.

.

-It Has to be You-

.

.

Aku langsung memasuki ruang kelasku dan duduk di samping Sohee. Ia terlihat masih saja berlatih. "Heii, kau lama sekali! Lihatlah, Prof Lee sudah siap dimejanya, ia bahkan membawa 1 orang lagi untuk menguji kita. Bagaimana dengan nilaiku kali ini, Oh Tuhannn.." Sohee meracau terus memikirkan bagaimana ia bisa lolos ujian hari ini. Aku bahkan sudah tidak memikirkan lagi bagaimana aku bisa keluar hidup-hidup dari ruangan ini kalau Prof Lee tahu aku tidak berlatih sedikit pun, dan melihat penampilanku yang kacau balau seperti ini.

Aku menutupi wajahku, dan sesekali memijat kedua pelipisku. Aku tidak bisa berpikir lagi sekarang, dan suasana kelas hari ini benar-benar memperburuk perasaanku.

"Kau kenapa, Hyerin-ah?" Sohee menyentuh bahuku saat aku menumpuh keningku ke atas meja.

"Aku sedang tidak enak hati, Sohee.. Bisakah aku pulang sekarang?" jawabku parau.

"Maksudmu kau sedang tidak enak badan? Matamu memang merah sih, padahal tadi pagi kau terlihat masih baik-baik saja. Tapi kau tidak bisa pulang sekarang, kau tahu kan hari ini kita ujian, kecuali kau maju pertama.." jawab Sohee sambil memberiku beberapa lembar tissue.

"Baiklah, ujiannya akan saya mulai sekarang! Seperti biasa, ujian kali ini akan berlangsung sampai mata kuliah kita berkahir pukul 10.30. Selain saya yang akan memberi nilai pada kalian, ada 1 orang lagi yang akan menilai penampilan kalian hari ini, yaitu Produser Kang Min Hyuk. Beliau adalah seorang produser musik terkenal yang telah menerbitkan penyanyi-penyanyi hebat serta idol berbakat yang kalian kenal di negri ini. Jadi tunjukan kemampuan terbaik kalian dan jangan membuat saya malu!" Prof Lee memulai ceramahnya sebelum ujian dimulai.

"Ya Tuhan, aku tegang sekali.. Kali ini bahkan aku harus tampil di depan seorang produser juga!" Sohee berbisik di sampingku sambil meremas-remas tangannya sendiri.

"Karena ini ujian terakhir sebelum kalian memasuki liburan akhir semester, maka saya juga menambahkan aturan baru dimana lagu yang akan kalian nyanyikan dipilih secara acak oleh Produser Kang.." Prof Lee membuat terkejut semua anak di kelas dan menyebabkan beberapa anak melakukan protes atas keputusan tersebut. Aturan baru itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan liburan akhir semester.

"Yang benar sajaaaa! Kalau begitu, untuk apa aku berlatih lagu ini dari tadi kalau lagunya malah ditentukan oleh orang itu?" Sohee melempar selembar kertas yang ia gunakan dari tadi untuk berlatih. Beberapa anak bahkan sudah mulai terlihat pasrah pada ujian ini. Bisa disimpulkan bahwa hari ini benar-benar hari yang buruk, walaupun ada untungnya juga aku tidak berlatih sedikit pun, karena aku sendiri bahkan tidak tahu harus menyanyikan lagu apa nanti.

"Yang tidak setuju dengan peraturan ini, bisa menghadap saya sekarang, atau kalau kalian tidak ingin mengikuti ujian ini juga tidak masalah, silahkan keluar sekarang juga." Prof Lee sepertinya bukan dosen, ia jadi seperti pelatih wajib militer. Dan setelah itu suasana kelas kembali hening, sepertinya tidak ada yang berani menentang Prof Lee, kalau pun ada ia pasti harus mengulang mata kuliah ini di semester depan untuk lulus dari prodi ini.

"Aku pertaruhkan segala keberuntunganku tahun ini untuk bisa lulus dari mata kuliah sialan Prof Lee!" sahut Sohee yang terlihat marah dan juga pasrah. Aku tidak tahu harus bagaimana sekarang, mungkin kalau benar masih ada keberuntungan dalam hidupku, akan kugunakan untuk merebut Yesung dari Jihyeon.

"Baiklah, siapa orang pertama yang ingin maju duluan? Saya bisa menjamin nilainya akan saya tambahkan sebesar 3 point." Prof Lee bertanya pada kami dan lagi-lagi kelas jadi seperti tak berpenghuni. Tetapi tak berselang lama, Minho membuat kejutan dengan mengacungkan tangannya ke atas.

"Saya, Prof Lee.. Saya mau mencoba maju pertama." Semua mahasiswa di kelas terbelalak atas aksi Minho yang menantang maut pagi ini. Prof Lee tersenyum singkat dan mempersilahkan Minho untuk maju ke depan kelas, "Bagus, Choi Minho.. Saya berharap kamu bisa lulus mata kuliah saya dengan baik seperti sebelum-sebelumnya."

Semua memandang Minho dengan penuh ketegangan, tapi Minho terlihat sangat santai. Ia berjalan dan duduk di bangku yang telah disiapkan. Aku rasa hanya dia yang siap ujian hari ini dari semua yang hadir dan Minho terlihat sangat percaya diri. Bahkan ia sempat melirikku sebentar saat sebelum Produser Kang menyebutkan judul lagu yang akan ia nyanyikan, tetapi dengan cepat aku memalingkan wajahku, kalau tidak Minho pasti akan menyadari mata sembabku.

"Baiklah, saat aku mendengar suaramu tadi, kurasa lagu ini cocok untukmu.." Produser Kang menatap layar komputernya sebelum ia memberitahu lagu itu pada Prof Lee.

"Eyes, Nose, Lip milik Taeyang yah.. Kurasa lagu ini lagu yang tepat untukmu, Minho. Kau sudah siap?" Prof Lee bertanya pada Minho sebelum ia memutar lagunya. Minho hanya mengangguk pelan dan mulai menghayati lagunya saat diputar. Raut wajah Minho agak berubah saat intro lagunya dimulai, tidak seperti biasanya Minho melakukan itu, ia selalu percaya diri sebelum dan saat bernyanyi, apa karena ia tidak menggunakan gitarnya untuk ujian kali ini?

Well, ternyata Minho tetap bernyanyi dengan baik, bahkan terlalu baik karena tidak ada nada yang missed dan improvisasinya juga sempurna. Sebenarnya Minho memang berbakat, aku yakin ia ingin menunjukkan bakatnya itu pada Produser Kang agar ia bisa direkrut dan debut. Semua yang ada di dalam kelas terpaku dengan penghayatan Minho, ia hanya bernyanyi dengan serius sambil terus menatapku saat dibagian reff. Apa sih sebenarnya yang ada dalam otaknya itu? Kenapa ia harus memandangiku seperti itu padahal aku mati-matian menutupi sembab di mataku.

"Lihatlah bagaimana Minho terus menatapmu seperti itu.." bisik Sohee tiba-tiba. Aku kaget dengan pernyataannya. "Apa maksudmu? Omong kosong.." jawabku menyangkalnya.

"Kau pikir aku buta yah?" Sohee mendengus. "Semua anak di ruangan ini juga tahu kalau Minho menyanyikan lagu ini untukmu." Lanjut Sohee. Aku semakin kaget, kemudian memandang ke sekitar, dan benar saja beberapa anak perempuan lainnya melihatku dengan sinis, dan beberapa lainnya terlihat iri.

Aku menenangkan diriku dan mengelak lagi dari perkataan Sohee, "Dengar, Minho tidak menyanyikannya untukku. Kau membuat asumsi yang akan menyebabkan perempuan-perempuan lain yang menyukai Minho akan membunuhku dengan tatapan mereka."

"Semua orang disini memiliki asumsi yang sama denganku, bodoh! Apa kau tidak menyadarinya kalau Minho memang menyukaimu tahu! Siapa pun yang melihatnya pasti akan berpikiran sama denganku."

"Sudah hentikan omong kosongmu, Sohee!" aku menutup mulutnya sebelum banyak kalimat aneh lain yang akan keluar. Minho menyukaiku? Yang benar saja? Apa yang Minho suka dariku? Aku yakin tidak ada, selain suaraku yang enak didengar. Kurasa hanya itu, dan itu juga menjelaskan mengapa Yesung malah menyukai Jihyeon dan bukannya aku.

Nyanyian Minho berakhir dan ditutup dengan riuh tepuk tangannya anak-anak. Produser Kang tampak berdiskusi dengan Prof Lee dan Produser Kang hanya mengangguk-ngangguk. Minho salah satu mahasiswa kesayangan Prof Lee, ia pasti sedang mengungkapkan keahlian Minho yang lain yang tidak bisa ia tunjukkan sekarang.

"Bagus sekali, Choi Minho.." puji Prof Lee setelah riuh tepuk tangan berakhir. "Suaramu bagus, terutama saat kau melakukan improvisasi yang sempurna saat akhir lagu tadi." tambah Produser Kang.

"Gamsahamnida, Prof Lee, Produser Kang.." Minho berdiri dari tempat duduknya dan membungkuk pada kedua orang itu.

"Kudengar kau bisa bermain gitar, sayang sekali saya tidak bisa melihatnya sekarang. Kuharap kau bisa menunjukkan kemampuan bermain gitar dan menyanyimu segera dihadapanku, Minho-ssi.." Produser Kang tampak tertarik pada bakat bermain gitar Minho, pasti ia mengetahuinya dari Prof Lee.

"Tentu saja Produser Kang, segera jika kau sempat, aku akan membawakan lagu kesukaanku nanti." Minho tersenyum bangga. Ia pasti senang sekali karena Produser Kang melirik bakatnya. Ada harapan bahwa Minho akan segera direkrut oleh Produser Kang.

"Wahh, kurasa Minho mendapat perhatian yang besar dari Produser Kang, menyenangkan sekali.." sahut Sohee sambil terus memperhatikan ketiga orang di depan kelas itu. Yah, tentu saja, tidak ada orang yang tidak memperhatikan Minho saat tahu bahwa ia bukan hanya tampan, tapi juga bisa bernyanyi dan bermain gitar. Dan sudah kusebutkan pula bukan bahwa ia juga mahir dalam hal olahraga.

"Baiklah, terima kasih untuk penampilanmu yang sangat bagus, Minho. Nilaimu 90. Nilai tersebut sudah kutambah dengan 3 poin bonus. Kau bisa kembali atau pulang sekarang jika kau mau." Prof Lee mempersilahkan Minho untuk kembali ke tempatnya setelah mengumumkan nilainya.

"Prof Lee memberi nilai 90 untuk Minho! Sial, dia merusak standar nilai yang harus aku raih untuk ujian hari ini. Dia benar-benar menyebalkan!" Sohee merenggut kesal saat tahu nilai yang Minho raih. Berapa pun nilaiku, yang penting aku lulus mata kuliah ini, kalau tidak maka tamatlah riwayatku. Aku menutup wajah dengan kedua telapak tanganku. Aku tidak bisa lagi berpikir dengan baik sekarang, kepalaku juga pusing sekali rasanya.

"Baiklah, selanjutnya?" Prof Lee menanyakan seisi kelas, tetapi kami semua hanya diam dan tidak ada yang berani maju setelah Minho. "Ada yang ingin maju lagi? Saya pastikan ia juga akan mendapat bonus 3 poin." tambah Prof Lee setelah melihat tidak ada aksi apa pun dari mahasiswanya. Setelah berselang beberapa saat, tetap tidak ada satu pun yang berani mengajukan diri. "Kalau tidak ada, maka saya dan Produser Kang akan memanggil kalian secara acak." Prof Lee tampak memberi buku absen pada Produser Kang. Semua anak tampak tegang, dan ini seperti menunggu saat-saat kau akan dihukum mati. Jantungku bahkan berdetak tidak karuan, ini benar-benar seperti akhir hidupku.

"Produser Kang, silahkan memilih salah satu.." Prof Lee mempersilahkan Produser Kang untuk memilih salah satu nama dari buku absen.

"Ya Tuhan, ujian ini benar-benar membuat jantungku ingin copot!" seru Sohee sambil gemetar. Kurasa sebentar lagi ia akan terkena penyakit jantung kalau namanya yang dipanggil oleh Produser Kang.

"Park Hyerin.."

"Nde.." aku menyahut dengan cepat sambil menoleh kearah suara tersebut.

"Ya, kau Park Hyerin. Ayo maju dan bersiaplah!" Prof Lee memandangku dengan tajam.

Tiba-tiba aku tersadar. Dan habislah aku, namaku yang dipilih oleh Produser Kang! Siaalllll! Wajahku pasti sudah berubah pucat pasi, kakiku lemas bukan main, dan hampir saja aku tidak bisa berdiri dari tempatku.

"Hyerin-ah, hwaitinggg!" sahut Sohee pelan saat aku beranjak dari tempatku. Wajahku bahkan kaku dan aku hanya diam tidak dapat menanggapi Sohee. Ia terlihat sedikit lega bukan namanya yang disebut Produser Kang, tapi hal ini berbanding terbalik dengan apa yang aku alami sekarang. Sepertinya keberuntungan memang tidak ada dipihakku. Sial! Aku harus mengutuk diriku sendiri atas apa yang terjadi padaku, tidak ada yang berjalan mulus dari hidupku, semuanya terasa sulit dan bahkan semakin berat tiap kali aku mengingat betapa banyak rasa sakit atas perjuangan yang aku lalui untuk sampai disini. Perkuliahanku, ujian, dan kisah cintaku, semua tidak berjalan sesuai harapanku.

Aku menatap kursi dan standing mic yang ada dihadapanku sekarang dengan tatapan kosong. Aku akhirnya memaksakan bokongku untuk menduduki kursi itu sebelum Produser Kang memberitahu lagu yang akan aku nyanyikan. Minho menatapku dengan khawatir, apa sekarang wajahku sudah berubah dari pucat pasi menjadi ungu? Kakiku terus saja bergetar, dan tanganku bahkan ikut berkeringat. Sungguh, aku tidak sanggup menghadapi ujian ini.

"Prof Lee.. m-mian.." bisikku saat menoleh pada Prof Lee. Ia sedang sibuk membantu Produser Kang untuk memilih lagu.

"Tunggu sebentar Hyerin, kami sedang memilih lagu untukmu." sahut Prof Lee sambil melihatku dengan tatapan tajamnya.

Bukan itu yang aku maksud. Aku ingin meminta izin agar aku bisa melewatkan ujian ini, tapi bagaimana? Aku memejamkan mataku, menutupnya rapat-rapat, dan berdoa dalam hati. Semoga aku segera melewati ini.

"Baiklah, Park Hyerin.. Menurut Prof Lee kau juga merupakan salah satu mahasiswa terbaik yang dimilikinya, saya berharap bisa melihat bakat-bakat yang kau punya saat ini." Produser Kang berbicara padaku sambil tersenyum. Prof Lee sungguh berlebihan sekali, bagaimana kalau aku mengacaukannya, ia pasti akan menghabisiku. Aku hanya tersenyum simpul, aku bahkan tidak tahu harus mengatakan apa lagi.

"Ya, lagu yang akan kau nyanyikan adalah It has to be You dari Kim Jong Woon. Jangan kecewakan kami, Hyerin.. Aku berharap kau bisa tampil maksimal seperti Minho tadi, atau bahkan lebih.." Prof Lee menatapku penuh harap. Lagu itu? Kenapa harus lagu itu? Aku bisa saja menyanyikannya dengan baik, tapi tidak saat ini dimana kisah lagu itu mirip dengan yang aku rasakan sekarang.

Suaraku tercekat saat intro lagunya dimulai. Aku harus menyanyikannya, tetapi mataku malah berair. Apa suaraku benar-benar akan keluar sekarang?

Sialll! Aku missed di awal intro, tapi aku berhasil melanjutkannya dengan baik setelah itu. Sohee kaget saat bagian dimana missed itu terjadi, menurutnya ini pasti sangat jarang terjadi, karena aku selalu berhasil melakukan pembukaan dengan baik. Saat di reff aku mulai kehilangan nada karena mataku terus saja berair. Dan yang lebih parahnya saat diklimaks, air mataku tumpah ruah. Hebatnya aku tetap menyanyikannya sampai akhir, bahkan menambahkan improvisasi. Semua orang memandangku dengan tatapan yang aneh, dan Sohee hanya menatapku iba. Aku menghapus sisa lelehan air mata dari pipiku, dan mengakhiri performance ku yang memalukan ini dengan segera meminta maaf pada Prof Lee dan Produser Kang.

"Mianhamnida, Prof Lee, Mianhamnida Produser Kang.." setelah membungkuk meminta maaf, aku segera berlari keluar kelas, berlari sejauh mungkin untuk menutupi perasaan malu yang melingkupi keseluruhan wajahku saat ini. Ini sudah berakhir, aku pasti gagal diujian kali ini, kalau saja kalian melihat bagaimana wajah Prof Lee yang tampak tidak senang dengan penampilanku, dan Produser Kang yang tampak kebingungan atas apa yang aku lakukan barusan, pasti ia berpikir bahwa aku pemain drama yang tentu saja terlalu dramatis dalam menghayati lagu itu.

To be continue..