I NEED U
[Sequel of RUN]
by miaridara/outout
.
[Jeon Jungkook x Kim Taehyung]
I only own the plot
.
.
.
Chapter 1
−If I Could See You Again
Jika aku bisa bertemu denganmu lagi, akan ku tunjukan padamu tentang perasaan cinta yang sampai saat ini tidak pernah rapuh. Temui aku. Aku rindu.
.
.
Taehyung memandang penuh minat pada sebuah brosur tentang kompetisi piano yang tertempel di mading penuh warna milik kampusnya. Menurut isi brosur, kompetisi itu akan diselenggarakan senin depan di sebuah gedung musik yang sedikit agak jauh dari kampusTaehyung. Dirinya memutuskan untuk mendaftar nanti siang setelah menyelesaikan beberapa jadwal pertemuan dengan dosen dan seminar tentang motivasi yang pada awalnya hanya mahasiswa jurusan sastra saja yang boleh mengikutinya, namun salah satu dosen jurusan musik meminta panitia seminar untuk memperbolehkan para mahasiswa jurusan musik mengikuti seminar.
Sebenarnya Taehyung lebih memilih bermain piano daripada harus mengikuti seminar itu. Hitung-hitung latihan untuk kompetisi nanti.
Tepukan pelan di bahu kiri Taehyung membuat sang pemilik menoleh dan menemukan Jimin dengan cengiran lebarnya yang sangat manis. "Kau akan mengikuti kompetisi itu, Tae?" tanya Jimin ketika melihat apa yang sudah membuat Taehyung berdiri terpaku disana.
Taehyung mengangguk. "Sayang kalau dilewatkan"
"Ngomong-ngomong, kau sudah ke kantin?"
"Tidak usah bertanya. Bilang saja mau minta antar" dengus Taehyung
"Ikatan batin kita memang kuat, Taetae"
"Menjijikan"
.
.
Tidakkah kau lelah menunggu?
Pertanyaan tanpa jawaban itu selalu menghantui pikiran pemuda dengan senyum persegi yang sekarang tengah duduk menyender di atas ranjangnya. Kalau boleh jujur, Taehyung merasa lelah. Sangat lelah. Menunggu seseorang yang bahkan tidak tahu bagaimana kabarnya semenjak dua tahun yang lalu. Pikir Taehyung Jungkook akan kembali seperti murid lain yang mengikuti program pertukaran pelajar saat di SMA dulu. Tetapi meskipun Taehyung menelusuri setiap sudut di bis−yang dipakai para murid pertukaran pelajar−Jungkook tetap tak ada.
Pada saat itu dengan polosnya Taehyung bertanya kepada wali dari program itu, kemana seorang Jeon Jungkook pergi? Kenapa dia tidak ikut pulang? Taehyung bertanya dengan raut wajah bingung sekaligus sedikit panik, wali berkacamata itu tak menjawab, dia hanya tersenyum lalu pergi meninggalkan Taehyung dengan seribu pertanyaan.
Dan sejak itulah, Taehyung tak pernah melihat Jungkook lagi.
Bertanya pada Jimin sama halnya bertanya pada pikirannya sendiri. Jimin pun tidak tahu kemana perginya Jungkook. Taehyung hanya merasa sangat khawatir pada lelaki bertubuh gagah itu. Dua tahun bukanlah waktu yang singkat baginya, terlebih Jungkook tak pernah mengatakan bahwa ia tidak akan ikut pulang bersama yang lain.
Lalu dimana Jungkook?
Ponsel berwarna putih yang tersimpan di nakas itu bergetar. Dengan sedikit kesal Taehyung mengambil ponsel itu, saat melihat nama Jimin tertera disana ia langsung menjawab panggilan yang ia tidak tahu kenapa di malam-malam begini Jimin meneleponnya.
"Tae, kau belum tidur?" Jimin memulai
"Aku menjawab panggilanmu, artinya aku belum tidur. Ada apa?" tanya Taehyung disusul kekehan Jimin dari jauh sana
"Kau tahu rumah sakit Seoul?"
Taehyung mengerutkan dahi, merasa heran kenapa Jimin bertanya sesuatu yang dia sendiri pun sudah tahu pasti rumah sakit Seoul yang gedungnya besar itu. "Sejak lahir pun aku sudah tahu. Ada apa sih sebenarnya?"
"Yoongi hyung akan melamar kerja di sana. Besok kau ada waktu senggang?"
"Besok aku tidak masuk kampus, kau mau aku mengantar kalian berdua?"
Mendengar cengengesan Jimin membuat Taehyung akhirnya tertawa. Ia menarik selimut tebal berwarna putihnya hingga sebatas dada. Membalik tubuh kurusnya menjadi menyamping.
"Aku akan datang ke flatmu jam 9" kata Jimin setelah mereka berdua selesai tertawa
"Oke, jangan telat, Jim!"
"Percaya saja padaku. Kalau begitu kau tidurlah, Taetae. Kau pasti sudah mengantuk"
Taehyung tersenyum. "Matikan sambungannya, Jimin" ucapnya sesaat sebelum Jimin mengatakan selamat tidur dan memutuskan sambungan telepon mereka.
Taehyung memandang ponselnya sebentar lalu menyimpannya kembali di atas nakas. Pikirannya kembali melayang dengan nama Jungkook yang terus-terusan muncul. Hati Taehyung sedikit sakit mengingatnya lagi, jadi ia memutuskan untuk memejamkan matanya dan tidur.
Meski sulit, Taehyung hanya ingin melupakan Jungkook barang sesaat.
.
.
Jung Hoseok bukanlah pria yang terlihat ceria di setiap saat, terkadang ia bisa menjadi orang paling diam ketika moodnya sedang down. Ia juga tidak jauh berbeda dengan para gadis yang sedang dalam masa bulannya. Jadi, jangan pernah ajak dia bicara jika wajahnya tertekuk.
Tapi larangan penuh bahaya itu tidak berlaku bagi seorang lelaki dengan anting hitam di kedua telinganya. Meskipun Hoseok sudah melakukan tindakan-tindakan diluar batas normal, lelaki itu tak pernah menyerah. Ia dengan tanpa perasaan menyeret Hoseok memasuki sebuah rumah sakit besar di daerah Seoul.
"Oi! Kau tidak perlu menyeretku seperti karung sampah begini! Tuan tampan Jeon Jungkook!" gerutu Hoseok dengan wajah yang teramat kesal
Jungkook menatap datar pada Hoseok, melepas cengkraman tangannya di pergelangan tangan Hoseok. Hoseok yang sejak tadi merenggut kesal balas menatap Jungkook penuh sewot. Dalam hatinya ia mengutuk Jungkook dengan wajah datar tanpa dosa itu. Jika saja ia tak mengingat bahwa Jungkook sedang masa pemulihan, mungkin sudah ia tendang-tendang si tuan mempesona ini.
"Jangan buat aku malu, Jung. Aku membawamu bukan untuk pertunjukan topeng monyet"
Kedua mata Hoseok membulat mendengar kalimat terakhir yang diucapkan Jungkook. Topeng monyet katanya? Hoseok bersumpah akan menusuk kulit Jungkook agar otot-ototnya kempes.
"Duduk saja disana. Aku akan masuk sebentar" Jungkook menunjuk bangku duduk dekat tempat administrasi sementara ia akan masuk ke sebuah ruangan untuk spesialis jantung
Dengan umpatan-umpatan kesal yang sudah pasti ditujukan untuk Jungkook, Hoseok menyeret langkahnya dengan malas menuju barisan tempat duduk yang sebagiannya sudah penuh dengan beberapa orang. Ketika melihat Jungkook yang berjalan melewatinya, Hoseok mengeluarkan ponsel dan earphone berwarna hitam, mulai memejamkan mata ketika musik bernada mellow mengalun merdu di kedua telinganya.
Tidak jauh dari tempat duduk Hoseok, terdapat tiga orang lelaki dengan pakaian kemeja kotak-kotak yang sama. Taehyung menepati janjinya pada Jimin untuk mengantar Yoongi yang akan melamar pekerjaan di rumah sakit. Sebelum mereka benar-benar pergi, Taehyung sudah mengingatkan Yoongi untuk memakai kemeja putih polos daripada memakai kemeja kotak-kotak yang sama dengannya dan Jimin. Tetapi pria bertubuh mungil itu hanya memasang wajah malas pada Taehyung.
"Jam berapa kau akan interview?" mulai Taehyung seraya mengedarkan pandangannya ke penjuru rumah sakit
"Aku tidak tahu" jawabnya dengan nada yang jika kau mendengarnya maka kau akan langsung menendang Yoongi ke planet pluto saking gemasnya
Jimin yang notabenenya adalah penggemar hati Yoongi hanya menampilkan cengiran lebar penuh kata maaf tersirat pada Taehyung yang sekarang mulai memasang wajah datar.
Taehyung mulai mengomel-ngomel pada Jimin. Sedangkan Yoongi dengan polosnya malah sibuk menelusuri tempat duduk kosong untuknya. Namun tanpa sengaja ia malah menemukan Hoseok tengah berdiam santai di dekat ruang spesialis jantung. "Oh! Itu Hoseok! Ayo kesana" tanpa menunggu Jimin yang sedang menahan kesabaran Taehyung, dirinya berlalu begitu saja menuju tempat Hoseok. Yoongi heran kenapa lelaki itu berada disana. Apakah Hoseok akan melamar disini juga? Kalau iya, Yoongi tidak habis pikir kenapa Hoseok selalu mengikutinya sejak sekolah dasar. Ia tahu dirinya memang mempesona, tapi sebegitu ngefans kah Hoseok padanya?
Merasa ada yang berdiri di depannya Hoseok mendongak dan terkejut karena ternyata Yoongi berada disini. "Min Yoongi, sedang apa kau disini?!" tanya Hoseok dengan nada sedikit panik. Ia langsung melepaskan earphonenya dan memandang pintu ruangan di sebelahnya dengan was-was. Takut-takut jika Jungkook keluar dari sana.
Yoongi memasang wajah bingung karena tingkah tidak jelas Hoseok. "Pertanyaan yang sama untukmu Hoseok, sedang apa kau disini?"
"Hosiki, kau juga disini ternyata?" suara Jimin yang sekarang tengah berjalan mendekat padanya, membuat kepanikan Hoseok diambang batas. Apalagi melihat Taehyung yang sekarang tersenyum sangat manis padanya.
"K−kalian sedang apa disini?" Suara Hoseok terdengar gugup, Yoongi yang memang pada dasarnya sudah mengenal Hoseok sejak lama itu merasa curiga dengan tingkah Hoseok
"Kau kenapa sih? Kau menyembunyikan sesuatu padaku?" selidik Yoongi
Jimin dan Taehyung hanya saling pandang. Pintu ruangan spesialis jantung itu mendadak terbuka. Dan Hoseok benar-benar akan mati disana.
Sepasang sepatu pantofel hitam itu adalah hal pertama yang keempat orang itu lihat. Awalnya mereka tidak peduli siapa yang akan keluar dari sana, namun mata Hoseok yang terus terjuju kesana membuat Taehyung, Jimin serta Yoongi menjadi penasaran.
Jungkook yang masih sibuk dengan beberapa kartu di tangannya mulai mendekati Hoseok. Tidak menyadari jika ada teman-teman masa SMAnya dulu yang sekarang membuka lebar mulut mereka. Ternganga tidak percaya bisa bertemu Jungkook setelah sekian lama.
"Hoseok, ayo pu−"
Jungkook tak melanjutkan kalimatnya karena terlampau terkejut melihat ada tiga orang yang tengah menganga melihatnya. Matanya memandang lurus ke arah Taehyung. Jungkook membungkam mulutnya. Ia ingin lari dari sana, namun kakinya mendadak kaku untuk digerakkan.
"Jeon Jungkook? Kau sudah kembali?!"
Suara Jimin menyadarkan Taehyung sepenuhnya.
Inikah keajaiban yang selama ini ia tunggu? Kembalinya Jungkook di kehidupannya?
.
.
Jungkook bukanlah pria yang lemah. Dia kuat dengan otot-otot gagah yang terbentuk di tubuh idealnya. Dalam hidupnya selama 20 tahun ini, Jungkook hanya menangis dua kali. Pertama, saat ia lahir ke dunia. Kedua, saat ibu kandungnya tega membuangnya.
Jika harus melawan seorang petinju, Jungkook tak akan menolak. Ia akan berdiri paling depan untuk menunjukan betapa kuatnya seorang Jeon Jungkook.
Namun jika harus dipertemukan kembali dengan Taehyung. Jungkook tak bisa berbuat apa-apa. Ia berubah menjadi sosok manusia paling lemah, paling takut.
Karena Taehyung adalah cinta pertama Jungkook.
Lelaki bergigi kelinci itu tidak siap jika harus bertemu dengan Taehyung dengan keadaannya yang masih kurang meyakinkan. Dirinya memang sukses melakukan operasi cangkok jantung dua tahun yang lalu. Tetapi ia tetap harus melakukan pemeriksaan rutin pada jantungnya agar tetap sehat. Dan bertemu dengan Taehyung serta beberapa orang yang dikenalnya di rumah sakit ini membuat Jungkook tak akan bisa kembali menyembunyikan diri.
Ia harus jujur. Meski tetap tak bisa membeberkan semua fakta yang menampar keras hidupnya dua tahun lalu.
"Kau... kemana saja?" nada suara Taehyung terdengar gugup, Jungkook tak sekalipun memalingkan wajahnya dari jalan yang ramai oleh kendaraan
Kedua orang yang sudah lama tidak bertemu itu menempatkan diri di sebuah bangku taman. Hoseok, Jimin dan Yoongi memutuskan untuk memberi waktu pada mereka untuk sekedar berbincang-bincang.
Tapi memang tidak mudah harus kembali memulai sesuatu setelah sekian lama tak bertemu.
"Aku di Tokyo" jawabnya pendek
Taehyung mendadak sesak. Mendengar jawaban pendek dengan nada dingin yang Jungkook ucapkan itu membuatnya mati rasa. Tidak tahu kenapa ia merasa asing dengan sosok di sampingnya ini.
Padahal dulu Jungkook juga memperlakukannya dengan cuek. Suaranya memang tidak berbeda dari terakhir mereka bicara. Tidak ada yang berubah selain pancaran mata Jungkook yang berbeda dari sebelumnya.
Mata sehitam kelam itu terlihat lebih tajam. Lebih menusuk.
Taehyung mengulum bibirnya. Berusaha untuk tidak terlihat lemah di hadapan Jungkook. Ia tak boleh terlihat berharap pada pria itu. Meskipun disetiap detik ia menghirup nafas, nama Jungkook tetap bersarang di hatinya.
"Kau kuliah? Dimana?"
"Aku melanjutkan perusahaan ayah. Bagaimana denganmu?"
"Aku kuliah di universitas Seoul, jurusan musik"
Jungkook menoleh. "Kau jurusan musik? Bagian musik apa?"
"Piano"
Jungkook diam memandang Taehyung yang baru saja menjawab pertanyaannya. Piano? Jungkook pernah memainkan itu saat kecil, dan jujur saja ia juga cukup mahir memainkannya.
Ada perasaan aneh ketika Jungkook mendengar alat musik piano sebagai sesuatu yang Taehyung pelajari. Ia pikir Taehyung akan masuk ke jurusan yang tidak terlalu sulit−karena memainkan piano itu tidak mudah−namun dirinya tidak menyangka bahwa ketika bertemu kembali Taehyung sudah menjadi seorang pianis.
"Hoseok sudah lama tahu kalau kau kembali?" tanya Taehyung
"...Tidak, dia baru tahu dua bulan yang lalu. Aku kembali tiga bulan sebelumnya"
"Aku tidak menyangka bisa bertemu lagi denganmu. Kau... semakin tampan"
Dan kau semakin terlihat cantik di mataku, Taehyung. Kau semakin indah.
"Kau juga semakin dewasa. Pernah mengikuti kompetisi piano?"
Taehyung mengangguk cepat. "Aku juga akan mengikuti kompetisi piano senin nanti di gedung Seoul Music Culture"
Jungkook memiringkan kepalanya, berusaha mengingat sesuatu tentang gedung itu. "SMC? Aku harap bisa melihat penampilanmu. Pasti sangat indah" ucap Jungkook diakhiri dengan pujian yang sanggup membuat Taehyung bersemu
"Permainanku tidak terlalu bagus. Aku masih baru"
Jungkook terkekeh kecil melihat wajah menggemaskan Taehyung. "Bagaimana jika kita melakukan duet? Aku juga cukup mahir bermain piano"
"Bisa mainkan lagu apa?" tanya Taehyung
"Yiruma... Kiss The Rain"
.
.
T B C
Agak panjang 'kan? Hehehhe, gue gabisa bikin yang panjang-panjang soalnya. Takutnya malah ga nyambung/aneh
Ngomong-ngomong soal piano, gue gatau banyak sih. Tapi yang paling gue suka sih pianis Yiruma/ga nanya. Apalagi yang Kiss The Rain, coba deh dengerin, enak banget melodinya. Buat galau-galauan/promosi. Judul, summary sama ceritanya kalo menurut gue ga nyambung sama sekali, jadi ya harap maklum lah namanya juga sahabatnya alien Taehyung. Beginilah jadinya.
BIG THANKS untuk kalian yang nyempetin review :*
JeonJeonzKim, sanggialbilad, michaelchildhood, taehyungkece, riazrilever, Icha744, TaeKai, Ansleon, rifkun, kim joungwook, Clou3elf, hyemi270, Ranran, thiefhanie fha, hyesang-nim, idayati KookieV, kimmahyun, Jjk
Makasih juga buat yg udah baca, follow, fave, makasihhh
Cinta deh sama kalian semua, sini ketjup basah sini/monyongin bibir/
Review yaaaa~
See yaaaa~~
