Hallo minna san, bagai mana kabarnya ? Sehat selalu kaan? Author sehat kok
Terima kasih bro Seneal udah sudi menghawatirkan author, hihihi
Harusnya sabtu kemarin sudah update, eh hape author tiba tiba gajelas rusak,
Saya usahakan update tiap minggu, semoga saja inspirasi terus masuk ke kepala author
Terima kasih atas koreksinya bro yustinus244
Cerita sebelumnya
"Bawalah gulungan ini, dan tunjukan lencana ini (lencana berbentuk segi 6 dan mempunyai lambang naga) , mereka tau apa yang harus di lakukan, kurasa sudah saatnya kamu mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada klan kita"terang musashi.
"Baik tou-san, aku mau pergi ke kamar dulu" ucap naruto.
Hari sudah menjelang jam 7 malam.
"2 hari lagi bulan purnama di tahun naga" gumam musashi
Perjalanan Takdir
Mentari pagi menyinari desa konoha yang indah, penduduk konoha mulai melakukan aktifitas harian,
Shinobi shinobi dan petinggi penting mulai berdatangan ke kedesa konoha.
"Hari ini aku harus belanja untuk persiapan perjalanan ke kuil api"gumam naruto sambil menikmati sarapannya.
"Apa kau sudah tahu tentang kuil api naruto-kun ?" Tanya musashi membuka pembicaraan.
"Belum ,tapi ku dengar cuma sehari perjalanan ke arah barat" jawab naruto singkat.
"Latihan menggunakan bola yang kau berikan kemarin, aku bisa merasakan peningkatan intensitas api di dalam tubuhku" imbuh naruto.
"Tentu saja ,itulah kehebatan sora kara hinotama ( bola api dari langit ), ya sudah aku mau meneruskan pengerjaan pesanan" ucap musashi menghindar dari percakapan, karna dia gak tahu apa itu sora kara hinotama, cuma asal asalan memberi nama.
Naruto berjalan menyusuri distrik perbelanjaan konoha, dia mencari bahan makanan untuk kebutuhan sehari hari dan bekal untuk perjalanannya
"Banyak sekali orang penting yang berkunjung ke konoha, apa segitu menariknya ujian chuunin kali ini ?" Pikir naruto sambil berjalan menyusuri pasar
Naruto sangat kaget tiba tiba ada tangan yang menutupi matanya dari belakang.
"Si- siapa itu ?"naruto tergagap gagap,
Tak ada jawaban dari pelaku nya, "aku tahu ini tangan perempuan, apa ini momo-chan?" Terka naruto.
"Kau salah naruto-kun, aku bukanlah rekan 1 team mu" jawab sang pelaku.
Naruto membalikan badan dan berbeda dengan apa yang ada dalam benak naruto.
"Kau yuki haku" pekik naruto kaget melihat dua orang yang ada di depannya.
Haku hanya tersenyum tanpa menjawab sepatah kata.
"Kau bersama siapa hari ini haku-chan?" Tanya naruto.
"Aku bersama sensei ku hari ini, ingin berjalan jalan melihat desa konoha dan mencoba beberapa makanan" ucap haku sambil menoleh kepada senseinya.
"Begitu ya, apa senseimu terluka ? Di sekujur tubuhnya berbalut perban" tanya bodoh naruto yang jelas saja membuat sebal zabusa.
"Kurang ajar kau bocah, apa kau ingin mati hah?" Gertak zabusa.
"tidak usah repot repot, aku hanya ingin belanja, aku mau meneruskan urusan ku dulu, kapan kapan kita sambung" jawab naruto menghindari kedua orang aneh ini.
Naruto meninggalkan kedua guru dan murid yang sedang berwisata kuliner.
"bocah sialan itu bisa mengalahkan haku dengan mudah, dia mengeluarkan jutsunya tanpa melalui segel, hampir seperti mizukage terdahulu" batin zabusa sebal melihat tingkah naruto.
"Bocah yang menarik" ucap zabusa.
"Dia mengira aku perempuan, padahal aku ini laki laki, sungguh tidak sopan" haku sedikit dongkol.
"Kenapa tidak kau jadikan dia es balok saja ?" Canda zabusa.
"Aku sudah mencobanya, tapi esnya mencair, apa kau lupa ?" Kata haku serius
Naruto sudah hampir selesai berbelanja tinggal beli bekal untuk perjalanan hari ini
Tapi sekali lagi ada tangan mungil yang menutup matanya.
"Haku-chan apa kau mengikutiku ?" tebak naruto.
"Siapa itu haku-chan ? Apa itu pacar barumu naruto-kun?" Ucap momosuke sedikit meninggikan suaranya.
"Ups, salah password nih" batin naruto mulai berkeringat mendengar suara lembut tapi mencekam membuat merinding.
"Bu- bukan momo-chan, dia lawan bertandingku di babak ke tiga, dia laki laki tapi mirip seperti perempua" naruto mulai membuat alasan..
"Begitu ya, ngomong ngomong kenapa naruto-kun belanja banyak?" komen momosuke yang melihat naruto kerepotan.
"Kenapa mood nya tiba tiba berubah, padahal tadi sangat seram, wanita memang susah di tebak, aku jadi bingung"pikir naruto.
"Aku mau pergi keluar desa untuk beberapa hari, jadi aku membeli keperluan untuk di rumah dan untuk" terang naruto sambil berjalan pulang.
"Memangnya mau kemana ?" Tanha momosuke berjalan di sampingnya tanpa memberi bantuan membawa barang belanjaannya.
"Kejam sekali, gak mau bantuin aku ni momo-chan" pikir naruto.
Kenapa naruto-kun bengong, pasti berpikir yang tidak tidak" terka momosuke yang sedikit curiga kepada naruto, sejak tadi lama menjawab setiap pertanyaannya, seperti sedang berpikir sesuatu.
"Tidak kok, hari ini aku ada sedikit tugas dari tou-san, ada sesuatu yang ingin ku ketahui tentang clan ku" ucap naruto serius.
"Kuil api ya ? Aku pernah kesana sekali waktu kecil, ada pertemuan dengan petinggi petinggi clan" momosuke membayangkan sewaktu dia kecil.
"Menurutmu seperti apa kuil api itu momo-chan?" Naruto menggali informasi tentang tempat yang akan ia kunjungi.
"Uhmmm, entahlah aku sudah lupa, waktu itu aku masih unyu, jadi aku gk ingat" momosuke tertawa riang.
"Apa apaan dengan kata unyu itu" batin naruto bingung.
Dari belakang naruto di kagetkan oleh seseorang yang tidak asing.
"Lama sekali, ternyata kamu pacaran terus, dasar anak muda" canda musashi dari belakang.
"Hai tou-san, dari mana ?" Sapa momosuke.
"Dari toko bahan baku, ngomong ngomong momosuke sudah memanggil ku tou-san, sebentar lagi aku mungkin punya cucu, ahaha" musashi tertawa tidak jelas.
Kepala naruto dan momosuke sudah merah mendidih dan mengeluarkan asap karena sangan malu dengan kata kata ayah naruto.
"Kenapa dia bicara hal hal yang aneh sih, Ah sudah lah" gerutu naruto masih terliha t jelas muka memerah.
"Oh iya, aku akan langsung berangkat sekarang juga" imbuhnya.
"Disini masih ada menantuku, kenapa kau bergegas naruto?" Goda musashi tak henti henti.
"Berisik, momo-chan mau ikut juga ke kuil api?" Tanya naruto.
"Sepertinya lain kali saja, karena aku harus menemani tou-san ku ke pertemuan kepala klan di desa konoha, semua calon penerus akan ada di sana" jawab momosuke.
"Oh iya, ini ada onigiri tadi pagi aku membuatnya, terima kasih sudah menjenguk kemarin" imbuhnya sambil mengulurkan kotak bento.
"Tadi pagi? Bukannya ini masih jam 6 pagi" batin naruto.
"Terima kasih momo-chan, masakanmu yang terbaik" naruto tersenyum menerima bento dari momosuke.
"Jaa ne naruto-kun" ucap momosuke.
"Jaa momo-chan, apa perlu ku antarkan" Ucap naruto bingung.
"Terima kasih, lebih baik kamu cepat berangkat, kau akan sampai sore nanti" terangnya,
Ribut pagi keluarga naruto memang sering terjadi. Naruto bersiap siap semua barang bawaannya,
Dan sekarang naruto sudah berada di depan gerbang konoha dan bertemu 2 orang penjaga gerbang legendaris
"apa mereka tidak bosan berjaga di sana, sungguh membosankan" batin naruto.
"Hai pak penjaga gerbang, apa kalian tidak capek ?"tanya ku pada kedua penjaga itu yang entah siapa namanya.
"Hah rupanya tidak mendengarnya, bukan hanya malas tapi mereka juga kurang pendengaran" batinku.
"Ah sudahlah lebih baik aku memulai perjalanan" pikirku.
Di kediaman namikaze yang ribut seperti biasa.
"Tou-san, ajarkan aku teknik terkuatmu, aku tidak mau kalah dalam ujian kali ini" menma bersungguh sungguh dalam hal ini.
"Bukankah kamu sudah ku ajarkan rasengan ?" Kata yondaime hokage.
"Masih belum cukup, aku harus bisa melawan 2 monster itu, akari senju dan naruto" menma merasa sangat tertinggal setelah melihat kedua orang itu bertarung.
"Kau juga harus mempelajari teknik klan ibu"ucap kushina dari belakang.
"Terima kasih kaa-san" menma langsung memeluk ibu nya.
Di lain tempat gara masih mengambil material terkeras kedalam tanah
"Masih belum, masih belum untuk mengalahkan orang itu" gaara berkata pada dirinya sendiri.
Dan shikamaru masih mencoba teknik baru.
"Sasuke kau sudah banyak sekali perkembangan, teruslah berlatih agar kau bisa lebih kuat lagi" ucap kakashi mencoba membakar semangat sasuke.
"Ternyata kedua orang itu bisa mendorong sasuke sejauh ini" batin kakashi.
"Ini masih belum, aku harus menyempurakan teknik ini" Gerutu sasuke
Naruto berjalan dengan santai sambil menikmati pemandangan di luar desa yang sama sekali tak pernah ia lihat, namun dari kejauhan dia melihat kereta yang di tarik oleh orang dan beberapa pengawal terlihat tergesa gesa lari dari sesuatu.
"Kenapa dengan segerombolan orang yang disana ? Bukannya mereka harus bersantai dalaim perjalanan, apa tidak capek berjalan seperti itu" batin naruto.
Ternyata sepuluh orang bandit mengejar rombongan tadi.
"Kyaaaaaah"
Terdengar jeritan gadis dari dalam tandu karena tandu terjatuh, orang yang menarik tandu terkena anak panah di lutut nya.
"Uwooooooooh"
Para bandit bersemangat me dengar teriakan gadis incaran mereka, beberapa orang bandit sudah membayangkan hal yang tidak tidak.
"Serahkan orang yang ada di dalam tandu itu, atau kalian akan mati" ucap seseorang berbadan besar.
"Hehehe malam ini kita berpesta" timpal salah seorang bandit berkumis tipis.
"Kami akan melindungi ojou-sama" ucap seorang pengawal yang mengarahkan busur ke bandit di depannya.
Naruto dengan santainya berjalan melintas seolah tidak terjadi apa apa.
"Hoi bocah, kenapa kau santai sekali? Seolah olah tidak terjadi apa apa" ucap bandit botak bercodet.
"Kurang ajar, bocah ini tidak menghargai kita sebagai bandit, dasar sialan"timpal pria kecil di samping kirinya.
"Kenapa aku selalu masuk dalam situasi ribut seperti ini, ah merepotkan" gerutu naruto merasa kesal dengan perkataan bandit tadi.
"Apa kau bilaang bocah? Mending kita habisin ni bocah bodoh" terak ketua bandit berambut panjang.
"Me- mereka melupakan kita ? Pasti bocah itu sangat menyebalkan sampai sampai mereka lupa" batin pengawal yang membawa pedang.
"Memangnya kalian siapa sih, apa kalian lupa tujuan kalian ?" Ucap naruto sembarangan.
"Njir ni anak bener bener nyebelin, malah banditnya di ingetin" gerutu nona yang ada di dalam tandu.
Naruto dah macem murid yang ngingetin PR ke guru padahal si guru udah lupa.
"Bener juga yang di katakan ni anak" ucap pemimpin bandit tersebut.
DUAG BRUK PYANG CRIT PLAK PLOK PRET
semua bandit sedah terkapar di hajar oleh naruto.
"Walau menyebalkan ternyata dia juga licik" ucap penarik tandu.
"Benar" di iyakan saja oleh ketiga orang lainnya.
"Ah sial, aku jadi berkeringat" gerutu naruto.
"Ternyata kau kuat juga anak muda, terima kasih sudah menolong kami" ucap pengawal yang membawa busur.
"Benar, kami tak tahu bagaimana nasib ojou-sama jika tak kau tolong" timpal pria yang membawa pedang.
"Hati hati dengan perkataanmu hisoka, apa kau senang jika aku di bawa bandit itu hah?" Ucap gadis yang baru saja keluar dari tandu.
"Momo-chan? Tidak, warna rambut dan matanya berbeda tapi selebihnya hampir mirip" batin naruto.
"Mohon maaf Shion ojou-sama, saya keceplosan" ucap hisoka.
"Ngomong ngomong siapa namamu anak muda?" Ucap pria berkaca mata dan membawa busur.
"Sampai lupa, aku naruto dari desa konoha, kalian mau kemana?" Kata naruto memperhatikan rombongan tadi.
"Aku kotaro, dia hisoka dan ini adalah nona Shion putri dari negeri iblis" ucap kotaro memperkenalkan rombongannya.
"Negeri iblis?" Sahut naruto
'Naruto membayangkan negeri monster aneh dan banyak hantu'
"Bla bla bla bla" kotaro menjelaskan panjang lebar
"Maaf aku tidak fokus tadi" ucap naruto sambil memasang wajah bodoh.
"Intinya kami menghadiri pertemuan kepala klan di konoha dan melihat ujian chuunin yang di selengarakan di sana" terang hisoka.
"Begitu ya, akan ku antar kalian ke konoha dengan selamat" ucap naruto.
"Tidak usah repot repot, aku tidak mau di bantu oleh bocah menyebalkan kayak kamu" ucap Shion.
"Kau juga menyebalkan" batin naruto.
"Terima kasih tawaranmu naruto-kun" ucap kotaro.
"Aku tadi melihat beberapa gerombol bandit di belakang sana, jadi hati hati, semoga ada yang menolongmu" ucapan naruto langsung mengarah ke Shion yang langsung membuatnya takut.
"Be- benarkah ?"Shion membayangkan hal yang tidak tidak.
"Iya benar sekali" naruto menjahili Shion.
Tiba tiba ada naruto lagi muncul dari belakan naruto.
"Ke- kenapa naruto-kun ada dua?" Hisoka terkejut melihat naruto.
"Aku bisa membelah diriku, tapi kekuatanku juga terbagi dua, hanya ini cukup untuk melindungi tuan putri manja kalian" ujar naruto yang membuat Shion jadi memerah.
"Terima kasih kami sangat tertolong" ucap kotaro.
"Aku harus melanjutkan perjalananku" ucap naruto.
Maka terpisahlah naruto dari rombonvan tadi dan hari sudah menginjak sore.
Di lain tempat yondaime berhasil mengalahkan orochimaru
"Apa yang kau inginkan orochimaru? Kenapa kau kembali kesini?" Tanya yondaime bertubi tubi.
"Aku ingin menghancurkan konoha, tapi aku melihat beberapa klan yang sudah hilang, jadi sepertinya aku akan menunda invasi ini, para sekutuku menolak untuk menyerang konoha, jadi aku memutuskan untuk merubah rencana" tandas orochimaru.
"Klan yang hilang ? Apa maksudmu?" Yondaime merasa tak mengerti.
"Itu adalah klan shi-"sebelum orochimaru menyelesaikan kalimatnya.
Boooom
Orochimaru melompat dan kabur begitu saja.
"Yondaime-sama apa anda baik baik saja?"ucap anbu neko.
"Tentu saja neko, kau boleh pergi" ucap yondaime.
"Hai' yondaime-sama" boosh neko menghilang bersama kepulan asap.
Yondaime mengepalkan tangannya erat setelah dia membaca tulisan di kertas tersebut.
Hari sudah menginjak malam dan naruto sudah ada di gerbang terluar kuil api.
"Eto paman, apa aku bisa bertemu biksu chiriku?" Tanya naruto terhadap biksu yang kebetulan lewat.
"Ada keperluan apa- "biksu tersebut melotot ketika ia melihat lencana yang di tunjukan naruto.
"Lewat sini, ngomong ngomong namamu siapa?" Sambil berjalan masuk ke kuil.
"Naruto, kenapa anak muda itu kelihatan sedih paman?" Naruto melihat anak seumurannya berlatih tapi penuh amarah.
"Dia adalah sora, abaikan saja dia" ucap biksu tadi.
To be continued . . .
Terima kasih sudah membaca
Mungkin saja cerita ini bisa update mingguan, semoga saja
Cerita ini saya buat senatural mungkin agar bisa masuk kedalam cerita, banyak sekali yang akan berubah
Tunggu cerita selanjutnya
Sayonaraaaa
