Chapter 6
Please Don't Cry
Main Cast : Xi Luhan (Park Luhan)
Oh Sehun
Other Cast : Kim Jongin (Kai)
Byun Baekhyun
Yoon Chanyeol
Genre
Romance,Hurt/Sad.
(GS for uke)
.
.
.
.
.
.
.
"SIALL APA-APAAN!" ucap Sehun lalu berdiri dari duduknya dan pergi begitu saja meninggalkan kantin
"Ck, seharusnya kau tak bilang masalah ini pada Sehun Baek!" ucap Kai menyusul Sehun yang berlari ke arah gerbang sekolah "kau membuatnya kalap lagi"
Baekhyun hanya menunduk
"sebenarnya ada apa ini?" Tanya bingung 2 orang yang tida tahu apa-apa masalah nya
.
.
.
"yaa..yaa berhenti Sehunn! Yak!" mencoba menghentikan langkah Sehun yang akan keluar gerbang sekolah, tapi diacuhkan oleh Sehun
"yak!" henti Kai berada tepat di depan sehun
"ada apa Kai? Menyingkirlah!" usirnya
"tak akan kubiarkan kau kalap untuk kedua kalinya, berhenti seperti ini Sehun kumohon. Ayo ikutlah denganku, kita selesaikan ini kita bicarakan ini. Agar tidak ada pihak yang tersakiti lagi. Ayoo" ucap Kai sambil menarik tangan Sehun untuk menuju Taman Sekolah dan Sehun nya pun hanya menunduk malas
.
.
.
TAMAN
"Hentikkan sikap konyol mu ini Hun, kau mau Luhan terus-terusan membencimu? Apa kau mau?" ucap Kai dengan lembut mencoba menasihati sahabatnya ini "jangan terlalu overprotective padanya, dia juga butuh kebebasan, untuk ia melakukan apapun yng di kehendaki"
Sehun hanya menunduk menjawab pun lidahnya seperti kelu
"aku juga baru kali merasakan kemarahan Luhan padamu, aku juga merasakan sedih karena sebelumnya Luhan tidak pernah semarh ini padamu Bukan? Sharusnya kau sadar mengapa Luhan melakukan ini. Mungkin ia sudah lelah kau kekang terus menerus untuk tetap bersamamu, menuruti perintahmu, setiap orang mempunyai sifat kejenuhan, kesabaran yng ada batasnya dan Luhan sudah sampai batasnya Sehun." Ucap Kai
"Aku mencintainya Kai"
"Kau mencintainya? Hanya kau, aku dan Tuhan yang tahu akan hal itu. Katakan pada Luhan agar dia paham perilakumu selama ini semata-mata karena kau ingin melindunginya bukan untuk menyakitinya." Ucap kai sambil menepuk bahu Sehun
"Aku tidak ingin merusak persahabatanku dengannya hanya karena aku menyatakan perasaanku saja pada nya, aku tidak ingin Luhan menjauh dariku"
"buktinya sekarang Luhan menjauhimu, kau mau apa Hun?" ucap Kai sedikit kesal ketara "kau mau Luhan terus membencimu.."
Sehun tidak menjavvab pertanyaan Kai ia langsung saja pergi dari hadapan Kai
"memang susah mencairrkan es kutub. Haaahh kenapa disini malahan aku yang telihat frustasi" acak rambut sebal
.
.
.
.
RUMAH SAKIT
"Terimakasih seharian ini sudah mau menemani ku dirumah sakit Lu, aku sangat tersanjung.." ucap Chanyeol
"tidak apa Chan, aku malah snang bisa menemanimu disini. Agar kau tak merasa kesepian, iyakan? Kalau mau aku besok akan kesini lagi, menemanimu.. tenang saja, aku selalu ada untukmu.." senyum Luhan
"maafkan Sehun ya atas kejadian kemarin, aku benar-benar menyesal atas dirinya"
"ah tidak apa, aku tahu bagaimana perasaan Sehun saat kau perhatian sekali padaku. Aku juga tahu ia pasti cemburu padaku.."
"hm, yasudh aku pulang dulu ya. Jangan lupa makan malamnya, iinii juga jangan lupa minum obat, aku permisi Chan.." lambai tangan Luhan bergegas pergi dari ruang inap Chanyeol
'terimakasih Lu, sudah sedikit dekat denganku' tukas Chanyeol dalam hati
.
.
.
Sudah 4 jam Sehun menunggu Luhan di jalan menuju rumah Luhan, tapi Luhan juga belum segera lewat ataupun pulang
"aish kemana anak itu sudah hamper petang belum pulang-pulang juga. Apa anak itu tidak membiarkan Luhan pulang.. ahhh jjinjjaa!" kesal Sehun
Dan
TAP
TAP
TAP
Luhan berjalan menuju arah Sehun tapi Luhan tidak tahu ada nya Sehun di depannya, ia jalan hanya dengan kepala menunduk sesekali memainkan kakinya di tanah.
"ah capeknyaa" lirih Luhan
"Luhan"
Seketika Luhan terdiam ia tahu suara ini, ia sangat kenal dengan suara ini dan ia pun mendongakkan kepalanya
"Se-se—"
GREP
Sehun memeluk Luhan dengan erat, Luhan melebarkan matanya ia sangat terkejut atas perlakuan Sehun padanya, tiba-tiba memeluk.
"Se—hun lepaskan aku.." ronta Luhan agar Sehun melepaskan pelukan eratnya
Tapi Sehun, ya Sehun
"Tidak akan," ucap Sehun malah tambah mengeratkan pelukannya ke Luhan
"Apa yg kau lakukan, lepaskan akuu.." coba Luhan lagi tapi tetap sia-sia
Akhirnya Luhan mengalah dan tidak mencoba melepaskan pelukan Sehun lagi, ia terdiam dalam pelukan Sehun
"Jangan pernah mendiami ku lagi, jangan pernah menghindariku lagi, jangan pernah mengacuhkan ku lagi, jangan pernah hilang lagi" ucap Sehun penuh perasaan mengeratkan pelukannya.
Luhan hanya terdiam, dia tidak merespon kata-kata Sehun
'ah kenapa jantungku berdetak sangat kencang, jjinja ada apa ini'
"aku sangat menyayangimu.."
DEG
Seketika pipi Luhan merona, ia tida bisa menstabilkan detak jantungnya lagi.
Sehun melepaskan pelukannya tapi langsung menempelkan dahinya ke dahi Luhan, nafas Sehun pun menerpa wajah mulus Luhan, Luhan pun memejamkan matanya.
"aku sangat menyayangimu, aku tidak bisa kau acuhkan. Rasanya aku ingin mati saja jika kau terus begini" ucap Sehun lembut
Luhan hanya memejamkan matanya sembari menikmati kehangatan yang ia terima dari nafas sehun 'menikmati?'
Pelan-pelan Sehun majukan area bibirnya dan
Luhan membuka matanya lebar-lebar Sehun mencium bibirnya, awalnya hanya kecupan tapi lama-lama
"Eungh"
Desahan apa itu?
Sehun melumat pelan bibir Luhan entah mengapa Luhan ikut terbuai dalam lumatan kecil Sehun dan Luhan mulai sadar akan suara desahannya sendiri dan..
"haahh haahh haahh hhahh Sehun apa yang kau lakukan?" ucap Luhan menahan semburat merona dipipinya
"E—eh maafkan aku Lu, aku—Luhann!"
Luhan dengan segera berlari meninggalkan Sehun yang sedang bingung memilih jawaban yang tepat atas pertanyaan konyol Luhan
"Aishh Sehun kau bodoh, kau gila! Kau gegabah!" geram dirinya sendiri merasa bodoh, selanjutnya Sehun mencoba mengejar larinya Luhan yang mulai hilang dari penglihatannya
"Luhann" Panggil Sehun
Luhan tidak bergeming dari acara lari sekencang-kencangnya untuk menahan rasa malu yang dideranya. Lari dengan semburat merah merona di pipinya 'Ciuman pertamakuuuu' batin Luhan terengah-engah
BRAK
(Pintu Rumah)
"Lu—"
BRAK
(Pintu kamar Luhan)
"Luhan ada apa nak? Luhan apa kau baik-baik saja" Tanya Eomma khawatir "Luhan, sayangg.." panggilnya lagi tapi tidak ada respon apapun dari dalam kamar Luhan
"Ada apa chagi?" Tanya Appa Luhan menghampiri
"Entah oppa, Luhan tiba-tiba pulang dan masuk kamar. Aku khawatir oppa.."
"Luhan, ini Appa nak. Bukalah, ada apa?" bujuk sang Appa
"Ahhh hah Luhann" teriak Sehun dari luar rumah
"Sehun, oppa itu suara Sehun"
"Kau tetaplah disini, aku akan bicara dengan Sehun" ucap Appa menhampiri Sehun
"Nak, bukalah kau kenapa Luhan?" Bujuk eomma lagi
KAMAR
Luhan tak memperdulikan suara apapun itu yang berasal dari luar kamarnya ia terus berkaca sambil memegang bibirnya dan masih sama, masih dengan pipi merona ketara. Mengapa ia tidak membuka pintu kamar? Karena ia malu dengan pipi merah nya itu.
'astaga, apa baru saja sehun yang mencurinya? Mengapa dada ini terasa sangat sesak saat merasakan kelembutan bibir sehun di bibirku. ARGH!'
.
.
.
.
"Oppa ada apa? Apa mereka baru saja bertengkar? Sehun menjelaskan bukan apa yg terjadi pada Luhan? Oppa jawablah aku. Mengapa kau tersenyum seperti itu.
Entah apa yang membuat Kyuhyun tersenyum tidak jelas seperti melihatkan senyum kemakluman
"Luhan hanya malu chagiyaa"
"Malu? Kenapa?"
Kyuhyun mulai menjelaskan
FLASHBACK ON
"Sehun, ada apa nak?"
"Ehh aboeji" jawab Sehun dengan cengiran konyolnya
"Iya, apa kalian bertengkar? Kulihat kalian tadi pagi juga tidak berangkat bersama. Ayo katakana pada aboeji"
"Emm.. eemm.." Sehun gugup "sbenarnya ada masalah kecil kesalah pahaman saja aboeji, tapi tidak apa. Tapi aku malah memperburuk keadaan." Jawab Sehun murung
"Apa itu?"
"Eh.. emm maafkan Sehun aboeji"
"Maafkan untuk hal apa Sehun?"
"ehm.. aku—akuu tadi men—mencium Luhan" semburat merah pun tak dapat tergelakkan
"pfftt.." tahan tawa Kyuhyun "jadi?"
"Jadi?" Tanya Sehun bingung
"Jadi apa itu yang membuat Luhan malu dan langsung masuk kekamar tanpa sepatah katapun?"
"A—apa aboeji?"
"Sudah maklumi saja, kau pasti tau itu ciuman pertamanya Sehun kau mengambilnya tanpa seizing Luhan pasti dia terkejut dan sangat malu. Apa lagi yang mengmbilnya dirimu nak.. pasti besok Luhan akan baik. Tenang ya, pulanglah ini sudah malam." Ucap Kyuhyun menepuk bahu Sehun
"Ahh jinja aboeji? Baiklah Sehun pulang ya, tolong jaga Luhan aboeji, sehun permisi.. selamat malam" ucap Sehun membungkuk sopan dan pergi.
FLASHBACK OFF
"Ah iya iyaa, Luhan pastilah malu. Astaga anak itu.."
.
.
.
.
.
SKIP TIME
.
.
.
.
SCHOLL
.
.
.
.
"Luhan apa kau baik-baik saja, kau terlihat diam dari tadi? Apa kau maih memikirkan kejadian beberapa hari yang lalu?" Tanya Baekhyun
Tak bergeming tetap melamun
"Lu"
"Luhan"
"Luhan, astaga anak ini.."
"LUHAEEENNNNNNN" Teriak Baekhyun dengan suara lantang nan menggelegar bak Syahrini
"Aishh kau ini Baek, ada apa? Aku tidak tuli asal kau tahu?"
"Jelas-jelas kau tuli, sudah berulang kali aku memangilmu tapi tetap saja kau diam. Katakan padaku! Ada apa?"
"Tidak ada ap-"
"Luhan" panggil seseorang dari pintu kelas
"Baekki ayo kekantin aku lapar,!" gelagat aneh Luhan
Sejak kejadian itu Luhan selalu menghindari Sehun
Berangkat pagi-pagi sekali seolah dialah yang membuka gerbang sekolah krena membawa kunci gerbang dan pulang cepat agar tidak terlalu gelap melewati sungai dekat rumahnya. Alasan lain ya itu, menghindari Sehun yang selalu mendekatinya.
"Tapi Lu—"
"Luhan.." cekal tangan Sehun ke lengan Luhan "Sudahilah semua ini, aku lelah chagiyaa" ucap Sehun putus asa
Luhan diam, tak bergerak sampai
"Sudahi apanya? Memangnya ada apa? Aku lapar aku ingin kekantin.. ayoo Baekki" tarik Luhan ke lengan Baekki yang dari tadi diam terpaku.
Dilewati nya Sehun begitu saja, entah perasaan atau tidak Sehun mulai putus asa mendekati Luhan
Waktu itu?
"Luhan sepertinya menjauhi sehun terus aboeji"
"Benarkah? Biarkan lah dia seperti itu dulu, dia masihlah malu. Dirumah saja ia terus berada dikamar, tidak seperti biasanya. Jauhilah dia sebentar saja, dia pasti akan merasa sepi. Lalu akan memaafkanmu"
Haruskah benar sehun menjauhi Luhan? Aih mana bisa dia..
"Sehunnnnnn." Lamunannya buyar sampai seorang yeoja menghampirinya dan bersender pada lengan kokoh Sehun
"K-kauu?"
.
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
.
Terimakasih yang sudah menfollo dan memfavs. Maaf lama next chapnya
Reviews juseyo ^^
