TITTLE : MY MARRIED LIFE
AUTHOR : DOKIMKYUNGSOOJONGIN (PRASSETYAHENDRA)
CAST : OFFICIAL EXO COUPLE
GENRE : MARRIED-LIFE, DRAMA, HURT-COMFORT, ROMANCE, SAD !
PAIRING : KAISOO, HUNHAN, CHANBAEK, KRISTAO, SULAY, CHENMIN
RATE : T
SUMMARY : Jika aku jadi seorang SEME ! aku akan mengajarimu suatu hal yang penting, menjadi seorang seme bukan sekedar kau memberi perhatian atau menyayanginya. Tapi kau harus tau kau! harus belajar bagaimana cara mencintainya dengan sepenuh hati, belajar bagaimana tak mengabaikan apalagi menyianyiakan seseorang yang telah mencintaimu, karena kau akan tahu betapa sakitnya saat kau kehilangan orang yang sangat mencintaimu. Itulah yang UKE pikirkan, mereka peduli, mengerti dan memahami dan lebih peka terhadap yang namanya perasaan!
Disclaimer: EXO MILIK TUHAN, SMENT, DAN TENTU KELUARGA NYA MASING MASING ! YAOI, JADI TOLONG KALAU GAK SUKA YAOI GAK USAH BACA !
DAN TOLONG JANGAN JADI SILENT RIDERS DAN TOLONG LAGI JANGAN SAMPAI MENGCOPAS ATAU MENCURI IDE FF KU INI KARNA FF INI MURNI AKU YANG BUAT DAN HASIL DARI PEMIKIRAN LABIL AKU !
Sorry banget ya, semuanya aku sebagai author yang buat ff ini merasa ga berguna aku lama banget lanjutin ff ini, sempet terfikir sama aku buat gak lanjutin ff ini gara gara semua ff yang aku tulis semuanya hilang. Semua file di pc aku hilang, ga tau kenapa hiks :"(
Aku udah lakuin semua cara buat balikin ff ku semuanya but -_- nihil banget hasil nya ga ada satupun yang balik, disitu kadang sama merasa sedih :" tapi yaudahlah, mau gimana lagi. Gimanapun caranya ff ini harus end. Aku pengen ff ini end trus sama ff aku yang satu lagi I love you, Jongin! Juga harus end. Doain yaa
[CHAPTER 4]
{KAISOO}
(MY MARRIED LIFE)
-Dichapter Sebelumnya-
"INTIMACY" – "HONESTY" – "COMMITMENT" – "YOU" – "ME"
Setibanya didepan rumahnya jongin langsung saja masuk kedalam rumahnya tanpa menekan bel terlebih dahulu, ketika jongin masuk dengan tergesa gesa ia melihat kris terlihat seperti sedang menggendong kyungsoo dan mereka tertawa berduaan.
"ehm-" jongin berdehem dan langsung menaiki tangga menuju kamarnya.
Kyungsoo yang melihat jongin langsung melepas tangan kris yang sedang memegang pinggangnya di karenakan kyungsoo yang hampir saja terjatuh karena tidak berhati hati saat ingin mengambil pulpennya.
"jo-jongin? K-kenapa kau sudah pulang?" kyungsoo terbata bata dalam mengucapkan kalimatnya, ia tau jongin pasti salah paham melihat kejadian tadi.
Jongin masih diam dan tidak bergeming, sibuk mencari berkas yang ia taruh tadi malam, ia lupa menaruhnya dimana.
"i-itu tadi tt-tidak seperti yang kau fikirkan jongin"
"apa? Tidak seperti yang kau fikirkan?"
"i-iya tadi a-aku-"
.
.
.
"
Kyungsoo mengikuti jongin dari belakang, raut muka kyungsoo menampakkan kecemasan, sedangkan kris hanya duduk dan tak bergeming, ia hanya bisa diam sekarang. Jongin tetap acuh walaupun kyungsoo mengikutinya.
"kai dengarkan aku dulu, ini tak seperti yang-" kyungsoo terdiam, jongin membalikkan tubuhnya ke hadapan kyungsoo, sontak matanya membulat sempurna, tatapan mata jongin membius kyungsoo sehingga tak dapat berbuat apa apa.
"apa yang harus aku dengarkan? Jadi ini yang kau lakukan selama suamimu bertugas?" kyungsoo terdiam menundukkan kepalanya, bulir air itu akhirnya menetes lagi dari matanya, kyungsoo merasa sedih karena jongin tak mendengarkannya terlebih dahulu.
"maaf ini bukan seperti yang kau bayangkan, aku bisa menjelaskannya" suara berat itu membuyarkan tatapan tajam mata jongin ke kyungsoo. Kyungsoo juga melihat kearah sumber suara, kini kris tengah berdiri dihadapan dua pasang pria yang sedang berseteru.
Jongin berdecih tak suka, ia hanya menatap tajam pada kris dan kyungsoo secara bersamaan setelah itu ia meninggalkan kyungsoo dan kris berdua, kyungsoo yang ingin mengikuti jongin dari belakang dicegah oleh kris.
"jangan mengikutinya.. kau pergilah ! aku akan membicarakan kejadian tadi padanya" kyungsoo tersenyum lalu mengeluarkan air matanya yang tak dapat lagi ia bendung.
"kris…" kyungsoo memanggil kris dengan lembut.
"hmm.. wae?"
"bisakah kau pulang? Aku akan membicarakan soal ini dengan suamiku.. aku mohon"
"ah.. baiklah karena seorang putri cantik yang mengusirku aku tak bisa berbuat apa apa" kyungsoo tersenyum lalu masuk kekamarnya, meninggalkan kris yang juga melangkahkan kakinya dari rumah kyungsoo.
Ada satu yang sangat di sesali oleh kris, ia adalah orang yang sangat tidak beruntung, ia tak seberuntung jongin yang mendapatkan seseorang yang sangat baik seperti kyungsoo. Kris masih saja berfikir jika saja ia tak terlambat, mungkin kyungsoo dan kris akan lebih bahagia.
Jongin sibuk mengumpulkan kasus yang ia kerjakan kemarin malam, ia mencoba menyusun ulang, dan setelah selesai menyusunnya kyungsoo datang menghampirinya, kyungsoo hanya diam dan menundukkan kepalanya, kyungsoo hanya duduk di dekat ranjang yang biasanya jongin pakai untuk merebahkan tubuhnya. Keadaan masih canggung, sampai pada akhirnya kyungsoo yang memulai percakapan.
"apakah sebuah ikatan pernikahan hanyalah sebuah status untukmu?" mendengar kalimat yang diutarakan oleh kyungsoo, jongin terdiam ia mencoba mencari kesibukan lainnya, ia berpura pura mencari sesuatu yang pada dasarnya itu tidak ia butuhkan, ia hanya perlu mendengarkan keluh kesah kyungsoo.
"Apakah aku boleh meminta sesuatu kepada suami ku?... Aku ingin ketika suatu saat nanti jika kita sudah tidak bersama, aku harap suamiku kelak bisa menjaga kesehatannya, mengatur pola makannya, melindungi dirinya dan melindungi banyak orang karena profesinya adalah seorang polisi, ahh… aku lupa dia juga sangat suka mandi air panas, dan mungkin nanti…. Ia harus memanaskan air panas itu sendiri, ia harus mencobanya sendiri aku tau suami ku orang yang kuat.. karena dia adalah seorang polisi hiks .."
Setelah kyungsoo mengutarakan semua keluh kesahnya, ia masuk kedalam kamar tamu lalu mengunci kamar itu dari dalam, sedangkan jongin hanya dapat mengusap wajahnya ia tau persis ke arah mana pembicaraan kyungsoo tadi. Jongin segera bergegas keluar dan menuju kekamar tamu tempat kyungsoo menangis. Pada saat di depan pintu kamar tamu itu, tangan jongin terangkat untuk mengetuknya namun ponselnya bergetar.
~Luhan is Calling~
"wae lu…?" segera jongin menjauhkan ponselnya dari telinganya. "YAK! HITAM? Kenapa kau lama sekali, kau mau membuat lelaki buncit itu menghukum lagi?..." jongin berdecih. Lelaki itu itu memang tidak sabaran.
Jongin lalu melangkah kan kakinya keluar rumah dan tak jadi mengetuk pintu kamar kyungsoo. Kyungsoo mengerti, kyungsoo paham jongin lebih mementingkan yang lainnya dari pada dia. .
.
.
.
Kini jongin sudah berada di kantor polisi dan duduk di meja tempat ia bekerja, mulai menyusun berkas berkas yang akan ia serahkan kepada atasannya nanti. Lalu, Luhan datang dengan wajah yang muram kepada jongin "tuan kim kai! Kenapa kau lama sekali, seperti si buncit itu akan marah padamu.." luhan duduk di samping meja jongin sambil memberikan secangkir kopi yang sengaja ia beli di dekat kantornya. "arra.." jongin mengambil kopi yang diberikan luhan di atas meja kerjanya "gumawo …" setelah mencicipi kopi itu jongin lalu pergi begitu saja meninggalkan luhan yang membulatkan matanya dengan sikap jongin yang sangat mudah berubah setiap jamnya.
"aku rasa si hitam sedang dilanda galau yang tak berkesudahan haha, aishh kenapa aku so' puitis begini…" luhan kembali duduk di meja kerjanya. "apa yang sedang dilakukan hunnie ya?" sehun mengambil ponsel yang berada di dalam sakunya. "aaaaa hunnie.. kenapa kau begitu tampan?" sehun menatap wallpaper handphonenya dengan mata yang berbinar.
"luhan-ssi!" luhan yang mendengar suara berat yang memanggilnya lalu dengan cepat memasukkan ponselnya ke dalam sakunya dan berdiri menghadapap atasannya yang memanggilnya tadi.
"ne.. aa..ada apa pak?.." gugup luhan "kau melihat kim jongin? Kenapa dia belum juga mengantar berkas yang aku butuhkan?"
"Mwooooooooooo?..." luhan membulatkan matanya tak percaya, luhan kira jongin keluar Dari ruangan tadi akan menuju ruangan atasannya namun ternyata anggapan luhan salah. Kemana anak itu?tidak biasanya ia seperti ini –pikir luhan.
"kau melihatnya?" tegas atasan luhan.
"ti-tidak pak.."
"aish anak itu.. jika kau melihatnya, suruh dia menghadap ke ruangan ku!"
"ne..pak"
Setelah itu, atasan luhan keluar dari ruangan itu, dan luhan hanya terdiam.
"sebenarnya apa yang terjadi kepada jongin?"-luhan
.
.
.
.
Kyungsoo kini sudah berpakaian rapi, dan mantel yang terlihat imut ketika ia yang memakainya, kyungsoo bersiap pergi dari kamarnya, sebelumnya ia meletakkan note diatas ranjang jongin. Setelah itu ia melangkahkan kakinya menuju keluar rumah.
Kyungsoo masuk ke dalam taksi yang ia berhentikan depan rumahnya. "ajjushi, tolong ke kantor Do corp.." supir taksi hanya mengangguk dan tersenyum.
Kyungsoo kini tengah berada di kerumunan banyak orang yang ingin masuk ke dalam kantor perusahaan Appa nya. Kyungsoo menghela nafasnya lalu melanjutkan langkah kakinya menuju keruang dimana ayahnya berada. Namun pada saat ia ingin masuk kedalam lift, seseorang namja tinggi tengah berada di belakangnya.
"Kris?.." kyungsoo menolehkan kepalanya kebelakang, kris hanya tersenyum.
"ingin kembali bekerja putri cantik?.." Tanya kris dengan senyuman lagi
"ani.. aku hanya ingin bertemu appa.." kyungsoo akhirnya masuk kedalam lift tersebut bersama kris.
"ada apa?.." kris bertanya pada kyungsoo yang sedang melamun.
"Ne..?" kyungsoo tersadar dari lamunannya
"apa terjadi sesuatu kyung? Tidak biasanya kau menemui ayahmu.." kris berfikiri keras untuk yang satu ini.
"ah.. aku hanya merindukannya kris.." kyungsoo tersenyum getir.
Pintu Lift akhirnya terbuka, kyungsoo dengan segera melangkahkan kakinya menuju ruangan ayahnya, dan kris yakin ini ada hubungannya dengan kemarin. Kyungsoo memang tak bisa berbohong, apalagi kepada kris. Kris tau betul kyungsoo, dan kini kyungsoo mencoba membohongi kris.
Kyungsoo membuka pintu ruangan ayahnya, ia melihat namja yang tak pernah tua dan selalu tampan baginya itu sedang duduk di depan laptop dengan kacamata yang ayahnya kyungsoo pakai, sungguh ayahnya sudah tak terbilang muda lagi namun kesan tampan selalu ada dalam diri ayahnya.
"Appa?..." kyungsoo berlari dan langsung memeluk ayahnya mendekap ayahnya dengan sangat erat. "kyung…wae? Tidak biasanya kau kesini?" ayahnya mengelus surai hitam milik kyungsoo berulang kali.
"kyungie sangat merindukan appa.. apa kyungie tak boleh melihat appa kyungie yang tampan ini" kyungsoo mengadahkan kepalanya dan melihat appanya. "Do Siwon itulah nama appa kyungie yang sangat kyungie sayangi, appa tau?... ia sangat tampan jika aku bukan anaknya aku akan menjadikannya suamiku hahaha.." kyungsoo memulai candaannya dengan siwon, appanya. Dan siwon hanya bisa tertawa dengan lelucon yang dibuat oleh kyungsoo.
"benarkah? Kalau begitu jadikan appamu ini suamimu kyungsoo.." siwon lalu mendekap kyungsoo dengan kasih sayang dan mencium pipi kyungsoo dengan lembut. "Appa kyungsoo bukan anak kecil lagi.. bagaimana jika jongin tau kalau appa mencium ku. Apa akan ditembak oleh suamiku.. hahaha" kyungsoo masih memeluk appanya.
"aishh jinja.. akan appa bakar si jongin hitam itu jika dia merebutmu dari appa hahaha.." kyungsoo tersenyum getir, akhirnya candaan itu berakhir dengan kyungsoo yang melepas pelukannya.
"appa?.."
"wae..?"
"aku ingin mengambil cuti yang lama…aku ingin mengunjungi eomma di kampung, bolehkan appa?.."
"tentu saja kyung… jadi kapan kau akan berangkat? Jongin mengambil cuti juga?"
"ehmm… sebenarnya kyungsoo ingin sendiri kesana appa.."
"wae? Kenapa jongin tidak ikut..?"
"ehm.. kata jongin tugasnya terlalu banyak appa, jongin juga bilang kalau tugasnya telah selesai ia akan menyusul kyungie.."
"ehm begitu.. baiklah.. apakah eomma mu sudah tau jika kau akan kesana?.."
"ani.. aku ingin memberi kejutan pada eomma, kyungie sangat merindukan eomma,appa. Terakhir kali kyungie bertemu eomma waktu appa dan eomma kerumah, itu sudah sebulan yang lalu appa.."
"hahaha dasar anak satu ini sifat manjanya ke orang tua kenapa belum hilang ehm?"
"karna kyungie sangat sayang pada eomma dan appa"
Setelah pembicaraan tentang kyungsoo yang akan pergi ke rumah eommanya telah selesai dengan appanya. Kyungsoo bergegas pulang kerumah, sebenarnya kyungsoo sangat malas pulang kerumah namun ada sesuatu yang harus di jemputnya dirumah.
Setibanya kyungsoo didepan rumahnya, ia melihat seorang wanita yang menunggu didepan pintu dirumahnya wanita itu terduduk dan mata yang terpejam. Wanita itu sangat cantik dengan rambut terutai dan body yang sangat bagus untuk wanita seusinya. Kyungsoo yang penasaran akhirnya mendekati wanita itu.
"maaf, anda siapa..?" kyungsoo mencoba membangunkan wanita yang tengah tertidur itu.
"ah maaf.. apakah ini rumah kai oppa? Sedari tadi aku memanggil oppa namun tidak ada balasan sepertinya tidak ada orang dirumah ini, sehingga aku tertidur karena terlalu lama menunggu.."
"krystal.." wanita itu menyodorkan tangannya didepan kyungsoo. Kyungsoo membulatkan matanya namun dengan segera ia menyodorkan tangannya juga dan menjabat tangan wanita itu. "kyungsoo.." kyungsoo tersenyum getir.
"ah iya, apakah ini benar rumah kai oppa?.." kyungsoo mengambil kunci rumah yang berada di sakunya. "ani.. ini rumahku. Wae?" Tanya kyungsoo sebiasa mungkin. "ahh.. ternyata aku salah alamat ya?.. aish padahal alamatnya sama apakah bartender itu member alamat yang salah padaku.. aishhhh sialnyaaaaaa…" wanita itu terlihat sangat frustasi dan akhirnya ia melangkah kan kakinya dari hadapan kyungsoo.
"krystal-sshi.." wanita itu membalikkan badannya. "nde.. waeyo?.."
"aku mengenal kai, dia adalah..ehmm temanku. Kalau boleh tau, apakah kau..?"
"ne… aku yeojachingu kai oppa. Sejak 2 minggu terkahir ini oppa tidak mau mengangkat telpon ku, sms ku juga tak dibalas, aku sangat khawatir padanya kyungsoo-sshi.."
"apakah kau benar benar mencintainya?.." kyungsoo bertanya sebiasa mungkin agar tak menimbulkan kecurigaan terhadapnya.
"kenapa kau bertanya seperti itu? Tentu saja aku mencintai kai oppa, aku adalah cinta pertama kai oppa, kami sama sama saling mencintai…ah tunggu.. kyungsoo-sshi kau bilang tadi bahwa kau temannya, kau tentu tau dimana kai oppa bukan?.."
"ne aku tau.. kau tau bukan bahwa kai bekerja sebagai polisi? Kenapa kau tak mencarinya di kantor polisi saja.." kyungsoo mencoba acuh namun agak tersenyum kecut.
"aishh.. kenapa aku tak terfikir sampai kesitu yaa?.. chakkaman. Kalau boleh tau dia bertugas dimana ya kyungsoo-ssi?.."
"kantor polisi seoul.." kyungsoo lalu membuka pintunya dan menutup pintunya.
"ah gum.. kenapa dia sangat dingin? ah aku harus menemui kai oppa.." krystal akhirnya melangkah kan kakinya dari rumah itu.
Kyungsoo kalut dengan fikirannya, wanita yang ditemuinya itu adalah wanita yang beberapa hari yang lalu meng-sms kai, wanita itu sangat cantik pantas saja kai mencintainya –Batin kyungsoo. Kyungsoo menyiapkan beberapa pakaian yang akan ia bawa nantinya ke rumah eommanya. Bermula dari pertengkaran itu kyungsoo merasa rumah tangganya sudah tidak bisa di pertahankan lagi, yah tujuan kyungsoo kali ini kerumah eommanya adalah membicarakan tentang perceraiannya, kyungsoo tau, kyungsoo paham jika ini akan menyakiti perasaan orang tuanya dan orang tua jongin namun, apakah mereka mengerti dengan perasaan kyungsoo?
Kyungsoo kini tengah berada di bis tujuan desa eommanya berada, kalian pasti berfikir kenapa eommanya tinggal didesa sedangkan appanya di kota? Sejak dulu eomma kyungsoo lebih nyaman hidup di desa ketimbang hidup bermewah mewah di kota. Namun jarak yang jauh tak membuat hubungan Appa dan Eommanya menjadi renggang, Appa kyungsoo akan pulang seminggu sekali atau 2 minggu sekali, yah tugas nya sebagai ceo memakan waktu yang sangat banyak untuk pekerjaan.
Kyungsoo memandang rumah yang sangat indah di depannya, rumah dimana dulu ia dibesarkan dengan kasih sayang kedua orang tuanya dan juga nenek dan kakeknya. Kyungsoo banyak mengingat kenangan kenangan indah pada waktu itu, kyungsoo melangkahkan kakinya ke rumah itu, menutup kepalanya dengan hodie yang dipakainya.
Akhirnya kyungsoo mengetuk pintu rumah itu. "Eomma?..." teriak kyungsoo namun tak begitu besar terdengar. "Eomma, kyungie datang eomma.." pintu itu terbuka menampakkan seorang yeoja yang sangat cantik, im yoona nama wanita yang sangat cantik itu. Wanita yang sudah berumur itu masih saja tetap cantik bahkan sangat cantik. Wanita itu mendekap tubuh kyungsoo dengan penuh kasih sayang menyalurkan kehangatan bagi tubuh kyungsoo.
"masuklah.. diluar sangat dingin, eomma sangat merindukanmu.." kyungsoo tersenyum lalu menganggukkan kepalnya, eomma kyungsoo masih dengan mendekap kyungsoo membawa kyungsoo kedalm rumahnya.
"Eomma, Aku merindukanmu.." eomma kyungsoo kini sibuk memanaskan coklat, ibunya itu tak kan pernah lupa dengan apa yang sangat anaknya sukai jika dingin dingin begini. Selang beberapa menit eomma kyungsoo datang dengan membawa secangkir coklat panas. "ini.." kyungsoo menerima secangkir cokalat panas yang diberikan eommanya itu, lalu kyungsoo meminumnya,.."wae wae wae? Aish anak nakal ini… liatlah kenapa pipi gembulmu menirus, apa kau makan dengan baik? Aish liatlah wajah mu pucat.. wae wae wae? Wae kyung wae? Aish anak ini, kau bisa terserang demam jika begini.." eomma kyungsoo terus memarahi kyungsoo namun kyungsoo hanya tersenyum dan mendekatkan tubuhnya kepada eommanya. Kyungsoo memeluk eommanya.
"Eomma.." kyungsoo mengeratkan pelukannya "wae?.." jawaban dari eommanya seolah dibuat kesal karena eommanya yang masih marah. "Kyungie mencintai eomma hiks…" setetes air keluar dari kedua mata bulat itu.
"Kyungsoo?..." eomma kyungsoo melepaskan pelukan anaknya, memegang kedua pundak anaknya itu, dan memandangi wajah kyungsoo yang pipinya sudah basa dengan air mata. "Nd-nde eomma.."
"Eomma tak tau apa yang terjadi nak, tapi jika kau ingin menangis, menangislah… karna seorang ibu takkan tertawa jika anaknya menangis tapi ibu akan mencoba mencari cara agar anaknya berhenti menangis.."
"Eommaaaaaa… hiks hhikksss…" kyungsoo menangis sejadi jadinya, eomma kyungsoo memberikan pelukan yang hangat kepada anaknya, membelai surai hitam kyungsoo dan ikut menangis bersamanya.
.
.
.
.
.
"oppaaaaaa…" krystal yang menemukan jongin yang ingin masuk kedalam kantor. Ia segera turun dari taksi yang ia naiki. Kai tampak sangat terkejut kenapa krystal bisa datang menemuinya disaat ia sedang bekerja.
"oppa.." krystal berlari menuju jongin berdiri dan memeluknya, kai hanya terdiam.
"kenapa oppa tidak membalas pesan ku bahkan kau tak meneleponku lagi oppa, aku tidak ingin mengakhiri hubungan ini oppa, sungguh hiks.." jongin tak bisa melihat seseorang yang menangis, entah kenapa tangannya merengkuh badan krystal dan mengelus rambut hitam milik krystal.
Akhirya Kai mengajak krystal ke sebuah restoran, ia ingin membicarakan bahwa ia sudah menikah sekarang dan kai harus mengakhiri hubungannya dengan krystal. Namun melihat wajah krystal yang tersenyum dan terus menggandeng tangan kai, kai sedikit ragu untuk mengatakannya.
Kini kai dan krystal sudah berada di sebuah restoran, mereka memesan makanan masing masing yang mereka sukai.
"oppa.. kenapa dari tadi kau diam saja? Aishh sifat dingin mu seperti es itu harus kau kurangi oppa hehhehehe.." krystal memulai pembicaraannya, dan krystal memulai acara makan nya, sedikit menyuapkan makanan yang ia pesan kedalam mulutnya.
"Dari mana kau tau jika aku ada disini?..." Tanya kai tetap dingin, kai hanya meminum pesanan jus nya, bahkan tak berselera untuk memakan makanannya.
"oh itu… jadi begini oppa.. karena aku merindukanmu, aku mencari tahu alamatmu kepada bartender di club yang sering kita kunjungi.."
"Apaa..? lalu.." kai membulatkan matanya kini fikirannya entah kemana mana.
"jadi aku mengunjungi alamat itu, tapi.." krystal menjeda kalimatnya.
"tapi apa? Jung Soojung! Cepat katakan!..." kai mengeraskan suaranya.
"Tapi aku tak menemukan oppa dirumah itu, dan aku bertemu dengan namja yang dingin sama sepertimu.." Kai membulatkan matanya.
"Dia mengatakan kau bekerja di kantor polisi seoul, Dia juga mengatakan kalau dia temanmu.. seharusnya kau mencari teman yang.." jongin memotong ocehan krystal.
"lalu kau bilang apa padanya?.."
"Oppa sebenarnya kenapa kau ini.. kenapa kau seperti ini oppa?.."
"Apakah kau mengatakan kau adalah yeojachingu ku?"
"Nde… aku mengatakan semuanya ke Kyungsoo.."
Braaakkk…
Jongin menggebrak mejanya, dan berdiri menatap krystal dengan penuh kebencian lalu keluar dari restaurant itu. Bahkan suara krystal yang memanggilnya tak dihiraukan. Entah kenapa fikirannya mengarah ke kyungsoo.
Jongin memberhentikan taksi yang lewat di depannya lalu menyuruh supir taksi itu untuk mempercepat perjalanan kerumahnya. Sesaimpainya dirumah, jongin lalu menuju dikamar nya, kamar kaisoo, tujuan utamanya adalah mencari kyungsoo.
"Kyungsoo.." teriak kai sambil mencari kyungsoo lagi kedapur. "Kyungsoo.. Do kyungsoo.." Kai masuk lagi kedalam kamarnya, ia membuka lemari kyungsoo, matanya membulat beberapa pakaian kyungsoo tidak ada. Jongin mengusap wajahnya, pasti kyungsoo pergi.
Jongin melihat ada sesuatu note yang ditinggalkan oleh kyungsoo.
To : Kim Jongin
Kai.. aku sudah memasakan makanan kesukaanmu.. kau bisa menghangatkannya jika kau lapar.. Aku sudah kenyang kai, kau bisa memakan semuanya.. hehehe
Tak terasa usia pernikahan kita sudah memasuki bulan ke lima, waktu terasa begitu cepat padahal baru saja kemarin kita melangsungkan pernikahan ini..
Kai… aku tau kau tak mencintaiku.. jangan pernah memaksa perasaanmu untuk mencintaiku kai.. aku sudah memutuskan untuk .. untuk mengakhiri pernikahan ini, aku akan membicarakannya kepada orang tua ku.. tak usah mencariku, kau hanya perlu bilang kepada orang tuamu..
Kau tau kan? Pada dasarnya pernikahan ini adalah ide kedua orang tua kita, janji mereka yang akan menikahkan anak mereka jika sudah besar nanti, tapi sayangnya kita dilahirkan sama sama memiliki jenis kelamin yang sama… namun karena janji serapah dari kedua orang tua kita, kita tetap melangsungkan pernikahan gila ini.
Oh iya kai, aku tadi bertemu dengan first love mu.. dia sangat cantik, secantik namanya –KRYSTAL.. kau beruntung memilkinya..dan sepertinya ia juga sangat mencintaimu..
Aku akan secepatnya mengajukan surat perceraian ke pengadilan.. kau hanya butuh waktu untuk menunggu panggilan itu.. dan setelah itu kau bebas.. kau bisa hidup bersama dengan orang yang kau inginkan…
Anggap saja setelah itu kita tidak pernah mengenal, dan kau bisa menjalani hidup normal mu.. aku harap hidup mu lebih bahagia tanpa adanya kehadiranku kai
-Do Kyung Soo
Tangannya bergetar memegang note itu dan meremasnya sekuat mungkin.
"Arrgggghhhhhhh….." kai teriak sekencang yang ia bisa lalu menangisi kesalahannya selama ini ia perbuat kepada kyungsoo.
"Kk-kyungsoo.. aku harus mencarinya. Ia aku harus mencarinya…."
TBC.
