TITTLE : UNDER THE ROSE (remake dari comic milik momono miku)

AUTHOR : DOKIMKYUNGSOOJONGIN (prassetyahendra)

CAST : Wu yifan as Kris, Kim jongin as Kai, Do kyungsoo as kyungsoo

GENRE : Romance, sad, hurt comfort,

PAIRING : Kaisoo, Krisso

RATE : T

SUMMARY : Karena tidak memiliki keluarga, Do kyungsoo terpaksa tinggal sendiri di yayasan. Suatu hari, datanglah sebuah surat undangan untuknya dari keluarga Kim, keluarga yang sangat kaya raya. Kyungsoo pun langsung datang memenuhi undangan tersebut. Disana dia disambut oleh Kris yang bernama lengkap Wu yi fan dan Kai yang bernama lengkap kim jongin. Kakak beradik yang ternyata sudah mengenalnya, lalu bagaimana kelanjutannya ceritannya? ….

Note dikit haha: chap 5 besok ff ini udah ending jadi mohon banget reviewnya biar aku semangat lanjutin ff ini :)

==== -Dichapter sebelumnya

Kai memasukkan potongan kue brownies itu kedalam mulutnya tapi kue itu bukan disuap menggunakan tangannya sendiri melainkan dengan tangan kyungsoo.

"makakan yang manis ternyata enak juga.." kai tersenyum manis didepan kyungsoo, kyungsoo menelan susah payah salivanya.

"ternyata kau suka dengan yang manis manis ya.." kyungsoo masih membeku diam dan tak bergeming, sekarang dia masih menormalkan keadaan nya.

"ah kyungsoo.." panggil kai

"nde.." kyungsoo menoleh kepandangan kai.. "kenapa dadaku berdebar kencang sekali.."

"w-wae.."

"ini aku juga membeli kue yang lain, ini untukmu.." kai memberinya, kyungsoo menerima dengan senang hati.

Tapi saat tangan kai bersentuhan dengan tangan kyungsoo, entah kenapa kyungsoo merasa aliran darahnya berhenti, ia susah bernafas padahal kai sudah sering memegangnya namun yang ini terkesan lebih berbeda, kai membelai lembut tangan kyungsoo.

"ahh.,. gumawo jongin.. aku pergi dulu kekamar.. aku akan menghabiskannya dikamar.." ucap kyungsoo terkesan buru buru, menghindari tatapan mata dengan kai..

Bruukkk…

Sesuatu terjatuh dari kantong kyungsoo, saat kyungsoo berlari menuju keluar.. Braaaakkkk! Suara dentuman pintu yang ditutup oleh kyungsoo.

"Selamat beristirahat.."

"heiii…. Barangmu terjatuh!"

Teriakan dari kai tak digubris oleh kyungsoo, kyungsoo tetap berlari menuju kamarnya. Kai mengambil barang itu, ternyata itu adalah sebuah farfum, pikir kai,.namun setelah kai menyemprotnya.. "ini kan?" kai berfikir panjang untuk itu…

.

.

.

.

.

Keesokan harinya di kediaman keluarga kim, hari ini mentari bersinar cerah menyinari setiap sudut yang ada dirumah itu. Seorang namja mungil tengah berdiri menghadap jendelanya lalu membuka jendela itu.

"aahhh.. ngantuknya.." kyungsoo mengusap mukanya dengan kedua tangannya, mengamati pemandangan yang indah di luar rumah, pagi ini sungguh indah, Batinnya.

"Sebenarnya bukan demi kamu..aku hanya tak mau kalau kau bekerja tanpa bayaran.."

"aishhh… michoso… michosooo! Kenapa aku harus kefikiran tentang itu.." kyungsoo kembali mengamati pemnadangan yang berada diluar rumah itu. Hamparan bunga mawar yang merah merekah membuat nya tersenyum.

"mwoooo? Jo-jongin?.." kyungsoo menutup mulutnya, ia melihat jongin sedang berjalan ke kebun bunga mawar. Jongin, ia selalu tampan memakai jas hitam dan selalu menampakkan wajah yang dingin seperti batu.

"kenapa? MWO? Dia juga menyukai mawar?.." kyungsoo makin membulat kan matanya setelah melihat jongin yang mencium bunga mawar yang baru saja dipetiknya. Terlihat jongin sangat menikmati keharuman dari bunga mawar tersebut, ia bahkan menampilkan senyuman yang jarang ia perlihatkan.

Jongin mengalihkan pandangannya keatas dimana pandangan nya mengarah ke kamar kyungsoo dan akhirnya pandangan mereka bertemu. Kyungsoo membulatkan matanya sedangkan jongin hanya menatap kyungsoo dengan arti yang berbeda.

"upsss…" sreeeeeet!

Kyungsoo dengan cepat menutup jendela yang ia buka tadi. Kini jantungnya tak bisa diajak kompromi lagi, debarannya sungguh aneh. "aishhh… wae?" kyungsoo membaringkan badannya dia atas tempat tidurnya.

"kenapa perasaanku tiba tiba begini?" kyungsoo menggaruk kepalanya.

"pororo?"

"ah Nde…"

"selamat pagi! Sudah bangun ya, bolehkan hyung masuk?" kris masih menunggu di depan pintu kamar kyungsoo.

"ah kris hyung.. ah ottokhe..? cepat sembunyikan cookie yang diberikan oleh jongin.."

"dia sudah menyuruhku untuk berhati hati.."

"tunggu sebentar hyung.." kyungsoo dengan cepat menyembunyikan cookie yang diberikan oleh jongin, ia tak ingin ketahuan oleh kris hyung.

Kyungsoo melangkahkan kakinya menuju pintu lalu membuka pintu kamar nya. "ah kris hyung, silahkan masuk…."

"ah mian, aku datang terlalu pagi ya?.." kris menggaruk kepalanya, lalu masuk kedalam kamar kyungsoo.

"Ah pororo, aku ada hadiah untukmu.." kris memberikan kyungsoo sebuah hadiah.

"u-untukku?..."

"nde…bukalah, ini" kris memberikan hadiah itu kepada kyungsoo.

Kyungsoo membuka kotak hadiah itu sambil terus tersenyum pada kris "sebuah sweater?" kris mengangguk.

"kau suka?" kini giliran kyungsoo yang mengangguk.

"pakailah, semoga ukurannya cocok dengan badanmu yang mungil ini…" kyungsoo melirik kris dengan tatapan tak kris tertawa.

"kau ingin mengenakannya?.. ah kau malu ya, baiklah aku akan berbalik.." kyungsoo tersenyum kris begitu pengertian padanya.

Kyungsoo telah memakai sweater yang diberikan kris, sangat pas dan cocok dikenakan oleh kyungsoo. "ah cocok kan? Ini hyung belikan khusus untuk mu pororo kecil.."

"jeongmal?.,.." mata kyungsoo berbinar cerah. "Nde.." kris tersenyum.

Namun pada saat kyungsoo tengah berdiri didepan cermin besar, kris yang memperhatikannya sejak tadi menghampiri kyungsoo dari belakang.

"sweater ini pas sekali untukmu…" kris mendekatkan wajahnya di leher kyungsoo, menghirup aroma vanilla yang khas dari tubuh kyungsoo. "Sama persis seperti…"

"ah.. Gumawo hyung.. hyung selalu b-baik padaku.." kyungsoo menghindar dari kris, ia merasa ada yang tidak beres akhir akhir ini.

"apa yang kau katakana pororo... bukankah kau dongsaengku, sudah sewajarnya aku baik padamu.."

"ah.. apakah kamu sudah memakai parfum yang hyung berikan?.."

"tentu saja hyung… aku menyimpannya.." kyungsoo menggaruk kepalanya, ia lupa menaruh parfum yang diberikan oleh kris.

'ah.. di kantung baju hyung, sebentar" kyungsoo mencari parfum itu didalam kantung bajunya, namun nihil ia tidak menemukan parfum itu.

"kemana parfum itu ya.." kris menghampiri kyungsoo yang terlihat gelisah. "ada apa kyungsoo?.."

"kenapa tidak ada.. aku yakin aku menaruh parfum itu disini hyung.."

"ah mian.." kyungsoo menundukkan kepalanya, ia menyesal. "aku akan mencarinya hyung.. mungkin aku lupa menaruhnya dimana.."

"Gwenchana pororo.. aku bisa membelikan mu yang baru jika itu benar benar hilang.."

"ah.. aniyo hyung, tidak usah.. aku akan mencarinya.."

"ah kyungsoo.."

"Nde hyungg.."

"kemarin kau di panggil ke kamar kai, apa kau baik baik saja?.." kris menghampiri kyungsoo.

"kai tidak berbuat apa apa padamu kan?.."

"ah.. ti-tidak kok hyung… jongin bukanlah orang jahat, ia sangat baik padaku…" kyungsoo tersenyum.

"ahhhh.." kris memeluk kyungsoo dengan erat seolah olah kyungsoo perlu pelukan yang sangat erat. "wae hyung..?" kyungsoo membulatkan matanya.

"Pororo…"

"kuperingatkan padamu sekali lagi.."

"berhati hatilah pada kai, jangan terlalu percaya padanya…"

Kyungsoo membulatkan matanya, ini terlalu aneh fikirnya.

"K-kris hyung…"

"Kyungsoo…" kris mendekatkan wajahnya pada kyungsoo. "jangan berpaling dariku…" kris akhirnya melumat bibir tebal milik kyungsoo, kyungsoo ingin memberontak namun kris yang lebih kuat darinya membuat ia mau tak mau harus bersusah payah melepaskan ciuman dari kris.

Dengan kekuatan yang dimiliki kyungsoo, akhirnya ia dapat melepaskan dekapan dan ciuman kris. "H-hyung, s-sebenarnya a-ada apa?.. kenapa hyung?..." kyungsoo manatap kris dengan tatapan minta penjelasan ke kris.

Akhirnya kris sadar dan menjauhkan dirinya dari hadapan kyungsoo. "Mi-mian mungkin hyung bangun terlalu pagi, h-hyung akan istirahat lagi ke kamar…"

"kenapa jantung ku berdebar begini… aishhh! No.. berhentilah kumohon.."

"atau jangan-jangan. Aku menyukai kris hyung…aishh jinjaaaa…."

"kyungsoo…"

"N-nde hyung…"

"kejadian barusan, hyung hanya bercanda kok…"

"nanti hyung akan kemari lagi ya.."

.

.

.

.

.

Malam harinya jongin pulang lebih cepat dari biasanya, entahlah apa yang membuatnya pulang sejelasnya yang kyungsoo lihat, suara mobil jongin sudah berada di garasi pada saat ia berada di lantai bawah.

"maaf tuan, kenapa anda pulangnya cepat sekali?..." seorang pelayan bertanya pada jongin.

"yah, karena akan ada pengacara yang mau datang…"

Jongin tetap berjalan, sedangkan kyungsoo menguping pembicaraan jongin dengan seorang maid nya. Namun ternyata jongin tak sebodoh yang kyungsoo kira, jongin tau bahwa kyungsoo mengikuti dan menguping pembucaraannya.

"ah jongin.. aku ketahuan, aku harus- ah kabuuuuurrrrrrr…"

"Kyungsoo, mau kemana kau?..."

Kyungsoo akhirnya berhenti di dekat tangga, mengatur deru nafas yang keluar akibat berlari tadi. "solma.. aishhh. Tidak mungkin aku juga menyukai jongin…"

"bagaimana pun juga jongin adalah saudaraku.. walau tidak ada hubungan darah dia adalah saudaraku juga.."

"ani ani… aku tak boleh menyukainya…!"

"aishhh kenapa aku harus kabur tadi, pasti dia berfikir yang macam macam padaku…"

Kyungsoo terus saja mengoceh, hingga tak sadar ada seseorang yang berdiri dibelakangnya, lalu mendorong tubuh kyungsoo. "ahhhhh…." BRRUUUKKKK. suara Kyungsoo terjatuh dari atas tangga.

"hahaha, dasar pengganggu, enyahlah dari hadapan tuan muda jongin…! Hahahahahaha…" wanita itu tersenyum licik lalu pergi dari tempat dimana ia mendorong kyungsoo.

.

.

.

.

.

"ahh.. jo-jongin…"

"Aku mencium bau mawar yang sangat harum …"

"wah dimana aku sekarang? Taman mawar yang indah?..." kyungsoo bertanya Tanya dimana ia sekarang.

"apa yang terjadi bukannya aku jatuh dari tangga, tapi kenapa aku tidak apa apa?.." kyungsoo masih melihat di sekelilingnya.

"Kenapa kamu ada disini? .." kyungsoo terkejut "jo-jongin?..."

"aku sudah lama mencarimu.." jongin tersenyum, jongin sangat berbeda, sungguh ini bukan seperti dia

"ah.."

"akhirnya aku menemukanmu.." jongin mendekati kyungsoo dan mengusap wajahnya.

"Xi – Luhan.."

"xi luhan?.."kyungsoo membulatkan matanya.

"itukan Ibuku…".. " aku merindukanmu xi luhan." Jongin makin mendekatkan bibirnya kea rah bibir kyungsoo.

"jo-jooongin aku bukan xi luhan…"

"aku bukan ibu…."

Kyungsoo terbangun dari mimpinya, ia merasa mimpi itu sangatlah aneh. Dan ketika terbangun ia mendapati kris hyung dan para maid berada disekitarnya.

"pororo" kris hyung memegang tangan kyungsoo erat.

"syukurlah dia sudah sadar" kris menghela nafas nya panjang.

"syukurlah, hyung takut sekali kau tidak akan sadar lagi!..." kris mulai membalai surai hitam milik kyungsoo.

"tidak ada luka serius Cuma memar saja.." salah satu maid memeriksa kyungsoo, dan memastikan kyungsoo baik baik saja.

"a-aku kenapa?.." kyungsoo bertanya bingung dengan keadaannya sekarang.

"ah iya, aku tadi terjatuh karena terlalu cepat berlari hyung, akhirnya tersandung dan…" kyungsoo mulai mengingat nya dan mulai berbohong agar tidak mengkhatirkan siapapun yang berada di sana.

"dan aku jatuh hyung…" kyungsoo tersenyum kepada semua orang yang berada di kamarnya.

"mian, aku ceroboh. Dan membuat kalian khawatir." Kyungsoo sedikit tertawa.

Kris melihat kyungsoo dengan tatapan yang tak suka, kris tahu bahwa kyungsoo sedang berbohong sekarang.

"kenapa kamu malah menyembunyikan kenyataan sambil tertawa begitu?..."

"aku sudah mencari tahu semuanya, ini perbuatan pelayan jongin. Dia mendorong mu dari tangga…" kris mengeraskan suaranya.

"apaaa? Pelayan jongin?…" kyungsoo membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang dikatakan kris barusan.

"kyungsoo dengarkan aku…" kini kris duduk disamping kyungsoo dan memegang kedua bahu kyungsoo.

"pengacara sedang datang kemari, kalau kamu melaporkan kejadian ini maka hak waris jongin akan dihapuskan.."

"kita juga bisa memanggil polisi untuk mengusut kasus ini.. aku sendiri tidak ingin ini terjadi.. tapi bagiku kau, kyungsoo… kau lebih penting dibandingkan menjaga nama baik kim.."

"aku tidak bisa memaafkan kim jongin!"

"kamu mengerti kan?.." kris sekali lagi mengeraskan suaranya di depan kyungsoo.

"Ndeee…" kyungsoo hanya mengangguk.

.

.

.

.

"panggilkan pengacara!" suruh kris pada salah seorang maid yang berada di kamar kyungsoo.

"baik tuan.." akhirnya semua maid pun keluar dari kamar kyungsoo, menyisakan kyungsoo dan kris berdua.

"mawar yang tadi pagi…bau ini juga.." kyungsoo melihat sebuket mawar yang berada disampingnya.

"sama dengan yang ada di dalam mimpi.." kyungsoo berfikir keras untuk itu.

"hyung salah!.." kyungsoo berteriak pada kris.

"jongin tidak melakukan apapun padaku.."

"apa yang kamu katakana kyungsoo?.." kris mendekati kyungsoo dan balik membentaknya.

"b-bukankah dia memperlakukanmu dengan buruk?.."

"Ani.."

"pasti mawar ini…"

"Aku.."

"aku mempercayai Jongin.."

"Tolong biarkan aku sendiri.!." setelah kyungsoo berteriak, akhirnya kris keluar tanpa kata dari kamar kyungsoo. Dan tinggalah kyungsoo yang mengingat mimpinya tadi.

.

.

.

.

"begitu ya,," jongin terlihat sibuk pada ponselnya

"AH.. terima kasih atas analisa nya.. tolong lanjutkan penyelidikan pada target!.." jongin menutup telponnya dan mengusap wajahnya.

"SIAPA?.." Tanya jongin dari dalam kamar, karena pintu kamarnya berbunyi. Pasti ada seseorang yang mengetuknya dari luar.

"selamat malam.. Jo-jongin.." kyungsoo membuka pintu itu, dan terlihat kyungsoo sangat pucat dengan perban yang berada di kepalanya.

"ah..kau? wae?" jongin yang sedikit khawatir dengan keadaan kyungsoo ingin menanyakannya namun ia terlalu gengsi untuk menanyakan itu.

"aku kesini ingin melihat keadaan mu jongin, belakangan ini kamu sering sibuk dengan masalah warisan.." kyungsoo tersenyum kecil.

"Mwoo? Kembali kekamar mu. Yang terluka itu kau, bukan aku!" jongin membulatkan matanya.

"a-aku.."

"aku juga tidak suka hutang budi.." jongin menyernyitkan alisnya sebelah.

"ternyata memang sama, jongin yang meletakkan bunga mawar di kamarku.."

"jongin.. pandangku tentang mu tidak berubah, Kim Jongin adalah orang yang baik.." kyungsoo tersenyum pada jongin dan membuat jongin mengingat seseorang yang benar benar mirip dengan kyungsoo.

"lu-luhan.." tiba tiba jongin memeluk kyungsoo dengan erat dan menghirup aroma vanilla yang ada di tubuh kyungsoo.

"dan kau.. mengatakan hal yang sama.."

"benar benar mirip.." jongin membelai pipi kyungsoo lembut.

"kenapa melihatku dengan mata seperti itu?.." kyungsoo gugup dan merasa susasana ini sangat canggung.

"senyum lembut yang sama dengan mimpi tadi pagi.."

"benar juga..Ada yang ingin kutanyakan padamu.." jongin mengalihkan perhatiannya.

"jangan jangan jongin, mengenal eommaku.."

"a-aku iri pada eomma…"

.

.

.

.

.

Dikamar kris.

"what? Apa maksudnya?.." seorang maid yang cantik berteriak kecewa pada kris, seorang maid itu tidak berbusana dan hanya selimut yang menutupi tubuhnya itu.

"bukankah anda berjanji akan membiarkan aku kembali ke tempat tuan muda bila mendengarkan semua perintahmu hiks.." maid itu mulai meneteskan air matanya

"kenapa sekarang, kau tidak menepati janjimu.." "Kau.. kau jahat sekali.."

"kau menipuku.." maid itu menggoncang goncangkan tubuh kris yang berada di samping ranjang yang tengah menyesap rokoknya itu.

"akhh berisik.." Plakkk…. Kris menampar maid yang terlalu berisik itu baginya.

"buat apa aku harus terlalu serius menepati janji pada seorang pelayan sepertimu hahaha.." maid itu membulatkan matanya dan tak percaya dengan apa yang dikatakan kris barusan.

"seharusnya kau sadar diri.."

"baru melayaniku saja sudah sombong.."

"Itulah kenapa aku benci dengan yang namanya pelayan.."

"harusnya dari awal, kau sudah ku singkirkan.. cepat kemasi barang barang mu dan keluar dari tempat ini.." kris menyesap rokoknya untuk terakhir kali lalu membuangnya kesembarang tempat dan menginjaknya.

"tuan kris.." "kaaaaau… kau iblis…hikss .." maid itu menangis sejadi jadinya.

"Iblis katamu hahaha…"

"iblis yang sebenarnya ada di dalam istana ini adalah…"

Kraaaakkkkk… kris menusuk sebuah foto yang berada di meja yang ada didekat ranjang, foto itu menampilkan 2 orang, 1 wanita berpakaian maid dan 1 lelaki kecil nan imut yang memiliki mata yang besar.

"Putra berparas cantik dari wanita yang membuat ibuku menderita.."

"wajahnya, wajahnya sangat mirip dengannya.."

"orang yang sama dengan ibunya . si pelayan… Do Kyungsooo!"

"jujur saja, aku sedikit menyukainya, dan dia dapat mengubah orientasi sex ku.. tapi.. tapi aku tak bisa memaafkannya.."

"tenang saja eomma…"

"aku akan berbuat apapun asal kau bisa tenang dialam sana.."

"termasuk melenyapkan mereka semua.."

TBC…