Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

Pair : Sasuke & Sakura

Genre : Horror, Mystery, little romance (maybe)

.

.

.

Enjoy With This Story

.

.

.

Kejarlah aku sampai kau tak mampu lagi mengejarku,

Satu nyawa akan pergi jika kau tak mampu menemukanku,

Raga tanpa jiwa, berjalan dalam kegelapan malam,

Senandung sedih selalu ku lantunkan…

Temukanlah aku maka aku akan menemukanmu,

Mawar berdarah akan selalu menuntunmu,

Jerit kesakitan akan terngiang di kepalamu,

Jangan lari atau kau tak akan kembali,

Pilihan adalah salah satu kunci hidupmu,

Pilih satu atau kau akan terjebak disini bersamaku selamanya….

.

.

.

Chapter 5

'BRAKK'

Sakura menggebrak meja dengan keras. Hal itu sontak membuat pandangan semua teman-temannya yang ada di kelas menatapnya dengan pandangan heran. Terutama Ino dan Hinata yang sedang duduk berdua.

"heii, ada apa Forehead…?" Tanya Ino memegang bahu Sakura dan mendudukkan Sakura di bangku kosong di sampingnya.

"i-iya, ad-ada apa Sa-Sakura-chan…?" Hinata ikut menimpali.

Mengambil nafas dalam, Sakura lalu memandang intens ke dua sahabatnya.

"kita harus segera menyelidikinya…" ucap Sakura yang mkemudian mendapatkan tatapan bingung dari Ino dan Hinata.

"apa?/a-apa?" respon Ino dan Hinata bersamaan.

"pembunuhan itu dan juga tentang buku diary itu…"

"tentu, bukankah kita sudah merencanakan hal itu?"

"ini...lihat.." Sakura menyodorkan selembar kertas yang ia temukan di perpustakaan kepada Ino dan Hinata. Kedua gadis itu terkejut bukan main melihat tulisan yang tertera pada kertas itu. Ino dan Hinata saling menatap sebelum beralih menatap Sakura dengan pandangan seolah bertanya 'bagaimana bisa?'.

"aku menemukannya di perpustakaan. Dan aku melihatnya…"

"me-melihat ap-apa Sakura-chan?" tanya Hinata dengan logat gagapnya.

"aku melihat sesosok perempuan bergaun putih panjang di sudut perpustakaan. Perempuan itu sedang menangis…dan saat aku ingin menyentuhnya, tubuhku terdorong membentur rak buku…" Ino dan Hinata mendengarkan dengan serius perkataan Sakura.

"saat aku mendongak, perempuan itu menghilang dan aku menemukan kertas itu setelah dia menghilang…" lanjut Sakura lagi. Ino bergidig mendengar penuturan Sakura.

"jangan-jangan dia hantu Forehead…dia menghilang tiba-tiba dan dia juga bukan siswi atau guru di sini kan…"

"i-iya Sakura-chan…"

"ya, aku juga berpikir begitu. Dan juga aku rasa sosok itulah yang menjadi peneror di sekolah kita akhir-akhir ini…" kata Sakura dengan tetap mempertahankan keseriusannya.

"da-dari mana Sa-sakura-chan tahu…?" tanya Hinata dengan menatap Sakura malu-malu.

"hahh, entahlah…tapi perasaanku mengatakan seperti itu…" ucap Sakura dengan menghempaskan punggungnya pada sandaran kursi.

"ahh, kita bicarakan nanti kepada Sasuke, Shikamaru dan Naruto saja Forehead…"

"ya…nanti kita bicarakan bersama mereka saja…"

Menghentikan pembicaraan mengenai sosok wanita yang Sakura temui, ketiga gadis remaja itu lalu melanjutkan dengan obrolan ringan layaknya remaja gadis pada umumnya yaitu bergosip tapi hanya Sakura dan Ino lah yang heboh sedangkan Hinata malah duduk manis dan hanya mendengarkan dan menanggapi dengan anggukan atau gelengan jika Sakura atau Ino bertanya padanya. Walaupun Hinata pendiam sedangkan kedua sahabatnya –Ino dan Sakura- berisik, Hinata merasa sangat nyaman dan senang berteman dengan mereka berdua. Dan jangan lupakan fakta bahwa kekasih dari Hinata pun sama berisiknya. Jadi gadis Indigo itu sudah terbiasa akan kehebohan dan keberisikan kekasih serta sahabat-sahabatnya pengecualian untuk Sasuke yang dingin serta Shikamaru si maniak tidur.

Bel sudah berbunyi sekitar 5 menit yang lalu. Tapi guru yang akan mengajar di kelas Sakura belum kunjung datang. Hal itu dimanfaatkan oleh sebagian siswa di kelas Sakura –kelas 2-3 untuk mengerjakan tugas mereka yang belum selesai atau yang belum mengerjakan. Sakura, Ino dan Hinata berada di kelas yang sama yaitu 2-3 sedangkan Sasuke dan Naruto dan Shikamaru ada di kelas 2-2. Dan mereka ber-6 akan selalu bertemu dan berkumpul saat Istirahat sekolah. Namun hal itu tak mampu mengurangi kebersamaan dan keakraban mereka. Tak lama kemudian, guru mereka yang bernama Yuhi Kurenai datang dengan menenteng beberapa buku di tangannya. Tatapan mata dari guru cantik itu selalu tajam dan menyalang galak. Itulah mengapa para siswa selalu menyebutnya dengan julukan The Killer Teacher. Seperti saat ini, kelas yang semula ribut menjadi hening seketika kala guru itu datang.

"ohayou…."

"ohayou sensei…" jawab semua siswa serempak.

"kumpulkan tugas fisika kemarin dan buka buku paket halaman 127." Seru Kurenai dengan lantang. Tak perlu menunggu waktu lama, kini buku tugas sudah terkumpul dan tersusun rapi di atas mejanya.

"baiklah…kali ini kita akan mengetahui lebih dalam lagi mengenai apa itu Hukum Archimedes. Hukum Archimedes adalah….bla-bla-bla"

Begitulah suasana pembelajaran di kelas 2-3. Mereka akan dijejali dengan berbagai rumus fisika yang memuakkan dan juga membingungkan. Tapi itu hanya berlaku bagi siswa yang tidak menyukai Fisika. Contohnya adalah Ino. Gadis pirang itu terus menggerutu tak jelas sejak guru yang paling ia tidak sukai menampakkan diri. Sakura yang memang duduk di sebelah Ino hanya menggelengkan kepala merah mudanya mendengar berbagai gerutuan yang keluar dari mulut sahabat pirangnya.

.

.

.

'PUKK'

Tepukan pada pundak Sakura membuatnya sedikit terlonjak kaget. Senyum manis terukir kala mengetahui siapa pelaku yang membuatnya terlonjak. Kekasihnya –Uchiha Sasuke tengah berdiri cool dengan tangan yang dimasukkan saku celananya. Di belakang Sasuke juga ada Shikamaru yang memnguap tak jelas dan juga Naruto yang menampilkan cengiran khasnya.

"ah, Sasuke-kun…" ucap Sakura memandang Sasuke dan menghentikan obrolan antara dirinya dengan Ino dan Hinata.

"Hn," Sasuke menggumam singkat dan langsung duduk di samping kekasihnya. Tangan putih Sasuke terulur menggapai sebuah irisan tomat yang menjadi kesukaannya yang ada pada bekal yang Sakura buat. Tak berbeda jauh dengan Sasuke, Naruto dan Shikamaru pun duduk di samping kekasih mereka.

Saat ini mereka ber-6 tengah menikmati makan siang mereka di taman belakang sekolah. Taman tempat biasa mereka berkumpul selain atap sekolah tentunya. Di bawah pohon Sakura yang besar mereka melepaskan penat dari jejalan materi yang guru mereka berikan. Gurauan serta tawa mereka lantunkan dengan bahagia. Menikmati setiap kebersamaan diantara indahnya persahabatan mereka. Melupakan sejenak masalah yang akan mereka hadapi dan tersenyum tulus untuk merangkai kenangan indah antar sahabat sejati.

"ah iya Forehead…cepat ceritakan tentang itu…" ucap Ino kepada Sakura yang baru saja menyelesaikan acara makan siangnya bersama Sasuke.

"itu apa Pig?" tanya sakura yang masih belum mengerti apa yang dimaksud Ino. Ino yang melihat kelemotan Sakura hanya menepuk dahinya.

"aishh, tentang tadi pagi yang kau ceritakan padaku dan Hinata…"

"ahh, iya aku ingat…" ucap Sakura sembari mengangkat jari telunjuknya.

"apa yang ingin kau ceritakan sih Sakura-chan?" iris shapire Naruto memandang Sakura penasaran.

"hmmm….sepertinya aku tahu siapa yang menjadi pembunuh siswa di sini Naruto…" ucapan Sakura membuat Naruto, Sasuke dan Shikamaru menambah tatapan penasaran padanya.

"bukankah yang menjadi pembunuh itu hantu Sakura-chan?" tanya Naruto di tengah-tengah rasa penasarannya.

"ya, memang. Dan nama hantu itu adalah Kurime Megumi."

"dari mana kau tahu?" kali ini suara Shikamaru yang bertanya.

"tunjukan kertas itu Forehead…" suruh Ino kepada Sakura. Merogoh Saku roknya, Sakura lalu mengeluarkan selembar kertas yang ia temukan kemarin di perpustakaan. Membuka lipatan kertas itu, Sakura lalu memperlihatkan tulisan yang tertera di kertas usang itu kepada Sasuke, Shikamaru dan Naruto. Kerutan tercetak di dahi ketiga pemuda itu. Shikamaru lalu mengambil kertas itu dan menyentuh tulisan yang tertera dengan menyelidik.

"tulisan ini sama persis dengan tulisan yang ada di buku diary itu…" Shikamaru lalu mengendus kertas –tulisan pada lembaran kertas usang yang ia pegang.

"baunya pun sama…anyir…" lanjut Shikamaru lagi.

"kau menemukannya di perpustakaan?" suara datar Sasuke menyeruak bertanya.

"ya, aku menemukannya kemarin…" jawab Sakura menatap Sasuke dalam.

"kenapa selalu di perpustakaan? Maksudku, buku diary dan kertas itu…"

"….." tak ada respon dari yang lainnya. Mereka semua memandang Sasuke dengan pandangan seolah untuk meminta penjelasan lebih lanjut. Sasuke yang melihatnya hanya mendecih sebal.

"Tch, aku rasa kita harus memulai penyelidiknnya pada perpustakaan mengingat buku dan kertas itu Sakura temukan di perpustakaan."

"…." Semua masih diam dan masih meminta Sasuke untuk berbicara lagi. Sasuke memalingkan wajahnya dan bersedekap tak peduli lagi.

"ha'I ha'I Sasuke-kun tak usah sebal begitu….menurutku itu benar. Aku juga melihat sosoknya di sudut perpustakaan tengah menangis…"

"jadi kau melihat hantu Sakura-chan?" tanya Naruto dengan suara sedikit bergidig merinding.

"ya, sepertinya dia ingin aku untuk membantunya…" ucap Sakura sembari mengingat-ingat kembali pertemuan antara dirinya dengan sosok hantu misterius itu"

"ma-maksud Sakura-chan app-apa?" tanya Hinata baru bersuara.

"yah…sepertinya dia ingin menunjukan sesuatu…"

"apa itu Sakura-chan?" tanya Naruto kepada Sakura.

"entahlah…aku tidak tahu." Jawab Sakura mengendikkan bahu.

"hoammmm…kalau begitu kita keperpustakaan sepulang sekolah…" perintah Shikamaru dengan nada malas seperti biasa. Yang lain hanya mengiyakan ajakan pemuda nanas itu.

.

.

.

.

Langkah kaki dari Sakura, Sasuke, Naruto, Shikamaru, Ino dan Hinata menggema kala kaki jenjang mereka menapakki lantai koridor sekolah mereka. Jarum jam telah menunjukan pukul 3 sore. Para siswa TSHS sudah sejak tadi meninggalkan kelas mereka untuk pulang terkecuali ke-6 remaja tadi yang masih berada di sekolah. Perpustakaan adalah tujuan mereka. Bukan untuk mengerjakan tugas atau mencari buku pelajaran, melainkan untuk mencari sesuatu yang berhubungan dengan misteri pembunuhan yang akhir-akhir ini meresahkan mereka.

'KRIETTT'

Pintu bertuliskan 'Perpustakaan' dibuka oleh seorang pemuda berambut nanas. Shikamaru melongokkan kepalanya menelisik keadaan perpustakaan. Sepi. Tak ada siapapun. Penjaga perpustakaan yang biasanya jam 3 masih ada, sekarang tak terlihat di tempat duduknya. Hanya setumpuk buku yang menggunung yang pastinya milik para siswa yang baru saja dikembalikan.

"ayo masuk…" perintah Shikamaru kepada teman-temannya dengan isyarat kepala. Ke-6 remaja itu lalu memasuki perpustakaan yang sepi.

"di mana kau menemukan kertas itu Sakura?" tanya Shikamaru memecah keheningan yang sejak tadi tercipta. Tak menjawab, Sakura melangkahkan kaki jenjangnya menuju sudut perpustakaan di ikuti oleh teman-teman dan kekasihnya di belakangnya. Sakura berhenti melangkah saat dirinya berada tepat diantara rak ke-3 dan ke-4 paling belakang perpustakaan. Mata emeraldnya lalu memandang Shikamaru.

"disini, disini aku menemukan kertas itu dan aku melihat perempuan itu ada di sudut sana…" ucap Sakura sembari menunjuk kearah sudut rak.

"sebaiknya kita mulai mencari petunjuk mengenai sosok itu dari sini…" mengerti akan ucapan pemuda ber IQ 200 itu, Sakura, Sasuke, Naruto, Ino dan Hinata lalu mulai mencari petunjuk yang Shikamaru maksudkan. Rak demi rak buku mereka periksa. Tak ada petunjuk apapun. Hanya ada buku-buku pelajaran usang dari beberapa tahun silam.

"hei, aku menemukan sesuatu…" seruan Shikamaru menarik Sasuke, Naruto, Ino dan Hinata menghampirinya. Sedangkah Sakura tak mendengar seruan Shikamaru dan masih asyik meneliti rak buku paling belakang.

"ada apa Shika?" tanya Ino kepada kekasihnya.

"lemari apa itu Shikamaru?" tanya Naruto menunjuk sebuah lemari kayu tanggung dengan cat coklat yang sudah memudar.

"entahlah, aku juga penasaran…"

"kau ingin membukanya?" tanya Naruto lagi. Shikamaru hanya mengangguk sebagai jawaban.

"tapi lemari ini digembok…" ucap Naruto memegang sebuah gembok dari besi yang mengunci lemari.

"aku pinjam jepit rambutmu Ino…" Ino lalu melepaskan jepit rambutnya dan menyerahkannya pada Shikamaru. Dengan gesit tangan Shikamaru memasukkan ujung jepit rambut yang runcing kedalam lubang gembok dan memutar-mutarnya. Tak membutuhkan waktu lama, gembok terbuka.

'KRIETTT'

Suara berderit terdengar kala Shikamaru membuka pintu lemari kayu yang ada di depannya. Terdiam sejenak, sebelum tangan kekarnya terulur mengambil setumpuk buku usang lalu meletakannya diatas lemari kayu. Sasuke pun turut mengambil salah satu buku bersampul biru usang dan sedikit meniup debu yang terkumpul sebelum dia membuka lembaran buku yang ia pegang.

"ini buku daftar siswa TSHS 5 tahun lalu…" ucap Sasuke seraya membolak-balik lembar buku bersampul biru itu. Merasa tertarik, Shikamaru, Naruto, Ino dan Hinata ikut mengambil buku yang tadi Shikamaru keluarkan.

Sementara Sakura masih berada di rak buku paling belakang. Gadis merah muda itu masih terus menyusuri satu persatu buku yang mungkin merupakan petunjuk. Gerakan Sakura terhenti kala kulit tangannya bersentuhan dengan sebuah kertas mirip Koran yang tergeletak di rak yang ia telusuri.

"Koran?" ucap Sakura heran karena ada Koran usang di perpustakaan sekolahnya. Mengusap debu yang menutupi Koran itu, Sakura lalu membukanya dengan perlahan.

"tahun 20xx? Berarti 5 tahun lalu…" Sakura membolak-balikan lembar Koran yang ia temukan. Emeraldnya berhenti bergulir kala menangkap sederet kalimat yang berhubungan dengan nama sekolanya.

"Pembunuhan di TSHS. Siswi yang menjadi korban tidak ditemukan jasadnya…" ucap Sakura membaca sederet kalimat dalam koran usang itu. Emerald indahnya membelalak tak percaya kala menangkap sebuah nama yang menjadi misteri baginya berada pada sekumpulan kalimat yang membuatnya semakin tak percaya.

Kurime Megumi siswi kelas 2 TSHS tewas karena dibunuh. Mayat siswi perempuan TSHS ini belum juga ditemukan. Banyak yang mengira Siswi ini diculik lalu dibuang kelaut atau hutan sehingga jasadnya tidak ditemukan. Tak ada yang tahu pasti mengenai peristiwa itu. Yang jelas, salah satu siswa TSHS mengaku melihat Kurime Megumi di lorong asrama sekitar pukul 7 malam…

Segera saja Sakura melipat koran usang itu dan dengan tergesa menuju dimana teman-temannya berada. Perasaannya gelisah setelah membaca berita yang tertera dikoran yang ia temukan.

"teman-teman…." Panggil Sakura yang melihat teman-temannya yang sedang membaca buku bersampul biru. Mereka lalu menghentikan kegiatan mereka dan memandang Sakura heran.

"ada apa Saku…?" tanya Sasuke dengan rasa khawatir melihat kekasih merah mudanya berjalan tergesa kearah mereka. Sakura berhenti dihadapan teman-temannya dan memandang mereka satu persatu.

"aku menemukan ini…" Sakura lalu menyodorkan koran yang ia temukan kearah Shikamaru.

"Koran?" tanya Shikamaru dengan sebelah alis terangkat sembari menyambut koran yang terulur kearahnya. Naruto dan Ino lalu mendekatkan kepala mereka kearah Shikamaru ikut membaca apa yang tertera di dalam Koran yang Sakura temukan.

"heeeeeee….aku tak percaya kalau hantu itu murid TSHS juga…." Ucap Naruto heboh. Shikamaru lalu segera menutup koran itu dan menyerahkannya pada Sasuke. Dia lalu membongkar lemari kayu, dan mencari sesuatu pada setumpuk buku disana.

"men-mencari ap-apa Shikamaru-kun?" tanya Hinata yang memperhatikan Shikamaru mencari sesuatu.

"iya, kau mencari apa?" tanya Sakura ikut mendekat kearah Shikamaru yng masih sibuk mengeluarkan berbagai buku dan membukanya satu-persatu.

"daftar siswa tahun 20xx kelas 2…ini dia…!" seru Shikamaru senang karena berhasil menemukan buku yang ia cari. Sasuke, Sakura, Naruto, Ino dan Hinata lalu mendekat mengerubuni Shikamaru yang tengah kembali sibuk membolak-balik lembar demi lembar kertas pada buku bersampul kuning usang. Mata hitamnya ikut menyusuri tulisan yang tertera. Gerakan membolak-balik Shikamaru terhenti pada lembar ke-30. Bibirnya bergerak menyuarakan nama yang ia cari.

"Kurime Megumi…" ucap Shikamaru seraya memandang teman-temannya.

"kelas 2-1, tinggal di kota Busan. Nama orangtua Kurime Terumi dan Kurime Hagane…" kali ini Naruto yang membaca kaliamat lain yang tertera di bawah kata Kurime Megumi. Foto 3x4 berwarna hitam putih pun tak luput mereka lihat. Menampilkan foto seorang gadis berusia 17 th dengan rambut hitam lurus dan bermata hitam.

"ternyata benar. Dia mantan siswa TSHS…" ucap Naruto memandang foto 3x4 itu.

"di koran memberitakan kalau dia dibunuh, sedangkan pada diary itu dia menulis bunuh diri. Yang mana yang benar?" tanya Ino.

"itu yang akan kita selidiki…." Suara datar Sasuke menyambut pertanyaan dari Ino. Semua memandang Sasuke penuh keyakinan dan mengangguk mantap sebagai persetujuan.

'WUSHHHH'

Tiba-tiba angin berhembus kencang entah dari mana. Lembaran buku di sana terbuka dengan kasar. Hawa dingin tiba-tiba menyergap disekitar mereka.

"Shikamaru-kun…" Ino merapatkan tubuhnya pada kekasihnya. Emerald Sakura sedikit menyipit kala melihat sekelebat bayangan di ujung rak. Bayangan itu terus bergerak cepat seolah mengitari ia dan teman-temannya. Tak ada yang menyadarinya. Hanya Sakura yang melihat sosok bayangan itu.

"ayo kita pergi dari sini…" ucap Sakura berbalik dan melangkah mendahului teman-temannya. Sasuke yang melihat gelagat aneh Sakura segera menyusul kekasihnya dan meraih pergelangan tangan Sakura.

"ada apa Saku?" tanya Sasuke lembut.

'BRAKKK'

Suara setumpuk buku yang terjatuh membuat ke-6 remaja itu sedikit kaget. Hinata yang berada paling belakang lalu berlari kearah Naruto dan memeluknya. Sakura memandang Sasuke panik dan menyambar pergelangan tangan Sasuke dan menyeretnya untuk keluar dari perpustakaan yang entah kenapa menjadi semakin suram.

"sebenarnya ada apa Sakura..?" tanya Sasuke lagi. Sakura memandang Sasuke gelisah lalu beralih menatap teman-temannya yang berjalan setengah berlari di belakang mereka.

"aku melihatnya…"

"melihat siapa?" tanya Ino penasaran.

"perempuan itu…aku melihatnya. Dia ada disana…mengawasi kita.." ucap Sakura dengan nada panik yang kentara sekali. Setelah mengucapkan itu, Sakura semakin mempercepat langkahnya.

"cepat. Dia ada di belakang kita…"

Setelah keluar dari perpustakaan, mereka masih terus berlari untuk keluar dari gedung sekolah. Sakura masih menunjukkan raut takut dan gelisah di wajah cantiknya. Sasuke yang melihat gadisnya ketakutan seperti itu semakin mengeratkan genggaman tangannya pada Sakura. Mereka ber-6 lalu menuju parkiran. Sasuke dan Sakura menaikki mobil sport hitam milik Sasuke, Ino dan Shikamaru menggunakan mobil Ferari, sedangkan Naruto dan Hinata menaikki motor sport merah milik Naruto. Mereka meninggalkan gedung sekolah dengan kecepatan lumayan. Meninggalkan sosok perumpuan yang menatap mereka dari balik kaca lantai pertama gedung TSHS dengan raut wajah datar namun bibirnya yang pucat menyunggingkan sebuah senyum misterius.

..Secret Ghost

ToBeContinued...

Holla minna~….. yosh, lagi-lagi author update di hari kamis nih…ada apakah gerangan? Jrengggg~ Hihihihi #abaikan XD. Sepertinya author bakal update setiap hari kamis deh, entah kenapa malah ketemunya hari itu terus, padahal hari lain kan ada ya,… yahhh beginilah kegajean author…wkwkwk ya udah deh, author mau balas review dari minna-san yang baik hati…:D

00 :hahaha iya gpp kok… ini juga udah dilanjut, semoga suka^^

Sherlock holmes : iya ganbatte ! ini juga semangatnya udah full, hehe…arigatou^^

Aika moriuchi: weee, author bangga deh bisa buat kamu merinding disko…wkwkwk btw, ini juga udah dilanjut kok, arigatou…

Twinkle Little Chen : hoooooo, beneran serem? Syukur deh kalo horornya kerasa…:D ini juga udah dilanjut kok., semoga suka^^

Eysha Cherryblossom : aaaaaaaaaaaaaaaaaaa jugaaa #AuthorLebayXD. Beneran penasaran? Ikutin aja terus…wkwkwk #plakkk. Ini juga udah ketemu kok, tapi Kurime Megumi masih malu-malu kucing…:D arigatou sudah mereview..:) semoga chapter ini tidak mengecewakan ya…

Kimura Megumi : hmmm, arigatou. Dan Author baru sadar, ternyata pen name kamu hampir mirip sama karakter hantu di cerita author yah, Cuma kalo kau Kimura lah punya author Kurime… jangan2 takdir? Hehehe ini juga udah dilanjut kok, semoga suka ne^^

Chiriyuki Hikaru : wahhh, arigatou atas kritik dan sarannya Hikaru-san…J mungkin imajinasi author lagi ditahap yang tinggi…wkwkwk btw, ini juga udah diupdate kok… semoga gak terlalu mengecewakan ne^^

mantika mocha : huhuhuu, gak sengaja update malem jum'at Mantika-san… .wkwkwk semoga suka dengan chapter ini ne…J

CelestyaRegalyana: hontou ? hehehe, jadi malu…#garuk2kepala arigatou sudah mereview, semoga suka dengan chapter ini ya…

Huahhhh, arigatou gozaimasu buat minna-san yang udah me-review, fav dan follow fanfic gaje saya… akhir kata LIKE and REVIEW PLEASE….!