HAIIII GUE HADIR KEMBALI MELANJUTKAN CERITA YANG SAYA DAPAT DARI KOMIK KESUKAAN SAYA. KENAPA SAYA BUAT CERITA INI KARENA MENURUT SAYA JALAN CERITANYA SANGAT SERU DAN MEMBUAT RASA PENASARAN KITA MENJADI LEBIH BANYAK.
SEMUA KARYA DARI PENULISNYA PUN SANGAT MENAKJUBKAN TAPI AKU LEBIH MEMILIH CERITA INI KARENA CUMA CERITA INI YANG MENURUTKU SANGAT AWESOME!
DAN BUAT KALIAN YANG SUDAH MENDUKUNG TERIMA KASIH BANYAK...
OHHH IYA KALAU KALIAN MEMBACA CERITA INI BERARTI FIC YANG SATU BELUM SAYA GARAP. TUNGGU REVIEW DARI KALIAN DULU DAN MASUKAN DARI KALIAN DULU BIAR SAYA MAKIN SEMANGAT UNTUK MENGUPLOADNYA. KALAU KALIAN PENASARAN BUKA AJA FIC YANG SATU. DI JAMIN SANGAT MEMUASKAN.
LANGSUNG SAJA...
o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o
TEMPAT DIMANA KAMU BERADA.
o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o
Matahari sudah mulai terbenam membuat sebuah keindahan tersendiri pada alam ini. sesosok gadis pindahan yang baru saja menetap dirumah barunya atau bisa di bilang pindah untuk sementara dirumah kenalan ayahnya sedang asik bermain di kolam ikan saming rumah itu. Hingga sebuah suara bel pintu tanda seseorang telah masuk tanpa permisi.
" halo,, naruto apakah kau ada di dalam " ucap seorang pria yang terlihat memasuki rumah itu.
" ohhh haii, apakah kau mencari Naruto? " jawab sang gadis yang berada di kolam ikan samping rumah tadi. Jarak antara pintu utama dengan kolam renang hanya berjarak 5 meter jadi setelah kalian memasuki rumah itu akan lansung di sambut pemandangan halaman rumah dari Naruto.
" h – hai juga,, kamu siapa? Apa naruto ada dirumah? Aku mau mengembalikan CD yg kupinjam darinya. " ucap sosok Pria berambut biru dongker dengan style emo dengan rambut belakang yang mencuat bagaikan pantat ayam.
" ohh naruto sebentar lagi pulang. Perkenalkan aku Ino yamanaka mulai sekarang akan tinggal dirumah ini. " jawab ino sambil membungkuk memperkenalkan dirinya.
" Oooooh sasuke,, ada apa malam – malam begini kesini? " orang yang sedari tadi di bicarakan akhirnya datang dan langsung menyapa orang yang ternyata bernama sasuke.
" hey naruto katanya cewe itu akan tinggal disini? " tanya sasuke dengan wajah kagetnya sembari menunjuk wajah Ino.
" ahh iya perkenalkan aku Sasuke Uciha. " lanjutnya memperkenalkan diri ke arah gadis yang sedari tadi hanya tersenyum.
" Ino sebaiknya kamu berhati – hati dengan sasuke, dia itu seorang Playboy, nanti dia akan menyusahkanmu. Jadi jaga jaraklah. " sela Naruto memberikan ultimatumnya.
" apa – apaan maksudmu itu Naruto? " ucap Sasuke jengkel.
" dan jelaskan kenapa ada cewek cantik yang tinggal dirumahmu? " lanjut Sasuke berbisik ke arah sang empu rumah.
Narutopun menjelaskan asala muasal gadis jadi – jadian itu, ehhh maksudnya gadis yang menurut sasuke cantik.
" terus kenapa kau bisa tidak cerita kamu mendapatkan gadis se perfect dia " tanya Sasuke masih dengan berbisik.
" dia itu bukan gadis perfect yang seperti kamu kira. " jawabnya membantah pernyataan sasuke.
" terus dia itu seperti apa " lanjut Sasuke bertanya.
" dia itu "
byuuuuuuuurrr,, suara air yang nampaknya telah dijatuhi oleh benda besar atau lebih tepatnya seorang gadis yang jatuh tercebur di kolam itu.
" yah sperti itu " lanjut Naruto melihat kelakuan gadis yang mereka bicarakan.
" hehehe maaf aku terpeleset " gadis itu kemudian lari memasuki rumah tanpa memperdulikan teriakan orang yang berada dibelakangnya.
.
.
.
" apakau sudah mengerti apa yang kumaksud sasuke " jelas naruto kepada temannya itu
" hn,, tapi walaupun dia agak aneh dan ceroboh itu semua terbayar dengan mukanya yang cantik dan imut kan naruto " jawab sasuke dan masih berkeras fikiran. " ahh sial dirimu begitu beruntung, apa kau yakin kau tidak akan berhenti menyukai hinata? " lanjutnya tepat sasaran kepada naruto.
" haaaaaah kenapa ini malah nyangkut ke Hinata? Dia itu beda dengan hinata dan ketertarikanku pada hinatapun sangat berbeda. " jawab naruto spontan tak terima dengan perkataan sasuke.
" baiklah kalau itu jawaban mu, mulai dari sekarang aku akan mendapatkan perhatian Ino sampai aku bisa mendapatkan dirinya seutuhnya. " kali ini sasuke memberikan ultimatumnya serta memberikan dirinya semangat. " dan kau harus membantuku naruto " lanjutnya
" ehhh apa maksudmu dengan membantu " tanya Naruto kaget.
" hn,, kau kan satu rumah dengannya jadi kau harus membantuku dengan menceritakan semua yang baik tentang ku juga ... " ucapan sasuke tiba – tiba terpotong karena orang yang tadi mereka bicarakan memasuki kamar tempat mereka berdua berada saat ini.
" Naru " bisakah kita bicara berdua, ada sesuatu yang harus ku sampaikan.
" ada apa Ino? " bukan orang yang di panggil yang menjawab melainkan sasuke.
" maaf sasuke, aku hanya ingin bicara sebentar dengan Naru, ada hal penting yang harus ku sampaikan. " ucap Ino dengan sedikit gugup
" kau tunggu di sini saja. " seraya mendekat kearah pintu dan pergi ke arah bawah menuju ruang tamu naruto menyuruh untuk sasuke tetap berada di kamarnya.
" hn " hanya bergumam sasuke menatap kepergian temannya dengan rasa cemburu.
.
.
.
" ada apa? " sesaat setelah mereka hanya tinggal berdua naruto akhirnya memulai percakapannya.
" hmmmm,, bisakah kau mengantarku ke mini market yang tadi kita lihat? " UCAP Ino menjawab pertanyaan naruto dengan gugup.
" kenapa memangnya kamu mau pergi semalam ini. " tanya naruto penasaran.
" hmmm ada sesuatu yang harus ku beli. " lanjut ino
" baiklah kamu tunggu dirumah saja, biar aku yang pergi membelikannya untukmu. " jawab naruto lagi.
" tidak bisa, ini Cuma aku yang bisa membelinya " jawab ino dengan cepat.
" emangnya apa yang kamu mau beli ituuuuu? " tanya Naruto kembali dengan penasaran.
" hmmmm,, i – it – itu... aku mau membeli celana dalam. Semua pakaianku masih belum datang, dan aku sudah kehabisan pakaian dalam saat terjatuh tadi. " lanjut Ino menjawab pertanyaan Naruto dengan wajah yang sudah seperti kepiting rebus.
" haaaaaaah " Naruto dongkol dengan wajah yang sudah memerah juga.
.
.
.
Terdengar suara langkah kaki menuruni tangga dan menuju kearah mereka.
" kenapa kalian lama sekali " ucap pria yang tiba – tiba muncul
" ehhh itu sasuke,, Ino tiba – tiba mau mengajakku bersepeda. " jawab Naruto gugup
" aaaahhhh baiklah aku ikut " ucap sasuke sumringah
" ehh aku Cuma mau pergi berdua dengannya sasuke. Kau sebaiknya pulang saja " lanjut naruto makin gugup. Sedangkan ino hanya berdiam diri saja sedari tadi. Mukanya masih teta memerah dan di tambah kegugupannya saat sasuke datang.
Melihat kelakuan naruto membuat sasuke makin iri.
" hn, jika itu maumu." Jawab sasuk dengan nada yang aneh. " hey, naruto kau harus segera memilih, jangan jadi Pria yang seraka. " lanjutnya dan menutup pintu rumah itu.
" apa maksud dari sasuke, naruto? " tanya Ino heran kepada pria yang ada disampingnya.
" hmmm entah lah, ayo cepat nanti keburu tutup. " jawab Naruto membuat Ino bingung dan mengalihkan perhatian Ino.
.
.
.
Pagi yang sangat cerah dan indah di lalui dengan sesuatu yang sangat heboh oleh naruto. Dia terlambat bangun dan sepertinya dia dari dulu sudah seperti itu.
" cepatlah sedikir naruto,, ino sudah menunggumu dari tadi. " suara perempuan terdengar di antara suara gaduh pada rumah itu.
.
.
.
" baiklah cepat naik " ucap naruto kepada sosok gadis yang sedari tadi sudah menunggunya.
Mereka pun pergi berdua dengan tergesa – gesa. Sepanjang perjalanan mereka di sapa oleh beberapa orang yang kenal dengan Naruto. Hingga akhirnya Naruto menghentikan laju sepedanya tepat di depan mini market yang telah mereka kunjungi 2 kali.
" kita mulai berjalan dari sini. " ucapnya tiba – tiba.
" ehhh, kok harus berjalan sih? Kenapa tidak naik sepeda aja? " balas sang gadis yamanaka.
" aku tidak mau sampai orang – orang melihatku memboncengmu naik sepeda. Apa kata orang nanti. Mereka semua pasti akan mengejekku.
" tapi nanti kau pasti memboncengku pulang sekolah kan? " terka Ino melihat gelagat Naruto. " aku tidak mau kalau harus jalan kaki pulang sekolah. Jaraknya sangat jauh naru, lagian aku masih belum mahir bersepeda. " lanjut Ino dengan penuh harap.
" iya – iya, biar aku yang mengantarmu pulang sekolah. Tapi kau harus menungguku di mini market itu ga mau ada orang yang melihatku. Dan kau jangan memberitahukan orang lain tentang kita. " jawab Naruto dengan terus berjalan di iringi dengan lari pelan. Dirinya memang sungguh tak mau ada yang melihatnya dan salah paham terhadap dirinya. Karena rata – rata yang bersekolah di tempat itu adalah temannya semasa SMP.
" baiklah aku akan menunggumu Naruto " balas ino dengan tersenyum lembut.
.
.
.
Mereka akhirnya tiba di sekolah. Mereka berdua tak lansung menuju ke kelas mereka. Bukannya karena malas. Tapi ini tahun pertama mereka berdua di sini. Jadi mereka belum mengetahui kelasnya masing – masing.
Terlihat ada banyak siswa dan siswi baru di sebuah aula besar. Mereka semua saat ini di beri penyambutan selamat datang oleh seluruh guru dan kepala sekolah dari sekolah itu. Semua siswa menimati suasana tersebut dengan hati dan fikiran yang berbeda – beda. Mereka semua tak akan tahu seperti apa kehidupan sekolahnya nanti.
.
.
.
" lewat sini. " suara Naruto terdengar menginstruksikan gadis di sampingnya untuk mengikuti dirinya.
" apa semua kelas di sini tidak di berikan petunjuk atau pembagian kelas? " ucap Ino melirik ke arah Naruto.
" begitulah, kita hanya mempunyai beberapa siswa jadi tak sulit menemukan kelas kita yang Cuma ada 2. " jawab Naruto sambil terus memperhatikan arah kelasnya hingga dia menemukan pintu ruangan kelas mereka nantinya.
" itu ruang kelas kita. Sepertinya akan ada beberapa teman SMP ku yang akan sekelas dengan kita. " lanjut Naruto memberi penjelasan.
" heyyy,,, kalian berdua " terdengar suara anak laki – laki dari arah belakang Naruto dan Ino.
" ohh hey sasuke. " Ino membalas dengan tersenyum.
Sasuke terus berjalan melihat naruto. " jangan lupa dengan pilihanmu " ucap sasuke sarkastik. " hai Ino gimana dengan sekolahnya. " lanjut Sasuke dengan tersenyum lembut berbeda saat dia bertemu dengan Naruto tadi.
" lumayan " jawab ino.
" hai Naruto... " kali ini suara perempuan lah yang terdengar.
" ohhh hai Sakura. " sapa naruto santai.
" ohhh jadi dia gadis yang katanya satu rumah sama Naruto? " tanya Sakura langsung di depan orang yang di depan orang yang dia bicarakan.
" eeh – eh iya, salam kenal namaku Ino Yamanaka. " sang gadislah yang menjawab perkataan sakura seraya memperkenalkan diri.
" iya salam kenal juga Ino. Aku Sakura Haruno. Teman Naruto sejak kecil " balas Sakura Friendly.
" ohh iya bagaimana dengan suasana pedesaan ini apakau sudah terbiasa? " suara dari pria berambut pantat ayam memulai pembicaraan baru.
" ohhh iya,, aku sangat suka dengan suasana kali ini biarpun aku masih belum bisa untuk naik sepeda. " jawab Ino
" ohhh baiklah bagaimana kalau aku mengajarimu bersepeda mulai besok?. " tanya sasuke antusias.
Sedangkan di pihak naruto dan sakura.
" sepertinya Sasu menyukai Ino yah. " ucap Sakura tiba – tiba tapi hanya dapat di dengar oleh mereka berdua. " lucu sekali tadi pagi dia memohon padaku untuk membantunya. Katanya kamu tidak sanggup untuk membantunya. " lanjut sakura.
" hmmm ... "
" apa kau tidak melarangnya Naru? " lanjut sakura
" terserah kalian, kalau dia memintamu membantunya maka bantulah dia. " jeelas Naruto kepada gadis di sampingnya dan mulai melangkah memasuki kelas.
" baiklah kalau itu perintahmu " ucap sakura tersenyum senang.
' Sepertinya kalian semua salah sangka denganku. Orang yang sebenarnya ku sukai adalah Hinata. Tapi aku masih malu untuk mendekati apalagi melihatnya. '
.
.
.
Setelah mereka sampai di dalam kelas. Naruto tak sengaja melhat Hinata sedang bercerita dengan temannya tentang ekskul. Orang yang sedari tadi di perhatikan oleh naruto sepertinya sadar dan menatap naruto sesaat, sedangkan naruto hanya berpaling muka malu.
'sepertinya Hinata ga ada ekskul hari ini, apa aku tadi ketahuan yah? '
.
.
.
Bel pulang sekolah akhirnya berbunyi setelah hari ini mereka semua memulai kelas dengan perkenalan.
Di sebuah ruangan loker yang terhubung ke pintu luar sekolah. Terlihat naruto sedang celingukan mencari sesuatu. ' ahhh disana ' orang yang ternyata sedang iya cari adalah hinata. ' dia terus memperhatikan Hinata hinga keluar sekolah.
Sebenarnya naruto mau mendekati Hinata sebelum dia pulang sekolah tetapi dia tiba – tiba teringat sudah berjanji dengan Ino untuk mengantarnya pulang sekolah.
.
.
.
" lagi apa kau naruto " panggil sasuke melihat gerak – gerik naruto yang mencurigakan.
" ahhhh, suke, tolong kau gantikan aku mengantarkan Ino pulang, dia ada di mini market. Aku lagi ada keperluan soalnya. " jelas naruto sesaat setelah di sapa sasuke dan memberikan instruksinya.
Sesaat setelah naruto memutuskan pembicaraannya. Dia lansung pergi mengejar gadis yang dikaguminya itu.
' aku sudah menyerahkan urusan ino kepada sasuke tapi sekarang aku malah menguntit hinata, dasar aku ini seperti seorang pengecut. '
Naruto terus berkutat dengan fikirannya di belakang seorang gadis yang sedang dia ikuti hingga sang gadis tersadar dan menyapa naruto dengan penasaran.
" apa yang sedang kamu lakukan di sini naruto? " tanyanya membuat naruto salah tingkah.
" hmmm, aku mau pulang. " jawabnya aneh.
Keduanya akhirnya berjalan beriringan. Naruto menjadi grogi sambil menggiring sepedanya di samping Hinata. Tak ada pembicaraan hingga akhirnya Naruto membuka basa – basi.
" hinata "
" iya "
" maaf yah Kemarin Ino berbuat yang tidak – tidak " lanjut naruto basa – basi.
" hmm oke " jawab hinata enteng.
Setelah basa – basi itu mereka berduapun terdiam kembali. Naruto seakan tak tahu harus berkata apa. Lidahnya seakan keluh semua basa basi yang dia keluarkan semuanya ga nyambung dan gak masuk akal. Dia akhirnya terdiam sendiri.
' aku yakin hinata pasti tidak ingin pulang bersamaku. ' rutuk naruto dalam hati.
" sepertinya ini kali pertama kita pulang bareng " ucap hinata membuka pembicaraan. " mesikpun kita sudah bersama selama 3 tahun waktu SMP " lanjut Hinata.
" ehhh i – iy – iya " jawab naruto kaget mendengar pernyataan hinata.
" setiap kali mata kita bertemu kau slealu memalingkan wajahmu. Aku kira kau membenciku. " ucap hinata sambil tersenyum dan terkikik geli.
" tidak – bukan seperti itu. Sbenarnya. " belum sempat menyelesaikan kata – katanya hinata sudah berhenti dan mau berjalan ke arah yang berbeda dari rumah Naruto.
" sepertinya kita harus berpisah disini. Aku senang sekali bisa mengobrol dengan mu. Kuharap besok kita bisa seperti ini lagi. Bisa lebih akrab lagi " ucap hinata dengan tersenyum tulus kepada naruto.
" ahh iya sampai jumpa. " ucap naruto tak tahu mau bilang apa.
.
.
.
Setelah mereka berdua terpisah. Naruto berjalan sendiri tak tahu apa yang difikirkannya.
hingga akhirnya suara telpon di sakunya mengagetkannya.
" halo Naruto, mana Ino yang tadi kau bilang? Aku tidak melihatnya di sini. Aku sdah menunggunya sedari tadi. " tanya orang di telpon menanyakan Ino.
" bukannya dia menunggu disana. " ucap naruto heran.
" dia tidak ada disini. Apa mungkin dia sudah pulang " lanjut orang yang bernama sasuke.
" baiklah, terimakasih yah. " ucap naruto mematikan telponnya.
Naruto kembali mengayuh sepedanya mencari Ino. Jarak antara rumah dengan mini market cukup jauh kalaupun dia jalan kaki pasti dia sudah ketemu di jalan. Dia membalikkan arah sepedanya menuju kearah mini market. Dia mencari ino sepanjang perjalanan tapi tetap tidak ketemu. Hingga akhiranya dia sampai di mini market. Melihat orang yang di cari tak ada dia pun ingin kembali kerumah. Hingga seorang gadis tiba – tiba muncul dari semak – semak.
" akhirnya kau datang juga naru " ucap gadis tadi. Sepertinya dia sudah bersembunyi di tempat itu sangat lama.
" I – Ino, apa yang kau lakukan disitu? " ucap naruto kaget mendapati gadis yang dicarinya bersembunyi.
" dasar, aku menunggumu dari tadi. Tapi kau tak kunjung datang hingga aku melihat sasuke. Makanya aku bersembunyi disini. " ucapnya menjelaskan
" tapi kenapa kau harus sembunyi ino? " tanya naruto lagi heran.
" bukankah kau yang menyuruhku untuk tidak memberitahukan siapapun. Kalau kau akan menjemputku disini. " lanjut Ino lagi mengingatkan.
" astaga, maafkan aku. " naruto tak habis fikir gadis dihadapannya ini akan bersembunyi untuk menepati janjinya. Naruto cukup merasa bersalah membohongi Ino. " baiklah sebagai tanda maaf ku aku akan mentraktirmu. " lanjut naruto.
" yeaaayyy,,,, aku mau ice cream trus puding trus gulali truss ... " ucap ino kegirangan
" hey hey aku Cuma mentraktirmu satu menu saja. " balas naruto takut uang tabungannya habis dipakai Ino.
Mereka berdua akhirnya berjalan pulang atau mungkin singgah sejenak untuk menepati janji untuk menraktir Ino. Kehidupan Sehari – hari naruto akhirnya mulai berubah. Entah apa yang akan terjadi dengan kehidupannya nanti.
.
.
.
o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o
YAAAA CUT..
AKHIRNYA CERITA INI SELESAI.
TERIMAKASIH KARENA TELAH MEMBACANYA.
DAN TERIMAKASIH BUAT KOMENT YANG TELAH KALIAN BERIKAN. DI TUNGGU AJA KELANJUTANNYA GIMANA. KALAU KALIAN MASIH MEMBERIKAN KOMEN POSITIF AKU AKAN MELANJUTKANNYA TAPI KALAU SUDAH GA POSITIF AKU AKAN MENGHENTIKANNYA.
SIMPLE AJA KAN.
SAYA 'ed' UNDUR DIRI
'ed' OUT
