TITTLE : MY MARRIED LIFE

AUTHOR : DOKIMKYUNGSOOJONGIN

CAST : OFFICIAL EXO COUPLE

GENRE : MARRIED-LIFE, DRAMA, HURT-COMFORT, ROMANCE, SAD !

PAIRING : KAISOO, HUNHAN, CHANBAEK, KRISTAO, SULAY, CHENMIN

RATE : T ( Dikarenakan bulan puasa jadi rate nya T ya )

SUMMARY : Jika aku jadi seorang SEME ! aku akan mengajarimu suatu hal yang penting, menjadi seorang seme bukan sekedar kau memberi perhatian atau menyayanginya. Tapi kau harus tau kau! harus belajar bagaimana cara mencintainya dengan sepenuh hati, belajar bagaimana tak mengabaikan apalagi menyianyiakan seseorang yang telah mencintaimu, karena kau akan tahu betapa sakitnya saat kau kehilangan orang yang sangat mencintaimu. Itulah yang UKE pikirkan, mereka peduli, mengerti dan memahami dan lebih peka terhadap yang namanya perasaan!

Disclaimer: EXO MILIK TUHAN, SMENT, DAN TENTU KELUARGA NYA MASING MASING ! YAOI, JADI TOLONG KALAU GAK SUKA YAOI GAK USAH BACA !

DAN TOLONG JANGAN JADI SILENT RIDERS DAN TOLONG LAGI JANGAN SAMPAI MENGCOPAS ATAU MENCURI IDE FF KU INI KARNA FF INI MURNI AKU YANG BUAT DAN HASIL DARI PEMIKIRAN LABIL AKU !

Maaf kalau ada Typo's karna aku hanya hamba Allah yang tidak sempurna =)) jadi maaf kalau ada typo's ya .

Yaudah deh gak usah banyak bacot lagi sekarang, selamat baca ya READERS ku sayang ;;)

Hahaha oh iya, REVIEW nya sangat dinanti untuk membuat author menjadi semangat ngelanjutinnya, okedeh BYE !

[CHAPTER 3]

{KAISOO}
(MY MARRIED LIFE)

-Dichapter Sebelumnya-

"INTIMACY" – "HONESTY" – "COMMITMENT" – "YOU" – "ME"

Setelah selesai membereskan seluruh rumahnya, kyungsoo yang lelah menuju kamarnya, setibanya dikamar kyungsoo melihat ponsel jongin.

"tumben sekali ponselnya tertinggal?" kyungsoo bermonolog sendiri dan tak ingin memegang ponsel jongin, namun rasa penasaran kyungsoo mengalahkan semuanya.

Kyungsoo membuka ponsel jongin.

"1 pesan baru? Dari krystal?" kyungsoo mulai menekan tombol buka pada layar touch screen milik jongin

Namun sebelum kyungsoo membuka pesan itu, suara seorang lelaki memanggilnya dari arah pintu membuat kyungsoo membatalkan niatnya untuk membuka pesan itu.

"soo? Kau sedang apa?" jongin menghampiri kyungsoo yang berada didekat meja di samping ranjang jongin

"ti-tidak, ah ini ponselmu. Satu pesan dari krystal" kyungsoo memberikan ponsel itu kepada jongin, lalu menaiki tangga ranjangnya yang berada diatas ranjang jongin.

Jongin membuka pakaian polisinya, ponselnya di letakkan saja diatas meja tadi. Kyungsoo yang mengintip dari atas ranjangnya. jongin yang tak membuka pesannya membuat kyungsoo penasaran dengan isi pesan itu.

"jongin?" Tanya kyungsoo yang memandang jongin dari atas ranjangnya

"ne" jawab jongin seadanya lalu meletakkan pakaiannya ditempat biasa dia meletakkannya.

"kau tak membuka pesanmu terlebih dahulu? Ehm- maksudku mana tau saja itu penting?" kyungsoo bertanya dengan sedikit nada yang takut, apalagi jongin yang siap pulang bekerja pasti merasa lelah dan langsung tidak menanggapi panggilan dari kyungsoo.

"itu tidak penting bagiku, soo" ucap jongin tak berekpresi, dan jawaban itu hanya diangguki oleh kyungsoo

Jongin masuk ke dalam kamar mandi, memakai baju tidurnya, sedangkan kyungsoo masih bergulat dengan pikirannya kenapa jongin tak membalas pesan dari perempuan itu.

Beberapa menit berlalu, jongin keluar dari kamar mandinya dengan baju tidur yang sama dengan yang dkenakan oleh kyungsoo, jongin mulai merebahkan tubuhnya di atas ranjang kamar tidurnya. Mulai menyamankan posisi tubuhnya.

"jongin bolehkah aku bertanya lagi?" kyungsoo kini berada di atas ranjang, ya seperti ini mereka, bertanya Tanya tapi tidak pernah bertatap muka jika dikamar. Kyungsoo ranjang atas dan jongin di ranjag bawah.

"Tanya kan saja" sepertinya jongin lelah, karena kyungsoo tau jika jongin menjawabnya acuh tak acuh berarti jongin sedang tidak ingin di ganggu atau kelelahan, terkadang memang susah membaca pikiran jongin, dia orang yang sangat aneh bagi kyungsoo.

"pesan itu? Apakah pesan itu dari wanita yang berdansa bersama mu kemarin malam?"

Jongin tertegun, kini jongin mulai merasa bersalah dengan kyungsoo, kenapa bisa dia menghianati namja sepolos dan seimut kyungsoo. Jongin hanya diam, keadaan menjadi hening. Kyungsoo yang penasaran menunggu jawaban jongin akhirnya bertanya lagi.

"jika benar, kenapa kau tak membalasnya? Mana tau saja itu pent-"

"SOO? BISAKAH KAU DIAM !" jongin mulai marah karena kyungsoo terus mengintrupsinya agar membalas pesan dari krystal, jongin hanya tak ingin terlalu dalam menyakiti kyungsoo, biarlah yang lalu jongin hanya ingin kehidupan rumah tangga nya dengan kyungsoo baik baik saja.

"ma-maafkan aku, selamat tidur jongin hiks" kyungsoo menangis dalam diam, suara tangisannya bahkan tak terdengar oleh jongin, hanya air mata yang keluar dari sudut mata kyungsoo. Kyungsoo sudah biasa begini, dia bahkan sudah kebal dengan perilaku jongin yang selalu menyakitinya.

"aku sudah tidak berhubungan lagi dengannya soo"

Ucapan jongin membuat kyungsoo membulatkan matanya, kyungsoo yang menangis dalam diam tak menghiraukan bahkan menjawab ucapan ucapan yang keluar dari mulut jongin.

"aku sudah memutuskan hubunganku dengannya, aku hanya ingin kita memulai lembaran baru sebagai orang yang sudah berumah tangga, maafkan kesalahanku selama ini, aku memang suami yang hanya bisa menyakitimu, kumohon percayalah denganku. Aku hanya ingin memperbaiki semuanya soo"

Kyungsoo yang mendengar ungkapan jongin hanya diam, kyungsoo masih saja menangis, ia mendengar semua pernyataan yang jongin bilang,hanya saja kyungsoo berpura pura tidur dan tidak menanggapinya.

"soo? Kau sudah tidur?" jongin yang merasa tak ada respon dari kyungsoo bergegas turun dari ranjangnya dan menaiki tangga menuju ranjang kyungsoo.

Arah tidur kyungsoo membelakangi jongin, sehingga jongin tak bisa melihat keadaan kyungsoo yang sedang menangis, kyungsoo yang merasa jongin menghampirinya berpura pura memejamkan matanya dan seolah olah dia tak mendengar apa yang di ucapkan jongin barusan.

Jongin yang melihat kyungsoo tertidur, mengambil selimut dan menyelimuti tubuh kecil kyungsoo.

"aku hanya ingin menjadi suami yang baik untuk mu soo" jongin mengelap airmata yang tertinggal di pipi kyungsoo

"maafkan kesalahanku selama ini, maafkan aku karna telah membuat mu menangis, aku akan berusaha menjadi suami yang baik untukmu"

Jongin mengecup bibir kissable milik kyungsoo dengan lembut.

"selamat tidur kyungie ku" jongin lalu bergegas turun dari ranjang kyungsoo menuju ranjang nya.

Kini jongin merebahkan tubuhnya di diatas ranjang lalu terlelap.

"jangan terlalu dipaksa jongin, aku tau kau tak akan bisa mencintaiku hiks" kyungsoo memejamkan matanya lalu akhirnya terlelap

.

.

Kini pagi telah tiba, sang mentari mulai muncul dari ufuk timur memancarkan kilauan nya kedalam rumah kyungsoo, kyungsoo yang merasa aneh dengan keadaan jendela yang telah terbuka langsung bangun dari tidurnya.

"siapa yang membukanya?" kyungsoo masih berpikir dua kali untuk turun dari ranjangnya, merebahkan lagi tubuhnya diatas ranjang, sambil mengerjapkan matanya yang imut kyungsoo menoleh kearah jam dinding.

Jam menunjukkan pukul 06.30, kyungsoo kaget bukan main. Kenapa dia bisa kesiangan dan tak membangunkan jongin untuk bekerja lalu menyiapkan air panas untuk mandi jongin dan menyiapkan mananan untuk bekal jongin, padahal kyungsoo sudah janji untuk membuat kan jongin bekal hari ini.

Kyungsoo bergegas turun dari ranjangnya dan melihat keadaan ranjang jongin yang telah kosong tanpa ada orang yang menidurinya, kemana jongin? –pikir kyungsoo, kyungsoo mengangkat sebelah alisnya, apakah jongin bangun lebih dahulu darinya?- pikirnya lagi

Kyungsoo berjalan menuju dapur, setibanya di dapur kyungsoo melihat jongin sedang membuat secangkir capucino yang biasanya jongin minum.

"eh soo! Kau sudah bangun? Aku tak tega membangunkan mu,tidurmu sangat pulas" jongin meminum capucinonya dan meletakkannya di atas meja

"oh iya, bisakah kau cepat memasak kan air panas untuk ku? Jika kau hanya berdiam diri disitu aku bisa terlambat" jongin tersenyum lalu meninggalkan kyungsoo di dapur sendirian yang masih termenung.

"kadang aku tak mengerti dengan pikiran namja hitam itu" kyungsoo menggaruk kepalanya yang terasa gatal, menuju keran dan mengambil air untuk dimasaknya.

Kyungsoo mengambil beberapa bahan makanan yang akan dimasaknya nanti, menyiapkan segala sesuatu yang ia butuhkan nantinya. Kyungsoo kini sedang mencuci, lalu memotong bahan makanannya, ia ingin membuat makanan yang lebih special untuk suaminya hari ini.

Kyungsoo yang sibuk memasak, sedangkan jongin sedang mandi di kamar mandi yang bersebelahan dengan dapur. Kebiasaan jongin pada pagi hari adalah mandi dengan air panas yang sedikit dicampur oleh air dingin, ya bisa di bilang hangat.

Dan selama menjadi suami yang baik untuk jongin, kyungsoo selalu membuat kan jongin air panas. Tak menunggu berapa lama masakan kyungsoo sudah siap dihidangkan, kini kyungsoo menyiapkan piring dan menuangkan nasi untuk suaminya.

Setelah menyiapkan makanan di meja makan untuk jongin, kini kyungsoo mengambil wadah untuk bekal jongin, disiapkan nya lah bekal itu dangan rapi dan terlihat sangat cantik. Kyungsoo tersenyum melihat hasil karyanya yang indah.

Pekerjaan kyungsoo sudah selesai tinggal menunggu jongin keluar dari kamar mandi dan memakai seragam polisinya. Kyungsoo agak sedikit bosan menunggu jongin, karena jongin jika mandi menghabiskan waktu yang tidak sebentar.

Pada saat kyungsoo ingin mengambil minum, suara handphone yang berbunyi dari atas kulkas mengganggu aktivitasnya, kyungsoo bergegas menuju kulkas dan mengambil handphone jongin.

"1 pesan baru? Dari krystal lagi?" kyungsoo yang penasaran langsung membuka ponsel jongin tanpa meminta izin kepada suaminya itu terlebih dahulu.

-chagi, kenapa akhir akhir ini kau tidak menghubungiku? Aku sangat merindukanmu, nanti temui aku di sakura café jam 5 sore? Bagaimana? Aku menunggumu chagi-ya, saranghae:*-

Hati kyungsoo terasa teriris pisau, kyungsoo bergetar dan menangis, mana janji jongin tadi malam, apakah itu hanya sebuah bualan saja. Kyungsoo meletakkan ponsel jongin diatas kulkas kembali namun jongin datang dan menghampirinya.

Jongin melihat kyungsoo meletakkan handphone nya diatas kulkas, jongin bisa melihat dari sudut mata kyungsoo bahwa kyungsoo siap menangis.

"soo? Kau tidak apa apa?" jongin mencoba mendekati kyungsoo, namun kyungsoo malah menghindar.

"Gw-gwencana" kyungsoo lalu meninggalkan jongin yang berada di dapur, kini kyungsoo menuju meja makan dan memakan makanan nya sendirian tidak menunggu jongin terlebih dahulu.

Jongin yang merasa ada yang tidak beres lalu mengecheck ponselnya, dibukanya kotak masuk.

"krystal?" jongin mencoba mencerna pikirannya

-chagi, kenapa akhir akhir ini kau tidak menghubungiku? Aku sangat merindukanmu, nanti temui aku di sakura café jam 5 sore? Bagaimana? Aku menunggumu chagi-ya, saranghae:*-

"arrggghhhh sial! Pasti kyungsoo sudah membaca pesan ini" jongin bergumam frustasi.

.

.

Kyungsoo memakan makanannya, lalu jongin datang menghampiri kyungsoo di meja makan, tak percakapan diantara mereka, jongin juga mengerti perasaan kyungsoo pasti kyungsoo sedang tidak ingin diganggu saat ini.

Kyungsoo mulai menggeserkan kursinya kebelakang, dan meninggalkan meja makan. Jongin hanya melihat kyungsoo dengan tatapan aneh tak biasanya dia seperti ini.

Jongin berdehem "soo?" memanggil kyungsoo dengan nada yang lembut.

"ne, wae?" kyungsoo menoleh ke belakang

"i-itu, maksud ku apakah bekal ku sud-" kyungsoo memotong perkataan jongin

"sudah ku siapkan, ambil saja di dapur" kyungsoo lalu menuju dapur membereskan dapur yang sedikit tidak beres.

Kyungsoo masih saja berkutik dengan pekerjaan dapurnya dan tidak menghiraukan jongin yang sedang mengambil bekalnya, kyungsoo kini sedang membelakangi jongin. Kyungsoo yang tau keberadaan jongin hanya diam dan tak bergeming, entahlah seolah seolah dia malas untuk mengucapkan kata kata karna melihat isi pesan diponsel jongin tadi

"soo? Terimakasih, aku berangkat" jongin memasukkan bekalnya kedalam tasnya, menunggu respon dari namja bermata bulat itu, namun nihil kyungsoo bagai patung tak menjawab sapaan jongin.

"soo?" jongin mencoba memanggil kyungsoo kembali

Kyungsoo membalikkan badannya "ah, jongin. Ne" kyungsoo melanjutnya memcuci piringnya.

Jongin menghampiri kyungsoo, memegang pundak kyungsoo. "kyung? Kau kenapa?"

Kyungsoo membalikkan badannya dan menatap aneh jongin. "aku? Aku baik baik saja jongin" kyungsoo melanjutkan mencuci piringnya, dan lagi lagi tak menghiraukan jongin.

"apa karna pesan itu? Kau membacanya?" pertanyaan Jongin membuat kyungsoo menghentikan aktivitas mencuci piringnya, kyungsoo menatap jongin tanpa ekspresi.

Kyungsoo mencoba mengalihkan pembicaraan dengan melihat jam yang ada di sudut dinding dekat dapurnya.

"sudah jam segini, kau tak berangkat? Luhan sudah menunggumu, kau bisa ditinggal jika disini terus!" kyungsoo berucap cuek dan menyudahi cucian piringnya. Mengelap tangannya yang basah lalu meninggalkan jongin.

Jongin menarik tangan kyungsoo "soo, dengarkan aku dulu. Aku sudah tidak ada hubungan lagi deng-"

"itu bukan urusanku, bukankah dari awal kita tak saling mencintai?" pertanyaan telak itu mengundang kemarahan jongin.

"Kau ini bicara apa soo?" jongin masih menatap kyungsoo dan begitu juga sebaliknya.

Suara telepon rumah berbunyi dari ruang tengah, membuat kyungsoo segera melepaskan genggaman tangan jongin.

"a-aku harus mengangkat telepon dulu, pergilah. Luhan sudah menunggu" kyungsoo berucap lembut membuat hati jongin luluh.

Jongin akhirnya meredam kemarahannya "aku berangkat dulu" kyungsoo tersenyum.

Kyungsoo menghela nafas nya panjang, sungguh ia tidak ingin terus bertengkar dengan jongin. Kyungsoo melangkah kan kakinya menuju telepon rumah yang berada di ruang tengah.

"halo?" kyungsoo berujar lembut kepada si penelepon.

"kyung, hari ini kan tidak bekerja, bolehkan aku bermain kerumahmu. Yah, sekedar bertamu. Bagaimana?"

"kris? Tentu saja" ujar kyungsoo lembut dan tersenyum memainkan kabel kabel telepon dengan tangan kirinya.

"ok, aku akan segera kesana"

"ok"

Kyungsoo menutup teleponnya, lalu membereskan ruang makan yang sudah digunakan nya tadi bersama jongin. Kyungsoo menyusun makanan yang tak habis dimakan tadi, ia akan menghangatkan makanan ini itu nanti malam, jika jongin ingin makan.

Kyungsoo yang merasa lelah, duduk di meja makan, meminum air putih yang telah di ambil nya tadi, setelah itu kyungsoo meletakkan tangannya silang diatas meja dan meletekan kepalanya dia tas tangannya.

Tak lama kemudian kyungsoo yang merasa lelah mencoba untuk tidur, namun suara bel berbunyi.

"ah, kris. Kenapa aku bisa lupa" kyungsoo meletakkan gelasnya di dapur lalu menuju ke pintu rumahnya didepan, kyungsoo membuka pintu nya, terlihatlah sosok tampan betubuh tinggi dan senyum yang sangat menawan.

Lelaki itu tersenyum kepada kyungsoo lalu kyungsoo membalas senyuman itu.

"bolehkah aku masuk soo?" kris yang bingung melihat kyungsoo yang hanya memandangnya dan tidak mempersilahkannya masuk akhinya menegur kyungsoo terlebih dahulu.

"oh, ne. silahkan kris" kyungsoo mempersilahkan kris menuju ruang tamu, kris duduk disofa didepan kyungsoo.

"kau ingin minum apa kris?" Tanya kyungsoo yang masih berdiri menunggu jawaban dari kris.

"seperti nya tak usah repot repot soo" ujar kris lalu tersenyum

"aku tak merasa repot kris, baiklah tunggu disini aku akan membuatkan satu cappuccino special untuk mu" kyungsoo lalu meninggalkan kris menuju dapur

Kris hanya tersenyum melihat tingkah imut kyungsoo, bocah itu sama sekali tidak pernah berubah dari awal berpacaran dengan kris hingga sekarang kyungsoo masih saja manis menurut kris.

Kyungsoo mengaduk cappuccino specialnya yang telah ia buat, menambah kan lagi gula karna ia rasa hanya sedikit memberikan gula.

"coba saja aku di jodohkan dengan kris pasti aku lebih bahagia" ujar kyungsoo sambil masih mengaduk cappuccino yang ia buat.

"ah, apa yang kau pikirkan kyungsoo! Kau sudah memiliki suami, buang saja pikiran mu tentang kris dan fokuslah kepada suamimu sekarang! Yaaaa, harus bisa! Hwaitingg" kyungsoo bermonolg sendiri dan memberikan semangat kepada dirinya, lalu mengambil piring kecil untuk membawa cappuccino untuk kris.

Kyungsoo datang dengan senyum yang merekah melihat kris sedang berkutik dengan laptopnya, sepertinya ada tugas yang penting yang sedang dikerjakan oleh kris.

"ini" kyungsoo memberikan cappuccino nya kepada kris dan sedikit melirik pekerjaan yang kris kerjakan "gumawo" kris lalu mengambil cappuccino itu dari tangan kyungsoo.

"kau terlihat serius, apakah ada tugas yang penting?" kyungsoo duduk di samping kris membuat kris menjadi deg-degan, "a-ah tidak hanya saja aku tidak mengerti bagaimana menyelesaikan tugas sebanyak ini" kris menggaruk kepalanya yang sebenarnya sama sekali tidak gatal.

"coba ku lihat" kyungsoo tanpa perintah dari kris, menggeserkan laptop kris kehadapannya, mengecheck tugas kris dengan teliti, kris hanya memandang kyungsoo dengan tatapan yang sangat sulit diartikan.

"ini, tidak ada yang salah dengan tugas mu" kyungsoo memberikan laptop itu kepada kris, namun kris tidak bergumam masih saja memandang wajah imut kyungsoo tanpa berkedip.

"k-kris? Kau melamun? Hey" kyungsoo melambaikan tangannya di depan muka kris dan membuat kris sadar dari lamunannya.

"ah-h tidak, bagaimana apakah ada yang salah dari tugasku ini soo?" Tanya kris pura pura mengalihkan pembicarannya tentang ia melamun.

"itu" kyungsoo menunjuk laptop itu ke kris "tidak ada yang salah, semua baik baik saja" ujar kyungsoo lagi.

"gumawo soo" ujar kris dengan tersenyum dibalas dengan anggukan serta senyuman yang manis dari kyungsoo.

Kini mereka hanya diam, kyungsoo juga mengambil laptop nya dan mulai juga mengerjakan berkas berkas yang ia rasa belum selesai. Kyungsoo dan kris kini sibuk dengan aktivitas nya masing masing. Hingga kris yang lupa bahwa tujuannya kesini adalah meminta tanda tangan kyungsoo untuk berkas berkas yang telah selesai.

"ah- kenapa aku bisa lupa?" kris memukul jidatnya lalu mengambil beberapa berkas yang harus ia tangani.

"kenapa kris?" Tanya kyungsoo heran dengan tingkah kris yang panik

"ini soo, untung saja aku ingat, kau harus menanda tangani semua berkas ini" kris memberikan seluruh berkas yang harus ditandatangi oleh kyungsoo "sebanyak ini?" kyungsoo membulatkan matanya, kaget dengan berkas yang harus ia tangani.

"ne soo, ini appa mu yang menyuruh ku, dia lupa kemarin memberikannya kepadamu dan ditambah lagi dengan berkas yang terdahulu yang belum sempat kau tanda tangani" kris tersenyum lebarnya melihat ekpresi kyungsoo yang imut menurutnya.

.

.

Kini Jongin sedang menunggu laporan kriminal di ruang tugas bersama luhan, hari ini sepertinya tidak ada tindak kriminal yang terjadi, dilihat dari tadi jongin dan luhan hanya duduk dan tidak bergeming karna tidak ada perintah dari atasannya.

"aku lapar lu, kau ingin makan bersama ku?" Tanya jongin kepada luhan, lalu jongin mengeluarkan bekal yang dibuat kan kyungsoo untuknya.

"kyungsoo yang membuat nya?" bukan menjawab pertanyaan dari jongin, luhan malah balik bertanya kepada jongin.

"ne, aku yang menyuruhnya untuk membuatkan ku bekal luu" jawab jongin lalu membuka bekalnya dan menyiapkan sumpit untuk makannya.

Jongin sedang memakan makanannya sedangkan luhan hanya diam tak bergeming disamping jongin, luhan melirik jongin, melihat jongin dengan lahapnya memakan bekalnya.

"ehm- sepertinya enak, bolehkah aku mencobanya?" tanya luhan lalu diangguki oleh jongin karena mulut jongin penuh dengan makanan.

Luhan mengambil sumpitnya dan coba mengambil makanannya, luhan mulai memasukkan makannannya ke dalam mulut. "masitaaaaaa! Ini sangat enak jongin, kau sangat beruntung memiliki kyungsoo, dia sangat mahir! Ini lebih enak dari pada masakanku" luhan mulai melahap makanan yang kyungsoo buat untuk jongin dengan sangat lahap, tak peduli dengan jongin yang melihatnya sinis.

"luuu, jangan di habiskan! Aku masih lapar" jongin mengambil sumpitnya dari luhan dan mulai memakan makanannya lagi.

"dasar pelit! Awas saja kau, aku akan datang kerumahmu dan meminta kyungsoo untuk membuatkan ku makanan yang lebih enak dari ini" luhan menyilangkan tangannya di depan dadanya lalu melirik jongin yang tertawa karena tingkah luhan.

"hei! Kenapa kau malah tertawa, aku sedang marah pabbo!" luhan memukul lengan jongin membuat jongin kesakitan, yah karena luhan juga berprofesi sebagai polisi, tentu saja dia kuat haha

"aduh, sakit luu. Aku hanya bingung hahaha kau atau aku yang menjadi suami kyungsoo? Hahha" jongin mengejek luhan dan luhan menatap jongin dengan tatapan tidak suka.

"Kim Jongin" tiba tiba seorang pria berperawakan tinggi memanggil jongin, yah jongin tau. Itu adalah atasannya, pasti ada sesuatu yang ingin dibicarakan nya kepada jongin.

"iya? Kenapa pak?" Tanya jongin menghadap sang atasan

"laporan criminal yang kemarin kau tidak lupakan untuk membawanya?"

"ah- maafkan saya pak! Sepertinya saya tidak membawanya, saya lupa. maafkan saya. Saya akan menjemputnya sekarang!" jongin membungkukkan badannya di hadapan atasannya

"yah! Kenapa bisa lupa? Sekarang lebih baik kau jemput atau kau mendapat kau mendapat hukuman dariku!" ucap atasannya tegas

"Baik pak" jongin sekali lagi membungkukkan badannya "saya pergi dulu" jongin lalu melangkah kan kakinya pergi keluar ruang tugasnya, sedikit melihat luhan yang tersenyum puas karena melihat jongin yang dimarahi.

Jongin melajukan mobil tugasnya dengan sangat cepat dan ugal ugalan, padahal dia adalah seorang polisi tapi, aduh biarkanlah. Hati jongin kita sedang kalut.

Setibanya didepan rumahnya jongin langsung saja masuk kedalam rumahnya tanpa menekan bel terlebih dahulu, ketika jongin masuk dengan tergesa gesa ia melihat kris terlihat seperti sedang menggendong kyungsoo dan mereka tertawa berduaan.

"ehm-" jongin berdehem dan langsung menaiki tangga menuju kamarnya.

Kyungsoo yang melihat jongin langsung melepas tangan kris yang sedang memegang pinggangnya di karenakan kyungsoo yang hampir saja terjatuh karena tidak berhati hati saat ingin mengambil pulpennya.

"jo-jongin? K-kenapa kau sudah pulang?" kyungsoo terbata bata dalam mengucapkan kalimatnya, ia tau jongin pasti salah paham melihat kejadian tadi.

Jongin masih diam dan tidak bergeming, sibuk mencari berkas yang ia taruh tadi malam, ia lupa menaruhnya dimana.

"i-itu tadi tt-tidak seperti yang kau fikirkan jongin"

"apa? Tidak seperti yang kau fikirkan?"

"i-iya tadi a-aku-"

TBC

Jangan jadi silent riders yaaaa )) tinggal riview aja kok, apalagi kalau riviewan nya itu panjang duh author terharu.

Ya sudah deh. Gak usah banyak bacot lagi – yaaaaa ;;)