Where & Who Am I?
Naruto Masashi Khisimoto
Highschool DXD Ichie Ishibumi
| Warning : OOC, Mainstrem, Typo, Gaje, Mini-GodLike!Naru, Sesuai Imajinasi Author, Disini Naru punya The Flash Power – Scorpion Mortal Kombat, D-L-L (Dan Lupa Lagi) Polos!Naru
Note Panjang :
Sebelum ke cerita, ada yang ingin ku beritahu, apalagi no.8
Satu. Sebenarnya Genre Humor yang kupasang itu tidak ada niatan sama sekali, malah pegennya action atau supernatural… Tapi teman ku menyarankan, katannya si' bagus untuk orang yang baru difanfic, emang bener ya? Yoweslah, Aku bakal usahakan humornya, jadi maaf kalau "Memang" garing… like a gentleman, aku yang memulai dan aku harus akhiri juga (lebay gk si'?)
Dua. Harem or not? Nah, temen ku (lagi) menyarankan Harem, bahkan HardHarem, sekali ketemu perempuan langsung jadi pacar, muke gile… Jadi … nanti kupikirkan lagi.
Tiga. Diawal Naruto disekolah, gak langsung nempel sama Rias dan kawan kawannya dulu… Naruto lupa ingatannya juga yang gk parah banget… ingatan yang hilang cuman masa lalunya (mantan | kidding) dan tentang dirinya… baca aja dhe… takut sop'iler
Empat. Waktu pertama Upload fanfic Chap 1, itu yang upload temenku, chap 1 masih banyak typo dan hal lainnya, seterusnya bakal aku yang urus… karena aku blum tau cara uploadnya gimana, sekarang sudah tahu, terima kasih tong fang…
Lima. Anime lain mungkin akan masuk… secara random.
Enam. Mungkin juga… Fanfic ini ku bumbui dengan gore… sedikit.
Tujuh. Kekuatan Naruto Down, Saat di Dunianya dia bisa memanipulasi waktu sampai titik paling lambat dan lari sangat cepat diwaktu bersamaan, sekarang down semenjak dia pindah dimensi.
Delapan. Issei udah reinkarnasi disini.
.
.
Summary : Saat Kaguya diambang batas, ia membuka jutsu Portal yang lansung menjerumus ke kematian, saat Naruto berlari dari hisapan kuat Portal tersebut, Tanpa Naruto sadari ia berlari melebihi kecepatan cahaya sehingga membuka gerbang dimensi.
.
Sebelumnya :
"Kita sudah sampai"
"a-ah iyak, terima kasih sudah mengantarkan ku"
"Sama-sama, kalau begitu aku pergi dulu, semoga kita bisa bertemu lagi, jaa ne~"
"Tunggu!"
"hahh… Padahal ku ingin tanya namanya…"
'tampan'
"Hmm… Anak yang menarik, terima kasih…
…Azazel"
.
.
.
. . . …:::::::::: Chapter 2 : Menjadi Anggota OSIS & Bertarung ::::::::::…. . .
.
Di Sore hari Naruto berkunjung ke sungai tempat Azazel biasa memancing, ada beberapa hal yang ia ingin tanyakan dan beberapa hal yang ingin dia minta, bukan meminta sesuatu beruapa uang atau barang.
"Yo Azazel-san, bagaimana hasil dari pancingan mu? Banyak,kah?" Sambil melihat baskom ikan Azazel.
"Aku sudah dapat 1 yang besar setelah sekian lama menunggu, itu tangkapan terbaikku, dan aku berpikir aku akan mendapat banyak ikan lagi, hingga akhirnya umpan ku habis, lalu ku relakan ikan ini jadi umpan dan bla bla… bla bla..-" Naruto Sweatdrop, yang ia tanyakan bagaimana tangkapan hari ini, yang ada justru curhat.
"Ano…- Maaf aku memotong curhatan mu, ada yang ingin ku bicarakan"
"Ah, Silahkan"
"Apakah didunia ini setiap orang memiliki kekuatan selain Aku dan Azazel-san?" Naruto bertanya dengan nada santai, namun berkesan serius.
"Ahh… Aku belum menjelaskan tentang dunia ini kepada mu, baiklah akan ku jelaskan pada mu sekarang" Azazel mengawali penjelasan 3 Fraksi yang berseteru, awal peperangan, mengapa ada malaikat jatuh, manusia menjadi korban peperangan, hingga saat ini.
"Ceritanya sangat panjang, jadi saat ini sedang dalam genjatan senjata?"
"Yap, kau benar, namun ditiap fraksi memiliki anggota yang memkhianati fraksinya sendiri, contohnya Aku, Aku Gurbernur Malaikat Jatuh, namun banyak yang mengkhianati ku" Diakhir kalimat entah sadar atau tidak, Azazel berucap dengan bangga.
"Lalu adakah yang membasmi para pengkhianat fraksi itu?" Tanya Naruto lagi.
"Hmm… Biasanya sih, fraksi itu sendiri, memangnya ada apa sampai kau bertanya hal ini kepada ku?" Tanya balik Azazel.
"Disaat aku berkeliling tadi pagi, Aku merasankan kekuatan disetiap orang, ada yang memang tidak ada tekanan, ada yang tekanan kekuatannya tinggi, namun saat disekolah, tekanan energi sangatlah kuat disana, dan munculah pertanyaan dan langsung ku tanya kepada mu saat ini" Jawab lengkap Naruto
"Hmm… Skill Sensor mu tajam juga, padahal aku belum memberi tahu mu kalau aku memiliki kekuatan,kan?" Azazel tersemyum.
"Azazel-san apakah aku boleh melawan anggota yang membengkang tersebut? Bahkan membunuhnya?"
"Hmm… Dari reaksi kau bertanya, sepertinya kau sangat ingin sekali?" Tanya Azazel canggung.
"Jadi saat tadi Pagi menjelang Siang, Aku sudah mau berniat pulang kerumah, diperjalanan aku mendengar perempuan dirampok dan disaat Aku mengeluarkan kekuatanku ini, insting bertarung ku langsung meningkat drastis"
'Dari raut wajahnya, reaksinya, sepertinya dia sangat ingin membunuh' Lanjut batin Azazel.
"Entah mengapa, Aku sendang ingin sekali bertarung… dan mendengar apa yang Azazel-san bicarakan tentang pengkhianatan, langsung ku bunuh sepertinya leh ugha" Ucap Naruto santai.
"Hahh… Baiklah, tapi tidak boleh membunuhnya! Kau bisa menciptakan perang jika sudah dicurigai banyak fraksi dan jadi bahan fitnah" Peringat Azazel keras.
"Baiklah, berikan tugasnya sekarang, siapa yang kau curig- AKHH! HIDUNG KU!"
"Bego, ya kali sekarang… Sekolah aja belum, Aku akan memberikan tugas mulai minggu depan, agar kau bisa membuat strategi menepatkan waktu sebelum kau keduluan oleh orang lain"
"Ngeh, baiklah, aku ingin meminta satu hal, bagaimana cara kita agar cepat dalam telekomunikasi?" Naruto berucap sambil memegang hidungnya yang berlumur darah sehabis ditusuk 2 jari oleh Azazel.
"Ah iya, Aku ingin memberi Handphone ini pada mu saat tadi pagi, namun kau tidak ada dirumah, ini adalah alat telekomunikasi yang cepat, disitu ada gambar dan tulisan bernama 'kontak', kau pilih itu dan ada pencet namaku untuk menghubungi ku, untuk hal lain, disitu ada buku panduan cara menggunakannya" Jelas Azazel.
"Baiklah, Aku pulang dulu, terima kasih banyak Azazel-san" Naruto langsung berlari dan masih memgang hidungnya yang berdarah.
Azazel melihat langit sudah mulai gelap dan pada akhirnya dia tidak mendapatkan ikan untuk dibawa pulang, disaat ingin beres beres, 2 jari tangan kanan agak lengket jika sedang memegang barang, saat dilihat, Azazel sweatdrop.
"…Upil'nya nempel"
.
.
.
Diesok harinya, Naruto sudah bangun dari jam 5.00 Pagi dan berolahraga hingga jam 6.30, lalu mandi dan setelah mandi dia hanya melilitkan anduk dipinggangnya saja, ia sarapan dulu baru memakai baju, Saat sedang sarapan, ia baru ingat bagaimana nanti dirinya di Sekolah, dan saat itu juga Naruto ingin menggunakan Handphone yang ia ingin coba pakai dari kemarin malam.
"Buka Menu lalu… Contact dan… cari nama Aza- nah langsung ketemu" Naruto langsung tekan nomor Azazel dan muncul tulisan 'Sedang Memanggil' (Jodoh).
.
"HOAAAAAAAaaaammm~"
Drrrtt drrrttt ddrrrrtt
Azazel kaget, HPnya berbunyi yang mengartikan adanya panggilan masuk, jarang jarang ada yang menelpon dia, sudah lama ia tidak ditelpon selama 3 bulan, saking lamanya sampai dia menelpon nomor yang tidak aktif agar munculnya suara panggilan gagal (You Know What I Mean?).
"Ahh… Naruto, sudah ku duga" Ucap Azazel sambil memegang dagunya, Azazel menekan tombol 'Angkat Panggilan'.
"Ahh… Hai Naruto, bagaimana reaksi mu tentang barang yang kau pegang? Keren bukan? Cepat,kan?"
'Halo…'
"Iya Naruto Halo… Bisakah kau mendengarkan ku?"
'Hallo Azazel-san? Suara mu kecil sekali.' Azazel menduga bahwa Naruto saat ini sedang memegang HPnya namun dengan menutup lubang suara HP, Azazel tahu karena dari suara Naruto yang mampet.
"OY BEGO! PASANG DITELINGA BUKAN DIBEKEP HPNYA!"
'Oh iyak, Kukira di jidat' Azazel sweatdrop.
"Sudah kedengeran belum?"
'Nah, sip dah, dah mantep suaranya, tadi kau bicara apa?'
"Bagaimana reaksi mu tentang barang yang kau pegang? Keren bukan? Cepat,kan?" Kali ini dengan nada malas malas.
'Sebenarnya Aku berlari kerumah mu mungkin bisa saja lebih cepat dari alat ini, namun menghabiskan stamina ku saja, dan diluar pasti ramai'
'Aku lupa kalau dia punya skill lari yang gila'
'Oh iyak, bagaimana nanti saat aku sampai di Sekolah? Apa yang harus ku lakukan?'
Azazel menepuk jidat, ia lupa memberi tahu Naruto saat berada di Sekolah, apalagi Naruto.
"Maaf aku lupa memberi tahu mu, saat sampai sana kau cari tempat bernama 'Ruang Kepala Sekolah' lalu kau masuk dan bilang bahwa kau murid kiriman si Azazel"
'Oke, terima kas-'
"Tunggu! Sekarang kau dimana? Sudah berangkat?" Potong cepat Azazel
'Sekarang aku masih dirumah, hanya pakai anduk, tinggal memakai pakaian sekolah langsung capcus'
"Fyuh… Oke, sekarang ada yang ingin kuberi tahu, tekanan energi sangatlah kuat, saat kau datang ketempat ku aku tau kau menekan energi mu tapi itu masih akan ketahuan bila penampilan mu mencolok, seperti dibilang kemarin, disana banyak makhluk supernatural, solusinya jangan berpenampilan mencolok" Jelas Azazel
'Baiklah, yang kemarin tekanan energi ku belum ku maksimalkan karena Aku bertemu engkau, tapi akan aku usahakan'
"Yoweslah, pergi Sekolah sana" lalu Azazel mematikan HPnya tidur lagi.
.
"Hmm… Tidak mencolok? Kira-kira apa ya? Mmm…. Oh yak! Ini akan mudah" Lalu Naruto lari ke lemari dan memakai pakaian Sekolah, setelah yakin dengan tampilannya dan peralatan Sekolahnya, Naruto langsung keluar rumah dan menutupnya, lalu jalan menuju Sekolah.
.
.
.
"Apakah itu murid baru?"
"Kira kira dikelas mana?"
"Oppai…"
"huh… jika itu murid baru tidak masalah, karena ia tidak tampan"
"Kutu buku"
"O-oppai~"
"Penampilannya sangat… Menjijikan"
Bisik-bisik siswa-siswi saat melihat Naruto berjalan santai memasuki gerbang Sekolah, dengan Kaca mata bulat, rambut rapih culun, baju dimasukan & tebal, alhasil dapat julukan 'Kutu Buku' dan lebih parahnya 'Menjijikan' dan 'Oppai'... …
Wait … Oppai?
'Sekarang sudah jam 7.48, sekarang yang kulakukan adalah mencari Ruangan Kepala Sekolah'
Naruto melewati setiap ruangan, ia mencari ruangan yang bertuliskan 'Ruangan Kepla Sekolah', dan akhirnya Naruto menyerah mencari dan bertanya pada seoarang perempuan yang sepertinya sedang berkeliling Sekolah.
"Ano… mmhh… Megane-san, bolehkah aku meminta tolong?" Naruto bingung memanggilnya apa, yang keluar justru malah Megane, seketika orang yang merasa dipanggilpun langsung shock, dan menghadap ke belakang.
"K-kau memanggil ku?!" Dengan nada emosi namun masih ditahan dan perempatan didahipun tercetak jelas.
"I-iya, Aku ingin bertanya, apakah Megane-san tahu Ruang Kepala Sekolah?"
'Sial, Keceplosan lagi'
Orang yang dipanggil Megane-san pun menarik nafas dan membuangnya dengan kasar, dan kembali ke sifatnya lagi seperti saat mereka belum bertemu.
"Hah… Namaku Sona Sitri, panggil Sona saja, Aku adalah ketua OSIS disini, ikuti Aku" Sona langsung berputar balik dan meninggalkan Naruto yang bengong karena memikirkan apa itu OSIS? Apakah OSIS itu makanan yang mirip dengan Sosis?
.
Disaat perjalanan menuju Runang Kepala Sekolah, Naruto meminta maaf kepada Sona atas ucapannya tadi yang tidak sopan, namun Sona diam saja dan cuek terhadap Naruto, selama beberapa menit tidak ada yang bersuara lagi, dan pada akhirnya Sona berbicara.
"Apakah kau anak baru disini?"
"Ya, Aku baru juga berada dikota Kuoh ini"
"…"
Singkat, dan pada akhirnya mereka sampai ke Ruang Kepala Sekolah dan Sona pun langsung izin pergi.
"Jadi… Siapa namamu?"
"Namaku Naruto umurku … 17 tahun dan Aku adalah orang yang didaftarkan oleh Azazel-san"
"Ahh… Azazel-san yah… Beruntung kau datang disaat guru wali mu ada disini, ikut gurumu ini"
"Mari ikuti aku Naruto-san"
"Ha-hai Sensei"
Naruto mengikut langkah Senseinya dan disaat sudah didepan pintu kelas, Naruto disuruh menunggu didepan pintu kelas dan tunggu dipanggil.
"Oke anak anak, hari ini kita kedatangan murid baru, silahkan masuk"
Naruto jalan dan menampakan dirinya dan berhenti disamping guru lalu memperkenalkan diri, dan banyak diantara mereka yang tidak peduli.
"Perkenalkan, Namaku Naruto, Umuku 17 tahun, mohon bantuan kerja samanya"
"…"
"…"
"…"
"Baiklah Naruto-san, kau duduk dekat Rias, Rias, Angkat tanganmu" Rias mengangkat tangannya dengan malas, lalu Naruto yang melihat angkat tangan pun lansung mendekatinya dan duduk disampinnya.
"Ano… Salam kenal, Namaku Naruto" Lalu Naruto mengulurkan tangan untuk bersalaman, namun Rias hanya cuek terhadap Naruto.
'Tekanan Energinya kuat, apakah dia pemimpin disuatu kelompok iblis? Dan apakah perilaku sang pemimpin harus seperti ini?' Bingung Naruto.
.
.
.
Kriiiiiinnnnnnnng
'Hah! Akhirnya kelar juga pelajarin untuk saat ini, aku tak mengerti sama sekali apa yang sedang dijelaskan' Syukur Naruto setelah mendengar Bel berbunyi yang menandakan berhentinya jam pelajaran untuk sementaran.
'Sekarang Aku ingin mencari makan dahulu, kira kira siapa yah, yang bisa mengantarkan ku untuk mencari tempat makan dan berkeliling Sekolah' Saat Naruto berdiri, didepan ia terdapat seorang perempuan yang tersenyum.
"Hey, Kau yang saat itu,kan?! Yang menyelamatkan ku saat itu?!" Panik gadis itu, bukan panik, namun berkesan kaget dan nadanya seperti orang panik.
"Hmm… kau… sepertinya aku tahu kau sia- ah! Kau adalah orang yang ingin dirampok saat itu bukan?" Ya, Naruto mengingatnya.
"Perkenalkan, Namaku Megumi Tadokoro"
"Aku Naruto"
"Kau butuh bantuan? Mencari tempat makan?" Tawar Megumi dan langsung dijawab iya oleh Naruto, Naruto juga bicara kepada Megumi untuk memberi tahu selak beluk Sekolah ini.
.
"Ano… Naruto-san, kenapa penampilan mu berubah dari saat kita bertemu?" Tanya Megimu yang sedang minum.
"akkkwwar iiwak mwencwoowok, Ohok! Ohok!" Naruto tersedak saat berbicara sambil makan, saat ini ia makan Ramen dikantin, menurut Naruto entah mengapa ia familiar dan suka dengan yang namanya 'Ramen'.
"ehem, em… Agar aku tidak terlalu mencolok, lagi pula aku suka gaya ku seperti ini, dan 1 lagi yang ingin ku bicarakan padamu Megumi-chan, jangan memberi tahu ke orang lain bahwa aku memiliki kekuatan, entah siapalah"
"Hmm… Oke deh Naruto-san" Dan setelah Megumi berucap seperti itu, suara ribut pertengkaran pun terdengar, ada perkeelahian disalah satu warung makan, 2 orang laki-laki.
"HEY! ITU MILIK KU! MENGAPA KAU MENGAMBIL DAN MEMBUANGNYA!"
"HA'?! MILIK MU? AKU MENGANTRI LAMA DAN KAU MENYELAK KU, YANG KULAKUKAN SEKARANG ADALAH IMPAS!"
"Baiklah, kita atasi masalah ini dengan INI!" Lalu laki-laki yang pertama itu memukul wajah laki laki kedua, namun ditahan dengan mudah.
"Harus ada yang bisa menghentikan mereka, namun siswa tersebut adalah pemberontak, bisakah kau menghentikan ini dengan kekuatan mu Naruto-san?" Ucap Megumi khawatir.
"A-aku tidak bisa menghentikannya disini, disini tempat umum dan banyak orang"
"Minta tolong Naruto-san, Aku tak mau kedai Ramen itu hancur dan tutup"
'Kedai Ramen? Benar juga, mereka bertengkar karena Ramen, itu adalah makanan terbaik, jika ditutup aku tidak bisa memakan Ramen lagi, bisa gaswat kalau begini' Naruto langsung memasang muka panik, ia baru makan Ramen dan itu dia sudah tandai itu, Ramen adalah makanan terbaik didunia menurutnya, lalu langsung mau ditutup?
"Baiklah, akan aku usahakan" Lalu Naruto berdiri dan menarik nafas lalu membuangnya pelan, ia memikirkan strategi, dan saat sudah ketemu strateginya, ia mengambil plasti sebesar kepalanya dan langsung berlari kencang, mencekik laki laki kedua, yang dikatakan pemberontak dan membawanya keruang yang sepi, setelah itu Naruto memang plastik tersebut dikepalanya dan berbicara.
"Jangan menggagu orang lain atau kau akan terima akibatnya" Ucap Naruto sambil mencekik.
"Ha-ha'i" Setelah Laki-laki tadi berucap, Naruto langsung menghilang menyisakan kilatan petir dan kilat dan kembali ketempat duduk kantin yang ia tempati tadi, sedangkan dikantin, Laki-laki yang tadi bingung mengapa lawan bicaranya hilang? Terakhir yang lihat adalah petir petir percikan dikit?
Krrrrrriiiiinnnnnnnnnnng
Dan disaat yang tepat, waktu jam istirahat telah usai Naruto dan Megumi pun masuk kedalam kelas bersama, tanpa Naruto sadari ada sesorang yang megawasi dan melihat gerakan yang sangat cepat walau sekilas yang Naruto lakukan tadi.
.
.
.
Waktu pelajaran sudah selesai dan saatnya pulang, saat Naruto keluar dari pintu kelas, ia bertemu lagi dengan ketua OSIS.
"A-ah, Apa ba-bakar, eh… Apa kabar Mega- Sona-Chan" Ucap Naruto Canggung.
"Jangan sok akrab dengan ku, ada suatu hal yang ingin kubicarakan dengan mu, ikuti aku" Lalu mereka berdua jalan bersama mencari tempat yang sepi
"Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Naruto, sekaran mereka berada di tempat sepi.
"Aku ingin merekrutmu menjadi Anggota OSIS" Ucap Sona santai.
"Aku ingin bertanya dahulu sebelum menjawab pertanyaan mu, apa itu OSIS?"
Sona tersentak, lawan bicaranya tak tahu apa itu artinya OSIS?
"Serius?"
"Ya, Aku serius"
"hah… Aku akan menjelaskan intinnya, OSIS adalah sebuah organisasi, tugasnya menjaga keamanan dan kedisiplinan siswa siswi disini" Jelas Sona.
"Ohh… Lalu kenapa kau merekrutku? Lagipula Aku ini anak baru bukan? Apa kau merekrutku karena aku memakai kacamata?"
"Bukan itu, Aku merekrutmu karena tadi aku melihat kau menyelesaikan masalah dengan cepat, kami membutuh 1 orang"
"…" Naruto langsung terbengong, jika dia tahu, berarti dia melihat saat Naruto berlari dan kembali sehabis membuat pelajaran ke pemberontak.
"?"
"Cari yang lain saja, Aku tidak berminat"
"Baiklah, Aku akan bocorkan masalah kekuatan mu ke siswa-siswi Sekolah ini" Seketika Naruto kaget.
"Jangan! Baiklah, aku akan jadi anggota OSIS, tapi jangan beritahu siapa siapa" Panik Naruto.
"Bagus, besok kau datang pagi seperti tadi, aku akan menunggu mu dikelas mu" Setelah mengatakan itu Sona pergi dari tempat.
"Huh… Dasar" Lalu Naruto langsung pergi dari Sekolah menuju rumah.
.
.
.
"Kaicho, apa tidak apa-apa Manusia masuk ke OSIS? Bukankah yang masuk OSIS harus menjadi peerage mu terlebih dahulu?" Tanya seorang Laki-laki satu-satunya didalam ruangan OSIS.
"Benar kata Saji, bukankah nanti masalah dan akan menjadi…. Beban?" Ucap Bishop Sona.
"Tidak, tidak akan jadi masalah, ia memiliki kekuatan yang sangat menakjubkan, bukan jadi beban, justru menguntungkan, kau akan liat besok malam nanti" Sona tersenyum, yang lainnya pada kaget, mereka yang ada didalam ruangan belum pernah melihat Sona tersenyum akhir akhir ini, sehebat apakah orang itu? Itu dipikiran mereka semua.
.
.
.
SKIP DAY
.
.
.
Kesokannya Naruto datang lebih awal dari kemari, ia bertemu Sona dan Naruto berusaha berbicara santai dengan Sona yang susah diajak bicara sama sekali, saat ini mereka sedang menuju ruangan OSIS.
"Oh iyak, ini pertanyaan yang ingin sekali kutanyakan dari kemarin, mengapa siswa-siswi disini pada memerhatikan ku? Apakah ada yang salah?" Tanya Naruto bingung.
Sona berhenti dan memerhatikan penampilan Naruto, Sona tahu apa yang salah dari Naruto.
"Penampilanmu, sungguh mencolok, culun, membuat orang sakit mata" Lalu Sona kembali jalan.
"Hah… tak ku sangka, mulut mu pedas kali…" Dan mereka sampai di OSIS Room.
"Oke semuanya, berkumpul sekarang" Tegas Sona.
Yang ada didalam ruanganpun berkumpul dan Bishop, Momo agak meremehkan Naruto saat baru datang.
"Hmm… Inikah anak baru itu? Kenapa dia harus masuk ke OSIS?" Remeh Momo, Naruto pun tidak menaggapi
"Oke perkenalkan dirimu"
"Namaku Naruto" Singkat, Padat, Jelas.
'muke gile, cuman gitu doank' sweatdrop Saji.
"Kau tidak memberi tahu tentang kekuatan mu?" Kali ini Tsubaki berbicara, Naruto tersentak kaget, bagaimana mereka tahu? Padahal ia sudah menekan energinya sampai ketitik sangat rendah, apa masih kurang? Dan juga dari penampilannya?
"D-dari mana kalian tahu? Sona-chan, kau tidak memberi tahu mereka,kan?"
"Tidak, sama sekali, dan kami juga akan memberi tahumu, kalau kami disini adalah Iblis semua" Naruto tidak terlalu terkejut, karena ia juga merasakan energinya.
"Jaga ucapan mu, panggil 'Kaicho', bukan Namanya" Geram Saji.
"Teknik Sensor ku kuat, Energi yang kau tekankan masih terasa di sensor ku" Jelas Tsubaki.
"Hah… Baiklah, kekuatan ku adalah berlari cepat dan juga dapat memanipulasi waktu namun aku tidak terlalu mahir menggunakannya lalu jurus jurus Ninja dan mengeluarkan sebuah pedang yang kalian tidak tahu apa pedang itu, jenisnya, dan siapa nama pedang itu" Jelas singkat Naruto.
"Jadi kau adalah seorang Shinobi?" Tanya seorang perempuan bernama Reya.
"Yap, bisa dibilang begitu"
"Oke, Sekarang kami memperkenalkan diri" Ucap Sona dan mereka memperkenalkan diri mereka masing masing dan kekuatan masing masing.
"Nanti malam kita akan memiliki tugas, Naruto kau sudah tahu siapa Rias?" Tanya Sona
"Ya, dia sebangku dengan ku"
"Dia adalah Iblis, sama seperti kami, jadi yang ingin kukatakan adalah kau membantu Rias dan Peeragenya melawan Iblis liar sedangkan kami akan menjaga Kekai"
Naruto berpikir sebentar, dia tidak mau terlalu banyak yang mengetahui kekuatannya, cukup Megumi, Sona dan Peeragenya, Naruto menghela nafas, ia akan memikirkan rencananya nanti saat pulang.
"Baiklah, akan aku usahakan" Dan Belpun berbunyi menandakan sudah masuknya jam pelajaran pertama.
Saat Naruto keluar dari ruangan OSIS dan berjalan menuju kelas, kebetulan ada Rias dibelakangnya dan Naruto tidak menyadarinya.
'Kenapa SiCulun ini dari Ruangan OSIS?' Batin Rias
"Hei Culun-san, apa yang kau lakukan di Ruang OSIS" Naruto sedikit terkejut dengan datangnya Rias.
"Ah… Aku baru saja diundang oleh Sona-san, … Tomat-san" Ledek balik Naruto, Rias kaget, baru ada Laki-laki yang berani meledeknya kecuali kakaknya, Rias menarik kerah Naruto dan berkata.
"Dengar ya… Kau tidak punya hak meledek ku, ingat derajat mu di Sekolah ini…" Lalu Rias pergi duluan.
"… Untuk orang culun seperti mu, Mata Birumu sangatlah indah, berterima kasihlah atas pujian ku" Lanjut Rias dan Naruto tidak menanggapi sama sekali.
.
.
.
SKIP TIME
.
.
.
Saat dimalam hari Sona, Rias, dan para Peeragenya sudah sampai tujuan dimana terdapat Iblis Liar … Kecuali Naruto.
"Huh… Kurasa dia melupakannya" Ucap Sona
"Tidak, Aku rasa dia sengaja melakukannya, mungkin sekarang dia sedang membaca buku…" Sahut Momo
"Darimana kau tahu?" Tanya Reya.
"Julukannya?"
"Biarlah, besok akan ku peringati, yang penting sekarang kita menjaga buat Kekai disekitar sini"
Rias dan Peeragenya sudah menemukan Iblis Liar tersebut dan merekapun bertarung, pertarung lumayan lama menurut Sona karena tidak pernah selama ini, mari kita lihat Rias dan lainnya.
"Ke-kenapa dia begitu kuat?" Ucap salah satu Peerage Laki-laki bernama Kiba
"Aku harus berterima kasih terhadap Kokabiel-sama, energi ini begitu kuat, HAHAHA! Kalian tidak akan bisa melawanku sekarang" Bangga Iblis Liar.
Saat ini semua Peerage sudah K.O, tersungkur tidak berdaya kecuali Rias yang sedang bersembunyi dengan baju rombeng-rombeng, kekuatan yang dimiliki Iblis Liar tersebut dibilang cukup kuat, merekat tubuh seseorang dengan tanah, dan menghisap energi.
.
"NAH! Akhirnya kelar juga, nih, sekarang kau bisa pakai"
"Cakep cakep, tapi kau terlalu lama Azazel-san, mungkin nanti Megane-chan marah, ya sudah aku langsung saja berangkat, Jaa ne~" Naruto berlari sangat kencang mengeluarkan efek angin yang sangat kencang hingga rambut Azazel terangkat semua.
.
"Saji, cepat kau cek keadaan Rias dan yang lainnya!" Teriak Sona.
"Ha'i Kaicho" Saji langsung turun dan berlari menuju tempat kejadi perkara, dan yang ia lihat saat ini semua Peerage Rias tersungkur tidak berdaya alias pingsan, dan Rias sedang berlari dan kejaran tanah yang ingin menjebaknya.
"Saji, cepat panggil Sona dan yang lainnya, Aku membutuhkan bantuan" Dan disaat itu kaki Rias terjebak oleh tanah, perlahan-lahan energi Rias terkuras.
"Ara, ada 1 orang lagi yang datang, kurasa 1 lagi cukup untuk membuatku lebih Powerfull"
'Sial, Aku harus cepat' Namun terlambat, kaki Saji sudah tertekam Tanah.
'Kuso, Sempak Issei' Dan Saji pingsan.
.
"Kenapa Saji lama sekali" Khawatir Sona.
"Baiklah, sekarang Aku yang kesana, kalian tetap pertahankan Kekkai ini" Dan Sona langsung pergi.
.
Sama seperti Saji, Ia terkejut dengan apa yang terjadi, dan melihat Saji tersungkur.
"Saji!" Namun saat Sona ingin berlari ke tempat Saji, Iblis Liar muncul.
"Sudah ku duga 1 per 1 pasti datang kesini, sepertinya kau pemimpinnya, setelah mengurusmu, aku akan ketempat Peerage mu" Dan seperti Saji lagi, kaki Sona langsung terperangkap.
Namun disaat yang tepat namun terlambat, Iblis Liar tadi terpental oleh kilatan Petir yang sangat cepat dan Tanah yang ada dikaki Sona hancur.
'Naruto' Batin Sona, diantara Kesal dan Senang saat melihat Naruto datang, Kesal karena telat, Senang karena datang disaat genting pada dirinya.
"Si-Sial, siapa kau? Beraninya menggagu ku!" Geram Iblis Liar, wajah yang dia lihat sekarang adalah topeng yang menutupi Wajah kecuali Jidat dan Mata dan topengnya tersebut seperti menyatu dengan Hoodie (Tampilan lengkap Seperti Scorpion Mortal kombat X, Tapi kostumnya bewarna Merah bukan Orange, browsing aja) (maksa).
"Sona-Cha- Kaicho, Bolehkah kubunuh?" Basa basi Naruto.
"Silahkan jika kau bisa" Sahut Sona
Naruto menyekik Iblis Liar tersebut dan berlari kencang menuju dinding dan menabrak beberapa dinding hingga jebol, setelah melakukan itu Naruto melepaskan cekikannya dan memanipulasi waktu agar Iblis Liar tersebut lambat ketika jatuh, Naruto memukul bertubi-tubi dengan cepat pada badan Iblis Liar tersebut dan berhenti memanipulasi waktu dan yang terjadi pada Iblis Liar adalah terpental kencang.
Namun belum berakhir sampai disitu, Naruto mengeluarkan Kunai dan melemparnya ke Iblis Liar tersebut dan bersuara 'Come here', setelah Kunai tertusuk didada secara mendadak pada Iblis Liar, Iblis Liar pun tertarik kencang menuju Naruto dan Naruto sudah siap dengan Rasenggan dan menargetkan muka Iblis Liar, alhasil Wajah Iblis liar terpisah dari badan karena kuatnya tarikan dan kuatnya dorongan pada Wajah Iblis Liar karena Rasenggan Naruto.
Semua pada terbengong-bengong ketika Naruto berbalik ke belakang, terdapat Sona dan yang lainnya, Saji pun ketakutan dengan Makhluk yang membunuh Iblis Liar tersebut.
'T-tak ku sangka ada Manusia sekuat ini' Batin Sona.
"I-itu siapa Sona-Kaicho" Ucap Momo ketakutan.
"D-dia itu… Naruto" Saat Sona mengucapkan itu, semua bereaksi kaget.
'Ti-tidak mungkin'
'Mustahil'
'Aku tak percaya'
Batin beberapa Peerage Sona, lalu Naruto datang dengan memegang Kepala Iblis Liar, dan membuka Hoodie dan Topengnya
"Yo Sona-chan! Aku menepatkan janji ku bukan? Oh ya, bagaimana Kostumku? Bagus nggk?" Naruto berucap tanpa ia sadari, yang lain masih pada bengong menatap Wajah Naruto.
'T-tampan?!'
'Inikah Wajah A-aslinya'
'K-kampret'
'A-aw'
"Ano… Kenapa pada nganga yak? Apa setelah membunuh Iblis Liar kalian memakan dagingnya? Nih aku mendapat kepalanya" Sambil menyodorkan kepala Iblis Liar, dan saat itu semua baru sadar.
"A-apa kau benar Naruto?" Tanya Momo.
"Tentu saj-" Naruto baru ingat bahwa ia tidak memakai Kacamata dan merapihkan Rambutnya.
"Ahahaha, Aku lupa menyisir dan memakai Kacamata hehehe…" Tawa Canggung Naruto
"Lalu kenapa kau harus memakai Kostum ini?" Tanya Sona
"Aku tidak mau banyak orang yang mengetahui Identitas ku, cukup Sona-Chan dan yang lainnya saj- Wadoo…" Naruto digeplak Sona.
"Jaga omongan mu" Ucap kesal Sona, Namun terukir senyuman.
"Baiklah, sebaiknya kita pergi dan menyembuhkan yang lainnya sekarang!" Tegas Sona
"Ha'i!"
.
Ditempat kejadian tadi, dilangit terdapat seseorang sedang melayang memerhatikan Wajah Naruto, terukir sebuah senyum dan pergi dengan Portal teleportasi khas Keluarga Gremory.
...
..
.
.
Namun bukan seorang Gay...
.
TAMAT
.
.
.
To Be Continue deh…
.
Bagaimana? Sudah Absurd belum? Ya pastilah! Oh yak, Chapter 3 nanti ingin ku adakan Q&A… karena kalau ada yang ingin kujelaskan sekarang udah Malas bangeeeet ngetiknya, yah… Kalian benar, aku anak yang malas.
.
So… I need your Critics and Suggestion for this Fanfic :D agar chapter kedepannya ada yang diperbaiki dan hasilnya lebih ntapz, btw kalau banyak yang SUKA, aku bakal lanjut ini Fanfic ;) …
Remember! Kritik dan Saran… Bukan Caci Maki, Right?
. . . ..::::::: Where & Who Am I ? :::::::.. . . .
