Disclaimer : Masashi Kishimoto
Story by : agung satrio
Pairing : belum di tentukan, tapi kayaknya sudah terlihat, hahaha
Selamat membaca
Chapter 8
Shi no Mori
Matahari mulai memanjat naik di langit, hiruk pikuk penduduk konoha di pagi hari menyambut hari pertama ujian chuunin yang di laksanakan di konoha, para peserta mulai berdatangan ke academy.
Tokoh utama favorit kita sedang menuju ke tempat dimana di adakan ujian, namun mereka melihat 3 orang juga menuju tempat yang sama, berbaju hijau, gadis berambut cepol dan pria berambut panjang.
"mereka itu siapa sih ?" ucap naruto bertanya tanya.
"aku Cuma mengenal yang berambut panjang itu, dia adalah hyuuga neeji"ucap momosuke.
"sepertinya aku pernah mendengar nama hyuuga, tapi dimana ya ?" sambil menggaruk garuk kepalanya.
"ah kau ini naruto-kun, kau lupa yang ku ceritakan kemarin, Dasar!"ucap momosuke.
"kau ini memang pelupa naruto, dasar naruto-baka"ejek akari sambil menepuk nepuk pundak Naruto.
Muncul perempatan di kepala naruto "sudahlah, ayo kita berangkat" kesal mendengar ocehan akari.
"sebentar, aku lapar, kue mochi itu kelihatan enak, aku ingin membeli" ucap akari tertarik kue yang berbau harum di pinggir jalan.
30 menit kemudian
"ah gila, kau membeli sebanyak itu, apa perutmu terbuat dari karet hey akari-kun ?"ucap naruto kesal karna harus menunggu akari membeli camilan.
"tentu saja, ini enak sekali" ucap akari.
"baru masuk akademy sudah ada keributan, dasar sasuke pembuat onar" geleng geleng naruto melihat sasuke saling menendang dengan hyuuga neeji tapi di block oleh rock lee.
"hey hey, ini masih pagi dan belum saatnya bertarung, minggir kalian jangan di tengah jalan" ucap akari gak peduli sambil menyerempet ketiga orang tadi dan membuat ketiganya terjatuh.
"sasuke kun, apa kau tidak apa apa ?"ucap sakura khawatir.
"Pfftttt, si akari itu benar benar baka" komen naruto.
"ittttai" ucap ketiga bersamaan.
"hey kau rambut biru, seenaknya menabrak orang sampai terjatuh" ucap sasuke kesal.
"siapa yang kau panggil rambut biru hey bocah rambut biru" ucap akari kesal sambil membawa makanan yang banyak.
"siapa namamu" ucap neeji serius.
"akari, dan aku tidak mau membagi kue yang lezat ini padamu, walau kau memohon" sambil menjauh.
"ngantuk sekali, HOAAAM" shikamaru menguap, entah ini orang tidur apa nggak tiap malam, mengantuk saja dari tadi.
"hey, kelihatannya kue itu enak, apa aku boleh minta ?" ucap chouji.
"tentu, nih," akari memberi 1 kantong kue pada chouji.
"arigatou, aku chouji akimichi, kau siapa? Ini enak" ucap chouji.
"aku akari senju, senang berkenalan denganmu, ayo kita ke kelas, aku mulai capek memegang bungkusan ini" ucap akari.
"ayo naruto-kun, kita susul akari-kun" momosuke mengajak naruto, lebih tepatnya menyeret naruto.
"kita tidak boleh kalah dengan di naruto itu, ayo kita juga berangkat, sasuke-kun, sakura-chan" ucap menma.
Berkumpul semua genin genin dari beberapa desa, naruto masuk ke aula yang besar dia melihat banyak sekali genin yang tak ia kenal, banyak genin memasang wajah seram untuk mengintimidasi peserta lain.
"banyak sekali orang ya disini" celetuk naruto.
"iya lah, namanya juga ujian chuunin, mau sepi ya ke kuburan" komen asal asalan akari.
"ayo kita cari tempat duduk masing masing" ucap momosuke.
"hey akari, sepertinya aku pernah melihat orang itu, tapi dimana ya?" ucap naruto kepada akari.
"orang yang mana ?" sahut akari.
"Orang yang berbicara dengan team 7 itu, pakai kacamata dan berambut biru" ucap naruto.
"entahlah, aku tidak pernah melihatnya, ayo kita kisana" ujar akari
Samar samar terdengar pria berkacamata berbicara dengan team 7, sedang membicarakan tentang kemampuan peserta lain, dia sedang membicarakan tentang kemampuan gara yang aneh karena dia berhasil menyelesaikan misi tingkat S.
"dari mana kau mendapat semua informasi itu ?" ucap heran naruto.
"namaku yakushi kabuto dan tentang informasi ini aku punya cara tersendiri" ucap kabuto.
Tiba tiba kabuto mengambil kartu dan mengalirkan chakra, munculah tulisan.
"Uchiha momosuke, mempunyai kemampuan ninjutsu bagus tapi stamina kurang, lahir di keluarga bangsawan uchiha dan sepupu uchiha sasuke juga itachi, menyelesaikan misi 30 rank D dan 1 rank A" sambil tersenyum melirik momosuke.
"benarkah itu teme ? dia sepupumu, kenapa kau tidak pernah bercerita" ucap menma bersemangat.
"tch, itu bukan urusanmu dobe, memang kenapa kalau dia sepupuku ?" ucap sinis sasuke.
"apa kau membuntuti setiap orang kabuto-san ? kenapa kau mengetahui semuanya" naruto merasa tertarik dengan kemampuan informasi kabuto.
"Sudah kubilang, aku mempunyai cara tersendiri untuk mengambil informasi dari orang lain" ucap kabuto.
"aku ingin mengetahui kartu tentang naruto, apa kau mempunyai kabuto-san ?" ucap menma dan terlihat sasuke setuju dengan hal itu.
"naruto, kemampuan masih tidak di ketahui berasal dari klan jig-" tiba-tiba kartu di tangan kabuto terbakan, membuat sakura berteriak kecil.
"a-apa yang terjadi ?" ucap menma tergagap.
"jadi seperti itu ya ? rupanya desas desus klan jigoku memang mengerikan" pikir kabuto melihat naruto yang bersikap tidak berdosa.
Dari kejauhan seseorang melihat dengan kemampuan mata byakugannya, dia mengamati sejak tadi apa yang team 7 dan team 11 lakukan.
"Jadi begitu ya, terlihat seperti debu yang di tiup dari bibir naruto terkena kartu meledak kecil dan membakar kartu, mungkin kau bisa mengelabuhi orang lain tapi tidak denganku" pikir neeji tiba tiba kaget melihat naruto menoleh ke arahnya seolah dia tau apa yang neji lakukan.
"a-apa dia tahu ? ah hanya perasaanku saja" pikir neeji sedikit berkeringat oleh tatapan naruto.
"ada apa neeji-kun ? apa kau baik baik saja ?" ucap tenten khawatir melihat neeji sedikit pucat.
"tidak apa apa tenten, aku hanya tidak sarapan tadi" elak neeji.
Kembali ke tempat dimana naruto berbincang bincang dengan kabuto dan team 7.
"kenapa tiba tiba terbakar, membuat ku kaget saja" ucap sakura panik.
"tenang saja sakura-san, hal aneh kadang terjadi.
SRAAAK
Pintu geser di buka kasar oleh laki laki tinggi besar dengan luka di wajah.
"Namaku Morino Ibiki dan 2 jam ini kalian akan seperti di neraka" garang ibiki mengintimidasi peserta.
"di meja kalian terdapat amplop yang berisikan soal soal ujian, jika ketahuan mencotek akan di keluarkan dari ujian ini dan tidak boleh ikut selamanya, silahkan buka soal tersebut dan kerjakan!" ujar ibiki.
Melihat soal tersebut naruto langsung pusing, matematika "aku tidak mengira ini akan mengerikan, aku tau mengapa dia bilang 2 jam akan seperti di neraka, Matematika lebih berbahaya dari ninja rank S" ucap naruto.
"Dan satu lagi, apabila salah satu team kalian tidak lulus maka 1 team juga akan tereliminasi" seringai ibiki setelah mengatakan itu.
Sudah 40 menit setelah mulai ada peserta yang di tendang keluar oleh pengawas karena ketahuan.
Peserta nomer 34 gagal
Peserta nomer 76 gagal
Peserta nomer 40 gagal
Silahkan meninggalkan tempar beserta team kalian
"APA APAAN INI, AKU TIDAK MUNGKIN GAGAL" ninja Suna Gakure tidak terima kalau dia di keluarkan oleh pengawas.
"kau sudah mencontek lebih dari 5 kali dan kau gagal" ucap pengawas yang matanya di tutupi perban, entah bagaimana dia tau kalau matanya ditutupi, yang jelas dia bukan orang biasa.
"naruto-kun kelihatan stres, mungkin karena melihat soal matematika, kasihan sekali" gumam momosuke terlihat khawatir membuat wajahnya terlihat imut, sontak teman sebangkunya yang melihat jadi salah tingkah.
Sudah 1 jam setengah ujian berlalu, hampir setengah peserta ujian di tendang keluar oleh pengawas
"HEI BOCAH KENAPA KAU MALAH SANTAI SANTAI MAKAN DAN TIDAK MENGERJAKAN SOALMU" ucap pengawas yang marah ketika melihat akari makan.
"memangnya kenapa ? dia tidak melarang orang untuk makan atau tidur seperti orang yang di pojok sana" ucap akari dengan santai terus makan.
"Tch" pengawan berdecih tidak suka dengan kelakuan akari, dan memilih duduk.
"bocah yang menarik" Pikir ibiki.
"Waktu sudah hampir habis, aku ingin memberi kalian penawaran terakhir, kalian bisa meninggalkan tempat ini dan bisa mengikuti ujian tahun berikutnya, tapi jika kalian tetap disini dan kalian gagal maka tidak ada gelar chuunin untuk kalian semua" ucap ibiki
"Tidak ada ? Semua yang berada di ruangan ini Akunyatakan LULUS" ucap ibiki.
"Lalu bagaimana dengan soal soal ini " ucap naruto merasa bingun dengan ujian ini.
"aku hanya memberi kalian perintah untuk mengerjakan tapi tidak memerintahkan kalian untuk mengerjakan dengan benar" ucap ibiki
"Fyuh, untung saja" naruto merasa lega
"kau memang bodoh naruto, tidak mendengarkan perkataan orang dengan benar, aku merasa kasihan padamu" komen pedas akari lagi lagi membuat naruto naik darah.
"ah sudahlah kau ha-" tiba tiba kaca pecah dan terpampang spanduk besar warna hijau di belakang ibiki
"apa apaan orang itu, apa dia tidak tau ada benda yang bernama pintu dan bisa di buka ? apa semua perempuan selalu bersikap berlebihan" gumam naruto yang masih bisa di dengar oleh momosuke.
"kau bilang apa naruto-kun ?" ucap momosuke yang tidak terima bila kaum perempuan di katai seperti itu.
"ti- tidak kok momo-chan" ucap naruto ketakutan.
"HEI KALIAN BERDUA MAU MATI YA? Berani beraninya mengabaikan aku" si sexi anko marah karena di cuekin oleh naruto dan momosuke.
"Selanjutnya adalah test survival di hutan kematian, jadi bersiap siaplah" ujar anko penuh arti.
Tibalah para peserta ujian chuunin di depan gerbang masuk hutan kematian, angin sepoi sepoi yang ingin menerpa rambut naruto yang sudah memanjang dan sekarang tidak jabrik lagi.
Naruto sekarang berambut agak panjang, sekitar se leher, yang yang dulu jabrik sudah lurus, membuatmya terlihat kalem dan pendiam berbeda bila dia sudah mulai berbicara, cerewet dan ribut.
"hutan yang menyeramkan, pohon disini besar besar ya naruto-kun ?" momosuke yang memandang naruto, membuat pipinya memerah ketika melihat naruto dan rambutnya tersapu angin lembut.
"benar sekali momo-chan, kau tenang saja, aku akan melindungi mu" tersenyum naruto berucap agak sedikit dan tentu saja bisa di dengar peserta perempuan lain mulai memandangi mereka berdua.
"serasi sekali" timpal akari yang sedari tadi berada di dekatnya.
"ya ya ya. Kita hentikan dulu drama ini dan mulai ujian" komen anko.
"masing masing kalian akan di beri gulungan, ada 2 macam jenis gulungan, gulungan surga dan bumi, kalian harus merebut gulungan dari peserta lain, apabila kalian mempunyai gulungan surga, kalian harus mencari dan merebut gulungan bumi dan begitu juga sebaliknya pemilik gulungan bumi, batas waktunya adalah 3 hari dan kalian harus membawa gulungan tersebut ke tower tengah hutan" sambil melihat pengawas lain membagikan gulungan kepada peserta.
"dan satu lagi, disini diperbolehkan membunuh, jadi berhati hatilah" anko menyeringai.
"gulungan surga ya." ucap akari sedikit kencang.
"benar, lebih baik jaga mulut embermu itu akari, apa kau mau kita terbunuh" bisik naruto
"kalian ribut sekali, cepat masuk sana, dan jangan mati 'tampan' " ucap anko mengusir tadi.
Peserta sudah memasuki hutan kematian, tingal menyisakan anko berdiri sendirian de depan
POFT
Anko menghilang menyisakan asap tipis di tempat ia berdiri.
Rapat dewan dan tetua Konoha sedang berlangsung
"Hokage-sama waktu kita semakin dekat, kuharap persiapan kita sempurna, tuan jiraiya juga menetap disini untuk memperkuat pertahanan, melawan Shinobi Shinobi percobaan milik orochimaru kita butuh banyak bantuan" ucap shikaku
"Benar sekali beritahu setiap chuunin yang berjaga di dinding pertahanan untuk lebih waspada, aku tidak tahu kapan mereka akan menyerang" ucap minato serius.
"tenang saja minato, desa ini kuat dan penuh shinobi handal, pasti kita akan bisa mengatasi" ucap danzo.
"aku tak menyanhka akan mendengar perkataan seperti itu keluar dari mulutmu danzo" ucap tetua hyuuga.
"tutup mulutmu, kau tidak sopan sekali" ucap danzo.
"hentikan pertengkaran ini, aku senang danzo-san bisa memberi semangat kepada kita" ucap minato yang berpikir positif kepada danzo.
"aku juga ikut berjaga di tahap final nanti"ucap danzo.
"kami menghargai niat baik anda danzo-sama, ucap shikaku.
Di lain tempat 3 orang bocah melompat lompat di atas pohon, tentu saja ninja favorit kita naruto sedang mencari cari peserta yang membawa gulungan bumi.
"Sudah 5 jam setelah ujian tahap kedua ini mulai, tapi tidak ada tanda tanda peserta lain"ucap datar naruto.
"Kau benar, bagaimana jika kita pakai sharingan milik momo-chan untuk mencari musuh" akari memiliki ide yang bagus, walau konyol dan suka makan dia cukup pandai.
"kau benar tapi momo-chan tidaklah memiliki chakra besar, andai kita bertemu musuh momo-chan juga kehabisan tenaga, itu akan sangat berbahaya" ujar naruto, dia sangat mengetahui bagaimana monosuke ii.
"ma'af teman teman" gumam monosuke.
"tidak apa momo-chan, kita harus saling menutupi kekurangan dalam team kita" tambah naruto.
"ah benar sekali, aku tidak berpikir sampai situ" komen akari.
Trank . . . .
Trank . . ..
Trank . .. .
Naruto menangkis serangan kunai tiba tiba yang datang dari belakang dan muncul 3 ninja Suna yang datang dari semak semak.
"Wah wah wah aku kaget kenapa ada kunai terbang, ternyata kalian pemiliknya"ucap sinis naruto
"kaian ninja konoha lemah lebih baik diam saja, serahkan gulungan surga itu pada kami, maka kau akan kami lepaskan" ucap salah satu ninja suna.
"ayolah, kau pikir kami akan takut dengan ucapan seperti itu ? dasar bodoh" ucap akari yang langsung melesat ke arah ketiga ninja tersebut
Musuh menciptakan batu besar dan melemparkan ke arah akari dengan cepat, 4 batu berukuran 4 meter menuju akari.
"pengguna doton bertemu denganku, pasti kalian sedang sial hari ini" ucap akari sembari meninju satu persatu batu itu hancur dalam 1 pukulan.
Doton: Doryuuheki
Lalu muncul dinding tanah setelah ninja suna menyelesaikan segelnya tapi tidak berhenti sampai situ
Doton: Doryuusou
Muncul tombak tombak lancip dari dinding dan terbang ke arah akari
"mudah sekali" ucap akari melompat kesana kemari menghindari hujaman tombak tersebut dan terus melesat ke depan
BLAAAARRRRR
Hancur karena tinju akari yang dasyat, membuat 3 orang ninja suna terkapar tak berdaya karena terkena batu dinding yang hancur.
"kau hebat sekali akari-kun" ucap momosuke senang mereka bisa mendapatkan gulungan dengan mudah.
"biasa saja momo-chan,"akari malu mendapat pujian dari momosuke
"ternyata banyak kemajuan ya akari, aku ingin tahu kenapa ninja percobaan orochimaru bisa kalah olehmu," ucap naruto.
"Tentu saja karena dia lemah, dia Cuma melemparkan batu kesana kemari, malau semakin lama semakin besar yang di lemparkan tapi tetap saja dia bukan tandinganku, MUAHAHAHA" akari tertawa maniak membuat rekannya mengeluarkan keringan segede jagung.
"dasar aneh, cepat ambil gulungan itu dan kita akan bermalam dekat sini, aku akan mencari kayu dan kalian menyiapkan makanan, dan jaga momo-chan selama aku tidak ada"ucap naruto.
"Baik baik, aku akan menjaga momo-chan yang cantik dengan seluruh jiwa raga ku" ucap akari lebay.
"akari kun jangan berlebihan deh" sahut momosuke.
Sudah mulai gelap, hutan yang kelihatan damai sekarang menjadi seram, hewan hewan nocturnal sudah keluar dari sarang nya.
"kenapa naruto-kun lama sekali, padahal disini sudah selesai semua" momosuke merasa khawatir karena sudah 2 jam naruto tak kunjung kembali.
"tenang saja momo-chan, dia kuat kok.
Di tempat naruto berada . . . .
"i- ini, apa ini, aku belum pernah melihat mineral seperti ini, apakah ini benda langit ? mungkin saja, akan ku simpan dalam gulungan ku, kemungkinan bisa di gunakan untuk senjata" naruto menyeringai.
"ternyata bintang jatuh yang dulu mendarat di hutan kematian, pantas saja terdengar seperti ledakan kecil" gumam naruto
"aku akan kembali ke tempat team ku berada" gumam naruto tanpa sadar sebuah sosol mengamati apa yang naruto lakukan.
"kukuku, aku ingin melihat seberapa kuat klan jigoku itu" sosok tersebut masuk ke dalam tanah dan menghilang.
Naruto sudah sampai ke tempat dimana momosuke dan akari yang sedang memasak makan malam
"lama sekali kau naruto, hampir saja kuhabiskan jatahmu, kalou saja momo-chan tidak mencegahku" ucap sedih akari
"akari-kun tidak boleh seperti itu, jangan rakus" ucap momosuke.
Tiba tiba momosuke marah dan menjitak naruto
DUAG
"Kenapa lama sekali naruto-kun ? apa kau tersesat lagi ?" sambil mengelus elus tinju maut momosuke.
"ti- tidak momo-chan, aku hanya berkeliling sebentar untuk melihat keadaan" ucap naruto sembari mengambil semangkok soup dan memakannya
Tapi belum sempat naruto memakannya tiba tiba bunyi ledakan besar berada tak jauh dari naruto dan kawan kawan bermalam
BOOOOOOM
"ah tidak lagi, kenapa selalu harus saat makan, apa bisa mereka ribut setelah aku makan?" ucap naruto yang kesal.
"ayo cepat kita lihat naruto-kun" ujar momosuke.
"iya iya" naruto menaruh mangkok yang tadi dia bawa dan pergi mengambil kantong senjatanya.
"enak aja kau, ku kira aku akan menyerahkan sup lezar buatan momo-chan ?" naruto kesal karena akari mau mengambil alih jatah makan malamnya.
"ah, gagal lagi aku mendapat energi tambahan" lalu akari bangkit dan menyusul momosuke dan naruto yang berada di depan.
Naruto-kun, kenapa makan sambil berlari ?" ucap lembut momosuke.
"aku lapar momo-chan, aku tidak mau jika bagianku di embat terus sama si akari itu" kata naruto sembari memakan masakan buatan momosuke
Momosuke terkikik mendengar kata kata naruto"bukanya tiap hari kau makan masakan ku naruto-kun ?" ucap momosuke.
"iya iya" sahut naruto.
Tap
Tap
Tap
Naruto, Momosuke dan Akari mendarat di pohon tak jauh dari pertarungan.
"bukanya itu sakura-chan ?" ucap naruto.
"benar, lihat yang berada di bawah pohon itu, menma dan sasuke sedang terbaring lemas tak berdaya, apa yang terjadi ya" ucap akari.
"entahlah, sebaiknya kita melihat dari kejauhan dulu untuk mengamati hal yang terjadi"
To be continued . . .. .
Akhirnya relase juga chapter 8
Terimakasih sudah membaca tinggalkan jejak, kritik dan saran
Sampai jumpa di chapter berikutnya
