Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

Pair : Sasuke & Sakura

Genre : Horror, Mystery, little romance (maybe)

.

.

.

Enjoy With This Story

.

.

.

Kejarlah aku sampai kau tak mampu lagi mengejarku,

Satu nyawa akan pergi jika kau tak mampu menemukanku,

Raga tanpa jiwa, berjalan dalam kegelapan malam,

Senandung sedih selalu ku lantunkan…

Temukanlah aku maka aku akan menemukanmu,

Mawar berdarah akan selalu menuntunmu,

Jerit kesakitan akan terngiang di kepalamu,

Jangan lari atau kau tak akan kembali,

Pilihan adalah salah satu kunci hidupmu,

Pilih satu atau kau akan terjebak disini bersamaku selamanya….

.

.

.

.

"pergi sebelum dia datang dan mengambilmu…" sosok itu berucap seraya memiringkan kepalanya. Wajah pucat serta senyum mengerikan terpampang diwajah sosok itu. Sakura melotot kaget melihat sosok itu. Wajah itu….Sakura tahu siapa dia. "Sh-Shi-Shion-san…."

.

.

.

.

Chapter 8

"Sh-Shi-Shion-san…." Ucap Sakura tak percaya dengan apa yang ia lihat. Sosok itu –Shion- mengacugkan sebelah tangannya menunjuk kearah Sakura. bibir pucatnya terus menggumamkan kata-kata untuk menyuruh Sakura pergi. Sakura ingin menjerit tentu saja. Tapi ia berusaha menahan segala bentuk ketakutannya. Dengan menutupi mulutnya dengan telapak tangan kanannya, Sakura melangkah mundur dengan perlahan. Hingga langkah kecilnya berubah menjadi lengkah lari tatkala pandangan matanya menangkap sosok Lee dari arah lain. Sakura berlari menuruni tangga. Sekarang Sakura benar-benar merasa bingung. Sedari tadi ia sudah mencoba untuk keluar dari sekolahnya tapi hasilnya nihil. Dia terus saja terjebak di lantai 2 dan 3.

"Hh…hahhhh-hahh…" deru nafas Sakura kembali tak beraturan. Peluh semakin membanjiri tubuhnya. Sakura berhenti sejenak di tengah koridor.

'Tap Tap Tap'

DEGG

Tubuh Sakura kembali menegang dan bergetar. Sebuah tangan bertengger dengan manis di pundak kiri Sakura. meneguk ludahnya kasar, dengan gerakan slowmotion Sakura membalikkan tubuhnya guna melihat siapa yang memegang bahunya.

Deg

Deg

Deg

Emerald Sakura membulat tak percaya dengan apa yang ia lihat. Langsung saja, tubuh mungil Sakura menerjang sosok yang ada di hadapannya.

"Sa-Sasuke-kun….!" Teriak Sakura memeluk erat kekasihnya –Sasuke-.

"Hn, ada apa? Kau baik-baik saja kan?" tanya Sasuke dengan nada khawatir.

"hikss, Sasuke-kun. Yokatta ne…kau datang...hikss" tangis Sakura pecah. Ia menangis sesenggukkan dipelukan sang kekasih. Ungtunglah Sakura sebelum berangkay yadi ia mengirim pesan singkat kepada Sasuke tentang kepergiannya, dan sekarang, Sajura sangat bersyukur karena Sasuke datang. Setidaknya dengan kedatangan Sasuke, ia merasa lebih baik.

Sasuke yang melihat kekasihnya menangis semakin mengeratkan pelukannya. Membiarkan Sakura tenang dipelukan hangatnya sembari tangan besarnya mengusap lembut surai merah muda Sakura. sesekali Sasuke daratkan kecupan penuh sayang di pucuk kepala Sakura. melepaskan pelukan Sakura, lalu Sasuke memandang Sakura penuh arti.

"gomen, aku baru datang. Ada sedikit urusan tadi dengan Itachi-nii…" jelas Sasuke dengan lembut seraya mengusap dahi Sakura yang berkeringat.

"hiksss…" Sakura kembali terisak dan membenamkan kepala merah mudanya pada dada bidang Sasuke.

"hikss, kita harus segera pergi dari sini Sasuke-kun…" ucap Sakura yang semakin mengeratkan pelukannya.

"ada apa sebenarnya Sakura? apa terjadi sesuatu?" tanya Sasuke cemas. Sakura benar-benar tak tahu apa yang harus ia katakana kepada Sasuke. Dia sangat takut tentu saja. Perasaannya sedari tadi merasa tak enak. Yang bisa sekarang Sakura lakukan hanya menggigit bibirnya takut.

"Saku…katakan padaku ada apa?"

"etto…a-aku…a-a-ak…"

"Kami-sama ! Sakura…ceritakan padaku.." geram Sasuke yang melihat kekasihnya tak kunjung menjelaskan keadannya sekarang. Demi Kami-sama, Sasuke benar-benar sangat mencemaskan keadaan kekasih merah mudanya saat ini. Lihatlah wajah putih Sakura yang pucat dan penuh peluh. Kekasih mana yang tega melihat kekasihnya seperti itu heh…

"Sakura…ada apa sebenarnya? Ceritakan padaku…" ucap Sasuke lagi seraya memegang kedua lengan Sakura erat. Sakura memejamkan matanya sejenak dan menarik nafas dalam-dalam.

"Aku kemari untuk mencari Anko-sensei. Lalu saat aku naik kelantai 3, Aku melihat hantu Lee dan Shion,itu sangat menyeramkan. Dan mereka terus mengikutiku dan menyuruhku untuk pergi Sasuke-kun…" ucap Sakura hanya dengan satu tarikan nafas saja. Sasuke hanya diam memperhatikan Sakura.

"Anko-sensei? Hantu? Apa itu ada hubungannya dengan Kurime Megumi?"

"Hu'um, aku bermimpi melihat Anko-sensei terbunuh disini. Makannya aku kemari untuk memastikannya…"

"Dan mengenai hantu Lee dan Shion, itu memang benar Sasuke-kun. Mereka sedari tadi terus mengikutiku dan menyuruhku untuk pergi. Dan ya…aku rasa ini ada hubungannya dengan sosok yang selama ini kita selidiki…" jelas Sakura lagi.

"Tapi sedari tadi aku tak melihat siapapun Sakura…benar-benar tak ada siapapun."

"Entahlah Sasuke-kun…tapi aku benar-benar dikejar hantu…"

Sakura menyenderkan tubuh lelahnya pada dinding koridor di sampingnya. Sasuke mengamati Sakura dengan mata onyxnya. Kekasih merah mudaanya saat ini benar-benar kacau. Dengan baju yang berantakan, rambut merah mudanya yang awut-awutan dan lepek karena peluh. Tapi ada satu yang janggal. Ya…ada sebuah bunga berwarna hitam yang terselip di tas selempang yang Sakura bawa.

"Ini apa Saku?" tanya Sasuke seraya mengambil bunga hitam yang terselip di tas Sakura. Sakura yang melihat bunga itu hanya mengernyitkan dahi bingung.

"Mawar hitam… sama seperti bunga yang ada pada mayat Shion dan Lee. Kenapa ada di tasku Sasuke-kun?"

"Jika aku tahu aku tak akan bertanya padamu.." kata Sasuke cuek seraya mengamati bunga mawar hitam yang ia temukan.

"Kau menemukannya maka kau berhak mencari tahunya, kemarilah dan kau akan tahu semuanya…"

Terdengar sebuah suara bergema dipendengaran Sasuke dan Sakura. Angin kencang tiba-tiba datang entah dari mana.

"Kau dengar suara itu kan Sasuke-kun?" tanya Sakura memandang Sasuke lekat-lekat.

"Hn…aku mendengarnya" jawab Sasuke membalas tatapan Sakura.

"Kemarilah…ikuti petunjukku dan temukanlah aku…"

Lagi. Suara menggema itu lagi-lagi terdengar oleh Sasuke dan Sakura. Mata Sakura tiba-tiba membelalak terkejut kala melihat sesuatu pada ujung lorong yang gelap dan seperti mengeluarkan kabut atau asap.

"Sa-sasuke-kun, i-it-ituu…" kata Sakura tergagap seraya menunjuk ujung lorong. Mata onyx Sasuke lalu bergulir menatap apa yang Sakura tunjuk. Sasuke menyipitkan matanya sedikit tak percaya dengan apa yang ia lihat. Disana, di ujung lorong yang gelap dan entah kenapa berkabut, terlihat samar-samar sosok wanita bergaun putih panjang menjuntai yang menutupi seluruh kaki bawahnya. Sekilas, sosok itu terlihat melayang beberapa meter dari tanah. Rambut panjang sosok itu tergerai menutupi wajahnya.

"Temukanlah aku…berlarilah kearahku, aku akan menuntunmu dan jiwaku yang yang lain akan terus mengejar dan memburumu…"

Sosok itu kemudian berbalik dan melayang kemudian menghilang dibalik kabut yang semakin tebal dan kemuadian kabut itu ikut menghilang.

"Sasuke-kun…!" teriak Sakura memanggil Sasuke yang tiba-tiba berlari mengejar sosok itu.

'DRAPP DRAPP DRAPP'

Suara langkah kaki cepat dari Sasuke menggema di sepanjang lorong. Dibelakangnya, Sakura berusaha mengimbangi lari Sasuke.

"Sasuke-kun…! Tunggu , Sasuke-kun…!" teriak Sakura lagi dengan nafas yang terengah-engah. Langkah kaki Sasuke lalu berhenti pada sebuah ruangan bercat pintu coklat pudar.

"Sa-sasuke-kunnn…hahhh"

"Sakura…" panggila Sasuke serius menatap Sakura yang tengah membungkukkan badannya terengah. Mengambil oksigen sebanyak mungkin, Sakura lalu menegakkan tubuhnya dan menatap Sasuke balik. Emerald Sakura meneliti sebuah benda yang ada pada genggaman tangan Sasuke.

"Mawar hitam…dimana kau menemukannya Sasuke-kun?" tanya Sakura heran karena lagi-lagi mereka menemukan setangkai mawar hitam.

"Di pintu ini, bunga ini menancap di pintu…" jawab Sasuke seraya mata onyxnya menatap goresan kecil tempat menancapnya bunga itu. Jari telunjukknya lalu terulur mengusap noda merah basah yang menempel di pintu. Mencolek noda merah itu dengan tangannya, Sasuke lalu mengendusnya perlahan.

"Bau ini…darah…" ucap Sasuke agak lirih namun masih bisa didengar oleh Sakura.

"Darah? Darah siapa Sasuke-kun?"

"Entah…darah ini masih baru,"

"Tap-…"

"Aku akan masuk. Kau ikut?" tanya Sasuke yang memotong perkataan Sakura.

Sakura terdiam sejenak. Dia memandang wajah Sasuke dalam gelap dan seperkian detik, dengan mantap ia menganggukkan kepala merah mudanya.

"Tetap di dibelakangku…" ucap –perintah Sasuke kepada Sakura sebelum memasuki ruangan asing di depannya.

'CEKLEKK'

Pintu ruangan terbuka menampakkan keadaan ruangan yang lebih parah dari kata berantakan. Sasuke mengarahkan lampu senternya kesetiap sudut ruangan.

"Sepertinya ini gudang Sasuke-kun…"

"Hn…"

Ruangan yang lumayan luas dengan sederet rak buku yang telah dipenuhi debu dan kotoran lain. Meja dan kursi banyak menumpuk dan rusak. Banyak lukisan yang tertempel di dinding telah rusak dan sudah tak terpasang dengan benar.

Sasuke dan Sakura berjalan dengan hati-hati. Indera penglihatan mereka tetap menjelajah dengan awas. Sesekali tangan Sakura bergerak untuk membersihkan jarring laba-laba yang menghalangi pandangannya.

'WUSHHH'

Tiba-tiba angin malam berhembus dengan kencang. Tirai yang terpasang untuk menutupi jendela atas bergerak liar. Suasana di dalam ruangan itu semakin dingin, sesak dan mencekam.

"Sa-sasuke-kun…"

"Tetap dibelakangku Sakura…"

Sakura yang mendengar perintah dari Sasuke segera saja merapatkan tubuhnya mendekat kearah kekasihnya.

'SRAKK SRAKKK'

Sebuah suara bergesekan dari balik rak buku terdengar oleh Sasuke dan Sakura. mereka saling pandang terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk melihat kearah balik rak buku yang penih debu dan buku-buku usang. Dengan perlahan mereka melangkahkan kaki jenjang mereka mendekat. Tepat satu jengkal wajah Sasuke dan Sakura mengintip lewat celah buku yang kosong, sesosok gadis berseragam sekolah nampak berdiri membelakangi mereka. Tangan sosok gadis itu tengah menggenggam sebuah pulpen dan menusuk-nusukkannya kesebuah buku kosong.

Mata Sasuke dan Sakura terbelalak kala menyadari sosok itu tengah menatap kearah mereka dengan seringai mengerikan yang tersungging di bibir pucatnya. Dengan sekali kedipan mata, sosok itu lalu menghilang.

"Sa-sasuke-kunn i-it-ittu…"

"Kau tunggu disini Saku.."

Meninggalkan Sakura seorang diri, Sasuke lalu dengan terburu memasuki ruangan sempit tempat ia melihat sosok gadis itu. Di depannya kini telah tersaji sebuah buku kusam diatas meja. Buku tempat gadis misterius yang Sasuke dan Sakura lihat menuliskan sesuatu. Dan memang terbukti. Disana, disebuah meja terletak sebuah buku kusam yang terbuka dengan sebuah coretan. Coretan yang mampu membuat Sasuke merinding karenanya.

"Dia disini, larilah darinya…" gumam Sasuke membaca sebaris tulisan yang tertera. Dia tentu tahu siapa yang dimaksud oleh tulisan itu.

"Kyaaaaaaaaaa…." Teriakan melengking dari Sakura sukses mengejutkan Sasuke. Dengan segera lelaki emo itu berlari menghampiri Sakura yang tengah meringkuk ketakutan.

"Kami-sama…! Sakura, apa yang terjadi?" tanya Sasuke khawatir seraya ikut berjongkok dan memeluk Sakura posesif.

"Sa-sasuke-kun, dia..dia ada disini…" kata Sakura dengan sedikit bergetar.

"Dia? Dia siapa Saku?"

"Ku-kurime Megumi…." Jawab Sakura.

"A-apa?"

"Ya, dia ada disini, hahaha…dia ada disini…"

Mata Sasuke membelalak sangat terkejut. Apa yang terjadi dengan Sakura? itu, itu bukan suara Sakuranya. Suara itu terdengar lebih dalam dan dingin. Melepaskan pelukannya pada Sakura, Sasuke lalu memundurkan tubuhnya membuat jarak menjauh dari Sakura yang saat ini bertingkah aneh.

"Sa-sakura…"

"Hahaha..dia ada disini…dia disini. Hahaha…dan akan membunuhmu !" bola mata emerald Sakura berubah menjadi putih amethyst. Sasuke yang masih terkejut hanya diam saat Sakura mendekat dan mencengkeram lehernya dengan tangannya yang berubah menjadi lebih dingin. Badan Sasuke terangkat setengah meter dari lantai. Seringai seram selalu terpampang pada wajah cantik Sakura.

"Sa-sa-saku…Akhh, sa-sadarlahhh…" ucap Sasuke terbata-bata. Dia ingin melawan tetapi ia tidak tega untuk menyekiti tubuh Sakura. Dia sangat tahu bahwa tubuh dan kesadaran Sakura telah diambil alih oleh sosok lain. Sosok yang selama ini mereka selidiki. Sosok yang selalu menginginkan kematian seseorang. Ya, dia ada di tubuh Sakura. dia Kurime Megumi ada pada tubuh kekasih yang sangat Sasuke cintai.

"Khhh…Saku…sadarrrlahhh…" ucap Sasuke berharap Sakura akan sadar dengan mendengar rintihan sakitnya. Tapi tetap saja tak ada perubahan. Sosok Kurime Megumi dalam tubuh Sakura semakin mengeratkan cekikannya pada leher Sasuke.

"Kkhh..gomenne Saku.."

'BUGGHH'

Sasuke terjatuh setelah mengerahkan segela kekuatannya untuk menendang tubuh Sakura. Tak terima dengan perlakuan Sasuke, Sakura menggeram marah dan menatap Sasuke semakin tajam. Dan detik berikutnya, tubuh Sasuke telah terlempar menghantam sebuah meja hingga hancur.

"Akhhh…"Sasuke merintih kesakitan. Darah keluar dari sudut bibirnya. Mencoba bangkit, Sasuke lalu berlari keluar menghindar dari Sakura. dengan langkah tertatih, tubuh kesakitannya dengan perlahan tapi pasti melangkah dengan cepat menyusuri sepanjang lorong. Yang ia pikirkan saat ini adalah lari dari Sakura dan memikirkan cara agar bisa menyadarkan Sakura.

"Ughh, Siall…!" umpat Sasuke kesal.

…..Secret Ghost

'TIK TOK TIK TOK'

Waktu terus berjalan. Di sebuah kamar bercat cream, terdapat dua sosok remaja berbeda gender tengah serius dengan kegiatan mereka. Mereka adalah Shikamaru dan Ino. Saat ini Shikamaru berada di kamar Ino. Awalnya Shikamaru sedang berada di rumah menonton TV dan tiba-tiba saja ia mendapatkan pesan dari Sasuke. Dia sempat terkejut dengan pesan Sasuke yang menyuruhnya untuk menyelidiki kembali tentang diary itu sementara Sasuke sendiri pergi ke gedung sekolah mereka untuk menemui Sakura. Dan setelah itu, tanpa pikir panjang lagi Shikamaru segera melesat kerumah Ino untuk menyelidiki buku diary milik Kurime Megumi yang dibawa oleh Ino.

"Bagaimana Shikamaru-kun? Apa kau menemukan sesuatu?"

"Ya, coba kau lihat ini Ino…" Ino lalu mendekat dan duduk di samping Shikamaru.

"Kau lihat, ?"

"Apa? Aku tak melihat apapun kecuali kertas kosong…"

"Perhatikan…" Shikamaru lalu mengambil sebuah pensil dan mengarsir buku yang diketahui adalah diary milik Kurime Megumi. Mata aquirime Ino membulat tak percaya dengan yang ia lihat. Ino memandang Shikamaru penuh kagum.

"Bagaimana kau tahu kertas ini ada tulisannya Shikamaru-kun?" tanya Ino penasaran.

"Aku hanya curiga saja. Lembar ke 10 ini kosong. Sedangkan lembar ke 1-9 dan 11-15 tidak. Dan jika diraba, permukaan kertas ini tidak rata ada seperti sebuah goresan dengan pensil lalu terhapus…"

"Nah…arsiran pensil mengambang akan membuat tulisan pensil yang terhapus akan terlihat kembali walaupun tidak terlalu jelas…" jelas Shikamaru kepada Ino panjang lebar.

"Wahh..ternyata kejeniusanmu itu tidak bohong ne Shika…"

"Ck, mendokusai…"

Merebut buku diary itu dari tangan Shikamaru, Ino lalu membaca tulisan yang tertera pada lembaran buku itu.

"Aku…akan mem-membalas dendam padamu. Dan ak-aku akan mem-bunuhmu. Ak-akku membencimu Uch-ciii-ha Ob-obito…" baca Ino sedikit kesulitan membaca tulisan itu.

"Uchiha Obito?bukankah itu pamannya Sasuke? Dan Apa nama ini ada hubungannya dengan Kurime Megumi Shika? " tanya Ino beruntun kepada Shikamaru.

"Ya, dan aku rasa kunci dari semua ini adalah Uchiha Obito…dan aku rasa Sasuke dan Sakura sedang dalam bahaya sekarang." jawab Shikamaru penuh keyakinan.

"Tunggu,kenapa mereka dalam bahaya? Dan jika itu benar, apa yang harus kita lakukan Shika?" tanya Ino panik.

"Dengar Ino, Sasuke adalah keturunan Uchiha dan aku rasa Kurime Megumi sangat sensitive dengan kata Uchiha. Apa kau tahu Ino? Wajah Sasuke mirip dengan Uchiha Obito. Jadi kemungkinan besar, Kurime Megumi menganggap bahwa Sasuke adalah Obito." Jelas Shikamaru panjang lebar.

"Dan yang harus kita lakukan adalah yang pertama kita harus menemui Uchiha Obito terlebih dahulu. Setelah itu kita harus segera menyelamatkan Sasuke dan Sakura. mengerti?" tambah Shikamaru lagi.

"Tapi, aku pernah mendengar dari Sakura kalau paman Sasuke –Obito- sekarang tidak ada di Tokyo. Bagaimana Shika?"

"Kalau begitu, prioritas utama kita adalah menyelamatkan Sasuke dan Sakura terlebih dahulu Ino. Untuk urusan mengenai Obito, kita bisa lakukan setelah Sasuke dan Sakura keluar dengan selamat mala mini…"

"Ha'i..wakatta…ayo Shikamaru-kun"

Shikamaru dan Ino segera saja memasuki mobil dengan Shikamaru yang duduk di kursi kemudi dan segera melesat menuju tempat dimana Sasuke dan Sakura berada. Sebelum benar-benar melesat pergi, Shikamaru sempat mengirimkan pesan terlebih dahulu kepada Sasuke.

To : Uchiha sasuke

Subjek : Penting

Tunggulah, kami akan segera menyelamatkan kalian berdua…

Berhati-hatilah….

Send

…..Secret Ghost

'Drtttt Drrrtttt'

Ponsel Sasuke bergetar tanda sebuah pesan masuk. Tangan pemuda tampan itu lalu bergerak merogoh saku celana depannya dan nama Shikamaru tertera pada layar ponselnya.

From : Shikamaru

Subjek : Penting

Tunggulah, kami akan segera menyelamatkan kalian berdua…

Berhati-hatilah….

Setelah membaca pesan singkat dari Shikamaru, Sasuke memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana depannya dan sedikit menghela nafas lalu bangkit berdiri. Dengan perlahan, tubuh ringkih sasuke menelusiri kembali lorong sekolah guna mencari Sakuranya.

'DRAPP DRAPP'

Langkah kaki Sasuke terdengar. Saat ini ia telah berada di lantai 3. Mata hitam jelaganya sedari tak tak menemukan sosok Sakura.

'Krieeetttt'

Suara pintu terbuka. Sasuke sang pelaku pembuka pintu dengan tulisan 'Ruang Guru' segera saja melangkahkan kaki jenjangnya memasuki ruangan. Gelap. Hanya ada sebuah caha temaram dari lampu duduk yang terletak pada meja guru dengan tulisan 'Mitarashi Anko'. Perlahan tapi pasti, Sasuke lalu mendekati meja tersebut dan diatas meja, dia menemukan laptop dan ponsel yang sudah pasti adalah milik salah satu senseinya –Anko.

"Sakura benar, Anko-sensei ada disini. Tapi di mana dia sekarang?" gumam Sasuke kepada diri sendiri.

'SETTT'

Tubuh tegap Sasuke dengan reflek membalik karena merasakan ada sebuah pergerakan di belakangnya. Onyxnya menelusuri setiap sudut ruangan. Ia yakin ada seseorang disini. Tapi onyxnya sama sekali tak menangkap sesuatu. Hanya kegelapan yang terlihat.

"Anko-sensei?"

"….."

Tak ada suara siapapun yang menyahut.

"Sakura…?"

"…."

Lagi-lagi tak ada suara siapapun. Namun detik berikutnya, mata Sasuke memicing tajam dan segera berlari melesat keluar ruangan kala sosok Sakura ia lihat melintas dengan cepat di depan pintu yang ia biarkan terbuka. Sasuke terus berusaha mengejar sosok Sakura. Hingga sampai di pertigaan koridor, ia tak melihat sosok Sakura lagi. Tapi yang ia lihat kini adalah sosok Lee di sebelah kiri koridor. Sasuke lalu menoleh kebelakang dan onyxnya kembali membulat kala melihat sosok Shion yang berjalan kearahnya dengan terseok. Dengan perasaan panik, Sasuke segera berlari menelusuri lorong sebelah kanan.

'BRUGGGH'

Tubuh Sasuke tersungkur di lantai kala kakinya menyandung sesuatu yang lumayan besar. Dengan gerakan seperti slowmotion, kepala Sasuke menengok kebelakan dan mendapati sebuah tubuh yang terbaring tak bernyawa.

"Anko-sensei…!" Sasuke lalu segera mendekt kearah tubuh tak bernyawa senseinya. 'Ternyata mimpi Sakura benar' batinnya dalam hati.

"Khukhukhu….kau lihat, dia sudah mati…hahahaha"

"Sakura…ah tidak. Kau? Kurime megumi…"

Sakura yang mendengar panggilan Sasuke segera menghentikan tawanya dan beralih menatap tajam Sasuke. Seringai seram lagi-lagi terpampang diwajah Sakura.

"Dia sudah mati, dan sekarang giliranmu brengsek…" dengan sekali kedipan mata, tubuh Sasuke sudah terlempar kesamping membentur tembok dengan keras. Belum sempat Sasuke berdiri, lagi-lagi dia telah mendapati tubuhnya kembali terlempar dan membentur tembok sebelah kanan.

"Ughhh…Sa-saku…" darah mengalir dari kepala Sasuke yang terbentur tembok. Dia benar-benar tak bisa melawan. Percuma saja dia melawan toh yang saat ini erdiri dihadapannya adalah sosok lain berbeda dunia. Apalagi sosok itu kini telah merasuk kedalam tubuh Sakura. Dia tentu tak mau menyakiti Sakura. Bukan tidak mau, tapi ia tidak bisa. Benar-benar tidak bisa melukai kekasihnya, gadisnya yang sangat ia cintai. "Kkhhh…"Sasuke kembali mengerang sakit kala tiba-tiba sakura melesat dengan cepat dan mencekik lehernya kuat lalu melemparkan tubuhnya kembali.

"Ughhh…" rintih Sasuke untuk kesekian kalinya. Sasuke yakin sekarang tubuhnya benar-benar remuk. Kepalanya terasa pening dan sakit karena terus mengeluarkan darah. Pandangannya pun semakin kabur. Dia benci ini, dia benar-benar benci dengan keadaannya yang tak bisa berbuat apa-apa untuk menyelamatkan dirinya dan sakura.

Tubuh Sasuke lalu kembali terangkat tinggi. Lehernya kembali terasa tercekik. Dengan kesadaran yang hampir menghilang, Sasuke menatap sendu Sakura.

"kau harus mati, kau harus mati…KAU HARUS MATI OBITOOOOO….!"

"Sa-saku-ra.." Sasuke berucap dengan lirih. Berharap Sakura akan mendengarkan panggilan lirihnya.

Tubuh Sakura menegang kala mendengar panggilan lirih Sasuke. Kedua tangannya yang mencekik leher Sasuke bergetar. Setetes air mata disudut mata Sasuke berdampak cukup besar bagi kesadaran Sakura.

'BRUKK'

Tubuh Sasuke kembali terjatuh membentur lantai.

"Sa-su-ke…" ucap Sakura berbisik. Kini Sakura terus menerus memanggil nama Sasuke dengan memegang kedua kepalanya. Geraman sakit keluar dari mulutnya. Sakura menjambak rambutnya dengan kasar. Berusaha merebut kembali kesadarannya yang sempat tertawan oleh sosok Kurime Megumi.

"Arrrrgggggghhhhhhhhh…." Erangan panjang dari Sakura bergema. Bersamaan dengan itu, tubuh Sakura terjatuh terkulai lemah di depan Sasuke. Dengan berusaha mempertahankan kesadarannya, Sasuke bergerak perlahan meraih Sakura kedalam dekapannya.

"Sakura…"

.

.

.

.

ToBeContinued….

…..Secret Ghost

Hallo minna….! author datang bawa chapter 8 nih…(tebar bunga XD). Gak nyangka udah sampe chapter 8. Semoga readers sekalian suka dengan dan tambah penasaran sama 'Secret Ghost'. Perlahan tapi pasti, misteri bakal terungkap deh~… jadi tetep setia baca kelanjutan 'Secret Ghost' ne…hehehe

Ya udah deh, tangan author gatel pengin balas review…J

Kurime Megumi : huwaaaa~, nama hantu di karakter 'Secret Ghost' kamu pake? Author seneng deh, ternyata si hantu terkenal…:P :D. bener author ditungguin? (enggak lah thor, paling ceritanya yang ditunggu..#PDOver) kekeke. Ini juga udah updet ko Megumi-san… semoga suka dan tambah penasaran lagi ne…:D review again?

Eysha Cherryblossom : emosi liat Sakuranya ya Eysha-san? Syukur deh kalo emosi..*plakkk* nggak kok, author seneng berarti feelnya dapet..kekeke. Kurime temennya Anko-sensei? Iya deh, benerrrrrrr….hehehe. arigatou telah mereview lagi. Semoga suka dengan chapter 8 ini ne..:)

CelestyaRegalyana : ini juga udah dilanjut kok…semoga suka^^

Meme chua.3 : Hai juga Meme-san… gpp kok kalo panjang reviewnya, author terima dengan senang hati..:D. uwahhh, beda 2 tahun dong, kekeke. Jadi keliatan tua kalo dipanggil Mizuki-senpai, tapi terserah meme-san aja deh, buat dirimu senyaman mungkin. Author pelit? Hmmm, kan biar kamu penasaran…:D. pengin tau? Jawabannya ada di chapter 8 yang kamu baca. Kasusnya pasti bakal terungkap kok, biar alur yang menuntun..:P. minta romance? Di chapter 8 Cuma ada sedikit romance, tunggu chapter-chapter berikutnya ne.. (author modus XD). Cara pembunuhannya kurang ngeri? Hmmm, haruskah author bikin yang terpotong-potong? Oke sip, biar author pikirin dulu..hahaha *tertawa ala psikopat*. Meme-san suka yang pembunuhan? Author juga suka kok, tapi sama author bukan psikopat…hehehe. Pertanyaannya gak usah dikurangin, author gak keberatan kok… author kan kurus, (apa hubungannya? #plakk). Udah author bales kan? semoga suka dengan chapter 8 'Secret Ghost' ya.. terimakasih atas reviewmu, author seneng deh… review again?

Hahhhh, sekali lagi terimakasih buat para reader yang udah review, fav, sama follow,… terimakasih, akhir kata…. REVIEW AGAIN PLEASE !