BLIND DATE?

by RyeoTa Hasu

(Original Story by AliaZalea)

Cast :

Lee Sung Min (27-28 y.o)

Cho Kyu Hyun (35 y.o)

Lee Hyuk Jae aka Eunhyuk (25 y.o) as Sungmin's younger brother

Park Jung Soo aka Leeteuk (26 y.o) Sungmin's Blind Date Agent

Kim Jung Mo (32 y.o) as Sungmin ex. Boyfriend

.

Cameo :

Kim Ryeo Wook (26 y.o) as Sungmin's friend

.

Disclaimer :

This original story is from Blind Date Novel by AliaZalea

Hasu hanya me-remake-nya dengan Kyumin sebagai main Cast dengan beberapa perubahan dan penyesuaian

Kyumin dan Cast lainnya milik Tuhan YME, Orang tua dan Agensi

Hasu hanya meminjam namanya untuk kepentingan cerita

.

Rate :

T

.

Warning :

Boy's Love / YAOI, OOC, MPREG, hurt/comfort, Typo menjamur

.

.

DON'T LIKE? DON'T READ!

MAKE IT SIMPLE

HAPPY READING ^.^

.

.

Chapter 3

o.o.o.o.o.o.o.

.

.

(Hasu POV)

.

Untuk pertama kalinya setelah tiga tahun tinggal di Amerika, Sungmin akan menghadiri pesta Halloween yang diadakan kantor tempatnya bekerja.

Sebenarnya Sungmin merasa agak sedikit canggung karena harus datang sendirian ke pesta itu. Sebelumnya, dia berencana untuk datang bersama Jungmo. Sayangnya, hubungan mereka kandas dengan mengenaskan sebelum terlaksananya niat Sungmin.

Dan kini Sungmin pun terpaksa datang ke pesta itu sendirian dengan mengenakan kostum kelinci berwarna pink dengan ukuran pantat yang cukup besar. Sangat cocok dengan panggilannya di masa sekolah dulu, BunnyMin.

Sejujurnya, kostum ini bukan pilihannya. Sungmin terpaksa mengambilnya karena pilihan lain yang tersisa adalah kostum penguin atau menjadi mermaid alias putri duyung.

Sungmin langsung menolak kostum putri duyung karena udara diluar sudah terlalu dingin dan bila dia nekat mengenakan kostum yang hanya terdiri dari bikini dan rok panjang, itu sama saja bunuh diri. Selain itu akan sangat memalukan bagi Sungmin jika mucul di hadapan para rekan kerjanya dengan kostum yang diperuntukan bagi wanita itu.

Seorang pria tampan bernama Lee Sungmin yang manis nan elegan memakai kostum mermaid yang terbuka? Lebih baik tidak usah datang saja!

Dan kostum penguin? Sungmin akan kesulitan berjalan dan mengemudi jika memakai kostum itu.

Inilah konsekuensi yang harus Sungmin terima jika baru pergi ke toko yang menyewakan kostum pada detik-detik terakhir. Mungkin jika dia tinggal di kota besar seperti New York, hal ini tidak akan menimbulkan masalah karena di kota-kota besar biasanya terdapat beberapa toko yang menyewakan kostum untuk Halloween.

Sedangkan Winston hanyalah sebuah kota kecil.

Hanya ada dua toko yang menyewakan kostum untuk Halloween. Satu toko dikhususkan untuk anak-anak berumur dua belas tahun ke bawah, sedangkan satu toko lagi untuk remaja dan orang dewasa.

Tidak mungkin kan Sungmin pergi ke toko khusus anak-anak meskipun tubuhnya terbilang cukup mungil dibandingkan pria kebanyakan, tapi tubuhnya cukup berisi sehingga tidak akan muat jika mengenakan pakaian anak-anak.

Sungmin kembali memeriksa penampilannya sekali lagi di depan cermin panjang di kamarnya.

"Ternyata memang ada untungnya memakai kostum besar ini karena bentuk tubuhku tidak terlihat sedikitpun. Aku bisa makan sebanyak-banyaknya tanpa harus khawatir perutku akan terlihat buncit," gumamnya senang.

Sambil tersenyum Sungmin pun mematikan lampu kamar dan beranjak keluar dari apartemennya sambil menenteng topi kelincinya kemudian menuju mobil.

.

.

Pesta Halloween tahun ini diadakan di Embassy Suites, sebuah hotel yang terbilang cukup mewah di Winston.

Ketika Sungmin mulai memasuki lobi hotel, beberapa pasang mata langsung tertuju padanya dengan tatapan penasaran.

Sungmin bisa melihat Kim Ryeowook, rekan kerjanya yang memakai kostum jerapah terlihat begitu lucu dan imut. Dengan semangat Sungmin melambaikan tangan sambil berjalan ke arahnya.

Terlihat Ryeowook yang memicingkan matanya. Setelah Sungmin berada di depannya, Ryeowook langsung berteriak, "Lee Sungmin!"

Sungmin tertawa melihat reaksi Ryeowook. "Bagaimana penampilanku?" tanya Sungmin sambil terkekeh kecil.

Ryeowook mengamati penampilan Sungmin dengan lekat.

"Kau memang cocok dengan kostum itu! Maksudku, kau terlihat imut dan lucu."

Sungmin tertawa sambil menunjuk Ryeowook dan kostumnya.

"Kau juga... ehm... kita seperti bukan akan pesta Halloween tapi pesta kostum binatang," ujar Sungmin sambil terkekeh. Ryeowook ikut terkekeh.

"Ya, aku kehabisan kostum," kata Ryeowook setengah merajuk.

"Aku juga sama. Ini lebih baik dibandingkan kostum penguin atau mermaid," ujar Sungmin dengan nada bergurau.

"Ugh. Aku tidak dapat membayangkan itu,"ujar Ryeowook sambil bergidik.

"Apakah semua orang sudah sampai?" tanya Sungmin.

"Sepertinya begitu. Tapi aku belum bertemu siapapun selain dirimu,"jawab Ryeowook sambil membenarkan kostumnya yang terasa sedikit kurang nyaman.

Terdengar bunyi musik yang cukup keras dari ballroom, yang pintunya terbuka. Seperti pesta halloween pada umumnya, para tamu mengenakan berbagai macam kostum. Dan khusus di kantor Sungmin, para tamu juga diwajibkan mengenakan topeng yang menutupi separuh wajah.

Untuk Sungmin dan Ryeowook, mereka tidak memerlukan topeng tambahan karena kostum mereka pun sudah dilengkapi dengan topeng yang lucu. Sungmin dengan topeng kelinci separuh wajah plus telinga panjang yang menjulur ke atas. Sedangkan Ryeowook dengan topeng bercorak jerapah plus tanduk mungil yang menjulang.

"Sepertinya sudah mulai, lebih baik kita kedalam sekarang," ajak Sungmin sambil menggandeng Ryeowook.

Pasangan hewan-coret-sahabat itu lalu membuka pintu ballroom dan langsung terkesima. Ruangan itu telah disulap menjadi klub malam ala tahun 70-an. Semuanya terlihat bergaya retro, mulai dari lampu kristal yang memantulkan cahaya ke lantai dansa di tengah ruangan hingga kursi-kursi yang bertebaran mengelilingi ruangan itu.

"Aku mau mengambil minum, kau mau apa?" teriak Ryeowook diantara hentakan musik yang mengalun keras.

Sungmin hanya menggeleng, menolak tawaran Ryeowook.

Ryeowook lalu menghilang di antara kerumunan orang-orang. Dibawah lampu yang remang-remang pelan-pelan Sungmin berjalan mengelilingi lantai dansa yang sudah cukup penuh.

Terlihat seseorang yang berpenampilan seperti Hermione Granger sedang berdansa dengan Voldemort. Lalu seorang wanita berdandan ala Barbie berdansa dengan Harry Potter, seorang pria berkostum ala Dumbledore sedang berdansa dengan dua orang wanita yang bergaya seperti Playboy Bunnies.

Sungmin kemudian melihat Mr. Josh, atasannya yang mengenakan kostum Batman. Kostum yang ketat itu tidak bisa menutupi perut buncit pria itu. Sungmin berusaha keras menahan tawa melihatnya.

Di saat Sungmin memutuskan untuk menghampiri atasannya itu, tiba-tiba ada yang menarik lengan Sungmin.

"Can I have this dance, Pinky Bunny?" tanya seseorang yang menarik Sungmin itu, suara yang terdengar berat, dalam dan sedikit beraksen.

Seseorang berpakaian Zorro.

Siapapun itu, yang jelas dia adalah seorang pria sama seperti Sungmin.

Sejujurnya, Sungmin sedang tidak mood untuk berdansa. Sungmin memperhatikan sekelilingnya, mencoba mencari Ryeowook yang sekiranya bisa menyelamatkannya, tetapi sayangnya Ryeowook tidak terlihat di mana pun juga.

Akhirnya Sungmin memutuskan untuk menghadapi sang Zorro sambil mempertimbangkan kemungkinan pilihan yang dimilikinya.

"Just one dance please, Sweet Bunny," ujar Zorro itu lagi.

Akhirnya Sungmin mengangguk pasrah. Yang jelas, dia akan berusaha untuk tidak berbicara sepatah katapun sampai Sungmin mengetahui identitas sang Zorro misterius itu.

Sungmin lalu membiarkan dirinya dituntun ke lantai dansa oleh si Zorro. Sebuah lagu rap melantun dengan keras. Sungmin mencoba mengikuti ketukan lagu itu.

Sungmin merasa agak sedikit risi dengan kostumnya karena dia jadi tidak bisa bergerak dengan leluasa. Dibandingkan berdansa di sebuah pesta, Sungmin jadi merasa seperti badut penghibur yang berjoget di pesta ulang tahun anak-anak.

Berbeda dengan Sungmin, sang Zorro seakan-akan tidak memiliki masalah sama sekali untuk bergerak mengikuti tempo lagu. Dia bahkan menggunakan pedangnya ketika sedang menari.

Beberapa orang yang sedang berdansa di sekeliling mereka sampai tersenyum melihat tingkah laku sang Zorro.

Mula-mula Sungmin hanya bergerak kaku karena mengkhawatirkan reputasinya di depan kolega dikantornya jika sampai ada yang mengenalinya. Sampai pada akhirnya Sungmin menyadarinya bahwa kostum serta topeng yang dipakainya hampir 100% menyembunyikan identitasnya.

Akhirnya Sungmin mulai bergerak dengan lebih percaya diri dan mengimbangi gerakan sang Zorro.

Setelah beberapa lagu bertempo cepat, musik mulai berganti dengan lagu-lagu bertempo lambat. Sungmin tidak tahu sudah berapa lama dirinya berdansa dengan si Zorro dan tiba-tiba saja Sungmin merasa haus.

Sungmin kemudian memberi isyarat kepada si Zorro bahwa dia akan pergi mengambil minum. Dan seperti dugaannya, si Zorro mengikuti Sungmin ke meja bartender yang terlihat agak sepi. Penerangan di tempat itu lebih minim dibandingkan di lantai dansa.

Sungmin melirik jam tangan yang dipakainya yang sudah menunjukkan pukul setengah sebelas.

'Really?! Aku sudah berdansa selama satu jam lebih dengan laki-laki tidak dikenal! Luar biasa!' batin Sungmin kaget.

Sungmin hanya memesan segelas wine kepada bartender kemudian duduk di salah satu kursi yang ada di meja bartender, tentu setelah sedikit menyesuaikan tingginya.

Sedangkan si Zorro mengambil tempat di sebelah Sungmin sambil menggenggam sebotol bir.

Suara musik di bar ternyata tidak sekeras di lantai dansa.

"Apa kau datang sendiri?" tanya si Zorro dengan bahasa Korea yang fasih.

Ternyata si Zorro adalah orang Korea sama seperti Sungmin.

Sungmin memikirkan pertanyaan itu sejenak sambil memandang si Zorro dengan bantuan penerangan yang minim itu.

Dia tidak mengenal si Zorro ini. Mungkin saja pria berkostum Zorro itu salah satu dari koleganya di kantor, atau mungkin juga bukan. Yang jelas, pria ini bisa bahasa Korea dengan sangat fasih jadi kemungkinan dia orang Korea. Ada beberapa koleganya yang asli orang Korea sama seperti Sungmin. Tapi Sungmin tidak mengenal pria disebelahnya ini karena topeng serta penerangan yang minim tidak membantunya.

Tapi, Sungmin tak ingin mengambil resiko, jadi dia memilih jalan aman, dan menjawab, "Tidak, saya datang bersama teman."

"Kekasih?"

Sungmin menggeleng.

"Bagaimana denganmu? Apa kau karyawan disini atau tamu perusahaan?" tanya Sungmin berusaha biasa saja, meskipun sebenarnya sedikit penasaran.

"Saya hanya tamu undangan," jawab si Zoro.

Mereka berdua lalu terdiam sesaat sambil menikmati minuman masing-masing.

"Kostum yang lucu," ucap si Zorro sambil menunjuk kostum Sungmin.

"Kostummu juga lucu," balas Sungmin sambil menunjuk pedang si Zorro yang terbuat dari besi.

"Mengapa menjadi pinky Bunny?" tanya Zorro, sambil menatap Sungmin dalam.

Sungmin mengangkat bahu. "Hanya ini yang tersisa."

Si Zorro itu mendekatkan kepalanya ke arah Sungmin kemudian berbisik, "tapi kau terlihat seksi dan menggemaskan."

Sungmin sedikit menjauhkan diri dari si Zorro yang tiba-tiba membuatnya merasa tidak nyaman dan risih. Seolah ada aura intimidasi dari si Zorro itu.

"Benarkah? Aku anggap itu pujian," jawab Sungmin berusaha tenang.

"Well, itu memang pujian, Lee Sungmin."

Sungmin menoleh cepat pada si Zorro.

'Bagaimana dia bisa mengetahui namaku?! Dan suaranya...' batin Sungmin panik.

SI Zorro beranjak dari duduknya kemudian mengarahkan tubuh Sungmin hingga menghadapnya. Didekatkannya tubuhnya pada Sungmin hingga nyaris tanpa jarak.

"Kau tidak mengenalku, Sungminnie?" tanya Zorro itu dengan suara dalam, yang sebelumnya berkesan seksi, namun bagi Sungmin kini sangatlah horor untuknya.

Musik kini telah berganti menjadi lagu slow yang membuat suasana ballroom menjadi sedikit tenang sehingga Sungmin bisa mendengar suara pria bersosok Zorro itu dengan jelas.

DEG!

Sungmin seolah baru saja dipukul oleh palu besar dengan sangat keras.

'Suara ini!'

Sungmin langsung mendorong si Zorro dengan sekuat tenaga hingga si Zorro harus mundur beberapa langkah untuk menjaga keseimbangannya.

Tanpa memedulikan bartender yang sedang berjalan ke arahnya, mungkin bartender itu mengira Sungmin telah diganggu oleh si Zorro itu, Sungmin beranjak turun dari kursinya.

Ditatapnya si Zorro dengan dalam dan tajam, kemudian menarik topeng hitam yang menutupi wajah pria itu dengan cepat.

Terlihatlah wujud asli sang Zorro.

Wajah Kim Jungmo, snag mantan pacar yang brengsek, yang sedang menatap Sungmin dengan penuh kemenangan.

"Hey, Sungminnie," sapa Jungmo tanpa rasa bersalah.

Dan Sungmin langsung merasa mual.

Tanpa berkata apapun lagi, Sungmin langsung berbalik dan berjalan menuju pintu keluar ballroom dengan tergesa-gesa. Sungmin bahkan tidak menoleh ke belakang untuk memastikan apakah Jungmo mengikutinya atau tidak.

Bagaimana mungkin Sungmin bisa tidak mengenalinya? Dia telah berpacaran dengan pria itu selama tiga tahun. Seharusnya Sungmin bisa langsung mengenali dari bentuk wajahnya, badannya dan terutama suaranya.

Sungmin pernah jatuh cinta kepada pria itu karena suara beratnya yang berkesan seksi dan sensual. Yang kemudian disesalinya karena pria itu sangat tak bermoral.

Bagaimana mungkin Sungmin bisa jatuh pada perangkap yang sama untuk yang kedua kalinya?

Ternyata usaha Sungmin untuk menghapuskan kenangan akan Jungmo dari pikirannya cukup berhasil karena dia benar-benar tidak bisa mengenali pria itu lagi.

'Sialan... sialan... sialan, Kim Jungmo brengsek!' geram Sungmin dalam hati.

Sungmin langsung menuju pelataran parkir. Dia akan menghubungi Ryeowook nanti saat dia sudah di rumah.

Sungmin mengeluarkan kunci mobil dari saku kostumnya.

Terdengar bunyi langkah kaki di belakangnya.

Sungmin tidak perlu menoleh untuk mengetahui bahwa itu adalah Jungmo. Sungmin masih mengingat cara dia berjalan, dengan menghantamkan kakinya kuat-kuat pada lantai seperti tentara.

"Enyahlah Kim Jungmo!" teriak Sungmin tanpa menoleh dan langsung mempercepat langkahnya.

"Hey, tunggu! Aku ingin bicara denganmu, Lee Sungmin!"

Sungmin mendengar langkah Jungmo yang semakin cepat dibelakang Sungmin.

Mendengar kata-katanya, Sungmin menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Jungmo.

"Tidak ada yang perlu kita bicarakan, ok? Semua sudah jelas!" seru Sungmin tegas sambil bertolak pinggang.

"Tidak, semua belum selesai baby," ujar Jungmo dengan santai sambil menyeringai.

Sungmin menarik napas dalam-dalam. Dia berusaha menahan diri untuk tidak memukul pria brengsek dihadapannya itu.

Sungmin memutuskan untuk mengabaikan pria itu dan kembali berjalan ke mobilnya.

Sebenarnya Sungmin ingin bertanya pada Jungmo, dari mana pria itu tahu jika Sungmin akan ada di pesta ini?

Tetapi dia malas kembali berurusan dengan mantan kekasih yang brengsek itu. Membuatnya naik darah saja!

"Kim Sungmin, tunggu! Aku belum selesai!" teriak Jungmo.

Aku menghentikan langkahku di depan mobilku kemudian berbalik menghadapnya.

"Aku tidak mau lagi mendengarkan semua kebohongan yang keluar dari mulutmu. I'm done with you. Dan satu lagi, aku Lee Sungmin, takkan pernah menjadi Kim. Never!"

Sungmin langsung melangkah ke samping pintu kemudi dan membukanya. Namun tiba-tiba pergelangan tangannya ditarik dengan kasar dan tubuhnya diputar menghadap Jungmo yang telah ada di hadapannya.

"Lepaskan... Kim Jungmo!" seru Sungmin tegas sambil menarik tangannya. Namun cengkreman Jungmo begitu kuat hingga terasa menyakitkan. Sungmin tak bisa melepaskan diri dari Jungmo.

"Tidak, sebelum kau mendengarkanku," tolak Jungmo tegas.

"KIM JUNGMO! LEPAS ATAU AKU AKAN," Sungmin mengambil ancang-ancang untuk memukul Jungmo namun...

"Hey... lepaskan dia."

Tiba-tiba terdengar suara berat yang berteriak dari belakang.

Terkejut oleh teriakan itu, Jungmo melepaskan cengkeraman tangan kirinya, tetapi tangan kanannya masih mencengkeram lengan Sungmin.

Sungmin pun menoleh dan langsung mengenali pria tampan nan kekar yang sedang berjalan ke arah mereka.

Seperti terakhir kali Sungmin melihatnya, pria itu hanya mengenakan sweater turtleneck di atas celana jeans dan tanpa jaket.

"Cho Kyuhyun-ssi!" teriak Sungmin.

Pria tampan nan kekar yang ternyata Kyuhyun itu memicingkan matanya sesaat untuk mengenali Sungmin sebelum akhirnya berkata, "Sungmin-ssi?!" dengan nada terkejut.

Tatapannya kemudian tertuju pada kostum kelinci yang dikenakan Sungmin, dan Sungmin berani bersumpah dia melihat Kyuhyun tersenyum.

"Dan aku Kim Jungmo, kekasihnya. Sekarang enyahlah pretty boy!"

Cara Jungmo mengatakan kata "pretty boy" dengan penuh kebencian membuat Sungmin merinding.

Tidak akan ada pria dewasa manapun yang berusia diatas tiga puluh tahun yang akan tinggal diam bila dipanggil 'pretty boy'.

Sungmin yakin sebentar lagi kepalan tinju akan mulai melayang.

Sungmin pun juga akan melakukan hal yang sama jika jadi Kyuhyun, meskipun dia manis tapi nada bicara Jungmo yang berkesan menghina sangatlah menyebalkan.

Sungmin mengalihkan perhatiannya dari wajah Jungmo ke Kyuhyun dengan perasaan waswas.

Akan tetapi, yang terlihat justru membuat Sungmin bingung.

Bukannya terlihat marah, Kyuhyun justru terlihat terhibur dengan kata-kata Jungmo itu.

"Itu aneh sebenarnya. Aku merasa aku ini tidak cantik. Tampan dan cool itu pasti. Tapi cantik? Itu jelas bukan aku. Itu lebih pantas untuk Sungmin-ssi yang memang sangat cantik dan manis," balas Kyuhyun dengan nada santai.

Mau tidak mau Sungmin merona mendengar pujian Kyuhyun itu. Itu baru terdengar seperti pujian.

Jungmo menggeretakan giginya menahan amarah.

"Ini bukan urusanmu, brengsek! Ini urusan antara diriku dengan pacarku!"

"Mantan pacar!" teriak Sungmin ganas.

Dia memanfaatkan kelengahan Jungmo dan langsung menarik lengannya dari cengkeram Jungmo.

Sungmin melihat Kyuhyun yang melipat kedua tangannya di depan dadanya yang bidang, menunjukkan otot lengannya yang kekar.

"Well, kelihatannya kau yang seharusnya pergi, pretty boy," ujar Kyuhyun balik sambil menyunggingkan smirk.

Sungmin mati-matian menahan diri untuk tidak menjerit kagum alias ber fanboy ria. Kyuhyun sangat keren!

Jungmo terlihat terkejut.

Beberapa detik berlalu, sesaat Sungmin mengira Jungmo akan menyerah dan pergi, seperti yang pernah terjadi sekitar beberapa bulan yang lalu ketika Jungmo berhadapan dengan dua orang pria kekar yang membela Sungmin saat mereka bertengkar karena Jungmo tak terima diputuskan oleh Sungmin.

Namun tiba-tiba, bagaikan banteng yang mengamuk Jungmo langsung menyerang Kyuhyun. Jungmo menyeruduk Kyuhyun tepat di perut. Kyuhyun pun terjatuh dengan Jungmo diatas tubuhnya.

Selanjutnya, kedua pria itu bergumul di pelataran parkir dan saling menghujani lawannya dengan pukulan.

Sungmin bisa mendengar suara kepalan tinju yang mengenai sesuatu yang keras, yang kemudian diikuti dengan teriakan, "Shit! MATAKU!"

Sungmin mengenalnya sebagai suara Jungmo. Mungkin Kyuhyun telah menonjok Jungmo tepat di mata atau pelipisnya.

"OH GOD! Guys... guys... stop it!" teriak Sungmin panik.

Mereka tak menghiraukan Sungmin dan masih sibuk saling memukul.

"OH NO! Kalian seperti anak kecil yang bertengkar karena berebut mainan..." keluh Sungmin sambil menghampiri mereka.

"STOP CHO KYUHYUN! KIM JUNGMO!" teriak Sungmin di dekat mereka.

"SHUT UP GIRL!" terdengar suara bentakan yang Sungmin tahu adalah suara Jungmo.

"APA?!" pekik Sungmin marah. "SHUT UP GIRL?!" ulang Sungmin.

"SUDAH CUKUP!" geram Sungmin marah.

Dengan sekuat tenaga Sungmin melayangkan tendangan kaki andalannya kearah pria yang berada di atas, kebetulan posisi itu ditempati Kyuhyun yang tengah melayangkan tinjunya pada Jungmo yang terbaring dibawahnya.

Kyuhyun langsung terlempar dari atas tubuh Jungmo yang berada dibawahnya. Tidak terlempar juga sih, lebih tepatnya hanya tersingkir dari atas tubuh Jungmo dan langsung jatuh terduduk di samping Jungmo yang masih pada posisinya.

Dia memegangi rusuknya yang terkena tendangan dari kaki Sungmin yang berbalut sepatu kostum kelinci yang bertekstur keras. Tidak sesakit jika dipukul dengan heels atau boots memang, namun tetap saja itu tendangan bertenaga yang cukup menyakitkan karena walau bagaimanapun Sungmin tetaplah seorang pria.

Setelah menyingkirkan Kyuhyun, Sungmin langsung melemparkan tinjunya pada Jungmo yang belum sempat bangkit dari posisinya. Jungmo pun tak sempat menangkis pukulan Sungmin. Pria malang itu hanya bisa mengaduh kesakitan.

Setelah melontarkan sekitar 4-5 pukulan, di pipi dan di rahang, Sungmin langsung beranjak dari atas tubuh Jungmo dan melangkah menjauh.

Sungmin mengambil napas dalam dan membuangnya dengan kasar.

Dia merasa puas karena akhirnya bisa memukul Jungmo untuk melampiaskan kekesalannya selama ini.

"AAWW! AWW! What the hell?! Mengapa kau memukulku Sungmin-ah!?" seru Jungmo sambil memegangi seluruh bagian wajahnya yang sakit.

Selain karena pukulan Sungmin yang menyebabkan kedua pipi Jungmo bengkak dan membiru, pelipis pria itu serta rahangnya juga bengkak dan membiru karena pukulan Kyuhyun. Sudut bibir pria itu bahkan sobek dan mengeluarkan darah.

Terdengar suara cekikikan yang membuat Sungmin menoleh pada asal suara.

Ternyata Kyuhyun lah yang mengeluarkan suara barusan. Dapat Sungmin lihat Kyuhyun yang sedang membungkukkan tubuhnya. Awalnya Sungmin mengira dia sedang kesakitan, entah karena pukulan Jungmo atau tendangan Sungmin tadi, tetapi Sungmin melihat bahu pria itu yang bergerak naik-turun dengan suara tawa yang tertahan.

Kemudian akhirnya Kyuhyun meluruskan tubuhnya dan tertawa keras.

"Oh, itu sangat keren, kau hebat Sungmin-ssi," ucap Kyuhyun, di antara tawanya.

Sungmin berdecak kesal karena merasa diledek oleh Kyuhyun, namun akhirnya dia terkekeh kecil.
"Yah, aku puas!" seru Sungmin sambil menghela napas keras.

Setelah menatap Jungmo dengan sinis, yang direspon Jungmo dengan berjengit menjauh sambil menutupi wajahnya, mungkin takut dipukul Sungmin lagi, Sungmin melangkah menghampiri Kyuhyun yang ternyata tadi sedikit bergeser dari posisinya, menjauh dari Jungmo saat Sungmin sibuk memukul Jungmo.

"Kemari! Aku akan mengobati hidungmu, Kyuhyun-ssi," ujarnya sambil kemudian berlutut di hadapan Kyuhyun.

Kyuhyun seakan baru sadar jika ada darah yang sedang menetes dari hidungnya dan menodai sweater-nya itu. Kyuhyun langsung memaki pelan sambil meraba hidungnya, "Awww... crap!"

Mau tidak mau Sungmin tertawa melihatnya.

"Aku akan mengambil kotak P3K di dalam mobilku. Keep your head back, itu akan mencegah darah terus keluar dari hidung," perintah Sungmin sambil menuntun Kyuhyun berdiri kemudian membimbingnya menuju mobilnya.

Sungmin mengarahkan Kyuhyun untuk duduk di atas kap mesin mobil. Sungmin mengambil kotak tisu dari dalam mobil sambil menyambar kotak P3K yang ada didasbor. Dilipatnya tisu itu lalu dimasukkannya ke dalam lubang hidung Kyuhyun untuk menghentikan darah yang mengalir keluar. Ditaruhnya kotak P3K di sebelah Kyuhyun diatas kap mesin mobil.

Sementara itu, Sungmin kembali ke pintu kemudi yang masih terbuka, dilepaskannya sepatu kostum yang dipakainya dan menggantinya dengan flat shoes yang memang ditaruhnya di mobil. Kemudian Sungmin membuka topeng serta kostum kelinci yang dipakainya, dilemparkannya kedua benda itu ke kursi belakang.

Sungmin sedikit bergidik karena pergantian suhu yang dirasakannya. Kini tubuh Sungmin hanya berbalut selembar kaus pink tipis berkerah V yang memperlihatkan sedikit dada mulusnya yang sebenanya sedikit bidang serta celana hitam yang melekat ketat di kakinya. Meskipun sedikit risih, tetapi Sungmin tidak menghiraukannya. Yang penting dia bisa bergerak lebih leluasa.

Sungmin kembali ke Kyuhyun dan membuka kotak P3K untuk mencari kapas.

"Apa hidungmu patah?" tanya Sungmin sambil mengeluarkan kapas serta beberapa obat yang diperlukan dan juga plester dari dalam kotak.

Kyuhyun menekan tulang hidungnya sepelan mungkin.

"Sepertinya tidak."

Suara Kyuhyun terdengar sengau.

"Baiklah, jauhkan tanganmu karena aku akan melihat seberapa hancur wajah tampanmu itu," ucap Sungmin sambil menyingkirkan tangan Kyuhyun agar menjauh dari wajahnya kemudian beralih Sungmin yang memegang rahang Kyuhyun untuk melihat luka-luka yang ada diwajahnya.

Kyuhyun kemudian duduk dalam diam sambil memandang wajah Sungmin lekat. Dia pasrah membiarkan Sungmin merawatnya.

Sungmin mengangkat tisu dari hidung Kyuhyun, tisu yang semula putih kini berwarna merah karena darah. Darah yang tadi mengalir dari hidung kini sudah berhenti.

Sungmin menarik napas lega.

"Tahan napas, Kyuhyun-ssi!" perintah Sungmin yang langsung dituruti Kyuhyun.

Sungmin segera membersihkan bekas-bekas darah yang masih tersisa di atas bibir dan dagu Kyuhyun dengan kapas yang sudah dibasahi alkohol.

Selama melakukan itu semua diam-diam Sungmin mencium aroma Kyuhyun dalam-dalam. Aroma yang menghantui pikiran Sungmin sehingga membuatnya mencari aroma itu di setiap date-nya selama tiga minggu terakhir ini.

Ketika Sungmin membersihkan bagian tepi bibir Kyuhyun, dia menyadari jika bibir itu mungkin adalah bibir terseksi yang pernah Sungmin lihat.

Sungmin sempat membayangkan bagaimana rasanya dicium oleh bibir indah yang terlihat lembut itu.

Sungmin menggigit bibir bawahnya untuk mencegah dirinya melakukan tindakan yang ada di pikirannya tadi.

Kyuhyun tidak mengatakan apapun selama Sungmin mengobati lukanya. Dia hanya menatap Sungmin dengan pandangan lembut namun begitu dalam. Sesekali Kyuhyun meremas pinggang Sungmin pelan saat dia merasa sakit.

Sekali lagi Sungmin menggigit bibir bawahnya karena merasa terintimidasi oleh tatapan Kyuhyun serta sentuhan tangan Kyuhyun pada pinggangnya yang sensitif.

Posisi mereka terlihat intim. Wajah Sungmin hanya berjarak beberapa inchi dari wajah Kyuhyun. Dan Sungmin takut jatuh dan terlarut dalam tatapan itu hingga dia tak mampu lagi mengendalikan dirinya dan berakhir khilaf menyerang Kyuhyun.

Setelah proses pengobatannya selesai dan beberapa luka telah dibalut dengan plester, Sungmin menjauhkan diri dari Kyuhyun. Pegangan Kyuhyun pada pinggang Sungmin pun terlepas.

Sungmin memberikan beberapa lembar tissue kepada Kyuhyun untuk digunakan bila ada darah yang keluar lagi dari hidungnya.

Sambil membereskan perlengkapan yang tadi dipakainya ke dalam kotak P3K, Sungmin mempertimbangkan bagaimana caranya meminta maaf kepada Kyuhyun atas kejadian malam ini.

Kyuhyun menatap Sungmin lembut, bibirnya tertarik lurus seperti sedang berusaha menahan senyum, tetapi tidak berhasil.

"Apakah kau menginap di hotel ini, Kyuhyun-ssi?" tanya Sungmin ragu sambil memegang erat kotak P3K itu untuk mengurangi kegugupannya.

Itu pertanyaan yang bodoh sebenarnya. Tetapi setelah selama lima menit Sungmin mencoba mencari topik pembicaraan di dalam kepalanya dan tidak membuahkan hasil, dia tidak punya pilihan lain.

Kyuhyun menatap Sungmin dengan padangan aneh. Namun dia tetap menjawab, "ya," dengan datar.

"Pekerjaan?" tanya Sungmin lagi. Kali ini lebih santai sedikit.

"Hanya kunjungan biasa. Aku akan check out besok," jawab Kyuhyun lagi.

'Ah! Jadi, Kyuhyun-ssi memang tidak tinggal di Winston rupanya. Inilah sebabnya mengapa aku jarang melihatnya. Dimana ya kira-kira dia tinggal?' pikir Sungmin dalam hati.

Mereka kemudian terdiam dalam keheningan yang mulai membuat Sungmin canggung.

"Apa kau marah padaku, Sungmin-ssi?" tanya Kyuhyun akhirnya.

Sungmin menatap Kyuhyun bingung. "Mengapa aku harus marah?"

"Karena aku telah memukul kekasihmu?" tanyanya memastikan.

"Dia bukan kekasihku!" segah Sungmin tegas.

"Jadi? Mengapa kau tiba-tiba diam tadi?" tanya Kyuhyun lagi.

Sungmin mencerna kata-kata Kyuhyun. Kemudian dia tersenyum atas kesalahpahaman yang terjadi.

"Aku tidak marah. Sama sekali tidak! Jungmo adalah pria brengsek jadi sudah sepantasnya dia mendapatkan pelajaran. Aku yang seharusnya meminta maaf karena kau jadi ikut terlibat. Aku bahkan menendangmu tadi," ujar Sungmin dengan nada penuh sesal.

Kyuhyun hanya mengangkat bahunya.

"Tidak masalah. Aku hanya ingin memberinya pelajaran untuk bersikap sopan dan menghargai orang lain. Soal tendanganmu, well... memang cukup menyakitkan tapi untunglah kau berhasil menghindarkanku dari kemungkinan aku akan membunuh pria itu. Aku terlalu bersemangat tadi," balas Kyuhyun sambil terkekeh. Kemudian mengaduh karena merasakan sakit pada sudut bibirnya yang memang sobek.

Sungmin menahan tawa melihatnya.

'Salah sendiri berkelahi,' batin Sungmin melihat Kyuhyun mengaduh sambil memegangi beberapa luka di wajah tampannya itu.

Padahal Kyuhyun terluka karena membela Sungmin.

"By the way, bagaimana mungkin kau bisa berkencan dengan pria brengsek sepertinya?" tanya Kyuhyun tanpa basa-basi.

Sungmin tertegun mendengar pertanyaan Kyuhyun.

Bukannya menjawab pertanyaan itu, Sungmin lebih memilih menghindari Kyuhyun.

Sambil menggenggam kotak P3K, Sungmin menjauh dari Kyuhyun.

Kyuhyun menatap Sungmin dengan bingung.

'Apa dia tersinggung dengan pertanyaanku tadi?' batin Kyuhyun serba salah.

Dia tak menyangka pertanyaan yang sebenarnya asal dilontarkannya malah membuat Sungmin menghindarinya.

"Sebaiknya aku mengecek keadaan Jungmo, aku tak ingin di dakwa sebagai pelaku penganiayaan di negeri orang," ucap Sungmin tanpa melihat Kyuhyun.

Kyuhyun langsung beranjak dari kap mobil dan berdiri siaga.

"Apakah aku boleh membantumu?" tawar Kyuhyun.

Sungmin langsung menggeleng. "Tidak perlu, kau juga terluka. Istirahatlah sebentar disitu."

Sungmin baru akan melangkah pergi ketika tatapannya tertuju pada sweater biru tua yang dipakai Kyuhyun. Sweater yang semula bersih itu kini telah ternodai oleh darah.

Sungmin mengurungkan niatnya untuk pergi dan beralih ke sisi kursi kemudi mobil untuk mengambil dompetnya. Setelah menemukan dompetnya, Sungmin kembali menghampiri Kyuhyun sambil mengeluarkan kartu namanya dari dompet. Di kartu nama itu Sungmin menambahkan nomor ponselnya.

"Maaf karena aku sweatermu jadi kotor. Kau bisa mengirimkan tagihan dry cleaning-nya padaku nanti," ujar Sungmin sambil menyerahkan kartu namanya kepada Kyuhyun yang menerima kartu nama itu dengan bingung.

"Biaya laundry? Tidak perlu! Ini bukan salahmu," ucap Kyuhyun sambil menggerakkan tangannya di depan wajah Sungmin. Namun dia tetap mengantungi kartu nama Sungmin.

Untuk pertama kalinya Sungmin akhirnya bisa melihat logo sweater yang dipakai Kyuhyun itu.

"Oh my God!" seru Sungmin kaget.

Kyuhyun langsung mundur selangkah karena kaget.

"Ada apa?" tanyanya khawatir.

"Sweater-mu Armani!?" jawab Sungmin masih berteriak.

"Lalu?" Kyuhyun masih terlihat bingung. Ia menatap sweater yang dikenakannya, kemudian mengalihkan tatapannya pada Sungmin.

"itu kan sangat mahal!" teriakk Sungmin dengan nada putus asa.

"Ini cuma sweater." Nada Kyuhyun terdengar tidak peduli sambil menatap sweater yang dikenakannya itu lagi.

"'Cuma'? Itu harganya kurang lebih seperempat gajiku kan?! Oh tidak!"

Kyuhyun menatap Sungmin sambil menahan geli, kemudian tatapannya teralih pada sesuatu di belakang Sungmin. Wajah gelinya berubah menjadi tegang dan tatapannya tajam.

Sungmin yang menyadari itu menolehkan kepalanya ke belakang dan melihat Jungmo yang sedang terduduk sambil memperhatikan mereka dengan mengerutkan keningnya.

"Sudahlah Sungmin-ssi, dia juga membutuhkan perawatanmu. Sebaiknya kau segera memeriksanya," ucap Kyuhyun sambil menunjuk Jungmo dengan gerakan kepalanya.

"Tapi..." Sungmin baru ingin protes namun Kyuhyun sudah memutar tubuh Sungmin dan mendorongnya untuk berjalan menuju Jungmo.

Sungmin menghela napas pasrah sambil mengangkat bahunya menyerah.

Dia pun menghampiri Jungmo yang wajahnya tak kalah parah dari Kyuhyun. Coret, lebih parah, sangat parah malah.

Pelipisnya terluka dan terus menyeluarkan darah. Kedua pipinya bengkak, setengahnya mungkin karena pukulan Sungmin juga. Sudut bibirnya sobek. Matanya membiru dan sedikit bengkak.

Intinya, wajahnya rusak parah penuh luka dan darah.

Sungmin menggelengkan kepalanya sambil berdecak.

"Ckck... wajahnya yang sebenarnya cukup keren berubah menjadi menyeramkan. Aku tak percaya aku juga ikut andil dalam menghancurkan wajahnya itu," gumam Sungmin.

"Dasar Zorro from hell!"

.

.

TBC

.

.

Jeongmal Mianhae karena lama ga update, terlalu fokus pada Too Far sih, hehe #BOW

Masih ada yang menantikan ff ini kah?

.

.

Salam Kyuhyun sixpack

.

.

RyeoTa Hasu