Takut

Sebuah fanfiksi bertabur sopiler yang lezat~

Mystic Messenger masih milik Cheritz~ Terinspirasi dari buku Marriage : Third Edition-nya Blood & Blood~

Warning : Di sudut sana ada tali-tali rafia. Kalau nggak kuat harap lambaikan tangan ke kamera, ya~


Han Jumin

Ah, akhirnya kau tiba juga. Duduklah. Apakah perjalananmu ke sini lancar?

…Senang mendengarnya.

Ada beberapa hal yang ingin kuperbincangkan denganmu. Aku berencana untuk menjalin hubungan yang lebih intim dan jauh lagi denganmu, jadi kita harus berdiskusi mengenai hal ini secepatnya. Aku perlu mengetahui pendapatmu mengenai apa yang kurasakan saat ini.

…Terlalu formal? Ini terasa nyaman bagiku.

Pertanyaanmu tadi sangat sesuai dengan apa yang hendak kita bicarakan saat ini. Aku merasa kita perlu menyesuaikan sudut pandang kita masing-masing. Bagimu, pembicaraan ini terasa terlalu formal, akan tetapi aku merasa lebih terbiasa berbicara seperti ini. Lagi pula, jika aku berbicara dengan bahasa aneh seperti Luciel, aku bisa dimarahi Asisten Kang.

Gap moe? Kau menyukainya? Baiklah. Akan kupertimbangkan untuk berbicara dalam bahasa aneh sesekali.

Aku mulai belajar menerima perspektifmu dalam setiap hal yang kau ungkapkan dan kau lakukan selama ini. Aku seperti dipaksa masuk ke dalam dunia yang sama sekali baru. Bukan hanya dunia rakyat biasa, namun dunia seseorang yang istimewa dengan beragam liku-likunya yang tak terasa familiar. Aku menggunakan kata 'dipaksa' bukan karena aku merasa setengah hati melakukannya, namun karena ada suatu kuasa besar di luar kekuatanku yang membawaku ke dalam duniamu.

Untuk menjalin hubungan, masing-masing pihak haruslah saling mengerti kondisi yang dialami baik dirinya maupun pihak lain Aku lihat kita memiliki beberapa perbedaan baik dalam latar belakang, cara pandang juga pemikiran dan gagasan. Kita harus mampu menyikapi perbedaan-perbedaan ini, namun apakah kau menolak perbedaan yang kau dapati padaku? Apakah itu akan membuatmu kehilangan rasa cinta kepadaku? Apakah perbedaan yang kutemukan dalam dirimu akan menjadi kritikan bagiku?

Setiap orang yang kutemui menganggap aku abnormal, tidak sesuai dengan nilai-nilai yang mereka anut. Mereka berkata aku susah untuk didekati, tidak berperasaan, tidak punya selera humor, sarkastik, punya furry-fetish dan sebagainya. Aku juga tidak begitu menyukai wanita karena satu dan lain hal, padahal kata mereka dengan keadaanku sekarang aku bisa mendapatkan wanita mana saja yang kuinginkan. Konyol sekali. Jangankan asistenku sendiri, bahkan ibuku saja tidak memahami keadaanku.

…Aku terlalu kasar pada Asisten Kang? Kalau begitu, aku minta maaf. Akan tetapi, kau harus tahu bahwa di dunia yang kejam ini, perilaku manis dan lemah lembut tidak begitu membantu.

Sampai saat ini, bagiku hanya Elizabeth 3rd-lah yang memahami diriku apa adanya. Tak peduli apapun kata orang lain, ia dengan setia terus menemaniku. Figurnya yang sederhana namun anggun, kedua mata birunya yang berkilauan bak permata, bulu putihnya yang terlihat murni dan begitu halus… Tidak ada yang mengalahkan pesonanya di mataku.

…Tidak? Mengapa kau berkata bahwa itu tidak benar? Lihatlah kecantikannya ini!

…Aku berlebihan? Bukan itu maksudmu? Oh, itu adalah opinimu, jadi aku akan menghargainya.

Aku ingin memberikanmu limpahan kasih sayang dan kebahagiaan karena kau telah memberikanku alasan untuk menjalani hidup dengan cinta dan senyuman, namun apakah kau akan menerimanya? Akankah kau menolaknya?

Ini benar-benar aneh. Ini tak seperti diriku. Entah mengapa, aku takut kau akan menolakku. Aku takut kau akan meninggalkanku, sama seperti Elizabeth. Sama seperti cinta pertamaku. Sama seperti orang-orang di sekelilingku. Ingin rasanya aku mengikatmu di atas ranjangku agar aku yakin kau akan selalu ada saat aku membuka mata untuk memulai hari dan memejamkan mata untuk mengakhiri hari atau menandai setiap inci kulitmu dengan tanda yang takkan memudar…

…Menakutkan? Ya, sangat menakutkan. Pikiran tentang kepergianmu itu menakutkanku, namun yang lebih menakutkan adalah memikirkan apakah kau mau menerimaku seperti ini. Omong kosong. Tidak ada orang yang dapat bertahan lama menyikapi perbedaan, bukan?

Aku tidak bermaksud untuk menyinggung perasaanmu, jadi apabila aku menyinggung perasaanmu, aku minta maaf. Hah, bahkan untuk memikirkan apakah kau tersinggung karenaku atau tidak sudah cukup untuk membuatku merasa gila.

Tolong beritahu aku jika kau merasa tidak nyaman. Aku akan melakukan apa saja untuk membuatmu bahagia.

…"Tidak perlu"? "Tetaplah menjadi Jumin yang biasanya"…? Ah, kau terlalu baik hati… Atau mungkin terlalu polos?

Kalau begitu, bagaimana menurutmu? Apakah kau punya ide tentang apa yang bisa kita lakukan untuk menuju ke jenjang hubungan yang lebih tinggi lagi?

Apa yang bisa kulakukan untuk menyatakan kepadamu bahwa kau adalah milikku dan aku adalah milikmu?