Setelah sampai di sekolah.

Wonshik membukakan pintu untuk Hongbin lalu melingkarkan tangannya ke pinggang Hongbin.

Hongbin mencoba menjauhi Wonshik.

"Ahh..." Hongbin sedikit membungkuk.

"Sakit?"

Hongbin menatap Wonshik dengan jengkel.

"Ini salahmu!"

Wonshik tersenyum mengejek dan mengedipkan matanya.

"Yeaaah.. tapi aku lihat kau menikmatinya dan kau juga tidak protes. Yang kau lakukan hanya diam dan mengeluarkan suara 'aaah aaahh Won-"

Hongbin menutup mulut Wonshik dengan tangannya dan menatapnya marah.

Wonshik menggumam tidak jelas di tangan Hongbin.

"Kita di sekolah Wonshik!"

Lalu ia pergi meninggalkan Wonshik dan berjalan aneh ke kelas mereka.

Wonshik tertawa melihat cara berjalan Hongbin.

Ketika Hongbin masuk ke kelas..

"Oohh Hongbinnieee... my Hongbin-ah... what? What happened?..." Hakyeon langsung memeluk Hongbin dan ia menatapnya dengan khawatir.

"Aku baik-baik saja"

"Wonshik... kau bersamanya kan? Apa dia menyakitimu? Dia melukaimu? Dia memukulmu? Katakan Hongbin! Cepat!"

Hongbin tertawa mendengar Hakyeon seperti ini.

"Aku bilang aku baik-baik saja Hakyeon..."

"Katakan saja Hongbin! Kami sangat khawatir!" Jaehwan bergabung dan memeluk mereka berdua.

"Ehm.. dia baik-baik saja. Aku mengurusnya dengan baik." Kata Wonshik dan menatap mereka dengan tatapan malasnya.

Hakyeon menatap Wonshik dengan jijik.

Wonshik tersenyum mengejek dan pergi ke kursinya.

"Beritahu kami jika terjadi sesuatu Hongbin. Kami akan menjagamu sekarang. Aku tidak percaya dengannya. Lihatlah dia tadi! Aku benar-benar geram." Bisik Hakyeon.

Jaehwan melirik ke belakang lalu menatap Hongbin dengan serius.

"Hongbinnnie... aku peringatkan kau jangan dekati anak itu lagi. Dia berbahaya... kami tidak ingin... uhh.. sesuatu terjadi padamu. Lihatlah! Tak ada yang berani mendekatinya. Dia menyendiri. Kenapa? Karena dia berbahaya. Tidak baik untuk orang sepertimu"

Hongbin teringat momennya bersama Wonshik. Dan ia tidak ingat kapan Wonshik memperlakukannya dengan tidak baik.

'Umm.. but... we're just having sex... and have fun'

Hongbin tersenyum pada dua temannya itu.

"Fine... kami hanya mengerjakan makalah kok. Aku janji akan menjaga diriku. Aku janji!"

Hakyeon mengelus punggung Hongbin.

"Fine... okay.. mari kita duduk, sebentar lagi bel."

Mereka pun bubar dan Hongbin menuju mejanya. Ia melihat Wonshik sedang mengotak-atik hpnya.

Hongbin duduk dengan pelan.

Ia menatap Wonshik.

"Wonshik?"

"Hmm?" Pandangan Wonshik tetap ke hpnya.

'Aneh... sebentar baik, sebentar cuek!'

Sebelum Hongbin berbicara, bel pun berbunyi.

Bel pulang sekolah berbunyi dan Hongbin dengan raut wajah yang sedih mulai merapikan barang-barangnya.

Pikiran Hongbin tidak fokus sejak bel istirahat pertama tadi. Karena Wonshik langsung pergi meninggalkannya tanpa sepatah kata. Hingga sekarang Wonshik juga tidak kembali ke kelas.

Jaehwan dengan ceria menghampiri Hongbin.

"Hongbinnnnnnniiiiieeeee... kami berencana makan es krim. Kau mau ikut? Ikutlah... pleasee... pweaaaaseee..." Jaehwan memasang muka imutnya dan tangan yang disatukan.

"Ayolah Hongbin.. setelah itu kami akan mengerjakan makalah. Kau boleh ikut kami kok..." kata Hakyeon sambil duduk di meja Hongbin.

Jaehwan masih dengan wajah puppy nya mengangguk antusias.

Hongbin tersenyum pada mereka. Setidaknya dia bisa melupakan Wonshik sebentar.

"Okaay..."

"YAY! Let's Go Go!" Sahut Jaehwan dengan semangat.

Hongbin berdiri dan mulai berjalan.

"Uh.. Bin-ah? Kau baik-baik saja? Jalanmu... terlihat aneh... apa kau jatuh?" Tanya Hakyeon dengan penuh perhatian.

Wajah Hongbin pucat, ia panik.

"Hongbin? Kau baik-baik saja? Kenapa kau tegang seperti itu?" Tanya Jaehwan.

"Uhhh.. yaaa.. aku terjatuh tadi pagi..."

"Kau yakin kau okay? Kita bi-"

"Iya aku... ayolah aku lapar. Nanti juga sembuh sendiri."

Hakyeon menatap Hongbin dengan curiga tapi ia mengangkat bahunya dan tersenyum.

Mereka pun makan es krim dan terimakasih kepada Jaehwan yang membuat suasana kafe menjadi bising, dan membuat Hongbin tertawa kuat. Hakyeon juga ikut meramaikan suasana.

Hingga hari sudah mulai malam.

"Hongbin... aku akan menginap di rumah Hakyeon... kau ikut? Kita bisa mengerjakan makalah bersama.. jangan khawatir, kami akan bantu."

"Aah.. no.. aku pulang ke rumah saja. Soalnya aku uda lama gak pulang." Jawabnya sambil tersenyum.

"Udah lama gak pulang?" Tanya Hakyeon yang menatapnya curiga.

Hongbin panik lagi.

"Aah bukan... maksudku, ini sudah hampir malam dan aku takut orang tuaku khawatir."

"Ooh okeeyy..." jawab Jaehwan.

Hakyeon hanya menatap Hongbin dengan curiga.

"Okay kalau gitu.. tapi Hongbin, kau harus menginap di rumahku weekend ini!"

Hongbin mengangguk lalu ia pamit pada mereka.

Sampai di rumah.

Orang tua Hongbin menyerangnya dengan beberapa pertanyaan. Dan Hongbin menjawab pertanyaan mereka

"Ma, aku baik-baik saja"

"Ya, kami hanya belajar bersama"

"Kami ada tugas kelompok"

"Aku meminjam seragam mereka"

"Mereka teman-teman yang baik. Jangan khawatir."

"Iya kami memang benar-benar belajar"

Dan Hongbin langsung ke kamarnya dan mengunci dirinya.

Ia berbaring di tempat tidurnya dan menghela nafas yang panjang.

'Wonshik... kemana dia?'

Hongbin cemberut.

'Aaarghh ngapain mikirin dia sih?!'

Hongbin mengusap wajahnya dengan frustasi lalu ia pergi mandi.

Hongbin sedang melanjutkan makalah mereka. Lalu ia teringat pada Wonshik lagi.

'Hmmm... dia sedang apa?'

Hongbin mengambil hpnya dan menulis pesan. Tapi ia berhenti, ia memukul keningnya.

'Bodoh! Kenapa tidak minta no hpnya! Aaiisshh Hongbiinn!'

Dengan jengkel ia melanjutkan makalah mereka sampai selesai.

Keesokan harinya...

Hongbin berjalan ke kelasnya bersama dengan Jaehwan dan Hakyeon. Mereka bertemu di gerbang sekolah.

Saat sampai di kelas, saat itu sudah mulai ramai. Anak lain menyapa mereka dengan ramah. Hongbin menuju ke mejanya dan duduk. Jaehwan dan Hakyeon menemaninya dan mengajaknya bercerita.

Tiba-tiba seseorang berdehem.

Mereka menoleh ke asal suara itu.

"Aku mau bicara dengan Hongbin. Jika kalian tidak keberatan... tolong pergi..." kata Wonshik.

Jaehwan dan Hakyeon menatapnya kesal dan pergi ke meja mereka.

Wonshik duduk dengan diam dan menghiraukan Hongbin lagi.

Hongbin melirik Wonshik dan ia hendak menyapa Wonshik.

Wonshik mengangkat hpnya ke telinganya

"Ya.. aku tahu.. oke... aku kesana!"

Wonshik pergi meninggalkan Hongbin lagi.

Hongbin menatap Wonshik dengan cemberut.

'Dia bolos lagi...'

Hongbin menghela nafas. Ia memaksa dirinya untuk fokus ke pelajaran tapi, tetap saja ia memandangi kursi Wonshik yang kosong.

Hari-hari berlalu, tibalah weekend dan setelah pulang sekolah mereka berjanji langsung ke rumah Hakyeon.

Sebelumnya mereka mampir ke supermarket untuk membeli beberapa snack dan minuman.

Dan Hongbin lega karena mereka tidak membeli beer.

Ngomong-ngomong beer, Hongbin teringat Wonshik lagi.

Beberapa hari ini Wonshik tidak masuk ke kelas. Hongbin juga pernah ke kamar Wonshik di sekolah, tapi tidak ada jawaban dan pintunya di kunci.

Kadang dia mengingat kembali apakah dia melakukan kesalahan padanya. Dia ingin minta maaf jika ada salah. Tapi Wonshik juga tidak ada seperti ditelan bumi.

Sampai di rumah Hakyeon..

Orang tua Hakyeon sangat ramah. Bahkan mereka telah menyiapakan panggangan, daging, dan lainnya untuk "party" mereka.

Mereka menyiapkan semuanya dan malamnya mereka mulai memanggang.

Orang tua Hakyeon juga sangat kocak. Mereka tertawa riang, makan bersama seperti keluarga harmonis.

Hingga hampir tengah malam...

Hongbin, Jaehwan, dan Hakyeon sedang duduk di kamar Hakyeon. Tepatnya di futon Hakyeon.

Jaehwan membawa snack dan beberapa minuman dan meletakkannya di tengah-tengah mereka.

"So, Hongbin... apa makalahmu sudah selesai?" Tanya Hakyeon sambil membuka snack.

"Umm.. udah... don't worry."

"Pasti dia tidak membantumu kan? Huh dasar!" Gerutu Jaehwan sambil mengerjakan makalah mereka.

Hongbin hanya diam sambil memakan snack.

Hakyeon dan Jaehwan sedang sibuk mengerjakan tugas sedangkan Hongbin sedang main game di hpnya.

Tiba-tiba sebuah sms masuk di hp Hongbin.

-unknown number

I miss you...

Hongbin terbelalak kaget.

'Ini nomor siapa?'

Ia hendak bertanya pada Hakyeon apa dia mengenal nomor itu, ketika nomor itu mengirim sms lagi.

-unknown number

Come to Jelly club now!

'Siapa sih! Sok bos banget!'

Hongbin menghiraukan sms itu dan ia kembali bermain game.

"Hongbin? Kalau boleh tidur duluan, kau pasti lelah kan?" Kata Hakyeon.

"Yeahh Hongbin.. silahkan tidur duluan." Sahut Jaehwan yang masih fokus ke tugasnya.

Hongbin menggumamkan "okay" dan menguap. Ia meletakkan hpnya di samping nya dan mencoba untuk tidur.

Tak lama kemudian, hp Hongbin berdering kembali.

-unknown number

Binnie... I want you... now!

Hongbin langsung duduk dengan mata yang terbelalak menatap layar hpnya.