Chapter 8
Please Don't Cry
Main Cast : Xi Luhan (Park Luhan)
Oh Sehun
Other Cast : Kim Jongin (Kai)
Byun Baekhyun
Yoon Chanyeol
HUNHAN X CHANLU
Genre
Romance,Hurt/Sad.
(GS for uke)
.
.
.
.
.
Maaf jika cerita semakin terlihat absurd dan typo(s) bertebaran dan kata-kata tidak sesuai EYD. Masih belajar. Hehe
.
.
.
.
.
Oohdinda72016
.
.
.
.
.
Sementara Baekhyun? Jangan Tanya dia lagi, dia pasti sangat senang karena Chanyeol—sang pujaan hati—sudah kembali berangkat sekolah dan memar di wajahnya sudah agak hilang meski ada bekasnya. Tapi, perasaan senangnya hilang saat..
"Duduklah disebelahku.." ucap Luhan sabil menepuk-nepuk bangku kosong disebelahnya "Kau mau makan apa? Nasi goreng? Tteobokki? Sam-gong(apaan ini)? Atau—"
"Lu" panggil Chanyeol
"Ne?"
"Aku ingin bicara berdua denganmu, bolehkah?"
"Tentu saja, katakan apa itu?"
"Tapi, tidak disini dan tidak sekarang. Aku ingin berbicara di taman sekolah sepulang sekolah nanti. Bisakah?" Tanya Chanyeol
"Eum.. Oke, tapi maaf jika aku nanti terlambat aku ada piket kelas Chan"
"Tidak apa, aku akan menunggumu sampai kau datang.." jawab Chanyeol dengan senyum manisnya dan Luhan pun membalas senyuman itu tak kalah manisnya sehingga membuat Chanyeol merekah. Mereka saling bertatapan dengan senyuman. Tapi, didepan mereka hanya menunduk menahan rasa sakit dan airmata dengan kuat agar tidak ketara.
"Luhan, aku kekelas dulu ya? Aku belum mengerjakan sola sejarah hehe.." ucap Baekhyun berdiri dengan tawa canggung
"Oh begitu, ambil saja buku ku ditas, aku sudah selesai."
"Ah, baiknya. Okke, aku duluan, mari Chanyeol.." Baekhyun bergegas pergi dari kantin
"Ya"
"Baekhyun itu, memang susah sekali jika mengerjakan tugas. Huh." Luhan mempoutkan bibirnya
"Kyeoppta" tak sadar Chanyeol mengucapkan itu dan Luhan yang mendengarnya pun merona karena itu.
"Emm.. mau makan apa chan?"
"Tidak usah, aku sudah kenyang memandangi wajahmu Lu" ucap Chanyeol jujur
"Eh?" Luhan mengerjap-ngerjapkan matanya imut, entah mengapa sudah dua kali Luhan dibuat merona oleh perkataan Chanyeol.
"Lu, ikut aku" Chanyeol menarik lengan Luhan
"Kemana?"
"Ikutlah.."
Entah kemana Chanyeol akan membawa Luhan pergi, saat itu juga Sehun sampai di kantin dia menoleh kesana-kemari tapi tidak mendapatkan sosok mungil yang ia cari. Ia pun bertanya pada adik kelas nya "hey, apa kau melihat Luhan?"
"Eh sunbae, Luhan? Baru saja ia pergi bersama Chanyeol" ucap yeoja itu
'Chanyeol? Dia sudah sembuh?'
"Ah baiklah, terimakasih" ucap Sehun bergegas pergi
Sehun bingung, marah, sedih semua campur aduk rasanya. Yang ia anggap RIVAL sudah kembali kesini, kesekolah dan tentu saja tujuan utamanya adalah merebut miliknya. Ingat miliknya! Memang apa yang dimiliki Sehun? Luhan. Iya hanya Luhan, Luhan lah miliknya. Ia sangat gusar, ia menendang-nendang kerikil yang ada di belakang sekolah, entah sejak kapan jika Sehun sedang badmood ia berlari kebelakang sekolah tepatnya di taman untuk mengeluarkan isi hatinya meskipun itu hanya memandangi langit, yang tentu saja langit itu berawankan wajah Luhan yang hanya bisa membuat Sehun tenang dan damai. Sampai tatapannya tak sengaja bertemu dengan Irene yang saat itu juga sedang ada ditaman, tapi dibagian ujung yang kebanyakan ujung itu terdapat bunga-bunga anggrek yang sedang indahnya. Mata Irene menatapnya Sendu, tatapan mata itu membuat Sehun merasakan kesalahan. Kesalahan yang entah diapun tak tahu, tanpa sadar Sehun berjalan menuju tempat Irene berada, seketika tatapan Irene yang sendu terlihat menjadi berbinar. Dari sekian lamanya, dari sekian tahun-tahun lamanya Sehun-nya menghampirnya. Iya menghampiri Irene.
"Irene? Mengapa kau sendirian disini?" ucap Sehun langsung duduk di saping Irene dan Irene pun menatap Sehun dari samping yang Sehun sedang menatap arah langit dan menutup matanya "Ada apa heum? Apa terjadi sesuatu?" yang ditanya malah asik menatap si penanya ia sangat senang sekali bisa duduk bersampingan dengan sahabat-nya, Sehun-nya, orang yang selama ini ia rindukan. "Irene. Apa ada yang salah?" Tanya Sehun lagi yang masih memejamkan mata dan tatapn Irene pun buyar.
"Aku merindukanmu Sehun"
Sehun langsung membuka matanya dan menatap Irene, menatap mata Irene yang sudah berkaca-kaca "Aku juga merindukkanmu? Hei, kenapa kau menangis?" ucap Sehun memegang bahu Irene yang bergetar "Katakan padaku, apa yang terjadi? Siapa yang membuatmu memangis heum?" ucap Sehun khawatir dan masih memegang bahu Irene.
'Kau bodoh! Sehun pabbo!'
TES
TES
Tanpa sadar airmata itu terjatuh dan Sehun pun mulai panic, "Hei, hei ayo cerita aku akan medengarkan.." ucap Sehun lalu memeluk Irene dalam dekapannya dan Irene pun membalas pelukan itu, membalasnya dengan sangat erat seakan dia tidak akan melihat Sehun pada esok hari. Sehun semakin merasa pelukan Irene mengerat dan merasakan dadanya yang berlapis seragam sekolahnya basah, ia tahu Irene menangis.
"Sehun aku merindukanmu" ucap Irene menangis
"Aku merindukanmu Sehun, jangan tinggalkan aku lagi..hikss..hikss" tangis Irene pecah ia tidak dapat menahan nya lagi.
"Hei..heii tenanglah aku disini, aku tidak akan meninggalkanmu" tenangkan Sehun dan mengelus-elus surai hitam Irene yang sedang tersedu-sedu
Luhan dan Chanyeol berjalan beriringan ia tertawa sepanjang berjalan bersama dengan Chanyeol sehingga menggema keseluruh koridor sekolah. Sampai saat ia menemukan pemandangan yang entah itu buruk atau baik, ia berhenti berjalan untuk menatap arah taman yang mana ada sepasang orang berbeda gender sedang berpelukan yang mana seorang gadis itu seperti sedang menangis. Siapa itu? Kenapa berani sekali berpacaran disekolah? Luhan terus menatap kearah mereka, Chanyeo, yang dari tadi berbicara konyol dan guyonan pun berhenti ia merasakan Luhan tidak mendengarkan nya karena ia rasa tawa Luhan tidak terdengar, ia berbalik dan mendapatkan Luhan jauh darinya. Astaga! Jadi dia dari tadi berbicara seorang diri. Seperti orang gila? Aigo. Tapi, ia mengernyitkan dahinya, apa yang Luhan lihat sampai dia melihatnya dengan serius. Chanyeol pun melihat kea rah tatapn Luhan, dan JACKPOT PELUANG BESAR! SANGAT BESAR! Ia melihat disana ada Sehun sedang memeluk seorang gadis entah itu siapa Chanyeol rasa ia tidak pernah melihat gadis itu, tanpa sadar ia menyunggingkan senyum jahat 'Lihat, belum apa-apa dia sudah akan membuat Luhan menjauhinya, haha apa dia sadar itu'
Setelah Luhan ingat-ingat ia tahu siapa lelaki itu? Siapa lelaki yang memeluk seseorang gadis di taman belakang dan mengelus-elus surai nya. Iya dia tahu itu Sehun, Sehun sahabat kesayangannya, Sehun yang mencuri ciuman pertamanya, dan Sehun yang selalu Luhan sayangi dan entah sejak kapan ia meneteskan airmata, mengapa ia merasakan dadanya merasa sesak dan matanya memanas melihat sahabat tercintanya memeluk seorang gadis dan gadis itu…. Gadis itu…. Choi Irene.. sahabat kecil Sehun, entah mengapa Luhan merasa akan kehilangan Sehunnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sudah hamper seminggu Luhan mengacuhkan Sehun, dan untuk seminggu itu Irene gunakan untuk selalu berdekatan dengan Sehun, dan Sehun pun oke-oke saja karena ia menganggap Irene hanya sahabat masa kecilnya. Itu saja.
"Sehun, ayo kita makan ke kantin.." ajak Irene menghampiri Sehun dikelasnya
"Ah, Kai kau ikut?" ajak Sehun
"Aku? Tidaklah, aku malas" ucap Kai masih berkutat dengan ponselnya
"Baiklah, kajja"
.
"Lu, makan lah. Aku membelikanmu sandwich.." ucap Chanyeol membawa 2 sandwich dan "dan Bubble tea taro kesukaanmu.." bubble tea.
Ahh Luhan jadi rindu Sehun sudah seminggu ini dia tidak berhubungan dengan Sehun, baru kali ini dia bisa bertahan untuk berjauhan dengan Sehun. Entah ini firasat apa? Luhan merasa ini akan berkepanjangan, dia fikir dia sudah keterlaluan. Sehun selalu datang dan Luhan mengacuhkan, Sehun selalu meminta maaf dan Luhan mediamkan, ia rasa ia sangat kekanakan sekali. Apakah dia harus minta maaf pada Sehun? Terakhir Luhan mendapat permintaan Sehun 2 hari lalu dan setelah itu Luhan tidak tahu Sehun kemana dan bagaimana kabarnya. Dan juga seminggu itu ia tidak berangkat dan pulang bersama Sehun karena ia yang melarang Sehun untuk itu. Dia benar-benar menyesal sekarang, apalagi ia selalu melihat Choi Irene masuk ke kelas Sehun, entah itu yang Luhan liat dan apa yang dilakukan Irene pun Luhan hanya coba memakluminya, Irene hanya rindu pada teman semasa kecilnya itu saja. Tapi kenapa Luhan ragu jika tujuan hanya itu.
"Lu, kau melamun lagi. Ada apa Lu?" ucap Chanyeol sambil menggenggam tangan Luhan
"Eh..eum—t—tidak chanyeol, aku hanya lapar. Oh ya, ini untukku? Terimakasih hehe" ucap Luhan cengingisan, "dan bubble tea juga? Woah Chanyeol kau yang terbaik teman.." lanjutnya
'hanya teman ya? Bersabarlah Chanyeol'
"Aku memang sedari dulu terbaik kau saja yang tidak menyadarinya" ucap Chanyeol menyenderkan kepala-nya ke bahu Luhan dan Luhan membatu. Baru kali ini laki-laki kecuali Sehun melakukan Skinship dengannya. Bagaimana jika Sehun melihatnya, Sehun pasti akan marah. Aduh, dengan segera Luhan memindahkan kepala Chanyeol dari bahu-nya.
"Ada apa Lu?" Tanya Chanyeol bingung
"Ah tidak apa, aku hanya geli. Hehe" ucap Luhan "Oh iya, Baekhyun kemana sih? Lama sekali" menengok jam tangannya "Katanya hanya sebentar, huh" hela nafas kesal Luhan
"Mungkin Baekhyun ada urusan lain Lu.."
Sementara itu
"Hikss..hikss.. mengapa aku lemah sekali? Baekhyun kan sangat kuat..hikss.. Baekhyun diamlah, jangan menangis seperti ini, memalukan! Sangat memalukan! Hikss..hikss" tangis Baekhyun meledak di bilik kamar mandi "Hiks.. tuhan, kenapa aku semakin sakin saja. Hilangkan, hancurkan rasa ini tuhan..hikss..hikss"
Baekhyun menangis, selalu menangis saat jam pelajaran diistirahatkan. Dengan beralasan "Entah mengapa Lu, akhir-akhir ini perutku tidak bisa berkompromi.. hehe" hanya dengan itu wajah cengengesan seperti tidak memendam apapun. Hari-harinya sangat berat, sangatlah berat memendam rasa cinta selama 2 tahun, dengan sepihak. Yang dia lakukan hanya diam dan memperhatikan 'dia' selama 2 tahun yang berada tepat di depan bangku nya. Tapi, akhir-akhir ini ia harus memendam rasa sakit itu karena melihat 'dia' berusaha mendapatkan perhatian dari sang sahabat'nya ia selalu berfikir 'dua tahun waktu yang lama, seminggu mungkin akan membuat hati ini tambah terasa teriris. Sebentar lagi pasti mereka mempunyai hubungan, apalagi Sehun? Sejak Luhan bercerita tentang ciumannya dengan Sehun. Luhan menjauhi Sehun sehingga space untuk Chanyeol mendekat kan dirinya pada Luhan bertambah banyak dan lebar, dan itu juga yang membuat Baekhyun tambah nenambahkan niat untuk melupakan perasaan 2 tahun ini pada 'dia'
"Tuhan, bunuh saja aku. Jika rasa ini tak dapat dihindari lagi..hikss..hikss.."
"Permisi, anda kenapa? Apa terjadi sesuatu?"
SIAL
Baru kali ini ia tertangkap basah sedang menangis tersedu-sedu di bilik ini karena sebelumnya ia tak pernah kedapatan sedang menangis
"Ah.." Baekhyun menghapus airmatanya cepat "tidak apa, aku hanya kesakitan menahan sakit perutku, maaf jika mengganggumu." Jawab Baekhyu masih tersedu-sedu menahan tangis
"Benarkah?"
"n-ne"
"Baiklah" ucap seorang itu pergi secepat kilat ia membereskan semua kekacauan diwajahnya dan berencana menyusul Luhan agar tak curiga.
.
.
.
"Sehun, kau mau memesan ap—" Perkataan Irene terpotong karena punggung Sehun tampak menjauh dan mendekati..
Luhan
"Lu aku ingin bicara! Ikut aku!" ucap Sehun menarik kasar tangan Luhan
Tadi saat Sehun memasuki kantin ia langsung melihat punggung Luhan dan sebelahnya ada punggun lelaki berperawakan tinggi yang kepalanya sedang disenderkan di bahu Luhan tapi secepat kilat ia rasa Luhan menjauhkan kepala lelaki itu dari bahunya. Sehun merasa lelah, marah sangat marah dengan perlakuan Luhan padanya selama akhir-akhir minggu ini. Luhanny tidak pernah memperlakukan Sehun seperti ini, tangan Sehun mengepal dan berjalan menghampiri Luhan dan melupakan sesosok gadis yang menatap sendu punggunya.
"Se-sehun?" ucap Luhan bergetar
"Ikut aku!" tambah kasar tarikan Sehun
"Jangan menarikny seperti itu." Ucap namja dari tdi yang berusaha bersabar
"Jangan pernah urusi urusan kami berdua lagi. Dan! Kau!" menunjuk Chanyeol tepat di matanya "Jangan pernah mendekati Luhan! Jika tidak kau akan tahu akibatnya" ucap Sehun dengan nata meninggi sehingga semua warga kantin melihat 3 sosok itu tak terkecuali Irene yang mulai menahan tangis. Lalu Sehun pergi dengan menarik Luhan, Luhannya hanya menunduk menahan tangisnya.
TAMAN BELAKANG SEKOLAH
"Lu, tatap aku!" Hardik Sehun membawa kepala Luhan mendongak "Tatap aku!"
Luhan hanya menurut ia sudah tidak tahan untuk menahan tangisnya, ia menangis tepat di hadapan Sehun.
"Apa sebenci ini sampai aku lupa aku sangat membenci dirimu menangis didepan mataku?! Hah!" ucap Sehun meninggi
"Hikss..hikss…hikss..huweee..hiksss" tangis Luhan petcah!
Sehun mendesah kesal, ia melepaskan cengkeraman nya pda dagu Luhan, ia mendesah kesal amat kesal, tangannya ia bawa pada pinggang mungil ini dan memeluknya.
"Hsst.. maafkan aku jika aku membuatmu menangis. Diamlah sayang.." ucap Sehun menenangkan Luhan yng semakin trisak dipelukannya
"Aku menyayangimu, jangan seperti ini lagi. Aku tak tahan Lu, aku rasanya ingin bunuh diri. Sudah seminggu ini kau benar-benar acuh padaku, apa aku benar-benar bersalah sehingga kau seperti ini. Menyiksa hati dan batinku, tanpamu hari-hariku gelap Lu. Berhentilah menjadikanku menjadi orang bodoh, aku tak tahan. Aku sangat menyayangimu.." ucap Sehun lembut dengan menambah halusannya pada surai coklat Luhan
"Seh..hiksss…un.. aku…hikss.. merindukanmu..hikss.. maafkan aku..hikss.. sehunnnnnnn hikssss" tangis Luhan benar-benar pecah
"Hust.. tenanglah.. aku juga merindukanmu, aku minta maaf atas kejadian seminggu lalu. Aku ingin seperti dulu, Luhan Sehun, Luhan Sehun bukan Luhan dengan orang lain"
Dan entah sejak kapan kejadian seperti ini terjadi yang mana Sehun menidurkan kepalanya dipaha Luhan dan berada di kamar Luhan. Hal ini sudah biasa mereka lakukan, terakhir Sehun menidurkan kepalanya dipaha mulus Luhan sewaktu mereka kelas 6 SD dan tidak terjadi apa-apa karena ya? Mereka masih kecil.
Luhan hanya menatap Sehun sendu dan menglus-elus surai hitam pekat Sehun.
"Lu," panggil Sehun lembut
"Hm" Luhan masih melanjutkan kegiatannya mengelus-elus surai Sehun
"Aku minta maaf atas.. kejadian.. cium—man itu"
Seketika Luhan menghentikan kegiatannya pada surai Sehun dan berdehem pelan
"Tidak Sehun, aku yang salah. Ak—aku terlalu egois, hanya karena malu, aku mendiami mu hingga berlarut-larut aku menyesal" ucap Luhan lalu menundukan kepalany lantas Sehun mendongakan kepalany dan melihat wajah teduh Luhan.
"Hei..heii.. tidak apa. Aku yang salah, aku—eum telah mencuri ciuman mu, aku—aku minta maaf wktu itu aku kelepasan entah mengapa." Ucap Sehun
"Aku juga salah Sehun"
"Aku yang lebih salah"
"Aku lebih lebih salah!" ucap Luhan sedikit teriak
"Aku lebih lebih lebih lebih bersalah Lu"
"Sehunnnnnn" ucap Luhan merengek
"Iya iya cantik.."
Hening Luhan masih saja dengan kegiatan—mengelus-elus surai hitam sehun—dan Sehun terbuai ia mendudukan badannya menghadap kearah Luhan
"Aku menginap ya?"
Terakhir Sehun menginap sewaktu ia kelas 1 SMP karena setelah itu ia dimarahi habis-habis oleh orangtuanya karena.. ah Lupakan ya.
"Aku akan meminta izin eomma.." Luhan akan beranjak tetapi tangan mencengkram lengannya
"Biar saja aku nanti yang meminta izin pada Aboeji, kemari" Sehun menepuk-nepuk kasur kosong di sebelahnya, entah mengapa Luhan merasa detak jantungnya tak karuan begini, berdetak lbih cepat secepat pelari marathon.
Luhan mendudukan dirinya di sebelah Sehun dan mereka berhadapan
"Sudah berapa lama kita tidak melakukan ini?" Tanya Sehun mengelus surai coklat Luhan dan menyelipkannya dibelakang kuping Luhan.
"Eum, sudah 3 tahun Sehun. Terakhir kita seperti ini kelas 1 SMP" ucap Luhan polos
"Benarkah?" ucap Sehun sambil membenarkan tatanan poni Luhan "Beranjak kita dewasa kenapa kegiatan kasih sayang kita terputus?" ucap Sehun tambah mengelus pipi gembul Luhan
Jangan berfikir aneh-aneh ya? Kegiatan kasih sayang yaitu saling membelai penuh kasih sayang dan memberikan tatapn pemujaan sebagai seorang SAHABAT. Bukan melakukan hal yang panas. Mereka masih kecil :D
"Karena tugas kita menumpuk Sehun" jawab Luhan seadanya
"Jadilah teman hidupku Lu,"
DEG
DEG
DEG
DEG
.
Luhan membeku!
.
.
.
.
T
B
C
.
.
.
.
.
.
Previews Juseyo^^
