MAKNAE VS. DRAGON
Author: Hye Ji
Genre: BL. boyxboy, romance(?), humor(?)
Rating: T
Chapter 3 of 3
Cast: Kris | Suho | Kai | Sehun | Tao | EXO member | EXO manager
Disclaimer: ceritanya punya aku, cast milik fandom dan orangtua masing-masing
Warning! Yang gak suka pairing KrisHo, SuTao, SeHo, sama KaiHo gak usah baca. Bahasa tidak baku/?
Terakhir, Kai! Selamat membaca :)
Maknae VS. Dragon
Chapter 3: Dancing Machine vs. Dragon
Suasana di dorm EXO pagi ini sudah seperti baru saja di bom.
Panas, berantakan, heboh, dan tentunya, tidak nyaman.
Semuanya sedang sibuk karena 3 jam lagi, mereka akan segera terbang ke London untuk berpartisipasi di konser SMTOWN WORLD TOUR dengan artis SM lainnya.
Sehun dan Tao masih tidur-tiduran, bersantai. Luhan, Baekhyun, Chanyeol dan Kyungsoo bolak-balik dari dapur ke kamar mereka masing-masing. Xiumin sibuk membereskan barangnya sendiri. Chen dan Lay tertawa keras dihadapan laptop milik main vocal EXO-M itu. Suho melihat sekeliling lalu mengecek para member, menyadari Kai, sang dancing machine belum bangun, dia menghampiri salah satu member yang termasuk Maknae Line di EXO itu untuk membangunkannya.
"Bangun Jongin sayang, sudah siang! Nanti kita terlambat." Suara Suho lembut menyapa pendengaran Kai. Sang dancing machine menguap dan mengucek matanya. Dia masih sangat mengantuk.
"Ayo bangun, kau bisa tidur lagi di pesawat nanti. Cepat bersiap-siap."
Kai menggerutu. Dia menoleh ke sebelah, dimana Kyungsoo tidur dan tidak mendapatinya disana. Kai mengeluh lagi, dia malah menarik selimutnya ke atas. Suho berdecak dan menggeleng.
"Jongin bangun! Kita bisa terlambat sekarang!" seru Suho sambil menarik selimutnya. Kai mengerang dan mencoba mendapatkan kembali selimutnya itu. Kyungsoo yang baru saja selesai dengan apapun urusannya di dapur masuk ke kamarnya dan melihat Kai sedang berebutan selimut dengan Suho. Dia menggeleng dan melipat tangannya.
"Jongin, jangan manja, kita ada jadwal 3 jam lagi. Cepat menurut pada Suho hyung!" omelnya tak senang. Kai diam begitu diomeli Kyungsoo, sementara Suho mengatur nafas. "Sudah ayo cepat masuk kamar mandi!" Suho menariknya untuk bangun dari tempat tidur. Kai merengek seperti anak kecil, tapi tidak melawan saat Suho menyalakan keran dan mencipratkan air ke wajahnya. Setelah dirasa Kai tidak akan tidur di kamar mandi, Suho baru keluar dan melihat Kyungsoo membereskan koper Kai.
"Maaf ya merepotkanmu, tapi aku harus membangunkan Kris." Ujar Suho tak enak. Tadinya dia yang akan membereskan barang-barang Kai, tapi anak itu belum bangun jadi perhatiannya teralih.
Kyungsoo menggeleng. "Aku sudah biasa hyung. Sudah cepat sana, sebelum Kris hyung bangun dan mengamuk seperti kemarin." usirnya. Suho tertawa kecil sebelum pergi ke kamar Kris.
Sehun dan Tao masih saja bersantai. Koper mereka terbuka dan baju mereka masih berserakan. Pintu kamar mereka terbuka dan dugaan Suho benar dengan para maknae. Sebelum membangunkan Kris, dia mengecek Sehun dan Tao dulu. Dia menggeleng melihat kekacauan itu, bahkan mereka berdua tidak menyadari keberadaan Suho di depan pintu.
"AAAAA!" teriak Sehun dan Tao kemudian, terkejut ketika telinga mereka tiba-tiba ditarik oleh Suho. Member lain terdiam sebentar, lalu tertawa keras sedetik kemudian.
"Kalian cepat bereskan barang-barang! Kita sedang buru-buru dan kalian baru boleh bersantai setelah membereskan semuanya. Nanti saat aku kembali, ini semua harus rapih atau Kris yang akan memarahi kalian." Ancaman Suho diakhir berhasil membuat Sehun dan Tao merinding dan secepat kilat, mereka membereskan koper mereka. Suho tersenyum puas sebelum keluar dan menghampiri Kris yang bahkan tidak terganggu dengan teriakan dua maknae barusan.
"Yifan, bangun." Bisik Suho lembut di telinga Kris. Tidak ada respon. Suho menghela nafas. Untung saja dia membereskan kopernya pada malam hari (dan juga koper Kris) jadi sekarang dia tidak harus khawatir. Tapi membangunkan Kris adalah sesuatu yang cukup sulit.
Suho menyisiri rambut Kris dan menghela nafas lagi sebelum mencondongkan badannya dan mencium tulang pipi Kris, tepat dibawah matanya. Hanya itu yang dibutuhkan Suho untuk membangunkan Kris, selelap apapun tidurnya. Dia lalu tertawa kecil saat mendengar Kris menggumam dan memeluk pinggangnya erat.
"Bangun Kris, kau orang yang terakhir bangun."
"Lalu kenapa. Aku yakin Kai tertidur di kamar mandi sekarang." Balas Kris dengan suara parau khas bangun tidur. Suho tertawa lagi dan melanjutkan menyisiri rambut Kris. Kalau bisa, Kris ingin seperti ini sepanjang hari, dengan tempat tidurnya, dan Suho tentu saja. Kemarin setelah kekalahannya pada Sehun, Kris bahkan tidak melihat Suho seharian. Bodoh, pikirnya. Tapi sekarang, dengan Suho di pelukannya, dia tidak akan membiarkannya terjadi lagi.
"Tidak, dia sudah selesai sekarang. Kau dengar? Suara airnya masih terdengar. Ayo bangun putri tidur." Suho menepuk-nepuk pipi Kris pelan. Kris mengerang dan malah mengeratkan pelukannya.
"Kris, cepatlah, kau harus mengecek Sehun dan Tao setelah ini."
"Uuhh, lima menit lagi.."
Suho menghela nafas. Ini jalan terakhir untuk membangunkan Kris, dan sudah terbukti tidak pernah gagal. Tangan Suho menelusup keantara badan mereka, lalu mencubit perut Kris.
"AAAA," teriakan Kris menggema ke seluruh dorm, mengundang tawa seluruh member.
Selesai, sekarang tinggal mengecek member lain, pikir Suho bangga setelah melihat Kris menutup pintu kamar mandi. Sebenarnya, alasan Suho paling lama bersiap-siap adalah ini, memastikan member lain siap pada waktunya dan tidak ada yang tertinggal.
Tapi hell, bukankah itu pekerjaan paling sulit.
Saking sibuknya sampai terkadang barangnya sendiri yang tertinggal. Dia melipat tangannya di dada sambil menaikkan sebelah alisnya pada Chen dan Lay, yang buru-buru menutup laptopnya dan berdiri.
"Bereskan kamar kalian dulu ya, tolong." Ujarnya dengan senyum manisnya. Chen membuat gerakan hormat dan membusungkan dadanya, sementara Lay tertawa melihat itu, mendorong yang lebih muda sebelum berbalik melipat selimutnya.
"Luhan hyung handukmu tertinggal di dapur!" teriak Baekhyun dari dapur, membuat lelaki bermata doe itu menoleh ke arah sana.
"Biarlah!"
"Jorok hyung!" dan tiba-tiba handuk basah itu berada di wajah Luhan. Suho tertawa melihatnya, mengambil handuk itu untuk dijemur di tempatnya. Luhan mengumpat pada Baekhyun yang cekikikan, kabur menyusul Chanyeol ke bawah.
"Aku yang akan menjemurnya hyung, kau boleh pergi mengejar Baekhyun."
Luhan mendelik, berterimakasih sebelum menarik kopernya sendiri dengan kesal. Xiumin menepuk pundak Suho, tertawa melihat kelakuan Luhan dan Baekhyun barusan. Leader EXO itu tertahan di tempatnya, melihat Xiumin penuh tanya.
"Sehun dan Tao bandel lagi tuh," ujar member tertua itu. Suho langsung berdecak, memijat pelipisnya lelah. Xiumin menepuk pundaknya sekali lagi sebelum menyusul Luhan pergi. Lelaki bermarga Kim itu menjemur handuk Luhan, kemudian langsung pergi menghampiri dua bocah yang sudah tidak kecil lagi itu.
"Belum beres juga?"
Sehun dan Tao terdiam di tempat. Berpandangan. Menatap Suho bersamaan. Lalu buru-buru pergi membereskan koper mereka. Suho menghela napasnya, bergerak untuk membantu mereka membereskan barang-barang. Sungguh, dia seharusnya bisa tidak peduli. Mereka sudah bukan anak-anak dan dia bahkan bukan ibu mereka.
"Kapan kalian bisa mengurus diri sendiri." keluh Suho, melipat baju Sehun dengan benar sebelum memasukkannya ke koper maknae itu. Sehun terkekeh, mencium pipi Suho sekilas sebagai permintaan maaf.
"Nanti kalau hyung bosan mengurusi kami." Jawabnya, dengan cengiran lebar. Tao tidak mau kalah, mengklaim pipi kiri Suho.
"Terimakasih banyak, ge."
Helaan napas keluar lagi dari mulut Suho, tapi kali ini, disertai senyuman. Melihat Sehun dan Tao kemudian berjalan beriringan keluar, menarik koper mereka masing-masing hatinya hangat secara tidak jelas. Bagaimana ya, Suho menganggap mereka anaknya adiknya sendiri, meskipun semua member juga dia perhatikan, para maknae selalu spesial.
Masih dengan senyum terpatri di wajahnya, dia berdiri dan mengecek seisi ruangan lagi sebelum matanya jatuh pada dua dompet berdesain sama dengan selembar kertas panjang menyembul dari masing-masing bahan kulit itu. Senyum hilang, Suho berkacak pinggang.
"SEHUN TAO! PASSPORT DAN TIKET KALIAN!"
Suara kaki bergerak cepat di lorong terdengar, dan dua maknae itu muncul berbarengan, berdesakan di pintu kecil itu untuk masuk berdua.
"Kalau ada yang tertinggal lagi, hyung tidak akan peduli. Dan tidak ada makanan gratis untuk kalian." Ujar Suho memukulkan passport itu bergantian pada kepala Sehun dan Tao sebelum menyerahkannya dan pergi darisana.
Saat dia keluar, Kyungsoo juga keluar dari kamarnya, menarik dua koper sekaligus.
"Hyung, aku titip Jongin. Manajer hyung memanggilku jadi aku harus turun lebih dulu." Ujarnya tenang. Suho mengangguk, masuk ke kamar Kyungsoo-Jongin dan menemukan salah satu maknae EXO itu baru saja keluar dari kamar mandi.
"Apa aku terakhir lagi?"
"Tidak, Kris juga belum. Sudah cepat, kopermu sudah dibawa Kyungsoo."
Jongin melempar handuknya sembarangan dan sudah bisa ditebak siapa yang mengambilnya.
"Aku jangan ditinggal ya hyung,"
"Iya, hyung tunggu diluar."
Suho menghela napas, menutup pintu kamar KaiSoo dan berpapasan dengan Sehun dan Tao yang baru saja keluar. Dua maknae itu berjalan dengan tenang, matanya menempel pada gadget masing-masing.
"Jun?"
Mendengar namanya dipanggil, Suho mempercepat jalannya ke kamar. Dia sudah siap, tinggal mengambil jaket dan kacamata, selesai. Kris baru saja menutup kopernya kembali saat dia masuk.
"Ada apa?"
"Bajuku sudah semua? Pelembabku?"
"Sudah. Cepat turun, tinggal kita dan Jongin yang masih disini."
Setelah memakai jaketnya, Kris mengikuti Suho keluar. Jongin keluar tak lama kemudian, melirik Kris sekilas sebelum merangkul Suho mendekat. Sang duizhang menaikkan sebelah alisnya, curiga dengan alasan Jongin bersikap seperti itu.
Tidak mungkin 'kan..? Kris menggeleng, tidak mau berprasangka terlebih dahulu pada Jongin. Meskipun sesuatu di benaknya memperingatkan kalau sudah pasti ada apa-apa dengan Jongin hari ini. Kris mengalihkan pandangannya pada Suho, yang selalu clueless. Dia sedikit merasa bersalah sudah menjadikan pacarnya itu bahan taruhan dua kali berturut-turut, tapi dia memang salah karena membiarkan dirinya jatuh ke perangkap Sehun dan Tao.
"Kita naik yang ini hyung!" seru Jongin ceria, menarik Suho ke van pertama yang mereka lihat dan Suho menurut. Kris yang menggunakan kacamata hitam, refleks menuruti kemana kekasihnya itu pergi, tapi dia disambut dengan tutupan pintu oleh Baekhyun.
"Yang ini penuh, hyung! Naik yang belakang saja ya." ujar main vocal EXO itu, menurunkan sedikit kaca jendelanya. Disitu Kris baru sadar, kalau kecurigaannya pada Jongin benar. Kris mundur sedikit meski masih bengong, bayangan Suho dan Jongin di barisan belakang samar terlihat dari kaca gelap itu.
"Kris cepat!" teriak manajer EXO tak sabar, membubarkan konsentrasi sang dhuizang untuk mengutuk habis-habisan Kim Jongin alias Kai dalam pikirannya.
Dengan sedikit buru-buru, Kris masuk ke van kedua dan dengan itu, merekapun berangkat.
.
Suara shutter kamera lengkap dengan cahaya flashnya memang sangat mengganggu, tapi hari ini, Kris tidak tahu mana yang lebih mengganggu; semua yang tadi disebutkan atau kenyataan kalau Jongin berjalan rapat di samping Suho terus menerus. Kerumunan padat merayap, berdesakan untuk bisa melihat para idola mereka. Normalnya, Kris akan berjalan di depan Suho agar pacarnya yang bertubuh kecil itu tidak akan terlalu terdesak.
Tapi sekarang, ada Jongin di sampingnya.
Kris tidak terlalu terganggu sebenarnya. Karena dia juga ingin para fans tahu, kalau hubungan Jongin dan Suho benar-benar baik. Rumor yang beredar akhir-akhir ini membuatnya ingin tertawa karena, hey, yang bisa bercanda begitu kasarnya dengan Suho hanya Jongin. Mungkin fans hanya khawatir pada Suho, yang tampaknya 'dibully' oleh Jongin.
Jadi Kris (berusaha keras untuk) membesarkan hatinya.
Dia bernapas lega ketika sampai di ruang tunggu. Suho tiba-tiba muncul di hadapannya, tersenyum manis. Terpesona, Kris agak cengo.
"Aku tadi salah menyimpan dompetku di tasmu."
"Oh.."
"Tapi jangan dikembalikan sekarang, tidak apa-apa. Aku hanya bilang."
Senyum Suho membuat Kris lupa diri. Tapi untungnya, kontrol dirinya masih bagus untuk menyadari kalau mereka masih di depan umum dan tidak mungkin untuk melakukan apa yang ada di pikirannya. Mencium Suho mungkin bisa nanti saja.
"Oke.."
"Oh, jadi kau setuju dengan tawaranku hyung? Deal!"
Jongin dengan semangatnya menjabat tangan Kris erat. Kris cengo untuk kesekian kalinya. Oke, mungkin otaknya sudah konslet karena terlalu banyak berhalusinasi dua hari kemarin, tapi kali ini Jongin juga punya tanduk yang sama dengan Tao dan Sehun. Suho menghilang entah kemana.
"Deal apa? Suho mana?" tanya Kris agak idiot. Celingukan mencari kekasihnya itu. Jongin menepuk-nepuk bahu Kris, sambil duduk dia berujar, "Tadi Suho hyung kan bilang ke toilet."
"Oh. Deal apa?"
Cengiran lebar Jongin membuat bulu kuduk Kris berdiri. Berlebihan, memang. Tapi itu benar-benar terjadi. Usapan tangan Jongin di punggungnya membuatnya lebih tak tenang lagi, dagdigdug seperti berada di salah satu film horror, dimana sebentar lagi hantunya keluar.
Kris mungkin benar-benar harus menemui seorang dokter.
"Hyung, kau tahu aku mencintaimu 'kan?"
Kris mengangguk.
"Kau tahu aku juga mencintai Suho hyung 'kan?"
Satu anggukan lagi.
"Dan kau tahu, kalau sekarang ini aku sedang dikritik karena mem'bully' Suho hyung 'kan?"
"Maumu apa, Jongin?" Tanya Kris bosan. Jongin nyengir lagi, menepuk punggung Kris final.
"Berikan Suho hyung untukku hari ini. Siapapun yang diminta Suho hyung duduk di sebelahnya nanti di pesawat yang menang."
"Kenapa sih kalian bertiga ini? Berturut-turut membuatku menderita tanpa Suho, untuk membuatku menderita?" BINGO! Ujar Jongin dalam hati, berusaha menjaga ekspresi wajahnya tetap netral. Malah, dia mengerutkan kening. "Apa yang hyung bicarakan? Aku hanya minta waktu dengan Suho hyung hari ini. Sudah cukup namaku berulang kali mereka hujat untuk sesuatu yang tidak benar."
Semua boleh bilang akting Jongin payah di film perdananya, tapi dia optimis bisa meyakinkan Kris. Lagipula itu tidak sepenuhnya bohong. Dia memang muak dibicarakan yang tidak-tidak oleh para netizen bermulut tajam itu. Seperti apapun yang dilakukannya adalah salah dan tidak pantas.
"Setengah hari."
"Satu hari."
Kris menghela napas, menatap Jongin frustasi. Dia bisa saja tidak peduli dan memiliki Suho untuknya hari ini. Tapi hatinya (oh, ternyata Kris punya hati) (maaf, abaikan) nanti tidak karuan. Apalagi sekarang Jongin memasang wajah seperti anak anjing terbuang. Ugh. Kris kibar bendera putih di benaknya.
"Baiklah. Tapi kau tidak boleh melarangku berbicara dengan Junmyeon."
Senyum Jongin berganti dari polos menjadi culas, dan disitu Kris merasa baru saja menjatuhkan dirinya ke lubang neraka. "Kita lihat nanti saja, ya."
Suho kembali dari toilet dengan Baekhyun yang mengobrol dengan ekspresif. Kedua tangannya ikut menggambarkan apa yang sedang dia ceritakan. Lucu. Chanyeol terkekeh dan diam-diam mengambil gambar kekasihnya itu. Sementara Kris cemas tak karuan membayangkan satu hari lagi tanpa Suho.
"Kris, jangan mengerutkan keningmu begitu." Tegur Xiumin. Yang ditegur tidak menggubris, dia terpaksa mempertemukan telapak tangannya dengan dahi mulus itu.
"Aw! Hyung?!"
"Sudah kubilang jangan mengerutkan keningmu. Kau terlihat jahat."
Sehun dan Tao cekikikan melihat itu, tapi buru-buru mengalihkan pandangan begitu Kris menatap tajam mereka. Sungguh, apa pantas Kris mendapat semua ini? Dia sama sekali tidak mengerti kenapa para maknae sepertinya bekerja sama untuk membuatnya menderita. Tapi yang miris adalah, dia tidak tahu kalau perkiraannya itu adalah sebuah kebenaran.
(Malangnya Kris).
"Aku lapar, hyung." Rengek Jongin tiba-tiba. Kris meringis. Baiklah, dia ingin membuktikan kalau sebenarnya dia dan Suho itu super akur, tapi kalau begini caranya, rasanya palsu. Suho juga tampak terkejut, karena Kyungsoo merupakan orang pertama yang akan jadi tujuan Jongin mengadu.
"Eh.. ya nanti pesan makanan saja?"
"Kau tidak ikut sarapan sih tadi." Kris menyela. Suho dan Jongin melihat ke arahnya. Pemuda berkulit tan itu mendelik. "Seperti hyung ikut saja. Kris hyung juga pasti bangun paling akhir 'kan?"
Suho tertawa kecil melihat wajah terganggu Kris, memukulkan paspor dan tiketnya pada lengan lelaki jangkung itu. "Kalian berdua pesan makanan saja nanti."
"Hmm, kau duduk denganku kan?" tanya Kris, ingin memastikan keadaannya. Jongin menukar tempatnya sehingga dia jadi berada di antara Suho dan Kris.
"Tidak. Suho hyung denganku." Jawabnya sombong. Suho mengangguk dengan polosnya, tidak mengerti apapun.
"Kali ini aku dengan Jongin. Memangnya kenapa?"
Manajer EXO yang berada di samping mereka buru-buru berdeham dan mengalihkan pandangannya saat ditatap Kris. Oke, sekarang Kris mulai curiga dugaannya benar. Tapi mungkinkah manajer mereka juga ikut terlibat proyek membuatnya menderita?
Untuk sementara jawaban Kris mesti ditunda dulu, karena sekarang mereka berbaris untuk melewati pemindai logam. Serangkaian teori mulai di bentuk di kepala Kris, merasa dirinya benar-benar dikerjai oleh para maknae plus manajer. Alasannya apa? Apa salah baim? Kris mengerucutkan bibirnya tanpa sadar saat melihat Suho dan Jongin berjalan lebih dulu jauh di depan.
Sehun dan Tao tiba-tiba menubruknya dari belakang, mengapit Kris di tengah. Lelaki berkewarganegaraan Kanada itu tersentak, umpatan sudah diujung lidah ketika sadar kalau Suho sedang melihat ke arahnya. Untung saja.
"Kalian berdua tidak akan aku traktir makan satu minggu kedepan."
"Aaah hyuuuung kenapaaaaaa?" tanya mereka dengan nada merengek yang sangat kompak. Kris memutarkan matanya, lalu menjaga matanya pada Jongin yang tidak pernah pergi dari sisi Suho barang sedetik. Astaga, ini sudah mau masuk pesawat dan dia harus buru-buru menyusul mereka dan meminta tukar tempat duduk dengan Jongin. Tapi dua maknae ini malah menghambatnya.
"Karena kalian menyebalkan. Lepaskan aku!" desis Kris berusaha melepaskan lengannya dari cengkraman dua anak yang kelewat bongsor ini. Kalau ada fans yang menyebut mereka anaknya dan Suho, akan dengan senang hati dia tolak mentah-mentah. Pertama karena Kris tidak pernah bercita-cita punya anak laki-laki. Kedua, apalagi yang bandelnya seperti ini.
"Tidak menyebalkan kok. Yang benar saja hyung." Bantah Sehun menggelayuti lengan Kris. Seorang pramugari tertawa melihat wajah terganggu Lelaki yang sedikit lebih jangkung dari Sehun itu. Tao juga, tapi ditahan. Dia agak tidak tega melihat Kris frustasi seperti itu.
"Kalau begitu lepaskan aku!"
"Kenapa hyung? Kita duduk bersebelahan kok." Ujar Sehun dengan senyum manisnya, membuat Kris mengerang kesal. Jongin dan Suho sudah berjalan ke kursi mereka, dan betapa bahagianya Kris saat menyadari kalau kursinya dan Suho bersebrangan.
"Aku nomor 17 kan?" setidaknya kalau tidak duduk dengan Suho, dia masih bias mengobrol dengan bebas karena bersebrangan.
"Hmm. Dan aku 16." Ujar Sehun, bertukar pandangan dengan Jongin yang baru mau duduk di dekat jendela. Tao cekikikan melihat wajah sumringah Kris yang menganggap dia masih punya sedikit keberuntungan. Suho baru saja menaruh tasnya di kabin ketika melihat Kris duduk di seberangnya.
"Hei. Kita bersebelahan ternyata."
"Jodoh tidak kemana," balas Kris, nyengir. Sehun nyinyir di belakangnya dan Suho langsung tertawa. Duizhang itu menoleh ke belakang, menatap tajam Sehun yang sudah dia duga akan melakukan hal seperti itu. Sehun langsung berekspresi datar, seperti tidak tahu apa-apa.
"Kenapa hyung?"
"Kau pikir saja sendiri."
"Eii, aku tidak melakukan apapun."
"Aku tidak melakukan apapun," cibir Kris kesal. Sehun tertawa, tingkat kekesalan Kris sedang meningkat dan baginya itu hanya menambah kesenangan untuk mengganggunya saja.
"Hyung manja ih,"
"Diam kau Oh Sehun." Balas Kris tidak peduli. Dia ingin menanyakan sesuatu pada Suho namun saat berbalik menghadapnya lagi, yang dia lihat adalah seonggok makhluk tan bersiap untuk tidur lagi.
"Kenapa?!"
"Kenapa apanya?" Tanya Jongin sok polos, melirik dari penutup matanya.
"K-kenapa kau bertukar tempat duduk?"
"Katanya dia mual kalau duduk dekat jendela. Kau tidak tahu Kris?" jawab Suho, muncul dari balik Jongin. Bullsh*t! seru Kris di kepalanya. Sejak kapan Jongin 'mual kalau duduk dekat jendela'?! Ini benar-benar keterlaluan.
Kris bersumpah melihat Jongin tersenyum tipis sekilas sebelum memalingkan wajahnya dan bersandar ke bahu Suho. Sehun menepuk-nepuk bahu Kris, sementara duizhang itu meratapi nasibnya (ada petir dan soundtrack musik sedih di kepalanya) (mungkin dia benar-benar harus memeriksakan diri ke psikiater).
Sementara Sehun, sang mastermind, bersusah payah menahan seringai lebar dibelakang Kris.
Mission complete.
.
Maknae vs. Dragon Final Round
3:0
.
Kkeut
(SORRY FOR THE LATE UPDATE)
Terimakasih banyak yang sudah mau baca ff abal ini. Aku baca satu persatu reviewnya kok. Maaf tidak pernah kubalas satu-satu .-.
