TITTLE : UNDER THE ROSE (remake dari comic milik momono miku)

AUTHOR : DOKIMKYUNGSOOJONGIN (prassetyahendra)

CAST : Wu yifan as Kris, Kim jongin as Kai, Do kyungsoo as kyungsoo

GENRE : Romance, sad, hurt comfort,

PAIRING : Kaisoo, Krisso

RATE : M

SUMMARY : Karena tidak memiliki keluarga, Do kyungsoo terpaksa tinggal sendiri di yayasan. Suatu hari, datanglah sebuah surat undangan untuknya dari keluarga Kim, keluarga yang sangat kaya raya. Kyungsoo pun langsung datang memenuhi undangan tersebut. Disana dia disambut oleh Kris yang bernama lengkap Wu yi fan dan Kai yang bernama lengkap kim jongin. Kakak beradik yang ternyata sudah mengenalnya, lalu bagaimana kelanjutannya ceritannya? ….

Haloo, gimana lama gak updatenya? Ini aku usahain cepet loh,FF ini Cuma sampe 5 chapter selesai ya. Ini yang ketiganya, Alurnya kecepetan? Aku rasa emang iya Cuma ya gimana lagi, ceritanya emang gitu. Oh iya satu lagi, INI YAOI YA, dan yang NUNGGU kapan NC nya pasti ada kok tenang aja hahaha, biarkan mengalir dulu ya ff nya haha.


"jongin…" panggil kyungsoo lagi pada jongin..

"nde…"

"tapi bagaimana cara menanyakan tentang masalah pot bunga itu…"

"itu…" kyungsoo meremas pakaiannya lalu menundukkan kepalanya lagi,

"apa.. kalau mau bicara dengan ku.. cepatlah! Aku tidak ada waktu.." ujar jongin dingin kembali pada kyungsoo, sepertinya memang jongin jarang berbicara.

"aku…" kyungsoo masih berfikir untuk bertanya tentang hal yang ingin ia tanyakan.

"ah.-ani tidak boleh sembarangan menuduh orang…"

"maaf.. tidak ada apa apa.. bolehkan aku duduk" kyungsoo akhirnya mengalihkan pembicaraannya lalu tersenyum pada jongin.

Grrrrr argggggggg

Suara itu terdengar sangat mengerikan seperti geraman anjing yang sedang ingin memakan mangsanya. Lagi lagi suara itu terdengar sangat besar dan saat itu jongin melihat 4 ekor anjing besar yang buas ingin menerkan kyungsoo.

"ah…"

WHSTtttttt gggrrrrrrraaaaaa

SRAAAKKKKK


Kyungsoo mengalihkan pandangannya menuju apa yang sedang di pandang jongin, ia melihat 4 ekor anjing buas yang sangat kelaparan melihatnya dengan tajam. Rahang mungil itu mengayun terbuka, ekspresi terkejut sangat jelas tertera pada matanya yang membulat sempurna. Kyungsoo tak bisa merespon dengan jelas pikirannya sekarang, anjing anjing itu terlihat sangat kelaparan melihat kyungsoo namun tidak dengan jongin, raut wajah cemas menyelimutinya kini, sungguh badannya hanya diam tak bergeming.

Kyungsoo tak tahu apa yang terjadi kini di hadapannya, sesesok pria tengah melingkarkan tangannya dibadan kecilnya, pria itu memeluknya dengan sangat erat.

Sraaaaaaaaak

Satu cakaran mulus mendarat dilengan jongin saat tengah melindungi kyungsoo dari hewan buas itu. Kyungsoo mengeratkan pelukannya pada badan jongin, harum tubuhnya sungguh memabukkannya disaat seperti ini.

Kyungsoo hanya diam, ia hanya berdoa semoga ia dan jongin selamat. Saat tubuh itu itu makin memeluk tubuh nya, ke empat ekor anjing makin gila mencakar tubuh kekar jongin, sang empunya tubuh hanya berteriak kesakitan namun tetap melindungi namja kecil yang ada dipelukannya kini.

"jo-jonginnn…" Rahang kyungsoo terbuka, mengucapkan nama pria itu dengan kelu, aura mencekam kini tengah meliputi keduanya, kyungsoo tak habis pikir kenapa jongin malah melindunginya dan merelakan tubuhnya di cakar oleh makhluk buas itu.

"Jangan bergerak!" suara itu membuat kyungsoo dan jongin mengalihkan pandangannya ke sumber suara. Seorang pria yang sudah tua membawa pistol dan..

DORR…!

Ke emapat anjing buas itu melarikan diri setelah mendengar suara yang keras dari peluru yang keluar dari pistol pria itu. Kyungsoo dan jongin masih saja dalam hawa ketakutan, kini kyungsoo sudah melonggarkan pelukannya pada jongin. Canggung, itu yang ada dalam benak keduanya.

"Tuan muda.. anda baik baik saja?.." pria tua itu meghampiri jongin, dari raut wajahnya, pria tua itu sangat menghawatirkan jongin.

Kyungsoo reflek melihat luka yang ada di bagian lengan kanan jongin, luka itu sangat dalam dapat dilihat dari darah yang terus menerus keluar dari gigitan anjing buas tadi yang menggigitnya.

"jo-jongin.. lengan mu berdarah.." kyungsoo mencoba melihat luka yang ada ditangan jongin namun jongin malah menampisnya.

"ah ini… Cuma luka kecil.." jongin masih saja tetap dingin, ia menutup lengan kanannya yang berdarah itu dengan tangan kirinya.

"lehgo…Lehno..Lehso.. Lehboo.." pria tua itu seperti memanggil seseorang, namun yang datang bukan nya manusia, namun ke empat anjing yang ingin menerkam jongin dan kyungsoo tadilah yang datang, ke empat anjing itu mendudukan dirinya di hadapan pria tua itu.

"kalian berani sekali kurang aja kepada tuan muda.. " pria itu memompa pistolnya, dan menghadapkan ujung pistol itu ke hadapan 4 ekor anjing itu.

"Tunggu.." jongin menghentikan pria tua yang hendak ingin membunuh ke empat ekor anjing itu.

Jongin memegang pistol yang ada pada pria tua itu, mengambilnya lalu membuat pistol itu sembarang arah. Jongin tersenyum kepada pria tua itu lalu memegang pundaknya.

"mereka sudah lama melindungi keluarga kim.." jongin mengelus salah satu dari ke empat anjing itu. Sepertinya anjing itu menikmati belaian jongin.

"hanya sedikit kesalahan kecil saja, tidak perlu sampai dibunuh.." jongin tersenyum.

"ba-baik tuan.." pria tua itu mengangguk.

kyungsoo membulatkan matanya ia tak percaya sekarang apa yang yang sedang ia lihat, anjing itu bahkan tidak menggigit dan mencakar jongin seperti tadi. Namun anjing malah seperti mengincar dirinya..

"ternyata dia… baik juga…"

"aku memang harus mencari tahu banyak tentang jongin.."


-Dirumah kediaman kim-

Seorang yeoja berambut pendek tengah berbincang kepada yeoja yang berambut panjang, perbincang itu terlihat serius, kyungsoo yang melihat perbincangan itu ingin tau apa yang sedang dibicarakan oleh kedua yeoja itu. Akhirnya secara diam diam kyungsoo menguping pembicaraan kedua yepja itu dibalik pintu.

"soojung-ah.."

"nde.."

"tuan muda terluka…apa kau sudah mengetahuinya?.."

"nde..aku sudah tau, yang aku dengar dari dasom dan soyu ia terluka karna melindungi kyungsoo.." luna membelalak kan matanya, tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh soojung.

"M-mwo?" luna mengerjapkan matanya, terkejut! Itu yang ada di benaknya sekarang.

"Nde.. tuan muda terluka parah tapi ia tak mau di panggilkan dokter.."

"Aku sangat khawatir sekarang… bagaimana ya keadaan tuan muda, jung-ah.."

"molla..aku berharap tuan muda cepat sembuh.. ia orang yang baik.."

"nde.."

Kyungsoo yang sedari tadi mendengarkan perbincangan antara soojung dan luna hanya terdiam, ia merasa bersalah kepada jongin, bagaimanapun jongin terluka karena melindunginya. Ia merasa semenjak ada dirinya di rumah ini, banyak sekali masalah yang terjadi.

Kyungsoo menundukkan wajahnya, lalu melangkahkan kakinya menuju kekamarnya.

"Apa aku harus minta maaf?.." Tanya kyungsoo pada dirinya sendiri

Kyungsoo kini sangat bingung, ia ingin tau keadaan jongin sekarang, ia khawatir. Entahlah ia tak mengerti dengan perasaan nya sekarang. Ia hanya ingin meminta maaf dan melihat keadaan jongin. Selagi perasaan itu bergelut, kyungsoo merebahkan dirinya diatas ranjangnya menatap langit langit kamarnya.. setelah berfikir keras akhirnya kyungsoo menemukan jalan keluarnya..

"ya..aku harus minta maaf pada jongin.." kyungsoo menegakkan badannya, mengambil kotak P3K yang berada di kamarnya,membawa kotak P3K itu menuju kekamar jongin.

Tok..tok..

Kyungsoo mengetuk pintu kamar jongin..

"siapa?.." sahutan suara dari dalam kamar jongin, akhirnya jongin menjawabnya.

Brakkkkk! Pintu itu dibuka sangat kuat sehingga menimbulkan suara yang sangat tidak di inginkan oleh telinga..

"sudah kubilang jangan ada siapapun yang…ah ternyata kau.." jongin keluar dengan keadaan rambut yang basah dan setengah naked. Ya, jongin tidak memakai baju sekarang.. itu membuat absnya terpampang nyata.. membuat kesan sexy pada namja itu.

"huaaaaaaaa… " kyungsoo membulatkan matanya.. ia kaget, lalu menutup matanya dan membalikkan badannya.

"ma-maaf.. aku pergi dulu!" kyungsoo yang hendak lari dari hadapan jongin mematung saat lengan kekar itu memegang tangan mungilnya..membuat getaran yang aneh hinggap di dada kyungsoo.. setelah memegang tangan kyungsoo jongin menarik nya hingga kini kyungsoo berada tepat didepan jongin, wajahnya dan wajah jongin hanya berjarak 5cm meter.. kyungsoo hanya bisa membulatkan matanya sekarang..

"wae..?" Tanya jongin

"kau sudah mau menandatangani suratnya itu?" Tanya jongin lagi dengan tersenyum pada kyungsoo.

"mwoo? Andwaeeeeee….!" Kyungsoo melepaskan tangan jongin dari tangannya.

"aisshh..kalau begitu, ada perlu apa kemari?" Tanya jongin yang malu lalu membalikkan badannya dan menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal sama sekali..

Saat jongin membalikkan badannya, kyungsoo melihat luka cakaran anjing itu dilengan kanan jongin.. sontak kyungsoo lalu mendekati jongin..

"mianhae..kau terluka karna aku.." kyungsoo menundukkan kepalanya, kini jongin membalikan badannya dan kini mereka tengah berhadapan.

"huh.. jangan salah paham" jongin melangkahkan kakinya menuju lemari, mengambil kemeja berwarna abu abu.

"aku melindungimu karena karena kalau sesuatu 'tidak wajar' terjadi padamu selama kau disini..maka hak warismu tidak akan diberikan kepadaku!"

Jongin mulai memakai bajunya, memasukkan lengan kirinya terlebih dahulu, namun belum sempat memasukkan lengan kanannya, kyungsoo memeluk lengan kanan jongin dengan sigap.

"itu kita bicarakan nanti saja.. sekarang yang penting lenganmu harus segera dirawat!.." jongin membulatkan matanya, tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh kyungsoo terhadapnya…

"hey.. apa yang kau lakukan.. jangan menyentuhku seenaknya!" bentak jongin, namun yang ada dia hanya terdiam saat kyungsoo mulai menampakkan wajah memelasnya, seolah mengartikan pada jongin, bahwa ia tetap akan melakukannya. Akhirnya jongin mengalah dan mendudukkan dirinya di ranjang tempat tidurnya.

Detik demi detik berlalu, akhirnya kyungsoo telah selesai memperban lengan jongin.

"haaaah.." kyungsoo mengelap jidatnya seolah ada keringat yang akan jatuh dari kepalanya..

"akhirnya selesai juga.. untung lukanya tidak terlalu dalam.." setelah kyungsoo selesai memperban lengan jongin, ia termenung, dan kyungsoo tak tahu bahwa sedari tadi saat dia memperban lengannya jongin diam diam memperhatikannya.

"apa yang sedang kau pikirkan?.." suara jongin memecang keheningan yang ada..

"ehh.." kyungsoo menunjukkan ekspresi terkejutnya, lagi lagi ia membulatkan matanya dihadapa jongin.. "jo-jongin.."

"mengkhwatirkanku..?" Tanya jongin tapi kyungsoo hanya diam, dan selalu menundukkan kepalanya.

Jongin kini tengah berdiri, lalu memakai kemejanya, namun tak mengancingkan kemejanya itu.

"kau tak ingat? Aku hampir memperkosamu.. berani sekali kau datang mengantarkan dirimu sendiri ke kamar ku.." kyungsoo menegakkan kepalanya. Ia malah tersenyum mendengar pernyataan jongin.

"aku tau.. sebenarnya jongin adalah orang yang baik.. diantara kita Cuma sedikit ada salah paham saja.." kyungsoo kini berdiri dihadapan jongin.

"aku juga tau kalau jongin tak bisa memaafkan eommaku.. aku mengerti ,aku juga tidak memaksamu.."

"aku Cuma berharap, suatu saat nanti kita akan hidup bersama sebagai… sebagai seorang kakak adik tentunya.." kyungsoo tersenyum, membuat bibir yang berbentuk hati itu merekah.

"kauuu.." jongin mendorong tubuh kyungsoo ke ranjang..memegang leher kyungsoo "yakin kalau aku itu…benar benar baik?..." jongin mulai menindih kyungsoo menggenggam leher itu dengan sangat kuat.

'ughh.. se-sesak jo-jonginhhhh.." jongin melepas genggaman tangannya pada leher kyungsoo.

"hahahahaha…. Jangan sok baik, "mama soo" mu itu tidak berlaku disini..

"eh.." lagi lagi, kyungsoo membulatkan matanya..

"kau tau julukan ku diyayasan?" Tanya kyungsoo sambil tersenyum, kini malah jongin yang membulatkan matanya..

Jongin mengangkat tubuh kecil itu dari ranjangnya " sudah sana keluar! Aku ada urusan" jongin menarik tangan kyungsoo paksa.

"ah sakit..besok aku akan datang lagi kesini untuk.. untuk mengganti perbanmu.." ucap kyungsoo lantang di hadapan jongin, kini mereka berada didepan pintu kamar jongin.

! jongin menutup pintu kamarnya dengan keras.

"lakukan sesukamu… aku tak peduli.." ujar jongin dingin.

"ya.. aku akan kembali lagi jongin.." ujar kyungsoo sambil tersenyum..


Keesokan harinya, kyungsoo merasa senang sekali, ia bangun dengan senyuman yang tak pernah lepas dari bibir kissable miliknya itu. Kyungsoo kini berdiri didepan cermin, ia membenarkan pakaiannya, "apakah ini sudah terlihat seperti maid?" kyungsoo membenarkan kerah bajunya, ia tak suka memakai kemeja namun yang ia pakai sekarang adalah kaos yang berkerah, menurutnya baju itu sangat unik dan menyita perhatiannya untuk memakai kaos itu. Tak lupa pula celana jeans ketat berwarna hitam yang membalut kaki mungilnya. Ahh.. itu sangat pas sekali untuknya.

"ok.. semua sudah siap kyungsoo.. ahhh neomu yeppo" kyungsoo merekah kan senyumannya di depan cermin.

"ah ani.. kau tampan kyungsoo, pria tampan bukan cantik ataupun manis, nde! Kau seorang lelaki .."

Kyungsoo melangkahkan kaki mungilnya menuju pintu, ia tak pernah seceria ini sebelumnya saat berada dirumah bagai istana ini. ya.. kyungsoo sangat heran dengan jongin yang mengetahui julukannya di yayasan, sebenarnya kyungsoo mencium hal yang tidak beres namun kyungsoo selalu mengambil sisi positif dan tak ingin menduga duga sebelum ada bukti yang jelas.

Setelah kyungsoo membuka pintu kamarnya, mata bulat nya itu teralihkan pada sebuah benda yang bentuknya kotak tepat menyentuh ujung kakinya, bentuknya seperti album foto. Kyungsoo yang penasaran mengambil album foto itu, sedikit membersihkan debu yang berada diatas album foto itu, kyungsoo yakin album foto itu sudah lama tidak dibuka.

"ah ini apa? .. aneh sekali. Siapa yang meletakkannya disini.."

Tanpa sengaja kyungsoo menggoyang album itu dan..

Srraaakkk-

Mata kyungsoo sontak membulat, keringat bercucuran keluar dari dahinya, badannya bergetar hebat, ia melihat banyak sekali foto dirinya di album itu. Kyungsoo membuka album foto itu dari awal matanya makin membulat lagi ketika ia melihat semua catatan yang ia baca adalah semua tentangnya, mulai dari kebiasaannya di asrama, makanan kesukaannya, dan semua aktifitasnya.

"ke-kenapa s-semua.. isinya fotoku?" kyungsoo makin penasaran semua isi album itu, ia membuka album itu satu persatu.

"semua nya.. kenapa tentang diriku?" kyungsoo membuka lagi dan matanya tertuju di dilembaran tepat dimana ia berfoto bersama ibunya, Xi Luhan. Ia memeluk foto itu, memeluknya dengan erat.

"siapa yang melakukan ini hiks eomma.." kyungsoo mengusap foto ibunya yang dirusak di bagian wajahnya saja.

"kyungsoo?.." telinga kyungsoo mendengar suara yang mengintrupsi dirinya untuk menjawab panggilan itu. Kyungsoo mengalihkan pandangannya ke sumber suara.

"kris h-hyung..?" kyungsoo berdiri lalu mengusap air mata yang berada di pipinya.

"kyung.. kau kenapa?.. dari tadi aku memanggil mu kau hanya diam saja.." kris melihat kyungsoo dengan rinci, sepertinya ada yang aneh dari kyungsoo.

"kyung.. gwenchana?" kris membenarkan poni kyungsoo yang sedikit berantakan.

"nan gwenchana hyung.." kyungsoo tersenyum manis kepada kris.

"ada apa hyung?.."

"aku hanya ingin mengajak adik manis ku ini sarapan pagi.." kris lagi lagi mengusap helaian rambut kyungsoo yang lembut.

"kenapa pagi sekali… ini sangat aneh"

Kyungsoo hanya menganggapi ajakan makan kris dengan senyuman tipis. Kris mengalihkan pandangannya kepada album foto yang dipegang oleh kyungsoo.

"kyung..kenapa album itu bisa bersama denganmu?.."

"ah .. ani, aku menemukanya di depan pintu ku.."

"ini milik kai, kyung.."

"M-mwoo?"

Kyungsoo kini berada diruang tengah dimana tempat makan seluruh orang penting yang berada dirumah ini. setelah mendengar album foto itu milik jongin, kyungsoo diajak oleh kris untuk sarapan pagi dan ia ingin memberitahukan sesuatu kepada kyungsoo.

"Ini milik jongin, aku pernah melihat album foto ini di kamarnya" kris yang duduk didepan kyungsoo, membuka satu persatu setiap lembar dari album foto itu.

"lebih baik kamu pura-pura tidak pernah melihat buku ini.." kris menutup album foto itu lalu memandang kyungsoo dan meletakkan album foto itu dimeja makannya.

"t-tapi hyung.. tidak mungkin jongin yang sengaja meletakkannya di depan kamar ku.." kyungsoo berhenti memotong steaknya.

"ini pasti..ada yang ingin memperingati mu.. pororo" kris melanjutkan memotong steaknya.

"karena dari dulu kai menyuruh orang mengawasimu.." kyungsoo menegakkan kepalanya, tak lupa dengan matanya yang makin membesar setelah mendengar pernyataan yang di nyatakan oleh kris.

"makanya dia tahu banyak sekali tentangmu..soo"

Kyungsoo melamun, pikirannya kini melayang entah kemana mana ia mengingat kejadian kejadian yang aneh saat bersama jongin..

"sudah kubilang untuk menyelidikinya diam- diam"

"mama soo mu itu tidak berlaku disini"

Banyak sekali kejadian yang janggal saat itu bersama jongin, itu membuat kyungsoo menjadi takut.

"kkeunde..wae?"

"wae…?"

"karena Kim Jongin itu adalah anak adopsi" kyungsoo membulatkan matanya, ia sungguh tak mengerti dengan keluarga ini.

"wae? Kau tak tau kyung..?"

"sebenarnya dia anak dari saudara jauh, ayah mengadopsinya karena orang tuanya meninggal.."

"kau pasti bingungkan, kenapa harta bagian mu lebih banyak?.."

"itu karena kau..masih memiliki hubungan darah dengan ayah!"

"ta-tapi kris hyung kan juga.." kyungsoo mengerutkan dahinya

"aisshh aku lupa memberitahu.. tapi ini rahasia ya!" kris mendekatkan dirinya ke kyungsoo.

"hyung itu anak dari selingkuhan ibu.. " kyungsoo membulatkan matanya, menutup mulut dengan salah satu tangannya.

"kan sudah ku bilang bahwa di antara appa dan eomma tidak ada cinta.. mana mungkin bisa punya anak kyungsoo-ya.." kyungsoo makin serius mendengarkan penjelasan dari kris.

"namun appa tidak memperdulikan kalau eomma melahirkan ku, dan menganggap dan memperlakukanku seperti anaknya sendiri.."

"namun appa.. menetapkan ahli warisnya adalah Kim Jongin.."

"kalau dipikir pikir ini semua mungkin pembalasan appa! Makanya eomma meninggal dengan perasaan dendam.." kris mengepalkan tangannya dan menusuk steak itu sangat keras menggunakan garpunya.

"mungkin juga appa sengaja mengadopsi kai, untuk menyakiti hati eomma.. "

"sekarang eomma sudah meninggal.. jadi satu satunya penghalang dalam menguasai harta appa adalah kau, kyungso.."

"kalau klau tidak ada maka… semuanya jadi milik kai.."

"aku takut kalau dia mengincarmu soo.." kris menatap kyungsoo dengan sinis.. keadaan menjadi memanas.

"ah.. tidak mungkin jo…"

"ini.." kris menyodorkan sebuah steak yang telah dipotong kepada kyungsoo, kyungsoo melahapnya dengan hati hati.

"gumawo.. hyung" kyungsoo tersipu malu dengan tingkah laku kris.

"soo.."

"nde.."

"jadi kamu harus lebih berhati hati.. ya! Terutama pada makanan.."

"karena kau.. sangat penting bagiku"

Dilain waktu.. seorang namja berperawakan tegap dan tampan dengan setelan kemeja dan jas hitamnya baru saja memasuki rumah bagai istananya itu.. kyungsoo yang melihat jongin datang lalu menghampirinya.

"ah tuan kai.. selamat datang.." ucap salah satu maid ramah kepada jongin.

"nde.." kai menjawabnya dengan sangat lembut.

Kai yang melihat kyungsoo menghampirinya merubah sikapnya yang lembut tadi menjadi dingin..

"ah, jongin.. barangnya biar aku saja yang memba.."

"tidak perlu.." kyungsoo yang ingin mengambil barang kai dan membawanya menjadi enggan setelah mendengar jawaban dari kai.

"hmm.. selamat datang –jongin .." ucap kyungsoo dengan senyuman manis kepada jongin.

Kai mendekati kyungsoo, kyungsoo yang merasa kai ingin mendekat hanya diam saja "Datanglah ke kamarku!" ucap kai kepada kyungsoo dingin. Kyungsoo belum sempat menjawabnya namun kai telah terlebih dahulu meninggalkannya.

Kyungsoo kini mondar mandir di depan kamar jongin ia bingung harus masuk atau tidak, ia mengingat perkataan dari kris tadi.

"kenapa tiba tiba aku ..aishh…."

"kenapa ini.. kenapa aku malah memikirkan kata kata dari kris hyung.. apa mungkin dia benar benar menginginkan nyawaku?.. aissshh jinjaaaa.. bagaimana ini.."

"tapi fotoku dan foto eomma itu.."

"apakah benar dia?.."

"aku takut dia mengincar nyawamu soo.."

"jangan ..jangan. waktu saat anjing itu.."

Kyungsoo masih mondar mandir tak tentu arah didepan kamar jongin, ia bingung sekali sekarang.

"aku harus berhati-hati.. nde.."

Saat kyungsoo ingin mengetuk pintu kamar jongin ternyata jongin membuka dan kyungso…

"kenapa lama sekali !.. ah ternyata kau disini..cepat masuk!.." kai yang berdiri didepan pintu, membuat wajah kyungsoo memerah, kini kai sedang dalam keadan half naked, ya.. dia tidak memakai sehelai baju pun hanya celana pendek lah yang di pakainya.

"aishh jinjaaa… kenapa kau selalu tidak memakai baju saat aku kesini.." kyungsoo yang malu melihat badan kekar kai yang ber-abs itu membalikkan badannya enjadi memunggungi kai.

"bukankah kau yang bilang ingin datang dan mengganti perbanku?.. lagi pula kita sesama namja kan?" kai menyeringai tak jelas.

'oh iya.. kenapa aku lupa ya?.." kyungsoo kini membalikkan badannya, lalu menggaruk tengkungnya yang sebenarnya tidak gatal.

"mwo? Kau lupa kalau kau namja?" kini malah kai yang membulatkan matanya.

"aishh.. ani, aku lupa kalau aku akan mengganti perbanmu!"

"oohh.. aku kira kau lupa kalau kau namja.."

"aishh.. dasar hitam! Eh.. maaf aku akan segera kembali membawa kotak P3K…"

"sudaaah… aku ada perlu dengan mu soo.." kai memegang tangan kyungsoo saat kyungsoo ingin pergi. Dan akhirnya kini mata mereka bertemu, itu membuat kyungsoo tak dapat mengatur deruan yang berada dalam dadanya.

"d-denganku?.." kyungsoo mencoba mengatur semua yang tidak normal pada dirinya.

"k-kau suka makanan manis kan? .."Tanya kai manis pada kyungsoo.

"ahh.. brownies.." kyungsoo melihat kue brownies yang sedang di pegang oleh kai.

"kau bertanya ya? .." kai sedikit frustasi dengan tingkah aneh kyungsoo.

"aku.. aku suka semuanya yang manis, apa lagi coklat.. ahh neomu neoumu joaaaaa.." ucap kyungsoo senang.

"ini untukmu .." kai menyodorkan brownies nya kepada kyungsoo.

"teman yeoja ku yang memberikannya, aku tidak suka.. jadi aku berikan saja padamu.." ucap kai dengan gaya stay cool.

"ehh.. yang benar saja.." kyungsoo malah bingung dengan alasan aneh kai.

"Hati hati terutama pada makanan…"

Kyungsoo jadi teringat kepada kata kata kris tadi pagi..

"t-tapi.. aku tak bisa menerima semua ini jongin.."

"kenapa?.. aku kan sudah memberikannya kepadamu.."

"yasudah.. aku akan makan ini semua dengan pelayan yang lain.." kyungsoo tersenyum

"IDAK BOLEH !" jongin mengeraskan suaranya.

"w-wae..?"

"jangan jangan ada sesuatu di dalamnya.."

"kalau tidak mau.. ya sudah! Aku menyesal telah memebelinya tadi.." kai merebut brownies tadi dari tangan kyungsoo.

Kyungsoo membulatkan matanya, begitu juga dengan kai, ia sepertinya keceplosan mengatakannya.

"j-jongin… kau sengaja membelikan semua kue brownies ini untuk-ku..?" Tanya kyungsoo dengan mata yang berbinar.

"ah ani.. itu .. aku.. aku hanya tidak mau kamu bekerja tanpa bayaran!" jelas kai.

Akhirnya kyungsoo mengganti perban kai, lalu setelah itu kyungsoo memakan brownies yang di berikan oleh kai untuknya, kyungsoo sangat bahagia dilihat dari senyumannya yang tak pernah pudar.

"bagaimana.. enak?"

":aaaahhh mashitaaaa!" teriak kyungsoo sambil mengangkat kedua tangannya, kai sendiri yang melihat tingkah kekanakan kyungsoo hanya bisa tersenyum bahagia..

"jongin.. ini serius, kue brownies ini sangat enak.. aku habiskan semua yaaa?.." kyungsoo menyuap ke mulutnya potongan kue brownies.

"bodoh sekali aku jika mencurigai jongin yang tidak tidak.. tak ada racun kok! Aku yakin padanya.."

Kyungsoo mengambil lagi potongan kecil kue brownies itu, namun pada saat ia ingin memasukkan kedalam mulutnya, jongin memegang tangannya. Pandangan mata mereka bertemu, dan itu membuat deru jantung didada kyungsoo meningkat 1000 kali lipat dari biasanya.

Kai memasukkan potongan kue brownies itu kedalam mulutnya tapi kue itu bukan disuap menggunakan tangannya sendiri melainkan dengan tangan kyungsoo.

"makakan yang manis ternyata enak juga.." kai tersenyum manis didepan kyungsoo, kyungsoo menelan susah payah salivanya.

"ternyata kau suka dengan yang manis manis ya.." kyungsoo masih membeku diam dan tak bergeming, sekarang dia masih menormalkan keadaan nya.

"ah kyungsoo.." panggil kai

"nde.." kyungsoo menoleh kepandangan kai.. "kenapa dadaku berdebar kencang sekali.."

"w-wae.."

"ini aku juga membeli kue yang lain, ini untukmu.." kai memberinya, kyungsoo menerima dengan senang hati.

Tapi saat tangan kai bersentuhan dengan tangan kyungsoo, entah kenapa kyungsoo merasa aliran darahnya berhenti, ia susah bernafas padahal kai sudah sering memegangnya namun yang ini terkesan lebih berbeda, kai membelai lembut tangan kyungsoo.

"ahh.,. gumawo jongin.. aku pergi dulu kekamar.. aku akan menghabiskannya dikamar.." ucap kyungsoo terkesan buru buru, menghindari tatapan mata dengan kai..

Bruukkk…

Sesuatu terjatuh dari kantong kyungsoo, saat kyungsoo berlari menuju keluar.. Braaaakkkk! Suara dentuman pintu yang ditutup oleh kyungsoo.

"Selamat beristirahat.."

"heiii…. Barangmu terjatuh!"

Teriakan dari kai tak digubris oleh kyungsoo, kyungsoo tetap berlari menuju kamarnya. Kai mengambil barang itu, ternyata itu adalah sebuah farfum, pikir kai,.namun setelah kai menyemprotnya.. "ini kan?" kai berfikir panjang untuk itu…

TBC dulu yaaaaa…

RCL jangan lupa