Takut
Sebuah fanfiksi gaje! Ulululululu!
Mystic Messenger masih milik Cheritz~ Terinspirasi dari buku Marriage : Third Edition-nya Blood & Blood~
707
Halo! Ini aku, sang 707 yang keren tiada tara! Sambut aku dengan tabuhan gendang dan suara gegap gempita! Ulululululu!
Ahaha, terima kasih karena sudah mau bermain dengan leluconku ini. Sebenarnya aku punya misi khusus yang harus kuselesaikan secepatnya. Aku tidak suka berbicara serius, sih, tapi mau bagaimana lagi?
Aku harus berbicara denganmu, meskipun hanya lewat telepon seperti ini. Err… mulai dari mana, ya? Oh, oke. Aku akan katakan apa yang terpikir saja olehku.
…Kamu sangat mengerikan.
Eh, maaf! Maaf! Maksudku bukan seperti itu! Aduuh… Bagaimana cara menjelaskannya, ya? Kamu adalah orang yang sangat baik. Terlalu baik, malah. Kamu adalah satu dari beberapa malaikat yang dikirimkan oleh Tuhan kepadaku.
…Kayak lagu apa, ya? LOL~
Ahaha, oke, oke. Aku akan serius sedikit. Jangan ngantuk, ya.
Aku… Ingin sekali bisa menjadi lebih dekat lagi denganmu. Aku ingin bertemu denganmu dan memelukmu erat-erat, tapi aku takut. Bukan, bukan karena kamu menyeramkan, kok. Aku minta ampun, deh~
Hatiku masih ragu. Apakah aku bisa meminta kepadamu? Memintamu untuk bertemu langsung denganku? Meminta ijin padamu untuk menyentuhmu? Memintamu untuk memusatkan perhatianmu padaku?
…Er, tapi kamu ingat apa yang kubilang kemarin, kan? Orang baik sepertimu tidak boleh bergaul dengan hekel pro sepertiku!
…Alay, ya? Ga lagi-lagi ngomong 'hekel', deh.
Orang baik sepertimu harus memilih kekasih yang juga sama baiknya, bahkan lebih baik lagi. Lelaki yang hidupnya tidak bergelimang kegelapan. Lelaki yang jalannya lurus. Yang sempurna di dalam hidupnya yang biasa-biasa saja. Yang tidak sepertiku. Yang bukan aku.
Aaaa… maaf, maaf! Aduuh, jadi suram lagi deh, auranya! Bego banget sih, gue!
…Ehem, ehem.
Aku bersyukur atas kesempatan yang telah diberikan Tuhan padaku untuk dapat mengenalmu. Kamu telah begitu baik dan sabarnya meladeni segala leluconku, keluh kesahku, curcol-curcolan ga jelas dan sebagainya. Apakah jika aku mempertunjukkan bagian diriku yang lebih dingin dari Kutub Utara, kamu akan tetap bersamaku? Aku tak ingin mengambil resiko, maka aku putuskan untuk menutupinya saja. Meskipun begitu, aku ingin kamu menjadi orang pertama dan terakhir yang kuberitahu tentang diriku yang sebenarnya, namun seberapa banyak yang perlu kuberitahu kepadamu? Karena pada akhirnya yang kumiliki hanyalah rahasia terdalamku sendiri. Jika aku berikan padamu segalanya dariku dan akhirnya kau pergi, aku tak akan punya apa-apa lagi.
Tapi… Hei, mungkin tidak apa-apa juga jika kutitipkan itu kepadamu. Menitipkan bagian lain diriku yang tak terjamah siapapun untuk kamu kenang selama-lamanya. Agar setidaknya satu orang di dunia ini tahu, bahwa aku pernah hidup.
Um… Apa boleh aku meminta waktu kepadamu? Aku masih ragu untuk memantapkan hatiku. Aku masih ragu akan perasaanku sendiri, meskipun mereka berkata bahwa itu benar adalah 'cinta'. Aku tidak seharusnya seegois ini, bukan? Aku tidak boleh mengingini jodoh orang lain, 'kan? Dan aku juga tidak boleh manja dan terlalu bergantung padamu hanya karena kau begitu baik padaku, bukan?
Kebaikanmu telah membuatku kebaperan. Kebawa perasaan. Betapa kekanak-kanakannya.
Aku tidak ingin sinarmu sirna hanya karena ditelan oleh kegelapan yang ada di dalamku. Aku harus melindungimu, baik dari apapun yang mengancammu maupun diriku sendiri. Orang-orang baik harus hidup bahagia…
Ah, ya ampun… Ini awkward sekali, demi apa… Inilah mengapa aku tidak begitu suka pembicaraan yang serius. Kamu juga, kan?
Hah? Apa-apaan kamu ini… jadi malu, nih~ Tanggung jawab!
Jangan jadi imut begitu, deh, gimana kalau nanti perasaanku ke kamu jadi makin dalam? Ahaha…
Mm…
Meskipun aku masih ragu tentang hal-hal yang tak kuketahui pasti, bolehkah aku mengatakan bahwa aku mencintaimu dengan sungguh?
...Ahaha! Ya ampun, aku merasa lebih muda lima tahun kalau begini jadinya! Kamu jangan lupa makan dan istirahat yang cukup, ya? Semoga harimu menyenangkan...
