Please Don't Cry
Chapter 5
Main Cast : Xi Luhan (Park Luhan)
Oh Sehun
Other Cast : Kim Jongin (Kai)
Byun Baekhyun
Yoon Chanyeol
Genre
Romance,Hurt/Sad.
(GS for uke)
.
.
.
.
Oohdinda72016
.
.
.
.
Kantin ~
"ini makanlah, agar sehat" memberikan tambahan makanan ke piring chanyeol
"ahh ne gomawo Luhann" chanyeol cengingisan
"apa-apaan kau ini? HAH!" Teriak Sehun sampai semua orang yang dikantin menengok ke meja mereka ber-4 (Luhan, Sehun, Chanyeol, Baekhyun)
"memangnya aku melakukan apa hun-ah, aku memberikan makanan saja dg chanyeol, agar dia makan dengan banyak. Tidak salahkan?" jaawab Luhan
"IKUT AKU!" menarik kasar lengan Luhan tapi,
"Lepaskan dia!" sisi Chanyeol menarik tangan Luhan juga jadi Luhan ada ditengah-tengah Sehun dan Chanyeol "jangan kasar dengannya!" lanjut chanyeol
"BUKAN URUSANMU! LEPASKAN LUHAN!" ucap Sehun dengan tatapan tajam
"ANI.." Chanyeeol juga ikut berteriak
Suasana kantin jadi mencekam, ahh pokoknya kayak mendung aja tiba-tiba di kantin.
'ah chanyeol memang minta mati' ucap batin Baekhyun
"sudah Chanyeol, aku tidak apa biarkan sehun membawaku, kau disini saja dengan Baekhyun ne.." melepaskan genggaman tangan Chanyeol,
"Tapi Lu—"
"sudah tidak apa, kau disini nee.."
Ditariknya lengan Luhan dengan kasar oleh Sehun lalu dibawa pergi dari kantin meninggalkan anak-anak yang mukanya pada tercengang.
WUSSHH
Terhempaslah tubuh Luhan di hadapan Sehun dengan mata elangnya,
"APA YANG KAU LAKUKAN? HAH! KENAPA KAU BERTEMAN DENGANNYA? KENAPA KAU MEMPERHATIKAN KESEHATANNYA MEMANGNYA SIAPA DIA? HAH!"
"Dia temanku Sehun, dia temanku. Apa tidak boleh aku memperhatikkannya?"
"TIDAK, DIA BUKAN TEMANMU ASAL KAU TAHU! HANYA AKU YANG BOLEH KAU PERHATIKKAN, HNYA AKU YANG BOLEH KAU LIHAT"
"CUKUP Hun-ah CUKUP!" Teriak Luhan gerah "Apa aku selama ini terlihat sangat kurang sabar menghadapi sikap posesifmu itu? Denganmu seperti ini asal kau tahu aku tidak mempunyai teman satupun dikelas kecuali Baekhyun yg sudah mengerti bagaimana kita Hun-ah. Aku lelah dengan pemikiran mereka yang takut denganku karena selalu kau ancam jika dekat-dekat denganku! Hilangkan sifat kekanakanmu itu yang seolah tidak ingin kehilangan ku.. aku tetap disini, bersamamu aku tidak akan pergi, meski aku mempunyai banyak teman. Kita sudah berteman hamper 10 tahun dan kau tetap seperti ini, kau—" kata-kata Luhan terputus saat
"memangnya kau siapa berhak mengatur-atur hidup Luhan begitu saja, kau kakaknya? Keluarganya? Atau kekasihnya? Kau hanyalah seorang sahabat Sehun, jangan berharap lebih sehngga kau bisa mengatur-atur hidup Luhan" ucap seseorang yang datang menghampiri HunHan yaitu Chanyeol
Hunhan seketika menoleh kearah Chanyeol. Luhan sudah memiliki perasaan tak enak sedari Chanyeol berkata tadi ia tahu apa yang akan terjadi, tetapi Sehun menatap Chanyeol dengan tatapan tajam seolah seekor binatang buas sedang kelaparan
"APA URUSANMU HAH!" ucap Sehun mendekati Chanyeol dan diangkatnya kerah Chanyeol "KAU BUKAN SIAPA-SIAPA JADI DIAMLAH! JAUHI LUHAN!"
BUGH
"Sehun-ah" berlari menghampiri SenYeol
BUGH
"Sehun cukupp, cukupp" kata Luhan beruraikan airmata yang mengalir dengan deras bergitu saja melihat Sehun
"LEPASKAN!" Dilemparkan nya tubuh mungil itu sehingga Luhan tersungkur ke tanah "KAU AKAN MATI"
BUGH
"LUHAEENNN" Teriak Baekhyun menghampiri Luhan yang sedang terungkur ketanah sambil menatap lutut berdarahnya 'cukup banyak darah yang keluar'
"Sehun cukup..hiks..hikss.."
.
.
.
"ada apa ini, kenapa kalian berkumpul begini hah?" Tanya Kai yang baru datang karena habis latihan Dance.
"lihat Sehun akan membunuh Chanyeol" ucap salah satu siswa menunjuk arah Sehun
"Sehun.." sketika Kai melihat dan ia berlari kearah Sehun yang sedang menghabisi Chanyeol
"Sehun hentikkan apa yg kau laku—"
BRUKK
Kai ikut terhempas ketanah, ia berdiri lagi lalu menahan tubuh Sehun tapi usahanya gagal, ia terhempas lagi, cara apa yang akan membuat Sehun berhenti ia bingung
"ahh apa yg harus kulakukan" menoleh kanan, "Luhan, luhan kau—kau berdarah Luhan, ahh ini.. – Sehun Luhan berdarah" ucap Kai berteriak pada Sehun karena Kai tahu hanya ini yang bisa melerai sehun, seketika Sehun berhenti dan menengok ke arah Luhan,kai,baek
"LUHHAN" Sehun berlari kearah Luhan
"Luhan, lututmu berdarah ayo kita ke UKS.." Ucap Sehun khawatir langsung berlari menuju UKS diikuti Baekhyun.
"kau tidak apa? Berdirilah," ucap kai menjulurkan tangan kearah namja yang sedang terkapar di tanah. "yak! Apa yg kalian lihat, bantu aku.." ucap Kai pada siswa yg sedari tadi menonton pertunjukan adu gulat SehYeol
"ahh ne..nee.." siswa terbirit-birit menuju Kai dan langsung membopong Chanyeol yang terkulai pingsan karena tidak kuat hajaran sehun yang tiaada hentinya."bawa langsung ke RS" Teriak Kai
Kai berdiam diri ditempat SehYeol adu gulat ia tak habis piker
"baru kali ini Sehun keterlaluan menghajar Orang, apa yg dilakukan Chanyeol memangnya? Sehun benar-benar kelewatan..aishh jjinjaa"mengusak-usak rambutnya dan lalu pergi ke UKS menemui HunHan, Baekhyun.
.
.
.
Sehun terus mondar-mandir mengambil Kain, tissue, obat merah, perban dll.
"tahan sakitnya.." memberikan sedikit alcohol dalam luka Luhan
"saki—iitt hun-ahh" lirih Luhan menutup mata
"tahan sedikit saja ne," ucap sehun menenangkan Luhan karena ia tahu Luhan sangat cengeng apalagi jika terluka. Luhan tidak akan langsung membasuh lukanya tapi malah hanya menatap lukanya saja, karena menurut Luhan kulit mulusnya akan lecet. Sudah ada 3 luka ditubuh Luhan yaitu di Lutut kiri luka pertama kali luhan saat kecil ditabrak sepeda oleh Sehun dulu, kedua dilengan Luhan karena jatuh tersungkal kepleset, ketiga di dagu luhan saat ia sedang berlatih sepeda bersama sehun, dan keempat ini luka dilutut kanannya. Lengkap sudah bekas lukanya ditubuh mulusya.
"selesai.." ucap Sehun
"kau tak apa Luhan, ah kenapa kau jatuh tadi.." ucap Baekhyun khawatir
"hah.. Luhan kau tak apa kan?" ucap Kai ter-ngah-engah karena berlarian sejak tadi
Luhan hanya mengangguk,
"mianhhae.." ucap Sehun memeluk Luhan
Sontak Luhan menghindar pelukan Sehun
Sehun mengernyitkan dahi, 'ada apa sebelumnya tidak pernah seperti ini'
"jangan sentuh aku.." ucap Luhan menunduk
"wae.." ucap Sehun sedih
"aku takkan pernah memaafkanmu.." ucap Luhan lalu bangun dari tempat tidurnya "baekhyunn-ah bawa aku kembali kekelas.."
"ehh? Baiklah, ayo ku eratkan lenganmu kepundaku.." ucap Baekhyun menuntun Luhan yang sedikit berjalan pincang.
"Luhanniee.."
"Jangan pernah memanggilku Luhannie lagi, cukup Luhan.." ucap Luhan meninggalkan Kai dan Sehun. Kai dan Sehun terkejut mengapa Luhan bisa semarah ini sebelumnya Luhan tak bisa semarah ini dengan Sehun apalagi sampai berkat seperti itu,
"apakah aku keterlaluan?"
"bodoh! Sangat bodoh! Kau hamper membuat Luhan melihat adegan kau akan membunuh orang, apa kau piker Luhan tidak marah?" ucap Kai geram
"aku kalap Kai,"
"apa yg terjadi sehingga kau menghabisi Chanyeol? Hah?" ucap Kai menyenggol Sehun yang menunduk sedari tadi "ayo ceritakan" hanya Kai yg mengerti
.
.
.
"jadi kau menghajar Chanyeol karena Luhan sangat perhatian sekali padanya? Apa hanya begitu saja?" ucap Kai tak percaya
"nee.."
"kau akan kehilangan Luhan kali ini,"
Tatapan tajam Sehun kembali datang menghampiri Kai
"wae, apa ada yang salah denganku, melihat kau menghabisi chanyeol saja Luhan sudah berkata seperti itu, apalagi sekarang Chanyeol berada di RS. Pasti Luhan akan marah besar padamu" ancam Kai
"ia takkan bisa membenciku dalam waktu yang lama!" sehun mendelik
"apa kau yakin? Aku sepertinya tidak yakin dengan itu.."
"apa maksudmu?" ucap Sehun
"kau piker Luhan masih sama sewaktu kalian kecil? Ia sudah dewasa sehun, meskipun ia sangat manja kepadamu. Bisa saja kapan saja dia berubah, apalagi dg kejadian tadi. Aku melihat Luhan benar-benar tidak ingin menatapmu. Dia benar-benar tidak menyukai sikapmu benar bukan? Aku sudah berapa kali berkata biarkan Luhan dekat dngan siapa saja, tapi kau malah selalu saja berlebihan" ucap Kai mendesis
"aku takut Luhan akan berpaling member perhatian pada oranglain, contohnya seperti tadi.."
"memangny kau siapa nya Luhan, bukannya kau hanya sahabatnya?" ucap Kai memanasi Sehun
Seketiaka Sehun mengingat ucapan Chanyeol tadi yang membuatnya kalap menghabisi Chanyeol
"benar bukan kau hanya seorang sahabat yang mencoba menjaga sahabatnya, kau bahkan juga tidak membiarkan satupun lelaki mendkati Luhan, aku tahukau sangat menyayangi Luhab lebih dari apapun, tapi memangnya kau siapa? Kau hanya sseekor sahabat dan tidak lebih"
"SIALAN!" Sehun mulai mengangkat kerah seragam Kai "TUTUP MULUTMU BERENGSEK!"
"ahh.. aapa aku salah? Memangnya kau kekasihnya?"
Seketika tubuh Sehun kaku,
"kau tidak perlu berlebihan menghatur hidup Luhan sehun, jika kau mencintainya katakan, ungkapkan, bukan dengan sperti ini, caramu sangat salah, kau menganggap Luhan akan baik-baik saja tapi tidak.. apa kau tahu smua orang disekolah ini hanya menganggap luhan seekor lalat yang selalu menempeli makanan manis. Kau tau maksudku kan, sudahlah jangan munafik" menghempaskan tangan sehun lalu pergi meninggalkan Sehun sendirian,
Sehun hanya diam ditemapt entah lidah dan tubuhnya kelu sehingga tidak bisa digerakkan.
Sementara itu
"Luhann tegakkan kepalamu, sebenarnya ada apa? Kau kenapa bisa jadi seperti ini? Dan mengapa sehun meminta maaf? Dan chanyeol.. ahh.. ehh apa kau melihat chanyeol?" tanya Baekhyun kepada siswa-siswi yang sedang berjalan
"ahh chanyeol sunbae? Ia ada di Seoul Hospital City eonni" jawab salah satu siswa
"mwoya? Rumah sakit?"
Seketika Luhan mendongakkan kepalanya dan matanya berkaca-kaca
"Chanyeol ada di rumah sakit? Baekki ayo kita kesana, mengapa jadi seperti ini. Apakah separah itu?" Tanya Luhan berkaca-kaca ia sangatlah merasa bersalah
"tidak denganmu Luhan, kau harus pulang istirahat aku sudah menelpon Kyuhyun Ahjussi untuk menjemputmu tadi.."
"tapi Baek, Chanyeol seperti itu karena aku.."
"sudahlah, biarkan aku saja yang menjenguknya memastikan keadaannya baik-baik saja.. Arasseo? Ahh itu Kyuhyun Ahjussi sudah datang.. ayo aku antar ke gerbang.."
Dengan patuh Luhan menurut apa kata Baekhyun. Meskipun ia pulang dengan hati yang cemas
.
.
"Luhan? Ada apa denganmu nak? Kenapa kakimu diperban? Apakah kau jatuh"
Luhan hanya mengangguk-anggukan kepalanya tanpa kata
"hmm, anyeong Ahjussi, sebaiknya Ahjussi membawa Luhan pulang. Luhan sangat kecapekan
"hmm.. baiklah, mari nak. Ahjussi permisi dulu.." ucap Kyuhyun sambil menggandeng lengan Luhan
"ne ahjusii"
Disatu lain seseorang sedang memperhatikkan gerak-gerik Luhan dengan tatapan gelisah
.
.
.
.
"Luhan keluar nak, makan malamlah dlu, apa kau tidak lapar? Eomma sangat khawatir padamu nak.." ucap perempuan paruh baya di depan pintu kamar Luhan
"ani eomma, Luhan tidak lapar. Luhan sedang belajar. Eomma dan Appa makanlah dlu, nanti Luhan akan menyusul
"benarkah? Sehun sedang berada diluar nak, apakah kau tidak mau menemuinya?"
"bilang saja padanya, aku sedang tidak mau diganggu"
"hmm, baiklah eomma akan bilang pada Sehun, habis ini makan dlu ya nak.."
"ne.."
Luhan sedang duduk termangu didepan jendela kamarnya sabil melihat Bintang, ia bohong bilang kepada eommanya jika ia sedang belajar kenyataannya tidak.
.
.
"Sehun sebenarnya ada apa? Mengapa Luhan tidak mau menemuimu?" Tanya Sungmin saat masuk ke ruang tamu
"iya sebenarnya ada apa? Terus mengapa lutut Luhan terluka tadi" tambah Kyuhyun
"emm.. maafkan sehun aboeji, eommanim ini semua salah Sehun, apakah Luhan benar-benar tidak mau menemui Sehun Eommanim?" Tanya Sehun lalu menunduk
"nee.. biarkan ia sendiri dlu. Kita tidak akan mencampuri urusan kalian, kalian sudah besar jadi kami akan membiarkan kalian menyelesaikan masalah kalian sendiri dengan baik-baik" ucap bijak Sungmin
"Gomawo eommanim, jika begitu Sehun pamit pulang ne.." berdiri dan sedikit membungkuk
"iya nak.. hati-hati" ucap SunKyu
Sehun keluar rumah Luhan dengan langkah gontai ia melihat jendela kamar Luhan terbuka, mungkin ia bisa bicara dengannya lewat jendela itu. Namum seketika saat ia akan beranjak jendela itu tertutup rapat.
'apakah sampai segitu marahnya kau padaku Lu'
KEESOKAN PAGINYA
Seperti biasa Sehun menghampiri Luhan u/ berangkat sekolah bersama tapi..
"Luhan sudah berangkat dengan Appanya tadi pagi-pagi sekali, ia bilang ia akan piket. Apakah ia tidak memberitahumu sehun?"
'baru kali ini Luhan benar-benar menjauhiku. Tuhan, rasanya ingin mati jika seperti ini terus'
SEKOLAH
Sehun lari terbirit-birit menuju kelas Luhan, tapi
'Luhan? Apakah dia berangkt? Seperti belum? Dia tidak ada dikelas dari tadi pagi?'
'piket? Memangnya Luhan ada kebagian tugas piket ya? Aku rasa tidak sunbae?'
'apa-apaan ini!' sehun mengerang frustasi
"Sehun ada denganmu, kemarin kata anak-anak kau berkelahi dengan Anak kelas 11-1 apa benar?"
Tanya Suho teman sekelas Sehun
"memangnya ada apa?"
Tanya Chen satu temannya lagi
"memangnya apa lagi kalo bukan menyangkut tentang Luhan" ucap Kai tiba-tiba duduk disebelah sehun
"apakah kau melihat Luhan. Ia tidak ada dikelasnya" Tanya Sehun tidak memperdulikan pertanyaan-pertanyaan temannya malah ia bertanya dengan baekhyun yang sedang melewatinya
"eh oppa, " ucap baekhyun gelisah
"ada apa? Katakan" gertak Sehun
"Luhan bilang ia tidak berangkat sekolah hari ini"
"tidak berangkat sekolah? Maksdmu apa? Ia tadi berangkat sekolah" ucap Sehun
"Luhan bilang seharian ini ia akan menemani Chanyeol dirumah sakit oppa.." ucap Baekhyun menunduk
Seketika rahang keras sehun jatuh ke tanah mendengarkan ucapan baekhyun
"SIALL APA—"
.
.
.
T
B
C
.
.
See U Next cap ^^
