Tittle : Aku mencintaimu jongin

Author : dokimkyungsoojongin

Cast: Do Kyungsoo, Kim Jongin, Byun Baekhyun, park chanyeol, sehun

Pair: KaiSoo. Kaibaek. Chanbaek, Hunsoo,

Genre : T

-Dichapter sebelumnya-

"dobi! Chan-chanyeol! Bangun" baekhyun menggoyang goyangkan tubuh chanyeol yang besar itu. Akhirnya lama kelamaan baekhyun berhasil membangunkan chanyeol. Chanyeol menatap baekhyun dengan tatapan tak dapat diartikan, lalu tersenyum kepada baekhyun.

"baek kau sudah bang-" chanyeol ingin mengusap rambut halus baekhyun namun dengan cepat baekhyun menepis tangan kekar chanyeol yang ingin membelai rambutnya.

"apa yang sudah terjadi? Hiks katakan chanyeol, apa yang sudah kita lakukan hiks" baekhyun menangis dan memundurkan tubuhnya kearah sudut kasurnya, lalu meringkukkan kedua kakinya di depan wajahya. Ia menagis sekencang kencangnya tak peduli dimana ia berada sekarang.

Chanyeol yang melihat baekhyun menangis ingin mendekati baekhyun dan ingin memeluk namja nya yang kecil itu, kini ia sungguh merasa bersalah dan tidak tega jika orang yang disayanginya menangis.

"jangan mendekat! Hiks, aku benci kepadamu chanyeol! Aku benci hiks" baekhyun yang menangis sambil memukul mukul badan chanyeol sekuat hatinya ia tak peduli, ia hanya ingin menyalurkan deraan batinnya yang sekarang dialaminya.

"pukul aku baek, kalau perlu bunuh aku sekarang! Aku memang bodoh! Ini aku lakukan karna aku terlalu mencintaimu, maafkan aku" chanyeol memeluk tubuh baekhyun yang bergetar sambil menangis dan menyebut nyebut chanyeol bodoh karena telah melakukan hal keji ini kepadanya.

Baekhyun diam dan memandangi chanyeol dengan tatapan yang sangat menyiratkan kebencian, namun dengan segera baekhyun membalas pelukan chanyeol. "kumohon yeol! Jangan pernah tinggalkan aku, jangan tinggalkan aku setelah ini. Kau telah merenggutnya! Kumohon jangan tinggalkan, aku mencintaimu hiks"

Chapter 11

-aku mencintaimu Jongin-

"tidak baek, aku tidak akan meninggalkanmu, aku juga mencintamu baek, sangat" chanyeol mempererat pelukannya, mencium surai emas yang dimiliki oleh baekhyun, orang yang sangat ia cintai. Bahkan ia rela melakukan apapun demi baekhyun.

Baekhyun masih menangis didalam dekapan chanyeol menikmati hangatnya tubuh namja raksasa yang sangat ia cintai. Baekhyun bingung, apa yang harus ia lakukan sekarang? Kembali kepada chanyeol atau tetap menyetujui permintaan orang tuanya. Baekhyun sangat mencintai chanyeol namun, baekhyun tidak ingin mengecewakan kedua orang tuanya yang telah membesarkannya sampai sekarang.

"chan? Sepertinya aku harus pulang. Tinggal beberapa hari lagi pernikahanku akan dilaksanakan" chanyeol melepas pelukannya, memberikan tatapan yang tak dapat dimengerti oleh baekhyun. Chanyeol kecewa, ya! Chanyeol sangat kecewa sekarang bukankah tadi baekhyun memintanya untuk tetap bersamanya namun kenapa baekhyun mengatakan tentang pernikannya.

Chanyeol turun dari ranjangnya dan memakai pakaiannya yang tergeletak dilantai meninggalkan baekhyun di ranjang sendirian.

"jika kau ingin pergi! Pergilah aku tak memaksamu" ucap chanyeol dingin lalu masuk kedalam kamar mandi dan membanting pintu kamar mandinya sekeras yang ia bisa.

"chan hiks, maafkan aku hiks! Aku mencintaimu" baekhyun memakai seluruh pakaiannya lalu pergi dari rumah chanyeol dengan susah payah berjalan, ya kalian pasti tau kenapa bukan?

.

.

.

.

.

Come Back Home (Datanglah kembali ke rumah)

Can you come back home (bisakah kau datang kembali ke rumah)

chagaun sesang kkeute nal beoriji malgo nae gyeoteuro Jangan tinggalkan aku di akhir dunia yang dingin tapi kembalilah ke sisiku)

Come back home (Datanglah kembali ke rumah)

Can you come back home (bisakah kau datang kembali ke rumah)

modeun apeumeun dwiro hae (aku mendorong kembali semua rasa sakit)

yeojeonhi neol gidaryeo ireoke (aku masih menunggu untukmu seperti ini)

Now you gotta do what you gotta do ( Sekarang kau harus melakukan apa yang harus kau lakukan)

-KAIBAEK

Baekhyun yang baru saja pulang dari rumah chanyeol dengan taksi kini menuju rumah calon suaminya, KIM JONGIN namja tan yang sebentar lagi akan menjadi suaminya. Kini baekhyun berada didepan rumah jongin yang sangat megah, ia melihat rumah ini sama seperti dulu tak ada yang berubah. Baekhyun membuka pintu yang ternyata tidak dikunci, baekhyun masuk dan memanggil nama jongin, baekhyun dapat melihat banyak sekali botol botol minuman yang tergelatak diruang tamu. Baekhyun melangkahkan kakinya keruang atas tepat di kamar jongin.

"jongin? Apa kau didalam?" baekhyun mengetuk pintu kamar jongin tapi tidak ada sahutan, baekhyun memegang gagang pintu kamar jongin, dan ternyata pintunya tidak terkunci.

Jujur Baekhyun baru pertama kalinya membuka kamar calon suaminya, dengan langkah pelan namun pasti, baekhyun masuk kedalam kamar jongin lalu menutup pintunya kembali. Baru saja menoleh dari menutup pintu kamar jongin, baekhyun melihat banyak foto jongin dan seorang namja manis yang tengah berpose lucu, menunjukkan keimutannya. Dan disebelah nya lagi baekhyun menjadi tercengang, ia melihat foto jongin dengan namja imut di altar pernikahan.

Baekhyun menutup mulutnya dan tercengang melihat foto itu, hatinya sesak! Ya, baekhyun sudah mulai mencintai jongin namun baekhyun belum megetahui jika calon suaminya itu telah menikah sebelumnya, keluarganya dan ummanya jongin tidak pernah mengatakan bahwa jongin telah menikah, baekhyun jadi merasa bersalah sekarang! Bagaimana dengan namja yang telah di nikahi jongin? Apakah ia telah di ceraikan? Tapi kenapa foto mesra yang menampilkan namja imut dan jongin di altar pernikahan dengan jongin dan namja imut itu tersenyum sangat bahagia dengan pernikahannnya itu masih di tempel di dinding kamar jongin.

Baekhyun sesak melihatnya, dilihat dari foto itu jongin dan pasangannya sangat bahagia, baekhyun merasa bahwa dia adalah orang yang merusak pernikahan jongin dan maja imut itu. Baekhyun harus mencari jongin dan menanyakan perihal ini namun pada saat baekhyun ingin keluar dari kamar jongin, baekhyun melihat sebuah album yang sangat bagus diatas ranjang jongin. Album itu bertuliskan "KIM JONGIN & DO KYUNGSOO". Baekhyun membuka album itu perlahan, album itu menampilkan foto jongin dan kyungsoo tengah menikmati bulan madunya di bali, baekhyun terus membuka album itu satu persatu hingga yang terakhir di album bertuliskan "13 januari 2010, special moment KIM JONGIN & DO KYUNGSOO". Baekhyun harus akui namja imut dan mungil itu sangat manis, baekhyun saja iri kepadanya! Beruntung jongin yang mendapatkan namja imut dan semanis Do kyungsoo. Tapi kenapa dia ingin menikah lagi? Pikir baekhyun.

Baekhyun harus menanyakan ini semua kepada jongin nanti, jika benar jongin dan kyungsoo belum bercerai baekhyun tidak mau menjadi orang ketiga dan menjadi orang yang merusak rumah tangga orang lain.

.

.

.

.

.

-HUNSOO

"hun-ah, dingin huft" kyungsoo memanggil sehun berulang kali, namja mungil tengah terbaring di kamar sehun dengan keadaan badan yang sangat panas dan muka yang pucat ini sangat membutuhkan sehun sekarang.

Ia menyesal kemarin telah menolak oleh sehun ke rumah sakit, sekarang dia malah sakit dan hanya bisa menyusahkan sehun.

"Aku sudah menelpon dokter, tenanglah! Aku akan mengopres mu dulu" sehun bergegas menuju dapur namun tangan kekar sehun ditahan oleh kyungsoo

"tidak hunaah, jangan pergi. Dingin huffttt, aku mual. Huek huek" kyungsoo sangat mual dia merasa perutnya teraduk aduk oleh sesuatu yang aneh.

Suara bel dari luar memangil tuan rumahnya untuk membukakan pintu. Sehun melepas tangan kyungsoo dengan lembut " aku hanya sebentar hyung, ingin membuka pintu, sabar ne. aku rasa itu dokternya hyung" sehun bergegas membuka pintu rumahnya menyambut dokter yang akan memeriksa kyungsoo, kyungsoo namja yang sedang menarik perhatiannya saat ini atau bisa dibilang telah menjadi namjachingunya sekarang. Namun sehun tidak tau apakah kyungsoo mencintainya dengan sungguh sungguh.

"selamat datang dokter, silahkan masuk" ucap sehun sopan kepada dokter yang tampan itu, dokter itu lebih tinggi darinya. dan yah, mungkin sehun kalah tampan dengannya

"ne, gumawo, ehm wu yifan" yifan menjabatkan tangannya kepada sehun

"Oh sehun, panggil saja sehun, mari kedalam dok" sehun menunjukkan kamar dimana kyungsoo berada

"baiklah! saya akan tunggu diluar dok" ucap sehun lagi lalu menutup pintunya kamarnya

Kyungsoo yang tertidur merasa ada yang ganjal karena dadanya seperti disentuh seseorang dan ketika membuka matanya, kyungsoo melihat seorang dengan wajah yang tampan mengenakan pakaian serba putih.

"tenanglah, aku wu yifan, dokter yang akan memeriksamu. Bolehkah sebelumnya aku mengetahui namamu?" yifan mengeluarkan alat alat yang akan ia gunakan untuk memeriksa pasiennya

"kk-kyungsoo, do kyungsoo" ucap kyungsoo sedikit serak dan agak terbata ya, dikarenakan kondisinya yang tidak setabil akhir akhir ini.

"apa keluhanmu kyungsoo-ssi?" Tanya yifan lagi.

"akhir akhir ini aku sering mual, aku pusing dan tidak nafsu untuk makan dok" semuanya dijelaskan oleh kyungsoo apa saja yang ia rasakan akhir akhir ini.

"baiklah biarkan aku memeriksa mu terlebih dahulu" yifan memeriksa kyungsoo dengan peralatannya

.

.

.

"kenapa lama sekali, aish! Semoga tidak terjadi apa apa pada kyungsoo hyung" sehun terus mondar mandir di depan pintu kamarnya, ia merasa dokter itu terlalu lama memeriksa kyungsoo, dan yang sehun khawatirkan kalau kyungsoo mengidap penyakit yang berbahaya.

Ckleek! Suara pintu kamar sehun terbuka menampakkan sosok orang yang tadinya memeriksa kyungsoo didalam kamarnya. Dari wajahnya ia terlihat bahagia, itu membuat sehun bingung.

"sehun-ssi? Selamat anda akan menjadi seorang ayah! Kyungsoo hamil, dan kandungannya telah berjalan 1 bulan. Sekali lagi saya ucapkan selamat kepada anda. Baiklah saya pulang dulu sehun-ssi" ucapan yifan membuat sehun menganga lebar, pasalnya sehun belum pernah menyentuh tubuh indah kyungsoo, mungkin paling jauh sehun hanya menciumnya tak lebih.

Sehun berfikir, ini pasti anak dari suami kyungsoo yang jahanam itu. Kyungsoo mendegar kyungsoo tak kenapa napa tapi hatinya sakit sekarang! Orang yang dicintainya bukan mengandung anaknya. Tetapi mengandung anak orang lain.

Sehun masuk kedalam kamarnya, ia melihat kyungsoo tersenyum bahagia, pasti ini masalah kehamilannya. Kyungsoo terlihat sangat senang, tapi sehun?

"sehuuuuuuun, aku hamil! Aku akan pulang sekarang, aku harus memberi tau jongin masalah ini! Aku mengandung anaknya, sehun! Aku sangat senang hiks" kyungsoo yang kegirangan sampai meneteskan airmata, karena ia sungguh tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh dokter yifan. Dia sudah mengandung selama 1 bulan, pantas saja ia merasa ada yang aneh dengan perutnya. Ia merasa tidak enak makan, dan apapun yang dimakannya pasti ia akan selalu ingin memuntahkannya.

Kyungsoo yang senang lalu memeluk sehun, tak peduli dengan sehun yang kini matanya mulai berkaca, ia senang melihat kekasihnya bahagia walaupun tidak dengannya. Ia senang mendengar bahwa kyungsoo hamil, walaupun itu bukan anaknya.

Sehun yang merasa hatinya sesak, memeluk kyungsoo dengan sangat erat hingga kyungsoo merasa tidak nyaman karena merasa badannya terhimpit oleh badan kekar sehun. "hunnaaaah, aku se-ssak" kyungsoo mencoba melepaskan pelukan mereka namun sehun malah memeper erat pelukannya.

"kumohon hyung, biarkan seperti ini. Biarkan aku memeluk namjachinguku lebih lama lagi, karna aku rasa setelah kau pergi dari sini, kau tak akan kembali lagi kesini hyung hiks" cairan bening lolos dari pelupuk mata sehun, ia menangis. Ia berfikir bahwa setelah kyungsoo kembali kepada suaminya ia takkan pernah bertemu kyungsoo hyungnya lagi.

"hunnah, apa yang kau katakan? aku akan mengunjungimu. Aku akan kesini setiap hari, kau tak perlu khawa" ucapan kyungsoo di potong oleh sehun

"aku tau hyung, hanya seperti kakak yang mampir kerumah adiknya kan?" sehun melepas pelukannya lalu mengapus air matanya yang keliar dari kedua matanya

"siap siaplah hyung, mandilah terlebih dahulu! Kau bau, weeeek" sehun menyentil hidung mancung kyungsoo lalu meninggalkan kyungsoo sendirian.

"hunnaaaaah, kau menyebalkan!" kyungsoo berteriak kesal lalu turun dari ranjangnya dan menuju kemar mandi.

"aku tau perasaanmu hunna, seberapa aku mencoba mencintaimu aku juga tetap tidak bisa, maafkan aku hunna, mungkin suatu saat kau akan menemukan orang yang lebih baik dariku" –Do kyungsoo

-Bukankah kita tak dapat membohongi perasaan kita? Pernah kah kau dijodohkan dengan salah satu teman mu kepada salah satu temannya, dan kau tak mencintainya? Apa yang akan kau katakan? Dan aku yakin kau akan mengatakan ini! "bukankah cinta tak dapat dipaksakan? Jangan memaksaku untuk mencintainya!"-

amu daedap eomneun niga neomu mipjiman (aku benci kau yg tak menjawab)

gakkeumeun neodo nareul geuriwohalkka yeah (aku heran apakah kau merindukanku juga suatu waktu yeah)

neo eomneun sigan soge gatyeobeorin nan (aku terjebak dalam waktu tanpamu)

apeul bol suga eobseo neomu duryeowo (Aku tak bisa melihat ke depan,Aku sangat takut)

ajikdo motda han manheun naldeuri (Banyak hari yang belum terselesaikan)

gidarigo isseul geotman gata (Sepertinya mereka akan menunggu kita)

neoneun eodie (Dimana kamu?)

eodie too far away (Dimana? Terlalu jauh)

.

.

.

.

.

Jongin sudah lama berputar putar dengan mobil mewahnya ia berharap menemukan kyungsoo sedang berjalan jalan di gelapnya malam kota ini. jongin benci, jongin benci dirinya sendiri! Jongin frustasi! Jongin berkali kali mencoba menghubungi ponsel kyungsoo tapi hasilnya tetap sama, seorang wanita yang mengatakan bahwa nomor yang anda tuju sedang tidak aktif! Ingin jongin memaki wanita itu, dan jika bisa ia ingin menanyakan dimana keberadaan kyungsoo!

"soo? Aku merindukanmu! Apakah kau juga merindukanku? Hiks" jongin memakirkan mobil mewahnya kesudut jalanan kota seoul, jongin menangis! namun air matanya tak keluar sedikit pun mungkin jongin lelah, jongin lelah seharian menangisi kyungsoo.

Jongin lelah menghadapi semua, kenapa rumah tangga jongin jadi begini! Kenapa semua ini harus terjadi, dan kenapa harus jongin yang merasakan hidup yang menyesak kan seperti ini? kenapa?

Bahkan jongin sempat berfikir ingin hidup senang bersama kyungsoo, merasakan kehidupan yang tentram tanpa adanya masalah dalam kehidupannya, ingin memilki anak, menimang cucu dan melihat rambut mereka memutih sambil duduk berdua menikmati hidangan yang kyungsoo sediakan untuknya, jongin ingin merasakan semuanya! Jongin ingin hidup yang tenang tanpa adanya gangguan.

Jongin sadar dari lamunannya, jongin lelah! Jongin ingin pulang sekarang dan berharap kyungsoo menyambutnya dengan makannan yang sangat enak, walaupun itu tidak mungkin. Ya, jongin tau semua Ini karena kesalahannya!

Jongin yang tiba dirumahnya langsung disambut oleh baekhyun yang berada di ruang tamu.

"jongin? Kau sudah pulang?" Tanya baekhyun lalu menghampiri jongin dan mengecup pipi kanan jongin.

"kenapa kau terlihat tidak bersemangat tuan kim? Ada apa?" baekhyun masih saja menanyai jongin yang terlihat sangat letih.

"Baek bisakah kau diam, aku sedang pusing! Pulanglah ini sudah malam!" ucap jongin lembut dan meninggalkan baekhyun menuju kamarnya.

"pusing karena memikirkan Do Kyungsoo? Kenapa tuan Kim? Kau kaget, aku menyebut nama orang itu?" Tanya baekhyun selidik

"tau dari mana kau?" rahang jongin mengeras, tangannya mengepal kuat.

Jongin mendorong tubuh baekhyun ke dinding, lalu mencuimnya dengan sangat brutal bahkan baekhyun tak dapat mengimbanginya dan hanya pasrah dengan apa yang dilakukan jongin.

"jongin! Aku pulang, aku membawa kabar gem, jj-jongin hiks" kyungsoo melihat bagaimana jongin mencium secara brutal seorang namja kecil yang imut. Kyungsoo sakit! Kyungsoo merasa sakit. Orang mana yang tak sakit melihat suaminya berciuman dengan orang lain?

Jongin yang mendengar suara seperti suara kyungsoo langsung melepas pagutan bibirnya dengan baekhyun, jongin khilaf! Jongin mengira baekhyun adalah kyungsoo lalu tanpa piker panjang jongin langsung melahap rakus bibir ranum baekhyun.

"kyungsoo? Kyungsoo tungguu!" jongin mengejar kyungsoo yang lari keluar menuju depan rumahnya.

.

.

.

.

.

.

Dan tbc dulu yaaaaa.

Please reviewnya! Kalau banyak yg review janji deh updatenya cepet ;;) mau cepet kelar kan ff nya? Ayodong di review ;;) makasi

Tinggal REVIEW aja yaa, gak sulit kok! Author Cuma pengen dihargai aja kok )

Jangan LUPA ! untuk REVIEW ;;)

byee, kamsahamnida ;;)