Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

Pair : Sasuke & Sakura

Genre : Horror, Mystery, little Romance (maybe)

.

.

.

Enjoy With This Story

.

.

.

Kejarlah aku sampai kau tak mampu lagi mengejarku,

Satu nyawa akan pergi jika kau tak mampu menemukanku,

Raga tanpa jiwa, berjalan dalam kegelapan malam,

Senandung sedih selalu ku lantunkan…

Temukanlah aku maka aku akan menemukanmu,

Mawar berdarah akan selalu menuntunmu,

Jerit kesakitan akan terngiang di kepalamu,

Jangan lari atau kau tak akan kembali,

Pilihan adalah salah satu kunci hidupmu,

Pilih satu atau kau akan terjebak disini bersamaku selamanya….

.

.

.

Chapter 2

Ramai. Salah satu kata yang dapat menggambarkan suasana kantin di Tokyo Senior High School. Bel istirahat telah berbunyi sekitar 5 menit lalu. Para siswa yang memang sudah mulai penat dengan segala macam materi yang 6 jam mereka terima, merasa lebih bersemangat kala mendengar suara bel istirahat berbunyi. Seolah bel itu merupakan penyelamat bagi mereka yang tengah kesusahan. Pelayan kantin nampak kesusahan meladeni siswa-siswi yang memesan makanan. Terbukti dengan dirinya –pelayan yang harus melangkah cepat atau bahkan berlari untuk menghampiri siswa yang ingin memesan makanan atau minuman. Kantin di TSHS memang sudah didesain seperti restoran pada umumnya. Jadi jangan heran jika kau akan menemukan sebuah bar mini di dalamnya.

"Temeeeeeeeee…."

Teriakan seorang pemuda berambut pirang membahana di kantin. Membuat sebagian besar pasang mata mengarah kepada pemuda berambut pirang spike yang tengah tersenyum lebar sambil melambaikan tangannya kearah sekelompok remaja disebuah meja dekat jendela.

'BLUSHH'

Sontak pipi para siswi wanita memerah melihat senyum menawan dari seorang Uzumaki Naruto. Salah satu pemuda popular di sekolah mereka.

"kyaaaaa….Naruto-kun manis sekali…."

"uwahhh, aku bisa pingsan karena senyumnya…."

"kyaaa, Naruto-sama jadikan aku kekasihmu…"

Begitulah kiranya reaksi dari para gadis yang melihat Naruto. Sementara Naruto sendiri yang sudah terbiasa akan teriakan itu bersikap acuh tak acuh saja. Pemuda pirang itu lalu dengan santai melangkahkan kakinya menuju tempat duduk para sahabatnya.

"kau berisik Dobe…" sambut Sasuke sesaat setelah Naruto duduk disalah satu kursi yang kosong.

"biarkan saja. Apa kau cemburu para gadis itu meneriaki ku ya Teme…?" goda Naruto dengan kerlingan mata nakal.

'BLETAKK'

"aww, sakit Sakura-chan~…." Ucap Naruto meringis sakit kala kepala pirangnya dihadiahi sebuah jitakan keras dari gadis berambut pink yang duduk di depannya.

"Sasuke-kun itu masih normal bodoh…!" bentak gadis berambut pink yang Naruto panggil Sakura dengan meletakkan kedua tangannya di pinggang.

Ya, Sakura atau lebih tepatnya Haruno Sakura merupakan sosok gadis cantik, memiliki otak diatas rata-rata dan yang pasti memiliki kekayaan yang melimpah dikarenakan orang tuanya memiliki perusahaan farmasi terkenal yang bernama Haruno Coorp. Dan lagi Sakura merupakan anak tunggal yang secara otomatis akan mewarisi kekayaan milik orang tuanya. Dara cantik yang memiliki surai merah muda atau sebut saja pink yang panjangnya sepunggung, serta bola matanya yang berwarna hijau bening seperti batu emerald yang berkilau indah. Membuat siapa saja yang melihat pancaran emerald indahnya akan terjebak dalam pesona seorang Haruno Sakura. gadis dengan perawakan lumayan tinggi untuk gadis seumurannya dan tubuh yang ramping bak seorang model mampu membuat lawan jenisnya merasa tertarik akan kecantikannya. Tapi kalian para pemuda harus berpikir dua kali terlebih dahulu untuk mendekati nona muda Haruno ini. Kenapa? Karena gadis cantik ini sudah memiliki seorang kekasih yaitu Uchiha Sasuke. Tolong garis bawahi pada kekasih dan pada Uchiha Sasuke. Sekali saja kau meliriknya, maka kau akan langsung menerima tatapan tajam menusuk yang seakan dapat membunuhmu kapan saja dari seorang Uchiha Sasuke, kekasih dari Haruno Sakura yang overprotective. Pasangan cantik dan pasangan tampan. Sungguh perpaduan yang sempurna kan?.

"jangan-jangan kau sendiri yang tidak normal Naruto…?" ucap seorang gadis berambut blonde panjang yang diikat ekor kuda dan bermata aquarime yang memicing penuh selidik kearah Naruto.

"oww oww, jangan berbicara seperti itu pada pemuda paling tampan ini Ino…" ucap Naruto mengibas-ngibaskan kedua tangannya di depan wajahnya berusaha menepis dari tuduhan tak wajar gadis yang bernama Ino –Yamanaka Ino.

Gadis cantik pemilik mata aquarime ini lalu memutar bola matanya bosan mendengar ucapan kelewat pede dari salah satu sahabatnya.

"biasanya pemuda yang mengaku dirinya tampan justru pemuda yang tidak percaya diri karena dirinya yang jelek…hoammm mendokusoi…" kali ini ucapan bosan namun tajam mengejek keluar dari seorang pemuda berambut hitam yang dikuncir tinggi hingga menyurupai nanas. Pemuda bernama Nara Shikamaru yang merupakan kekasih dari Yamanaka Ino segera menelungkupkan kembali kepala nanasnya setelah tadi sedikit mengangkat kepalanya untuk menatap Naruto.

"Shikamaru-kun~…jangan tidur terus…!" ucap sang kekasih –Ino sembari menggoyang-goyangkan tubuh kekasihnya yang tetap bergeming pada posisinya semula. Malah semakin menyamankan badannya untuk terlelap.

"cih, kalian sama saja. Tak ada yang berpihak padaku…! Oya… dimana Hinata-chan…?"

"Hinata ada keperluan di kantor…" jawab Sakura seraya menyeruput jus strowberrynya yang tinggal setengah gelas. Naruto hanya mengangguk-nganggukan kepalanya saja.

"oya, kalian sudh dengar tentang kematian Sasame…?" suara Ino membuat Naruto, Sasuke, dan Sakura memandangnya.

"ya, tapi aku tak melihat mayatnya…" ucap Naruto yang dibarengi dengan anggukan dari Sakura. sedangkan Sasuke sendiri hanya memandang datar dan tak merespon.

"ku dengar, kematiannya sama persis dengan Lee. Mata melotot, mulut membuka dan lehernya patah…tapi tak ada bekas cakaran di kakinya." Ucap Ino dengan air muka serius. Shikamaru yang semula memejamkan matanya mendadak membuka matanya merasa tertarik dengan pembicaraan sahabat-sahabatnya.

"aahhh, dan juga ada setangkai mawar merah dengan daun hitam di samping tubuhnya yang tergeletak di koridor depan kelas XII-B…" lanjut Ino lagi.

"benarkah? Mawar itu juga ada disamping mayat Lee waktu itu…" ucap Naruto sedikit tak percaya.

"apa mungkin pembunuh mereka berdua adalah orang yang sama?" kali ini suara lembut Sakura yang terdengar menanggapi.

"benarkan Teme…kematian Lee memang tidak wajar. Sesame pun sama…"

"Hn.."

"lalu, bagaimana menurutmu Shika..?" kali ini Ino mencoba bertanya dengan kekasih Geniusnya yang masih menelungkupkan kepalanya di atas meja.

"hoammmm, kurasa begitu…" jawab Shikamaru masih dengan nada malas.

"begitu apanya Shika…?" Ino mulai geram dengan tingkah malas dari kekasihnya.

"perkataan Naruto benar. Kematian Lee dan Sasame memang agak ganjil. Keadaan yang hampir sama, dan juga waktunya yang berturut-turut…bagaimana Sasuke?" Shikamaru melempar jawaban kepada Sasuke yang tengah asyik menyeruput jus tomat kesukaannya.

"hn, pembunuh mereka berdua meninggalkan bukti berupa bunga, keadaan mayat yang hampir sama, lokasinya juga sama…" ucap Sasuke menggantung dengan nada khasnya yaitu datar.

"tak ada pembunuh yang sebodoh itu kecuali pembunuh itu memiliki motif tersendiri kenapa membunuh siswa TSHS…"lanjut Sasuke lagi.

"tapi Sasuke-kun, walaupun pembunuh meninggalkan barang bukti, polisi masih belum bisa menangkapnya karena sidik jari si pembunuh tak ada yang tertinggal…" ucap Sakura ikut menyuarakan pendapatnya.

"bisa saja pembunuh itu memakai sarung tangan atau semacamnya kan Forehead…" suara Ino menanggapi argument sahabat merah mudanya.

"aku dengar ada sebuah bekas seperti cekikan tangan di leher Sasame…mustahil jika pembunuh itu tak meninggalkan atau mempunyai sidik jari…" kata Sakura lagi.

"bisa saja…." Perkataan yang keluar dari mulut Naruto sontak mengundang tanda tanya dari ke-4 sahabatnya.

"mungkin pembunuh itu adalah…." Naruto menggantungkan kata-katanya lalu memajukan tubuhnya memandang satu persatu mata yang menatapnya penuh penasaran.

"….hantu…" perkataan yang keluar dari bibir Naruto sontak membuat ke-4 orang yang satu meja dengannya sweatdropped. Seorang Uzumaki Naruto mengatakan hal seperti itu dengan raut wajah yang sangat serius. Mereka merasa tertipu dengan wajah Naruto. Sontak mengundang tawa Ino dan Sakura. sementara Sasuke dan Shikamaru hanya mendecih mendengar jawaban yang menurut mereka konyol.

"hahahaha, kau konyol sekali Naruto…jangan buat pantatku tertawa…" ucap Ino terus tertawa memegangi perutnya. Bahkan air mata geli sedikit keluar dari sudut matanya. Sementara Sakura berusaha menahan tawanya mati-matian dengan menutup mulutnya.

"hmmppp…kau terlalu terpengaruh film horor yang sering kau tonton Naruto..hahaha" ucap Sakura yang akhirnya meledak. Membuat Naruto semakin cemberut dan memajukan bibirnya beberapa centi karena sebal.

"jangan mengejekku. Aku hanya berpendapat…"

"tak ada hal semacam itu di jaman modern ini Dobe…." Suara berat Sasuke membuat Naruto semakin sebal. Andai ada Hinata –kekasihnya sudah pasti Naruto akan merajuk meminta pembelaan dari kekasih indigonya. Tapi sayang, kekasihnya saat ini sedang ada urusan di kantor sehingga yang sekarang Naruto lakukan hanya menekuk wajahnya sebal.

"ya bisa saja kan Teme…pembunuh itu tak meninggalkan sidik jari walaupun ada bekas cekikan tangan di leher Sasame, mawar merah dengan daun berwarna hitam, dan juga cakaran memanjang yang terdapat di kaki Lee.. jika pembunuh itu manusia kenapa tak menusuk korbanya saja dari pada seperti itu…" ucap Naruto panjang lebar dengan raut wajah yang masih merengut.

"ku rasa Naruto ada benarnya juga…" pernyataan Shikamaru membuat Naruto berbinar senang dan juga membuat Sasuke memandang Shikamaru bingung.

"masuk akal juga yang membunuh itu bukan manusia. Pasalnya tak ada mawar merah berdaun hitam…" lanjut Shikamaru lagi menyetujui perkataan Naruto.

"bisa saja daunnya layu atau dicat…" ucap Ino.

"entahlah…mendokusoi…."

'Kringggg Kringgggg'

Bel tanda selesai istirahat berbunyi menginterupsi pembicaraan ke-5 sahabat itu mengenai pembunuhan yang terjadi pada teman seangkatan mereka. Siswa-siswa yang lain juga berbondong-bondong keluar dari kantin. Tak terkecuali Sasuke, Naruto, Shikamaru, Sakura dan Ino. Mereka segera meninggalkan kantin sebelum terlebih dahulu membayar makanan dan minuman mereka. Ahh, sepertinya otak mereka akan segera diisi kembali dengan materi-materi yang sangat mengenyangkan selama 4 jam ke depan….

.

.

.

'Tap Tap Tap'

Suara sebuah kaki berbalut sepatu yang bergesekan dengan lantai. Langkah kaki itu kadang berhenti lalu berjalan lagi. Kaki jenjang berbalut sepatu berwarna putih milik seorang gadis merah muda yang tengah memilih-milih buku di perpustakaan sekolah. Jari tangan lentiknya menyusuri deretan buku-buku sastra kegemarannya. Sudah 15 menit gadis itu berada di perpustakaan. Menolak ajakan pulang bersama dari kekasihnya dikarenakan dia harus mencari buku referensi untuk mengerjakan tugasnya. Dua buku dengan berbeda judul sudah berada dipelukannya. Bola mata emeraldnya dengan fokus mengawasi deret demi deret buku yang terpampang di depannya. Tangan lentiknya tiba-tiba terhenti pada sebuah buku usang dengan warna sampul merah pudar. Diambilnya buku dengan ketebalan sekitar 2 cm. tipis memang, tapi membuat gadis merah muda yang bernama Haruno Sakura –tercetak di name tagnya- merasa penasaran. Dahinya mengernyit heran kala tak menemukan judul buku di sampul depan buku usang yang dia ambil. Diletakannya kedua buku yang sempat dia ambil pada rak perpustakaan yang longgar, tubuh mungilnya lalu bersandar nyaman pada rak buku perpustakaan.

'SREKK'

Lembar pertama telah Sakura buka. Tulisan tegak bersambung yang agak kusam karena tinta yang memudar membuat tulisan di buku itu agak sulit untuk dibaca.

Rangkaian kenangan yang kau beri akan selalu membekas indah di benakku

Lembar buku yang aku tulis ini untuk selalu mengingatkanmu

Kenanglah aku selalu dalam pikiranmu

Karena aku mencintaimu sampai aku tak mampu lagi untuk mencintaimu

Ketahuilah, aku selalu haus akan cinta kasihmu….

'Kisah cinta eh…' ucap Sakura dalam hati kala dia membaca sebait kalimat yang tertera pada halaman pertama. Lalu tangan lentiknya membuka lembar kedua buku using yang membuatnya merasa tertarik.

Kau selalu seperti ini. Diam tak menghiraukanku.

Kau menutup matamu tak ingin menangkap bayanganku di bola matamu…

Tak pernah sekalipun melihatku,

Tak pernah sekalipun kau menoleh padaku…

Kau berubah tak seperti yang dulu,

Aku mencintaimu tapi seolah kau tak mencintaiku

Tahu kah kau seberapa dalam luka hatiku?

"cinta bertepuk sebelah tangan ya…" gumam Sakura kala melanjutkan membaca bait demi bait kata pada lembar kedua. Ada perasaan sedikit sesak kala membaca bku using yang ia temukan. Seolah perasaannya iku tersedot ke dalam buku. Buku usang yang lebih mirip sebuah buku Diary dari pada sebuah buku bacaan.

Kenapa kau berpaling dariku? Tak cukupkah cinta yang ku beri untukmu?

Kemanakah janji 2 tahunmu yang lalu?

Kau ingkari semua janji manis yang kau ucap…

Aku hanya ingin tahu apakah arti diriku untukmu,

Aku hanya ingin tahu pentingkah diriku bagimu,

Dan aku hanya ingin tahu apakah kau masih mencintaiku….

'WUSHHH'

Angin tiba-tiba bertiup kencang kala Sakura menyelesaikan bait terakhir dalam lembar kedua buku yang dipegangya. Bulu kuduk Sakura memegang tengkuknya, gadis merah muda itu menolehkan kepalanya kekanan dan kiri.

Sepi…itulah kata yang pantas untuk keadaan perpustakaan saat ini. Manik emeraldnya beralih memandang jam tangan putih yang melingkar manis di pergelangan tangannya.

"jam 4 sore…." Ucap Sakura sembari memandang jam tangannya.

"pantas sepi…" lanjutnya lagi.

Sakura lalu menutup buku usang yang barusan ia baca lalu mengambil tasnya yang tergeletak di bangku dekat jendela perpustakaan. Kaki jenjangnya lalu melangkah sedikit tergesa keluar dari perpustakaan dengan menggenggam sebuah buku usang di tangannya. Tak disadari oleh Sakura, sedari tadi kegiatan membacanya dilihat –diawasi lebih tepatnya oleh sosok misterius dari balik rak perpustakaan. Mata tanpa pupil yang entah kenapa sangat menusuk dan menyeramkan. Sebuah seringai misterius juga terpampang di wajah pucatnya.

.

.

.

"temukan lah aku…..maka aku akan menemukanmu…. "

.

.

..Secret Ghost

To Be Continued...

hufftttt..., akhirnya chapter ke-2 update juga..hhehe

arigatou buat para readers yang udah menyempatkan diri untuk like, review, and Fav...:) semoga chapter ini tidak mengecewakan ne..., maaf kalo masih ada typo berserakan...:D

RnR please...