Wonshik membawa Hongbin ke kamar mandinya yang super mewah. Hongbin melihat ke sekelilingnya. Wonshik menghidupkan kran di bathtubnya. Ia juga menuangkan suatu cairan, mungkin bubble?

Ada bathtub yang bulat, shower yang sekitarnya berdinding kaca, wastafel lengkap dengan hiasannya, dan cermin.

Well, dinding kamar mandinya... cermin?

'Wow'

Hongbin bisa melihat dirinya digendong Wonshik. Ia juga melihat...

Ummm bokong Wonshik..

Pipi Hongbin memerah dan ia kembali membenamkan wajahnya di leher Wonshik.

Wonshik menurunkan Hongbin dan membuat membernya keluar dari Hongbin. Keduanya merintih. Hongbin memegang lengan Wonshik agar ia tidak jatuh.

Wonshik berbisik pada Hongbin sambil menarik pinggul Hongbin.

"Kau dihukum Bad Binnie... sekarang... berlutut!"

Hongbin patuh. Ia menatap Wonshik dengan matanya yang besar.

Wonshik menyisir rambut Hongbin dengan jarinya lalu menariknya kuat.

Wonshik menyodorkan membernya ke mulut Hongbin.

"Bersihkan ini di mulutmu Binnie"

Hongbin patuh.

"Oohhh shiiittttt!" Erang Wonshik sambil menarik kuat rambut Hongbin.

Hongbin mengisap member Wonshik seperti ia mengisap lolipop. Hongbin dengan mata yang terpejam, dimples di pipinya, bibirnya yang pink...

"Uuuuhhhhh Binnie..."

Hongbin membuat Wonshik tak berdaya. Wonshik terus memanggil nama Hongbin dan ia mengerang sangat kuat. Hingga akhirnya Hongbin menelan semua air mani Wonshik.

Setelah memastikan tidak ada yang tertinggal, Hongbin menatap Wonshik dengan senyum lebar.

Wonshik membantu Hongbin berdiri lalu menyuruhnya masuk ke bathtub.

Wonshik mematikan keran bathtub. Dan ia melihat Hongbin yang berteriak kegirangan memainkan bubble di sekelilingnya.

Wonshik tertawa.

Ia lalu masuk mengikuti Hongbin.

Wonshik hendak mendekati Hongbin dari belakang.

Hongbin menjauhi Wonshik dan memercikkan bubble ke Wonshik.

"No no no! Jangan dekati aku Shikieee" jerit Hongbin dengan nada tinggi.

Wonshik menantang Hongbin.

"Wae? Hukumanmu belum selesai!"

Hongbin gemetaran mendengar jawaban Wonshik. Ia mengumpulkan bubble di sekelilingnya berharap bubble itu bisa menutupi dirinya.

"Ooh noooo..."

Wonshik menenggelamkan dirinya dan menikmati air hangat yang menenangkan ototnya. Lalu ia menarik kaki Hongbin dari bawah dan ia mendengar jeritan Hongbin.

Hongbin menyepak kakinya dan membuat Wonshik muncul di depannya.

Wajah Wonshik, rambut Wonshik yang basah membuat Hongbin lemas.

'Sexy...'

Wonshik mengambil kesempatan itu dengan menarik Hongbin ke arahnya dan membuat Hongbin menungganginya.

Wonshik tersenyum nakal. Ia meletakkan kedua tangannya di bokong Hongbin.

"Binnie...? Ready?"

Mata Hongbin terbelalak dan ia baru sadar kalau Wonshik akan ...

"Wait wwaiiiiiiitttt aaaaaaaahhhhh"

"Aaaaaahhhh"

Keduanya merintih kuat.

Kepala Hongbin bersandar lemas di pundak Wonshik.

"Ride my cock Hongbin-ah!" Bisik Wonshik sambil mencubit pelan bokong Hongbin.

Hongbin patuh. Ia berdiri tegak dengan kedua tangannya bertumpu pada pundak Wonshik. Ia menatap Wonshik dengan tatapan mesum. Ia mulai bergerak naik-turun dan mengeluarkan suara-suara yang membuat Wonshik gila.

Hingga saat klimaks, tangan Wonshik memompa member Hongbin.

"Uuuhh.. Shikkk... i wanna cum..." bisik Hongbin dengan suara serak.

"Then cum... here... let's make this bathtub dirty!" Bisiknya.

Dan Hongbin pun ejakulasi diikuti Wonshik.

"Binnie... kau benar-benar bad huh? Hukumanmu belum selesai Binnie"

Hongbin menatapnya dengan shock.

"Tttapi..."

"Nuh uh!"

Wonshik membantu Hongbin berdiri dan menggendongnya ke bawah shower.

Wonshik menghidupkan showernya.

Hongbin berpegangan pada dinding kaca di depannya. Dan ia menengadahkan kepalanya ke belakang. Menikmati air dingin dari shower itu.

Tangan Wonshik memegang pinggul Hongbin pelan. Kakinya melebarkan kaki Hongbin.

"AAAHHH WON...SSSHHIIIKKKKKK AAAAHHHHHHHH"

Tanpa aba-aba Wonshik mendorong membernya (lagi) ke lubang Hongbin.

Ia menyetubuhi Hongbin dengan brutal. Hongbin merasakan sakit tapi ia menikmatinya.

Sesekali Hongbin menengadahkan kepalanya ke belakang dan Wonshik dengan brutal menarik rambutnya dan mencium mulutnya dengan nafsu.

Hingga akhirnya, Hongbin gemetaran. Wonshik mengeluarkan membernya dan membersihkan tubuhnya dan tubuh Hongbin di bawah shower.

Wonshik memeluk Hongbin agar ia tidak jatuh.

Hongbin tertidur di pelukan Wonshik.

Wonshik mencium keningnya dan mematikan shower. Lalu ia mengeringkan tubuh mereka dengan handuk.

Ia lalu menggendong Hongbin ke tempat tidurnya dan menyelimuti mereka berdua.

Ia memeluk Hongbin dan mengecup kening Hongbin.

Ia menatap Hongbin dengan lembut sambil mengelus wajah Hongbin.

'I think i'm in love with you...'

Wonshik tertawa pelan lalu ia mengecup Hongbin untuk terakhir kalinya dan ia tertidur.

Paginya, Hongbin terbangun di pelukan Wonshik.

"Morning Binnie..." bisik Wonshik sambil menatapnya dengan senyum lebar.

"Uhh... Wonshik? Kau sudah bangun..."

"Yeah... sudah dari 1 jam yang lalu."

Hongbin mengucek matanya.

"Umm.."

Hongbin menguap dan merentangkan tangan dan kakinya.

"Wonshik... kau punya seragam lebih kan?"

"Hmm yeah"

Hongbin menatapnya bingung.

"Bukankah semalam kau bilang..."

Wonshik tersenyum lebar.

"Aku bohong... hehe"

Hongbin menatapnya geram dan mulai memukuli lengan Wonshik.

Wonshik hanya tertawa lalu menangkap tangan Hongbin, lalu menahannya di atas kepala Hongbin.

Wonshik tersenyum nakal melihat Hongbin yang menatapnya kaget.

"Shower? Atau bathtub?"

Mata Hongbin membelalak.

"N.. no! Kita mau sekolah Wonshik.. please uh no seks... uh mungkin shower lebih hemat waktu."

"Fine"

Wonshik mengangkat bahunya lalu menggendong Hongbin ke kamar mandi.

Wonshik menghidupkan shower dan menatap tubuh Hongbin. Hongbin mundur hingga punggungnya ke dinding kaca.

"Don't! You! Dare!"

Wonshik menarik tangan Hongbin ke tubuhnya. Ia lalu mengambil shower puff dan menuangkan sabun. Hongbin sedikit relaks.

Wonshik menyabuni tubuh Hongbin dengan lembut. Ia melihat Hongbin yang perlahan menutup matanya dan menengadahkan kepalanya.

Wonshik terangsang melihat Hongbin.

Perlahan ia membalikkan tubuh Hongbin lalu dengan cepat menekannya ke dinding dan ia mengangkat satu kaki Hongbin, dan ia mendorong membernya masuk ke Hongbin dan bergerak tanpa ampun.

"Whaatt ar... AAAAAHHHHH NNOOOOOOO... SSHIKK... SSTOP... URRRRGHHH... I... HHATEE... AAAAAHHH... MMMMMMHHHH... YYYEEESSSS"

Hongbin mulai menikmati sensasinya. Matanya terpejam dan mulut yang terbuka. Tangannya mencari-cari untuk pegangan.

Wonshik mengerang di telinga Hongbin, membuat Hongbin terangsang.

Dinding kaca itu pun berembun akibat nafas mereka.

Suara rintihan dan erangan memenuhi ruangan.

Hongbin tidak bisa berpikir, ia sangat terangsang. Ia memompa membernya sendiri dan menyandarkan dirinya ke tubuh Wonshik.

Wonshik berbisik dengan suara dalamnya.

"Fuck Hongbin... aku... aaaahh... gak bisa... sssshit... shiiiitttt... Binnie... i wanna cum... cummm babe... babeeee..."

Wonshik memompa member Hongbin dan keduanya mengerang kuat dan ejakulasi bersama.

Wonshik lalu menarik Hongbin ke bawah shower dan ia mulai membersihkan mereka berdua lagi.

Setelah selesai berpakaian, Wonshik menggendong Hongbin ke ruang makan untuk sarapan.

"Woaaahh..." Mrs Kim menatap mereka berdua dengan wajah yang ceria.

Hongbin malu dan ia mencoba turun.

Wonshik menahannya dengan kuat hingga ia mendudukkan Hongbin di kursi.

"Morning Mom" sapa Wonshik dan mencium pipi Mrs Kim.

"Hmm... are you guys... dating?" Tanyanya sambil menatap mereka dengan curiga.

Hongbin semakin tersipu malu.

Wonshik tersenyum lebar.

Mrs Kim terlihat senang.

"I'm okay Hongbin. I'm happy too..." Mrs Kim tersenyum lembut dan ia menatap Wonshik dengan tegas.

"But Wonshik! Don't hurt his feelings!"

Wonshik membuat gerakan hormat pada Mrs Kim dan tersenyum lebar.

Setelah selesai, Wonshik menggendong Hongbin lagi dna membuat Mrs Kim tertawa bahagia.

Sampai di mobil...

"Please stop menggendongku Wonshik!"

"Wae? We are newlywed!" Jawabnya santai.

Hongbin shock dan memukuli bahu Wonshik.

Wonshik tertawa kuat.

"Okay okay okaaaay"

Hongbin duduk tenang di bangkunya dan melihat ke jendela. Ia tersenyum sendiri memikirkan kata 'newlywed'.