FALLING CRAZY IN LOVE
KOOKMIN
Sebenarnya, Jungkook sendiri tidak mengira akan jatuh cinta pada Jimin. Jimin adalah orang yang berisik dan cerewet, ia tak bisa diam barang semenit pun, tubuhnya tak bisa tetap pada satu tempat. Sedangkan Jungkook bukan orang yang suka berbuat sesuatu yang tidak jelas, terkadang Jungkook berpikir bagaimana membuat Jimin diam. Dia sudah mencoba berkali-kali, mengajak Jimin ke Bioskop menonton film, tapi sesampainya disana Jimin tak berhenti mengomentari Film selama mereka menontonnya. Jungkook menyerah, ia tak bisa menghentikan Jimin.
Namun, semenyebalkan apapun Jimin, dialah yang selalu datang dimimpi Jungkook. ketika Jimin menggandeng tangannya, saat Jimin menyatakan cinta kepadanya dulu, Jungkook tidak tau kalau ternyata senyuman Jimin saat itu membuatnya langsung jatuh dalam pesonanya, mata indah yang tersenyum padanya, dan Jungkook tidak tau kalau ternyata sekarang dialah yang terlalu mencintai Jimin. Melihatnya berbicara dengan laki-laki lain, tertawa bersama teman sekelasnya, atau bercanda dengan beberapa teman Jungkook membuat Jungkook cemburu. Katakana saja Jungkook itu posesif pada Jimin, barang sejengkalpun tak Jungkook biarkan Jimin menjauh darinya.
Jungkook akan menggandeng tangan Jimin selama perjalanan berangkat atau pulang sekolah, mengantarnya sampai kekelas dan rumahnya, meskipun Jimin mengikuti kegiatan klub yang berbeda darinya, Jungkook selalu meluangkan waktu untuk Jimin. Beberapa teman Jungkook menggodanya karena terlalu menjaga kekasihnya, Jungkook hanya bilang Jiminnya terlalu manis dan mudah menarik perhatian, Jungkook tidak bisa membiarkannya begitu saja, Jimin itu miliknya.
Bagaimana cara Jimin tersenyum, bagaimana cara Jimin menggandeng tangannya atau bagaimana cara Jimin menggodanya, semua itu membuat Jungkook jatuh cinta lagi dan lagi. Jungkook bahkan tidak tau kemungkinan apa yang bisa membuat ia meninggalkan Jimin suatu hari nanti selain kematian. Tidak, Jungkook tidak akan meninggalkannya, pikiran buruk seperti itu jauh-jauh dari otaknya.
Jungkook suka saat Jimin memangku kepalanya dan membelai rambutnya, sangat nyaman dan Jungkook betah, ia sering berlama-lama merebahkan kepalanya dipaha Jimin. Dan Jimin tidak pernah keberatan, mereka berdua adalah pasangan yang tak bisa lepas satu sama lain. Teman-teman mereka menyebut kalau jimin dan Jungkook adalah pasangan paling serasi, Jimin dengan cerewetnya dan Jungkook dengan kesabarannya.
Ketika Jimin menyebut namanya, hatinya tak punya pilihan lain selain menempatkan jimin dihatinya, memenuhi segala hal dalam hidupnya dengan Jimin. Setiap langkah, setiap detik, setiap menit yang Jungkook habiskan bersama Jimin tidak cukup untuk sekedar menunjukkan perasaannya. Jungkook harus seperti apa lagi? Jimin sudah menguasai pikirannya, karena dari awal Jimin adalah satu-satunya, dan akan menjadi yang terakhir dalam hidup Jungkook.
Meski orang-orang menyatakan, hubungan asmara tak mungkin selamanya berjalan dengan mesra. Jungkook mengakui itu, terkadang ia dan Jimin berdebat untuk beberapa hal tapi hal itu tak cukup untuk membuat hubungan mereka merenggang. Karena Jungkook selalu memiliki seribu satu cara untuk menyelesaikannya. Ia menjadi orang pertama yang akan meminta maaf, tak peduli apakah ia atau Jimin yang salah. Hingga saat ini, belum ada masalah yang bisa membuat mereka benar-benar menjauh. Karena dalam setiap nafas Jungkook, ia semakin jatuh terlalu dalam.
Beberapa orang sempat datang, sekedar untuk menarik perhatian Jungkook. tapi tak satupun yang bisa menawan hatinya seperti Jimin, bahkan Jungkook tak pernah menganggap perhatian mereka sebagai hal yang harus dibalas. Baginya, Jimin jauh lebih penting dari segalanya, Jimin terlalu bersinar dimatanya.
"kau sangat mencintaiku eh? Lalu kenapa dulu tidak menyatakan cintamu? Malah aku yang menyatakannya duluan"
Jungkook suka saat Jimin cemberut seperti ini, bibirnya menggemaskan, sampai kadang Jungkook harus berusaha keras mengendalikan diri untuk tidak kelepasan.
"mana kutau kalau aku bisa sampai secinta ini padamu, lagipula aku mana mengenalmu sebelum kau tiba-tiba menyatakan cinta?"
Jungkook tak pernah tau ada orang semenarik Jimin disekolahnya, ia mungkin terlalu sibuk dengan kegiatan klubnya, hingga satu tahun berada satu sekolah dengan Jimin ia baru menyadarinya saat Jimin dengan tiba-tiba datang padanya dan menyatakan cinta.
"kita pernah bersebelahan saat upacara penerimaan siswa baru, jungkook"
"aku tidak sadar kau disampingku, kalau aku tau mungkin kita sudah berkencan dua tahun lalu"
So cheesy, meskipun kadang Jimin suka memarahinya karena sering menggombal tapi pipi jimin selalu memerah, Jungkook sangat menyukainya, ia menyukai apapun pada diri Jimin.
"tapi kau malah berkencan dengan han byul atau siapapun itu"
Terkadang, Jungkook tak bisa menahan senyumnya saat Jimin akan mengungkit beberapa orang yang pernah dekat dengannya, Jiminnya cemburu adalah salah satu dari sekian banyak hal yang bisa membuat Jungkook jatuh cinta, bibir Jimin akan cemberut dan matanya yang kecil akan menyipit, Jimin mungkin lebih terlihat seperti anak SD daripada Siswa SMA.
"kami dekat"
"kau berkencan dengannya, semua orang membicarakan itu"
"dia tetanggaku, kau sendiri sudah pernah melihatnya kan? Wajar kalau kami dekat"
"aku tidak suka"
"kau cemburu?"
Setelah itu, Jimin biasanya akan diam dan memalingkan wajah, salah satu yang Jungkook ketahui dari Jimin adalah Jimin itu pantang bilang cemburu.
"aku dekat dengan siapapun, kau tau kalau kau adalah yang pertama dan terakhir bagiku Park Jimin, I love you"
Mungkin, pelukan adalah salah satu yang paling Jungkook suka saat mereka bersama selain ciuman .
