.
.
-It Has to be You-
.
.
London, Inggris. 2 Juli 2016. Musim panas.
Inggris sudah memasuki musim panas saat aku sampai disana. Aku pergi hanya dengan Produser Kang ke sana. Sejujurnya, ia benar-benar seorang yang bawel. Ia hanya mengatur jadwalku dan mengawasiku secara penuh selama 24 jam dalam seminggu. Ada banyak yang harus aku pelajari selama disini, mulai dari latihan vokal, menari, bahasa Inggris, table manner dan bahkan beladiri. Ada juga ahli gizi yang dibayar Produser Kang untuk mengatur menu makananku agar aku bisa memiliki postur tubuh yang ideal. Aku tinggal disebuah apartement yang cukup luas di kota London, yang kusuka dari apartement ini adalah pemandangan di jendela kamarku langsung menghadap ke jam Big Ben. Produser Kang tinggal disebelah apartementku bersama dengan seorang laki-laki bernama Kim Min Seok. Seorang laki-laki yang tidak begitu tinggi dengan mata bulat tajam dan berambut coklat muda yang sangat cocok untuknya. Hebatnya, ia membuatku tak percaya saat tahu bahwa Kim Minseok, laki-laki dengan wajahnya yang benar-benar imut dan sangat tidak sesuai dengan umurnya yang hampir menginjak 30 tahun, tapi tetap terlihat seperti umur 17 tahun. Produser Kang bilang ia sudah lama tinggal di Inggris dan akan menjadi manajerku mulai dari sekarang. Tadinya kupikir Minseok oppa itu kaku dan kurang bisa bersosialisasi, tapi ternyata ia benar-benar orang yang menyenangkan. Seorang manajer yang aku butuhkan saat aku pusing setengah mati waktu Produser Kang mulai meracau dan berteriak dan marah dan tidak henti-hentinya mengingatkanku tentang jadwal padat yang memuakkan itu.
Entah sudah berapa kali kukuku patah, badan penuh memar, punggung dan pinggang sakit atau bahkan sampai harus dibantu berjalan oleh Minseok oppa karena kakiku nyaris patah saat berlatih. Kurasa aku sudah punya otot kekar di kedua lengan atasku. Guru vokalku bernama Albert Grint sampai memohon pada Produser Kang agar aku bisa istrahat lebih banyak setelah ia melihatku hampir pingsan waktu aku berlatih dance. Tapi semua latihan ini terbayar saat akhirnya Produser Kang bilang, "Bersiaplah, aku akan memberikanmu sebuah lagu debut."
Aku sangat senang sampai-sampai aku memeluk Minseok oppa dihadapan Produser Kang saat tahu aku bisa segera debut di Inggris, tapi setelah itu Produser Kang merajuk karena seharusnya ia lah yang pertama ku peluk. Dua tahun penuh, dan akhirnya aku bisa rekaman. Sebuah lagu up beat yang riang dan cocok dengan jenis suaraku. Setelah jadwal rekaman keluar, aku menghubungi Ibu. Pertama kalinya sejak terakhir kali aku menelponnya saat sampai di Inggris. Aku memberitahunya tentang rekaman pertamaku, dan Ibu sampai menangis karena bahagia. Aku memanfaatkan kesempatan ini untuk menanyakan kabar dan keadaan Ayah dan Ibu. Ibu bilang Ayah jadi sangat rajin bekerja di pabrik setelah aku pergi ke Inggris, ia bilang itu satu-satunya cara agar Ayah tidak selalu memikirkanku. Ibu berkata ia mengkhawatirkanku sepanjang waktu dan menunggu aku menelpon, dan aku hanya bisa bilang bahwa jadwal ketat dari Produser Kang tidak memungkinkanku untuk bisa bebas menelponnya, tapi tentu aku masih baik-baik saja sampai sekarang, Produser Kang menjagaku dengan sangat baik disini. Ibu memberitahuku bahwa sesekali Minho datang ke rumah dan menanyakan apakah aku menghubungi mereka. Aku sama sekali tidak menghubugi Minho sejak aku pergi, aku juga meminta Ibu agar tidak memberitahunya bahwa aku sempat menghubungi Ibu, dan Ibu hanya mengiyakan tanpa menanyakan apa pun.
"Kamsahamnida, Bu.. Aku akan menghubungimu lagi nanti. Jaga kesehatanmu, dan salam untuk Ayah."
London, Inggris. 15 Juli 2018. Musim panas.
Laguku pertama kali keluar saat musim panas di sebuah stasiun radio di London, dan terus menerus di putar dibeberapa radio karena banyaknya request dari pendengar. Beberapa pendengar diradio bilang bahwa laguku bagus dan cocok untuk didengar di musim panas. Laguku yang berjudul Summer Falter akhirnya cukup tenar sampai sebuah stasiun TV di Inggris memintaku untuk menampilkannya Live dalam acara musik mereka. Aku benar-benar senang saat Produser Kang memberitahuku hal ini dan memintaku untuk berlatih dance karena aku akan menyanyikan laguku sambil menari. Aku pun memeluk Minseok oppa lagi, dan Produser Kang merajuk untuk kedua kalinya karna hal ini.
Produser Kang terus menerus bertepuk tangan saat laguku akhirnya memuncaki chart musik di Inggris. Ia bilang bahwa hanya dalam waktu dua tahun training aku bahkan sudah bisa menjadi penyanyi terkenal di Inggris, hal itu pasti karena bakatku yang luar biasa. Ia bersyukur mau datang saat Prof Lee mengundangnya ke kampus, karena ia akhirnya menemukanku hari itu. Dan kali ini Produser Kang yang langsung memelukku karena ia tidak mau keduluan Minseok oppa lagi. Aku tidak menyangka bahwa aku bisa debut di negri orang, padahal di negara asalku sendiri belum tentu aku bisa menerima begitu banyak cinta dan apresiasi seperti yang kuterima disini. Aku juga bertemu banyak musisi handal dan terkenal selama promo single ku, dan aku merasa sangat beruntung mendapat banyak pujian dari mereka. Aku sudah tidak bisa lagi keluar apartement tanpa diketahui orang-orang karena sekarang mereka bisa langsung mengenaliku dan berhambur mendekatiku untuk minta tanda tangan atau berfoto bersama.
London, Inggris. 30 September 2018. Musim gugur.
Setelah menyelesaikan promo single dan debutku yang lumayan panjang, akhirnya Produser Kang memberikan libur padaku. Aku meminta Minseok oppa untuk menemaniku berkeliling ke tempat-tempat wisata di London, dan ia akhirnya membawa serta 'teman dekat' nya bersama kami. Seorang laki-laki Korea yang lucu dan sedikit aneh bernama Kim Jongdae. Ia jahil dan suka sekali melucu padahal jokes-nya sama sekali tidak membuatku tertawa, tetapi Minseok oppa pasti akan selalu menanggapinya dan kemudian tertawa bersama-sama. Aku menyadari bahwa mereka justru terlihat sangat cocok walaupun kepribadian mereka yang bertolak belakang. Well, tapi aku tidak akan membahas kisah asmara mereka, karena mungkin kalian tidak akan tertarik pada mereka, walaupun sebenarnya aku ingin.
Produser Kang memanfaatkan ketenaran dan kesuksesan singleku dengan menyuruhku untuk datang pada acara bergengsi di malam penghargaan musik Internasional bersamanya padahal hanya ada 1 undangan untuknya sendiri, dan akhirnya pihak penyelenggara merasa sangat tersanjung dengan kehadiranku disana yang kemudian memintaku untuk menyanyikan lagu debutku disana. Berkat penampilanku disana pula, akhirnya laguku memasuki pasar musik Amerika dan masuk dalam 10 besar chart musik selama lebih dari 4 minggu. Produser Kang akhirnya memutuskan untuk membuatkanku full album, dan persiapannya berlangsung cepat sekali. Dalam sehari aku bisa melakukan rekaman untuk 2 sampai 3 lagu, dan pernah sampai tidak tidur hanya untuk memastikan bahwa rekamanku sudah benar-benar sempurna sesuai keinginan Produser Kang. Albert Grint, guru vokalku tidak percaya bahwa rekaman albumku selesai hanya dalam waktu 2 minggu. Ia terus-terusan memujiku karena aku mampu mengeluarkan suara terbaikku walaupun aku tidak tidur semalaman. Ia bilang pada Produser Kang untuk menjagaku baik-baik karena mungkin tidak akan penyanyi sepertiku lagi selama 1 dekade ke depan.
London, Inggris. 12 Januari 2019. Musim dingin.
Dimusim dingin bulan Januari, album perdanaku diluncurkan di Inggris. Tanpa promosi yang berlebihan, albumku diterima dengan sangat baik dan menduduki peringkat pertama setelah sehari peluncurannya. Aku melakukan comeback stage dengan lagu baru yang sesuai dengan judul albumku yaitu Make It Right. Aku diundang oleh banyak stasiun TV dan acara talkshow untuk wawancara. Mereka bilang aku orang Korea pertama yang berhasil menduduki chart musik disana selama lebih dari 1 musim, dan hal itu semakin membuatku dan Produser Kang bangga.
Produser Kang memutuskan untuk melakukan promosi di Korea Selatan. Ia mengutarakannya setelah aku menyelesaikan promo albumku. Dan itu artinya aku bisa kembali ke negaraku setelah dua setengah tahun di Inggris. Aku secara pribadi meminta Minseok oppa untuk tetap menjadi manajerku dan ikut ke Korea dan akhirnya ia bersedia walau awalnya ia berat hati karena harus meninggalkan Jongdae. Aku menyarankan Minseok oppa untuk mengajak Jongdae, tapi ia bilang Jongdae tidak mungkin meninggalkan pekerjaannya, dan lagipula tidak ada lagi orang yang Jongdae kenal di negara asalnya, karena Jongdae diadopsi oleh keluarganya yang sekarang saat ia baru berumur 6 tahun. Minseok oppa juga tidak memiliki sanak saudara atau teman di Korea. Setelah Ibunya, yang menjadi keluarga satu-satunya yang Minseok oppa miliki meninggal, Minseok oppa memutuskan untuk mengambil beasiswa ke Inggris yang ia dapatkan dan meninggalkan semua kenangannya di Korea. Ia memulai hidup baru seorang diri, belajar, dan bekerja keras hingga akhirnya bisa bertahan hidup dengan baik di Inggris, dan kemudian takdir mempertemukannya dengan Kim Jongdae.
London, Inggris. 24 Maret 2019. Musim semi.
Aku sudah membereskan semua barang-barangku beberapa minggu sebelum aku pulang ke Korea pada awal April nanti. Minseok oppa dengan baik hati membantuku packing dan menyusunnya dengan rapi agar mudah dibawa. Setelah aku tahu kapan jadwal keberangkatanku dari Minseok oppa 2 minggu yang lalu, ia tiba-tiba saja menanyakanku pertanyaan yang membuatku kaget.
"Hyerin-ah, apa kau tahu siapa Minho?" aku dengan cepat menoleh padanya saat pertanyaan itu terlontar dari mulutnya, tapi tidak menjawab apa pun dan memasang wajah sedatar mungkin.
"Apa kau juga tidak tahu? Kalau tidak salah marganya Choi. Choi Minho." Dan seketika dadaku terasa seperti ditusuk pisau dan menembus hingga ke belakang punggungku.
Minseok oppa bilang bahwa Minho merupakan anak baru di agency Produser Kang dan itu artinya kami berdua berada dalam satu agency yang sama. Ia dengan cepat memulai masa training dan baru saja debut awal bulan Februari lalu. Aku bertanya-tanya dalam hatiku, apa Minho benar-benar melakukan debut di Korea? Kalau iya, berarti ia pun juga telah membuktikan bahwa ia bisa meraih mimpinya. Berita Minho tersebar luas di internet, jadi Minseok oppa bisa lebih tahu tentangnya dan menceritakannya padaku bahwa popularitasnya mungkin saja bisa mengalahkanku. Minho menjadi solois yang bukan hanya pintar bernyanyi tetapi juga tampan dan hal tersebut menarik banyak orang untuk menjadi fans-nya. Produser Kang sampai harus turun tangan untuk mengatasi beberapa masalah akibat booming-nya popularitas Minho. Akan tetapi anehnya, Produser Kang tidak mengatakan apa pun tentang Minho, apa ia sengaja merahasiakannya?
Pagi hari di akhir bulan Maret, aku terbangun karena tidak bisa tidur dengan nyenyak. Aku memutuskan untuk membuka laptop ku yang sudah lama teronggok di atas nakas di samping ranjangku. Aku mengecek SNS ku setelah 2 tahun lebih aku tidak membukanya, dan begitu terkejut setelah melihat banyaknya followers. Aku mengecek e-mailku dan juga menemukan banyak pesan dari teman-temanku termasuk Sohee. Aku membalasnya dengan manis dan bilang bahwa sebentar lagi akan ada kejutan lain selain album pertamaku yang membuatnya hampir tidak percaya bisa sangat terkenal di Inggris. Lalu, tiba-tiba saja ada chat masuk dan ternyata itu adalah chat message dari Yesung!
Yesung:
Woaahh, Hyerin-ah.. Apa kau benar-benar online sekarang? Apa kabarmu?
Aku buru-buru membalas chat Yesung secepat mungkin.
Hyerin:
Yesunggggg~
Ndeee, aku baik-baik saja.. bagaimana denganmu?
Yesung:
Aku baik. Aku sangat kaget saat tahu bahwa kau sudah melakukan debutmu di Inggris. Berita tentangmu ada dimana-mana. Kapan kau akan kembali?
Hyerin:
Jinjjayo? Aku pikir aku hanya terkenal di Inggris.Hahahaa~
Well, aku ingin ini menjadi sebuah kejutan, tapi kurasa kau pasti sudah sangat merindukanku, jadi aku akan memberitahumu kapan aku akan kembali..
Yesung:
Kapan? Korea Selatan sudah sangat merindukanmu, bukan hanya aku. Hahaha..
Oh iyah, ku harap kau sudah pulang sebelum aku melangsungkan pernikahanku..
Aku hampir saja lupa bahwa Yesung sudah bertunangan. Dua tahun setelahnya, akhirnya mereka akan segera menikah pada musim panas nanti. Yesung dan Jihyeon juga sudah menjadi dokter. Yesung menjadi dokter ahli bedah di sebuah RS besar di Seoul, dan Jihyeon menjadi dokter ahli gizi yang bekerja disebuah klinik miliknya sendiri. Yesung memberitahuku bahwa Minho juga sudah debut dan tidak kalah terkenal jika dibandingkan denganku. Ia menanyakanku apakah aku melihatnya tampil di acara musik, dan apakah aku masih berhubungan dengannya. Tapi dengan berat hati akhirnya aku menutup jendela chatku dengan Yesung dan segera mematikan laptopku sebelum aku tergoda untuk mencari video atau apa pun yang berkaitan dengan Minho.
Aku kembali merebahkan tubuhku menghadap ke jendela, memeluk kedua lututku dan meringkuk di atas ranjang seperti kucing kedinginan. Entah sudah berapa kali aku merasa seperti ini, setiap kali aku mendengar nama Minho disebut ada 2 hal yang aku rasakan. Pertama perutku seakan dipenuhi oleh jutaan kupu-kupu yang berterbangan. Kedua, paru-paruku terasa sesak sampai-sampai aku tersedak dan tidak bisa bernafas. Semua itu menjadi semakin buruk sejak Minseok oppa menyebutkan nama Minho untuk pertama kalinya, dan berlanjut terus setelah aku tahu akan segera kembali ke Korea. Dari sana aku tahu ada yang tidak beres degan perasaanku, aku tidak pernah merasa seperti ini sebelumya, dan aku tahu aku tidak akan baik-baik saja karena semua perasaan ini benar-benar menyiksaku. Aku senang sekaligus sedih begitu aku memikirkan Minho. Aku merindukannya, sangat. Aku tidak pernah menghubunginya sekali pun sejak aku pergi ke Inggris, dua setengah tahun berlalu tanpa kabar, tanpa komunikasi apa pun. Aku benar-benar ingin melihatnya, aku ingin mendengarnya menceramahiku, aku mau ia memelukku, aku mau ia tersenyum lebar saat aku memandangnya dengan kedua mataku. Aku sudah hampir gila, dan masih ada beberapa waktu lagi sebelum aku kembali ke Korea dengan kewarasanku yang mungkin saja sudah menguap pergi dari otakku.
London, Inggris. 7 April 2019. Musim semi.
Kim Jongdae 'oppa' mengantar kami ke bandara dengan wajah berseri-seri. Ia memaksaku untuk memanggilnya oppa saat diperjalanan, atau kalau tidak ia tidak akan membiarkan Minseok oppa pergi denganku kembali ke Korea, dan aku terpaksa menerimanya karena bisa saja Minseok oppa merubah pikirannya karena ia begitu terikat dan menurut sekali dengan Jongdae 'oppa' ini. Wajah berseri-seri Jongdae 'oppa' berbanding terbalik dengan Minseok oppa yang tampak kusut dan kurang tidur terlihat dari mata pandanya yang kontras dengan warna kulit oppa yang putih. Ia juga tidak bisa berjalan dengan benar tanpa meringis kesakitan, dan tiap kali ia mengaduh Produser Kang hanya akan menggelengkan kepala, sementara Jongdae 'oppa' akan terkikik geli, sehingga Minseok oppa akan menyikutnya untuk menghentikan ledekkan Jongdae 'oppa'.
"Oppa, apa kau baik-baik saja? Kenapa jalanmu seperti itu?" aku yang penasaran akhirnya menanyakan itu langsung pada Minseok oppa.
Jongdae 'oppa' langsung tertawa terbahak-bahak, dan Minseok oppa kali ini harus menendang kakinya agar ia berhenti tertawa.
Minseok oppa menghela nafasnya dan hanya tersenyum simpul, "Gwaenchanayo, Hyerin-ah.."
To be continue..
