TITTLE : I LOVE YOU, JONGIN!

AUTHOR : DOKIMKYUNGSOOJONGIN (PRASSETYAHENDRA)

CAST: OFFICIAL EXO COUPLE

GENRE : MARRIED-LIFE, DRAMA, HURT-COMFORT, ROMANCE, SAD !

PAIR: KAISOO. KAIBAEK. DAN AKAN BERTAMBAH DENGAN SENDIRINYA SESUAI MOOD AUTHOR

RATE : T

SUMMARY : Eomma jongin ingin sekali menimang cucu dari jongin! namun apa yang terjadi? akankah kyungsoo dapat memberikan keterununan kepada eomma jongin atau sebaliknya? lalu apa hubungannya dengan Baekhyun?

Disclaimer: EXO MILIK TUHAN, SMENT, DAN TENTU KELUARGA NYA MASING MASING ! YAOI, JADI TOLONG KALAU GAK SUKA YAOI GAK USAH BACA !

DAN TOLONG JANGAN JADI SILENT RIDERS DAN TOLONG LAGI JANGAN SAMPAI MENGCOPAS ATAU MENCURI IDE FF KU INI KARNA FF INI MURNI AKU YANG BUAT DAN HASIL DARI PEMIKIRAN LABIL AKU !

Hello readers, sebenarnya FF ini udah pernah aku post disini. dan ini langsung aku satuin DARI CHAPTER 9,10,11 dan 12 !

Yaudah deh gak usah banyak bacot lagi sekarang, selamat baca ya READERS ku sayang ;;) maaf ya akhir akhir ini gak bisa update kilat! tugas banyak banget -_-

====è-Dichapter sebelumnya

Hening sesaat karena keduanya masih bergelut dengan pikirannya masing masing, hingga sehun mengungkap kan sesuatu yang membuat jongin kaget.

"kyungsoo hyung hamil" ucap sehun sendu

Jongin membuka matanya lalu menatap sehun, dan meyakinkan bahwa yang dikatakan sehun bukanlah bualan!

"apa? Kau tidak berbohongkan?" jongin menggoyang goyangkan tubuh sehun

"tidak, kau beruntung! Sebentar lagi kau akan menjadi ayah dari anak kyungsoo hyung" sehun memalingkan wajahnya kesamping untuk menutup kesedihannya

"terima kasih tuhan, aku berjanji akan menjaganya. Dan tak akan mengecewakannya, terimakasih telah memberitahukannya kepadaku" jongin berterimakasih kepada sehun dan senyuman tipis yang sehun balas.

[CHAPTER 4]

Seharusnya di ffn ini chap 13 tapi kalau di wp ini chapter 4 ya

{KAISOO}
(I LOVE YOU, JONGIN!)

Setelah mendengar kabar bahwa kyungsoo hamil jongin sangat antusias menunggu dari luar ruangan dimana kyungsoo di rawat. Jongin melihat sehun yang terlelap karna terlalu lama menunggu kyungsoo, jongin masih saja menatap kyungsoo dari luar ruangan.

Pintu ruangan dimana kyungsoo di inap terbuka, dan Jongin sama sekali tidak peduli dengan dokter yang sedang memanggilnya, sang dokter hanya menatap jongin dengan tatapan aneh, jongin mengusap air matanya, sebenarnya ia tahu kalau pintu sudah terbuka dan dokter yang sedang memanggilnya, namun jongin masih ingin memnadang kyungsoo dari balik kaca itu.

"hei! Pasien bernama Do kyungsoo sudah bisa di lihat, kondisinya masih kurang stabil, kami sarankan untuk tidak mengganggu tidurnya, dan saat pasien telah siuman, mohon jangan biarkan pasien untuk merasa tertekan atau ketakutan itu tidak baik untuk kondisinya dan janin yang dikandungnya" Jongin hanya mengangguk dengan pernyataan yang diberikan oleh dokter barusan.

"hei, kau! Bangunlah, kyungsoo hyung sudah bisa di lihat" jongin menggoyang goyang kan badan sehun yang tertumpu ke kursi tempat menunggu pasien, sehun dengan siaga terbangun, namun masih ada perasaan kantuk yang menyelimutinya.

"apakah aku tertidur sangat lama?" sehun melirik jongin "tidak juga, hanya saja menunggu kyungsoo hyung itu seperti berabad abad lamanya" jongin meninggalkan sehun, meneruskan langkah nya menuju ke dalam ruangan dimana kyungsoo di inap. "aishh pantas saja kyungsoo hyung tak betah tinggal di rumah mu, kau saja terlihat seperti monster" sehun berdecih, lalu berdiri dan mengikuti langkah jongin untuk masuk kedalam ruang itu.

Kedatangan pesawat dari shanghai, china tujuan Seoul, Korea Selatan telah tiba, riuh bergemuruh para penumpang yang sedang turun dari pesawat tersebut. Seorang namja berperawakan imut kesusahan membawa kopernya yang sangat besar. Menyibak kan poninya yang dirasa mengganggu penglihatannya, memakai hodie berwarna kuning serta kaca mata hitam membuatnya terkesan seperti seperti yeoja yang sangat feminim.

"haaaah…. Haaahhhah…" suara lelah sangat kentara keluar dari bibir manis nya, namja itu sepertinya sedang menunggu seseorang.

"kenapa lama sekali, aissh aku bisa mati berdiri jika harus menunggu selama ini !" namja itu berkicau kesal, padahal baru saja ia tiba dan baru saja melangkah kan kakinya beberapa langkah tapi merasa kelelahan. Namja itu merogoh kantongnya dan mengeluarkan smartphone yang terkesan mewah dan mahal seperti hanya dia saja yang memilikinya di dunia ini. namja itu mengetik sebuah pesan untuk seseorang.

To: Kris Hyung

"hyung! Kau dimana? Cepat jemput aku! Aku sudah sampai"

setelah mengetik pesan, namja itu lalu merebahkan tubuhnya ketempat duduk. "jika tau selama ini, pasti aku akan duduk dari tadi! Aish tiang listrik itu sangat menyebalkan!" namja itu terus saja bermonolog tanpa henti menunggu hyung nya datang menjemput.

Sudah hampir 30 menit namja berperawakan manis itu menunggu hyung namun nihil, hyung nya tak menjemputnya. Dari kejauhan namja itu melihat mobil berwarna putih yang menghampirinya. Mobil itu berhenti tepat di depan namja itu duduk.

Pintu mobil terbuka, menampakkan sosok namja tampan, tinggi dengan wajah ekspresi yang membuat namja manis itu terpesona, bagaimana tidak namja itu bagaikan seorang malaikat yang jatuh dari surga. Namja manis itu masih saja melihat namja tampan itu tanpa berkedip dan namja tampan itu sangat heran dengan kelakuan namja manis ini.

"apakah kau luhan-ssi?" namja tampan itu melihat namja manis yang melihatnya tanpa berkedip seakan akan bahwa sehun adalah objek yang paling indah untuk dilihat. Namja manis itu masih membayangkan bahwa ini adalah mimpi, dia dijemput oleh pangeran tampan yang membawanya untuk ke istana yang indah.

"luhan-ssi?" karna tak merespon jawaban dari sehun, sehun memegang pundak luhan, dan secara refleks luhan membulatkan matanya.

"apakah ini mimpi? Bi-bisakah kau mencubit pipi ku sekarang?" luhan menatap sehun dengan wajah yang sumringah.

Sehun mencubit pipi luhan. "auw! Appo" luhan memegang pipinya yang dicubit sehun, mengusap nya berulang kali.

"Jadi ini bukan mimpi? Kau datang untuk menjemputku? Aah gumawo" tanpa aba aba luhan langsung memeluk tubuh sehun, sehun yang kaget hanya bisa diam dan memandang wajah manis luhan. Pelukan itu berlangsung lama, hingga sehun yang melepaskan pelukannya.

"Luhan-ssi, aku datang untuk menjemputmu karna kris hyung tak bisa menjemputmu, dia ada urusan yang mendadak" sehun meninggalkan luhan yang masih berdiri terbengong melihat sehun.

"jadi dia bukan pangeran yang datang menjemputku? Aish, luhan! kau adalah seorang bintang terkenal, orang yang sangat di puja puja di negri mu, kau tak boleh jatuh hati pada namja suruhan itu, ya tidak!" luhan bermonolog sendiri, tidak sadar jika sehun telah menunggu nya di dalam mobil.

Kaca mobil sehun terbuka. "Xi Luhan! Apakah kau tak ingin masuk?" ucap sehun dingin sambil menutup kaca mobilnya lagi.

"yaaaak! Namja suruhan itu benar benar! Bukan menolongku membawa koper yang berat ini" luhan melangkah kan kakinya untuk masuk kedalam mobil sehun.

"lihat saja namja suruhan! Aku akan membuat mu jatuh cinta kepadaku,kita lihat saja nanti!" luhan masih bermonolog ria, memasang penutup kepalanya serta memakai kacamatanya dan menyilangkan kakinya bak orang kaya yang biasa dengan hidup di dunia yang glamour.

"Sehun-ssi, bisakah kau menolongku?" kris yang panik tiba tiba menghampiri sehun dan meminta tolong pada sehun.

"dokter kris?" sehun yang tadinya melamun tak focus kepada apa yang dikatakan kris.

"adik ku dari china datang ke korea, dan aku harus mengoperasi pasien ku hari ini, ini sangat memdadak sehun-ssi, bisakah kau menjemput adikku? adikku sangat benci menunggu, jemput dia di bandara seoul, mengerti? Baiklah aku pergi dulu, gumawo sehun-ssi"

kris melangkahkan kakinya dengan cepat namun ia menoleh lagi kebelakang "oh iya, namanya xi luhan! Dia orang yang paling di puja puja di china" kris berlari meninggalkan sehun

"yak! Kenapa dokter itu, aish ya sudahlah, sekalian saja aku pulang" sehun menuju tempat parkir dimana ia memarkirkan mobilnya.

"apa kau gila baekhyun? Itu sama saja kau memalukan eomma mu sendiri!" bentakan keras yang didapatkan oleh baekhyun dari eommanya, kini mereka berbicara serius di ruang tamu. Baekhyun hanya menunduk tak berani bergeming, ia bukanlah orang yang ingin menyakiti eommanya sendiri.

"Namja itu?" Baekhyun mengadahkan kepalanya, melihat wajah sang eomma. "namja itu kan yang membuat mu begini?" eomma baekhyun masih saja berbicara dengan lantang, seakan akan jika baekhyun adalah mangsanya maka baekhyun sudah dilahap dari tadi.

"aku tak mau menjadi perusak rumah tangga orang lain, eomma" masih sama, nada bicara baekhyun tak selantang eommanya, baekhyun pun tak berani menatap wajah eommanya.

"sejak kapan kau perduli dengan hal itu? Bukankah kemarin kau telah menyetujuinya! Pasti ada alasan lain dibalik ini semua, iya kan?" eomma baekhyun menggerttakan tangannya ke meja ruang tamu itu, suasana makin tak bersahabat untuk baekhyun.

Namun baekhyun mengangkat kepalanya, tersenyum melihat eommanya, dan mengelus perut ratanya. Rasanya baekhyun sangat bahagia dengan apa yang ada didalam perutnya.

"karna sebentar lagi, aku tidak sendiri eomma, aka nada kehidupan lain di dalam perutku" baekhyun tersenyum namun eommanya sangat terkejut mendengar penuturan baekhyun.

"APA?" eomma baekhyun berdiri dari tempat duduknya, memegang jantung nya yang dirasa sakit.

"nde eomma, aku akan menjadi eomma juga, sama seperti eomma" baekhyun menetes kan air matanya, ia tak menyangka jika akan begini jadinya.

"kau benar benar!" PLAAAAK

Tamparan keras mengenai pipi baekhyun, baekhyun menatap eommanya. Ada rasa bersalah dalam dirinya, karena telah mengecewakan orang tuanya.

"Gugur kan!" pernyataan telak yang membuat baekhyun membulat kan matanya, eommanya menyuruh untuk menggugurkan janin yang dikandung di dalam rahimnya.

Baekhyun menghelas napas nya panjang, mengusap kedua matanya yang dirasa cukup untuk menangis.

"mianhae eomma, aku bukanlah anak yang baik untuk eomma, tapi kali ini jika eomma akan mengajukan pilihan padaku. Pilih eomma atau kebahagianku?" air mata baekhyun meluncur dengan sendirinya. "mianhae eomma, aku lebih memilih kebahagianku sekarang, mianhae"

Baekhyun berdiri dari kursi yang di tempatinya, lalu melangkah kan kakinya dari rumahnya, dimana ia dibesarkan disitu, juga meninggalkan eommanya, orang yang telah membesarkannya.

Jongin mengusap rambut kyungsoo, dari tadi kyungsoo masih terbaring. Kyungsoo sudah bisa di jenguk namun belum sadar dari tadi. Kyungsoo terlihat lebih kurus dan kantung mata yang hitam di sekitar matanya.

"kyung? Sampai kapan kau mau tertidur?" jongin masih mengusap rambut kyungsoo, membelai nya dengan penuh rasa kasih sayang.

"apa mungkin, kau tak ingin melihat ku disini?" jongin bermonolog sendiri, menggenggam tangan kyungsoo dengan kuat.

"mianhae soo, mianhae hiks" jongin menetes kan air matanya, mengusapnya lalu meninggalkan kyungsoo begitu saja.

Jongin merenungi betapa bodohnya dia menyia nyiakan orang sebaik kyungsoo, ia sangat merindukan kyungsoo nya, kini jongin duduk di depan ruangan kyungsoo di inap.

"jongin" jongin mendengar seperti suara eommanya yang memanggilnya. Jongin melihatnya dan tebakannnya tak meleset, yang memanggilnya adalah eommanya.

"wae?" Tanya jongin dingin terhadap eommanya.

"aku dengar namja jalang itu ingin mengakhiri hidupnya, apakah dia selamat? Bagaimana keadaannya sekarang?" eomma jongin juga berucap tanpa ekspresi seakan tak ada suka di kaliamat nya.

"jika eomma datang hanya untuk menghina atau menjelek jelekkan kyungsoo, lebih baik eomma pulang" jongin menatap sinis eommanya yang duduk disebelahnya yang ditunggu oleh bodyguardnya.

"hey, aku mengkhawatirkan anakku, apakah kau sudah makan? Ada yang ingin aku bicarakan padamu tapi, tidak disini kita cari tempat yang nyaman, bagaimana?" eomma jongin menyilangkan kakinya

"baiklah"

-restoran.

Kini jongin dan eomma jongin telah sampai di restoran yang berdekatan dengan rumah sakit dimana kyungsoo diinapkan. Jongin mau asal tidak terlalu lama, karna dia tidak bisa meninggalkan kyungsoo nya.

"langsung saja, apa yang ingin eomma bicarakan?" jongin meminum minumannya.

"eomma baekhyun mendatangi eomma, ia membatalkan pernikahannya" eomma jongin mulai mengiris daging yang ingin ia makan. "dan yang eomma dengar, baekhyun memilih bersama orang lain dibandingkan bersamamu"

"aku sudah mengetahuinya" jongin meletakkan sendoknya

"apa?" eomma jongin terkejut mendengarnya "jadi?"

"nde, kami berdua sepakat untuk membatalkannya, baekhyun memiliki kekasihnya dan aku memilih kyungsoo ku" mata eomma jongin melebar, ia tak percaya dengan apa yang jongin katakan sekarang.

"kau melupakan janjimu, anakku?" eomma jongin meredam emosinya, ia tau ini bukanlah hal yang mudah namun ia harus menahannya karena sekarang ia berada di depan orang banyak.

"nde, aku sudah lupa eomma, dan aku hanya meningat kyungsoo" jongin tersenyum, meminum minumannya lagi

"tidak! Eomma akan carikan penggantinya, apa yang kau harapkan dari namja yang tak bisa hamil itu jongin?" jongin menaruhkan kembali minumannya.

"eomma pasti tidak akan percaya mendengar ini, tapi aku sangat bahagia sekarang" jongin tersenyum lagi

"wae?"

"kyungsoo hamil!"

"apa?"

"kau mau diantar kemana luhan-ssi?" ucap sehun tak berekspresi membuat luhan jengkel.

"ah, namja suruhan. Bagaimana kalau kau mengantarkan ku ke pusat perbelanjaan yang bagus di korea ini? aku sangat ingin membeli barang barang mewah yang berada disini" luhan membuka kacamatanya dan melepas hoddie nya, kini terlihatlah luhan dengan hanya balutan baju kaus yang ketat.

"nde" ucap sehun dingin.

"aish, kenapa namja ini tidak tertarik? Apakah dia straight, ah ani. Namja straight, namja yaoi pasti sangat menyukai ku, atau jangan jangan dia tak mengenaliku?aish pabbo!"]

"hey namja suruhan!" panggilan pertama dari luhan tak dijawab oleh sehun. "namja suruhan" panggilan kedua juga tak digubris oleh sehun " yak! Namja suruhan, kau punya telinga tidak?" luhan membentak sehun.

Sehun memberhentikan mobilnya, kesudut jalan, menatap sinis luhan.

"apakah kau bisa mengecilkan volume suaramu? Gendang telingaku hampir pecah mendengar suaramu" ucap sehun sinis

"yaaaaaaaaaak!" sehun membungkam mulut luhan dengan roti yang ada di samping sehun "luhan-ssi, bukankah sudah kubilang untuk mengecilkan suaramu?" luhan mengangguk, "jadi, bisakah kau mengecilkan suaramu saat berbicara dengan ku?"

Luhan melepas bungkaman roti yang diberikan sehun kepadanya, "yaaaaaaaaaaaaaaaaak! Dasar namja suruhan, berani beraninya ka" belum sempat luhan meneruskan kalimatnya, bibir sehun telah membungkam bibir luhan, tak ada lumatan hanya menempel tapi membuat jantung luhan hampir copot dari tempatnya.

Sehun melepas ciumannya "jadi bisakah kau mengecilkan suaramu saat berbicara denganku luhan-ssi? Jika tidak kau akan mendapatkannya lagi" sehun mulai mengemudikan mobilnya lagi, namun luhan masih gelisah di perjalanan, ia terus terbayang bagaimana namja suruhan itu menciumnya,

"aniya, aniya! Luhan kau tidak boleh tertarik pada namja suruhan itu. Tidak! Ya , aniya"luhan masih memegang dadanya yang bergemuruh, jantung nya berdetak lebih kencang dari biasanya.

TBC dulu yaa. Jangan LUPA ! untuk REVIEW ;;) byee, kamsahamnida ;;)