendekatinya, tapi... sekarang ia malah ingin Hongbin terus bersamanya.

Wonshik mulai menurunkan celana Hongbin. Ia mengira Hongbin akan menahan tangannya. Tapi Hongbin malah merintih kuat dan membantu Wonshik melepas celananya. Wonshik menaikkan alisnya tapi ia merasa... senang.

Tangan Hongbin mulai menarik celana Wonshik. Dengan pelan ia menurunkan celana Wonshik dan ia menatap Wonshik dengan menggoda.

"You are so bad Binnie..."

Hongbin menjawabnya dengan rintihan pelan.

"Only bad... for you... Shikie" bisik Hongbin.

Wonshik merasa lemas, ia menyukai nama "pet" nya di mulut Hongbin.

Mereka kini tanpa busana, di kamar Wonshik yang remang-remang, dan ditemani suara-suara erangan dan rintihan dari film.

Itu membuat Hongbin semakin terangsang.

Tangan Hongbin yang nakal mulai memompa membernya sendiri. Ia menatap Wonshik dengan wajah mesum dan ia merintih, menggoda Wonshik untuk menyentuhnya.

Wonshik melihat Hongbin dengan takjub, senyum nakal di bibirnya, dan ia mulai merasa terangsang melihat Hongbin di bawahnya, mengundang dirinya untuk melakukan hal yang seharusnya ia tidak lakukan ke Hongbin.

Hongbin semakin mengeluarkan suara erangan yang kuat.

Hongbin benar-benar sangat terangsang.

Gerakan tangan Hongbin semakin cepat. Ia menggigit bibirnya kuat sangat berharap Wonshik menyentuhnya.

Wonshik sangat terangsang sekarang melihat Hongbin. Dia tidak terangsang melihat film itu, tapi Hongbin lah yang membuatnya terangsang.

Hongbin mulai menggeliat. Ia tak tahan lagi. Mendengar suara dari film itu, melihat Wonshik yang tersenyum nakal, dan..

'Oh God! This is feel so good... '

"Aaaahhh... unggg Wonshik-aaaaaahhhh... ssss ple please..."

Ia semakin mempercepat gerakannya, tapi ia tidak ingin ejakulasi sebelum Wonshik menyentuhnya. Tapi dia... benar-benar hilang kontrol.

"Please what Binnie?" Bisik Wonshik dengan nada menggoda

"Uuunnnhhhhh pleeeasse"

"What Binnie? Tell me..."

"... aaaaahh... Shikk-aaaaahhhhh... ooohhh ffffuckk meeeee"

Hongbin mencoba menahan dirinya.

Wonshik menarik tangan Hongbin dan membuat Hongbin merengek. Ia menumpahkan sprite di jarinya lalu memasukkan 3 jari ke lubang Hongbin.

"AAAAAHHHHHHHHHHHH SSSHIIIKKKKIIEEEE ... HHHHUUURRRRTTTTT... AAAAHHHH" Hongbin menggeliat dan memejam matanya erat di bawah Wonshik.

Wonshik berbisik ke telinganya dan mengecup wajah Hongbin.

"Relax baby... relax... look at me babe..."

Hongbin perlahan menatap Wonshik yang tersenyum dan membuat Hongbin sedikit tenang.

Wonshik.

Ketika Hongbin mulai relax dan ia kembali merintih..

"Uhhh Shikie... please... nowww" kata Hongbin dengan nada tinggi.

"So impatient Binnie..." ejek Wonshik.

Wonshik mengeluarkan jarinya lalu menumpahkan sprite itu lagi ke membernya. Wonshik mengerang merasakan sensasi sprite di membernya.

Hongbin semakin bergairah. Ia tidak pernah seperti ini, ia tidak pernah bergairah seperti ini. Ia tidak percaya kalau seks pertamanya dengan seorang laki-laki. Tapi, ia sangat inginkan laki-laki itu sekarang!

Wonshik mulai menyentuh lubang Hongbin dengan membernya. Ia mengunci tatapannya dengan Hongbin. Hongbin menatap member Wonshik lalu ke Wonshik dengan sedikit takut.

"You sure Binnie...?" Tanyanya dengan alis yang terangkat dan sedikit khawatir.

'Wait! Kenapa harus khawatir! Aku tidak pernah khawatir!' pikir Wonshik.

Hongbin mengangguk dengan antusias sambil menggigit bibirnya.

"Good... because I will fucccckkk yoouuu HAAARDDDD!"

Wonshik mendorong membernya dengan kuat dan dalam hingga Hongbin merintih kuat dan ia memejam matanya, merasakan sensasi yang belum pernah ia rasakan.

Wonshik mengerang,

'Fuck! So tight! I caannn'ttt!'

Wonshik memejam matanya dan mulutnya yang terbuka menikmati sensasinya.

Hongbin merintih kuat, ia mencengkeram kuat lengan Wonshik.

Wonshik masih tidak bergerak. Ia tidak bisa bergerak dengan lubang Hongbin yang sangat ketat.

'Dia benar-benar masih perawan'

Wonshik tersenyum puas memikirkan kalau dialah yang pertama bagi Hongbin.

"Sshikie... uhhhh... pleaseeeee..."

Hongbin melingkarkan lengannya ke leher Wonshik dan melingkarkan kakinya di pinggang Wonshik.

Film porno pun terlupakan.

Wonshik memegang lengan sofa dan mulai menggerakan membernya.

Perlahan.

Keduanya mengerang.

Perlahan lagi.

Wonshik menatap Hongbin dengan takjub. Hongbin sangat indah seperti ini.

Ia mulai mempercepat gerakannya hingga dengan brutal.

Hongbin tidak berhenti mengerang kuat, memanggil nama Wonshik.

Wonshik menggeram dan ia benar-benar menyetubuhi Hongbin dengan kuat, ia terus mengenai spot yang membuat Hongbin semakin kuat.

"OOOHH YESSSS TTTHEREEE... AAAHHHH AAHHH SSSSHIKIIEEE.. YYYEEESSS"

Hongbin memejam matanya dan ia merasakan tangan Wonshik mulai memompa membernya.

Hongbin semakin tak tahan.

"You ... wanna ... cum? ... Cccome for me... Biinnnieee.."

Hongbin berteriak nama Wonshik dengan kuat dan Hongbin ejakulasi.

Wonshik mengerang kuat mengikuti Hongbin.

Keduanya terengah-engah dan Wonshik jatuh di atas tubuh Hongbin.

Hongbin refleks memeluk tubuh Wonshik, menghirup aroma seks di tubuh Wonshik. Dan ia tertidur.