HAI HAI HAI DAN HAIIIIIIIII
ANE BALIK LAGI MELANJUTKAN KISAH ROMANTIS INI. BERHUBUNG FIC YANG SATU BELUM MENCAPAI TARGET JADINYA LANJUTIN YANG INI AJA.
DAN TERIMA KASIH BUAT KALIAN YANG SUDAH MEMBERIKAN RESPON POSITIVE.
THANKS TO
" FINA, YZNAMIKAZE, NAMIKAZE45, TAMI04, TANIABLACKSWEET, DLL "
OHH IYA JANGAN LUPA BACA FIC ' MANTRA ' JUGA YAH.
DARI PADA BERLAMA – LAMA LANGSUNG SAJA.
CHEKIDOTTTT.
o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o
TEMPAT DI MANA KAMU BERADA. Part 3
o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o
Hari – hari pun akan terus berlanjut dan takkan pernah terulang walau apapun yang akan kau lakukan. Semuanya telah menantimu. Jadi jangan ragu untuk mencoba dan jangan gentar untuk menyesal. " ed Note "
.
.
.
Kita semua tau bahwa naruto sangat menyukai hinata dan dia masih belum mampu untuk mengungkapkan perasaannya itu. Saat ini Naruto sudah resmi menjadi Murid SMA di sekolah dekat dengan tempat tinggalnya. Dan yang menjadi masalahnya saat ini adalah Ino Yamanaka anak dari teman ayahnya yang tiba – tiba pindah dan ikut tinggal bersama Naruto.
.
.
.
" pagi Naruto " suara gadis terdengar memasuki ruang dapur memanggil seorang pria yang sedang sibuk dengan urusannya.
" pag – huaaaaaaaaaa,, apa – apaan kau Ino,, dan mana pakaianmu. Kenapa kau keluar seperti itu? " ucap Naruto kaget melihat kondisi gadis di depannya yang saat ini hanya menggunakan pakaian tidur yang bisa di bilang terbuka. celana boxer biru di padukan dengan tanktop berwarna ungu yang bisa membuat semua mata pria normal terbelalak.
" EHH, maaf aku kira Cuma ada ibumu disini. Soalnya biasanya aku Cuma melihat ibumu memasak setiap pagi. " jawab Ino dengan wajah innocentnya. " hmmm,, ngomong – ngomong kok kamu yang masak? Kemana ibu pergi? " lanjut ino mendekati tempat naruto saat ini.
" di – dia itu sibuk bekerja makanya aku yang memasak setiap pagi. Bukan Cuma kali ini aja aku memasak. " jawab naruto terbata sambil sesekali memperhatikan pakaian Ino.
" waaahh, kamu hebat Naruto. Aku ga nyangka kamu bisa memasak. " ucap Ino takjub melihat Naruto.
" hmm,, aku juga sudah menyiapkan bekal untukmu. " jawab naruto seadaanya.
" suuunggguh? , tidak usah repot – repot, aku bisa kok membeli makan siangku di kantin sekolah. " jawab Ino tak enak.
" di sekolah kita itu mana ada hal seperti itu. Jangan ngawur deh, " lanjut Naruto enteng.
" yang beneer,, kok bisa? Jadi siswa yang ga bawa bekal makan apa dong? " lanjut Ino kaget.
" mereka semua sudah pasti membawa bekal Ino. Kalau ga bawa ya nikmati aja kelaparan mu. " jawab naruto lagi dengan enteng.
Pembicaraan mereka berdua pun dilanjutkan dengan cerita ringan tentang sekolah hingga mereka berdua berangkat kesekolah dan seperti biasa Ino dan Naruto berhenti di minimarket dan mulai berjalan kaki hingga kesekolah. Ke gensian narutolah yang membuat mereka berdua lumayan kesusahan.
.
.
.
Suara bel pertanda istirahat siang pun telah berbunyi. Para siswa yang mendengar itu lansung tersenyum gembira. Hanya tersenyum. Mereka tidak berani melakukan lebih sebab di kelas mereka masih ada guru yang bisa di bilang lumayan menyeramkan.
Dikelas Naruto sendiri mereka semua telah pergi untuk istirahat makan siang.
" Ino mari kita makan siang bareng yuuuk " terdengar suara dari seorang gadis berambut bubble gum memanggi atau lebih tepatnya mengajak gadis blonde yang ada di dekatnya.
" ohh,, okay, kalau begitu mari klita makan bersama Hinata " lanjut gadis blonde kepada gadis berambut indigo.
" ahhh ayooo " seru gadis indigo antusias.
Mereka semua telah berkumpul di satu meja dan telah menyiapkan bekal masing – masing. Sedangkan di sudut kelas terlihat pria blonde dengan rasa iri melihat ke akraban Ino bersama teman – teman lamanya.
' Ino mudah sekali bergaul, padahal baru berapa hari disini. " ucap Naruto dalam hati ' rasanya pengen ikut gabung bersama mereka, tapi nanti di kira apa, atau aku sok akrab aja? Tapi nanti apa kata Hinata melihatku sok akrab? Andai aku bisa dengan mudah berbaur seperti Ino. ' lanjut Naruto berkutat dengan fikirannya sendiri di dalam hatinya. dia bingung harus mulai dari mana. Hingg terdengar suara gadis membangunkannya dari alam fikirnya.
" NARUTOOO ... " suara Ino terdengar dari arah rombongan makan siang mereka. " ayo kita makan siang bareng "
" baiklah – baiklah karena Ino yang meminta kau kubiarkan makan bersama kami. " kali ini suara sakura yang mengijinkan Naruto makan bersama mereka.
" ta – tapi " ucap naruto gugup. ' kupikir Hinata gak mau makan bersamaku ' batin naruto melihat Hinata hanya terdiam saja. Serasa Hinata tak ingin jika Naruto ikut gabung. Tapi ternyata fikirannya salah, hinata malah tersenyum dan melambai memanggil Naruto untuk ikut gabung bersama mereka.
" sudah kesini saja, " panggil Ino dengan sedikit memaksa " Sasu juga makan dengan kami yah " lanjut gadis ini melihat Sasuke sedang mengambil kotak bekalnya.
" baiklah. " ucap naruto dengan desahan pasrah padahal dalam hatinya dia sangat bersyukur atas tindakan yang di lakukan Ino.
" terima kasih Ino sudah mengajak aku juga makan " ucap sasuke telah duduk di rombongan mereka.
Mereka pun akhirnya membuka bekal mereka dan saling melihat apasaja yang mereka bawa untuk makan siang kali ini.
" bekal mu besar sekali sasu " ucap ino melihat bekal yang di bawa Sasuke. " coba liat punyaku ini hasil buatan Naruto " lanjut ino membuka bekalnya.
" yang bener? Wah – wah apa ini bekal cinta dari Naruto? " seru sakura melihat bekal Ino.
" enak saja. Ibu ku sedang pergi bekerja. Jadi masalah makan aku yang menanganinya. " ucap Naruto membantah perkataan gadis Pinky itu.
" tapi kenapa ada tomat di bekalku dan Telurnya terasa manis " kali ini suara protes dari ino terdengar.
" yasudah ga usah dimakan kalau ga suka " Naruto merasa tak terima dengan omelan Ino. Sudah sukur di buatin tapi masih aja di protes.
" hahaha,, ini membuat mengingat saat – saat dulu sering memakan masakan Naruto waktu masih kecil " ucap sakura dengan tertawa agak keras " dia dulu suka memasak yang aneh – aneh, bahkan sempat memasukkan rumput kemakanannya. " lanjut sakura.
" ii – itu kan waktu aku masih anak – anak jadi mana aku tau " balas naruto mengelak.
" aku juga suka memasak " kali ini Hinata lah yang berbicara dengan antusias. Sudah bukan hal lumrah kalau mereka semua tau kalau hinata waktu SMP mengikuti.
" ahh bener sekali, memasak adalah hal yang sangat menyenangkan, mungkin aku akan memasuki ekskul memasak di sini. " ucap naruto membalas perkataan Hinata. Naruto berfikir kali ini pasti akan memasuki ekskul memasak.
" ahhhh memasak? Berhentilah bertingkah konyol Naruto... " suara baritone dari sasuke lah yang menginstrupsi " lebih baik kau masuk klub baseball denganku. Kami kekurangan anggota " lanjut Sasuke memaksa naruto.
" aku ga terlalu suka baseball walaupun dulu kita di tim baseball yang sama waktu SMP " balas naruto masih gigih dengan keputusannya untuk mendekati hinata di ekskul memasak. Dia bersama Sakura dan Sasuke sewaktu SMP berada di ekskul Baseball.
" benerkah? Aku juga pengen banget masuk ekskul memasak. " balas Hinata antusias.
' yeeeeessss ' kata naruto dalam hati.
" tapi aku tidak bisa masuk ke ekskul memasak. Kakakku membutuhkan aku dan mengajakku masuk ke ekskul baseball dan menyuruhku untuk menjadi manajer mereka. " lanjut hinata pasrah.
' a – a – ap – appaaaa ' jerit naruto dalam hati.
Disudut meja itu Terlihat Ino hanya memperhatikan tindakan Naruto dan Hinata. Dia merasa cemburu walaupun hanya sedikit. Ino menatap Naruto dalam diam dan tak ada yang bisa mengartikan tatapannya itu.
" bagaimana dengan mu Ino? " kali ini sakura yang angkat suara sambil sesekali memakan makanannya.
" ahhh bagaimana apanya sakura? " ucap Ino kaget
" yah bagaimana, apa kamu sudah menentukan ekskul mana yang akan kamu pilih? " lanjut sakura.
" belum nentukan mau ikut manasih " jawab Ino sekenanya. Fikirannya masih berada di Sikap Naruto.
" bagaimana kalau kau ikut denganku saja. Kita masuk klub tenis " seru Sakura mengajak Ino.
" boleh juga " balas Ino masih datar.
" benarkah? Bagus kalau begitu " ucap sakura sangat senang.
Mereka semua berbincang bincang hingga bel kelas berbunyi kembali. Berbeda dengan Naruto yang terlihat sangat kecewa. Dengan keputusannya. Sedangkan sasuke hanya mengejek tindakan bodoh naruto kali ini.
.
.
.
Suasana kelas bahkan sekolah sudah tampak sepi. Sekarang sudah menunjukkan pukul 3. Di dalam sebuah kelas terlihat seorang pria yang masih menelungkupkan wajahnya di antara du tangannya. Dia masih merasa sangat bodoh dengan tindakannya tadi. Bukannya membuat dirinya bisa mendekat dengan hinata tapi malah membuatnya makin menjauh dari hinata. Dia mengetahui kakak hinata adalah ketua dari klub baseball di sekolah ini dan dia melupakan bahwa Hyuga neji bisa saja mengajak hinata masuk di tim baseball. Dan ternyata semua fikirannya itu benar.
' bodoh bodoh bodoh, kenapa aku harus bersikap seperti itu tadi, aku bagaikan orang idiot. Dan lihat aku seperti orang bodoh saja disini. ' ucap naruto masih merutuki dirinya didalam hati.
Suara gesekan pintu kelas terbuka tapi naruto tetap dengan posisinya tak memerdulikan siapapun yang masuk kedalam kelas.
" hey naru, bukannya kamu ada kelas memasak? " ternyata gadis blonde yang memasuki kelas dan menyapa naruto.
" ... " tak ada jawaban dari naruto.
" kasihan banget sih kamu Naruto, kamu pasti mengira Hinata akan masuk klub memasak kan? " lanjut Ino melihat tingkah Naruto.
" berisik,, pergi sana bukannya kamu ada klub tennis " balas naruto sidikit kasar.
" hmmm,, baiklah kalau begitu. Jangan lupa tunggu aku sampai selesai. " balas Ino sedih tapi dia sembunyikan dengan nada mengejekknya.
" iya – iya, kau akan ku antar pulang. Sudah sana pergi " balas naruto sedih.
Melihat respon dari naruto, ino pun pergi berjalan menuju luar kelas. Sesaat dia membuka pintu kelas, Ino kembali berbalik menatap naruto dengan sedih.
" Hei naru... " panggil Ino
" issssh, ada apa lagi sih? " balas naruto kali ini dia menatap wajah ino. Dan dia kaget dengan ekspresi Ino kali ini. terlihat sangat datar. Naruto tak bisa mengekspresikan wajah Ino kali ini. entah marah, sedih, kecewa, senang atau apapun itu. Naruto tak bisa menebaknya.
" kalau kamu masih sangat sedih karena hinata. Mengapa kamu tidak mencoba untuk menyukaiku saja? " lanjutnya dengan senyum yang sangat manis. Entah apa yang dipikirkan ino kali ini.
" haaaaaaaaahhhhhhhh " kaget itulah yang dirasakan naruto saat ini " ngomong apa sih kamu? Jangan ngelantur deh. " ucap naruto tapi masih dengan keadaan kaget dan wajah yang sediit memerah.
" ha ha ha aku hanya bercanda nar, aku hanya ingin kamu sedikit sadar. Agar tidak terlalu larut dalam kesedihan. " balas ino dan kembali mendekati meja Naruto. " katakan kamu pasti sedikit senang kan " lanjut Ino tak mengerti arah pembicaraan gadis itu.
" haaah " jawab naruto bingung.
" kau senang kan? Aku bisa melihatnya dari wajahmu. " ucap ino mendekatkan wajhnya kewajah Naruto dan membuat naruto blushing. " kau selalu seperti itu kalau ada yang mengolok mu naru, kau sangat mudah di tebak. " lanjut ino.
" di – diam " ucap Naruto makin memerah karena perbuatan Ino.
" tapi karena itulah aku menyukaimu Naru, karena sifatmu itulah " lanjut ino dengan senyum yang sangat menawan.
" haaaaaaah " lanjut naruto bingung kembali
" tuh kan wajahmu memerah lagi, hahaha " ledek ino kembali.
Mereka berdua bercanda sejenak melupakan kejadian beberapa waktu yang lalu, kejadian tentang sikap bodoh naruto, kejadian terhadap pengakuan Ino kepada Naruto. Dan segala hal lainnya. Mereka bercanda untuk sejenak. Hingga akhirnya Ino kembali berjalan pergi untuk mengikuti ekskulnya yang sepertinya sudah sangat terlambat. Sesaat Ino sampai di pitu luar kelas kejadian yang sama terulang. Ino berbalik dan menatap Naruto, dan Naruto pun masih tetap sama menatap ino sedari tadi saat dia meninggalkannya.
" naru " panggil Gdis itu.
" hmmm? " jawab naruto.
" perkataan ku tadi tidak main – main, cobalah untuk menyukaiku naruto. " bersamaan dengan perkataan itu wajah Ino mulai tersenyum, tersenyum dengan sangat lembut. " siapa tau aku akan membalas perasaanmu itu. " lanjut sang gadis dan pergi meninggalkan naruto dengan keadaan tak bisa kita bayangkan.
Semua perasaan naruto campur aduk karena perbuatan Ino tadi. Dia tidak habis fikir perkataan ino tadi, apakah dia serius atau bercanda lagi. Perkataan atau lebih tepatnya pernyataan ino tadi menghantui fikiran naruto terus menerus. Hingga membuat dirinya tersenyum sendiri.
' sepertinya Ino makin lama makin terlihat manis juga. TAPI HANYA SEDIKIT! ' ucap naruto dalam hati
o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o.O.o
YAAAAAAA CUT. HEHE GOMEN LAMA NULISNYA.
YA INILAH KARYA ORANG YANG PALING SANGAT SANGAT AKU SUKAI DAN AKHIRNYA AKU MENULISKAN KEMBALI DALAM VERSI NARUTO.
TERSERAH KALIAN BERKATA APA TAPI AKU SANGAT BERSYUKUR KALAU KALIAN SEMUA MAU MENGHARGAI HASIL KARYAKU INI.
KALIAN TAU, AKU, KAMU DAN MEREKA SEMUA HANYALAH MAHLUK BIASA YANG TAK MEMPUNYAI KELEBIHAN YANG BANYAK.
KITA HANYA MANUSIA BIASA DAN SELAMANYA AKAN JADI SEPERTI ITU.
UNTUK SELANJUTNYA TOLONG BERIKAN KOMENTAR TERBAIK ANDA. DAN MUDAH – MUDAHAN KOMENTAR ANDA SEMUA MEMBANGUN.
MUNGKIN ITU SAJA DARI SAYA.
" ed OUT "
