Please Don't Cry

Chapter 4

Main Cast : Xi Luhan (Park Luhan)

Oh Sehun

Other Cast : Kim Jongin (Kai)

Byun Baekhyun

Yoon Chanyeol

Genre

Romance,Hurt/Sad.

(GS for uke)

Oohdinda72016

"Ahh ani ani, sebenarnya aku yang salah. Aku datang terlambat sampai 30menit semua anak jadi menunggu lama karena aku hehe.." Chanyeol meringis sambil menggaruk tengkuk yang tdk gatal

"apapun itu sehaarusnya dia tidak menghukum'mu seprti tadi, ahh—(luhan mengambil sesuatu di tas'nya. Tissue) ahh seharusnya kau tidak perlu melakukan hal seperti tadi chan" ucap luhan sambil mengelap keringat chanyeol yang terus menetes dari dagu'nya. "keringatmu terus menetes sedari tadi, maaf ya" lanjutnya

Chanyeol bergetar. Tangannya sangat bergetar. Entah mengapa, apa karena seseorang yang ia suka baru mengelap kringatnya. Suka?

"aku akan berbicara pada sehun agar tidak terlalu keras pada tim-nya, dia memang agak keterluan dan dingin tapi sesungguhnya tak seperti apa yang ada.." Tutur luhan lembut "ini minumlah, minumanku,kulihat botol minum'mu habis. Sangat lelah ya?" Ucap luhan sangat perhatian.

Chanyeol tersenyum miring melihat luhan sangat perhatian padanya.

"ahh..n-ne gomawo luhan" maih terbata-bata lalu meminum air minum luhan.

"ne..ehh masalah tadi pagi aku pingsan, apa kau yang membopongku untuk ke uks chan?" Tanya luhan

"ahh nee..nee mianhae aku terlalu lancang langsung saja membopong badanmu, aku terlalu khawatir tadi dengan kkeadaanmu" uccap chanyeol, baru kali ini chanyeol berbicara akrab dengan luhan setelah 2 tahun bersama dalam satu kelas tapi chanyel hanya bisa memandang luhan dari kejauhan. Sejak masuk ke sekolah ini ia sudah tertarik pada sifat lembut luhan. Shingga chanyeol tertarik untuk lebih perhatian pada yeoja mungil ini.

"ahh gwenchana, gomawo ne chayeollie.. Karena kau cepat membawaku ke uks, aku jadi cepat ditangani, gomawo sekali lagi" ucap ulang luhan yang sontak memunculkan senyum manis diwajah namja itu.

.

.

.

.

'luhannie.. Ah dimana dia, dikelas sudah tak ada, apa dia sudah pulang, ahh tidak mungkin dia meninggalkan ku, dia kan takut sendirian apalagi jalan kerumahnya sangat gelap'. Saat sehun sedang akan keluar area sekolah, ia meliat lap. Basket seperti ada 2 manusia disana, ternyata benar. Langsung sehun menghampiri 2 manusia itu.

"apa kau suda tak lelah? Keringatmu sudah berhenti menetes.. Hee" tertawa pelan

"ahh jinjja, hehe mungkin karena sudah ada kau—eh" chanyeol kelepasan dia langsung menutup matanya menandakan ia malu.

Saat luhan ingin menanyakannya apa maksud'nya…

"yak luhannie.." Panggil suara besar terasa luhan tahu siapa itu, ia menoleh.

"sehunnie.." Lirih luhan

"apa yang kau lakukan disni? Ayo pulang.." Langsung menarik tangan luhan

"ahh anyeonghaseo hyung.." Sontak chanyeol berdiri sedikit menunduk

"seseorang hamper mati karena mu hun-ah, chan sebaiknya kau pulang beristirahatlah jangan sampai kau lelah lagi, kau bisa sakit.. Aku pulang dulu ya.." Kata luhan lalu meninggalkan sehun dan chanyeol

"nee khamsaimnida luhan" ucap chanyeol tersenyum

"luhannie,.." Larian kecil sehun

'kapan mereka merubah kedekatan mereka lagi'

Sepanjang jalan luhan banyak diam, sehun tahu luhan sedang kesal padanya.

"yak luhannie, kenapa kau kesal padaku? Seharusnya aku yang marah, kau telah meninggalkanku dwarung ramen seperti anak yg telah ditelantarkan ibunya. Aku mnunggumu hamper mati tadi." Ucap sehun sambil berjalan dibelakang luhan

Luhan tetap tidak bergeming ia tetap mendongakkan kepala ke depan tanpa merespon sehun yang sedari tadi berbicara padanya.

"luhannie.." Sehun langsung memeluk perut indah luhan dari belakang. "jangan mencueki ku lagi lu, aku tak tahan. Terakhir kau mencueki ku, rasanya aku hamper kehilangan nafas." Ucap rengek sehun manja.

Luhan masih diam, lalu ia melepaskan tangan yang sedari tadi memeluk perutnya. "sudahlah aku malas ribut.." Ucap luhan beranjak lagi.

"hahh apa gara-gara lelaki tadi kau sampai semarah ini padakku. Dia itu siapa. Bisa-bisanya membuatmu marah padaku haa!" Sehunn diam di tempat ia berdiri dan wajahnya mulai merah padam seperti api. Ia tak suka jika seseorang yang membuat hubungan mereka canggung apalagi dia seorang namja.

"menurutmu itu masalah sepele, kau hamper membuatnya mati tadi karena hukumanmu yang parah sekali. Berubah lah menjadi sosok yang baik dan tidak dingin kesemua orang hun-ah, agar semua orang menyukaimu. Jangan berbuat sadis pada semua tim-mu mereka juga manusia, mereka butuh dihargai bukan malah dicaci atau dihukum seperti tadi. Apa kau puas setelah membuat hukuman sekejam itu. Hah!" Teriak luhan mukanya panas, dengan melihat sehun. Luhan tidak suka kekerasan, kesadisan, keegoisan, dan tidak memikirkan oranglain. "kau fikir itu pantas untuk seseorang, jangan semena-mena menjadi senior" gerutuk luhan sangat kesal.

Baru kali ini dia dimarahi luhan sampai seperti ini, tidak biasanya luhan bisa semarah ini karena luhan adalah anak yang lembut, dan sekarang lihatlah seekor rusa kecil berubah menjadi serigala buas.

"apa kau membela anak itu, anak itu pantas diberi hukuman. Akibat tidak disiplin pada aturan yang kubuat, telat 1,2,3 menit aku tak mempermasalahkannya, ia telat hamper 30 menit, dan membuat semua anak-anak menunggu dia, dia kira dia siapa bisa seenaknnya sendiri" bela sehun juga tak kalah panas. "hukuman tadi tidak seberapa, itu masih belum cukup untuk membuat nya jera dalam masalah kedisiplinan" lanjutnya sedari tadi tangannya mengepal.

"oh begitu maksudmu hukumanmu tadi 100x push up dan back up 50x itu masih kurang, hun-ah aku tahu dia yang membopongku tadi lari ke uks, seharusnya kau memaafkannya dan tidak menghukumnya. Karena telah membawa aku ke uks dg segera, coba saja tidak ada dia tadi." Balas luhan tak kalah panas.

"kenapa kau jadi membela dia sih, dia siapa? Kau menyukainya haaah!" Ucap sehun kasar.

Diam tidak menjawab, daripada ia terus berdebat dengan sehun. Ia membalikkan badan dan langsung berjalan membelakangi sehun. 'keras sekali kepalamu, ingin ku lempat batu besar'

Sehun hanya diam ditempatnya sedari tadi, melihat luhan sudah jalan di hadapannya dan meninggalkannya membuatnya merasa sudah bersalah telah membentak kasar luhan. 'ahh jinjja' mengusak-usak rambutnya sendiri.

"ehh luhan mana berani pulang sendiri, ditepi sungai kan jalannya gelap, aku harus menyusulnya.." Lari cepat sehun mengejar luhan.

Sesampainya luhan di tepi sungai yang gelap ia mulai merinding, ia sangat takut gelap dan ia tahu itu dan tetap memaksa jalan sendiri mesti bibirnya bergetar. Tiba-tiba pohon di depan luhan daun'nya bergerak cepat sontak luhan terduduk dan berkata "sehunn-ahh aku takut" dan menutup mata dan menutup telinganya ia terdiram dengan keadaan jongkok, "sehunn-ahh hikss" lirih luhan meneteskan airmata. Luhan menangis, ia sangat takut akan keadaan seperti ini, tak biasa ia pulang sendiri dan berjalan sendiri. Setiap hari sehun lah yang menjemput dan mengantarnya pulang. Itulah yang terjadi selama 7tahun belakangan ini semenjak luhan takut akan gelap.

FLASHBACK ON

"Sehun-ah bisakah kita tidak jalan lewat tepi sungai, aku takut gelap. " ucap Luhan saat ia duduk dikelas 4 SD yang ia diatas sepeda sedang diboncengkan Sehun

"wae, jalan terdekat ke rumahmu hanya ini Luhannie, bagaimana ada jalan lain lagi" ucap Sehun

"Aku tkut.." ucap Luhan sambil menutup matanya.

"Kau takut? Baiklah mulai sekarang aku akan pergi menjemputmu dan pulang mengantarmu selamanya, bagiamana?"

"benarkah, tapi kan rumahmu mempunyai arah yang berbeda dengan jalan kerumahku, apakah kau tidak takut untuk lewat jalan ini lagi?" lirih Luhan kecil

"aku tidak takut apapun, yang ku takutkan hanya saat kau ketakutan dan aku tidak ada disampingmu." Ucap sehun menenangkan Luhan.

FLASHBACK OFF

"Sehunnie..hikss..hikss" lirih Luhan masih dalam keadaan terduduk ditanah dengan mnutup matanya tanpa membukanya.

DEG

Ada yang menepuk bahu Luhan seketika Luhan menjerit "ahhhh Sehun-ahhh..hiksss" luhan menjerit ketakutan sejadi-jadinya,

"Luhan ini aku, berdirilah.." ucap suara besar ternyata Sehun

Luhan berdiri dan langsung memeluk Sehun "Sehunn-ahh jangan tinggalkan aku lagi, hikss.. aku takut Hun-ah hikss" semakin memeluk Sehun dengan erat.

"bukan nya kau yang meninggalkan aku tadi, salah siapa?" goda Sehun dengan mengelus-elus punggung Luhan

"Sehun-ah,"

"sudahlah aku ada disini, jangan menangis lagi. Ayo kuantar pulang, Aboeji dan Eommanim pasti sudah khawatir kau pulanng terlambat. Kajja" menggandeng tangan Luhan dan Luhan masih jalan merunduk takut.

Luhan POV

Sehun selalu ada saat aku butuh, Sehun adalah segalanya kedua sesudah eomma dan appa. Aku sangat menyayanginya dia begitu jeli untuk menjaga ku sifat overprotectifnya kadang membuat ku pusing, dia sangat cemburuan apalagi saat aku bersama seoang laki-laki ia pasti sudah menarik tanganku begitu cepat lalu menjauhkan ku dari laki-laki itu. Entah kenapa, seperti halnya tadi ia menarik keras tanganku agar tubuhku jauh dari tubuh Chanyeol, kadang aku berfiki Sehun menyayangiku, sangat menyayangiku sebagai seorang sahabat. Tapi aku sedikit tak suka dengan sikap kerasnya yang seenaknya sendiri memperlakukan orang lain tanpa berfikir 2x. ia mempunyai sifat itu dari dulu sifat kedisiplinanya, ketegasan, ia adalah pemimpin yang baik tapi caranya terkadang salah, seperti tadi ia menghukum Chanyeol, apakah itu tidak keterlaluan. Aku sangat marah kepadanya tadi, sampai tiba aku jalan ditepi sungai melihat pohon yang daunnya bergerak-gerak aku mulai bergetar entah mengapa bibirku menggiggil mengucapkan nama'Sehun' aku biasa melewati ini dengannya ia selalu mendekapku saat lewat sini karena ia tahu aku takut akan kegelapan.

Rasa takut ini mulai kuat, sampai tiba-tiba bahu'ku direngkuh seorang tangan. Dan sentak aku takut dan meneriaki namanya. Ternyata itu Sehun sontak aku memeluknya, entah pikiranku mengatakan 'kau tak bisa hidup tanpa Sehun Luhan'

Luhan POV END

"Sudah sampai, sana masuk. Ahjumma pasti sudah khawatir.." lepasnya genggaman tangan Sehun

"Sehunn-ah" Tapi Luhan masih menggenggam erat tangan Sehun

"wae..?"

"Mianhae.." ucap Luhan tertunduk yang sedari tadi matanya berkaca-kaca

"Yaa kenapa kau menangis? Siapa yang membuatmu menangis, bilang padaku.." ucap Sehun mendongakkan dagu Luhan agar bertatapan dengan-nya

"mianhae sudah marah-marah denganmu, sudah membuatmu kesal, sudah membentakmu. Hanya saja aku tak tahan dengan sikap sadismu kesemua orang" ucapnya menunduk dengan bibir bergetar

"tak apa, aku juga mungkin yang salah. Jika kupikir-pikir memang aku tadi sepertinya berlebihan padanya. Aku akan sedikit berubah untukmu.. sudahlah" tutur Sehun memeluk Luhan. "aku

Tak mau kau menangis hanya masalah orang lain, sudahlah kau membuat kesal.." lanjutnya tambah erat memeluk Luhan dan mengecup pucuk kepala Luhan

Dari jendela rumah eomma Luhan melihat pemandangan 2 sahabat ini dengan tenang "syukurlah Luhan bisa bertemu denganmu Sehun"

.

.

.

.

.

Keesokan Harinya

"Luhan, Sehun sudah menunggu. Bergegaslah nak.." ucap eomma membereskan meja makan

"nee eomma,"

"kau yakin bawa bekal saja, tidak mau sarapan dulu.." ucap yakinkan Luhan

"nee eomma, eomma sudah membawakan ku bekal terlalu banyak, mungkin aku akan ke kamar mandi setiap saat setelah makan bekal dari eomma" ucap Luhan sambil tertawa kecil.

"nanti makanlah dengan Sehun, sudah sana.." menghampiri Luhan dan mengecup pipi yeoja mungilnya itu.

"nee.. dah eomma" berlari kecil ke luar rumah

"ah kau ini kenapa lama sekali, dingin sekali diluar Luhannie" ucap Sehun meniupkan nafasnya ketangan dinginnya itu.

"hehe mianhae sehun, jja.." berjalan melalui Sehun

"yehet.." menyusul Luhan dan menggandeng tangan Luhan dengan eratnya

"Yakkyakk.. lepaskan tidak enak dilihat orang nanti.." Luhan tersipu malu

"mengapa biarkan saja, inikan yang aku lakukan selama 7 tahun kita bersama.. lagian kau rela aku kedinginan, tanganmu kan hangat Hannie" tutur Sehun dengan wajah cemberut

"baik..baiklah… jangan gaduh begitu" ucap Luhan mengusap-usap rambut Sehun.

SEKOLAH

"Pagi Luhaennnn…" teriak yeoja manis dibelakang HunHan

"Aishh jjinja, pelankan suara teriakanmu itu yak! Masih pagi, bisa-bisa burung baangun karena teriakan cetarmu itu.." ucap sehun menutup kedua telinganya.

"Sudahlah, iya Baekhyunie, kajja kita bersama kekelas.." melepaskan genggaman tangan Sehun dan menarik lengan Baekhyunn.

"yak jangan lepaskan, dingin" rengek Sehun

"ini sudah sampai disekolah Hun-ah masuklah kekelas. Aku kekelas dulu, sampai jumpa jam istirahat nanti.." lambai tangan Luhan

"sial menganggu saja kau Baek.." sehun beranjak memasuki kelasnya dengan lesu.

'apakah kau yakin bisa mengenggam tangannya terus Sehun? Aku yakin tidak untuk saat ini, aku akan memulai perjuanganku merebut genggaman itu dari genggaman'mu' terlihat senyum miiringnya.

JAM ISTIRAHAT

-PERPUSTAKAAN-

"Lu sebentar ya aku ingin mencari buku kode etik dalam hukum, tetep disini araseo.." mengusap-usap rambut Luhan lalu pergi

"Aissh Baekki, memangnya aku anak kecil.." mendengus kesal.

Namja sedang jalan-jalan mengitari sekolah indahnya, tiba-tiba langkah-nya terhenti di depan perpustakaan saat melihat wajah yeoja yang sudah ia incar slama hamper 2 tahun ini, lalu ia masuk ke area perpustakaan memberanikan menghampiri yeoja mungil itu yang sedang membaca khidmat buku'nya.

"hei Luhan" menepuk halus tangan Luhan

"Ehh, hei chan. Ada apa?" bertanaya pada Chanyeol dan menunjukan senyum manisnya yang semakin membuat chanyeol melaya-layang diudara.

"ah tidak apa, hanya saja aku ingin dekat denganmu saja Lu.. eh maksudku—" keceplosann! 'ah idiot kau chan, betapa malunya dirimu saat ini. Kenapa bisa kau berkata seprti itu pada Luhan' batin sesak chanyeol menunduk

"dekat denganku? Ada apa? Apa ada pelajaran yang ingin kau tanyakan padaku?" Tanya Luhan

"ahh iya itu maksutku hehe.. apa kau sudah makan?" Tanya Chanyeol sekali lagi lalu semua orang diperpus menatap tajam pada Chanyeol. Lah kenapa? Yah karena mereka heran, kenapa Chanyeol berani mendekati Luhan. Yahh kalian tahulah semua namja disini sangat terkesima melihat kecantikan yeoja mungil ini tapi apa daya. Bodyguard selalu berada disamping Luhan yaitu Sehun. Saat ada namja yang ingin mendekati Luhan Sehun langsung memincingkan tangan dan menatap tajam kearah namja-namja itu.

'beraninya dia mendekati Luhan'

'dia belum tahu jika Sehun tahu matilah dia'

'sehun dimana dia, ah mungkin dia sedang lengah membiarkan rusa nya berada jauh dari serigala'

Hanya itulah yang didengar Chanyeol saat ini, yah meskipun Chanyeol ada sedikit rasa takut akan hal itu tapi ia sudah mempunyai tekat untuk mendekati dan mencoba menjauhkan Luhan dari genggaman Sehun.

"belum.." jawab Luhan

"Makannlah denganku. Maukah?" tunjuk gigi pepsodent Chanyeol

"ehh tak usah Chan, nanti Sehun akan menjemputku untuk makan bersma, jika kau mau bergabung silakan.." jawab Luhan tanpa merasa bersalah bahwa dia sedikit membuat hati Chanyeol retak sudah,

'Sehun lagi' "ah apakah boleh?" Tanya Chanyeol lagi.

"Tentu saja boleh, kita kan teman.." senyum Luhan

"Ahh baiklah.."

"Luhaen aku su— eh Chan?" kembali-nya Baekhyun

"Eh iya Baek.. maaf sudah menganggu kalian yaa" ucap Chanyeol tersenyum

Sontak Baekhyun merasa hatinya merasa sedang dihempas – datang lagi berbunga – bunga sudah hatinya ia di sapa oleh orang yang ia kagumi 'Chanyeol'

"ahh aniyo.. kau tidak menganggu Chan.." menunjukan senyum merekahnya

.

.

.

.

"Luhan ayo kantin" ucap namja datang dari arah pintu perpus.

'ah Sehun sudah datang'

'apa yang ia akan lakukan pd Chan'

'ahh aku tak sabar melihatnya'

"Ayo, ayo Chanyeol Baekki.." ajak Luhan kepada 2 temannya. Teman? Berarti Chanyeol sudah dianggap teman Luhan. Aihh

"Eh mengapa ia ikut, tak usah! Kajja" menggandeng tangan Luhan

"Sehunn-ah, Chanyeol akan ikut. Kajja Chan" balik Luhan menggandeng tangan Chanyeol

Deg

Deg

'Luhan menggenggam tanganku tuhan' mata Chanyeol berbinar – binar melihat tangan Luhan yang sedang mencengkram lembut lengannya.

Di pikiran lain yeoja lainnya.

'ahh kenapa Luhan menarik lengan Chan, ahh lepaskan itu Lu' batin Baekhyun

"Chanyeol ayoo…" membuyarkan lamunan Chanyeol

"Ahh.. ne ne.. jja"

"yak lepaskan tanganmu pada Luhan, JANGAN MENYENTUNYA!" Sontak siswa di PERPUS terkenjut

'keke.. aku sudah menduganya'

'ini pasti terjadi'

Chanyeol sontak terkejut mendengar Sehun membentaknya, tapi ia mencoba memberanikan diri untuk menjawab bentakan Sehun.

"Yakk! Luhan yang menggenggam lenganku bukan salahku.." jawab chanyeol ketus

'ah, chan minta mati'

'dia hebat dia berani pd Sehun'

"Lalu lepaskan LUHAN!" Teriak sehun pada Luhan

Luhan tahu ini akan terjadi, kegaduhan yang akan Sehun buat di PERPUS.

"Kalian sedang apa, keluar jika membuat keributan di sini" ucap ssaem menjaga perpus

Sehun dan Chanyeol saling menatap dengan tatapan tajam seolah ingin memulai perang.

'kita mulai permainannya OH SEHUN'

"yak kalian—"

.

.

.

.

.

T

B

C

.

.

.

Terimakasih yang sudah nyempetin reviews di kolom reviews

Terimakasih banyak

Maaf kalo alur kecepetan, ini udah saya cepetin nxt chapternya

Semoga tidak mengecewakan ^^

Pendek? Miahae aku usahain agar panjang lagi besok part nya otte? ^^