Please Don't Cry
Chapter 3
Main Cast : Xi Luhan (Park Luhan)
Oh Sehun
Other Cast : Kim Jongin (Kai)
Byun Baekhyun
Yoon Chanyeol
Genre
Romance,Hurt/Sad.
(GS for uke)
Minal aidzin Wal Faidzin Nggih
Maafkan Author jika ada salah-salah pengucapan di fict ini^^
Oohdinda72016
Ttinggg…
Bel masuk sekolah berarti mereka harus memasuki kelas yang berbeda dan berpisah untuk mengikuti pelajaran.
"focus ya, jangan bandel dikelas" tutur luhan sambil merapikan dasi sehun
"nee.." Jawab sehun berbinar-binar
"lalu aku?" Ucap kai mendengus kesal "aku tidak?" Lanjutnya
"hm.. Baiklah sini.. Akan ku—" luhan terpotong saat
"sudah-sudah kita sudah telat, masuklah kekelas yeoja-ku. Whaiting!" Ucap sehun sabil mngepalkan tangannya guna menyemangati luhan
"nee.. Kau juga" berlari kekelas.
"kau ini, mengganggu saja. Sekali-kali biarkan istrimu membagi dua perhatiannya kepadaku kenapa? Tak ikhlas saja, aku kan sahabatmu" mendengus kai geram
"istriku hanya untukku jongin-ah" berjalan dg wajah datar menuju kelas
"jjinja! Ingin sekali aku mencekik mu sehun! " kai kesal "eehh..eehh kauu" henti kai menunjuk seseorang
"nee mianhe? Wae? Kau memanggilku?" Sontak henti ranjakan seseorang disebelah kai.
"nanti pulang sekolah latihan, jangan lupa. Dan jangan lupa membaawa apa yg kemarin aku sarankan mengerti?" Ucap kai memerintah. Kepada siapa?
"nee hyung, aku takkan lupa" ucap lembut seorang
"yak jongin-ah cepatlah" teriak sehun dari kejauhan
"ne.. Yasudah aku kekelas dlu.. Sampai nanti.." Berlari mengarah sehun.
"ck! Memangnya dia siapa memerintah orang seenak hatinya saja!" Celetuk seseorang
XI A
"luhan apakah pr'mu sudah selesai, aku boleh meminjamnya. Aku hanya kurang sedikit saja. Boleh ya," ucap baekhyun
"emm.. Ba-baiklah ini" ucap lirih luhan menjulurkan buku tulisnya kpd baekhyun.
"luhan? Kau tak apa? " baekhyun khawatir
Baekhyun juga sudah berteman dg luhan hamper 10 tahun tapi kedekatannya hanya sebatas diskolah saja tidak seperti kedekatannya dg sehun.
"he? Iya aku tak apa. Hanya sedikit nyeri di perut." Ucap lirih
"apa kau sdg datang bulan?" Tanya baekhyun lagi
"eum? Tak"
"jika kau kurang sehat berbaringlah ke UKS ayo ku antar." Ucap baekhyun akan menggadeng luhan
"aku tak apa baek, cepat kerjakan pr'mu sebelum Guru datang mati kau" luhan mencoba mengalihkan pembicaraan.
"eum, baiklah jika ada apa-apa bilang aku. Ne?" Ucap baekhyun lembut
"nee.."
Dari tadi seseorang didepan meja luhan telah menguping pembicaraan nya dg baekhyun.
'apakah luhan sakit?'
Tiba-tiba kepala luhan terasa pusing, mata mulai buram pandanganny dan..
BRUGH
"LUHAN!" Ucap Baekhyun terkejut
Sontak semua siswa dikelas itu terkejut dan mendekat kecuali orang yang didepan meja Luhan yang sedari tadi memperhatikannya. Ia langsung mempobong tubuh mungil Luhan ke UKS dengan gerak sigap.
Saat Sehun sedang bercanda dengan Kai disebelahnya memainkan secarik kertas tiba-tiba melihat jendela seorang namja membopong sahabat mungil nya yg terkulai lemas diikuti teman nya Baekhyun. Sontak Sehun berdiri dan mengikuti arah namja itu.
"LUHAN" berdirinya sehun dan teriakannya membuat teman sekelas'nya terkejut. Lalu Sehun berlari dg kencang.
"yak sehun-ah ada apa?" teriak Kai mengikuti Sehun takut ada apa-apa
"apa yang terjadi baek?" Tanya Sehun berlari menyampingi Baekhyun
"dia pingsan oppa," jawab Baekyun
"astaga" sehun mulai berlari dg cepat menuju Luhannya.
Seseorang itu masuk UKS dg nada "Dok..dok datanglah" lalu meletakkan tubuh mungil Luhan dalam ranjang tempat tidur di UKS. Datanglah Sehun,
"Luhannie, kau tak apa? Bangunlah aku disini, Luhann.. Dokter.." teriak sehun gusar
Baekhyun menyusul masuk ke UKS . disusul oleh Kai
"tolong minggir sedikit Sehun-ah aku akan mmeriksa Luhan" hamper seorang dokter
"nee.. tlong periksa dia dok.." ucap sehun khawatir
"ayolah sabar , Luhan akan baik-baik saja jangan begitu khawatir" ucap Kai mendekati Sehun
Baekhyun terlihat sangat khawatir lalu melihat kanan-kiri. 'oh ya dimana Chanyeol?'
Yaa ternyata namja yang membopong Luhan sigap tadi adalah siswa yang bernama Chanyeol manusia tampan dari kelas XI A satu kelas dengan Luhan dan Baekhyun.
"ahh dia baik-baik saja, apakah dia sudah sarapan tadi? Mukanya terlihat pucat" ucap Dokter
"eum, Luhan bilang dia sudah sarapan tadi tap—" ucapnya terhenti karena melihat Luhan sudah siuman dari pingsannya.
"Luhannie.." sehun medekat begitu juga dgn Kai Bekhyun.
"yasudah saya keluar dulu.."
"nee khamsamida Dokter," ucap Baekhyun menunduk kecil,.
"Aku ada dimana?" ucap Luhan dg mata masih menerjab-nerjab
"aissh sok amnesia, kau ada di UKS bodoh!" ucap sehun kesal
"yak oppa" ucap baekhyun dg tatapan tajam
"ada apa sehunnie?" tnya Luhan
"tadi pagi kau bilang kau sudah sarapan, padahal belum kan? Sudah tau punya penyakit maag kenapa tidak makan tadi pagi hah? Kau membuatku hamper mati tadi." Ucap sehun gusar
"ahh ituu. A-ah" ucap Luhan kesakitan
"aku akan membelikan makan diam disini, " ucap sehun berlaari
"yaa luhan, kau membuatku khawatir tadi, kau sungguh hanya maag? Masih perihkah?" Tanya Baekhyun
"Sudah tadi dia merengek kesakitan masih Tanya" ucap Kai kepada Baekhyun
"oppa, aku kan hanya memastikan saja.." dengusan kecil Baekhyun.
'apakah Luhan sudah tak apa? Rasa nya ingin sekali masuk dan memastikannya sendiri kedalam sana'
"ini makanlah, baekhyun tolong bantu dia mendudukan badannya." Ucap sehun dg mempersiapkan makanannya dan obat maag
Luhan sudah posisi duduk di ranjang UKS.
"Kai, Baekhyun kalian kembalilah kekelas, biar aku saja yg menemani Luhan.."
"tapi aku ingin disini menemani Luhan oppa," lirih Baekhyun
"Aku tak apa baek, kembalilah kkelas ikuti pelajaran bukannya kau bilang kau susah mengerti dg maple hari ini.. kajja" ucap Luhan menahan sakit
"yasudah, aku kembali ke kelas ya Luhan.. anyeong Oppa.." baekhyun berlari kecil keluar UKS
"Aku tetap disini menjaga bidadariku saja. Aku malas bertemu dg Pak Henry dia sok kegantengan" ucap Kai mengusap-usap rambut Luhan
Pletakk
"singkirkan itu.. kembalilah kekelas" ucap sehun
"aissh jinjaa! Ingin kupotong tanganmu rasanya.. baik-baik aku kekelas. Nanti lagi ya Luhan aku akan ke sini lagi, jangan merindukan aku.. " berlari kecil keluar UKS
"Takkan ada yang merindukanmu" ucap sehun "ayo makan ini, sehabis itu minumlah obat yg kubeli ini" lanjutnya
Luhan makan dg suapan sehun yg terus menerjang mulutnya
"sehunnie.."
"hmm" dengus sehun masih kesal
"kau marah padaku?" lirih Luhan
Tidak ada jawaban..
"ayo cepat selesaikan makanmu, "
"sehunnie.. hiks.." terdengarr tangisan Luhan
"yak kenapa kau menangis cepat habiskan makannmu" ucap tegas sehun.
Jinjja betapa sadisnya pria tampan itu
Luhan terus menangis malah semakin kencang disambut dg isakkan.
" kenapa kau malah menangis, jjinja" datang dan memeluk Luhan.
"mianhae sehun-ah mian telah membuatmu khawatir" ucap luhan di dada sehun
"kau juga sih, sudah tau aku tak suka dg sifat cerobohmu malah kau membuat ceroboh dg tidak sarapan tadi pagi. Apa kau ingin membuat aku mati mendadak dg pingsanmu tadi. Hamper aku ingin mati ditempat tadi saat kau tak sgera siuman.. aku sangat khawatir Lu.." ucap sehun dg mengecup pucuk kepala Luhan yang ada dibawah dagu-nya "kau separuh dari hidupku.. jangan pernah membuatku gusar dg kecerobohanmu seprti tadi. Araseo.." lanjutnya
"nee.. mianhae.." mengangguk-angguk didada sehun.
Jika orang tidak tahu bagaimana dekatnya mereka pasti orang itu akan menganggap mereka berdua adalah sepasang kekasih. Tapi untungnya semua warga diskolah ini tahu apa hubungan HunHan jadi mereka sudah biasa dg kedekatan mereka. Kedekatan yg tak wajar layaknya seorang sahabat tapi menurut mereka itu wajar.
SKIP TIME
Pulang sekolah Luhan menunggu Sehun di depan gerbang sekolah dg memainkan kedua kakinya sedikit lincah karena sehun sedang evaluasi dg tim basket. Sehun adalah katua tim basket di SHS ini. Sejak sehun menjadi ketua tim basket, tim basket di sekolah selalu mendapat penghargaan berkat kerja keras Sehun mengkompakkan anak tim'nya.
Dengan ragu-ragu seseorang melangkah.
"Luhannie.." tepuk bahu kanan Luhan
"Sehunn—ah kau baek, kukira. Iya.." hadap belakang Baekhyun
"Apa kau sudah baik?"
"nee.. aku benar baik. Terimakasih baek kau sudah membantu ku untuk ke UKS" ucap terimakasih Luhan
"ehh kok aku, aku mana kuat mengendongmu?" ucap Baekhyun heran
"tapi tadi-"
UKS TIME ago
"Sehun-ah apa kau tadi yg membaawa ku ke UKS?" Tanya Luhan
"tidak tadi yang membaawamu—" sedikit terhenti mengingat seseorang laki-laki yang menggendongnya tadi "bukan aku tapi Baekhyun.." lanjut Sehun sambil menjulurkan sendok makan kemulut Luhan..
"Ohh.."
.
.
"tapi tadi sehun bilang kau yg membawaku ke UKS, ternyata bukan kau? Lalu siapa, sehun bilang bukan dia.."
"ah tadi Chan—chanyeol Lu." Tutur Baekhyun sedikit ragu
"jjinja? Benarkah? Aii apa kau cemburu baek, kenapa wajahmu merah? Tenang saja aku kan hanya digendongnya buka diciumnya.. hahaha jangan panas begitu dong.." pekikkan Luhan membuat seseorang dibelakang Luhan yg manatap nya sedari tadi menatapnya tersenyum puas
'akhirnya aku bisa melihat senyumnya'
Dilain tempat
"dimana chan? Aku ingin ini cepat diakhiri kenapa chanyeol belum datang. Kaiii!"
"ayolah ssehun-ah aku tak tahu apa kau kira aku ibunya yg kemana-mana aku harus tau, aku tak tahu dia dimana, tadi aku sudah mengingatkannya. Mungkin dia lupa.." ucap kai menunduk.
Ahh kenapa menunduk? Kau tau wajah sehun jika sedang marah? Wajahnya sepert Iblis neraka. Terlihat merah dan mata mendingin bagaikan dibekukan oleh es. Semua orang disitu saja juga menunduk sembari takut dg tatapan Sehun. Ketua tim-nya
"mianhae hyung aku terlambat ada masalah sedikit tadi di wc hehe.. apakah lama?" rupa chanyeol dg menunjukkan senyum pasta itu polos,
"push up 100x sekarang! Kau tau aku tak suka dg orang yang tidak disiplin dan patuh aturan mengapa kau masih melanggar nya haa? Oh ya ditambah 50x back up! Kai urus ini, Luhan sudah mnungguku. Evaluasi slesai!" ucap sehun beranjak dari lapangan
"akhirnyaaa.. yak chanyeol kau membuat kami merunduk takut tai gara-gara keterlambatanmu itu..huhh" sorang berdecak kesal berbicara kpd chanyeol
Chanyeol hanya terpaku diam mengingat 100x push up 50x back up. Hadeuhhh
"yak cpatlah, aku ingin segera pulang.." ucap kai
"yak hyung, apakah hukuman itu nyata" seringai Chanyeol
"menurutmu? Cepat selesaikan. Aku sudah lapar" sentak kai
"ne..nee"
Chanyeol pun melaksanakan hukuman yang konyol itu, hadeehhhxx _xx
GERBANG SEKOLAH
"Sudah lama? Mianhae princess.." goda Sehun
"Ahh aniya, kajja. Sudah sore, kau pasti juga lelah kan.." ucap Luhan langsung menggandeng lengan Sehun
"kau lapar tidak? Jika lapar kita berhenti dulu di warung ramen itu, ne.." ucap Sehun dg menatap ajah mungil Luhan
"tidak mau, aku mau langsung pulang saja.." tolak Luhan masih menggenggam lengan Sehun
Sehun tahu Luhan belum makan, terakhir makan tadi saat di UKS.
"Kyyaa tapi aku lapar Luhannie.." rengek sehun agar Luhan mau makan
"Yasudah ayo ke sana, tapi kau saja ya yang makan.." tarik luhan
"ani, kau juga harus makan. Aku tak mau makan jika kau tak makan.." ucap Sehun
"Ahh jinja, baiklah kajja.."
HARI SUDAH MULAI GELAP
"Kenyang sekali, padahal aku berniat diet tapi kau memaksaku memakan ramen ini..huftt.." ucap Luhan sambil memegang perutnya
"diet? Badan kurus masih mau diet, mengecilkan apa lagi Lu?" Tanya Sehun mendelik
"Aku perempuan, jadi aku harus menjaga tubuhku agar tetap enak dipandang agar—" ucapan Luhan terputus
"dipandang siapa? Cukup aku yg boleh memandang tubuh mu, wajahmu, matamu, hidungmu, semuanya dari tubuhmu…" ucap Sehun kesal.
Sifat Overprotetif itu muncul lagi. Hadeuuhhx_x
"terserah kau saja Oh Sehun.. ehh"
"ada apa?" Tanya Sehun
"Hpku masih ada dilaci kelas Hun-ah, kau tunggu sini ya aku mau mengambilnya dulu" beranjak Luhan dari kursi.
Makhlum warung ramen itu mash disekitar sekolah mereka. Mungkin hanya 100 meter.
"yak ini sudah hamper gelap, biarkan aku saja yang mengambilnya. Kau tunggu sini" ditariknya Luhan agar duduk kembali.
"Hun-ah biar aku saja, aku tak apa, kau duduk diisini saja tunggu aku.." berdiri lalu berlari menuju area sekolah.
"keras kepala.. awwas saja jika terjadi apa-apa.." ucap Sehun kesal
LAP. BASKET
"Aigoo, akhirnya kau selesai juga. Ini akibatnya kau telat, sudah tahu Sehun orgnya disiplin kenapa malah membuatnya marah. Aku pulang, cepat bersihkan peluh itu dan segera pulanglah. Sampai besok.." ucap Kai mengambil tas lalu meninggalkan Chanyeol yang telah bernafas ter-engah-engah dengan menelantangkan tubuhnya di Lap. Basket.
"siall.. sudah gila kapten itu.." gerutu Chanyeol dengan nafas ter-engah-ngah. "awas saja akan kubalas kau Oh Sehun!"
.
.
.
.
Luhan masuk ke area sekolah, ia mengambil handphone'nya lalu ditaruhnya ke saku 'ah untungnya masih ada, hamper saja aku lupa'
Lalu Luhan berjalan keluar ke arah gerbang, tapi ia seperti melihat orang sedang berbaring di awalnya diia cuek saja, tapi dia penasaran lalu mendekatkan dirinya kea rah Lap. Basket.
Dia mendekatt..
Mendekat..
'Chanyeol' pekik Luhan. Melihat Chanyeol sedang tertidur di Lap. Basket dengan keringat seperti habis Mandi atau lari sangat jauh dengan nafas ter'engah-engah.
"Chanyeol mengapa kau ada disini? Tidak pulang?" ucap Luhan sontak membuat namja itu terkejut
"Lu—luhan.." ucapnya terbata-bata karena ia tidak pernah berbicara atau menatap Luhan sdekat ini. "sedang apa kau disini?" lanjutnya
"harusnya aku bertanya padamu, apa yg kau lakukan disini Yoon Chanyeol, " ucap Luhan penasaran
"Ahh, mianhae aku hanya terlalu capek jadi gugup, hehe.. " ringis Chanyeol
"Capek? Memang kau habis apa? Keringatmu juga terlalu banyak menetes, apa yg terjadi.." Tanyanya lagi
"ahh tidak, aku hanya push up 100x dan back up 50x saja..heheh" ucap Chanyeol smbil meringis,
"Mo? 100x dan 50x apa kau gila?" Tanya Luhan menganga
"heehe.. ini hukuman ku Lu" ucap Chanyeol
"Hukuman untuk apa?" Tanya Luhan
"Luhan kenapa lama skali sih? Aku jadi khawatir.. akan kususul dia.." ucap Sehun beranjak dari kursinya.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Maaf pendek. Kurang puas ya? Hehe mianhae.. ^
