Previous Chap 10 :

Komputer yang menyala itu ternyata tengah menampilkan jendela yang berisi sebuah kalimat dengan kursor yang berkedip-kedip yang mampu membuat Shikamaru dan Ino merinding.

"I-ini…"

"Sial…"

'BRAKKK'

.

.

.

.

"Selamat datang di dunia malam kami yang panjang…."

.

.

.

.

Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto

Pair : Sasuke & Sakura

Genre : Horror, Mystery, little romance (maybe)

.

.

.

Enjoy With This Story

.

.

.

Kejarlah aku sampai kau tak mampu lagi mengejarku,

Satu nyawa akan pergi jika kau tak mampu menemukanku,

Raga tanpa jiwa, berjalan dalam kegelapan malam,

Senandung sedih selalu ku lantunkan…

Temukanlah aku maka aku akan menemukanmu,

Mawar berdarah akan selalu menuntunmu,

Jerit kesakitan akan terngiang di kepalamu,

Jangan lari atau kau tak akan kembali,

Pilihan adalah salah satu kunci hidupmu,

Pilih satu atau kau akan terjebak disini bersamaku selamanya….

.

.

.

.

Chapter 11

Shikamaru menoleh cepat kearah pintu yang tertutup kencang. Gemuruh jantungnya terdengar semakin keras. Dia lalu menatap Ino yang tengah bergetar ketakutan. Pandangannya lalu beralih pada komputer yang masih menyala. Namun tulisan di layar komputer telah berganti.

"Kami akan menyambut kalian…" gumam Shikamaru membaca tulisan yang tertera. Dan setelah itu, komputer berkedip beberapa kali sampai akhirnya mati.

"Shi-shika…" Shikamaru menatap Ino yang wajahnya pucat pasi karena ketakutan. Shikamaru sendiri juga tak menampik bahwa dirinya memiliki perasaan takut yang sama dengan Ino. Tapi bedanya, Shikamaru mampu bersikap sedikit lebih tenang dari Ino.

'TES TES'

Shikamaru merasakan sesuatu yang menetes pada dahinya. Tangannya lalu terangkat menyentuh cairan yang kental. Shikamaru lalu mengendus cairan kental yang ada di jari telunjuknya. Bau anyir khas darah langsung tercium.

"Da-darah?" Ino berucap bergetar melihat ada setetes darah yang ada pada telunjuk Shikamaru. Perasaan takut sekaligus was-was langsuh melanda kedua insane berbeda gender itu. Dengan perlahan, mereka lalu mendongak keatas. Menatap langit-langit atap. Tapi tak ada apapun. Hanya warna putih langit-langit saja. Tapi kemudian. Tubuh Ino menjadi kaku dan mendingin. Bibir Ino memucat dan bergetar.

"Shi-ka…" suara Ino terdengar tercekat di tenggorokkan. Demi Tuhan, dia merasakan sesuatu yang dingin menyentuh atau lebih tepatnya menggenggam kakinya. Ino tak berani melihat kebawah. Tapi semakin ia merasa ketakutan, genggaman dingin di kakinya terasa semakin dingin dan kencang. Dia lalu beralih menatap Shikamaru yang masih saja berpaling darinya. Dengan gerakan kaku, tangan Ino lalu berusaha meraih tangan Shikamaru. Kedua matanya sedikit terpejam merasakan takut yang semakin kuat. Bulu kuduknya sudah sedari tadi berdiri. Ia yakin, sangat yakin malah. Yang menggenggam kakinya saat ini pasti adalah sosok yang mengerikan. Entah mendapat keberanian dari mana, dengan patah-patah Ino menggerakkan kepalanya menunduk guna melihat sesuatu yang terasa sangat dingin dipermukan kulit kakinya.

'DEGGG'

Lagi. Untuk kesekian kalinya tubuh Ino menegang. Jantungnya kini berdetak lebih dan lebih cepat berkali-kali lipat. Sepasang aquarime miliknya membesar antara takut dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Sebuah tangan pucat atau bahkan sangat pucat dengan kuku-kuku yang sebagian hilang terlihat keluar dari bawah meja computer dan menggenggam kakinya. Bukan itu saja yang membuat Ino kalang kabut tak bisa bergerak,perlahan tapi pasti darah merah kental terlihat keluar dari bawah meja computer mengalir hingga mencapai ujung sepatu milik Ino. Dan saat Itu pula, entah mendapat kekuatan dari mana, saat tiba-tiba rambut hitam panjang ikut keuar dari bawah meja, Ino berteriak kencang seraya menarik Shikamaru berlari keluar dari ruangan.

"AAAAAAAAAAAAA….."

'DRAPP DRAPP'

"Ada apa Ino ?" Shikamaru bertanya heran pada Ino yang tiba-tiba saja menyeretnya keluar dari ruang computer. Dahi Shikamaru mengernyit heran melihat Ino dengan keadaan yang sedikit kacau. Atau mungkin sangat kacau.

"Katakan padaku ada apa Ino." Shikamaru menarik Ino untuk berhenti berlari. Shikamaru memegang bahu Ino dengan khawatir.

"Kita harus segera menemukan Sasuke dan Sakura. Dan setelah itu kita harus segera keluar dari sini Shika ! ini gila ! benar-benar GILA !" Ino meracau dengan menjambakki rambut pirang miliknya kasar. Wajah frustasi Ino jelas terlihat di wajah cantiknya.

"Ino, tenanglah." Ucap Shikamaru yang mencoba untuk membuat Ino tenang.

"Bagaimana aku bisa tenang Shika ! apa kau tidak lihat tadi hah? Aku melihatnya ! darah, tangan pucat yang memegang kakiku..demi Tuhan Shika ! kita harus segera keluar dari sini !" Ino berteriak kalap. Suaranya yang keras menggema.

"Aku tak melihat apapun Ino. Mungkin itu hanya halusinasimu saja." Ino menggeram tertahan mendengar perkataan Shikamaru.

"Tap-tapi yang barusan kau pegang itu darah kan…"

"….." Shikamaru hanya diam tak menjawab Ino. Memang benar apa yang dikatakan Ino kalau yang dia pegang atau lebih tepatnya yang menetes di dahinya adalah darah. Otak geniusnya yang biasanya hanya tidur, kini harus ia gunakan. Kejadian demi kejadian yang mereka alami bukan hanya kebetulna belaka. Ia tahu itu. Tapi kenapa? Kenapa dia dan teman-temannya yang harus menghadapi ini semua. Ah, tentu saja karena Kurime Megumi memiliki masa lalu dengan Uchiha. Dan salah satu sahabatnya adalah seorang Uchiha juga. Bisa saja ia tak ikut campur dalam masalah ini dan tak perlu ada dalam lingkup bahaya. Tapi, perasaan pertemanan yang sudah ia dan teman-temannya jalin selama bertahun-tahun mampu mengalahkan rasa ketakutannya.

"Ino, aku yakin ini akan bertambah sulit. Jadi…bersabarlah sedikit lebih lama lagi."

.

.

.

.

.

"Hihihihiiiii~….."

"Sial. Bagaimana ini bisa terjadi."

"Berhenti menggerutu sensei. Hal itu Sama sekali tak membantu."

"hihihihihi…"

"Bisakah kalian berhenti tertawa?"

"Kami tidak tertawa sensei !"

Kakashi berulangkali menggeram. Laki-laki berumur hampir kepala tiga itu terus saja berbicara tak jelas. Kepalanya dipenuhi dengan suara tawa yang mengiang-ngiang.

"Arghhh, bukan kalian. Tapi hantu sialan itu." Hilang sudah sikap kalem dan wibawa Kakashi sebagai seorang guru. Yang ia pikirkan saat ini adalah terbebas dari suara tawa nyaring yang entah dari mana asalnya.

"Kalian dengar? Mereka terus tertawa. Cih, mereka pasti menertawakan kita yang terkunci di sini." Sebuah tendangan pada pintu Kakashi layangkan. Rasa kesalnya yang sejak tadi belum hilang semakin bertambah kesal karena suara tawa yang tak kunjung hilang. niat yang awalnya hanya ingin mengikuti kemana sosok hantu yang mereka lihat, malah berujung pada terkuncinya mereka disebuah ruang ganti siswa laki-laki. Sasuke yang sejak tadi melihat tingkah senseinya itu hanya mengangkat bahu tak peduli dengan segala ucapan yang dikeluarkan gurunya itu. Toh sebanyak apapun mereka berbicara –menggerutu- tak akan membuat pintu yang terkunci terbuka sendiri kan?. Lebih baik diam dan tentunya berpikir.

"Hn, kau terlihat seperti orang yang frustasi sensei." Ucap Sasuke yang kontan saja mendapat tatapan sinis dari Kakashi. Sasuke lalu melangkah menuju Sakura tanpa memperdulikan tatapan dari Kakashi.

"Ada apa Sasuke-kun?" Tanya Sakura yang merasa bingung melihat tingkah Sasuke yang kini sudah ada di hadapannya. Tanpa merespon pertanyaan Sakura, tangan Sasuke terulur meraih sebuah jepit rambut di kepala Sakura.

"Mencoba melakukan sesuatu daripada menggerutu." Sasuke memasukan jepit rambut Sakura yang panjang kedalam lubang kunci. Dia sedikit memutar-mutar jepit rambut itu berharap pintu akan terbuka. Dan sepertinya dewi fortuna kali ini memihak padanya. Pintu terbuka setelah usaha dari Sasuke.

"Seharusnya kita tidak mengikuti hantu itu." Kakashi masih saja menggerutu. Kaki jenjangnya sedikit menghentak kesal saat dia bisa keluar dan tentu saja karena Sasuke dan jepit rambut Sakura.

"Kau yang mengikutinya." Ucap Sasuke sinis.

"Dan kalian mengikutiku."

"Ck, kalau begitu lain kali kami akan membiarkanmu terkunci." kilatan ketidaksukaan jelas terlihat dimata guru dan murid itu. Awalnya Sasuke tidak mau ambil pusing dengan segala ocehan tak penting dari sensei-nya. Tapi lama kelamaan Sasuke merasa kalau tingkah sensei-nya itu sangat menyebalkan. Sangat berbeda sekali dengan saat sensei-nya itu mengajar.

"Sudahlah Sasuke-kun, sensei…,sekarang masalahnya bukan siapa yang mengikuti siap. Tapi dimana Shikamaru sekarang." Sakura menyela dengan melipat lengannya di depan dada. Sedari tadi mendengar perdebatan dari kekasih dan sensei-nya membuat suasana semakin keruh saja. Sebenarnya apa yang ada di pikiran mereka berdua?. Sakura lalu berjalan tanpa ragu meninggalkan Sasuke dan Kakashi yang masih saling bertatapan sengit.

Satu langkah,

Lima langkah,

Sepuluh langkah,

Dua puluh langkah,

"fiuuhhhhh~"

Langkah ke dua puluh satu Sakura terhenti. Nyalinya yang telah ia bangun menciut kembali. Tiupan yang ia rasakan di lehernya membuat tubuhnya kaku. Sakura tak mau berpikir yang macam-macam. Dia terus mensugestikan dirinya sendiri bahwa tak akan terjadi apa-apa. 'ini pasti Sasuke'. Pikirnya berulang kali.

"Jangan mengerjaiku Sasuke-kun. Aku tak suka." Ucap Sakura dengan nada sedikit ketus. Tapi tetap saja hal itu tidak bisa menutupi gemetar pada tubuhnya.

"…"

Tak ada jawaban apa pun. Hanya ada tiupan kecil yang Sakura dapatkan lagi. Dan Sakura sama sekali tak merespon. Pikirannya tiba-tiba melayang pada kejadian-kejadian aneh yang beberapa jam atau bahkan berpuluh-puluh menit lalu ia alami. Jika memang benar yang meniup lehernya itu adalah Sasuke, dia benar-benar akan mencukur rambut bokong ayam milik kekasihnya sampai habis tak tersisa. Tapi ada suara lain dalam pikirannya yang mengatakan bahwa itu bukanlah Sasuke. Untuk apa si bokong ayam itu meniup lehernya. Menggodanya? Hell no, disaat seperti ini sudah jelas tidak mungkin.

"fuuuhhhh~…"

Lagi. Tapi kali ini terasa sangat dingin di kulit lehernya. Sakura mencoba bertahan dengan pikirannya yang pertama. Gadis manis itu menggeram rendah.'sudah cukup' pikirnya.

"Sudah ku bilang hen-" lidahnya tiba-tiba menjadi kelu. Kata-kata makian yang hendak ia lontarkan tertahan begitu saja di tenggorokannya. Sebulir keringat dingin turun dari dahi lebarnya. Wajah pucat penuh darah kini terpampang dengan jelas di depan wajahnya. Jarak satu jengkal mampu membuat Sakura melihat dengan jelas luka-luka yang ada pada wajah di hadapannya. Bahkan luka sobekan mulut sosok itu yang memanjang dengan darah yang menetes terlihat dengan sangat jelas. Kalau bisa sekarang Sakura ingin muntah melihatnya. Berbau busuk. Sangat menjijikkan dan menyeramkan.

"K-kk-kau-u…" entah mendapat kekuatan dari mana untuk Sakura menyuarakan kata 'kau' pada sosok mengerikan dihadapannya. Tapi satu detik kemudian Sakura merasakan semuanya gelap. Yang terlihat hanya dirinya dan sosok hantu didepannya yang kini menatapnya dengan sepasang mata hitam penuh darah.

"Sa-ku-rahhhh…" suara serak disertai dengan sebuah seringai menyeramkan membuat Sakura kembali ke keadaan sebelumnya. Tapi tatapan Sakura masih belum kembali. Bayangan-bayangan aneh terlihat di mata emerald miliknya.

"….ra"

"….kura"

"Sakura…."

"HARUNO SAKURA !"

Sakura terperanjat mendengar Sasuke memanggil namanya dengan keras. Tatapan matanya sudah kembali seperti biasa.

"Sa-sasu-ke…" tanpa aba-aba, Sasuke segera membawa Sakura ke dalam dekapannya. Sasuke mencoba menenangkan Sakura yang tengah gemetaran dengan cara mengelus punggung Sakura.

"Aku melihatnya Sasuke, aku melihatnya…!" Sakura bertiak kalap setelah lepas dari pelukan Sasuke. Ujung mata milik Sakura sedikit berair.

"Hn, hantu itu?"

"Ya…" Sasuke terdiam. Sedari tadi dia tak melihat siapapun di sini. Ah, tentu saja hantu memiliki kemampuan untuk menghilang dan muncul dimanapun dia suka. Kenapa pikiran kecil seperti itu tidak terlintas di otak geniusnya?.

"Sasuke-kun…"

"Hn?"

"Dimana Kakashi-sensei?" pertanyaan singkat Sakura mengalihkan perhatian Sasuke. Sepasang onyx-nya berpendar mencari sosok gurunya. Tapi tak ada sosok guru berambut abu-abu disana. Setahu Sasuke, beberapa saat lalu Kakashi masih berjalan di belakangnya. Tapi sekarang kemana gurunya itu pergi?.

"Tadi dia di belakangku. Tapi sekarang tak ada,"

"Kita harus mencari Kakashi-sensei. Ayo…" Sakura melupakan ketakutannya sejenak. Gadis berambut merah muda itu langsung saja menggeret tangan Sasuke untuk mencari Kakashi. Sasuke sendiri yang melihat tingkah Sakura yang sangat peduli dengan gurunya itu hanya mendengus kesal.

"Merepotkan,"

.

.

.

.

.

.

To be continued…

…..Secret Ghost…

Yoshhh~…akhirnya chapter 11 keluar juga, kekeke. Maaf buat yang udah nunggu lama ne minna-san… jangan salahkan saya yang lama updet ini, tapi salahkan setumpuk buku yang terus menggoda saya untuk membacanya…#PLAKK# (Khayal-_-). Maklum, tuga wajib belajar terus saja menghantui, nilai-nilai udah banyak yang terbang disekitar kepala nih…#CurcolSedikit# XD.

Saatnya balas review~…

mantika mocha : ssstttttt….menurut kamu gimana? Hehehe. Ini udah updet kok, maaf kalo lama…:D

suket alang alang : gpp kok, yang penting udah mau baca cerita saya…hehehe

FiaaATiasrisqi : hahaha, iya iya… ini juga udah updet kok, maaf kalo nunggu lama ne, hehe kamu merasa aneh dengan tingkah Kakashi? Benarkah? Kenapa? XD

Eysha CherryBlossom : pemikiran yang bagus Eysha-san…hehehe

louin990 : minta tambah horornya? Hmmm, lagi mikir horror yang serem itu gimana. Ditunggu aja horror ekstrimnya(?) ya…hehehe. Curiga dengan Kakashi? Aduhh, kasian Kakashi-sensei dicurigai terus…XD (Kakashi : terimakasih karena membelaku…)

Uchiha Riri : ini juga udah dilanjut kok… tapi gak janji bisa updet kilat lagi…hehehe

Uchiha Prika : yoshh, chapter 11 sudah datanggggg…hehehe. Wahhh…fans Kurime Megumi nambah lagi…XD

heni lusiana39: wahhh…dibaca ulang? Terimakasih sudah mau membacanya lagi…:D.

Fifi : beneran? Terimakasih~… dan ini juga udah dilanjut, semoga gak terlalu mengecewakan ne…

RUE ERU : terimakasih sudah mau membaca ff saya disaat kamu lagi dalam kesibukan belajar dengan metode SKS…XD. Kalo NaruHina disini belum ada, mungkin tunggu 2 atau 3 chapter lagi baru muncul…hehehe. Semoga chapter ini tidak terlalu mengecewakan ne Rue-san…:D

hasna salsabila1: ini juga udah di lanjut kok.., semoga suka^^

ekomi-chan : ini juga udah apdet kok, tapi gak kilat..hehehe. semoga suka^^

Uchiha NikeNike : Yoshhh~, saya selalu semangat kok.. terimakasih. Saya usahakan buat gak discontinu kok…:D

Arina nee : lama updetnya ne? hehehe, iya maaf yaa Arina-san…J

SwEetyDarkneSs : wahhh…pertanyaan kamu banyak, jadi bingung jawabnya…#garukKepala. Hmmm…pertanyaan kamu akan terjawab seiring bertambahnya chapter kok… tenang aja. Dan kayaknya saya gak yakin kalo bisa updet kilat deh...hehehe

Huahhh, terimakasih buat minna-san yang sudah meluangkan waktunya untuk sekedar membaca, follow, fav, dan juga mereview cerita saya…:D dan untuk kedepannya, saya gak janji bakal updet kilat ne, soalnya saya lagi sibuk les sana sini. Maklum udah kelas 3 SMA…hehehe ya sudah, sampai jumpa di chapter selanjutnya 'Secret Ghost' minna~…