Chapter 3
Mumpung seminggu ini full libur, kemungkinan akan update cepat, semoga saja tidak macet ide di kepala ku, hehehehe
Pengintaian
Matahari sudah di atas kepala berarti menandakan jam 12 siang, sudah 3 jam sejak mereka memulai perjalanan dari desa konoha menuju desa oto gakure, dan team 11 pun sudah setengah perjalanan,
Desa oto gakure terletak di utara dan tepat berbatasan denga konohan gakure, desa kecil yang belum banyak di ketahui kekuatan tempur, jutsu jutsu, dan siapa kage mereka.
"ngomong ngomong bisa jelaskan misi kita nanti itachi sensei, kami ingin tahu seperti apa misi yang akan kita hadapi nanti?"ucap naruto penasaran dan sepertinya sonosuke dan akari setuju dengan pertanyaan naruto.
"misi kita kali ini akan mengintai dan mencari informasi sebanyak banyak nya tentang desa oto gakure, kita masih buta kekuatan desa oto dan apa dia kawan atau lawan, aku dengar desa oto sudah lama di dirikan tapi belum pernah ada utusan yang berkunjung ke konoha, sekitar seminggu yang lalu mata mata kita melaporkan bahwa banyak senjata masuk ke desa oto, apa lagi sebentar lagi di konoha akan di gelar ujian chunin"sebelum itachi selesai menjelaskan.
"apa itu ujian chunin sensei ?" ucap naruto.
"ah kau ini, aku belum selesai menjelaskan, ujian chunin adalah test yang di selenggarakan oleh desa untuk melihat dan mengukur kemampuan genin genin mereka, apakah pantas untuk menjadi chunin, semakin tinggi tinggkatan atau rank ninjamu semakin berbahaya misimu, tentu saja desa akan memberimu uang lebih banyak dari pada misi rank D, dan penyelengaraan ujian berikut nya adalah di desa konoha, banyak peserta dari desa lain akan mengikuti ujian ini, dan ini pertama kalinya oto gakure mengikuti ujian chunin, dan bertepatan dengan misi kita kali ini, mencari tahu kenapa mereka harus membeli banyak senjata dari desa lain, apakah mereka mau berperang" jelas itachi.
"lalu apa team 11 akan ikut ujian chunin sensei ? aku ingin tahu seberapa hebat genin di desa lain, dan aku ingin melawan mereka" ujar naruto.
"aku juga ingin mengikuti ujian itu, benar kan monosuke"ucap akari,"benar sekali, aku ingin mengukur seberapa hebat kekuatan ku ini" sambil tersenyum manis monosuke berkata.
"soal mengikuti ujian chunin adalah hal gampang, tapi kalian harus mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian ini, bisa saja nyawa kalian melayang jika kalian salah langkah" terang itachi.
"aku dengar sensei dulu menyelesaikan ujian di hutan kematian dengan cepat, mengagumkan sekali"ucap naruto.
"apa benar naruto kun ? darimana kau tau ?" selidik akari tidak percaya.
"aku mengetahui nya ketika aku main ke rumah monosuke, disana ayah monosuke menceritakan kehebatan itachi sensei, dia bisa menyelesaikan tahap survival di hutan kematian hanya 18 jam, itachi sensei adalah ninja prodigi uchiha yang di banggakan klan uchiha" ujar naruto
"sepertinya kau makin akrab dengan monosuke ya nar-" belum sempat meneruskan kalimat sudah di bekap oleh tangan mungil monosuke.
"pfffffftttt hahahahahahah"gelak tawa akari dan naruto bersamaan
" eh, sepertinya aku melihat desa terdekat itachi sensei, lumayan ramai disana"ucap monosuke yang masih di punggung itachi.
"ah iya, cepat lepas semua atribut konoha kalian, kita menyamar jadi orang biasa saja, ngomong ngomong apa kamu tidak mau turun monosuke ? apa kamu ingin di gendong terus seperti umur 6 tahun dulu?" ucap itachi, langsung dengan cepat meloncat dari punggung itachi
"ti- tidak kok" monosuke tergagap, "desa ini terlihat biasa biasa saja ya itachi sensei" ucap naruto
"mari kita cari tahu, kalian bisa menyebar untuk mencari informasi, ingat jangan ke tempat pemandian air panas atau klub orang dewasa, anggap saja kalian jalan jalan" ucap itachi.
"kau kira kami genit sensei?" naruto kesal, "kami ? elu aja kali nar" ejek akari
"Aku akan ke selatan, disana kelihatan ramai dan menyenangkan" ucap naruto sembari berjalan,"eehh, aku ikut naruto kun" teriak kecil monosuke.
"jaga baik baik monosuke naruto, awas kalau ada apa apa, akan ku buat kau jadi target latihan katon ku" ancap itachi.
"i- iya sensei"ucap naruto ketakutan,"ayo naruto kun, kita jalan jalan, "hei hei, ini bukan waktunya kencan, ah aku lapar sekali, aku akan mencari makan dulu habis itu jalan jalan, jaa nee sensei" ucap riang akari.
"hah anak anak yang bersemangat, kita akan berkumpul lagi di penginapan" ucap itachi sambil meninggalkan murid murid nya.
Di suatu tempat persembunyian di oto gakure, di terangi cahaya lilin temaram, ada 2 orang sedang berdiskusi merencanakan sesuatu yang besar,
"apa menurut mu kita akan berhasil dengan rencana ini , kalau rencana ini gagal kemungkinan besar aku akan mati, aku harap orang orang experimen mu bisa berhasil" ucap orang di kegelapan itu.
"tenang saja pak tua, aku sudah mempunyai kartu as ku untuk rencana ini, bukannya aku sudah banyak memberikan experimen kepadamu ? apa ada yang mengecewakan mu hah ?," ucap orochimaru.
"Lalu apa kau tidak ingin mengajak desa lain untuk bergabung, mungkin saja salah satu 4 desa besar mau meminjamkan kekuatan mereka untuk rencana yang satu ini" ucap orang yang di sebut pak tua itu.
"Aku sudah mengirimkan utusan ku kesana tapi mereka menolak mentah mentah tawaran ku, mungkin mereka masih mempertimbangkan penyerangan ini, karena masih ada yondaime dan mayoritas desa konoha di huni klan klan kuat, itu yang membuat mereka berpikir 2 kali terhadap tawaran ku ini" ujar orochimaru.
"aku percayakan rencana ini padamu, pastikan rencana ini tidak gagal, kita bertemu lagi saat penyerangan" ucap pak tua itu.
"ha ha ha, tenang saja pak tua" kata orochimaru sambil terawa maniak
Matahari sudah mulai condong ke barat menandakan hari sudah mulai sore, hiruk pikuk distrik pertokoan desa oto gakure masih terasa ramai, terdengar keributan di salah satu pemandian air panas.
"KYAAAAAAAAAAA. Ada orang ngintiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiip" ucap salah satu gadis ber opai besar
Lalu ada pria paruh baya lari pontang panting menghindar dari tanggung jawab dan berhenti di depan naruto dan monosuke
"HAH HAH HAH, sial, aku ketahuan, padahal aku menemukan inspirasi bagus di pemandian air panas tadi, gagal gara gara tembok nya rubuh" ucap pria berambut putih panjang, memakai kimono merah dan ada garis merah di matanya.
"itu karna kau ngintip nya terlalu bersemangat, dasar paman genit tidak tau malu, ucap naruto se kenanya.
"hei, bocah tengik, siapa yang kau panggil paman genit, apa kau tidak kenal siapa aku ?" ucap jiraiya
"mana aku tahu, memangnya kamu siapa ?" sahut naruto.
"aku adalah master jiraiya yang melegenda dari konoha, penulis buku terkenal yang ku beri judul icha icha, aku juga pahlawan ninja hebat yang di segani oleh seluruh negara," ucap jiraiya penuh semangat.
"oh jadi kau master jiraiya ya, aku pernah mendengar nya dari tou san, kami juga dari konoha, sedang melakukan misi bersama itachi sensei" ucap monosuke, "apa iya monosuke, tapi tetap saja dia adalah paman genit, lalu apa urusanmu di desa ini paman" tanya naruto.
"aku disini tengah mencari inspirasi dan melakukan misi untuk desa konoha, ngomong ngomong misimu apa hei bocah ?" ucap juraia sambil memandang remeh ke arah naruto,
"misi pengintaian terhadap pergerakan mencurigakan di desa ini," ucap naruto tidak suka di tanya tanya.
"cepat juga yondaime itu mengirim team penyelidik, aku harap kalian bisa mencari informasi dengan baik di desa ini" tandas jiraiya.
"memangnya tau apa kau pak tua tentang misi kami" ejek naruto kepada jiraiya, "jangan begitu naruto, sopan sedikit terhadap orang yang lebih tua" komen monosuke sambil menjewer kuping naruto
"itai, sakit monosuke chan, iya iya aku akan sopan, tapi sedikit"ucap naruto
"pacarmu saja tau sopan santun, dasar bocah tengik,"bu- bu- bukan pacar ko- kok, ka- ka- kami haya teman dan rekan 1 team" ucap monosuke tergagap dan terlihat merah wajahnya
"akulah ketua mata mata di konoha, ternyata yondaime mengirim team kalian untuk membantuku menyelidiki kasus ini, aku melihat minggu lalu ada 7 kereta membawa senjata banyak sekali, entah dari mana dan di taruh di mana, yang pasti kita harus mencari tahu senjata itu," ujar jiraiya,
"jadi begitu ya, nanti kita berkumpul di penginapan bersama itachi sensei, ngomong ngomong aku lapar, aku mau makan dulu ke kedai ramen, kau mau ikut monosuke chan ? atau mau pulang ke penginapan bersama paman genit ini ?"ucap sarkatis naruto membuat muncul perempatan di kepala jiraiya,
"aku ikut dengan mu naruto, aku takut di apa apain sama paman genit itu" timpal jiraiya, " ah pergi pacaran sana, dasar anak muda, yang langsung saja membuat monosuke merona.
Terjadi keributan di toko baju dekat warung udon, entah apa penyebab nya hingga seorang gadis bersurai merah muda itu mengamuk.
"ada apa sih ribut ribut, apa tidak ada polisi ya di sini, desa yang aneh,"ucap akari sambil mendekati sumber keributan.
"dasar bodoh, mana baju pesanan ku pak tua, apa kios mu mau aku hancur kan ?" ucap gadis itu.
"ma- maaf nona tayuya, bahan bahannya masih belum datang, maka dari itu kami tidak bisa menyelesaikan baju anda dengan tepat waktu, beri saya waktu 1 minggu lagi" ucap penjahit baju itu
"baiklah brengsek, jika kau bohong akan ku ha-" belum sempat gadis yang bernama tayuya tadi menyelesaikan perkataannya, ada teman berbadan gendut yang memanggilnnya
"oi tayuya, santai saja, kau ini perempuan, jangan berkata kasar begitu" ucap pria gendut tersebut
"diam kau jirobo, kerjamu itu makan terus, dasar gendut brengsek, mau ku bunuh ya?" ucap tayuya, "terserah kau saja tayuya, tapi cepat, aku mau menghabiskan makanan ini di markas, dan jangan sampai tuan orochimaru marah karna kita terlambat" timpal si jirobo
"markas ? mereka pasti bukan orang sembarangan, buktinya para penduduk takut kepada mereka, akan ku ikuti kemana mereka pergi" pikir akari dengan pose mengelus ngelus dagunya.
Langit mulai gelap dan makhluk makhluk malam pun mulai keluar pasar semakin ramai , banyak anak muda melakukan aktifitas nya, orang mabuk, hiburan judi pun mulai menghidupkan gemerlap lampu lampu papan nama mereka
"kita sudah berkumpul di penginapan ini, aku senang kalian menemukan tuan jiraiya dan aku ingin tahu hasil dari penyelidikan kalian semua" kata itachi.
"kami masih belum menemukan sesuatu yang mencurigakan sensei, tapi kami berhasil memergoki paman genit ini mengintip gadis gadis di onsen" terang naruto, dan di sertai anggukan monosuke yang berarti setuju dengan kata kata naruto.
"apa nya yang kau temukan, bukannya kerjamu seharian ini Cuma berduaan dengan gadis manis itu" ejek jiraiya sambil menunjuk nunjuk naruto, "ti- tidak kok, kami juga berusaha mencari nya" elak monosuke yang sudah merah wajah nya.
"kebetulan sekali aku tadi berhasil menemukan persembunyian para ninja bunyi sensei, mereka di utara desa ini, ada beberapa kompoun dan tempat latihan, aku juga melihat lorong seperti gua, di dekat pohon besar, aku lihat ada peti peti mencurigakan di tutup seperti kain kamuflase, beberapa tempat ada penjagaan ketat dan mereka juga menyebut nama orochimaru, dan siapa orochimaru itu sense " terang akari,
"orochimaru kau bilang, dulu dia adalah rekan ku, dia juga sannin seperti ku, sannin yang berarti 3 ninja, aku, orochimaru dan sunade, orochimaru tertarik pada penelitian dan jutsu jutsu terlarang, hingga pada suatu hari dia menghilang dan ada kabar yang tersebar bahwa dia lari karena melakukan penculikan kepada genin genin dan dijadikan kelinci percobaan, sejak saat itu aku sudah tidak pernah bertemu dengan orochimaru" ucap jiraiya panjang lebar
"begitu ya, sekarang kalian tidur, tepat jam 3 pagi kita melakukan penyusupan ke markas musuh, aku hanya ingin kalian menjari senjata itu dan menempelkan peledak di peti senjata yang di maksud oleh akari, lalu kita akan mundur, kita akan menyabotase dan sangat tidak di anjurkan melakukan kontak langsung dengan musuh, lindungi identitas kalian" terang itachi panjang lebar
" hoamz, baik lah, ngomong ngomong aku ngantuk," ucap naruto sambil menguap.
"ini kunci kalian, kamar nomer 24 untuk naruto dan akari, kamar 25 untuk monosuke, aku akan berjaga jaga bersama tuan jiraiya, persiapkan diri kalian anak anak, karna kita tidak tahu apa yang akan menunggu kita disana" ucap itachi sambil memberikan kunci kepada murid nya
To be continued . . .
Akhirnya chapter 3 keluar juga, agak molor karena author kebanyakan main war thunder.
Terima kasih sudah membaca,
Saya sangat menerima kritik dan saran, agar tulisan saya semakin bagus dan menarik kedepan nya
Agung out
