Tittle : Aku mencintaimu jongin
Author : dokimkyungsoojongin
Cast: Do Kyungsoo, Kim Jongin, Byun Baekhyun, park chanyeol, sehun
Pair: KaiSoo. Kaibaek. Chanbaek, Hunsoo,
Genre : T
Hello, author back lagi nih ;;) ada yang lama banget nungguin ff ini? ada ada? Haha makasi yaa ({}) oh iya? Ada yg udah baca ff author yang baru? Yang judulnya MY MARRIED LIFE #promosi haha. Yaudah deh tanpa banyak kata lagi- happy reading readers
.
.
.
.
.
-Dichapter sebelumnya-
"jongin! Aku pulang, aku membawa kabar gem, jj-jongin hiks" kyungsoo melihat bagaimana jongin mencium secara brutal seorang namja kecil yang imut. Kyungsoo sakit! Kyungsoo merasa sakit. Orang mana yang tak sakit melihat suaminya berciuman dengan orang lain?
Jongin yang mendengar suara seperti suara kyungsoo langsung melepas pagutan bibirnya dengan baekhyun, jongin khilaf! Jongin mengira baekhyun adalah kyungsoo lalu tanpa pikir panjang jongin langsung melahap rakus bibir ranum baekhyun.
"kyungsoo? Kyungsoo tungguu!" jongin mengejar kyungsoo yang lari keluar menuju depan rumahnya.
.
.
.
.
.
Kyungsoo tidak menghiraukan jongin dia tetap berlari sekuat tenaga yang ia bisa, kejadian barusan yang dilihatnya masih terbayang di ingatannya, kyungsoo tak menyangka kenapa jongin begitu cepat melupakan nya, padahal kyungsoo masih sangat mencintai jongin
"ayo kita pulang Hunna hiks, aku ingin pulang hiks" kyungsoo menghampiri sehun lalu memeluknya meluapkan rasa sakit yang ia rasa, ia memeluk sehun dengan erat sedangkan namja yang dipeluk hanya bisa tercengang melihat kyungsoo yang menangis, padahal baru saja diperjalanan kerumah jongin kyungsoo sangat senang sekali, namun entahlah! Sehun tak bisa menebak hati seorang do kyungsoo
"tapi kenapa hyung? Kenapa hyung menangis?" Tanya sehun yang membelai surai hitam milik kyungsoo, jujur dalam hati sehun ia merasa sedih jika orang yang disayangnya meneteskan air mata, apalagi keadaan kyungsoo yang masih sangat lemah karena ia sedang mengandung.
"aku ingin pulang hiks" ucap kyungsoo lantang !
"ba-baiklah hyung" sehun dengan segera masuk kedalam mobil dan memutar mobilnya, di ikuti dengan kyungsoo yang masuk kedalam mobil sehun.
.
.
.
.
.
"hyung! Tunggu, arrggghhhh" jongin teriak frustasi melihat mobil putih itu membawa kyungsoo nya, jongin menunduk dan memegang dadanya yang terasa sangat perih, jongin masih terus saja memegang dadanya yang nyeri.
Baekhyun yang sedari tadi memperhatikan jongin yang meringkuk di depan rumahnya hanya diam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, baekhyun tau, baekhyun sadar kalau jongin masih sangat mencintai kyungsoo, namja bermata bulat itu.
Baekhyun mendekati jongin lalu meringkuk seperti jongin dan memegang punggung jongin, dan mengelusnya memberi semngat kepada jongin, agar jongin kuat.
"kau tak mengejarnya?" Tanya baekhyun yang kini sudah berdiri dan jongin juga mulai berdiri, kini mereka berhadap hadapan.
"aku rasa sudah terlambat baek, ini semua salahku hiks" jongin masih menangis dan menyesali perbuatannya, jika saja ia tak mencium baekhyun pasti keadaan nya tak akan seperti ini.
"bisakah kau menceritakannya dari awal kai? Ehm, aku janji akan membantumu" baekhyun lalu memeluk tubuh jongin lalu jongin merespon pelukan itu, kini mereka beriringan berjalan menuju rumah jongin.
Baekhyun dan jongin kini duduk di sofa hangat diruang tamu, jongin mulai menjelaskan kisah kasihnya bersama kyungsoo dan baekhyun sangat antusias mendengarkannya.
"jadi sudah 4 tahun ya? Tidak waktu yang sebentar! Lalu kenapa orang tua mu menjodohkan kita?" Tanya baekhyun selidik, jongin sedikit terdiam dan menunduk baekhyun dengan sabar menunggu jawaban jongin.
"karna, karna kyungsoo tidak bisa hamil baek" jongin makin menundukkan kepalanya dan cairan bening dari mata jongin mulai keluar namun tanpa di ikuti dengan isakan.
"maka dari itu eomma ku menjodohkan ku denganku, karna yang eomma ku dengar kau memiliki rahim, jadi kau bisa hamil bukan?" jongin kini mulai berbicara dengan santai walaupun matanya masih sembab
"iya itu benar, aku memang memiliki rahim" baekhyun memutar gelas yang berisi minuman itu, ia sedikit bingung sekarang, meminum minuman itu lalu menengguknya.
"sebenarnya ada yang ingin aku katakan kai, eh mini juga penting" baekhyun menatap kai sebentar lalu meletakkan gelas yang tidak ada isinya itu.
"apa itu baek? Katakan saja" jawab kai
"sebenarnya sebelum aku dijodohkan, aku memiliki namja chingu, kami juga sudah lama berpacaran, hingga akhirnya eomma bilang bahwa aku akan dijodohkan dengan anak temannya, awalnya aku menolak, namun aku bisa apa? Eomma tetap bersifat keras mau menjodohkan ku dengan teman anaknya" baekhyun berhenti berbicara, mengusap wajahnya yang ia rasa mulai kusut
"lalu baek?" Tanya kai penasaran
"lalu aku memutuskan hubungan ku dengan chanyeol, ya! Namanya park chanyeol, namja tampan yang sangat berarti bagiku" baekhyun mulai berlinang
"sebenarnya bukan itu intinya kai, aku ingin kita membatalkan pernikahan ini" baekhyun mulai menangis
"aku tak mau disebut merusak rumah tangga orang kai hiks, apalagi kau masih mencintai kyungsoo dan aku juga mencintai chanyeol hiks" baekhyun meluapkan semua rasa gundah yang mengganjal dalam dirinya, kini dia sudah meluapkannya
"apa kau gila baek?, apakah boleh dengan orang tua kita? Pernikahan kita tinggal menghitung hari baek! Tinggal 2 hari" jongin menolaknya dan baekhyun belum merespon apapun perkataan jongin.
Ruang tamu yang mulanya diisi dengan percapakan antar 2 orang itu kini hening tak ada suara sama sekali. Baekhyun menutup matanya lalu akhirnya melepasakan apa yang ia rasa.
"aku rasa orang tua kita akan mengerti kai, bukankah kau ingin kyungsoo mu kembali? Kejar dia kai, dia sangat mencintaimu begitupun aku juga sangat mencintai chanyeol, karna sebentar lagi aku yakin dalam perut ku ini akan ada seorang aegya nya chanyeol" baekhyun tersenyum dalam tangisnya
"apa baek? Jadi kau?" jongin membulatkan matanya tak percaya apa yang dikatakan oleh baekhyun.
"iya kai, kemarin aku dan chanyeol, ah sudah lah itu tak usah dibahas. sepertinya Sudah malam aku harus pulang. Pergilah kerumah orang tua mu! Bicaralah dengannya, aku juga akan melakukan hal yang sama. Aku pamit dulu" baekhyun meninggalkan jongin diruang tamu itu sendirian, lalu bergegas pulang menuju rumahnya.
.
.
.
.
.
Kesunyian terjadi diperjalan di dalam mobil sehun, kyungsoo yang sedari tadi hanya diam dan menitikkan air matanya hanya menatap kosong ke luar jendela mobil, sehun tampak sibuk mengemudikan mobilnya sesekali melihat kyungsoo yang menangis.
Sebenarnya sehun ingin sekali bertanya kenapa kyungsoo menangis? Namun pertanyaan itu tidak tepat jika ditanya kan sekarang, ya! Bukan waktu yang tepat jika ditanyakan disaat suasana hati kyungsoo sedang tidak baik.
Akhirnya mereka telah sampai di rumah sehun, kyungsoo membuka pintu mobil itu, diam tak bersuara seakan akan sehun tak ada. Kyungsoo lalu meninggalkan sehun sendirian dimobil.
Sehun yang seharusnya turun dari mobil malah memutar mobilnya untuk keluar dari pekarangan rumahnya, sehun melajukan mobilnya kencang menuju rumah jongin, ingin sekali sehun memaki jongin sekarang juga. Apakah ia tidak sadar jika kyungsoo sedang mengandung!
Kyungsoo masuk kedalam kamarnya, ia merasa lelah, kyungsoo melihat dirinya di cermin, menatap betapa bodohnya dan mengenaskan kehidupannya. Kenapa harus begini pikirnya, kyungsoo tak menyangka akan seperti ini.
Kyungsoo melepas pakaiannya lalu menceburkan dirinya kedalam bathub di kamar mandinya.
"maafkan eomma aegya, eomma menyayangimu" kyungsoo lalu menenggelamkan tubuhnya kedalam bathub itu,
Sehun masih menyetir mobilnya, namun saat ia melihat menoleh kesamping, ia melihat handphone kyungsoo tertinggal.
"kenapa bisa dia meninggalkan ponselnya? Lebih baik aku mengembalikannya dahulu, lalu aku akan meminta izin kepada kyungsoo hyung, ya sepertinya lebih baik seperti itu" sehun memutar lagi mobilnya menuju rumah nya
Sesampainya di rumah, ia tidak menemukan kyungsoo dimana mana, sehun memanggil manggil kyungsoo namun nihil sehun tak mendapatkan jawaban. Sehun yang khawatir mencoba mencari kyungsoo ke kamarnya.
Kyungsoo juga tidak berada di kamar, namun sehun melihat genangan air dari kamar mandi yang berada di kamar kyungsoo. Sehun lalu menglangkah kan kakinya dengan cepat menuju kamar mandi.
"kyungsoo hyung!" sehun mengangkat kyungsoo yang tenggelam di bathub, dengan cepat sehun langsung membawa kyungsoo ke rumah sakit terdekat.
.
.
.
.
.
Jongin mengambil kunci mobilnya yang tergeletak di meja, reencananya malam ini juga jongin ingin kerumah eomanya dan mengatakan pernikahannya harus dibatalkan. Jongin melangkah kan kakinya keluar rumah hingga kakinya terhenti karena ponselnya berbunyi
"Baby soo is calling"
"kyungsoo menelpon? Haaaa ini tidak mungkin" jongin melamun hingga akhirnya menyentuh ponsel touch screennya.
"soo kau dimana? Apa kau baik baik saja? Maaf kan ak-" suara jongin terhenti karena bukan kyungsoo yang menjawab panggilannya melainkan suara lelaki.
"Bisakah kau kerumah sakit inha sekarang juga! Kyungsoo hyung mencoba bunuh diri dengan menenggelamkan dirinya kedalam bathub"
"a-apa? Baiklah aku akan kesana sekarang juga, bagaimana kea-" sambungan teleponnya di putus oleh sehun, jongin mendesah frustasi
"arggggghhhh"
Jongin melangkah kan kakinya dengan cepat dan melajukan mobilnya, jongin melajukan mobilnya dengan cukup kencang, beberapa pengendara memaki jongin karena kesal dengan jongin yang mengendarai mobilnya seperti orang yang sedang kerasukan,
Jongin masih saja mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang penuh, seolah olah jalan raya itu miliknya, tanpa memperhatikan pengguna jalan yang lain.
Jongin tak peduli dengan nyawanya, di dalam pikiran nya hanya ada kyungsoo, kini yang ada dalam benaknya semoga kyungsoo tak apa.
Jongin akhirnya sampai di depan rumah sakit inha seoul, jongin memarkirkan mobil nya sembarangan tak memperdulikan tukang parkir yang memanggilnya untuk memindahkan mobilnya, jongin terus berlari.
"maaf, apakah ada pasien yang bernama kyungsoo disini? hhahh Maaf, maksud ku do kyungsoo haahh" jongin terengah engah, ia sungguh lelah berlari lari.
"sebentar tuan, ah do kyungsoo di ruangan 1214 tuan, silahkan belok kiri"
"ah, terima kasih"
Jongin lalu berlari lagi menuju kamar 1214, berlari sekuat tenaga yang ia punya, ia tak perduli jika ia akan dehidrasi. Ia sangat ingin bertemu dengan kyungsoonya.
Jongin melihat seorang namja yang tengah menghadapkan kepalanya kelantai, dan menumpukan kepalanya di tanganya yang disilangkan diatas lututnya. Jongin tau siapa lelaki itu, dia adalah orang yang membawa kyungsoo selama ini.
"sooo? kau dimana soo? Hey dimana kyungsoo? Katakan apa yang telah kau lakukan kepada kyungsoo, katakana!" jongin mengangkat kerah kemeja sehun, sehun yang melihat jongin yang sepertinya sedang dalam puncak kemarahan hanya bisa diam
"tenanglah, kyungsoo hyung sedang diperiksa, tahanlah amarah mu" jongin melepas kerah kemeja sehun sedangkan sehun sedang membenarkan kerahnya.
"duduklah dulu" sehun mempersilahkan jongin duduk disampingnya
"sebenarnya apa yang terjadi dengan istriku?" jongin bertanya seolah olah tak ada masalah diantara keduanya
"haah, apa? Seharusnya aku yang bertanya! Kenapa dia menangis saat keluar dari rumahmu?" sehun malah balik bertanya kepada jongin dengan menyilangkan kedua lengannya di depan dadanya
"ini semua salahku hiks, ini semua kebodohanku jika saja aku bisa mngontrol emosi ku dan tidak mencium baekhyun saat itu, kejadiannya pasti tidak akan seperti ini hiks, ini semua kebodohanku!" jongin menangis dan menyandarkan badannya ketempat duduk yang ia duduki lalu mengadahkan kepalanya keatas.
"ya! Kau memang bodoh! Apa kau tau? Sebelumnya ia sangat senang saat akan datang kerumahmu karena ia ingin memberi mu kabar baik, tapi kau malah membuatnya menangis! Kau memang laki laki brengsek!" kini sehun yang tak dapat mengontrol emosinya
Hening sesaat karena keduanya masih bergelut dengan pikirannya masing masing, hingga sehun mengungkap kan sesuatu yang membuat jongin kaget.
"kyungsoo hyung hamil" ucap sehun sendu
Jongin membuka matanya lalu menatap sehun, dan meyakinkan bahwa yang dikatakan sehun bukanlah bualan!
"apa? Kau tidak berbohongkan?" jongin menggoyang goyangkan tubuh sehun
"tidak, kau beruntung! Sebentar lagi kau akan menjadi ayah dari anak kyungsoo hyung" sehun memalingkan wajahnya kesamping untuk menutup kesedihannya
"terima kasih tuhan, aku berjanji akan menjaganya. Dan tak akan mengecewakannya, terimakasih telah memberitahukannya kepadaku" jongin berterimakasih kepada sehun dan senyuman tipis yang sehun balas.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC dulu yaaa, sorry kalau part ini jelek. Tenang aja part depan ending kok )
Makasi yang udah mau nunggu ff gaje ini :"
Jangan LUPA ! untuk REVIEW ;;)
byee, kamsahamnida ;;)
