Cerita sebelumnya
"teknikmu itu sangat menjengkelkan, kau tau itu kan, momosuke-san" hinata sudah berdri tegak dan bersiap memulai serangan.
"jangan memujiku, aku jadi malu" jawab momosuke.
"aku sudah menyiapkan jutsu yang bagus untuk mu" hinata merentangkan tangannya, dia mengalirkan chakranya ke kedua tangannya dan memanjangkannya seperti cambuk.
"teknikmu hanya bekerja sekitar 5 meter saja, jika tidak masuk jarak ilusimu jadi aku akan baik baik saja" ucap hinata serius.
Hai minna san, lama tak jumpa.
Author agak sibuk akhir2 ini, laptop udah di jual pula, tapi tenang saja karena ini udah jaman canggih, hape aj bisa buat ngetik
Tanpa banyak omong lagi mari kita lanjutkan cerita ini.
Hasil yang tak terduga.
"jutsu apa itu? Hyuga memang hebat" ucap menma di balkon peserta.
" dia dapat memadatkan chakra dan membentuk cambuk, jutsu ini memanjangkan area serang gadis hyuga itu, ini jadi semakin menarik" batin kakashi.
" tak kusangka nona hinata bisa memikirkan teknik seperti itu" ucap neeji.
" goukakyo" teriak momosuke.
Bola api sebesar 5 meter melesat kencang ke arah hinata, namun ia dengan mudah membelah bola api itu dengan cambuk di tangan kanan nya.
Momosuke melesat kencang ke arah hinata.
Hakkeshō Kaiten, kombinasi menyerang dan bertahan, hyuga hinata memperlihatkan kekuatan sesungguhnya.
Momosuke melompat lompat untuk menghindari serangan bertubi tubi hinata
Duagh, duagh duagh, brruagh, momosuke terkena serangan kombo dan terlempar.
"walau aku mempunyai sharingan, tp serangannya tak bisa ku baca, terlalu acak" pikir momosuke.
"kau hebat hinata chaaaaan." teriak menma.
Momosuke melihat ke arah naruto dan teringat akan hal yang pernah di katakannya
Flash back
Di taman mansion uchiha saat naruto selesai latihan.
"apa kamu pernah melawan musuh yang kuat atau musuh yang mempunyai mata yang hebat seperti clan hyuga. momo-chan?" tanya naruto.
"ummm, sepertinya aku beberapa kali melawan hinata, uchiha dan hyuga adalah sesuatu yang jauh berbeda, kami lebih bertumpu pada serangan yang muat dan mengandalkan ninjutsu, tapi hyuga sangat berbeda, mereka lebih bertahan dan memanfaatkan ketajaman mata dan serangan melumpuhkan jarak dekat" ucap momosuke.
"seperti yin dan yang, keras dan lembut, hmmm, aku jadi tahu lebih banyak" gumam naruto.
" lalu bagaimanamu mengatasi clan yang memiliki mata yang kuat?" tanya naruto.
"memang sangat merepotkan jika kami bertarung" jawab momosuke.
"benar juga, jika aku bertarung dengan hyuga, mereka mempunyai penglihatan yang tajam dan mata yang sensitif, tentu mereka tak akan tahan jika terkena bom cahaya, ini bisa di gunakan" jelas naruto.
"benar sekali naruto-kun, aku tidak pernah berpikir seperti itu" ucap momosuke
"tentu saja, kalian mempunyai kelebihan mata sama seperti hyuga, jadi kalian hanya beradu kekuatan mata kalian, sedangkan kami yang tidak punya kelebihan seperti itu akan berpikir cara mengatasi kelebihan kalian dan membalikan keadaan" ujar naruto.
End of flashback
Momosuke bangun dan tersenyum, dia mengambil seutas kain dan menutup matanya.
"apa dia sudah menyerah? Cuma segitukah kekuatanmu" ucap hyuga neeji.
Flashback on
Di dojo mansion uchiha
"jika matamu tidak bisa memprediksi, kau bisa gunakan indra yang lain, pendengaran, bahkan indra ke 6 mu akan muncul, lepaskan chakra ke udara dan rasakan, chakra mu akan mengirim sinyal ke kulitmu, contohnya seperti ini" naruto mengeluarkan chakra di kulit, lalu melepasnya,
"Wush" udara terlihat debu api yang berterbangan memenuhi ruangan.
"Dengan ini aku bisa merasakan setiap pergerakan di ruangan ini, masih susah untuk ku kendalikan tapi seiring berjalannya waktu" terang naruto.
"kenapa berbentuk seperti serpihan api?" tanga momosuke.
"Itu hanya untuk efek menakut nakuti musuh saja, hehehe" jawab naruto.
"Sekarang cobalah" imbuhnya.
Naruto mengambil seutas kain dan menutup mata momosuke
"Belajarlah untuk tidak menggunakan matamu, ini akan berguna suatu saat" jelas naruto.
Momosuke mengeluarkan chakra di kulitnya dan melepaskannya.
"apa kau bisa merasakan semua pergerakan di ruangan ini momo-chan?" tanya naruto.
"bisa, tapi masih tidak bisa mendeteksi benda cepat seperti lalat" ucap momosuke.
"coba deteksi ini" ucap naruto
Naruto mendekat dan "cup" dan langsung saja membuat pipi momosuke memerah bak tomat
"ke- kenapa tiba begini" momosuke tergagap karena tiba tiba di cium pipinya
Flash back off
"kenapa Tiba tiba teringat hal yang memalukan itu" sekali lagi pipi momosuke memerah
Partikel chakra momosuke sudah memenuhi arena pertandingan
Hinata melesat cepat dan melayangkan serangan, momosuke menghindar dengan anggun bak penari, momosuke sudah berada di dekat hinata,
Merasa tidak di untungkan saat bertarung jarak dekat, hinata menghentikan cambuk chakranya dan bertarung seperti biasa.
Mereka beradu pukulan dan tendangan,
Di balkon tempat peserta melihat pertarungan
"mereka seimbang walau momosuke menutup matanya, pertandingan yang menarik" ucap maito guy
"Sudah 1 jam mereka bertarung, pasti mereka sudah kelelahan sekarang" sahut kakashi
"kau benar, jika di teruskan mereka akan pingsan" imbuh kurenai.
Kembali ke arena pertarungan
"Akan ku akhiri" ucap hinata.
"coba saja kalau bisa" sahut momosuke
Kedua nya melapisi pukulan dengan chakra dan sama sama saling menyerang dengan pukulan yang kuat
Buagh
Suara pukulan terdengar keras sampai ke tempat peserta lain
"Tepat mengenai perut, sepertinya sudah berakhir" ucap itachi
Kedua peserta jatuh bersamaan (jika mereka berdua adalah pemain CS:GO pasti mereka bilang GGWP)
"seri" ucap para penonton secara bersamaan.
"pertandingan yang bagus sekali, pertemuan kedua klan kuat di konoha, mereka pasti merasakan juga, tensi dari pertandingan barusan" ucap itachi.
"pertandingan berikutnya adalah naruto melawan yuki haku" ucap genma.
"bukannya dia yang kita lawan saat di negeri ombak dulu" ucap menma.
"benar, kenapa mereka disini ?" ucap sasuke.
"Tentu saja mengikuti ujian ini, kami sudah kembali ke desa kabut" ucap pria di belakang mereka.
"zabuza!" teriak para team 7.
"Apa kau tidur dari tadi hah? Dasar bocah tengik" ucap zabuza.
Kedua klan yang saling bertentangan, Api dan Es, sepertinya takdir mempertemukan mereka.
"kedua peserta harap menuju ke area pertandingan" ucap genma
Naruto menuruni anak tangga dengan santai nya
"kedua peserta apa kalian siap?" ucap genma.
"hai' " ucap kedua peserta bersamaan
"aku penasaran, seperti apa kekuatan si naruto itu" ucap sasuke.
"benar, aku dengar dia mendapat misi rank b waktu di otogakure" imbuh menma.
Di arena pertarungan
"Aku dengar dari menma tadi kau pemilik kekkei genkai Es ? "tanya naruto penasaran.
"benar sekali" sahut haku. Dia membuat segel dan menepukan tangannya ke lantai.
Suhu ruangan mulai menurun dan lantai mulai membeku membuat kaki naruto terperangkap es.
"Sepertinya ini akan berakhir dengan cepat" ucap zabuza sambil melirik itachi.
"jadi ini kekuatan kekkei genkai es? Mengerikan" ucap naruto.
"benar, dan kau akan kalah dengan cepat" jawab haku.
Tubuh naruto sudah membeku sampai ke leher
"kalau bukan aku pasti sudah kalah" naruto menyeringai.
"bukan hanya kau yang terlahir spesial, dan kau akan kalah lagi hari ini" ucap naruto.
"Apa maksud dari perkataannya, bukannya kau akan kalah, dasar mulut besar" teriak menma dari balkoni
"siapa yang kau panggil mulut besar, hey mulut besar!" sahut naruto
Naruto mulai mengalirkan chakra api ke seluruh tubuh nya, es mulai mencair dan air mulai menguap.
"sepertinya kau sial hari ini, hey bocah es" ucap naruto
Tubuh naruto di selimuti api, membuat es di lantai mencair.
Whoosh
Api di tubuh naruto lenyap dan muncul partikel api memenuhi ruangan.
"sial, sepertinya aku kelihatan keren" ucap naruto asal asalan
Haku melemparkan jarum nya bertubi tubi ke arah naruto, tapi naruto maju dengan santai mendekati haku yang tanpa henti melempar jarum.
"kau bawa jarum banyak ya, seperti penjahit saja" ejek naruto.
"diam kau bocah" teriak haku
Haku menggunakan kecepatannya untuk memaksimalkan serangan nya
Muncul di atas lalu melemparkan jarumnya, dan masih bisa di hindari naruto dengan gerakan minimal.
"ba- bagaimana bisa kau menghindari semua seranganku? Kau orang pertama yang sama sekali tak tersentuh seranganku" haku merasa kaget, hari ini tak ada 1 serangannya yang kena.
"Sudah kubilang, hari ini kau sedang sial" tegas naruto.
Di tempat penonton
"kenapa dia bisa sekuat itu, bahkan dia belum menyerang, tapi bisa memberi tekanan terhadap haku" ucap menma.
"tcih" decih sasuke tak suka.
"kau punya murid yang kuat, itachi-san" ucap zabuza.
"sepertinya aku beruntung" sahut itachi.
Kembali ke pertandingan
Naruto menunjuk pada haku dan mengumpulkan bola api yang sudah di padatka ( tangan naruto seperti pistol )
"Selamat tinggal, haku-san" ucap naruto sambil menembakan bom pistol ke arah haku.
Chuiiing
Terdengar Seperti siulan, serangan naruto melesat cepat ke arah haku.
Dengan cepat haku membuat cermin es yang tebal.
Booom
2 benda kuat bertabrakan mengakibatkan suara yang sangat keras.
Perisai haku runtuh!
Di balkon
"Tak kusangka naruto mendominasi per tandingan, bahkan kami dulu merasa kuwalaham melawan nya" ucap menma
"ternyata banyak orang kuat yang masih harus ku kalahkan, naruto ! Kau akan kalah di tanganku" pikir sasuke.
Kembali ke arena
Haku membuat cermin sebanyak 20 biji, mengepung arena
"ini adalah teknik spesial ku" ucap haku melangkah menuju cermin dan masuk kedalamnya.
Semua cermin memantulkan bayangan haku,
"apa kau ingin aku becermin?" ejek naruto.
Haku melemparkan tombak es berdiameter 5 cm dan panjang 1 meter, dengan kekuatan cermin haku melipat gandakan jumlahnya menjadi 20.
Cepat sekali.
Cring cring cring.
Tombak menancap ke lantai
"Ba- bagaimana bisa serangan ku meleset, ada yang salah dengan bocah ini" gumam haku
"Maaf haku-san, aku tidak bisa berlama lama" tandas naruto.
Naruto membentuk kedua tangannya seperti pistol, dan sekarang ia membuat bola chakra yang lebih besar dan menembak kan ke arah cermin haku
Boom boom boom boom boom
Suara menggelegar akibat ledakan naruto, asap tebal menyelimuti arena.
Perlahan lahan asap di arena mulai menghilang, haku tergeletak di lantai
"Pemenang nya, narutoooo"ucap lantang genma.
"Gila! Dia bisa mengalahkan haku dengan mudah" ucap menma.
Naruto perlahan naik ke balkon dan menuju team nya.
"apa momo-chan sudah sadar ?" tanya naruto ke sensei nya
"belum, dia hanya kelelahan akibat pertarungan sengit tadi" sahut itachi.
"Ternyata kau menyembunyikan kekuatanmu, dasar naruto-baka" ucap akari
"bukankah kau juga seperti itu, tukang makan" sahut naruto.
Mata semua peserta tertuju pada naruto, terutama team 7.
"Team 11 sangat mengerikan, akari, momosuke dan juga naruto, sungguh di luar dugaan" ucap kakashi.
"benar sekali, bagaimana mereka bisa memiliki kekuatan seperti itu ?"tanya maito guy.
"aku juga tidak mengerti, ini juga pertama kali aku melihat" jawab itachi.
"khu khu khu, ternyata penerus klan api ada di konoha, ini suatu informasi yang sangat bagus" ucap pria berambut panjang
Saya akan skip pertandingan setelah naruto tadi
Peserta yang lolos adalah menma, sasuke, shikamaru, hyuuga neeji, gaara, temari.
"Para peserta yang seri akan di diskualifikasi" ucap minato
"kalian punya waktu 5 minggu untuk melatih jutsu jutsu kalian, gunakan waktu sebaik mungkin, kalian boleh pulang sekarang" imbuh minato.
Keesokan hari di training ground milik klan uzumaki
"ayah ajarkan aku jurus terkuatmu, banyak sekali peserta yang sangat kuat" menma bersemangat untuk jadi kuat.
"baiklah menma, sekarang adalah waktunya" ucap minato.
Di kediaman milik naruto
"aku sudah meneliti material yang kau berikan tadi malam, itu adalah meteor, bahan yang sangat langka" terang musashi.
"Lalu apa kita bisa membuat senjata dengan bahan itu?" tanya naruto.
"Tentu saja bisa, tapi akan ku buatkan sesuatu yang lebih bagus" jawab musashi.
"Terima kasih tou-san" ucap naruto.
Di mansion barat kediaman uchiha
"Aduh, sakit sekali perutku ibu" ucap momosuke manja.
"itu karena kamu jarang berlatih dan lebih memilih memasak, itu sebabnya kamu jadi lembek begini" ucap ibunya
Tok tok tok
Terdengar seseorang mengetuk pintu
Srak
Ibu momosuke membuka pintu.
"apa momo-chan ada ?" tanya naruto sopan.
"tentu saja, masuklah naruto, pasti momo-chan akan senang kau jenguk" sahut ibunya momosuke.
Sampailah di depan kamar momosuke
"ada seseorang yang mencarimu momo-chan" goda ibunya.
"hai momo-chan, gimana kabarmu?" naruto muncul dari belakang ibu momosuke.
"tentu saja, cuma masih terasa memar di perut" kata momosuke.
"tapi pertandinganmu kemarin sangat bagus, tak kusangka momo-chan sangat kuat" ucap naruto.
"benarkah?" tanya momosuke untuk meyakinkan.
"iya, benar sekali, ini ada sedikit buah buahan, hari ini aku mengantarkan pesanan 1000 kunai ke markas anbu, tapi kebetulan lewat sini jadi aku mampir saja" terang naruto.
Di distrik perbelanjaan konoha, pagi pagi sudah ramai sekali, hiruk pikuk penjual dan pembeli melakukan tawar menawar
"ah, enaknya bisa bersantai" gumam naruto.
Setelah mengantarkan pesanan naruto kembali ke rumahnya, berjalan santai sambil melihat lihat sekitar.
Dan sampailah naruto di rumah.
"tadaimaaa" teriak naruto.
"okaerinasai, kau sudah pulang naruto, aku punya sesuatu yang menarik untukmu" kata musashi.
"Apa ini ?" tanya naruto sambil memegang 4 bola berdiameter 5 cm.
"ini adalah benda untuk latihan mu" jawab musashi.
"Bagaimana cara menggunakannya" "ucap naruto.
"pegang 1 bola dengan kedua tanganmu, lalu semburkan apimu sekuat tenaga ke bola itu" terang musashi
Naruto melakukan apa yang di perintahkan tou-san nya, menyemburka api terkuatnya.
"apa yang tertulis di bola itu naruto ?" tanya musashi.
"disini tertulis lemah" ucap naruto.
"Berarti pengendalianmu masih belum cukup untuk di katakan kuat" ujar musashi
"Begitu ya" gumam naruto.
"teruslah berlatih menggunakan bola itu, ada 4 level di masing-masing bola tersebut" terang musashi
"oh iya, besok ku tugaskan kamu ke kuil api, 50 km ke arah utara ( btw author gk tau letak nya, jadi ngarang ) " imbuh musashi.
"ada keperluan apa ?" tanya naruto.
"Bawalah gulungan ini, dan tunjukan lencana ini (lencana berbentuk segi 6 dan mempunyai lambang naga) , mereka tau apa yang harus di lakukan, kurasa sudah saatnya kamu mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada klan kita"terang musashi.
"Baik tou-san, aku mau pergi ke kamar dulu" ucap naruto.
Hari sudah menjelang jam 7 malam.
"2 hari lagi bulan purnama di tahun naga" gumam musashi
To be continued . . . .
Akhirnya selesai juga chapter ini, author agak pusing kalo disuruh nulis tentang pertempuran, jadinya asal deh,
Seperti biasa
Terima kasih sudah membaca, sampai jumpa di chapter berikutnya.
