MAKNAE VS. DRAGON

Author: Hye Ji

Genre: BL. boyxboy, romance(?), humor(?)

Rating: T

Chapter 2 of 3

Cast: Kris | Suho | Kai | Sehun | Tao | EXO member

Disclaimer: ceritanya punya aku, cast milik fandom dan orangtua masing-masing

Warning! Yang gak suka pairing KrisHo, SuTao, SeHo, sama KaiHo gak usah baca. Bahasa tidak baku/?

Chapter 2! Terimakasih banyak review-nya!

Maknae VS. Dragon

Chapter 2: Baby vs. Dragon

Suasana lebih dari tegang hari ini.

Rasanya seperti menunggu bom yang akan meledak. Tapi situasi ini memang hampir sama dengan itu. Luhan berdeham untuk menghilangkan ketegangan, tapi dia justru mendapati bom itu menatap tajam kearahnya. Oh tidak, bom itu hampir meledak sebentar lagi. Kyungsoo langsung menyembunyikan wajahnya ke pelukan Kai. Tao hanya tersenyum tipis diantara ketegangan itu, seperti tidak terganggu sama sekali.

Semuanya langsung menatap pintu dimana penyebab bom itu tersulut api. Dua orang yang pergi berdua sejak pagi itu akhirnya kembali dan mendapati wajah lega dan memohon dari 9 orang band-mate nya. Suho langsung menyadari suasana tegang di ruangan itu, menghela napasnya.

Kris hampir meledak saat Suho akhirnya datang dan memeluknya. Semua member langsung bersorak dan langsung melakukan apa yang mereka mau. Suho tersenyum dan menarik Kris ke kamar mereka.

"Aku baru meninggalkanmu 2 jam sejak bangun tadi dan kau sudah membuat dorm setegang itu." Ujarnya lembut, tapi ada ketegasan disana. Kris merengek sambil mengeratkan pelukannya.

"Kau tahu kan aku tidak suka kalau kau pergi sebelum aku bangun." Balas Kris. Suho menghela nafas dan ingin melepaskan pelukan Kris, tapi tidak bisa.

"Iya aku minta maaf."

Kris mendecih, melepaskan sendiri pelukannya. Dia paling tidak suka kalau bangun dan mendapati Suho tidak ada di pelukannya. Makanya pagi ini dia sudah membuat dorm tegang karena Suho pergi berdua dengan Sehun saja.

"Sebenarnya kau pergi kemana?"

"Ke minimarket? Sehun bilang ingin susu dan aku pikir kenapa tidak beli saja untuk semuanya? kulkas hampir kosong. Dan jalan-jalan di sekitar kompleks." Jawab Suho dengan polosnya, membuat Kris jadi batal marah. Kekesalannya menguap seiring Suho bicara.

"Aku tetap tidak suka. Lain kali jangan pergi tanpa memberitahuku lagi."

"Posesif." Ujar Suho pelan, menangkup wajah Kris dengan kedua tangannya.

"Biar. Kau tahu kemarin aku bahkan tidak bisa memegang tanganmu." Balas Kris, mendekatkan wajahnya dengan wajah Suho. Dilihat dari dekat begini, Kris bisa melihat pipi Suho memerah sedikit. Seringai muncul di wajahnya, puas bisa membuat Suho begitu hanya dengan menatapnya.

"Habis aku sibuk mengurusi Tao."

"Padahal Yixing sudah menawarkan diri menjaganya."

"Kau juga berbohong soal tanganmu." Suho melepaskan tangannya dari wajah Kris, masih sedikit kesal dengan akting murahan itu. Kris cengengesan.

"…Maaf, soal itu." Respon Kris ragu. Untungnya Suho hanya menggumam, tidak membalas apapun. Suho berbalik, mau keluar saat Kris menahannya di tempat.

"Mau kemana lagi?"

"Sarapan. Kau tidak lapar?"

Dengan sekali gerakan, Kris menarik Suho ke tempat tidur dan menindihnya. Mata Suho langsung membesar, melihat Kris menyeringai di atasnya, berujar, "Nah, sarapanku sudah ada disini."

Kris baru mau memposisikan dirinya di antara kedua kaki Suho saat partner leadernya itu dengan cepat menyatukan lututnya, dan langsung beradu dengan perutnya. Erangan panjang bercampur dengan tawa Suho yang mendorong Kris dari atasnya lalu turun dari tempat tidur.

"Byuntae-ssi, aku bukan makanan." ujar Suho dengan santainya sebelum pergi keluar meninggalkan Kris yang masih terkapar memegangi perutnya, namun masih sempat protes.

"Namaku bukan byuntae*!" *mesum

.

Selesai sarapan, Suho harus membantu Xiumin mencuci piring. Hari ini mereka harus berlatih untuk konser SMTOWN besok. Kris sebenarnya mau mengganggu Suho, tapi sebelum dia bisa melakukannya, Xiumin memberinya pandangan tajam. Dengan cengiran lebar, Kris kabur dan memilih untuk melakukan ritual panjang perawatan kulit wajahnya.

"Hai hyung,"

Kris membuka sebelah matanya, dan mendapati Sehun dengan santainya berjalan ke sebelahnya, mendesaknya untuk memberi ruang di depan cermin itu. Sedikit kaget, Kris minggir dan membiarkan Sehun mencuci wajahnya di wastafel itu.

"Gara-gara hyung, pencuci wajahku jadi tidak kelihatan." Gerutu Sehun sambil mencari pencuci wajahnya diantara banyaknya produk kecantikan milik Kris. Lelaki berdarah Tiongkok itu mendengus, menggeser Sehun dari depan cermin dengan lengannya, lalu membasuh wajahnya.

"Kenapa kau kesini?" tanya Kris sedikit terganggu, mulai mengeringkan wajahnya dengan handuk. Sehun memberinya pandangan aneh.

"Kenapa hyung disini? Ini kamar mandiku dan Suho hyung." Balas Sehun tidak kalah terganggunya, mulai mencuci wajahnya. Sebenarnya ini perdebatan yang tidak ada habisnya, karena mereka berdua tidak ada yang mau mengalah.

Tapi kali ini Kris tidak membalas Sehun, dan berfokus pada rangkaian kedua perawatan wajahnya. Sehun sendiri setelah selesai mengeringkan wajahnya beralih untuk menggosok giginya. Kris tidak tahan untuk tidak memberi maknae itu pandangan kesal, karena sudah 'mencuri' Suho darinya pagi tadi.

"Apa yang hyung lihat?" tanya Sehun, melihat pandangan itu di cermin. Kris mengedikkan bahu.

"Memangnya kau tidak bisa mengajak Tao tadi pagi?"

"Tidak. Suho hyung kan milikku hari ini." jawab Sehun dengan santainya, kemudian lanjut berkumur untuk menyelesaikan kegiatan menggosok giginya. Kris menaikkan sebelah alisnya.

"Bagaimana bisa."

"Bisa, dengan memenangkan taruhannya."

Kening Kris makin berkerut, dan dia berlanjut ke produk ketiga. Sehun tersenyum tipis dan keluar kamar mandi, mau mengganti bajunya. Kris menyusul tak lama kemudian, masih dengan kening berkerut.

"Aku tidak mau ikut taruhanmu."

"Oh, kau harus mau, hyung." Jawab Sehun masih dengan senyum tipisnya. Kris melempar baju kotornya ke keranjang dan mulai mencari kaus baru.

"Atau?"

"Atau aku bilang kau sedang dalam mode Angry Bird pada Suho hyung."

Dengan itu Kris menutup pintu lemari dengan keras, tapi berusaha untuk menormalkan wajahnya. Sehun tersenyum penuh kemenangan sekarang.

"Dan kenapa aku harus setuju soal taruhan itu?"

"Mudah, kalau hyung tidak mau aku akan tetap memonopoli Suho hyung hari ini."

Kening Kris kembali mengerut, dan Sehun langsung berteriak. "Suho hyung! Kris hyung sedang—"

"—Astaga Sehun! Kotor sekali caramu." Potong Kris dengan membekap mulut Sehun. Maknae itu cekikikan, berusahan melepaskan tangan Kris dari mulutnya.

"Makanya kau harus mau."

"Apa aku punya pilihan lain?"

"Punya. Langsung saja menyerahkan Suho hyung untukku."

"Ha, dalam mimpimu saja, maknae. Taruhannya apa?"

Senyum kemenangan Sehun seperti senyum setan dalam bayangan Kris. Maknae itu seperti menumbuhkan tanduk di atas kepalanya dan Kris sampai harus bergidik untuk menghilangkan bayangan itu. Atau mungkin dia harus menemui dokter karena halusinasinya.

"Siapapun yang dapat ciuman di pipi oleh Suho hyung hari ini menang. Peraturannya sama dengan kemarin."

Sehun merasa unggul karena Suho akhir-akhir ini memang sering menciumnya di pipi. Katanya sih gemas. Tapi apapun itu, dia akan mengerahkan segalanya untuk mendapat ciuman Suho hari ini dan memonopolinya. Indahnya dunia ini bagi Sehun.

Di sisi lain, Kris sedang berpikir kalau ciuman di pipi baginya agak sulit. Suho memang mencium pipinya kalau dia sulit dibangunkan, tapi tentu saja sekarang bukan waktunya dia bisa tidur dan menjaga Sehun untuk melihatnya.

"Deal?"

"Tung—"

"—Eommaaa! Kris hyung sedang—"

"DEAL!" sela Kris dengan kasar, membekap mulut maknae itu sekali lagi. Sehun tertawa kencang, tapi kemudian ditahan ketika Suho tiba-tiba masuk ke dalam kamar mereka.

"Ada apa? Aku dengar kau memanggilku tadi, Sehun."

"Tadi saat aku mencuci mukaku Kris hyung tiba-tiba dalam mode Angry Bird dan mendorongku untuk membilas wajahnya sendiri." rengek Sehun pada Suho, yang langsung menatap Kris tajam. Sementara itu yang ditatap mulai panik, dan ingin mencekik Sehun yang bersembunyi di belakang Suho.

"Kris."

"Aku tidak melakukannya!"

"Lalu kau bilang Sehun berbohong?"

Oh, kalau saja Suho bisa melihat senyum evil Sehun di belakangnya sekarang. Kris mengerang, mengingat tadi dia memang mendorong Sehun. Tapi itu tidak kasar dan bukannya Sehun sudah berjanji tidak akan mengadukan mode Angry Birdnya pada Suho kalau dia setuju?

"Tapi sudah tidak sakit, kok. Tidak apa-apa hyung, aku memaafkanmu. Ayo kita pergi Suho hyung!" ujar Sehun dengan senyum cerah sok polosnya menarik Suho keluar kamar. Suho menghela napas, tidak melawan saat Sehun mendorongnya keluar. Tapi Sehun sempat-sempatnya menoleh ke belakang dan memberi Kris senyum licik.

"Aku ingin duduk dengan hyung!"

BUK! Kris menendang lemari dengan cukup keras, kesal dengan kelakuan Sehun, tapi kemudian buru-buru menyelesaikan berpakaiannya dan berlari menyusul Suho dan Sehun keluar. Dorm mulai kosong karena member lain sudah turun untuk berangkat ke gedung SM. Tao termasuk salah satu yang terlambat seperti Kris, langsung menyejajarkan langkahnya dengan sang duizhang.

"Hai, ge."

"Oh. Kau sudah sembuh?"

Tao tersenyum. Meskipun kesal dengan kekalahannya kemarin, Kris masih saja menanyakan keadaannya. Mereka berhasil menyusul Sehun dan Suho yang sudah masuk duluan ke lift, dan Tao tertawa kecil melihat Kris menyorot laser ke Sehun yang berusaha menutup pintu lift tadi.

"Karena Suho hyung yang menjagaku, tentu saja aku sudah sembuh."

Suho menoleh untuk ini, tersenyum pada Tao. Maknae EXO-M itu dengan tenang membalas senyumnya, sementara Kris masih sedikit bengong, mungkin terpesona dengan senyum Suho. Bahkan setelah sekian lama melihat senyum sejuta watt itu, Kris tetap merasakan sensasi yang sama setiap melihatnya.

Payah, memang.

"Baguslah kau sembuh. Tapi kalau Suho jadi tertular sakitmu, kupukul kau."

"Kris."

"Apa?" tanya Kris dengan heran. Dia tidak merasa ada yang salah dengan perkataannya, tapi Suho menggeleng, tidak menyetujuinya. Sehun dan Tao berpandangan, dan saling menaikturunkan alis mereka di belakang Suho dan Kris. Ini kesempatan bagus yang tidak boleh disia-siakan.

"Masa aku diancam mau dipukul, Eomma." Rengek Tao kemudian, menggandeng lengan Suho yang satunya dan dengan sengaja menubrukkan bahunya dengan bahu Kris. Sang duizhang melongo, melihat Suho langsung memberinya pandangan kesal.

"Biar nanti dia yang hyung pukul."

"Tapi—"

Lift berdenting untuk menunjukkan bahwa mereka sudah sampai di lantai yang dituju. Sehun dan Tao dengan kompak langsung bersorak dan menarik Suho keluar, meninggalkan Kris yang masih melongo tidak jelas. Dari belakang seperti ini, Kris bersumpah bisa melihat Sehun dan Tao punya ekor seperti setan.

Halusinasinya menjadi-jadi.

Kris menggeleng, buru-buru menyusul tiga orang itu keluar. Mobil satu sudah penuh dan sudah berangkat lebih dulu, dengan Tao sebagai penumpang terakhir. Sehun dan Suho duduk di baris paling belakang, yang kemudian penuh karena sudah ditempati Kai terlebih dulu.

"Sudah?" tanya manajer mereka, yang mengemudikan mobilnya. Kris menggeleng.

"Kai, pindah. Aku duduk di belakang."

"Tidak mau."

Mata mereka beradu, Kris yang tajam dan Jongin yang malas. Dia sudah enak di pojok dengan jaketnya, siap untuk tidur, makanya tidak mau pindah. Sehun dan Suho untungnya, sibuk dengan dunia mereka sendiri jadi Kris langsung berbisik, "hyung belikan ayam yang banyak untukmu nanti."

Sang pemegang gelar chicken mania langsung duduk tegak atas penawaran itu. Niatnya untuk menghambat kemenangan Kris terbang semua dengan ayam-ayamnya. Tanpa banyak bicara, Kai langsung pindah dari kursi belakangnya dan Kris duduk dengan senyuman menempel di wajahnya di sebelah Suho.

"Kita berangkat, hyung." Ujar Kyungsoo yang duduk di paling depan, setelah mengecek Kai memasang sabuk pengamannya. Manajer mereka menghela napas, melirik Suho lewat spion tengah dan menggeleng sebelum tancap gas dari sana.

Sebenarnya taruhan ini sudah diketahui semua member, bahkan manajer EXO. Dengan tiga maknae sebagai pelaksananya, mereka ingin membuat Kris menderita tiga hari berturut-turut. Suho yang polos sudah dipastikan tidak akan mencurigai sama sekali taruhan ini, jadi itu bukan masalah bagi mereka.

Tao sudah berhasil kemarin, hari ini Sehun, dan besok hari terakhir. Apapun akan mereka lakukan untuk menang. Karena meskipun harus berhadapan dengan mode Angry Bird Kris terlebih dahulu, sisa hari yang lainnya mereka habiskan dengan hati yang bahagia karena melihat Kris menderita. Bahkan mata lasernya tidak ampuh lagi.

Kasihan ya, Suho. Jadi barang taruhan.

Ckck.

Oke, kembali ke barisan belakang. Sehun dengan giat memperlihatkan foto-foto kecilnya pada Suho yang sesekali mengeluarkan suara seperti gadis fangirling. Dan sesekali juga mencubit pipinya. Tawanya terdengar sangat nista di telinga Kris, meskipun harus duizhang itu akui, Sehun sangat lucu waktu bayi.

"Dari dulu kurus, ya? Kurang makan?" tanya Suho, menoleh pada Sehun yang berada di samping kanannya. Sehun tertawa, membalas tatapan Suho dan menyadari kalau jarak mereka sangat dekat. Sedikit lagi langkahnya untuk—

PLAK!

"AW! HYUNG?!" Sehun melotot ke arah Kris, yang tiba-tiba memukul pipinya. Suho juga menoleh pada Kris. Duizhang itu sama terkejutnya dengan refleksnya, tapi melihat Sehun dan Suho punya jarak yang wajar sekarang, dia ingin tersenyum.

"N-nyamuk. Ada nyamuk tadi di pipimu."

"Tidak ada!" seru Sehun tak terima, menyadari kalau yang barusan adalah perlawanan sengit dari Kris. Tapi ayolah, mana ada nyamuk di mobil mereka?! Alasan Kris konyol sekali.

"Mana ada nyamuk disini, Kris." Tanya Suho heran, mengecek pipi Sehun yang sedikit memerah itu. Sehun merengek, dengan sengaja menunjukkan pipinya lebih ke arah Suho. Kris panik lagi sekarang, buru-buru asal tunjuk.

"Itu! itu nyamuknya!"

Mungkin Kris sedang beruntung hari ini, asal-asalannya menunjuk memang sedang ada serangga di kaca jendela itu. Sehun dan Suho langsung menoleh, memperhatikan 'nyamuk' yang sedang hinggap dengan tenang. Jantung Kris dagdigdug begitu menyadari kalau serangga itu adalah—

"Ini lalat, Kris. Bukan nyamuk."

"Ha? Oh.." respon Kris, bodoh. Sehun kini mati-matian menahan tawanya yang ingin meledak karena kebodohan macam itu. Tapi dia tidak boleh tertawa, ini kesempatan emas lainnya yang Kris berikan sendiri.

"Tuhkan hyung berarti tadi Kris hyung—"

"—Wah, iya ya kurus sekali!" seru Kris mengalihkan pembicaraan, menarik ponsel Sehun ke arahnya dan dengan sengaja mencondongkan tubuhnya ke Suho. Lelaki bermarga Kim itu refleks langsung menoleh pada Kris, yang juga dengan sengaja memposisikan wajahnya agar pipinya sejajar dengan bibir Suho.

"Aku memang begini sejak kecil!" balas Sehun tak suka, menarik ponselnya kembali ke tengah. Suho tersenyum polos pada Kris, tiba-tiba menaruh tangannya ke pipi tirus itu. Untung saja, Suho membiarkan hal tadi berlalu.

"Pipimu dulu tidak setirus ini 'kan?"

Jantung dagdigdug dan serasa mendapat angin segar, Kris langsung tersenyum pada Suho. Meskipun sebenarnya dia sangat benci kalau ada orang yang menyebutkan masa kecilnya, tapi untuk hari ini, dia akan menahannya. Dia bisa menahannya.

"Tidak gendut juga kok."

"Tapi hitam." Sela Sehun, menghentikan pertukaran dua leader itu. Kris langsung mendelik padanya, dan Sehun mehrong. Tidak akan dia membiarkan Kris menang. Kris harus menderita, Kris harus merasa tidak bahagia, begitu kata para member yang sudah muak dengan segala ketergantungan Kris pada Suho.

Jahat ya.

Suho tertawa mengingatnya, masa SMP Kris yang dihabiskan di Tiongkok sebagai kapten tim basket sekolahnya, yang membuat kulitnya agak gelap.

"Karena aku berolahraga, princess Sehun!" sambar Kris tak senang. Dia kemudian mengejek gaya duduk Sehun waktu kecil dulu, (yang pakai kaus hitam putih garis-garis) yang menurutnya terlalu feminin.

"Daripada dekil!"

"Dekil kau bilang?! Dasar anak perempuan!"

"Dekil!"

"Perempuan!"

"Stop!" tangan Suho dengan cepat terentang, memisahkan Kris dan Sehun yang bertengkar di depan wajahnya dengan mendorong dahi mereka. Dua lelaki jangkung itu mengaduh, tapi tidak menyingkirkan tangan Suho.

"Dia bilang aku dekil, Suho."

"Dia bilang aku perempuan, Suho hyung!"

"Ssshh, kenapa jadi bertengkar?" lerai Suho heran. Yah, tidak heran juga sih. Sudah biasa Kris dan Sehun bertengkar seperti ini. Tidak ada yang mau mengalah.

"Bisa tidak sekali saja kalian punya percakapan yang berkualitas? Kalau tidak bertengkar malah saling mengejek, duh." Keluh Suho, melepaskan tangannya dari dahi dua orang itu. Di atasnya, Sehun malah menjulurkan lidahnya pada Kris yang membuat wajah aneh padanya.

"Dan tidak membuat wajah aneh pada satu sama lain juga." tangan Suho terulur lagi untuk meraih tengkuk mereka, dan tiba-tiba mencium pipi Sehun dan Kris bergantian.

"Ayo hidup dengan rukun dan tenang." ujarnya dengan suara lembut, menjaga agar wajah mereka bertiga berdekatan. Kai melirik sedikit ke belakang dan mendengus, merasa baru saja melihat drama keluarga dimana Suho sebagai sang ibu berkumpul lagi dengan anak (baca: Sehun) dan suaminya (baca: Kris) setelah sekian lama.

Dan sementara Kris sendiri berpikir kalau adegan ini terlalu domestik, Sehun mulai menyunggingkan senyum kemenangan. Karena yang dicium pertama kali oleh Suho adalah dirinya. Semudah ini untuk menang? Sehun langsung melingkarkan tangannya ke tubuh Suho dan (dengan sengaja) mendorong wajah Kris menjauh.

"Saranghaja," respon Sehun dengan senyumannya, bahkan tidak perlu membuka matanya untuk menangkupkan tangannya di sisi wajah Suho yang sebelah kiri. Tentu saja agar Kris tidak bisa mendekati Suho lagi.

Suho masih tersenyum, menepuk-nepuk lengan Sehun yang melingkari tubuhnya dan bahkan mencium pipinya sekali lagi. Oh, benar-benar 'anak' kesayangannya. Tidak menyadari sama sekali seseorang yang berada di sebelah kirinya.

Bisa dibilang Kris sedang mengalami mental breakdown sekarang.

Aku kalah lagi?

Kris sama sekali tidak menduga kalau Suho tiba-tiba akan mencium pipi mereka bergantian. Bahkan tidak menyadarinya sampai kemudian Sehun mendorong wajahnya (anak kurang ajar!) menjauh dari Suho. Yang dia sesalkan adalah, KENAPA SEHUN DULUAN YANG DICIUM?!

KENAPA SUHO KENAPA?!

Kalau bisa Kris ingin pura-pura tidak tahu soal ciuman di pipinya, tapi dia jelas-jelas melihatnya tadi dan jangan lupakan Sehun dapat ciuman lagi. Tapi yang lebih parah adalah, Suho bahkan tidak menyadari akibat dari ciumannya itu.

Sehun dan Suho tak lama tertawa bersama, dengan Suho yang bersandar setengah badan pada maknae jangkung itu. Kris menatap Suho sedih, bahkan tidak melawan saat tangan panjang Sehun mendorongnya menjauh lagi.

(musik slow) (tiba-tiba hujan) (lalu Kris monolog)

Kenapa Suho kenapa? Kau begitu dekat namun begitu jauh.. aku bisa saja melanggar perjanjiannya tapi aku seorang gentlemen yang tidak akan melakukan hal seperti itu..

Kris menggigit bibirnya, mengalihkan pandangannya dari pasangan bahagia itu (di matanya ada simbol hati beterbangan di sekitar Suho dan Sehun, macam efek di tivi) ke jendela. Dia menghela napas, melihat tetes-tetes air hujan (iya emang beneran hujan) di jalanan sana. Sedrama ini hidup Kris di bayangannya. Mungkin dia benar-benar harus menemui seorang dokter jiwa.

Saat Kris ingin menambah efek dramatis dengan menempelkan wajah dan tangannya ke kaca, petir tiba-tiba menyambar keras sekali.

"HAH! SIALAN!" seru Kris kaget, refleks.

Sedetik kemudian, semua orang tertawa karena tingkah konyolnya. Dan Kris hanya bisa menutupi wajahnya dengan tangan besarnya.

Super sialan.

.

Maknae vs. Dragon Round 2

2:0

.

TBC