photograph
hunkai
kookmin
Jongin membaca tulisan di kertas yang hampir lusuh ditanganya dan nama caffe didepannya bergantian,mencocokkan yakin memang caffe itu yang dimaksud,ia kemudian beranjak masuk,suara lonceng menyambutnya dan jongin terpana dengan bangunan klasik yang indah setelah satu langkah pertamanya.
Ornamen – ornamen yang menghiasi dan pencahayaan yang cukup terang serta musik klasik yang diputar menambah nilai plus cafe ini,dindingnya berwarna merah,dan di sisi-sisi yang lain ada berbagai lukisan eropa dan juga potret-potret jaman dulu.
Seakan tersadar tujuannya,jongin mengalihkan pandangannya kedalam caffe,cukup ramai dan banyak meja dan jongin tidak tau orang yang akan ditemuinya yang mana,caffe itu terdiri dari dua lantai,ada tangga yang cukup tinggi di pojok caffe.
Jongin mengambil ponselnya dan menelfon nomor yang jungkook berikan kemarin,menunggu beberapa saat sebelum akhirnya tersambung dan suara seorang laki – laki menjawabnya.
"hallo"
"hallo,saya model yang hari ini bekerja sama dengan anda,saya sudah sampai di caffe"
"ah,kau naik saja kelantai dua,disini hanya ada kami"
"baiklah,saya akan kesana sekarang"
Jongin mengakhiri telfonnya
"kami?"
Tanyanya pada diri sendiri,jadi ada berapa orang yang ada di lantai dua? Ah..ini kan pemotretan,tentu saja ada banyak orang di tim.
Jongin beranjak menuju tangga dan naik kelantai dua,sesampainya disana kening jongin kembali berkerut,ia kira akan ada banyak orang tapi ternyata hanya ada dua orang yang tengah duduk di pinggir jendela,satu orang terlihat sedang menikmati minumannya dan yang satunya lagi duduk membelakangi jongin.
Jongin menghampiri mereka dan ketika pandangannya bertemu dengan salah satunya ia tersenyum dan menyapa dengan membungkukkan badan.
"kau sudah datang,aku yang berbicara denganmu di telepon tadi"
Sosok tampan itu berdiri dari duduknya dan tersenyum pada jongin.
"aku luhan"
"saya kim jongin"
"informal saja,aku tidak suka berbicara formal..apakah itu kasar?"
"aah..tidak,tidak apa-apa"
Sehun masih belum menolehkan kepalanya dan masih sibuk dengan kameranya,jongin melihatnya dan heran,orang ini kah fotografernya?kenapa tidak menyapanya.
"sehun,dia sudah datang"
Ujar luhan,sehun menggumam
Tangannya masih sibuk mereview foto-foto yang ia dapatkan sejak kemarin.
"sehun"
Tegur luhan,sehun kembali bergumam tapi ia meletakkan kameranya dan berdiri lalu menghadapkan tubuhnya kearah jongin,ia tersenyum melihat wajah jongin yang tak berubah sejak dulu.
"hay jongin,lama tidak jumpa..."
hunkai
hunkai
hunkai
hunkai
Jungkook tersenyum memperhatikan jimin yang tengah berpose didepan kamera dengan puppy cokelat,senada dengan outfitnya.
Jimin terlihat manis seperti itu,make up yang sempurna dan mata jimin yang kecil membuatnya sangat indah,ditambah dengan senyumnya yang seperti biasa selalu membuat jungkook merasa bahagia melihatnya,beberapa kali jimin melihatnya dan tersenyum.
"oke,kita selesai hari ini"
Jimin tersenyum dan membungkuk pada fotografer dan staf yang sudah bekerja dengannya seharian ini,ia lalu menyerahkan puppy cokelat itu pada salah satu staff kemudian menghampiri jungkook.
"hei,kenapa kau bisa ada disini?"
Tanya jimin,jungkook menyodorkan botol minuman padanya yang diterimanya dengan senang hati dan meminumnya.
"aku mengantarkan sesuatu pada temanku disini,kau sangat bagus hari ini hyung"
Puji jungkook
"benarkah? Tapi aku merasa kurang maksimal"
"aish,bicara apa kau hyung,kau bahkan lebih menggemaskan dari puppy tadi"
"ya!aku tampan tau..."
Jungkook terkekeh,senang bisa menggoda jimin lagi seperti ini.
"apa hari ini kau sudah selesai?"
Tanya jungkook
Jimin mengangguk,ia mengambil tissue dan berniat menyeka keringatnya tapi jungkook sudah lebih dulu mengambilnya dan menyeka keringat diwajahnya,pipi jimin merona meski agak samar dan jungkook senang melihatnya
"hari ini jongin hyung ada pemotretan didekat sini,mau melihatnya"
"benarkah?aah..akhirnya,baiklah aku akan ganti baju dulu,kau...mau menunggu sebentar"
"tentu hyung"
Jimin segera beranjak menuju ruang make up dan mengganti bajunya
hunkai
hunkai
hunkai
hunkai
"disini?waah...lusa aku juga ada pemotretan disini"
Gumam jimin begitu memasuki caffe tempat jongin melakukan pemotretan
"caffe ini memang sangat bagus,ayo kelantai atas,dia disana"
"eumhh"
Responnya dan berjalan mengikuti jungkook menuju lantai dua,diujung tangga ia melihat luhan hendak turun
"luhan hyung"
Panggilnya,luhan menoleh dan melambaikan tangannya pada jungkook
"kau disini?"
Jungkook mengangguk,ia menggandeng tangan jimin menuju kearah luhan
"apa jongin hyung sedang pemotretan sekarang?"
Luhan mengedikkan bahu dan menunjuk ke arah jongin dan sehun yang sedang duduk berhadapan didekat jendela dengan tatapan yang saling ditunjukan satu sama lain
"eoh,mereka sedang apa?"
Tanya jimin.
Hunkai
Luhan memutuskan untuk meninggalkan dua orang ini yang ternyata sudah saling kenal dan bahkan mereka saling menyebut nama satu sama lain dengan teriakan yang membuat kepalanya berdengung,namun...sudah 15 menit mereka duduk berhadapan tapi belum ada satu patahpun yang keluar dan malah saling menatap tajam,merasa suasana tak mendukung lebih baik luhan menyingkir saja.
"kukira kau sudah jadi model terkenal seperti yang kau sombongkan dulu"
Ujar sehun,matanya memandang remeh sosok didepannya dengan tangan yang terlipat didepan dada,sedangkan jongin menghela nafasnya
"yah,kukira kau juga sudah menjadi fotografer model victoria secret,lalu apa yang kau lakukan sekarang?"
Sehun menggeram rendah mendengar sindiran menyebalkan itu,jongin sama sekali tidak berubah
"aku belum mau saja,kau tau banyak orang yang mau memakai jasaku"
"benarkah? Tapi jungkook bilang fotografer yang akan kerjasama denganku masih baru"
Sehun memejamkan matanya sejenak dan menegakkan tubuhnya lalu menumpukkan kedua tangannya di meja.
"bisakah kau tidak menyebalkan? Kim jongin"
"dan bisakah kau tidak mengintimidasiku seperti ini? Oh sehun"
Sehun kembali menggeram dan menghela nafasnya
"ya!kudengar ada model amatiran yang butuh pekerjaan dan aku hanya ingin membantunya,mana kutau ternyata model itu kau"
Jongin mencebik lalu meraih cangkirnya dan meminum tehnya dengan rakus,lalu meletakkannya hingga terdenga suara berdenting.
"lalu maumu apa sekarang? Kau mau membatalkan kerja sama kita? Tidak,aku tidak mau"
"kenapa? Kau butuh pekerjaan kan?"
Tebak sehun dan sayangnya itu benar
"kau juga sama,dan alasanku yang lain karena kau tidak mau malu didepan hyungku"
Ujar jongin membela diri,beberapa saat mereka diam lagi dengan mata saling menatap tajam
"baik,kita lakukan ini dan setelah itu selesai,aku tidak mau lagi bekerja sama denganmu"
Ucap sehun,final
hunkai
hunkai
hunkai
hunkai
"pacarmu?"
Luhan mengerling kearah jimin yang sedang mengantri membeli minuman,sedangkan ia dan jungkook duduk disalah satu bangku tak jauh darinya,setelah melihat jongin dan sehun mereka memutuskan untuk menjauh saja dan membiarkan mereka berdua melanjutkan pekerjaan meeka.
Jungkook tersenyum penuh arti kemudian menggeleng
"bukan hyung"
"benarkah? Kukira kekasihmu,kalian terlihat mesra tadi saat bergandengan tangan"
"ah,kami memang sering seperti itu,jangan salah paham,aku masih hanya sekedar temannya"
"masih hanya sekedar teman, jangan-jangan kau sudah menyukainya"
Jungkook memberikan senyum sebagai jawabannya,ia lalu mengarahkan pandangannya kearah jimin yang masih mengantri dan memandangnya lama
"ya!jangan terlalu lama menyembunyikannya,bisa jadi nanti keduluan orang lain"
"...aku memang ingin mengungkapkannya dalam waktu dekat hyung,tapi dia baru saja menggapai mimpinya dan aku tidak ingin perasaanku menghambat jalannya menuju puncak yang dia nantikan"
Jungkook berdiri,lalu menghampiri jimin yang baru selesai mendapatkan minuman mereka dan terlihat kesulitan membawa tiga gelas ditangannya,jungkook berniat membantunya.
"terima kasih"
Luhan mengulas senyum tipis
seumur ia mengenal jungkook,ia belum pernah melihat jungkook berlaku istimewa pada seseorang,jungkook siswa yang populer di sekolah dulu tapi belum pernah luhan melihatnya menggandeng seseorang.
Ah..melihat hal seperti itu membuatnya rindu pada seseorang.
hunkai
hunkai
hunkai
hunkai
Jongin benar-benar merutuki nasibnya hari ini
Tidak hanya apes bertemu teman junior schoolnya yang menyebalkan dan juga suka mengatur seperti sehun,tapi sekarang dia juga harus tunduk pada kata-kata sehun.
"ya!jongin,kubilang angkat dagumu sedikit"
Teriak sehun
Ya ampun,apa orang ini tidak malu berteriak seperti itu di tempat seperti ini? Memalukan saja
Jongin sendiri malu saat salah satu pelayan yang mengantar minuman ke meja mereka melihat mereka dengan pandangan aneh,jongin benar-benar ingin hari ini selesai
Jongin mengangkat dagunya sedikit,sesuai perintah sehun dan berpose sebisanya.
Entah itu bagus atau tidak jongin tidak peduli,toh nanti sehun yang akan memilih fotonya.
"ah,benar kata temanmu itu,kau memang masih amatir"
Jongin masih mencoba bersabar,sepanjang sesi pemotretan hari ini sehun terus saja mengomentarinya dengan buruk.
"ya!kita ini sudah saling kenal,rilekskan wajahmu itu jangan kaku"
Jongin memejamkan matanya,meredam rasa kesal yang hampir saja membuatnya melempar sepatunya pada sehun.
Sedangkan sehun,ia masih memotret jongin tanpa henti dengan berbagai pose
Sebenarnya,sehun sudah merasa cukup dengan foto-foto yang ia dapat hari ini,tapi mengerjai jongin sedikit bisa menghiburnya,melihat wajah kesal jongin yang sudah lama tidak ia lihat membuatnya merasa sedikit terhibur,apalagi jongin menuruti semua perintahnya dan itu adalah hal yang langka mengingat dulu mereka tak mau mengalah satu sama lain.
"oke,cukup hari ini"
Jongin menghela nafasnya lega hari ini sudah selesai dan ia tak perlu lagi mendengar sehun mengoceh,ia meregangkan tubuhnya,berpose selama 3 jam membuat ototnya terasa kaku
Persis seperti saat ia menjadi model lukisan jungkook
"honormu akan kutransfer setelah kuberikan foto ini pada majalah,kau bekerja keras hari ini jongin"
Jongin mengindahkan kata-kata sehun dan beranjak menuju meja
Ia melepas jas yang sedari tadi dipakainya dan mengambil minumannya
"mau melihat hasilnya?"
Tawar sehun,jongin melirik kemudian mengangguk
Sehun memberikan kameranya pada jongin dan membiarkan jongin melihat hasil fotonya sendiri
Ekspresi jongin berubah-ubah melihat setiap foto dikamera itu,kadang cemberut,keras,senang dan juga kesal mungkin
"kau harus menghapus foto-foto yang jelek,sehun"
"tentu saja,sebagian besar akan kuhapus"
Jongin mencebik,itu berarti sebagian besar posenya jelek dan harus dibuang
Ah,padahal ia sudah bekerja keras hari ini,salahkan sehun yang membuat moodnya jatuh ketingkat terbawah.
"sudah selesai kan?aku pergi"
Jongin mengambil tasnya dan bersiap untuk beranjak,biasanya dia akan meminta salah satu hasil fotonya untuk kenang-kenangan,tapi mengingat fotografernya sehun dia malas memintanya.
"aish..dia masih saja menyebalkan"
Gumam sehun
kookmin
kookmin
kookmin
kookmin
Musim semi memang yang paling indah dijepang,bunga-bunga sakura bermekaran disepanjang jalan yang jimin lewati menuju rumahnya,itu membuatnya merasa seperti tak sendirian.
"ah,aku ingin sekali bertemu jongin hyung hari ini"
Gumam jimin,jungkook menoleh
"kenapa?apa perlu kuantar kesana sekarang?"
"tidak perlu,kurasa jongin hyung juga lelah karena pemotretan hari ini,kau juga harus ke galerimu kan sekarang?"
Jimin menunjukan jam tangannya,memberitau jam berapa sekarang
"euhm...tidak,hari ini aku tidak kesana..."
"kenapa?"
Jungkook dan jimin berhenti di depan halaman sebuah rumah kecil,jimin mengarahkan tubuhnya kearah jungkook
"aku...ingin makan sup rumput laut buatanmu hyung"
" Ya tuhan,kukira kenapa...ayo masuk"
Kali ini,jimin yang menggandeng tangan jungkook untuk mengikutinya,memasuki rumah yang ia tempati selama tinggal di jepang.
Setelah meletakkan sepatu dirak,jimin mengarahkan jungkook untuk duduk di bangku meja makan selagi menunggunya memasak untuk jungkook.
Namun,saat ia melangkah menuju dapur tiba-tiba saja jungkook menarik tangannya dan memeluknya membuat ia tersentak kaget
"jungkook kau mengagetkanku"
Jungkook menggumam dan semakin mempererat pelukannya,ia meletakkan kepalanya diceruk leher jimin dan menghirup wanginya bebeapa saat.
"hyung,aku rindu ibu..."
Jimin terdiam sesaat,menunggu jungkook melanjutkan kata-katanya
"aku...rindu masakan ibu"
Jimin mengangkat tangannya untuk mengusap helaian rambut jungkook dengan lembut,ia merasakan lehernya basah dan itu pasti karena jungkook menangis sekarang
"kau bilang masakanku sama seperti masakan ibumu kan,jadi...biarkan aku memasak untukmu sekarang"
Jimin melepas pelukannya dan menatap jungkook yang sedang menunduk dengan pipi yang basah,jimin mengangkat kepala jungkook dengan kedua tangannya dan mengusap pipi basah itu dengan lembut
"jangan sedih lagi,aku disini jungkook...aku bersamamu"
Jimin tau bagaimana jungkook sangat merindukan ibunya,setiap jungkook menangis karena perasaan rindunya ia akan memeluknya dan memasak untuk jungkook,karena dulu jungkook bilang bahwa masakannya sama seperti ibunya.
"hyung,aku ingin memelukmu lebih lama lagi...bolehkah?"
Jimin tersenyum,lalu mengangguk dan memeluk jungkook lagi.
hunkai
hunkai
hunkai
hunkai
Dua hari setelah pertemuan pertama mereka,jongin mendapat sebuah pesan dari nomor asing
Tanpa bertanya siapa,melihat dari isi pesannya pun jongin sudah tau siapa si pengirim pesan itu
"kenapa wajahmu muram seperti itu?"
Taemin baru saja selesai mandi,dan menghampiri jongin yang tengah duduk di ruang tengah dengan wajah muram dan ponsel yang tergeletak didepannya,jongin mendesah kesal dan mengambil ponselnya dengan kasar dan masuk ke dalam kamar tanpa menjawab Pertanyaan taemin.
"ya tuhan,anak ini benar-benar" gumamnya
Ia mengedikkan bahu dan memutuskan untuk keluar.
Berbicara dengan jongin yang sedang badmood itu mengesalkan,ia hanya akan membiarkannya tanpa berbicara apapun dan bersabar sampai mood jongin membaik.
hunkai
hunkai
hunkai
hunkai
"ya... oh sehun,kau memang berbakat..."
Luhan memuji setiap hasil jepretan sehun yang sudah dicetak,ia tak berhenti berdecak kagum dan memperhatikan foto-foto itu dengan mata berbinar.
Sementara sehun duduk tak jauh dari luhan,jari jemarinya membuka lembar demi lembar majalah yang ia beli tadi pagi,tak jauh berbeda dengan luhan ia juga sedang tersenyum melihat gambar – gambar dimajalah itu.
"wah...kim jongin juga berbakat"
"yah,jika dia mau menghilangkan kegugupannya hasilnya pasti akan lebih bagus dari ini..."
Jawab sehun,ia menutup majalahnya dan menghampiri luhan
"kemarin lusa,saat pemotretan...sebenarnya ada apa dengan kalian berdua?"
"maksudnya?"
"jongin terlihat tidak senang setelah pemotretan"
Sehun tersenyum kecil,ia membuka albumnya dan mengambil salah satu foto dan menyisipkannya disana.
"aku hanya bermain sedikit dengannya,sudah lama aku tak melihatnya seperti itu"
"kau bermain-main seperti anak kecil, hahh... kurasa jongin benar-benar tak menyukaimu"
"kami seperti ini sejak dulu, dia tak menyukaiku begitupun aku..."
Luhan meletakkan majalah yang ia pegang dan mengambil ponselnya, ia tersenyum membaca pesan yang baru dia dapatkan.
"well, kurasa kau beruntung karena dia sehun"
Ucapnya ambigu, sehun menoleh dan menatapnya tak mengerti
"ada panggilan pekerjaan dari perusahaan yang kemarin"
TBC
