Disclaimer : Masashi Kishimoto
Story by : agung satrio
Maaf atas keterlambatan kali ini, author minta maaf sebesar besarnya
Tanpa banyak bicara
Silahkan membaca
Cerita Sebelumnya
Naruto, Momosuke dan Akari mendarat di pohon tak jauh dari pertarungan.
"bukanya itu sakura-chan ?" ucap naruto.
"benar, lihat yang berada di bawah pohon itu, menma dan sasuke sedang terbaring lemas tak berdaya, apa yang terjadi ya" ucap akari.
"entahlah, sebaiknya kita melihat dari kejauhan dulu untuk mengamati hal yang terjadi"
. . . . . . .
Chapter 9
Team 11 baru saja datang di tempat pertarungan team 7 dengan ninja bunyi, team 7 sudah terdesak melawan seorang perempuan saja.
"jika di biarkan mereka bisa mati" ucap akari sedikit berteriak khawatir melihat keadaan team 7.
"aku-" sebelum naruto menyelesaikan kata katanya akari sudah melompat kearah musuh.
Duagh
Wushhhh
Braaak
Pukulan telak mengenai kepala perempuan itu langsung membuatnya terbang menabrak pohon besar
"a- akari-kun ?" sakura kaget melihat siapa yang menolong dirinya.
Dengan memasang wajah sok keren di hadapan seorang gadis "kalian tidak apa apa ?" pertanyaan bodoh meluncur dari mulut akari, tentu saja apa apa melihat teman se team sakura sudah tak berdaya.
Bruuuk
"te- tentu saja tidak" sakura sudah tidak kuat lagi berdiri, ia mencoba melindungi rekan rekannya sekuat tenaga, walau tanpa hasil.
"khu khu khu, kuat juga pukulanmu bocah, mengingatkan ku pada seseorang" ucap wanita yang tadi terkena pukulan telak, dan ia sekarang masih bisa berdiri walau lehernya sudah patah.
Wanita aneh tersebut memegang kepala lalu meluruskan kembali leheryang tadi miring.
Krak krak krak
Bunyi tulang tulang leher yang berbenturan dan bergesek satu sama lain membuat ngilu orang yang mendengarkan
"apa itu tidak sakit ? mendengarkan saja membuat ku merinding"ucap akari yang memegang lehernya.
"tidak juga, apa kau mau coba hei bocah ?" ucap sosok perempuan yang berjalan mendekat kek arah akari.
"tidak terima kasih" akari melesat cepat ke arah perempuan tersebut, mereka berdua beradu taijutsu akan tetapi akari lebih unggul soal tenaga, ia dapat menekan perempuan itu
Merasa tidak membuahkan hasil saat beradu taijutsu, perempuan itu meloncat kebelakan untuk menjaga jarak
Tap
Tap
Tap
Membuat sebuah segel dan menepukkan tangannya ke tanah
"kuchiyose no jutsu" teriak perempuan itu.
POFT
Muncul ular besar sekali yang belum pernah mereka lihat
"gila, ular apaan itu ? besar sekali" gumam akari yang langsung meloncat menghindari serangan ular, akari coba menyerang ular tapi upayanya gagal karena kulit ular tersebut sangat licin dan membal seperti karet.
"khu khu khu, apa kau suka mainan baru yang kuberikan untukmu bocah ?" ucap wanita tersebut.
DHUAR
DHUAR
DHUAR
Akari melompat kesana kemari untuk menghindari serangan brutal ular besar , sedikit demi sedikit akari menjauh dari team 7, dia takut kalau saja ular besar tersebut melukai anggota team 7.
"pukulanku seperti terserap, terasa memukul air saja" pikir akari yang pontang panting menghindari serangan ular besar menyerang brutal.
Dhuag "ughhhh" pekik akari terkena serangan patukan ular besar dan menabrak pohon tak jauh dari tempat nya.
"apa kamu tidak mau menolong akari-kun ? dia kelihatan dalam masalah" ucap momosuke lirih.
"sebentar momo-chan, jarang jarang melihat si tukang makan itu di hajar orang, aku ingin lihat sekuat apa dia sekarang" canda naruto kun.
"kau kejam sekali naruto –kun, jangan gitu dong" sahut momosuke yang khawatir pada akari.
"iya iya" balas naruto.
Naruto mulai memasang kuda kuda bersiap, sedikit jongkok " tarik nafas dalam dalam, fokus chakra di telapak kaki dan tangan"pikir naruto.
WHUUUUUUShhh
Dengan dorongan semburan api di tangan dan di kaki naruto pun melesat dengan kecepatan super, mirip iron man gaya terbang naruto saat ini.
Naruto mengumpulkan chakra di mulutnya "Sedikit terasa panas jika di gunakan untuk menyerang, mari kita coba seberapa efektif seranganku bila melawan ular aneh itu" pikir naruto.
Sambil terbang naruto melepaskan serangan dari mulutnya, tidak seperti goukakyo yang berwujud bola api, tapi serangan naruto kali ini memadatkan api menjadi sekecil kecilnya lalu di tembakan ke arah musuh.
Chriiing
Terdengar seperti besi yang di pukul tongkat besi, bola sebesar kepalan tangan, hitam kemerah merahan melesat kencang ke arah ular raksasa
BOOOOM
Ledakan besar yang menyebabkan asap putih tebal terjadi akibat serangan naruto
TAP
Naruto mendarat tepat di samping akari yang duduk di tanah "Kenapa kau lama sekali hei Baka-Naruto" ucap akari kesal karena dia di hajar ular besar tersebut.
"kapan lagi melihatmu di hajar ular besar itu, ahahaha" tawa aneh naruto mengakhiri kalimatnya.
"dasar kau baka-naruto" balas akari
Asap yang tadi menyelimuti area pertarungan kini sudah mulai pudar, samar samar sosok ular besar tadi terlihat, dan sekarang sudah tidak mempunyai kepala.
"hei naruto, bukankah ular itu tadi ada kepalanya?" tanya bodoh akari
"entahlah, mungkin dia malu saat naruto yang tampan datang, lantas dia membuang muka karena malu kalau dia jelek, saking keras dia membuang muka, sampai sampai mukanya hancur, muahahaha" ucap panjanglebar naruto yang mulai narsis.
"apa ? aku tidak dengar yang kau ucapkan, bisa kau ulangi lagi ?" ucap akari sambil memakan taiyaki yang entah dari mana ia dapatkan.
"lupakan, aku juga lupa apa yang baru saja ku ucapkan" sahut naruto.
Dari kejauhan orochimaru melihat 2 orang bocah aneh mengoceh dan yang satu makan "mereka pikir mereka sedang berhadapan dengan siapa" tanpa ba bi bu orochimaru langsung melesat cepat dan mengeluarkan pedang andalannya dari mulut.
"wow, dia mengeluarkan pedang dari mulut, ternyata ada yang lebih extrem dari si baka-akari, dia makan pedang" ucap naruto sambil menjentikkan jari nya, muncul debu api beterbangan di area naruto berpijak.
Walau naruto cepat dalam bergerak, namun matanya masih belum bisa menangkap gerakan sekelas orochimaru, jadi naruto menggunakan sensor bertarung khas klan nya, menggunakan debu api yang beterbangan untuk mendeteksi arah serangan dari musuh.
Serangan tusukan dilancarkan orochimaru
Walau sangat cepat naruto masih bisa membaca semua gerakan orochimaru.
"ku akui kau lumayan hebat bocah, siapa namamu ?"tanya orochimaru di sela sela serangannya.
"aku ? aku hanya pahlawan yang kebetulan lewat, namaku naruto" ucap somplak naruto.
"kecepatanku menurun gara gara melawan menma dan sasuke tadi, chakra ku juga menurun, sepertinya aku harus mundur, karena aku harus menyiapkan serangan dan melawan hokage" pikir orochimaru.
"apa yang kau pikirkan ? sehingga seranganmu tidak setajam tadi"ejek naruto.
"Sepertinya kita akhiri sampai disini dulu bocah, aku masih ada urusan yang harus ku selesaikan" ucap orochimaru.
"silahkan, aku juga sedikit lapar karena kau mengganggu acara makan ku" ucap naruto.
Orochimaru menghentikan serangannya lalu melompat menjauh.
"hah, untung saja dia lari, aku tidak bisa menyerang jika menggunakan mode sensor, jika memaksa menyerang mode sensorku akan hilang karena aku masih belum bisa menggunakan bertahan dan menyerang" gumam naruto.
"hei naruto-naruto baka, ternyata kau lumayan juga ya, orang tadi sampai lari" ucap akari sambil makan.
"entahlah" komen naruto.
"ngomong ngomong apa itu mode sensor ?" tanya akari yang merasa tertarik pada ucapan naruto tadi.
"oh, mode sensor Cuma untuk menerka gerakan lawan dalam radius 10 meter, melalui debu api yang tadi keluar, secepat apapun serangan mu masih bisa terbaca jika kau menyentuh debu itu, tapi ada satu masalah, jika aku tidak cukup cepat aku masih tetap terkena serangan" ucap panjang lebar naruto.
"hei naruto" tiba tiba saja sasuke berteriak dari kejauhan melompat lompat kearah naruto dan mendarat tepat di sampingnya.
"kenapa kau bisa sekuat ini ?" ucap geram sasuke.
"aku setiap hari latian, 100 push up, 100 sit up, lari 10 km setiap hari" ucap ngawur naruto.
"perkataan bodoh macam apa itu" sahut sarkatis akari yang belu selesai dengan makanannya.
"sudahlah, aku malas membahas hal ini, ayo kita ke menara di tengah hutan, terlalu lama di hutan bukan gayaku" ucap naruto.
Team 11 dan team 7 pun berpisah, team 7 masih terluka dan belum menemukan gulungan yang di cari
Dari kejauhan seseorang melihat pertarungan secara jelas, mengamati setiap gerakan dari awal sampai akhir.
"kenapa dia secepat itu ? mungkin aku bisa menangani dengan gerbang nomer 4" ucap rock lee.
"ayo kita juga menuju menara juga, tapi kita harus agak berputar untuk menghindari musuh yang menunggu" ucap neeji.
Sudah 17 jam sejak di mulai ujian tahap kedua, korban pun sudah berjatuhan karena dalam ujian ini di bebaskan untuk membunuh.
"ngomong ngomong yang menolong kita tadi sapa ?" ucap menma bingung karena sudah tidak ada musuh lagi.
"oh akari-kun yang menolong kita" belum selesai sakura berbicara
"dan juga naruto sialan itu" timpal sasuke.
"ah sudahlah, ayo kita lanjut mencari gulungan, aku tidak sabar ingin menghajar naruto dengan tanganku sendiri" ucap menma bersemangat.
"akulah yang akan menghajarnya, jika kau menghalangi kau juga ku hajar" ucap sasuke sombong.
Team naruto sedang menuju ke menara yang berada di tengah hutan kematian, kemungkinan bertemu team lain yang sama sama menuju ke menara juga tinggi, atau juga team yang ingin mencuri gulungan.
"hei akari, bagi makanannya, aku lapar" ucap naruto yang sedari tadi harus menahan lapar nya.
"tak kusangka kau akan meminta makanan dari ku, kali ini kau beruntung karna aku sudah kenyang dan tenagaku sudah kembali" ucap akari sambil melempar bungkusan taiyaki kepada naruto.
Akari ninja yang cukup berbakat dan uniq, dia dapat mengisi tenaganya dengan cara makan dan akan berhenti juga tenaganya sudah full, entah orang macam apa akari itu, sungguh aneh, maksudku uniq.
Sedangkan naruto sendiri juga masih misterius, tidak banyak orang yang mengetahui tentang klan dan kekuatannya
Di suatu tempat dimana orochimaru berada
"kabuto apa kau tau bocah yang bernama naruto dan akari ? aku tertarik pada mereka berdua" ucap orochimaru.
"aku belom mencari informasi tentang mereka berdua, kelihatannya mereka Cuma 2 anak idiot yang tidak menyimpan kekuatan besar" tandas kabuto.
"bukan, mereka bisa membunuh hewan kuchiyose ku dengan mudah dan mengindari serangan seranganku," ucap orochimaru yang duduk di pojok ruangan
"akan saya cari informasi tentang ninja ninja di desa ini" ucap patuh kabuto.
"iya, aku masih tertarik pada clan uchiha, aku ingin membawa 1 prodigi untuk kujadikan tubuh baruku, fufufufu" ucap orochimaru tertawa maniak.
Poft
Asap tebal kabuto memenuhi ruangan yang sempit tadi.
"kabuto itu, sudah kubilang tidak usah pakai asap asap segala, lewat pintu juga bisa, dasar sial" gerutu orochimaru karena dia terkena foging dari kabuto.
Marah karena hal sepelu sungguh bukan orochimaru sekali
"um naruto kun, menurutmu siapa orang yang kamu lawan tadi ?" ucap momosuke penasaran.
"aku tidak tahu momo-chan, dia bisa mengendalikan ular, jangan jangan dia takur sign dari india? Entahlah" ucap ngawur naruto.
"kau ini suka nonton boliwood ya? Dasar baka-naruto"ucap sarkatis akari.
"ahaha, yang jelas dia kuat bisa menumbangkan duo bersisik itu" ucap naruto.
"maksudmu berisik ? menma dan sasuke, menurutku mereka berdua lumayan juga dan tidak mudah dikalahkan" ujar akari melompat dari dahan ke dahan lainnya.
"iya, walau sedikit ceroboh, kemampuan mereka berdua sudah bagus" imbuh naruto.
"kenapa perjalanan kita tenang dan aman ya ? semua berjalan lancar" ucap momosuke yang sedari tadi memperhatikan keadaannya.
"dalam hidup jika semua berjalan lancar berarti ada yang tidak beres" timpal naruto
"yup, benar sekali na-" belum sempat selesai akari sudah ada musuh yang menyerang.
SWIIIIIIIIING
Bunyi suriken pasir yang besar sedang berputar membelah udara
"awas" teriak naruto dengan sigap menggendong momosuke menjauh dari area serangan musuh tadi dan akari pun juga ikutan melompat menjauh.
Tap . .. . .
Tap . . . .
Naruto, Akari dan tentu saja Momosuke yang sedang di gendong naruto gaya pengantin baru.
"Kau lagi bocah kendi, apa kau tidak capek menggendong kendi dan mengganggu kami ?" ejek naruto kepada kepada gara.
"lancang sekali kau naruto, akan kubuat kau menyesali perkataanmu barusan" ucap geram gara yang sudah menerbangkan pasir pasirnya bersiap untuk menyerang naruto
"na- naruto-kun, bisa kau turunkan aku sebentar ?"ucap momosuke tergagap karena masih dalam gendongan naruto.
"ara, i- iya" terasa canggung keadaan yang di alami naruto saat ini.
"ngomong ngomong bisa tidak kita lanjutkan urusan kita ?" ucap gara sedikit kesal karena di abaikan naruto.
"sebenarnya kalau boleh sih kita lanjutkan nanti, soalnya aku capek, tp jelas kau tidak akan membiarkanku pergi begitu saja" lagi lagi naruto si mulut ember bicara ngawur.
"sombong kau bocah" WHUUUUUHS serangan pasir gara langsung meluncur ke arah naruto.
"akari, lindungi momo-chan" teriak naruto yang sudah melesat cepat akibat dorongan jet api di kakinya,
Pasir gara tidak bisa menandingi kecepatan gerak naruto yang bergerak cepat meninggalkan garis api di udara.
Naruto bergerak berputar putar dan melakukan tinju apinya yang tentu saja membuat gara tidak bisa berkutik dan harus berlindung di dalam bundaran pasirnya
"mana semangatmu tadi hei bocah gentong, kenapa kau hanya bersembunyi di dalam bulatan itu ?" ejek naruto melihat lawannya tidak berkutik.
"mari kita coba apakah jutsu ini berhasil" naruto mulai mengumpulkan cakra di mulut dan memadatkannya, naruto pun terbang dan berhenti tepat diatas benteng pertahanan gaara lalu di tembakan bola penghancur milik naruto.
BOOOOOOOOOM
Asap tebal mengepul di tempat gara berdiri di dalam pertahanan mutlak
"ini gila, gara sampai sampai di buat tidak berdaya di hadapan anak itu" ucap temari
"benar, gara memang kuat dan mempunyai serangan area tapi dia kurang dalam kecepatan, orang dengan tipe kecepatan bisa dengan mudah menghindari serangan gara" ujar kankurou yang sedari tadi mempelajari pertarungan antara gara dan naruto.
Sedikit demi sedikit asap mulai memudar dan gara pun mulai terlihat, serangan naruto tidak telak mengenai benteng gara, dan hanya dapat menjebol dinding di sebelah kanan gaara
"ups aku masih belum bisa membidik akurat, jika kau ingin mundur kali ini aku akan melupakan kejadian ini, tapi jika kau ingin meneruskannya maka serangan selanjutnya akan menjebol dada kirimu" gertak naruto.
"sial kau bocah" gara sedikit shock karena benteng andalannya dapat di tembus
"jika kalian teruskan kalian akan kalah, temanku saja belum turun tangan, jika dia mengamuk entah apa yang terjadi" ucap naruto sambil menunjuk akari yang sedang duduk duduk melihat naruto beraksi.
"gara, lebih baik kita mundur dulu untuk kali ini, kekuatanmu masih di butuhkan di lain hari"ucap temari.
"baik, lain kali kita bertemu lagi, akan kubalas perlakuanmu tadi" ucap gara dengan suara berat khas nya.
"ya ya. Aku sering mendengar pekataan itu, sampai jumpa di final" ucap naruto melompat ke arah team nya
TO BE Continued . . . . . .
Pembaca yang budiman, maaf atas keterlambatan update, memang chapter kali ini masih pendek
Tanpa banyak bicara lagi saya out
Terima kasih sudah membaca
