Happy Family (행복한 가족)
Cerita tentang bagaimana kehidupan mereka dengan sang buah hati. Tingkah lucu mereka, sifat jahil, dan sesuatu yang bahkan bisa membuat orang lain hanya geleng kepala. Double B,JunHwan,MinYoon,KangNam,MinWoo,ZiKyung,TOPYong,ChanBaek,etc.
.
.
this is an IKON BTS WINNER BIGBANG BLOCKB EXO SEVENTEEN story with official pair. no need to talk much, happy read. leave coment if you want and don't give blame word. 하기 싫다면 집가, if you don't like there's a cross sign and click then. Dyo and KhungDae's first collaboration story
.
Larva
Jiwon memandang kedua bocah Goo itu dalam diam. Pasalnya kedua bocah cilik itu berhasil merebut perhatian Hanbin.
"Jadi, apa hari ini Kookie dan Chanu ingin jalan jalan?" kedua bocah itu bertepuk tangan dengan girang sementara Jiwon mendecih kesal. Bagaimana bisa Hanbin dengan mudahnya menawari kedua anak itu untuk jalan jalan sementara jika Jiwon mengajaknya jalan jalan ia selalu menolak dan memilih untuk diam didepan televisi. Hanbin tersenyum lalu memakaikan baju berwarna biru pada Chanwoo dengan motif tazmania. Chanwoo tertawa dengan riang kala Hanbin menggelitikinya sesekali. Tanpa mau menyusahkan istrinya lebih berat, Jiwon mengambil baju berwarna merah dengan motif red devil dan memakaikannya pada Jungkook.
"Kook-aah, kau harus menjadi anak yang lebih baik dari appamu. Jangan sampai sifatmu sama sepertinya. Aku akan sangat kasihan pada Jinhwan hyungku" Jungkook hanya memandang Jiwon dengan pandangan polos dan mata membulat. Tak lama kemudaian Jungkook tersenyum dan membuat Jiwon ikut tersenyum. Tanpa keduanya sadari Chanwoo memandang keduanya dengan lekat dan mata yang berkedip kedip. Jongkook menepuk pipi Jiwon pelan dan tertawa.
"Hyung, sebaiknya kau cepat mandi dan ganti baju. Aku akan menyiapkan susu mereka." Jiwon memandang Hanbin dan menghela nafas saat Hanbin meletakkan kedua bayi berusia satu setengah tahun itu kedalam kereta dorong dan mendorongnya keluar.
"Aku benar benar mengutuk Goo Junhoe karena merusak waktu berduaku dengan Hanbin."
"Seharusnya kau bersyukur karena dengan adanya dua bayi itu kau bisa belajar bagaimana menjaga anak kita kelak!" Jwion mendelik pada Bobby yang bersandar pada dinding disamping pintu kamar mandi.
"Diam kau! Kau ini hanya bisa mengomel tanpa mau bertindak! Dan apa tadi kau bilang? Anak kita? Cih, itu anakku dengan Hanbin. Hanya aku, bukan kau!" Bobby memutar matanya malas.
"Hei pabo, kau lupa? Aku dan kau itu sama saja." Jiwon memandang tajam pada Bobby.
"Aku tidak butuh ceramahmu hari ini, dan saat itu aku yang membuatnya bersama Hanbin. Kau sudah kusegel kan? Kenapa muncul lagi? Sana pergi!" Jiwon melempar handuk pada bayangan Bobby hingga bayangan itu menghilang.
"Dasar roh cerewet, bisanya berkomentar ini itu saja tanpa mau membantu." Jiwon berjalan pelan menuju kamar mandi.
Jungkook dan Chanwoo memandang Hanbin yang sedang membuatkan susu untuk mereka berdua dengan pandangan imut.
"Uuungg, ma dii?(hyung, umma eodi?)" Chanwoo berbisik pelan pada Jungkook dan dijawab kedipan polos Jungkook. Hanbin memandang kedua bocah didepannya dengan kekehan pelan.
"Olla, uyuu(molla, Susuu)" Jungkook memandang Hanbin dengan wajah cemberut dan hampir menangis. Jungkook mengulurkan kedua tangannya kedepan dengan wajah sedikit memerah.
"Mmaa, uyuuu(Umma, susu)" kini Chanwoo melakukan hal yang sama dengan Jungkook, mengulurkan tangan kedepan dengan wajah memerah menahan tangis.
"Aigoo aigoo, arraseo aegideul." Hnabin memeberikan pada kedua bayi itu masing masing satu botol penuh berisi susu. Jungkook langsung meminum susu itu dengan lahap. Begitu juga dengan Chanwoo. Tapi Chanwoo memandang Hanbin sambil meminum susunya. Sadar dipandangi, Hanbin juga memandang Chanwoo. Bayi imut itu tersenyum hingga memamerkan giginya yang baru tumbuh empat pada Hanbin. Hanbin tertawa dan ponselnya berdering pelan.
"Yeoboseo~"
"Yeoboseo Hanbin-aa. Ini Jinhwan hyung. Bagaimana kabar kalian semua? Apa Chanwoo dan Jungkook menyusahkanmu?" Hnabin melirik kedua bayi yang sedang memandangnya itu.
"Ani hyung, mereka penurut dan sekarang sedang mendapatkan makan pagi mereka."
"Syukurlah jika mereka tidak menyusahkanmu." Jinhwan menghela nafas lega dan membayangkan kedua malaikatnya sedang minum susu sambil terkantuk kantuk.
"Hyung ingin bicara dengan mereka?" tawar Hanbin sambil mengelap susu yang tercecer dimulut Chanwoo.
"Eeeh? Apa mereka tidak akan tidur?"
"Ani hyung, bahkan saat ini mereka memandangku dengan mataya yang imut." Habin meloud speaker ponselnya.
"Aegiyaa, Kookie, Chanu" ucap Jinhwan dengan imut dan pelan. Kedua bayi itu langsung melepas dot karet yang bersarang dimulut mereka dan mengedarkan pandangan mereka kesegala arah untuk menemukan dimana suara ummanya berasal.
"Mmmaaaa" ucap keduanya bersamaan.
"Aigoo, sepertinya kalian sedang bermain ne? Umma akan pulang besok, appa sedang istirahat karena kelelahan." Ucap Jinhwan membuat kedua putranya semakin bingung.
"Mmmmaaa hiks" Chanwoo terisak saat mendengar suara Jinhwan tapi tak dapat menemukan ummanya.
"Eoh? Siapa yang menangis? Uljimayoo, umma akan memelukmu besok aegi" Hanbin tersenyum dan membelai kepala Chanwoo.
"Hyung, bagaimana dengan urusan disana?"
"Syukurlah berjalan dengan lancar, meski sekarang June sedang terkapar karena harus bolak balik ke perusahaan appa disini dan perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaan kami. Aku sebenarnya kasihan dengannya, tapi ia tidak mengijinkanku utnuk membantunya." Hanbin hanya tersenyum pelan sambil menenangkan Chanwoo yang hanya terisak.
"Baiklah kalau begitu selamat istirahat. Aku dan Jiwon hyung akan mengajak mereka jalan jalan."
"Benarkah? Baiklah kalau begitu. Hati hati Bin-aah" Jinhwan menutup telepon.
Hanbin tersenyum dan mengusap airmata Chanwoo. Tak lama kemudian Jiwon turun dengan penampilan rapi.
"Jadi, kemana kita akan pergi dengan dua bocah setan ini?" Hanbin memukul lengan Jiwon dengan keras.
"Apa apaan ucapanmu itu hyung?" Hanbin memandang sinis sementara Jiwon meringis menahan sakit karena pukulan Hanbin tidak main main.
"Yah, kau ini kasar sekali dengan suamimu." Rajuk Jiwon dengan wajah memelas.
"Siapa yang suamimu ha? Mereka ini lucu, bukan bocah setan." Ucap hanbin ketus sambil mendorong kereta kedua Goo junior itu keluar apartemen. Jiwon menghela nafasnya saat tahu sang istri tercinta sedang marah karena kedua anak Goo Junhoe.
Jungkook dan Chanwoo memekik senang dan tertawa dengan bahasa mereka saat Hanbin dan Jiwon mengajak mereka masuk kedalam toko mainan. Karena tidak ingin membuat Hanbin lelah, Jiwon mendorong kereta kedua bayi itu dengan sukarela.
"Uooo, oha oha(joha joha)" ucap Jungkook sambil bertepuk tangan. Sementara Chanwoo asyik memandang karakter toy story dengan mata berbinar.
"Uuung, uuuddiii geoo geooo (hyung, Woody igeo igeo)" Jiwon merasa kepalanya akan pecah karena suara kedua anak itu melengking ditelinganya. Membuat beberapa orang yang lewat memandang keduanya dengan senyum geli.
"Aigoo, mereka lucu sekali."
"Waah, kurasa usia mereka masih belum genap 2 tahun, tetapi sudah akan memiliki dongsaeng"seketika wajah Hanbin dan Jiwon memerah dan Jiwon segera berbalik menjauhi area itu. mereka berhenti tepat disisi kanan ujung, tempat boneka dipajang.
"Uung, emon hihihi (hyung, pokemon)" Chanwoo terkikik saat melihat pokemon dengan berbagai ukuran berjajar didepannya. Jungkook tidak menggubris ucapan Chanwoo karena matanya sudah terpaku pada benda bulat yang cukup jauh dari matanya. Meski begitu, ia tahu benda apa itu. Jungkook menoleh pada Chanwoo yang masih memandang pokemon dengan mata berbinar. Jungkook memeukul lengan Chanwoo hingga bocah cilik itu menoleh pada Jungkook dengan sebal.
"Uee (Wae)?" Chanwoo mempoutkan bibirnya dan keduanya tidak sadar jika Hanbin memperhatikan mereka sedari tadi. Lalu Jiwon? Uh, jangan tanya karena namja itu sedang asyik dengan boneka pooh didepannya.
"Such an childish" gumam Hanbin pelan saat menangkap Jiwon sedang memilih boneka pooh didepannya.
"Geo, omba. Hehehe (igeo, jom bwa)" Jungkook menunjuk bulatan yang cukup jauh dari mereka dan mata Chanwoo langsung membulat lucu diikuti dengan tepuk tangan exited darinya.
"Appa appa (larva larva)" Chanwoo memekik hingga Jiwon menoleh pada Chanwoo dan mengikuti kemana jari kecil Chanwoo menunjuk. Jiwon mengernyit saat tak melihat Junhoe disana.
"Waeyo? Kalian melihat apa?" Hanbin memandang keduanya dengan alis bertaut.
Jungkook menggebrak kereta mereka dengan keras diikuti Chanwoo yang menyamai irama hyungnya. Mereka berteriak histeris melihat benda itu.
" Appa! Appa! Appa! (larva! Larva! Larva!)" seolah menyorak di tengah lapangan, lagi-lagi mereka menarik perhatian pengunjung lain.
Jiwon tampak sudah akan menggulingkan tubuhnya di lantai saking frustasinya, tapi Ia urungkan niat itu karena melihat Hanbin menatap curiga.
Dengan tekad kasih sayang terpaksa, Ia berjalan menghampiri keponakan setan itu. berjongkok untuk memasang senyum menawan terbaiknya.
" adakah yang kalian inginkan? Aku tak melihat appa-mu di sini.. lalu apa maksudmu bocah manis.. hmm?" mati-matian Jiwon menahan amarahnya.
"Geo, appa! Jucii, appa! (igeo, larva! Ajushi, larva)" Chanwoo menunjuk tak jauh dari mereka tempat boneka lain berjajar. Jiwon menoleh dan mencari wujud Goo Junhoe yang sama sekali tidak tampak disana.
'Apa mereka terlalu merindukan appanya sehingga bayangan Junhoe ada dimana mana?' batin Jiwon sambil menggeleng. Saat Jiwon sedang terfokus pada fikirannya, ia merasakan tarikan pelan pada bajunya. Saat menoleh ia mendapati wajah Jungkook yang memandangnya dengan ekspresi senyum lebar dengan empat giginya yang terlihat jelas.
"Juci, appa hehehe! (Ajushi, larva)" bisik Jungkook pelan sambil membuat gesture jari telunjuk bergerak gerak seperti ulat berjalan. Jiwon mengernyit heran melihat hal itu. ditambah Chanwoo kini juga ikut mneggerakkan jarinya menyamai Jungkook. Otak Jiwon bekerja sangat keras untuk menerjemahkan bahasa kedua bayi didepannya.
"Bin-aa, kau tahu apa yang mereka maksud?" Jiwon menoleh dan mendapati Hanbin menunduk dengan wajah dipenuhi semburat merah. Otak Jiwon langsung bekerja dan dia memejamkan matanya frustasi.
'Goo Junhoe, demi apapun yang disukai Hanbin. Kenapa kedua bocah ini bisa tahu apa yang kau lakukan dengan Jinhwan hyung? F*ck, kenapa dua bocah ini benar benar mirip dengan Goo sialan Junhoe?' Jiwon mendumal pelan sambil mengambil ponsel dan mendial nomor diseberang sana.
"What the F*ck are you doing Kim Jiwon?" Jiwon menjauhkan ponsel dari telinganya saat ia mendapati sambutan berupa umpatan kasar dari Junhoe diseberang sana menggunakan suara deep. Membuat Hanbin memandangnya dengan heran.
"Calm down dude, aku hanya ingin memastikan sesuatu" jawab Jiwon dengan santai. Ia tahu Junhoe tak pernah semarah ini meski dia mengusilinya.
"Jika kau menggangguku hanya untuk mengucapkan hal yang tidak penting aku akan membunuhmu nanti. Katakan apa yang mengganggumu." Jiwon mendengar suara Jinhwan diseberang sana, terdengar parau dan mengantuk.
"Kau tahu, kami sedang berada ditoko mainan saat ini dan kedua putramu melakukan hal ekstrem saat ini. Dia berteriak appa sambil menunjuk ke deretan boneka dan menggebrak kereta mereka. Apa itu cukup penting untuk mengganggumu?" Junhoe menggeram pelan sebelum bicara pada Jiwon.
"Katakan pada Jinhwan hyung, aku malas bicara denganmu" Jiwon hendak mengumpat pada namja itu jika saja suara Jinhwan tidak menyapa pendengarannya.
"Hyung, mian mengganggu. Tapi Jungkook dan Chanwoo membuat show mereka di toko mainan" ucap Jiwon pelan. Ia terlalu kasihan mengganggu Jinhwan hyungnya, tapi tidak dengan Junhoe.
"Jinjjayo? Memang apa yang mereka lakukan?" sahut Jinhwan dengan suara serak.
"Mereka memukul kereta mereka dengan riang sambil menunjuk kederetan boneka dan berteriak appa. Dan ditambah lagi mereka membuat gesture ulat berjalan dengan jari telunjuk mereka. Itu membuatku sangsi hyung. Apa mereka tahu dan mengerti apa yang kau lakukan dengan Junhoe?" Hanbin memukul kepala Jiwon saat tahu apa maksud namja itu. Jiwon mengelus kepalanya pelan sambil menatap memelas pada Hanbin yang melotot. Diseberang sana Jinhwan merasakan wajahnya panas dan tubuhnya meremang saat tangan Junhoe tanpa sengaja hinggap di perut bagian bawahnya.
"Ne? Appa? Tidak, mereka tidak pernah memanggil Junhoe dengan sebutan appa. Mereka biasanya memanggil 'ppaa' saat ingin bersama dengan Junhoe atau menarik perhatiannya." Suara Jinhwan sedikit bergetar karena tangan Junhoe.
"Benarkah? Lalu apa yang dimaksud dua bocah ini?" Jiwon meloud speaker ponselnya dan memperdengarkan suara Chanwoo dan Jungkook yang sedang berteriak extited.
"Appa? Aah, iya mungkin mereka melihat karakter larva. Mereka biasanya mengucapkan itu saat Junhoe memberikan boneka larva pada mereka. Coba kalian pastikan" Jiwon dengan langkah pasti mengedarkan pandangannya dan melihat boneka larva tepat kearah jari Chanwoo menunjuk. Dia berjalan kesana dan mengambil dua boneka larva.
"Kalian ingin ini?" ucapan Jiwon dijawab dengan lompatan kedua bocah itu. Jiwon mengusap kasar wajahnya setelah memberikan kedua boneka itu pada Chanwoo dan Jungkook.
"Astaga, kau benar hyung. Mian sudah mengganggumu… dan Junhoe. Aku tidak mengerti ucapan mereka dan aku mengira ya… kau tahu apa itu hyung. Mereka terlalu ambigu" Jinhwan terkekeh pelan diseberang sana.
"Gwenchana, gomawo sudah menjaga mereka. Aku akan pulang besok, aku istirahat dulu karena disini sudah lewat tengah malam. Mian karena Junhoe mengumpatmu tadi. Dia terlalu lelah hari ini" Jiwon bergumam dan berpamitan pada Jinhwan, kemudian menutup teleponnya dan memandang kedua bocah yang asyik bermain dengan boneka bulat ulat itu.
"I promise to teach you how to be a good kids. You ruin my image today, little brat!" desis Jiwon pada kedua bocah itu. membuat Hanbin menggeleng pelan dan ikut bermain dengan kedua bocah itu.
END
N.B : sorry for the typo and give review please, see you next chapter.
Thanks to : hyera, zewail licht, GithaAC, EunhyukJinyoung02, park soohee, kim boo.
