"Hongbin-ah? You okay?" Tanya Hakyeon dan Jaehwan yang melihatnya bingung.
"Umm.. aku... aku uhhh... temanku ingin menemuiku malam ini."
Hakyeon shock.
"Malam ini? Hongbin, ini udah tengah malam."
Hongbin menggaruk lehernya.
"Umm yeahh.. mungkin besok saja..." kata Hongbin sambil kembali berbaring.
"Yea Hongbin, kami tidak ingin terjadi sesuatu padamu... night Hongbin"
"Good night"
Jaehwan dan Hakyeon kembali belajar.
Hongbin menarik selimut ke dagunya dan ia menatap layar hpnya di bawah selimut.
Dia membalas sms itu.
- sorry, I don't know you!
Beberapa detik kemudian, orang itu membalas sms Hongbin.
- i know you know me Binnie
Jantung Hongbin berdegup kencang.
'Apakah Won... no! Dia tidak tau nomorku...'
- nope, sorry
- you always said my name when you cum
Hongbin semakin shock.
'Omg! Wonshik! Wonshiiikkkk!'
Hongbin merasa sangat senang hingga ia hampir berteriak kencang. Hongbin menutup mulutnya dengan tangannya dan matanya berair menahan kesenangan di dirinya.
- Hongbin... come to daddy now!
'Whaaattt...'
- daddy huh?
- wae? I'm hard now
- go to sleep Wonshik!
- i want to fuck your mouth first or... your hole? Damn! You are so tight Binnie...
Nafas Hongbin menjadi berat. Ia teringat momennya bersama Wonshik. Dia bahkan ingin menemui Wonshik, sekarang!
Hongbin tidak tau harus balas apa. Jadi dia hanya menatap layar hpnya dan merasa membernya sedikit mengeras.
- I want to hear you moaning my name, I want to make you limp again, fuckkk! I'm touching myself now. Aaahh Binnie... come here now. Let's have fun...
Hongbin memejam matanya, ia mencoba mengontrol nafasnya.
- shit Hongbin! I'm picturing you in my head right now! You... naked... on all fours.. my dick in your hole... your tight fucking warm hole... you scream hard as i fuck you harder.. you scream my name hard and moaning hard babe.. i fuck you mercifully.. you begging me to fuck harder harder harder harder till we cum together.. and then we do it again and again... shit Binnie.. shit i'm... cum now!
Tanpa sadar Hongbin merintih. Ia langsung menutup mulutnya.
"Hongbin you okay?" Tanya Hakyeon.
Hongbin mengintip dari selimutnya.
"Yeah..."
Hakyeon melihat Hongbin dengan curiga tapi ia menganggukkan kepalanya dan kembali belajar.
Sms baru masuk ke hp Hongbin.
- are you touching yourself now? I can help you ;)
- now you're standing on the wall and i tied your hands and i stripped your clothes... and now you naked with your swollen and hard dick.. and me on my knees sucking your dick.. you're moaning hard.. and i pulled your dick out when it's about to cum. And i stand up, take my dick out of my pants, lining it to your hole... and OH FUCK! You. Fucking. Tight. I fuck you with different angel. And i'll make sure to hit your spot. And you moaning so hard babe.. i bite your neck, marking your body so everyone know you are MINE! And then i inserting my finger in your hole and fuck fuck fuck fuck that feels so good babe... shit! Come here now! I really want to fuck you hard!
Dengan tangan yang gemetaran Hongbin membalas sms Wonshik. Tubuhnya sangat menginginkan Wonshik sekarang.
- i can't!
- oh really?! Fine.. i'll punish you when we meet later ;) now... sleep tight Binnie :*
Mata Hongbin terbelalak. Jantungnya berdegup kencang. Tubuhnya gemetaran. Membernya menegang. Pikirannya terbayang oleh Wonshik.
'Nooo stop Hongbin stop!'
Hongbin segera berdiri dan menuju kamar mandi di luar kamar Hakyeon.
"Uhh aku ke kamar mandi dulu"
Hakyeon menyahut dari belakang
"Hongbin kamar mandi di kamarku kan ada.. kenapa-"
Hongbin langsung mengunci pintu dan duduk di penutup wc.
Perlahan ia menurunkan celananya.
Lalu ia memegang membernya dan mulai memompa dirinya sendiri.
Ia memejam matanya, membayangkan Wonshik. Membayangkan yang di sms Wonshik. Nafasnya semakin erotis. Ia semakin merintih kuat dan ..
"WONSHIKKKKKK AAAHHHHH OOHH GODDDDD"
Hongbin merasakan air maninya yang hangat di tangannya dan perutnya.
setelah selesai, Hongbin segera membersihkan semuanya dan ia beberapa kali menyiram kamar mandi dengan sabun.
Hakyeon dan Jaehwan masih mengerjakan tugas mereka. Jaehwan yang dari tadi fokus dan Hakyeon yang sedang membalik-balikkan halaman buku.
"Ohh Hongbin-ah.. kenapa kau berlari ke kamar mandi belakang? Disini juga ada kamar mandi." Hakyeon menatapnya curiga.
Hongbin gugup.
"Aah.. iya... umm aku lupa kalau disini ada kamar mandi. Huuuhh" kata Hongbin sambil mengelus perutnya.
"Sakit perut?" Tanya Jaehwan.
Hongbin mengangguk dan dia kembali berbaring di futon.
Hongbin mengecek kembali hpnya.
- i know it! you're touching yourself right now ;)
Hongbin langsung mengunci hpnya dan tidur.
Keesokan paginya...
Jaehwan, Hakyeon, Hongbin serta orang tua Hakyeon sedang duduk bersama menikmati sarapan mereka. Mereka juga membicarakan hal kecil. Hingga saat siang, Jaehwan dan Hongbin pamit pulang.
Sampai di rumah Hongbin, siang itu dia makan siang bersama keluarganya.
"Hongbin-ah? Bagaimana sekolahmu?" Tanya ayahnya.
"Baik... semuanya baik... teman-temanku juga baik... semua baik..." jawabnya sambil menyantap lahap makan siangnya.
"Oh ya? Kenapa kau tidak mengajak mereka kemari?" Tanya ibunya.
"Ummm yeahh.. bagaimana kalau weekend ini? Mereka itu orangnya lucu loh"
"Tentu saja boleh."
Kedua orang tua Hongbin tersenyum lembut pada Hongbin.
Setelah selesai menyuci piring, Hongbin kembali ke kamarnya.
Ia berbaring di tempat tidur ketika sms masuk di hpnya.
- ke sekolah sekarang!
Hongbin langsung mengemasi seragam dan beberapa pakaiannya ke ranselnya. Ia sangat bersemangat.
"Oh Hongbin-ah? Kau mau kemana?" Tanya ibunya.
"Uhh.. kerja kelompok dan aku menginap di sana.. bye mom dad" ia segera keluar dari rumah.
Orang tua Hongbin saling bertatapan bingung.
Hongbin sampai di sekolah dalam waktu yang super cepat. Ia memanjat gerbang, lalu ia terkejut kalau pintu masuk sekolah tidak terkunci.
Ia masuk dan berjalan perlahan ke kamar Wonshik. Jantungnya semakin berdegup kencang. Tubuhnya terasa lemas. Ia memikirkan apa yang akan dilakukan Wonshik nanti padanya.
Ia mendengar suara musik dari kamar Wonshik.
The weeknd - or nah
'Hmm.. dia dan musiknya... terlalu porno!'
Hongbin mengetuk pintu Wonshik lalu masuk.
Ia mendapati bau asap rokok di kamar Wonshik.
Hongbin mengipas tangannya dan ia terbatuk. Ia menutup pintu Wonshik dan mematung disana.
Wonshik keluar dari kamar mandi dan ia melihat Hongbin. Rokok yang menyala di antara jari telunjuk dan jari tengahnya. Wonshik tidak memakai baju, ia hanya dengan jeansnya yang terlalu ke bawah. Rambut Wonshik yang basah dan membuat wajahnya terlihat "hot" bagi Hongbin.
Wonshik menatap Hongbin dengan mata malasnya sambil mengisap rokoknya. Lalu ia mendekati Hongbin dan meletakkan satu tangannya di samping kepala Hongbin. Ia membuang rokok itu dan ia menghembuskan asap rokok itu ke wajah Hongbin.
Hongbin terbatuk.
Wonshik terus memperhatikannya dengan tatapan sexy nya dan mulutnya yang terbuka sedikit.
Hongbin menjauhi tatapan Wonshik.
Tiba-tiba tangan Wonshik memegang member Hongbin, membuat Hongbin lompat terkejut dan menatap Wonshik kaget.
"How are you?" Tanya Wonshik dengan nada menggoda.
Hongbin mulai gelisah. Dia tidak bisa berpikir kalau tangan Wonshik tidak berhenti memijat membernya.
Hongbin tidak menjawab pertanyaan Wonshik, ia malah merintih dan menggeliat.
Wonshik lalu meninggalkan Hongbin dan pergi ke kulkasnya.
Hongbin shock.
Wonshik mengambil sprite dan minum dengan santai.
Hongbin frustasi. Ia menjadi nafsu karena pemanasan yang dilakukan Wonshik tadi.
Wonshik mengambil sebatang rokok dan menyalakannya. Ia lalu berjalan menuju Hongbin lagi.
Kali ini Wonshik hanya berdiri di depan Hongbin tanpa menyentuhnya.
Ia mengisap rokok itu lalu menghembuskannya ke wajah Hongbin.
Hongbin terbatuk lagi.
Wonshik menyodorkan rokok itu ke Hongbin.
Hongbin menatap rokok itu lalu ke Wonshik. Lalu ia menggeleng kepalanya.
"Aku benci rokok!" Kata Hongbin pelan.
Wonshik tertawa pelan.
"Benci?" Tanyanya sambil menatap Hongbin dengan alis yang terangkat. Ia lalu mengisap rokok lagi.
"Itu membunuhmu Wonshik!"
Wonshik hanya menatap Hongbin sambil menghembuskan asap rokok itu lagi. Lalu ia menatap Hongbin seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Fine" Wonshik membuang rokok itu dan menginjaknya.
Wonshik menarik tangan Hongbin dan mendorongnya ke tempat tidur.
Wonshik lalu merangkak ke atas Hongbin dan berbisik.
"Let's play..."
