Happy Family (행복한 가족)

Cerita tentang bagaimana kehidupan mereka dengan sang buah hati. Tingkah lucu mereka, sifat jahil, dan sesuatu yang bahkan bisa membuat orang lain hanya geleng kepala. Double B,JunHwan,MinYoon,KangNam,MinWoo,ZiKyung,TOPYong,ChanBaek,etc.

.

.

this is an IKON BTS WINNER BIGBANG BLOCKB EXO SEVENTEEN story with official pair. no need to talk much, happy read. leave coment if you want and don't give blame word. 하기 싫다면 집가, if you don't like there's a cross sign and click then. Dyo and KhungDae's first collaboration story

.

Double Attack (Part 2)

Seringai Jiwon hilang saat salah satu bantal sofa mendarat diwajahnya. Jiwon menggeram kesal sementara tawa Junhoe sudah menggelegar dirumah itu.

"Yaak, kemari kau bocah setan" Junhoe langsung melompat dan menghindari kejaran Jiwon. Jiwon mengejar bocah kelebihan kalsium itu dengan sebuah bantal ditangannya. Merasa lelah karena sedari tadi mengejar Junhoe dan tidak bisa menangkapnya, Jiwon duduk didekat Jungkook dan Chanwoo yang sedang bertukar pandangan sinis.

"Kookie allkeenen ohahee (Jungkook palkkaeneun johahae/Jungkook suka merah)" ucap Jungkook sambil memegang boneka larva berwarna merah milik Chanwoo.

"Cilo, allkenen Canuta (shireo, palkkaeneun Chanwoo da/tidak mau, yang merah milik Chanwoo)" sergah Chanwoo sambil merebut bonekanya dari Jungkook. Jiwon yang memandang itu menaikkan alisnya.

'Jadi dua bocah ini sedang bertengkar? Sepertinya menarik' batin Jiwon sambil terus memperhatikan kedua bocah itu sambil mengatur nafasnya.

"Ande, geo Kookieta (andwae, igeo Jungkook ida/tidak boleh, ini milik Jungkook)" jawab Jungkook sambil menarik boneka itu dari tangan Chanwoo.

"Canuta"

"Kookita"

"Canuta"

"Yaak sikkeuro(berisik)" kedua bocah itu menoleh dan memandang Jiwon dengan pandangan tajam. Jiwon menelan salivanya dengan susah.

'Sialan, kenapa aku bisa takut dengan pandangan dua bocah ini. Tatapannya benar benar seperti milik Junhoe' batin Jiwon sambil diam. Kedua bocah itu kembali berpandangan dan kembali memperebutkan boneka merah itu. Junhoe yang melihat hal itu dari dapur hanya diam karena tahu disana sudah ada Jiwon. Namja tinggi itu menikmati segelas jus jeruk yang ia dapat dari kulkas Jiwon karena haus setelah melarikan diri dari kejaran kelinci gila yang ia lempar bantal tadi.

"Geo Canuta (igeo Chanwoo da/ini milik Chanwoo)" Chanwoo menarik bonekanya dari tangan Jungkook sementara Jungkook juga menariknya dari Chanwoo.

"Kookieta" Chanwoo kalah menarik boneka itu dan saat ini Jungkook tersenyum penuh kemenangan sambil mendekap boneka merah milik Chanwoo. Jiwon tersenyum geli melihat interaksi kedua bocah itu. Namun mata Jiwon membulat saat melihat Chanwoo cemberut.

"Uljimaa (jangan menangis)" ucap Jiwon pelan membuat Chanwoo memandang Jiwon dengan pandangan kesal.

"Anulloyo (an ureoyo/aku tidak menangis)" jawab Chanwoo lalu mengambil boneka larva kuning milik Jungkook dan memukulkannya tepat ke wajah Jungkook. Jungkook yang kaget langsung menangis keras hingga menyebabkan Junhoe tersedak jusnya didapur. Junhoe langsung berlari menghampiri Jungkook dan menggendongnya. Sementara Chanwoo berada digendongan Jiwon sambil tersenyum karena berhasil mengambil kembali bonekanya dari Jungkook.

"Uuungie abo! Allkenen Canuta (hyungie, pabo! Palkkaeneun Chanwoo da/ hyung bodoh! Yang merah milik Chanwoo)" ucap Chanwoo sambil memeluk bonekanya dengan erat. Jiwon yang sedikit mengerti ucapan Chanwoo hanya bisa menggeleng.

'Maknae ini benar benar berbahaya. Dia bahkan tidak menganggap Jungkook sebagai hyungnya' batin Jiwon. Sementara Jungkook masih terisak digendongan Junhoe dan Junhoe memandang Chanwoo dengan helaan nafas.

"Chanwooya, kau tahu yang kau lakukan tadi tidak benar. Kau tidak boleh memukul hyung seperti itu" ucap Junhoe pelan membuat Chanwoo memandang Junhoe lalu menunduk sambil memeluk erat bonekanya.

"Iane, uung appeun (mianhae, hyung nappeun/maaf, hyung nakal)" cicit Chanwoo pelan membuat Jiwon melongo. Ia kaget karena Chanwoo menurut dengan ucapan Junhoe yang bahkan bisa dibilang lumayan lembut itu. Junhoe menghela nafas dan memandang Jungkook.

"Jungkook hyung juga tidak boleh seperti itu, jika Chanwoo tidak mau hyung tidak boleh memaksanya. Kan hyung harus menjaga Chanwoo" Jungkook menyembunyikan wajahnya didada Junhoe.

"Iane, uung alotteso (mianhae, hyung jal mothaesso/maaf, hyung salah)" cicit Jungkook sambil terisak.

"Heol, bagaimana bisa kau membuat mereka…" Junhoe memandang Jiwon dengan tatapan 'apa maksudmu' saat mendengar ucapan Jiwon terpotong.

"Kau akan bisa melakukannya setelah anakmu lahir nanti." Junhoe tersenyum pelan lalu menurunkan Jungkook ke karpet dan mengambil Chanwoo dari gendongan Jiwon.

"Jja, sekarang Jungkook dan Chanwoo tidak boleh bertengkar lagi." Ucapan Junhoe membuat dua bocah itu kembali bertatapan dengan ragu kemudian Jungkook merangkak mendekati Chanwoo dan memegang tangannya. Chanwoo tertawa riang dan menyodorkan boneka merahnya pada Jungkook. Jungkook tersenyum dan memegang ujung boneka itu.

"Aci olja (kaci nolja/mari bermain bersama)" ucap Jungkook tertawa. Junhoe tersenyum pelan lalu terkekeh melihat Jiwon menganga sambil melihat kedua putranya yang sudah kembali akur.

"Liurmu menetes" spontan Jiwon langsung menutup mulutnya dan meraba sekitar bibirnya. Namun ia mendapati bibirnya masih kering dan Junhoe terbahak disampingnya.

"Kemari kau Goo Junhoe" Junhoe langsung berlari menghindari Jiwon yang sudah emosi sampai ubun ubunnya. Jiwon bertekat akan menghabisi Junhoe jika ia tertangkap nanti.

Hari sudah siang dan Junhoe sedang menepuk punggung Jungkook yang hampir tertidur diruang tengah. Sementara Chanwoo sudah tertidur duluan dengan memeluk boneka larva merahnya dengan erat. Junhoe berdiri ketika melihat Jungkook sudah tertidur dengan lelap dan bergegas pergi ke dapur untuk membantu Jiwon.

"Ada yang bisa kubantu hyung?" Jiwon menoleh dan mendapati raut Junhoe yang sedikit kelelahan. Setelah mereka kejar kejaran dan bermain bersama tadi, kedua namja dewasa itu merasa sedikit lapar dan kedua bocah itu menangis karena mengantuk.

"Tidak ada, tunggulah sebentar." Junhoe mengangguk dan mengambil ponselnya untuk melihat notifikasi. Nihil, istri cantiknya belum memberikan kabar.

"Hyung, kau memasak apa?" Junhoe melongok dan mendapati sesuatu mirip ramyeon didalam panci yang sedang diaduk Jiwon.

"Mian, aku hanya punya ramyeon dan beberapa sayuran" jawab Jiwon.

"Kau yakin itu bisa dimakan? Gosh hyung, kau terlalu banyak memasukkan airnya" Jiwon memandang Junhoe dengan jengkel. Selama ini tak ada yang memprotes masakannya. Dan hari ini seorang Goo Junhoe berani melakukannya.

"Memang kau bisa memasak lebih baik dari ini ha?" tantang Jiwon membuat Junhoe menggeleng dan menyingsingkan lengan kemejanya. Junhoe membuka kulkas dan mendapatkan lebih banyak sayur dan telur lalu mencampurnya kedalam panci. Ia mengambil saus cabai dan menambahkannya kemudian mencicipi rasanya. Junhoe mengambil garam dan sedikit gula lalu memasukkannya kedalam panci. Jiwon memandang itu dengan terkejut. Junhoe terlihat sangat ahli dalam memasak. Selesai itu Junhoe membawa panci kemeja makan diikuti Jiwon.

"Daebaak, dari mana kau belajar itu?" ucap Jiwon setelah mencicipi ramen yang dimasak ulang oleh Junhoe.

"Sering ditinggal Jinhwan hyung mengurus dua bocah itu membuatku harus bisa melayani diriku sendiri hyung" ucap Junhoe sambil tertawa. Jiwon terdiam, ia merasa kalah dengan bocah didepannya ini. Bahkan bocah ini lebih dewasa darinya, dan hal itu membuatnya malu.

"Gwenchana hyung, tidak perlu malu. Kau juga akan mengalaminya nanti" Junhoe mengedipkan matanya dan mulai makan ramyeon dengan lahap. Jiwon tertawa pelan lalu ikut bergabung menghabiskan sepanci ramyeon itu bersama dengan Junhoe.

TBC

N.B : sorry for the typo and give review please, see you next chapter.

Thanks to : CandytoPuppy, park soohee, taehyun, choi Jilly.