Please Don't Cry
Chapter 2
Main Cast : Xi Luhan (Park Luhan)
Oh Sehun
Other Cast : Kim Jongin (Kai)
Byun Baekhyun
Yoon Chanyeol
Genre
Romance,Hurt/Sad.
(GS for uke)
Halo apakabar chingu^^
Yuk langsung next cap aja.. hihi..
Maaf ya yang kemarin typo YAOI padahal ceritanya GS for Uke
Maafkan saya chingudeul ^^
Kasih saran dan kritikan jika ada yang kurang paham dengan bahasa yang ada di fanfic ini
Otte? hihi
.
.
.
Oohdinda72016
.
.
.
.
"Appa, sekolah Luhan besar sekali. " kata Luhan heran
Seoul Elementary School adalah Sekolah Dasar yang paling terkenal di Kota Seoul, beruntungnya kepala sekolah di sana adalah tetangga dari mereka jadi masuk kesana pun tidak usah susah payah mengeluarkan banyak biaya mungkin hanya saja mengeluarkan biaya untuk membeli perlengkapan sekolah dan seragam yang harganya selangit. Mahal sekali padahal hanya seragam berbelang seperti zebra dan hanya untuk sekolah dasar. Yahh namanya juga skolah paling terkenal. Seragamnya pun juga pasti mahal. Rata-rata anak orang terpandang yg bersekolah disini, lagipula si kepala sekolah 'Choi Siwon' sudah tahu kemampuan Luhan dibatas kemammpuan anak kecil seperti dia. Luhan sangat lah pintar, baru berumur 7 tahun saja sudah pintar menghafal rumus2 anak JHS-SHS bahkan ia bisa menyelesaikan permainan rubric hanya selama 1 menit. Apakah itu tidak keterlaluan jeniusnya?
"iya nak, ini sekolah Luhan. Kenapa? Luhan tdak ingin sekolah?"
"kenaapa appa bertanya seperti itu kepada Luhan, Luhan sllu ingin bersekolah disini Ap—" kata Luhan terputus saat..
"Ohh.. Tuan Park. Anda sudah sampai disekolah?" Tanya seseorang berjas hitam rapih memakai pomade #ahayde. Keluar mobil ferarry berwarna putih. Yahh itu adalah kepala sekolah SES
"Oh tuan Choi, iya saya mengantar Luhan. Luhan.." Appa memberikan isyarat agar Luhan mmberikan salam kpd lelaki berjas itu.
"Anyeonghaseo Ahjussi.." Ucap Luhan Polos
"Yaa Luhan panggil tuan ini Kepala Sekolah Choi, ia adalah kepala sekolah disekolahmu.." Ucap appa dg nada rendah.
"Uh appa tidak bilang, benarkah? Mianha..ee " cengir Luhan
"tidak apa.. Kau sangat polos Luhan, panggil saja aku Ahjussi . Mungkin itu lebih nyaman nantinya, kajja masuk ke sekolah bersama Ahjussi, " dengan tangan akan menggandeng Luhan.
"Sebentar Ahjussi, Appa.." Jinjitan Luhan membuat Appa-nya menunduk
"waee..?"
CUP
"Appa hati2 dijalan ne.. Luhan masuk dulu brsm Ahjusii" lari kecil menuju Ahjusii' yaitu Choi Siwon
Sang appa hanya tersnyum manis melihat tingkah laku Luhan lalu pergi meninggalkan sekolah itu
.
.
.
.
.
.
"Guru Henry kemarilah.." Panggil kepala sekolah kpd seorang guru
"Ohh.. Tuan.. Nee" datanglah ia
"tlong antar Luhan ke kelas barunya, tempatkan dia dikelas 1A
"1A, mengapa ia di tempatkan disana tuan?" Ucap heran pria yang bernama Henry
"Sudah antarkan saja anak ini, kau belum mengetahui kemampuannya. Luhan, berbaiklah dengan teman sekelasmu.. Ne.. Ahjusii akan kekantor dulu.. Jika ada yang kau perlukan panggil tuan ini 'menunjuk henry' araseo?" Ucap tuan choi menunduk
"N-ne araseo.." Ucap luhan gemetar krna takut
"kenapa kau bergetar nak? Jangan takut disini tidak ada yang menakutkan" ucap tuan Choi
"Luhan tidak takut ahjusii, " ucap Luhan dg berani dan lantang
"anak pintar.. Sudah sana ke kelas" ucap tuan choi sambil mengusap pucuk kepala Luhan lalu tersenyum melihat punggung luhan mengahadap depan.
Sebenarnya apa yang membuat Choi Siwon perhatian sekali pada Luhan, apakah karena kejeniusan Luhan atau yang lainnya…?
.tok
"permisi Bu Yoona, ini ada anak baru ia akan masuk ke kelas 1A. " ucap henry kepada seorang guru muda nan cantik
"benarkah? Uh manis skali anak ini, " ucap yonna
"terimakasi noona" jawab Luhan polos.
"Luhan panggil noona ini Bu Guru, dia guru yang akan membimbingmu nanti di kelas barumu. Ayo ikut lah dengan Bu Yoona, ia akan mengantarkanmu keklas" ucp henry berlalu
Yonna adalah wali kelas dari kelas 1A di SES dia mempunyai tubuh yang proposional cantik elegan dan senyum manis yg terpatri di pipi indahnya.
"Ayoo Luhan ikut ibu…" ucap yonna beranjak akan jalan kekelas
"ne.."
KELAS
"selamat pagi anak-anak.." Yonna memasuki kelas 1A ruangan yang mempunyai 4 AC karena ruangan ini sangatlah besar. Mempunyai 30 anak di dalamnya. Anak-Anak yang lucu dan manis.
"neeee…" jawab serentak anak2 dikelas 1A itu.
"ada murid baru disini, Luhan ayo silahkan perkenalkan nama kamu.."
"nee.. Ayeonghaseo jireum Park Luhan Imnida. "
"anak-anak perlakukan Luhan dg baik ya, ayo Luhan duduk disamping Baekhyun" ucap Yonna akan duduk di tempat duduknya.
ISTIRAHAT
Luhan sedang makan bekal yang telah disiapkan ibunya untuknya di kantin sendirian, meskipun Luhan baru berumur 7 tahun tapi sikap dewasa nya sudah tumbuh. Entahlahh
"anyeong.." Tutur seorang yeoja di hadapannya sontak membuat Luhan terkejut
"uhh, ne.." Balas Luhan
"Apakah boleh aku duduk bersamamu Luhan?" Tanya sang anak
"ne? Ah silahkan.."
"kita belum berkenalan bukan. Namaku Byun Baekhyun, tentunya kau Park Luhan kan.. Haha" senyum simpulnya
"nee.. Senang bisa berkenalan dengan mu Byun.." Ucap Luhan
"pangggil aku Baekhyun bukan Byun. Mengerti?" Tegas Baekhyun
"eo? Ne..mianhae.."
SKIP TIME
Sudah waktunya Luhan untuk pulang tapi mengapa appanya juga belum menjemputnya, ia befikir ia hafal jalan menuju rumahnya. Lalu dg langkah kecil ia mencoba berjalan umpama saja dijalan ia bertemu appa-nya. Tapi tiba-tiba..
BRUK
'auu sakit'
Luhan tersungkur jatuh ditepi jalan karena seorang namja pengendara sepeda kecil itu. Lalu ia berhenti..
"aigo, mianhae.. Apa kau terluka?" Tutur namja itu dengan menjulurkan tangan kearah Luhan
"ahh aku tidak apaa.." Jawab Luhan smbil memegang lututnya, lututnya berdarah sedikit.
"astaga lututmu berdarah, apakah kau benar tak apa" Tanya namja itu lagi
"benar aku tak apaa.." Ulang Luhan
"aku akan mengobatinya ayo ikut dg ku." Gandeng namja itu kesebuah kursi tepi jalan
Anak laki-laki itu sedang membalutkan sehelai kain atau bisa disebut tisu lah. Dgn mberikan tisu itu sedikit air agar luka Luhan tidak infeksi.
"Mianhae ne, tadi aku terburu-buru karena aku lapar" ucap namja itu polos.
"ne, ania mungkin aku tidak hati-hati tadi.."
Setelah selesai membasuh Luka Luhan, namja itu memandang seragam sekolah Luhan.
"apakah kau bersekolah dengan skolah yang sama denganku? Mengapa seragammu sama seperti seragamku?" Tutur sang namja itu.
"aku berskolah di seoul elementary school" menunjuk gedung besar itu
"aku juga bersekolah disana, kau berada dikelas apa?" Tanya sang anak laki-laki itu dg penasaran
"aku berada dikelas 1A, lalu kau" ucap Luhan
"berarti aku adalah seniormu? Hehe aku kelas 2A"
"benarkah, mianhae oppa," tutur Luhan menunduk
"ahh mengapa kau terus meminta maaf aku yg seharusnya minta maaf padamu bukan kau.." Ucap nya "namaku Oh Sehun siapa namamu?" Lanjut dg menjulurkan tangan
"eh, Park Luhan Imnida" membalas juluran tangan.
'oh namanya sehun?'
"apa benar lututmu tak apa?" Tanya lagi
"nee.." Jawab Luhan lirih "hanya agak nyeri saja oppa," jawab luhan
"panggil aku Sehun saja jgn Oppa, mari naik kesepedaku aku akan mengantar pulang kau.." Tawar Sehun
"ahh tidak usah merepotkan saja.. Aku akan pulang sendri saja. Aku benar tak apa" tolak Luhan lagi ia benar-benar tidak mau merepotkan oranglain.
"ahh ayolah, aku akan merasa bersalah dg kejadian ini jka kau tidak mau menerima tawaranku.." Ucap sehun lirih
"baiklah, tapi aku takut…"
"pegangan pada bahuku.. Araseo.."
"baiklah.."
.
.
.
.
"rumahmu yg mana?" Tanya sehun melihat kanan-kiri tetapi mengapa Luhan tidak menghentikannya dari tadi
"sebentar lagi sampai opp—eh sehun" ucap Luhan
"araseo.."
"berhenti rumahku sudah sampai, itu dia rumahku" menunjuk rumah kecil seberang jalan.
"masih menyebrang, naiklah lagi aku akan mengantarmu sampai sebrang.." Tukas Sehun
"tak usah terlalu ramai, aku akan memintanya pd Ahjussi saja" ucap Luhan
'satpam!'
DiSKIP aja menurut ku cerita ini terlalu bertele-tele lamanya.
Langsung saja 10 tahun kemudian
"Yak! Cepatlah kita terlambat!" Teriak seorang namja bersender dipagar depan rumah seseorang.
"nee..nee.. Eomma appa aku berngkat dulu, sehun sudah menungguku.." Ucap luhan terburu-buru sambil memakai sepatunya keluar.
"Yak sarapan dulu luhan.." Ucap sang eomma,
"biarkanlah sehun akan mengajaknya sarapan nanti di sekolah."
"hei rusa kenapa kau lama sekali, nanti gantengku hilang karna lama menunggu seekor rusa kecil seperti mu.." Ucap sehun jengkel
"sudahlah ayoo nanti kita terlambat sehun-ah.
Yaa mereka adalah luhan dan sehun, sejak 10 tahun lalu kejadian yang membuat luhan dan sehun bertemu mereka memutuskan untuk bersahabat sampai sekrang ini. Sehun menerima dg baik keadaan keluarga luhan yg serba kekurangan. Ibunya sudah beranjak mengarah wajah kriput ia sudah tidak bekerja sebagai petugas kebersihan di taman kota ia sekarang menjadi pembantu rumah tangga di perkomplek'an agak mewah disekitar rumahnya dan ayahnya masih menjadi klinning service di sebuah perusahaan. Sedangkan sehun keadaannya berbalik dg keadaan luhan. Ia anak dari pengusaha konglomerat ibunya adalah ibu-ibu sosialita mereka berdua jarang berada dirumah karena pekerjaan nya diluar negeri. Terkadang luhan merasa tidak enak dan berfikir 'mengapa sehun mau berteman dg perempuan miskin sepertiku' tapi luhan cepat-cepat menampik pikirannya itu dan membuangnya jauh-jauh. Karena menurutnya persahabatan tidak memandang berapa banyak harta yang mereka miliki tapi berapa banyak rasa kasih sayang yang mereka lakukan.
"sehun-ah, apakah kau sudah bersarapan?" Tanya luhan
"tentuu sudah, mengapa? Kau belum sarapan. Jja kita pergi ke kantin dlu," ucap sehun
"ah ani, aku sudah sarapan, kita langsung ke kelas saja ya.."
" benar kau sudah sarapan?" Tanya sehun ragu. Karena sehun hafal gerak-gerik sahabatnya ini berbohong atau jujur.
"benar.. Kajja" ditariknya lengan sehun.
Selama 10 tahun ini sehun sangat menjaga luhan. Sangatt..sangatt menjaga luhan.
FLASHBACK ON
Pernah saat kelas 2 JHS Luhan diganggu oleh seniornya yaitu kelas 3 JHS dengan beraninya Sehun membela sahabatnya itu lalu menghempaskan tangan mulusnya kearah-arah laki-laki itu "pergi kau, laki2 bejad pikiran mesum. Berani nya kau menganggu istriku..pergi atau kuadukakan ke kantor bimbingan konseling." Dngan takutnya 2 laki-laki itu berlari menjauhi Sehun. "Luhannie tak apa" Tanya Sehun kuatir. "tak apa, aku tahu kau akan datang" ucap Luhan tenang.
FLASHBACK OFF
Sehun adalah sahabat + pahlawannya dimana ia sedang kesusahan Sehun selalu datang cepat kepadanya. Yahh kata-kata istri sudah takkan asing di telinga keduanya. Itu bentuk dari rasa kasih sayang sehun untuk luhan. Terkadang saat mendengar kata-kata itu Luhan tertawa geli. Seoul elementary school adalah skolah yang meneruskan sampai jenjang SHS . EHS-JHS-SHS. Jadi ya luhan dan sehun sudah 10tahun bersama dalam persahabatan Luhan sudah menghabiskan setengah hidupnya bersama Luhan begitu sebaliknya. Keluarga Luhan senang jk Sehun bersama anak mereka karena mereka tahu Sehun akan menjaga Luhan. Sehun setahun lebih tua dari Luhan, sehun senior luhan.
"pagi Luhan.." sapa seorang namja dari belakang sambil mencolek dagu Luhan.
Luhan dan Sehun tersontak kaget.
"yak kau mengejutkan ku KIM JONGIN" ucap Sehun geram
"hhe mianhae.. kau sudah saraapan Luhan?" Tanya KIM JONGIN? Iya dia KIM JONGIN teman sekelas Sehun dan juga berteman dengan HunHan
"nee.." angguk Luhan
"mengapa kau tidak bertanya padaku kai?" ucap sehun
"mengapa aku harus denganmu tidak ada untungnya.." ucap kai berlari
"yaa..yaa akan kuhajar kau," berlari menuju Kai
Luhan yang melihatnya tertawa menggeleng terlihat bahagia dengan kedua sahabatnya itu. Lalu menyusulnya.
Dari arah yang berbeda ada sosok sedang bersender sedang memperhatikkan senyum manis Luhan dengan senyuman miring.
'apakah aku bisa memiliki mu Luhan..'
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
Ahh pendek gasih? Mianhae ne..
Terimakasih sudah menyempatkan untuk member ulasan, semakin banyak ulasan semakin cepat saya next.
Hihi ^^
