Chapter 9
Please Don't Cry
Main Cast : Xi Luhan (Park Luhan)
Oh Sehun
Other Cast : Kim Jongin (Kai)
Byun Baekhyun
Yoon Chanyeol
HUNHAN X CHANLU
Genre
Romance,Hurt/Sad.
(GS for uke)
.
.
.
Rated : T++ To M
.
.
.
.
.
Oohdinda72016
.
.
.
.
.
.
.
Luhan membeku!
.
.
.
.
Jantungnya berdebar sangat cepat seolah jantungnya ingin keluar dari tempat persinggahannya. Padangan matanya kosong, kegiatan mari mengelus-elus pun juga berhenti. Darahnya berdesir dingin. Entah ini berlebihan atau apa, tapi ini nyata.
"Lu," panggil Sehun
Luhan bergeming, ia tetap dalam mode terkejut
"Lu, kau tak apa kan? Kenapa diam?" Tanya Sehun lagi dan bangkit dari kegiatan tiduran di atas paha seksi Luhan
'Aku tidak siap menerima penolakan! Arghh gawat aku harus mengubah arah pembicaraanku'
"Luhan, heii" tangan Sehun mengibas-ibaskan di depan wajah Luhan dan Luhan sadar
"Eh.. i—iya Sehun, ada apa?"
"Kau tak mendengarku?"
"Ah itu, ha ha aku mendengarnya kok" tawa canggung Luhan
"Sungguh, yang kumaksutkan teman hidup adalah.. eum—tetap menjadi teman dan sahabatku selama aku hidupku. Begitu Lu, iya begitu" ucap Sehun canggung "Apa kau berfikir yang tidak-tidak? Hayo apa?" goda Sehun untuk menghilangkan kegugupannya
"Eh.. ti—tidak. Dasar cadel mesum! Sudah aku mau tidur, aku lelah" ucap Luhan sabil menarik selimut sebatas dada dan memunggungi Sehun
"Aish aku belum mengantuk, temani aku" rengek Sehun "Lu, aku rindu padamu." Ucap Sehun langsung tidur dan memeluk Luhan dari belakang dan mengusak-usak bibirnya di tengkuk Luhan
"Sehh—un geli..ahh" lahh kok mendesah?
"Kenapa kau mendesah Lu? Ada apa?" Tanya Sehun sok polos
"Aish,, menjauhlah aku kegeliaan Sehuuunn" ucap Luhan sambil melepaskan tangan Sehun dari pinggangnya tapi apa daya tubuh mungil melawan tubuh kekar.
"Tidak aku merindukanmuuu" ucap Sehun tambah mengeratkan pelukannya
"Aish, Sehun lepassskannnnn" teriak Luhan
"Aku akan melepasnya jika kau tidak menghadap wajahku" ucap Sehun tambah mengusak0usakan hidungnya di sekitar leher Luhan
"Baik..baik.." ucap Luhan langsung menghadapkan tubuhnya berhadapan dengan Sehun "Ada apa!" Tanya Luhan ketus
"Aku merindukanmu Luhannie" ucap Sehun manja "Sudah seminggu penuh kau mengacuhkanku begini, tak sadar kah kau calon suamimu ini hamper menenggelamkan diri ke sungai Han" lanjut Sehun
Mendengar kata Calon Suami membuat semburat merah di pipi Luhan tanpa ia sadari
"Kau sakit Lu? Mengapa pipimu merah?" Tanya Sehun mengelus pipi mulus Luhan. Padahal ia tahu, wanita nya ini-eh belum—sedang Gugup sekarang.
"Tii—tidak!"
"Berhenti dekat-dekat Chanyeol, aku cemburu" ucap Sehun frontal
"Memang ada apa? Dia kan temanku, sama halnya kau sahabatku" ucap Luhan tidak sadar telah membuat hati seseorang yang sekarang mencelos amat perih
"Tapi, aku tidak suka. Sepertinya dia menyukaimu. Apa kau juga suka dengannya?" Tanya Sehun ada nada ketidak sukaannya dalam bertanya
"Mulai saja!" ucap Luhan tahu akan mengarah kemana pembicaraan ini dan tidak jauh dari kata-kata CEMBURU
"Aku hanya tidak suka kau dekat-dekat dengan orang lain kecuali aku dan Baekhyun. Itu saja. Bukannya iu yang selama ini aku lakukan disampingmu, dan kau tak keberatan. Tapi, mengapa setelah Chanyeol masuk dalam kita kau malah suka berdekatan dengannya?" ucap Sehun panjang lebar dengan mata tajam
"Jangan melihatku seperti itu! Chanyeol baik, tak apa bukan jika aku tertarik padanya. Kau kan tahu aku tidak pernah punya pacar. Bagaimana jika aku pacaran dengan Chanyeol" maksud Luhan hanya ingin memanasi sikap kekanak-kanakan Sehun tapi.
"Baiklah, pacaran saja dengannya. Aku tidak perduli." Berdiri mengambil jaket dan tas "Aku pulang!" ucap Sehun sambil memakai Sepatu
"Ada apa? Aku kan bertanya, kau kan sahabatku. Bagaimana? Apa boleh aku berpacaran dengan Chanyeol. Sehun? Dia baik sekali, tampan, pintar, baik dalam hal music. Kau kan tahu semua itu adalah type ku dala mencari pasangan. Iyakan Hun?" tambah Luhan memanas-manasi tanpa sadar ada serigala buas sedang memancarkan mata merah nya. "Sehun jawab ak—" Luhan melebarkan matanya terkejut akan ciuman tiba-tiba ini?
APA?! CIUMAN?!
Luhan masih melebarkan matanya, Sehun mencium bibir mungil Luhan lagi. Ah tapi mengapa Sehun akhir-akhir ini sangat suka menciumnya! Luhan mencoba berontak dengan memukul-mukul dada bidang Sehun tapi Sehun tuli, Sehun tidak hanya mencium tapi melumat kasar bibir Luhan dan mencoba masuk ke dalam mulut Luhan. Dada Luhan berdesir detak jantungnya berpacu sangat kencang, mengapa akhir-akhir ini jantung dan dadanya juga aneh saat berdekatan dengan sahabat kecilnya ini. Ini aneh! Sungguh!
"Seh—un… Lep-ass—kaaan" ronta Luhan mash memukul dada Sehun. Tapi Sehun tetap Sehun keras kepala dan tidak mau mendengarkan Oranglain, ia mash mencoba membuka akses agar bisa membuka mulut Luhan dan Luhan berhenti memukul-mukul Sehun saat Sehun menggigit bagian bawah bibir Luhan "Akh.. Seh—un"rintih Luhan merasa perih dibagian bawah bibirnya.
Akhirnya Luhan membuka bibirnya, saat itu juga Sehu melesatkan lidahnya untuk menjelajahi goa hangat Luhan. Lidah Sehun berlarian kesana-kemari mengabsen gigi dan gusi Luhan. Luhan yang diperlakukan seperti itu hanya diam tidak membalas, entah sadar atau tidak ia mengalungkah tangannya ke leher Sehun. Seperti menikmati apa yang Sehun lakukan padanya, dan ia membalasnya? Membalas ciuman Sehun, dalam ciuman Sehun tersenyum simpul.
Luham memukul-mukul dada Sehun ia kehabisan nafas dan ia butu pasokan nafas. Sehun tahu itu dan ia melepaskan ciuman panas itu dan membersihkan saliva-saliva yang menetes dari dagu Luhan. Memandang wanitanya ini yang sedang ter-engah engah mencari pasokan udara sebanyak-banyak.
"Sehun, apa-apaan kau ini..hah hah? Kau hamper memakan bibirku tadi!"
Sehun menyambar bibir Luhan lagi, tapi kali ini dengan lumatan yang lembut dan penuh perasaan tidak sperti tadi dan lagi-lagi entah sadar atau tidak Luhan mengalungan tangan nya ke leher Sehun lagi, mengusak-usak surai hitam Sehun dari belakang. Seperti meminta lebih? Entah ia menggoda atau apa.
Sehun makin panas, libido'nya menaik begitu saja. Makin ditekan tengkuk Luhan untuk memperdalam ciuman panas mereka, tangan kanan nya mengelus-elus punggung Luhan.
"Eungghh"
Astaga Luhan mendesah Lagi! Sehun makin meninggi libidonya, ia harus apa!? Astaga Luhan benar-benar menggoda.
Tangan kanannya yang sedari tadi dibuat mengelus-elus punggung Luhan sekarang bergirlya dipinggang ramping Luhan menuju payudara Luhan. /eh/ Sehun sampai di depan payudara Luhan, ia mengelus-elus lembut tidak meremas.
"Eunghh Seh—un" desah Luhan lagi saat Sehun mencoba memasukan tangannya ke dalam kaos putih polos Luhan. Perpagutan mereka terhenti, Sehun mulai turun menciumi leher mulus Luhan. Luhan menegadahkan kepalanya keatas sambil memejamkan mata dan desahan kecil, seperti memberikan akses agar Sehun dapat melancarkan kegiatannya.
"Eungh Sehun hen—tikan.." ucap Luhan meringis saat merasakan gigitan gigi di leher jenjangnya dan seperti ada yang menyesapnya. Iya! Sehun memberikann tanda kepemilikan di leher mulus Luhan. Memberikan Kissmark sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan bagaimana nanti Luhan menutupi hasil karya seninya. Tangannya masih saja bergirlya di balik kaos putih Luhan menglus-elus perut datar Luhan dan sampailah ia di dua gundukkan dada Luhan. Ia meremas-remas payudara Luhan dan sang pemilih hanya mendesah nikmat, ia menegapkan punggunya mencoba menarik kaos putih itu keatas agar lepas. Kaos siapa? Kaos Luhan! Astaga! Apa yang Sehun lakukan, apa Sehun akan..
Sehun terpesona pada keindahan tubuh sahabat kacilnya yang sekarang ia kukung dibawahnya dengan kaku Sehun mengangkang di bagian perut Luhan. Payudara yang sintal, dada mulus yang sekarang banyak kissmark tanda kepemilikannya, dan pinggang yang ramping. Memang ia selama ini sering bermain solo hanya karena membayangkan tubuh Luhan tapi, ini tidak seperti bayangannya. Ini terlihat lebih dari indah! Astaga! Sehun!
"Seh—un berhenti memandangiku seperti itu," ucap Luhan membutupi bagian dadanya dengan kedua tangannya.
Sehun mulai mengecupi bagian wajah Luhan, dari kening, kedua mata indahnya, hidung bangir Luhan, dan berakhir di bibir mungil dengan memberikan lumatan-lumatan dan melesatkan lidahnya kedalam goa hangat Luhan.
"Eunghh—nghh" sang empu hanya mendesah
Ciuman Sehun turun ke leher dan sampailah ke dada. Tangan Sehun mulai meraba-raba punggung mulus Luhan mencoba mencari tali bra Luhan, dan bingo! Ia langsung melepaskan perekat tali itu, dan lihatlah Payudara Luhan begoyang-goyang karena Sehun menarik Bra itu agar lepas dengan kasar. Luhan sangat malu, ia mencoba menutupi bagian dada nya yang terekspos itu denga kedua tangannya lagi.
Sehun beranjak dari ranjang Luhan, dan berjalan menuju pintu kamar Luhan.
"Sehun, ada apa?" Tanya Luhan bingung
CEKLEK
Sehun mengunci pintu kamar Luhan, seketika Luhan menegang, apa yang akan Sehun lakukan padanya. Apalagi sekarang Sehun melepaskan kaos hitamnya itu, dan 1 kata yang Luhan batin sekarang ini 'wah' ia terpesona pada tubuh Sehun, dada bidangnya, perut yang membentuk abs'nya itu sangat indah. Luhan melongo smbil menarik selimut keatas dada. Karena ia sedang setengah telanjang.
"Seh—un apa yang kau lakukan.." Tanya Luhan gugup
"Memberikan mu hukuman, karena telah membuat calon suamimu terbakar api karena cemburu LUHAN" Ucap Sehun memberi penekanan pada kata 'LUHAN'
"Hukuman apa!?" ucap Luhan mempoutkan bibirnya,bisa-bisanya dia maih bertingkah menggemaskan seperti sekarang ini saat perasaan gugupnya melanda.
"Aku ingin menyusu!"
"Mwoya?" teriak Luhan
"Aku ingin menyusu! Itu saja!" ucap Sehun mendekati ranjang Luhan
"Sehhh—hun.. apa—apaan kau ini? Aku buka ibumu, dan aku tidak punya ASI. Kau sudah besar!" ucap Luhan polos sambil menaikkan selimutnya
"Pokoknya aku hanya ingin menyusu! Memangnya kau ingin aku bertindak lebih!" ancam Sehun
"Ti—ti—dak Sehun! Pakai bajumu dan keluar! Aku tidak ingin aku menginap!" ucap Luhan lalu menenggelamkan wajahnya dibalik selimut tipisnya.
Luhan merasakan ranjangnya bergerak, ia yakin itu Sehun. Luhan menyibakkan selimutnya,
"Sehun aku kan sudah bilang, kau pulang. Aku tidak mengizinkanmu menginap! Aku mengantuk!" ucap Luhan sambil memunggungi Sehun yang bertelanjang dada
Tapi, ia merasakan sebuah tangan melingkar dipinggangnya.
"Aku kan hanya meminta menyusu, tidak bercinta. Apa kau ingin kita bercinta?" bisik Luhan tepat di daun telinga Luhan dan mulai meremas-remas payudara Luhan di luar selimut.
"Sehunnn hentikkan ini, bagaimana jika Eomma dan Appa dengar! Lepaskan tidak!" tangan Luhan mencengkram lengan Sehun.
"Makannya desahanmu kecilkan, aku hanya minta susu. Itu saja Lu, apa susahnya sih?"
Keadaan Luhan masih membelakangi Sehun
"Ahh.." kelepasan "Lepaskan tanganmu! Aisshh"
Gerak sigap Sehun memutas tubuh Luhan sehingga tubuhnya berhadapan dengan Luhan, ia mempoposisikan kepalanya berhadapan dengan dua gundukkan dada Luhan.
"Se—sehun apa yang ka—kau lakukan."
"Menyusu Luhan.." dan
SLURP
"AHHH"
.
.
.
.
.
.
.
Keesokan paginya Luhan bangun dengan tubuh setengah naked. Ia tidak lupa kegiatan tadi malamnya dengan Sehun, astaga! Kegiatana apa maksutnya?! Ia mengerjap-ngerjapkan matanya, ia teringat sesuatu dan membuka selimutnya. Benarkan! Liat dua gundukkan itu disekitar nipple merah mudanya banyak bercak merah disana. Malah hamper semua bagian payudara ada bercak merah keungunan. Astaga! Luhan mengingat semuanya. Tadi malam! Ia tidak melakukan apa-apa. Tapi,
FLASBACK ON
"AHH" Luhan mendesah ketara saat Sehun mengulum nipple merah mudanya, "Sehun.. hen—tikan ini geli"
Tapi Sehun tuli, ia tetap mengulum nipple Luhan. Ia sangat rakus, mengulum nipple Luhan dan mulai bermain-main pada satu payudara Luhan yang lain. Menyentil-nyentil nipple Luhan, meremas-remas Payudara Luhan hingga Luhan terus-terusan mendesah.
"Eungghgh..eum.." desah Luhan sam memejamkan mata
"Seeeh—hun"
"Ahh Sehun, jangan mengigitnya!"
"Akhh.. henti—kan!"
Tak sadarkah Luhan, ia mendesah dengan nada nikmat! Astaga! Luhan sudah tidak POLOS lagi.
Sehun melepaskan kulumannya pada nipple Luhan dan menyesap bagian daging payudara Luhan semuanya ia sesap! Tidak ada warna putih mulus lagi sekarang, yang ada merah keungu-unguan.
"Akhhh.. se—sehun!"
Sehun kembali mengulum payudara Luhan yang menganggur dan benar-benar memakannya. Ia sangat rakus! Sebenarnya ia ingin lebih, yaitu BERCINTA tapi ia sudah berjanji pada dirinya sendiri, akan memecah perawan Luhan saat ia sah mengucap janji di hadapan Tuhan.
Sehun melepaskan kulumannya ia benar-benar bangga akan hasil karya seninya, ia memandang bagian dada Luhan dengan mata berbinar-binar. Mata Luhan menatap Sehun dengan sayu.
"Astaga, apa yang kau lakukan Sehun!"
"Aku menyusu sayang," ucap Sehun mengambil posisi tidur disebelah Luhan dan menarik pinggang Luhan agar mendekat padanya dan tidak lupa sedikit meremas-remas.
"Sehun, lepaskan!"
"Diamlah!"
Luhan berhenti meronta dan membiarkan Sehun meremas-remas payudaranya. Luhan takut akan bentakkan Sehun.
Luhan nyaman berada di dekapan dada bidang Sehun. Hangat sungguh! Berbeda dari 2tahun yang lalu.
"Aku menyayangimu.." ucap Sehun mencium puncak kepala Luhan "Ja-jadilah kek—kasihku Lu"
Luhan terkejut melebarkan matanya sebisa mungkin menghilangkan rasa gugup-nya yang entah kaapan datang.
"Ak—aku
.
.
.
.
.
.
.
.
.
T
B
C
.
.
.
.
.
.
.
Reviews Juseyok! Maaf adegan M nya gajelas. Hehe^^
