Halo minna san,

Bertemu lagi dengan saya walau melalui tulisan ini, fict ini sedikit pendek word per chapter nya, hanya sekitar 2 ribu kata per chapter nya

Cerita di fict ini sangat berbeda dengan cerita di manga, tapi akan saya buat tidak membosankan

Selamat membaca

CERITA SEBELUMNYA

"Eto paman, apa aku bisa bertemu biksu chiriku?" Tanya naruto terhadap biksu yang kebetulan lewat.

"Ada keperluan apa- "biksu tersebut melotot ketika ia melihat lencana yang di tunjukan naruto.

"Lewat sini, ngomong ngomong namamu siapa?" Sambil berjalan masuk ke kuil.

"Naruto, kenapa anak muda itu kelihatan sedih paman?" Naruto melihat anak seumurannya berlatih tapi penuh amarah.

"Dia adalah sora, abaikan saja dia" ucap biksu tadi.

Kebenaran Tentang Naruto

"Kita sudah sampai di depan gerbang konoha, akan ku antarkan penarik tandumu ke rumah sakit setelah mengantar kalian ke kantor hokage" terang naruto panjang lebar.

"Hoi naruto, cepat sekali perjalananmu" ucap penjaga gerbang.

"Ada sesuatu hal yang terjadi paman, terlalu panjang untuk diceritakan" sahut naruto sekenanya.

"Ayo kita ke kediaman Hyuga dulu ,kata momo-chan tahun ini diselenggarakan di sana" ucap naruto kepada rombongan.

Di lain tempat dua buah sosok terlihat berjalan berdampingan menuju ke suatu tempat dan sepertinya tengah dalam perdebatan.

"Bagaimana dengan target kita kali ini ? Ketua menyuruh kita untuk membunuhnya" ucap pria berambut putih

"Aku kurang setuju dengan usulan si ular sialan itu, dasar anggota baru" ucap pria memakai masker.

"Benar sekali, jika saja orang itu tidak menyarankan, ketua tidak akan menerimanya" ucap rekan berambut putih.

"Diamlah dan lakukan pekerjaan kita, aku juga punya target di tempat yang sama" ucap pria bermasker.

Kembali kepada naruto di kuil api.

"Banyak sekali patung patung naga, kuil yang sangat unik" batin naruto mengikuti biksu di depannya.

Naruto menyusuri lorong yang sangat panjang dan luas.

"Sepertinya sesuatu ada yang salah, biksu itu mulai tergesa gesa" batin naruto.

"Apa dia penyusup" imbuh nya.

Naruto mulai curiga pada biksu tersebut, dia mulai berkeringat dan berjalan cepat.

Tiba tiba biksu itu lari sambil memegang pantatnya ke arah pintu kayu di pojokan ruangan.

"Gerakan larinya sangat mencurigakan apa aku harus menangkapnya ?" Naruto berlari mengejat biksu itu dia mendobrak pintu tersebut

Gaaaaaaaaang (sfx lonceng tanda karakter sedang terkejut)

"Ma'af naruto kun, aku sudah tidak kuat menahannya, jadi paman pergi ke kamar mandi dulu" ucap paman biksu sambil verjuang mengeluarkan uneg uneg nya.

"Sialan, ternyata pengen boker, kenapa gak bilang dari tadi, pantesan ada bau aneh tadi" batin naruto kesal karena sosok biksu tadi.

Kita kembali ke naruto yang lain, kelihatannya dia juga kena masalah.

"Lho naruto-kun kok ada di sini? (Nyeret nyeret gerobak lagi) katanya pergi ke kuil api?" Tanya momosuke bingung melihat naruto di kediaman hyuga.

Sebuah gadis keluar dari tandu yang di tarik naruto membuat kaget momosuke, hinata dan menma.

"Kenapa kau bisa bersama shion-chan?" ucap menma kaget.

"Ce- ceritanya panjang momo-chan, nanti akan ku ceritakan saat aku kembali" ucap naruto tergagap.

"Jangan abaikan aku, dasar naruto" menma kesal sekali di abaikan keberadaannya.

Momosuke dan shion sedang saling pandang membuat suasana jadi tegang, baru kali ini dia merasa tidak suka pada seseorang, dan naruto hanya bingung melihat perseteruan kedua gadis yang hampir mirip tersebut.

"Sudah sudah, lagian ini bukan aku yang asli, hanya 40% kekuatanku saja, aku yang asli sedang berada di suatu tempat" terang naruto mencoba meredam kedua gadis tersebut.

"Apa maksudmu naruto ?" Tanya menma bingung dengan maksud naruto.

"Oh menma disini juga ya" ucap naruto baru sadar menma berada di tempat itu.

Muncul perempatan di dahi menma yang merasa terabaikan "Sialan kau naruto" gerutu menma.

"Bocah ini terlihat biasa saja, tapi aku merasakan sesuatu yang di sembunyikan oleh anak ini" batin hiashi.

Sasuke merasa tidak suka melihat naruto berada di sini, bergaul dengan bangsawan uchiha seperti momosuke "cih" sasuke mengeluarkan kata kata andalannya.

Kita kembali ke naruto yang berada di kuil api, apakah dia sudah selesai menunggu biksu yang sedang boker.

"Lega sekali, mari kita menuju biksu chiriku" ucap santai biksu itu tanpa memikirkan perasaan naruto.

"Kuso! Biksu ini bikin emosi saja" batin naruto yang merasa tertipu.

Biksu tadi membuka pintu besar, tampaklah seorang biksu yang diam berdoa di tengah tengah ruangan.

"Tuan Chiriku" panggil biksu yang mengantar naruto tadi dan membisikan sesuatu padanya.

Chiriku nampak kaget dengan bisikan biksu tadi "kau boleh pergi arato" ucap chiriku.

Kini naruto hanya berdua dengan chiriku "Aku kaget bisa bertemu dengan keturunan utama klan shiroi hasu terakhir" ucap chiriku.

"Shiroi hasu? Apa itu ?" Tanya naruto.

"Klan mu menyebut dirinya shiroi hasu (teratai putih), tapi para musuh menyebut klanmu jigoku atau klan neraka, nama itu di dapat karena kalian sangat hebat menggunakan jutsu api, kadang bisa di bilang bukan sebuah jutsu" ucap chiriku.

Naruto hanya bisa terdiam mendengar dan mencerna setiap kata kata dari biksu chiriku, dia sadar kenapa dia bisa mengeluarkan jutsu api tanpa segel seperti kebanyakan ninja lainnya.

"Aku baru tau jika masih ada anggota klanmu yang selamat" imbuh chiriku.

"Kami hanya ber-" sebelum naruto melanjutkan perkataannya sesuatu telah terjadi.

Sinar purnama menyinari wajah patung dan membangkitkan sosok pria tua berjenggot dan memakai baju kimono merah.

Whoooooosh

Tiba tiba asap tebal memenuhi lantai entah dari mana.

Naruto dengan sigap teriak

"Kebakaraaaaaaaaaan"naruto panik tapi dia menyadari sesuatu biksu chiriku tidak bergerak sama sekali dan ada seorang kakek kakek aneh, patung patung yang tadinya mati kini menjadi hidup.

Naga naga besar meliuk liuk mengitari ruangan

"Hai naruto-kun, sepertinya takdir membawamu kemari" ucap kakek tua yang tiba tiba muncul.

Naruto sangatlah kaget mendengar kakek tua itu memanggil, di dalam benaknya banyak sekali tanda tanya.

"Bagaimana kakek tau namaku ? Dan siapa pula kakek ini ?" Ucap naruto.

"Tentu saja aku tau, kau adalah cucuku, aku juga tau apa maksudmu kemari, lihatlah apa yang berada di lenganmu" terang kakek ber kimono merah tadi.

Alangkah kagetnya naruto melihat naga kecil di pundaknya "apa ini kakek ?" Tanya naruto.

"Itu adalah pembimbingmu, semua klan shiroi hasu memiliki memiliki pembimbim di setiap kelahirannya" terangnya.

"Kenapa kau kaget begitu bocah, apa kau baru bisa melihatku ? Padahal pacarmu sudah bisa melihatku" terang naga kecil tersebut.

"Pa- pacar? Jangan bercanda kau naga kecil" naruto tergagap.

"Naga kecil ? Kau tidak sopan bocah, namaku Kuro Kiba" naga itu berubah menjadi naga besar panjang nya sekitar 30 meter, bersisik hitam mengkilat.

"Wow"naruto terperangah melihat naga kecil berubah jadi sangat besar.

"Jika setiap klan ku memiliki sejak lahir, dimana kau selama ini ?" Tanya naruto.

"Mereka semua berbentuk benda kecil segi enam bergambar naga, yang di genggam bayi saat lahir" Terang kakek tadi.

"Klan kita adalah klan memiliki julukan pejuang matahari, dewi amaterasu memberikan sendiri julukan itu kepada klan penjaga keturunnya (dewi amaterasu)"imbuhnya.

"Lalu siapa keturunan asli nya kakek?" Naruto bertanya lebih jauh lagi.

"Mereka adalah klan uchiha, klan yang memiliki keistimewaan dan kemampuan khusus" ujar kakek tersebut.

"Kau bisa mempelajari jutsu jutsu klan kita melalui nagamu itu naruto-kun"sambil menoleh pada naga yang berada di pundak naruto .

Naruto tersenyum dan mengangguk "hai' kakek" teriak naruto.

BOOOOOOOM

Tiba-tiba suara ledakan dari pintu utama terdengar keras, ada sesuatu telah terjadi.

Situasi menjadi normal, waktu yang berhenti sekarang kembali berputar sebagaimana biasa nya

"Apa yang terjadi?" Chiriku bingung ketika mendengar ledakan besar.

Pintu terbuka lebar ketika biksu menerobos masuk untuk memberi tahu kejadian di luar sana.

Braaaaaak

"Kita di serang" dengan nafas terengah engah dia mencoba menyampaikan informasi.

Chiriku dan Naruto langsung saja melesat ke arah pintu keluar, sampai di depan mereka melihat banyak biksu roboh.

Sora menghadapi kedua pengacau yang menghancurkan pintu depan kuil.

"Apakah bocah ini yang di maksud ketua , hey kakuzu?" Ucap hidan.

"Mungkin saja, dia mempunyai chakra kyuubi" sahut kakuzu menganalisa keadaan sekitar

"Hm, itu dia chiriku buronan kelas A, aku bisa mendapat banyak uang dari kepalanya" batin kakuzu.

"Sora, kendalikan Dirimu! Jangan sampai kau di kuasai chakra itu" teriak chiriku.

"Hei, kenapa kalian menghancurkan pintu itu ? Apa kalian tidak bisa mengetuk saja" ucap ngawur naruto, seperti biasa mulutnya sembarang berbicara.

"Banyak sekali korban untuk dewa jasin, aku harus memberikan banyak darah untuknya" ucap hidan bersemangat.

"Ini gawat, sekarang tenagaku hanya 60% saja, aku harus memanggil sisa tenagaku yang di konoha" batin naruto

"Kai" teriak naruto lalu dia menembakkan bola api kecil ke arah langit, bola api itu langsung menuju sasaran.

"Rupanya dia target kita kakuzu, klan jigoku terakhir" ucap hidan.

"Aku akan mengambil jantungnya, dia akan menjadi koleksi yang terkuat" suara berat kakuzu lantang.

Sora menghadapi kakuzu dan naruto berhadapan dengan hidan.

Hidan tanpa aba-aba melesat cepat ke arah naruto dan menyabetkan sabil besarnya.

"Hahahahahahahaha"hidan bersemangat menyerang naruto.

"Hei, kenapa kau tertawa? Kau kira aku pelawak ?" Naruto menghindar melompat dan meninju muka hidan dengan tinju api nya.

Dengan kekuatan sensornya dia mendeteksi semua gerakan radius 15 meter, jutsu ini meningkat karena dia berlatih dengan bola pemberian ayahnya.

Buak

Sora terpelanting terkena pukulan tangan kakuzu yang memanjang dari dalam tanah.

"Sora" teriak chiriku panik.

Dia langsung saja menyerang kakuzu dengan jutsunya (jurus seperti netero di hunterxhunter)

Pertarungan sengit chiriku dan naruto melawan hidan dan kakuzu di depan kuil api.

Beralih ke konoha tempat pertemuan klan klan penting.

Naruto masih saja terjebak di tengah tengah situasi yang sangat rumit, dia berada di tengah tengah pertengkaran kedua wanita yang mirip.

"Hah merepotkan, wanita memang selalu saja begitu" ucap seseorang di belakang naruto.

"Shikamaru juga datang ya?" Tanya naruto menoleh kebelakang.

"Sebenarnya aku lebih suka tidur saja di rumah" sahut shikamaru.

"Hei jangan abaikan aku!" Teriak momosuke dan shion bersamaan.

"Sepertinya aku harus pergi"ucap naruto memandang langit.

Sebuah bola api melesat ke arah naruto dengan cepat.

"Awas naruto-kun" teriak momosuke.

Jutsunya terkena tepat sasaran, membuat bingung para petinggi klan yang berkumpul disana.

"Apa yang barusan itu? Apakah klan itu sudah mempunyai penerus? Aku pikir tinggal menyingkirkan klan terkutuk yang mengganggu rencanaku"batin pria berbaju kimono khas jepang kuno.

"Hm, sudah di mulai ya ternyata rencananya" batin seseorang berjubah putih.

1 hari sebelumnya

Disebuah gua yang gelap gulita berkumpulah siluet 8 orang sedang membahas sesuatu.

"Aku baru saja bertemu dengan salah satu petinggi desa, dia sudah kembali! "Ucap siluet pria bermata riak air.

"Dia ? Apa maksudmu ?" Ucap hidan.

"Dia adalah penerus klan jigoku, kita harus menyingkirkan nya, jangan sampai dia bertambah dewasa" ucap pria bermata perak bermotif riak air.

"Dahulu kala ada 2 klan yang sangat kuat, klan titisan langsung dari dewa, klan penguasa matahari adalah klan uchiha dan penjaganya adalah klan jigoku, yang kedua adalah klan penguasa bulan dia adalah klan hyuuga dan penjaganya adalah senju" imbuhnya.

"Tapi ada 1 klan yang bisa memanfaatkan ke empat klan terkuat terpecah menjadi 2 golongan" tambah siluet pria bermata ular.

"Maka dari itu tugas kita melenyapkan klan jigoku Agar kita bisa dengan mudah menghancurkan uchiha" ucap siluet pria bermata riak air.

"Bukankah melenyapkan 1 orang itu mudah ?" Kakuzu meremehkan targetnya kali ini.

"Kau bodoh ya, kau kira kenapa klan senju yang sangat kuat bisa punah ?"sahut pria bermata ular.

"Saat perang pecah kedua klan penjaga bertempur 10 ribu orang dari klan senju melawan 100 orang dari klan jigoku" imbuh pria bermata ular.

"Target kita kali ini menuju ke kuil api, singkirkan bocah itu hidan, kakuzu!" pria bermata silver pola riak air suda hilang setelah menyelesaikan kata katanya.

Anggota yang tersisa satu persatu mulai hilang tak berbekas

Suasana pertempuran di kuil api masih terus terjadi, naruto mulai terpojok karena serangan membabi buta hidan.

"Gila orang ini mempunyai stamina yang luar biasa" batin naruto.

Naruto terkena api yang jatuh dari langit.

"Yosh, kekuatanku sudah kembali se-" sebelum menyelesaikan kalimatnya naruto terkena serangan.

Crash

Naruto tercabik lengan kirinya

Hidan tersenyum maniak dan mulai mengambil darah di sabitnya lalu dia menjilatnya.

"Jangaaaan atau kau akan menyesal" teriak naruto.

"Sudah terlambat bocah, kau akan di terima di sisi dewa jasin, muahahahaha" hidan tertawa maniak.

Hidan menjilat darah dan mulai melakukan ritual sesatnya, menggambar pola aneh di tanah, tubuhnya berubah hitam dan putih.

Hidan akan menusuk tubuhnya sendiri"Sudah selesai, matilah kau boca-" tiba tiba mata dan mulutnya mengeluarkan cahaya merah memancar, selanjutnya badan milik hidan mulai meleleh.

"Bagaimana bisa? Bukankah jika dia sudah melakukan ritual mengerikan itu semuanya akan berakhir" kakuzu terkejut melihat hidan meleleh seperti magma cair.

Sebenarnya darahku sedikit special, jika lebih dari 1 menit saja di luar tubuhku maka akan menjadi api yang sangat hebat" ucap naruto.

"Dulu aku pernah berlatih melawan momo-chan, tapi tanpa sadar aku merobek pakaiannya sampai kelihatan itunya, lalu aku mimisan dan terjadi kebakaran yang membakar ground 44 milik uchiha, sebenarnya aku tidak ingin menceritakan hal memalukan ini" imbuh naruto sambil malu malu.

Keringat segede jagung jatuh di kepala ketiga orang yang mendengarkan

To be continued . . . . .

Akhirnya selesai juga ini chapter. Apa kalian suka ? Kecewa ? Marah ? Senang ? Silahkan mereview fict saya. Terima kasih untuk pembaca yang sudah mengkoreksi dan mereview fict pertama saya ini

Bila ada saran dan kritik, jangan sungkan sungkan

Terima kasih sudah membaca

Selamat berakhir pekan….