Blind Date

by RyeoTa Hasu

(Original Story by AliaZalea)

Cast :

Lee Sung Min (27-28 y.o)

Cho Kyu Hyun (35 y.o)

Lee Hyuk Jae aka Eunhyuk (25 y.o) as Sungmin's younger brother

Park Jung Soo aka Leeteuk (26 y.o) Sungmin's Blind Date Agent

Kim Jung Mo (32 y.o) as Sungmin ex. Boyfriend

.

Cameo :

Huang Zi Tao (32 y.o) as Kyuhyun's Friend

.

.

Disclaimer :

This original story is from Blind Date Novel by AliaZalea

Hasu hanya me-remake-nya dengan Kyumin sebagai main Cast dengan beberapa perubahan dan penyesuaian

Kyumin dan Cast lainnya milik Tuhan YME, Orang tua dan Agensi

Hasu hanya meminjam namanya untuk kepentingan cerita

.

Rate :

T

.

Warning :

Boy's Love / YAOI, OOC, MPREG, hurt/comfort, Typo menjamur

.

a.n :

Ralat u/ chap kemaren itu sebenarnya chapter 6 karena chapter 5 dibagi jadi 2. Ini yang chapter 7.

.

.

DON'T LIKE? DON'T READ!

MAKE IT SIMPLE

HAPPY READING ^.^

.

.

Chapter 7

o.o.o.o.o.o.o.

.

.

(HASU POV)

.

.

Tibalah hari Sabtu tanggal 03 Februari, hari yang ditunggu-tunggu Kyuhyun dan Sungmin.

Sekitar jam sebelas siang mereka akhirnya tiba rumah Kyuhyun. Sebuah rumah pinggir pantai yang cantik, rumah pantai tercantik yang pernah Sungmin lihat seumur hidupnya.

Seperti rumah pantai pada umumnya, rumah Kyuhyun ini juga merupakan rumah panggung satu lantai dengan teras berpagar dan sebagian besar terbuat dari kayu yang di cat hitam untuk lantainya dan putih untuk dindingnya. Ada ayunan putih yang bisa muat untuk dua orang di satu sisi teras itu dan dua kursi serta sebuah meja yang terbuat dari kayu bercat putih di sisi lainnya.

Udara yang meskipun dingin namun segar berembus dari pantai.

Sungmin menarik napas dalam-dalam, membiarkan udara khas pantai merasuk ke paru-parunya.

Ketika dia melangkah masuk ke dalam rumah itu, Sungmin melihat ruang TV ada di sebelah kanan rumah dengan sofa putih yang terlihat sangat nyaman. TV plasma berukuran super besar menempel pada dinding, di bawahnya ada DVD-CD player berteknologi tinggi serta perlengkapan game lainnya yang tak diketahui Sungmin. Di sebelah kiri ada meja makan untuk enam orang, yang terbuat dari kayu bercat putih dan ditutupi taplak yang terbuat dari sulaman rumput kering yang di cat hitam pudar dengan garis-garis biru.

Di sebelah ruang makan itu ada dapur dengan peralatan yang lengkap. Serta microwave, kompor dengan empat tungku yang dilengkapi dengan panggangan, dua bak cuci piring, sebuah pencuci piring otomatis dan kulkas empat pintu.

Langit-langit rumahnya di cat biru langit, membuat suasana rumah semakin terasa sejuk.

Keseluruhan rumah Kyuhyun di dominasi warna hitam, putih dan biru langit-langit, warna favorit seorang Cho Kyuhyun.

Kyuhyun mengajak Sungmin untuk melihat kamar tidur utama, yang memiliki tempat tidur berukuran king size dan terbuat dari kayu antik berwarna cokelat tua dengan empat buah tiang di setiap sudutnya. Satu sisi kamar itu terbuat dari kaca dengan sebuah pintu geser menuju ke teras terbuka yang memiliki tangga untuk turun langsung ke pantai.

Sementara kamar mandi yang berada di kamar utama itu memiliki dua wastafel dan bathtub yang besar. Ada juga shower super besar melengkapi satu sisi kamar mandi itu.

Kyuhyun meletakkan tas Sungmin di atas sebuah meja yang dekat pintu menuju walk-in closet kamarnya.

Mereka lalu berjalan menuju pintu kaca.

"Ini sangat indah!" Sungmin berdecak kagum sambil mendorong pintu geser itu hingga terbuka dan melangkah ke luar ke teras.

Sungmin meletakkan tangannya di atas pagar teras dan menarik napas dalam.

"Syukurlah jika kau menyukainya," gumam Kyuhyun pelan sembari dengan santainya melingkarkan lengan kirinya di pinggang Sungmin.

"Sejak kapan kau memiliki rumah ini, Kyu?" Mata Sungmin menyapu pantai yang terlihat sepi. Hanya ada beberapa orang yang sedang berjalan-jalan karena udara masih terlalu dingin untuk berenang.

"Sekitar dua tahun lalu. Aku membelinya dari sepasang kakek-nenek yang memutuskan pindah ke Florida karena mereka tak tahan lagi cuaca yang dingin disini."

"Sepi dan sangat damai di sini. Apa selalu seperti ini?" tanya Sungmin sambil mendongak pada Kyuhyun, mendapat hadiah kecupan sayang dari Kyuhyun di dahinya.

"Biasanya akan ramai saat musim panas sewaktu liburan sekolah dan cuacanya tidak terlalu dingin. Tetapi selebihnya, ya memang seperti ini sepanjang tahun."

Sungmin menyandarkan kepalanya pada dada Kyuhyun dan menutup matanya. Dapat dia rasakan Kyuhyun yang mengeratkan pelukannya dan meletakkan dagunya di atas kepala Sungmin. Jantungnya berdebar keras dan dapat Sungmin rasakan jantung Kyuhyun yang juga berdebar sama kerasnya seolah sedang berduet dengan jantung Sungmin.

Mereka terdiam selama beberapa saat dan menikmati kehangatan tubuh masing-masing.

"Apa yang sedang kau fikirkan?" tanya Kyuhyun pelan.

"Yah, sekarang aku tahu mengapa ada orang yang ingin memiliki rumah pantai. Tempat ini cocok untuk bersantai dan melarikan diri dari kesibukan," ujar Sungmin sambil mengangguk yakin.

"Puitis sekali," sindir Kyuhyun sambil terkekeh.

Sungmin tertawa. "Mungkin udara pantai sudah mengacaukan otakku."

Kyuhyun tertawa keras mendengar balasan Sungmin.

Mereka kembali terdiam dan menikmati keheningan ditemani bunyi deburan ombak yang teratur serta teriakan burung camar.

Tanpa sadar Sungmin bersenandung, entah lagu apa yang disenandungkannya. Hanya suara 'hmm... hmmm... hmmm' yang samar-samar digumamkannya sambil memejamkan mata dalam pelukan Kyuhyun.

"Apa sedang kau nyanyikan, Sungminnie?" suara Kyuhyun menghentikan gumaman Sungmin.

"Ne? Apa aku bernyanyi?" tanyanya sambil membuka matanya dan mendongak. Ternyata Sungmin tidak menyadari jika dia tengah bernyanyi tadi.

"Yah, hanya gumaman 'hmmm... hmmm...' saja. Jujur saja, meskipun hanya gumaman, tapi itu terdengar sangat merdu," puji Kyuhyun sambil tersenyum tulus.

Sungmin tertegun.

Ini... ini adalah pertama kalinya ada yang memuji suaranya selain Eunhyukkie serta Eomma dan Abeojinya. Sungmin bahkan belum pernah sama sekali bernyanyi untuk Jungmo.

"Ehm, apa kau tidak lapar, Kyu?" tanyak Sungmin sengaja mengganti topik.

Kyuhyun mengembuskan napasnya, "Hmm, sangat lapar," bisiknya sambil menundukkan kepalanya dan mulai menciumi leher Sungmin.

Sungmin sedikit bergidik karena geli.

Sejujurnya, Sungmin masih bingung mengapa Kyuhyun agak sedikit terobsesi dengan lehernya. Entah apa alasannya yang sebenarnya. Pernah Sungmin iseng bertanya pada Kyuhyun, namun pria itu hanya mengatakan bahwa leher Sungmin adalah bagian dari tubuhnya yang paling seksi, selain bibir shape-M nya.

Dan katanya Kyuhyun dapat mencium aroma manis khas yang hanya dimiliki oleh Sungmin seorang. Entah aroma apa yang dimaksudnya.

Apa aroma parfumnya? Atau, aroma alami tubuhnya?

Memang seperti apa aromanya?

Apa seperti... aroma tubuh Kyuhyun yang telah membuat Sungmin tertarik pada pria itu?

Dan tiba-tiba saja Sungmin melihat seseorang di pantai yang melambaikan tangannya kepada Kyuhyun, kemudian bergegas mendekati rumah Kyuhyun.

Sungmin memicingkan matanya sambil memperhatikan sosok itu.

Ada sesuatu yang familiar dengan wajah pria jangkung itu.

'Sepertinya, aku pernah bertemu dengan pria itu sebelumnya. Tapi, di mana, ya?' batin Sungmin mencoba mengingat-ingat.

Sungmin langsung menyikut Kyuhyun agar menghentikan apa yang sedang dilakukannya. Jujur saja, Sungmin tidak akan pernah terbiasa dengan kebiasaan orang lain yang kebanyakan tak sungkan untuk mempertontonkan hubungan cinta mereka kepada semua orang.

Menurutnya, kegiatan bermesraan hanya untuk mereka saja, bukan dipertontonkan di hadapan orang lain.

"Kyu!" bisik Sungmin mengingatkannya.

"Wae?" Bibir Kyuhyun masih menempel pada leher Sungmin dan melanjutkan serangan-serangan ringan namun menggodanya itu.

"Berhenti!" ulang Sungmin lagi. "Aku malu!"

"Mengapa harus malu, hmm? Kita kan sepasang kekasih," keukeuhnya masih dengan kegiatannya.

"Jika kau tak juga berhenti, aku takkan pernah mau disentuh olehmu lagi, otte?" ancam Sungmin telak.

"Hhh, arraseo," akhirnya Kyuhyun menyerah. Tak bisa menyentuh Sungmin meski hanya seujung rambut saja adalah malapetaka untuknya. Lebih baik dia menahan dirinya.

Kyuhyun pun menghentikan kegiatannya dan mengalihkan perhatiannya kepada sosok yang dianggapnya sebagai pengganggu, yang sedang berjalan mendekati mereka.

"Hey, Kyu! Kau tak bilang jika sudah kembali?" ucap pria jangkung itu sambil menaiki tangga menuju teras.

"Aku juga baru sampai, Tao. Aku hanya sebentar saja disini," jawab Kyuhyun.

Dia kemudian memperkenalkan Sungmin kepada pria yang berstatus sebagai temannya itu.

"Sungminnie, ini Huang Zi Tao, teman kuliahku sekaligus tetanggaku disini."

"Hai, Huang Zi Tao imnida," ujar pria itu sambil mengulurkan tangannya. Bahasa Koreanya terdengar sedikit beraksen, tentu saja karena dia bukan orang Korea, dia berasal dari China.

"Lee Sungmin imnida," balas Sungmin sambil menyambut uluran tangan Tao dan menjabatnya.

Di perhatikannya pria jangkung itu yang memiliki lingkar hitam di matanya dan membuatnya jadi terlihat seperti panda.

'Tunggu... PANDA!'

"Oh my God!" seru Sungmin setelah dia akhirnya ingat. "Tao-ssi, apakah kau pernah bersama dengan seorang pria, temanmu mungkin, kalian menolong seorang pria manis di depan sebuah restoran di Winston sekitar sembilan bulan yang lalu, kemudian temanmu yang kekar itu memukul seorang pria yang sangat kasar pada pria manis itu?" tanya Sungmin dengan nada mendesak menuntut jawaban segera.

Tao yang terkejut dengan pertanyaan tiba-tiba Sungmin terdiam sejenak sembari memicingkan matanya mencoba mengingat.

"Ah! Iya, aku ingat!" seru Tao akhirnya setelah berhasil mengingat.

"Loh? Tapi bagaimana kau bisa tahu, Sungmin-ssi? Apa jangan-jangan kau..."

"Ya, itu aku. Pria yang kau tolong itu diriku, Tao-ssi. Ah! Untung saja waktu itu ada kau dan temanmu," ujar Sungmin dengan nada senang sembari meraih salah satu tangan Tao dan menjabatnya.

"Aku benar-benar berterima kasih padamu dan juga temanmu itu, Tao-ssi. Jika saja aku bisa bertemu dengan temanmu itu, aku juga ingin berterima kasih padanya," lanjut Sungmin.

"Bertemu?" Tao menatap Sungmin dengan bingung sembari melepaskan tangannya dari tangan Sungmin karena melihat lirikan maut Kyuhyun padanya.

"Bukankah kau sudah bertemu dengan pria itu?" tanya Tao balik.

"Ye?" Sungmin menatap Tao bingung. Dia mengikuti arah lirikan Tao yang mengarah pada Kyuhyun.

Sungmin melihat Kyuhyun yang sudah menyunggingkan smirk di wajah tampannya.

"Apa? Kyuhyun?!" seru Sungmin terkejut.

"Waeyo, Sungminnie? Mengapa kau terlihat begitu terkejut? Aku pikir kau sudah menyadarinya sejak dulu," ucap Kyuhyun santai.

Sungmin melihat bergantian pada Tao dan Kyuhyun seolah tak percaya.

'Benarkah Kyuhyun yang dulu menolongku dan memukul Jungmo? Kalau begitu, pertemuan pertama kami berarti...'

"Aku rasa dia baru menyadarinya sekarang, Kyu. Wah, man... kau..." Tao tak meneruskan ucapannya dan justru tertawa.

Kyuhyun ikut terkekeh karena raut wajah Sungmin yang sangat lucu.

"Ck, kau membohongiku lagi, Kyu!" seru Sungmin kesal sambil mencubit lengan Kyuhyun gemas. Dia kemudian merengut sambil sedikit menjauh dari Kyuhyun.

"Oh, Minnie-ya. Bukankah sudah pernah ku katakan saat di restoran waktu itu. Aku mengatakan bahwa aku telah tertarik padamu sejak pertemuan pertama kita, kan? Ku pikir kau sudah ingat karena kau tidak menolak sama sekali semua usaha pendekatanku selama ini, di fresh market waktu itu juga," jelas Kyuhyun berusaha membujuk Sungmin. Dia mengulum senyum melihat raut merajuk Sungmin.

"Mana aku ingat jika kita pernah bertemu di saat itu. Kau kan memakai topi dan kacamata, huh!" elak Sungmin sambil mendelik kesal pada Kyuhyun.

"Harusnya kau mengatakannya dengan jelas padaku! Kau membuatku menjadi seperti orang bodoh tahu!" tuduhnya, kembali mencubit lengan Kyuhyun gemas.

Kyuhyun berusaha mengelak dari cubitan Sungmin, meskipun lengannya kekar tapi cubitan Sungmin itu tetap sakit di lengannya, mungkin karena itu cubitan cinta.

Dirangkulnya tubuh Sungmin untuk membujuk pria manis itu dari aksi merajuknya.

Tao hanya mengulum senyum karena menjadi penonton dari 'drama romance dadakan' di hadapannya itu.

"Mianhae, Sungminnie. Baiklah, aku mengaku salah. Aku hanya ingin memberimu kejutan, mungkin caraku salah. Mianhae ne?" mohon Kyuhyun sambil memandang Sungmin dengan senyuman terbaiknya.

Senyum tampan yang tulus penuh rasa cinta, yang sekejap meluluhkan semua kekesalan Sungmin.

"Huh..." Sungmin akhirnya menyerah. Dia pasrah dalam rangkulan Kyuhyun.

"Ehm, jadi Sungmin-ssi, apakah pria yang waktu itu masih mengganggumu lagi setelah hari itu?" tanya Tao setelah dirasanya drama dadakan itu telah berakhir damai.

"Sayangnya, ya, begitulah. Tapi kami sudah tidak pernah bertemu lagi," balas Sungmin pendek karena sebenarnya dia masih sedikit kesal.

"Ah, asal kau tahu saja, Tao-ya. Sungmin akhirnya berhasil memberikan pelajaran pada pria brengsek itu dengan memukulnya telak diwajah beberapa kali. Uh... hasilnya parah man," sambar Kyuhyun sambil tersenyum bangga. Dia sangat bangga karena Sungmin sudah berhasil bersikap tegas pada pria yang menurut Kyuhyun tak tahu malu itu.

"Oh, ya?" Tao terdengar kagum sambil menatap Sungmin takjub. "Baguslah. Pria itu memang pantas menerimanya, kau hebat Sungmin-ssi," lanjutnya.

"Aku hanya melakukan apa yang sebaiknya ku lakukan. Dan aku merasa lega akhirnya bisa melampiaskan kekesalanku meski hanya beberapa pukulan saja," ujar Sungmin malu-malu.

"Ehm, jadi... selamat datang Sungmin-ssi. Selamat bersenang-senang disini. Aku tidak ingin mengganggu kalian lagi. Mungkin aku akan mampir lagi nanti, bye," ucap Tao sambil menepuk bahu Kyuhyun dan mengedipkan mata kanannya.

"Baguslah jika sadar Panda!" seru Kyuhyun sok kesal namun smirknya menunjukkan jika dia berterima kasih atas ke-pekaan Tao.

"Senang berkenalan denganmu, Tao-ssi," ujar Sungmin sambil tersenyum manis.

"Aku juga, bye manis" balas Tao kemudian menuruni tangga dan berjalan menjauh menuju arah kanan.

Begitu Tao menghilang dari pandangan, Sungmin langsung menarik Kyuhyun masuk ke dalam rumah.

.

.

"Jadi? Ada yang bisa kau jelaskan lagi, Cho Kyuhyun?" tuduh Sungmin sambil menatap Kyuhyun kesal. Ternyata dia masih merasa kesal pada Kyuhyun.

Kyuhyun terdiam sejenak sambil menatap Sungmin sungguh-sungguh.

"Well, aku sudah menjelaskan semuanya, Sungmin-ah. Pertemuan pertama kita adalah di depan restoran di Wiston itu, sekitar sembilan bulan yang lalu. Dan saat di fresh market, yang kau kira adalah pertemuan pertama kita... aku langsung mengenalimu meskipun aku tak mengetahui namamu. Dan yah, aku pun memutuskan untuk mendekatimu, mencoba melihat reaksimu dan mempertimbangkan apakah ada kemungkinan aku bisa melakukan pendekatan yang lebih padamu. Sayangnya, meskipun kau menyambutku dengan cukup ramah, aku masih belum yakin bagaimana cara untuk mendekatimu. Jadilah, aku sengaja menciptakan pertemuan-pertemuan yang tidak disengaja untuk membuatmu mengingatku. Dan selebihnya, seperti yang telah ku ceritakan. Ternyata kau memang tak mengingat pertemuan pertama kita itu, huh... sayang sekali. Padahal aku sudah tertarik padamu saat itu," jelas Kyuhyun panjang lebar sambil menatap Sungmin lekat.

Kini Sungmin yang terdiam.

Kalimat 'It was my pleasure' yang diucapkan Kyuhyun setelah membantunya mengganti ban mobil di tol waktu itu sebenarnya telah membuat memorinya mengingat kembali kata-kata yang diucapkan pria itu saat menolongnya sekitar sembilan bulan lalu. Hanya saja, saat itu Sungmin belum terlalu yakin karena dia memang tak mengingat wajah pria yang telah menolongnya.

Ugh! Sungmin merutuki otaknya yang terlambat memproses semuanya.

"Sungmin?" belaian lembut di pipinya menyadarkan Sungmin dari lamunannya.

Sungmin menengadah dan menemukan pandangan lembut Kyuhyun.

Dengan lembut Kyuhyun memeluk Sungmin erat.

"Jangan terlalu dipikirkan, sayang. Yang terpenting, kini kau telah mengingatnya dan kita... kita telah bersama kan? Hmm?" ujar Kyuhyun.

Dilesakkannya wajahnya pada lekukan leher Sungmin dan menghirup dalam-dalam aroma Sungmin yang memabukkannya.

"Kyuh..." desah Sungmin merasakan hidung dan bibir Kyuhyun yang kembali mengeksplor lehernya. Sebelah tangan Kyuhyun perlahan-lahan menyusup masuk ke balik sweater yang dikenakan Sungmin. Tangan Kyuhyun terus naik melewati perut, dan perlahan tiba di dada Sungmin yang sedikit berisi. Dibelainya salah satu nipple Sungmin dengan lembut namun seduktif.

"Ah, Kyu..." erang Sungmin sambil melarikan kedua tangannya pada helaian rambut Kyuhyun dan meremasnya untuk melampiaskan perasaannya.

"Aku ingin menyentuhmu, Minnie-ya," bisik Kyuhyun serak. Sungmin hanya bisa mendesah.

Dan kemudian tanpa aba-aba Kyuhyun menggendong Sungmin ala bride style dan langsung menuju ke tempat tidur.

Dibaringkannya Sungmin dengan lembut. Kyuhyun pun berada diatasnya dengan kedua lengannya sebagai penopang. Diciumnya bibir Sungmin dengan lembut awalnya namun perlahan semakin dalam dan menuntut.

Sungmin entah mengapa menjadi lebih agresif. Kedua tangannya yang bebas menjalari tubuh Kyuhyun. Tangannya menyusup masuk ke dalam sweater Kyuhyun dan mengeksplorasi punggungnya di balik sweater itu. Sungmin bisa merasakan otot-otot Kyuhyun yang menegang beberapa detik, namun kemudian rileks dan menerima sentuhannya.

Kemudian tangannya pindah ke dada Kyuhyun. Dirasakannya dada bidang Kyuhyun yang padat dan terlatih.

Mereka terus berciuman dengan tangan yang saling menggoda satu sama lain.

Sampai akhirnya ketika Sungmin merasakan tangan Kyuhyun yang sedang mencoba membuka kancing celana jeans-nya, dan pada detik selanjutnya dia pun tersadar.

Dengan napas yang memburu Sungmin mengerahkan seluruh tenaganya untuk mendorong Kyuhyun.

Ciuman mereka pun terlepas. Nafas mereka saling beradu dengan tatapan mereka yang sama-sama terkejut dan otak yang terlalu beku untuk memikirkan apa yang telah terjadi.

.

.

Blind Date

.

.

(Sungmin POV)

.

Dengan cepat Kyuhyun beranjak dari atas tubuhku dan berdiri diam di dekat tempat tidur sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Perlahan-lahan aku bangun dari posisi tidurku dan berusaha untuk mencerna apa yang telah terjadi tadi.

Kami kelepasan.

Ini belum pernah terjadi sebelumnya.

"Ehm, maaf, Kyu... seharusnya aku berhenti tadi," ucapku pelan.

"Tidak, Sungmin-ah. Akulah yang seharusnya berhenti, harusnya aku bisa mengendalikan diriku," balas Kyuhyun pendek sambil mendongakkan wajahnya ke arahku. Ekspresi di wajahnya campur aduk antara marah, bingung dan merasa bersalah.

Dia pasti menyalahkan dirinya sendiri.

Aku ingin sekali menghapus ekspresi itu dari wajahnya, ini bukan sepenuhnya salahnya. Ini juga salahku yang tidak mencegahnya malah justru terlena akan sentuhannya. Akulah yang ceroboh.

Aku lalu melangkah turun dari tempat tidur dan berjalan mendekatinya. Akan tetapi, ketika aku berjalan satu langkah mendekatinya, Kyuhyun mundur selangkah juga. Aku tahu dia mungkin hanya sedang mencoba mengontrol emosinya tapi aku ingin menenangkannya dan menghapus raut merasa bersalah dari wajahnya itu.

"Ehm, apa kau tidak lapar? Aku akan menyiapkan makan siang," ucapnya langsung lalu berjalan keluar kamar tanpa menatapku.

Menyiapkan makan siang? Bukankah dia pernah bilang dia tidak bisa memasak?

Aku putuskan untuk merapikan penampilanku dahulu sebelum menyusulnya.

Aku harus bisa menghilangkan suasana canggung yang tiba-tiba ini. Ini bahkan belum ada satu jam kami berada disini. Aku harus bisa membuat suasananya kembali normal.

Aku menuju kamar mandi yang ada di kamar ini kemudian mencuci wajahku di wastafel. Setelah mengusap wajahku dengan handuk, aku lalu merapikan penampilanku di depan cermin.

Jangan sampai ini menjadi pertengkaran kami yang pertama, aku berusaha meneguhkan tekadku untuk bisa memulihkan situasi ini.

Kutegakkan bahuku dan melangkah ke luar kamar mandi, kemudian keluar kamar menuju ke dapur.

Aku dapat melihat Kyuhyun yang sedang berdiri di dapur. Perlahan-lahan aku mendekatinya. Kyuhyun terlihat serius sambil menatap keranjang telur yang ada di hadapannya, sepertinya dia tidak menyadari kehadiranku disini.

"Kau tidak akan pernah bisa mematangkan telur itu dengan matamu, Kyu. Kau kan bukan anggota Xmen yang memiliki laser dimatamu," komentarku dengan nada seceria mungkin.

Kulihat Kyuhyun yang tersentak karena kaget. Benar kan dia tengah melamun. Dia pasti masih merasa bersalah.

Aku harus menormalkan suasana ini.

Aku berpura-pura tidak melihat reaksinya itu dan mengambil alih keranjang telur dari hadapannya.

"Emm, sepertinya omelette enak juga," ucapku, masih dengan nada ceria.

"AH, boleh juga," komennya. Dia menatapku terkejut karena mendengar nadaku yang ceria dan sikap santaiku seolah tak terjadi apapun.

"Apakah ada makanan lain yang bisa dimakan selain telur ini?" Aku menatapnya sambil tersenyum semanis mungkin, berusaha meyakinkannya bahwa semua baik-baik saja.

"Ah, emm..." Kyuhyun menggaruk lehernya yang ku yakin tidak gatal, dia pasti gugup.

"Mari kita lihat apa yang kau miliki untuk kita makan," ujarku sambil berjalan menuju kulkas dan membukanya.

"Hm, ada mentega, keju, ham, tomat, susu, tunggu... lupakan susunya, ini sudah kadaluarsa beberapa hari yang lalu. Hanya ini saja, ya?" komenku sambil mengambil sekarton susu dari kulkas kemudian membuangnya ke dalam tempat sampah. Aku kembali ke kulkas dan mengeluarkan bahan-bahan yang ada untuk ku olah menjadi makanan yang layak kami makan. Ugh, harusnya tadi kami belanja dahulu sebelum kemari.

"Aku punya roti," ujar Kyuhyun tiba-tiba. Aku menoleh padanya dan ya... memang dia membawa bungkusan berisi roti tawar berukuran kecil dalam genggaman tangannya.

"Oke, kita bisa membuat sandwich. Memakan sandwich untuk makan siang tidak buruk juga."

Aku membawa semua bahan yang ku dapat dari kulkas dan menaruhnya di meja dapur.

Aku mendengar langkah kaki Kyuhyun yang menghampiriku kemudian menaruh bungkusan roti itu di dekat bahan-bahan yang ku ambil dari kulkas. Dia berdiri diam disampingku seolah menunggu perintah. Entah rasanya aku jadi ingin tertawa melihat tingkahnya yang begitu penurut seperti sekarang ini. Kemana perginya Kyuhyun yang seorang penggoda dan mesum itu?

Aku mulai membuka-buka lemari dapur untuk mencari piring dan beberapa peralatan yang ku perlukan. Setelah itu aku membuka bungkusan roti dan mengeluarkannya dari bungkusan untuk kemudian ku taruh di piring. Aku beralih mengambil talenan, kemudian aku memotong satu buah tomat untuk isian sandwich bagianku, karena Kyuhyun tidak menyukai sayuran termasuk tomat. Setelah itu aku mengeluarkan ham dari bungkusannya kemudian memanaskan pan untuk menggoreng hamnya.

"Ada yang bisa saya bantu?" tawar Kyuhyun dengan suara yang terdengar ragu.

"Ah, ya. Kau bisa memarut kejunya, taruh di mangkuk ini, kemudian tolong olesi roti dengan mentega," perintahku sambil memberikan instruksi, tak lupa melempar senyum super manisku padanya. Dia membalas senyumku dan bergegas menjalankan perintahku.

Syukurlah, keadaan sepertinya kembali normal.

Kami bekerja dalam diam. Kyuhyun dengan tugas-tugas yang ku berikan, sedangkan aku berkonsentrasi dengan ham dalam penggorengan berusaha tak membuatnya hangus.

Setelah matang, aku meniriskan ham di kertas tisu penyerap minyak. Aku beralih membuat omelette sebagai tambahan isian sandwich.

Ku lihat Kyuhyun telah selesai dengan kegiatannya.

"Apakah ini cukup?" tanyanya.

Aku melirik dan mengangguk. "Ya. itu cukup, gomawo Kyu."

Aku menaruh omelette yang telah matang ke peniris. Kemudian aku mengambil tomat dari talenan untuk ditata di atas dua buah roti yang telah diolesi mentega. Setelah itu ku beralih menaruh omelette di talenan untuk kemudian ku bagi menjadi beberapa potongan.

Kembali pada roti. Aku taruh sepotong omelette di atas tomat, kemudian ku taruh selembar ham diatasnya, lalu parutan keju, selembar ham lagi, lalu kututup dengan lembaran roti lagi. Selesai sandwich bagianku.

Aku beralih pada sandwich bagian Kyuhyun. Untuknya aku tak menaruh tomat, namun susunan isinya hampir sama, hanya jumlah hamnya lebih banyak dariku.

Setelah itu ku masukkan piring berisi sandwich itu ke dalam microwave. Ku setel suhu panasnya hanya untuk melelehkan kejunya.

Sambil menunggu, aku merapikan sisa-sisa bahan dibantu Kyuhyun.

Tepat saat kami selesai beres-beres, microwave-nya berbunyi. Kemudian aku mengeluarkan piring itu dari microwave dan membawanya ke meja makan.

Kyuhyun menuju kulkas dan membukanya.

"Kau ingin minum apa, Sungmin? Ada jus strawberry, cola, air mineral dingin, atau..."

"Jus strawberry,"sambarku langsung.

Ku dengar Kyuhyun terkekeh.

Aku beralih menata peralatan makan dan membagi sandwich sesuai bagian kami masing-masing, setelah itu duduk tenang di salah satu kursi sambil menunggunya. Kyuhyun menghampiri meja makan sambil membawa sebotol jus strawberry dan dua gelas. Setelah menaruhnya di meja makan dia kembali ke dapur untuk kemudian kembali dengan sebotol cola.

"Cola dan sandwich?" tanyaku sambil tertawa kecil.

"Jus strawberry dan sandwich?" tanyanya balik sambil ikut tertawa.

Dia lalu mengambil tempat di sampingku.

"Selamat makan," ucap kami bersamaan. Kemudian kami asyik menyantap makanan kami masing-masing. Ternyata aku memang sangat lapar, ini sangat enak.

"Hmm, meski sederhana tapi... ini enak Sungminnie. Ah, aku beruntung memilikimu," gumamnya sambil memakannya dengan lahap.

Aku mengulum senyum mendengar kata-katanya. Kyuhyun si tukang makan. Selain gamer, dia adalah pemakan sejati. Nafsu makannya sangat besar.

Dalam sekejap, sandwich di piring kami ludes tak tersisa.

"AH! Kenyangnya!" serunya kemudian meminum colanya.

"Hm, ini cukup," ucapku sambil menuang jus dalam gelas dan meminumnya.

"Yah, sampai makan malam ini cukup," sambung Kyuhyun.

"Jadi, apa rencana kita hari ini, Kyu?" tanyaku sambil membereskan piring dan peralatan makan lainnya untuk kemudian kucuci.

"Hmm, sebenarnya aku hanya ingin berduaan saja denganmu dirumah ini. Kita bisa bermain game, ah aku punya koleksi game yang lengkap," ujarnya mengikutiku ke dapur. Dan tiba-tiba saja lengannya sudah melingkar di pinggangku, mengganggu kegiatanku yang tengah memasukkan peralatan makan ke mesin cuci otomatis.

"Atau... kita bisa melanjutkan yang tadi seharian... AUW!" teriaknya begitu ku lancarkan cubitan ganas tepat di lengan kekar.

Aku berbalik dan kembali memberikan cubitan di perutnya yang seksi.

"Berhenti bersikap mesum, Cho. lebih baik aku kembali saja ke Winston," ancamku memasang wajah merengut.

Kyuhyun membelai pipiku lembut sambil memamerkan senyum di wajah tampannya.

"Aku bercanda, sayang. Aku berencana untuk mengajakmu jalan-jalan. Aku ingin menunjukkanmu keindahan Wilmington. Aku jamin kau pasti akan menyukainya."

"Hmm, ide bagus. Baiklah, aku akan bersiap-siap."

Setelah memberinya sebuah kecupan singkat, aku bergegas ke kamar untuk ganti baju dan bersiap-siap.

.

.

Blind Date

.

.

Kami kemudian pergi menuju pusat kota Wilmington.

Dan aku harus mengakui kota ini memang cukup menarik.

Meskipun jalanan utamanya tidak sebesar di Winston, tetapi ada banyak toko kecil yang berderet di sisi kiri dan kanan jalan, membuatnya kelihatan menarik dan mengundang. Kyuhyun membawaku ke dermaga dan kami menghabiskan sore itu sambil duduk di dermaga dan menikmati suasana yang damai.

"Aku menyukai suasana di sini," ucapku perlahan. Aku menutup mata, menghirup udara segar tepi laut.

"Aku senang mendengarnya," balas Kyuhyun. Aku sedang menutup mata, jadi tidak bisa melihat ekspresi wajahnya.

Tiba-tiba saja Kyuhyun meraih tangan kiriku dan aku merasakan sesuatu yang dingin melingkar pada jari manisku.

Kubuka mataku untuk melihat apa yang sedang Kyuhyun lakukan dan aku hanya bisa mendelik terkejut ketika melihat cincin berlian indah yang sudah melingkari jariku.

"Kau tak perlu memberkan jawabannya sekarang. Aku hanya ingin kau tahu bahwa aku sangat serius denganmu, Sungminnie. Aku tahu aku memang sama sekali tidak romantis tapi... aku sangat ingin menikah denganmu dan memiliki anak darimu. Kemudian, kita akan hidup bersama-sama hingga akhir hidup kita," ucap Kyuhyun mantap tanpa melepaskan genggamannya pada tanganku.

Aku masih tidak bisa berkata-kata.

Perlahan-lahan kualihkan tatapanku dari cincin itu ke wajah Kyuhyun yang sedang menatapku sambil tersenyum. Untungnya dermaga itu sudah kosong karena matahari sebentar lagi akan tenggelam. Jadi, tidak ada orang yang bisa menyaksikan lamaran mendadaknya ini.

Rasanya suasana menjadi sangat hangat dan romantis. Apa yang dilakukannya ini sungguh tak pernah ku duga.

Kyuhyun melamarku? Pria tampan, keren, kaya dan sempurna seperti Kyuhyun melamarku?!

"Kyuhyun-ah," bisikku. Jantungku berdetak lebih cepat dan kurasakan seluruh tubuhku tiba-tiba menjadi panas.

"Tenanglah, sayang. Aku tak bermaksud untuk mendesakmu. Aku akan terus menunggu sampai kau siap, arraseo? Aku tak akan menuntutmu ataupun memaksamu, Sungminnie."

Kyuhyun lalu memelukku dan mencium keningku. Rasanya aku telah melebur dalam pelukannya.

UGH! Aku tak mampu berpikir apapun. Ini sangat... mendadak.

Aku menyamankan diri dalam pelukannya sembari menata perasaanku yang campur aduk.

Kami disana hingga matahari terbenam. Setelah matahari terbenam sepenuhnya, Kyuhyun mengajakku pergi ke salah satu restoran khas Wilmington untuk makan malam.

Tapi, aku masih belum bisa berpikir dengan jernih. Aku masih shock.

Meskipun begitu, sebisa mungkin aku mencoba bertingkah biasa saja, seakan-akan tidak ada hal mengejutkan yang terjadi.

Aku akan coba memikirkan ini.

Apa aku sudah siap untuk... berkomitmen? Apa aku yakin dengan pilihanku ini? Apakah Kyuhyun adalah pilihan terbaik untukku?

Aku tak ingin gegabah dalam mengambil keputusan.

Saat pulang ke Winston nanti, aku harus segera menghubungi Eunhyukkie untuk membicarakan hal ini.

.

(Sungmin POV END)

.

Blind Date

.

TBC

.

.

Kyuhyun ngelamar Sungmin nih?!

Jadi? Apa yang akan terjadi nanti?

Dan akankah rate-nya naik?

Itu terkandung eh tergantung readers ^.^

Oh ya, untuk Too Far, Hasu akan update hari sabtu malam minggu aja ya.

Soalnya minggu ini sibuk karena abis cuti bersama lebaran idul Adha.

Dan itu akan menjadi menjadi chapter terakhir.

Huhu, akhirnya akan tamat juga. T.T

Yah, semoga hasilnya nanti memuaskan banyak pihak.

Ah, ya, selamat Hari Raya Idul Adha untuk yang merayakannya.

.

Last,

Keep Reading ^.^

Gomawo

Ryeota Hasu