photograph ch. 3
hunkai
kookmin
luhan
Jongin tidak tau apakah ini hal yang baik atau buruk, ia merasa senang kalau fotonya direspon positif dan disukai banyak orang, beberapa orang mulai membicarakannya diblog , menyebut namanya sebagai model yang berbakat, memang hal inilah yang sangat ia nantikan, menjalani profesinya sebagai model professional yang bernaung dibawah agency, ia tidak perlu repot-repot mencari kesempatan menjadi model, bayarannya juga bisa menjadi lebih tinggi. Tapi bekerja sama lagi dengan oh sehun adalah ide yang buruk baginya, jongin sudah merasa bahwa pertemuan mereka pasti berakhir dengan tidak baik, oh sehun itu menyebalkan dan sangat usil padanya, jongin tidak yakin sehun akan professional padanya, ia juga tau kalau saat pemotretannya dulu sehun mempermainkannya, ia diam karena tak ingin berdebat dengannya.
"ya, jongin ah… namamu mulai bergaung sekarang eoh? Lihat, banyak sekali yang membicarakannmu"
Taemin menunjukkan ponselnya yang sedang membuka sebuah blog, foto – foto jongin terpasang disana dan banyak sekali komentar-komentarnya. Jongin tak terlalu senang mendengarnya, ia menyingkirkan ponsel taemin dan menyandarkan kepalanya di sofa, menghela nafasnya kemudian menutup matanya.
"kenapa? Bukankah ini hal yang baik?" tanya taemin
Ia menutup bowsernya dan duduk disamping jongin, ia menyangga kepalanya dengan salah satu tangannya sedangkan tangan lainnya merapikan poni-poini jongin yang mulai menutupi matanya karena terlalu panjang.
"entahlah hyung… aku senang tapi… "
"tapi juga kesal karena kali ini kau harus bekerja sama lagi dengan sehun?"
Tebaknya, jongin mengangguk mengiyakan, taemin sudah tau sejak dulu kalau ia dan sehun bermusuhan, mereka tak pernah akur dan selalu menjadi rival disekolah, teman – teman sekolah memanggil mereka tom dan jerry, karena tak pernah ada yang berhenti membuat masalah. Sehun yang selalu mencari gara-gara dan jongin yang tak pernah mau diam menerima sikap usil sehun, tidak ada hari tanpa bertengkar.
"jongin, disaat seperti ini, eksistensimu sebagai modellah yang harus diutamakan, terlepas apakah kau menyukainya atau tidak, keprofesionalan yang harus diutamakan, kau bisa anggap orang itu bukan sehun, dan apa kau mau menyia-nyiakan kesempatan seperti ini? Kesempatan tidak datang dua kali, dan kau sudah menunggu lama untuk ini"
Apa yang dikatakan taemin memang ada benarnya, kesempatan ini belum tentu akan datang lagi, jadi setidaknya ia yang harus membuang egonya sendiri, ia sudah menunggu lama untuk mimpinya ini, dan jongin tidak ingin orang sepeti sehun menghalangi jalannya.
hunkai
hunkai
hunkai
hunkai
Jimin baru saja selesai dengan rapatnya bersama beberapa model lain dan photographer, mereka akan melakukan pemotretan di busan, dan itu yang membuat jimin tak berhenti tersenyum sejak tadi, dengan itu ia bisa pulang meskipun sebentar, ia rindu sekali dengan kampung halamannya, apalagi lokasi pemotretannya tak terlalu jauh jaraknya dari rumahnya.
"sepertinya kau sedang senang, hyung"
Langkah jimin melambat, ia tersenyum lebar dan segera menghampiri jungkook yang terlihat sedang bersandar ditembok, jungkook melambaikan tangannya dan setelah jimin sampai ia menggandeng tangannya.
"kau sudah lama?"
Tanya jimin, mereka berjalan keluar dari gedung, dan menuju berjalan di trotoar, jimin sempat memakai maskernya, ia sudah dikenal dan banyak orang yang sering meminta foto atau tanda tangannya, tapi kali ini ia tak ingin siapapun menggganggunya.
"hyung, kau sudah tau tentang jongin hyung?"
"hum, aku sudah melihat blog mereka, dan sepertinya banyak yang menyukainya"
"apa dia akan di kontrak oleh agensi?"
"entahlah, jika memang banyak yang menyukainya kemungkinan besar dia akan dilirik oleh pencari bakat, ah… direktur harus tau ini, jongin hyung harus satu agensi denganku"
Ucapnya bersemangat, Jimin segera mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan teks kepada jongin, jungkook hanya tersenyum melihatnya, ia tetap menggenggam satu tangan jimin dengan erat.
"ah… aku akan kehilangan modelku lagi"
Gumamnya
"apa?"
"jongin hyung, kau sudah dikontrak oleh agensi dan aku tidak bisa sembarangan membuatmu menjadi modelku, satu-satunya orang yang masih menjadi modelku adalah jongin hyung sekarang dan kalu jongin hyung menapaki dunia model professional, aku harus mencari model baru lagi yang manis juga"
Jimin mencebik mendengar kalimat terakhir itu, ia tidak suka jungkook mengatakan orang lain manis.
"kau masih bisa memakaiku, aku tidak peduli apakah aku model yang sudah dikontrak atau bukan, kalau kau memintanya aku pasti akan mau"
Jungkook tertawa kecil, ia tau kalau jimin tidak menyukai ide kalau ia harus memakai model lain selain dirinya dan jongin, padahal ia hanya bercanda, tapi jawaban jimin membuatnya merasa senang.
"ah.. tiga hari lagi aku akan melakukan pemotretan, di busan"
Jungkook perlahan mengehentikan langkahnya, ia menoleh kepada jimin
"busan? Berapa lama?"
"Rencananya hanya dua hari satu malam, tapi sepertinya aku akan lebih lama, aku ingin pulang"
"lalu bagaimana denganku?"
"ya, aku kan hanya beberapa hari, kita masih bisa bertemu setelah aku kembali"
Jungkook tak menyukai ide ini, beberapa hari tak melihat jimin bisa membuatnya rindu setengah mati pada sosok manis ini, apalagi busan, kalau saja jungkook bisa ikut kesana, ia juga ingin bertemu dengan keluarga jimin, ia sudah cukup dekat dengan adik laki-laki jimin, dan orang tua jimin juga sudah mengenalnya, jungkook pernah beberapa kali kesana saat mereka masih dikorea, tapi kuliahnya juga tidak bisa ia abaikan, jimin juga pasti tidak akan senang kalau di membolos hanya untuk ikut kesana.
"kau tidak marah kan?"
Jungkook menghela nafas, mereka kembali melanjutkan perjalanan
"tidak, hanya saja kupikir aku bisa merindukanmu"
"kita bisa melaukan video call"
"rasanya akan tetap berbeda, aku hanya melihat wajahmu saja, tidak bisa menggandeng tanganmu seperti ini"
Pipi jimin menghangat, ketika ia melihat tangan jungkook menggenggam tangannya dengan erat, mereka beberapa kali seperti ini, tapi ia selalu tak bisa mengontrol degup jantungnya yang terus berpacu cepat setiap kali ia bersama jungkook, jimin menyadarinya, ia menyukai jungkook lebih daipada teman dan ia juga tau kalau jungkook menyukainya, hanya saja ia tak tau, kenapa jungkook tak mengatakan apapun tentang hubungan mereka, hubungan mereka tak terlihat dengan jelas.
hunkai
hunkai
hunkai
hunkai
Jongin berusaha mengatur nafasnya, tangannya mulai berkeringat dan sejak tadi ia juga merasa gugup, ini pemotretan pertamanya bersama orang-orang professional, ia belum pernah bekerja sama dengan ku sebanyak ini, ia baru kali ini di make up oleh orang lain dan wardrobe disediakan oleh stylist, ia bertemu dengan sehun tadi dan mereka berdua tak membicarakan apapun meskipun mata mereka saling melempar ancaman.
"jangan gugup, pemotretan ini akan menyenangkan kalau kau menikmatinya"
Ujar sang make up artist, jongin tersenyum berterima kasih karena sudah disemangati, beberapa menit lagi pemotretan akan dimulai, ia juga sudah siap.
"ini pertama kalinya kau bekerja sama dengan orang banyak bukan? Kau pasti akan merasa gugup nanti, anggap saja mereka tak ada dan lakukan seperti biasanya, aku melihat foto-fotomu, dan menurutku kau memang berbakat…kau tau, hanya orang-orang tertentu yang bisa melihat bakatmu"
Lagi-lagi jongin tersenyum dan juga mengangguk menanggapinya, ia sibuk menenangkan dadanya yang terus berdebar, ia berkali-kali menarik dan membuang nafasnya dengan perlahan, dan beberapa saat kemudian seorang kru memanggilnya karena pemotretan akan segera dimulai, jongin menyemangati dirinya sendiri, ia menggenggam tangannya erat saat keluar dari ruang make up.
Ia mengalihkan pandangannya saat tak sengaja bersitatap dengan sehun yang juga sudah siap dengan kamera lengkapnya, beberapa kru berdiri dibelakang sehun, mendadak rasa gugupnya muncul lagi, itu membuatnya kesulitan mengontrol mimic wajahnya, sehun juga terlihat frustasi dibalik lensa kameranya karena sejak tadi jongin tak menampilkan ekspresi yang baik.
"ya kim jongin, kau lihat kesini dan jangan mengatakan apapun selama aku berbicara"
Ucap sehun, jongin melihat kearahnya, tak mengerti maksud sehun
"kau ingat kenapa kita tak pernah cocok?"
Jongin tentu ingat dengan jelas mengapa ia dan sehun bisa menjadi musuh bebuyutan selama tiga tahun disekolah, semuanya karena sehun membuatnya malu saat kelas pertamanya di junior school, saat itu guru mereka menyuruh setiap siswa baru memperkenalkan dirinya, saat gilirannya sehun tiba-tiba memanggilnya hitam, memang sih dia yang paling gelap diantara teman-teman sekelasnya yang lain, tapi ia tidak sehitam itu, seisi kelas menertawainya dan mulai memanggilnya hitam setelah itu.
"kau pernah melemparku dengan bola basket, kau tau itu rasanya sakit"
Itu terjadi saat semester kedua mereka, saat itu pelajaran olahraga, sehun memang sudah tinggi saat itu jadi saat jongin berniat mengoper bolanya kepada salah satu temannya, tak sengaja ia melemparnya terlalu tinggi dan bola itu malah mengenai sehun yang tepat berada dibelakang temannya, hingga sehun terjatuh dan hidungnya berdarah, jongin merasa puas saat itu meskipun itu tak disengaja.
"aku rasa, tidak ada seharipun kulewatkan tanpa berkelahi denganmu, kau itu cerewet dan aku pernah melemparmu dengan buku sejarah yang sangat tebal bukan?"
Mengingat itu membuatnya kesal, sehun melemparkannya tanpa pikir panjang, dan lemparan itu tepat dikepalanya.
"aku merasa puas Karena sudah membalasmu, tapi sialnya setelah itu kau melapor dan membuatku dihukum oleh guru kedisiplinan"
Tentu saja jongin ingat hal ini, ia ingat sekali bagaimana sehun merutuk terus karena dihukum mengangkat kedua tangannya didepan kelas selama pelajaran berlangsung, membalas sehun adalah hal yang menyenangkan untuknya.
"kau membuatku malu"
Dan itulah yang membuat jongin bahagia, rivalnya terlihat lebih rendah saat dihukum
"teman-teman mulai memanggil kita tom dan jerry dari korea, itu benar-benar julukan yang menjijikan"
Bahkan jongin pun tak sudi di sebut seperti itu, tom dan jerry itu berarti mereka tak pernah bisa berpisah.
"saat kau bilang kau akan menjadi model terkenal, kau tentu tau aku meragukan itu"
Jongin merasa kesal hal itu diungkit-ungkit lagi, apa bedanya dengan dirinya Yang selalu menyombongkan diri bahwa dia akan menjadi fotographer model victoria secret tapi ternyata masih berada pada tingkat rendah seperti ini.
"kupikir aku merasa bebas setelah lulus, aku tak perlu lagi bertemu rivalku"
Begitupun jongin, ia merasa beruntung karena mereka tak satu sekolah lagi, ia di seoul dan sehun di cina, setahunya seperti itu.
"tapi sekolah jadi membosankan, aku tidak punya bahan mainan saat aku bosan…"
Jongin mencoba bersabar, ia masih memposisikan tubuhnya pada gaya-gaya tertentu dan sehun masih memfotonya, jongin tidak tau kenapa sehun mengungkit masa lalu mereka disaat seperti ini dan ditempat kerja seperti ini, ia harap tak ada yang mengerti bahasa korea selain mereka berdua.
"aku terkejut melihatmu setelah beberapa tahun…kau menjadi semakin manis, jongin…"
Jongin tiba-tiba terpaku pada pernyataan mengejutkan itu, ia menatap lurus kearah kamera dimana sehun terus memotretnya, anak itu… apakah ini saat yang tepat untuk memotret ketika dirinya begitu kaget?.
"selesai, kita melakukan pemotretan lagi besok, akan ku kirim alamatnya lewat pesan"
Seakan tak mengatakan apapun sebelumnya, sehun beranjak untuk mengecek foto-foto yang ia dapat tadi, sedangkan jongin kembali keruang ganti dengan pikiran kosongnya.
hunkai
hunkai
hunkai
hunkai
TBC….
